Wakil Wali Kota Eksekutif Beijing, Xia Linmao, baru-baru ini tersingkir dari jabatannya dan menjadi sasaran penyelidikan. Peristiwa ini kembali menunjukkan bahwa kabar yang beredar di luar negeri terkadang jauh mendahului pengumuman resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT). Sementara itu, informasi terbaru yang diperoleh secara eksklusif oleh The Epoch Times mengungkap lebih banyak fakta di balik layar: jatuhnya Xia Linmao mungkin hanya merupakan awal dari badai politik yang lebih besar.
EtIndonesia.com Pada 22 Oktober, Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKT dan Komisi Pengawasan Nasional secara resmi mengumumkan bahwa Xia Linmao, anggota Komite Tetap Komite Partai Kota Beijing sekaligus wakil wali kota, sedang diselidiki atas dugaan “pelanggaran disiplin dan hukum yang serius”. Hanya itulah isi pengumuman resminya.
Namun, sejak 20 Oktober, komentator independen Cai Shenkun telah menulis di platform X bahwa meskipun beredar kabar di internet bahwa Xia Linmao akan dipromosikan menjadi wali kota Beijing, ia mendapat informasi bahwa Xia telah dibawa oleh Komisi Pusat Inspeksi Disiplin pada 19 Oktober dan rumahnya telah digeledah.
Kini, kabar yang sebelumnya disebut “rumor” itu bukan hanya telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Informasi internal yang diperoleh The Epoch Times juga menunjukkan bahwa Xia Linmao bukan satu-satunya orang yang dibawa untuk diperiksa.
Informasi eksklusif: Siapa lagi yang dibawa pada hari yang sama?
Sebenarnya, pada 20 Oktober, The Epoch Times telah menerima informasi eksklusif dari seorang sumber yang disebut A. Sumber tersebut mengungkapkan bahwa “Xia Linmao dibawa dari kediamannya di Distrik Chaoyang, Beijing, pada malam sebelumnya”.
Sumber A mengatakan bahwa Xia Linmao terlibat dalam kasus pengadaan Huawei dan memiliki hubungan dekat dengan sejumlah orang yang terkait dengan kasus Ma Xingrui. Kasus-kasus yang berkaitan dengan Xia Linmao juga disebut melibatkan Cai Erjin, putra Cai Qi, anggota Komite Tetap Politbiro PKT.
Cai Qi saat ini merupakan anggota Komite Tetap Politbiro. Ia menjabat sebagai Sekretaris Komite Partai Kota Beijing dari 2017 hingga 2022. Selama periode tersebut, Xia Linmao berturut-turut menjabat sebagai sekretaris Partai Distrik Miyun dan Distrik Dongcheng, lalu masuk ke jajaran Komite Tetap Komite Partai Kota Beijing pada 2021.
Berdasarkan riwayat jabatan resminya, Xia Linmao memperoleh sejumlah promosi ketika berada di bawah kepemimpinan Cai Qi, sehingga ia dianggap sebagai mantan bawahan Cai Qi.
Pada Januari 2023, Xia Linmao dipromosikan menjadi wakil wali kota eksekutif Beijing. Ia bertanggung jawab atas pembangunan dan reformasi, keuangan, manajemen darurat, serta membantu menangani bidang perencanaan dan audit. Bidang-bidang tersebut juga merupakan sektor penting yang rawan menjadi tempat terjadinya praktik penyaluran keuntungan secara tidak semestinya.
Pada September 2023, Xia Linmao menghadiri acara penandatanganan proyek kerjasama kecerdasan buatan antara Distrik Shijingshan di Beijing dan Huawei. Selain itu, Distrik Dongcheng, yang pernah dipimpinnya, menandatangani perjanjian kerja sama strategis kota pintar dengan Huawei pada 2024.
Pada 13 Februari 2026, media Jiemian News secara eksklusif mengungkap sebuah dokumen berjudul Laporan Singkat Internal Antikorupsi Huawei 2026 (001). Laporan tersebut menunjukkan bahwa di internal Huawei memang pernah beredar informasi terbuka mengenai kasus pidana yang melibatkan pemilihan pemasok dan penerimaan uang pelicin. Namun, peristiwa-peristiwa tersebut tidak dapat dijadikan bukti langsung bahwa Xia Linmao terlibat dalam kasus pengadaan Huawei.
The Epoch Times juga belum dapat memverifikasi secara independen apakah terdapat praktik penyaluran keuntungan antara Xia Linmao dan Cai Erjin, putra Cai Qi. Pihak berwenang PKT pun belum mengeluarkan pengumuman apapun mengenai hal tersebut.
Sumber A juga mengungkapkan bahwa pada malam yang sama, petugas Komisi Pusat Inspeksi Disiplin membawa seorang anggota keluarga Li Peng dari Hotel Ritz-Carlton di Beijing. Pada saat bersamaan, Li Haijin, putra mantan Wakil Presiden Tiongkok Li Yuanchao, dibawa dari klub Hong Kong Jockey Club di Jalan Jinbao, Beijing.
