EtIndonesia.com Pada Senin (19 Oktober), kelompok bersenjata Houthi menghadapi serangan balasan besar-besaran. Pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi mengumumkan telah melancarkan 1.164 operasi militer dalam 24 jam terakhir dan menewaskan 558 anggota kelompok bersenjata Houthi.
Juru bicara militer Yaman, Majed Al-Nazili, menulis di platform X bahwa pasukan pemerintah mengerahkan pesawat tempur, drone, dan artileri lapangan untuk menggempur titik-titik konsentrasi pasukan Houthi, kendaraan, serta jalur pasokan mereka. Serangan tersebut juga menghancurkan 135 kendaraan militer dan peralatan militer lainnya.
Di Taiz, pasukan pemerintah berhasil merebut posisi baru sehingga memaksa pasukan Houthi mundur. Pasukan pemerintah juga terus bergerak maju di garis depan wilayah selatan dan Shabwa. Sementara itu, di bagian barat, dekat Selat Bab el-Mandeb, mereka berhasil membendung serangan Houthi.
Namun, pada hari yang sama, kelompok Houthi juga melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah Yaman.
Menurut laporan Associated Press (AP), militer Yaman menyatakan bahwa Houthi menembakkan rudal balistik ke sebuah kamp militer pemerintah di Provinsi Shabwa. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 53 tentara dan melukai 200 anggota baru militer. Houthi telah mengakui bertanggung jawab atas serangan itu.
Eskalasi pertempuran juga berdampak pada sejumlah acara internasional besar di Arab Saudi.
Pada hari yang sama, Arab Saudi mengumumkan bahwa konferensi investasi yang dikenal sebagai “Davos Gurun”, yang semula dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober, ditunda hingga tahun depan.
Sebelumnya, Houthi berulang kali menyerang bandara dan fasilitas energi Arab Saudi. Dalam dua minggu terakhir, Bandara Internasional Riyadh setidaknya telah mengalami empat kali serangan. Salah satu serangan tersebut menewaskan 13 orang dan melukai lebih dari 300 orang.
Arab Saudi menyatakan bahwa Houthi telah meluncurkan total 20 rudal atau mengerahkan drone untuk menyerang bandara tersebut.
Risiko keamanan yang terus meningkat membuat sejumlah bankir internasional membatalkan rencana menghadiri pertemuan. Riyadh Fashion Week serta turnamen tenis bergengsi Six Kings Slam juga ikut terdampak.
Saat ini, Arab Saudi terus memperkuat pengerahan sistem pertahanan udaranya, dengan prioritas melindungi bandara, istana kerajaan, dan fasilitas energi.
Sumber : NTDTV.com