Menurut informasi dari sumber A, pihak Komisi Pusat Inspeksi Disiplin memiliki bukti bahwa anggota keluarga Li Peng tersebut setidaknya terlibat dalam beberapa kasus berikut:
- Dugaan korupsi dalam pembangunan sejumlah proyek milik China Three Gorges Corporation.
- Dugaan keterkaitan dengan kasus narkoba dan transaksi prostitusi di sejumlah tempat hiburan besar di Shenzhen selama Ma Xingrui menjabat sebagai sekretaris Komite Partai Kota Shenzhen.
- Kasus penipuan yang sebelumnya terjadi di Tiongkok daratan.
- Proyek pembangunan pintu air kapal Three Gorges dengan nilai lebih dari 2 miliar yuan. Penggunaan material beton yang tidak memenuhi standar diduga menyebabkan banyak bagian pintu air retak dan mengalami kerusakan serius.
Li Yuanchao pernah menjabat sebagai sekretaris Komite Partai Provinsi Jiangsu dan Menteri Departemen Organisasi Komite Sentral PKT. Ia menjabat sebagai wakil presiden Tiongkok dari 2013 hingga 2018. Informasi mengenai aktivitas bisnis Li Haijin yang tersedia untuk umum relatif terbatas.
Menurut sumber A, Li Haijin setidaknya diduga terlibat dalam kasus-kasus berikut:
- Saat Ma Xingrui menjabat sebagai sekretaris Komite Partai Kota Shenzhen, Li Haijin diduga berpartisipasi dalam bisnis pengadaan rantai pasok Huawei dan menerima komisi perantara dalam jumlah besar dari pemasok tingkat bawah, dengan nilai sekitar 340 juta yuan.
- Berpartisipasi dalam proyek konstruksi luar negeri yang melibatkan Chongqing Foreign Trade Group.
- Terlibat dalam bisnis pengadaan batu bara. Ia diduga membeli tambang batu bara di Indonesia, kemudian menjual batu bara yang dibeli tersebut kepada anak perusahaan Chongqing Foreign Trade Group dengan harga tinggi.
- Menggunakan perantara bisnisnya, Wang Jun, untuk berpartisipasi dalam proyek renovasi fasilitas milik Chongqing Water Group dengan nilai sekitar 600 juta yuan.
- Terkait dengan investasi pembangunan kompleks penipuan telekomunikasi di negara-negara Asia Tenggara yang diduga melibatkan mantan Wakil Menteri Keamanan Publik Sun Lijun, termasuk pemindahan dana dan pencucian uang.
- Terkait dengan kasus She Zhijiang di kompleks KK, Myanmar.
- Terkait dengan kasus pencucian uang di perusahaan Kaili, yang beroperasi di kompleks penipuan telekomunikasi di zona khusus Laos, dengan nilai kasus sekitar 1,7 miliar yuan.
Sumber A mengungkapkan bahwa pimpinan tertinggi PKT belum memutuskan apakah anggota keluarga Li Peng dan keluarga Li Yuanchao pada akhirnya akan ditangkap. Untuk saat ini, kedua orang tersebut hanya diminta bekerja sama dalam penyelidikan.
Sun Lijun sebelumnya telah dijatuhi hukuman atas tindak pidana, termasuk menerima suap. Namun, dokumen putusan pengadilan yang tersedia untuk umum belum cukup untuk membuktikan tuduhan tambahan mengenai investasi di kompleks penipuan dan pencucian uang tersebut.
Informasi eksklusif: “Pengaturan politik” bagi keluarga elite PKT
Perlu dicatat bahwa istilah “keluarga” atau “korupsi keluarga” bukanlah istilah yang hanya digunakan media independen di luar negeri atau pihak yang menentang PKT. Sejak awal kampanye antikorupsi setelah Kongres Nasional PKT ke-18, pemerintah PKT sendiri telah menggunakan istilah tersebut secara resmi.
Sejak saat itu, ketika Xi Jinping menindak anggota kelompok yang disebut sebagai “kelompok berlumuran darah” Jiang Zemin, termasuk Zhou Yongkang, Bo Xilai, dan Ling Jihua, istilah “korupsi keluarga” hampir menjadi istilah standar dalam pengumuman resmi mengenai kasus para pejabat tinggi PKT, termasuk anggota Politbiro dan Komite Tetapnya.
Sementara itu, sumber B yang memberikan informasi kepada The Epoch Times mengungkapkan bahwa ketika Jiang Zemin berkuasa, ia pernah mencapai kesepakatan saat pergantian kepemimpinan dalam Kongres Nasional PKT ke-16.
Berdasarkan kesepakatan tersebut, keluarga sejumlah pemimpin yang masih menjabat maupun yang telah pensiun tidak boleh disentuh. Mereka disebut mencakup keluarga Li Peng, Li Ruihuan, Wen Jiabao, Zeng Qinghong, Jia Qinglin, Huang Ju, Wu Guanzheng, dan Luo Gan.
Sumber B menyatakan bahwa Jiang Zemin juga mencapai kesepakatan dengan Li Peng untuk tidak menuntut pertanggungjawaban anggota keluarga Li Peng.
Menurut sumber B, istilah “tidak boleh disentuh” tersebut bukanlah ketentuan hukum resmi yang diumumkan kepada publik, melainkan suatu bentuk “pengaturan politik” informal yang diketahuinya.
The Epoch Times belum dapat memverifikasi secara independen kebenaran pernyataan ini. Kabar bahwa keluarga-keluarga tersebut termasuk dalam lingkup perlindungan tertentu yang membuat mereka “tidak boleh disentuh” juga tidak berarti bahwa seluruh anggota keluarga mereka terlibat dalam tindakan ilegal.
Meski demikian, informasi terbaru dari sumber A mungkin menandakan datangnya badai politik yang lebih besar.
Apakah badai ini akan menjalar hingga ke pusat kekuasaan saat ini?
Informasi internal yang diperoleh The Epoch Times juga menawarkan sudut pandang lain untuk memahami situasi politik PKT saat ini, yakni hubungan antara Xia Linmao, Ma Xingrui, dan Cai Qi.
Ma Xingrui pernah menjabat sebagai anggota Politbiro Komite Sentral PKT, gubernur Provinsi Guangdong, dan sekretaris Komite Partai Daerah Otonom Uighur Xinjiang. Pada 3 April 2026, pihak berwenang secara resmi mengumumkan bahwa Ma Xingrui sedang menjalani penyelidikan dan pemeriksaan. Pada 14 Juli, Komite Sentral PKT mengumumkan pemecatannya dari keanggotaan partai dan jabatan publik.
Pernyataan resmi mengenai kasus Ma Xingrui yang menyebut bahwa ia membiarkan kerabatnya mencari keuntungan pribadi patut mendapat perhatian khusus. Hal ini menunjukkan bahwa pemerintah PKT mengakui adanya persoalan kepentingan ekonomi yang melibatkan pejabat, kerabat, dan orang-orang yang memiliki hubungan khusus dengan mereka.
Sementara itu, pengungkapan sumber A mengenai hubungan dekat Xia Linmao dengan sejumlah orang yang terkait dengan kasus Ma Xingrui merupakan informasi tambahan di luar pengumuman resmi tersebut.
Berdasarkan informasi itu, Xia Linmao dan Li Xiaoyong serta Li Haijin, yang menurut laporan juga dibawa untuk diperiksa pada hari yang sama, disebut memiliki titik temu dalam sejumlah petunjuk terkait kasus Ma Xingrui dan Huawei.
Ma Xingrui pernah menjabat sebagai sekretaris Komite Partai Kota Shenzhen pada 2015. Shenzhen juga merupakan lokasi kantor pusat Huawei.
Namun, kesamaan lokasi dan periode jabatan tidak cukup untuk membuktikan adanya hubungan langsung antara Huawei dan kasus Ma Xingrui. Pemerintah PKT belum mengumumkan bahwa Huawei atau pemasoknya terlibat dalam kasus Ma Xingrui.
Sumber informasi The Epoch Times juga belum memberikan bukti yang dapat menunjukkan hubungan antara Huawei dan kasus Ma Xingrui. Sumber A mengatakan, “Informasi terperinci akan diberikan setelah diketahui lebih lanjut.”
Meski demikian, penyelidikan yang melibatkan Xia Linmao juga disebut menyentuh Cai Erjin, putra Cai Qi, anggota Komite Tetap yang masih menjabat. Hal ini dapat mengangkat persoalan yang jauh lebih penting daripada sekadar masa depan pribadi Xia Linmao.
Cai Qi merupakan anggota Komite Tetap Politbiro dengan status pejabat tingkat tertinggi nasional. Ia juga menjabat sebagai Direktur Kantor Umum Komite Sentral PKT, mengendalikan Biro Pengamanan Pusat, dan bertanggung jawab langsung atas keamanan pribadi para pemimpin tertinggi PKT, baik pejabat tingkat nasional maupun wakil tingkat nasional. Ia merupakan salah satu sekutu politik penting Xi Jinping.
Cai Erjin pernah bertugas di tingkat akar rumput di Provinsi Zhejiang, wilayah yang cukup lama dipimpin Cai Qi. Ia kemudian masuk ke Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional Tiongkok (NDRC), bertugas di Bagian Keamanan Ekonomi pada Departemen Umum serta Departemen Pengembangan Infrastruktur, hingga akhirnya dipindahkan ke Departemen Pengembangan Ekonomi Ketinggian Rendah yang baru dibentuk dan menjabat sebagai wakil direktur.
Memang benar bahwa Xia Linmao beberapa kali memperoleh promosi ketika Cai Qi memimpin Beijing. Namun, hal tersebut tidak membuktikan bahwa Cai Qi ikut terlibat atau mengetahui transaksi apa pun yang berkaitan dengan Xia Linmao. Hal itu juga tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa penyelidikan terhadap Xia Linmao merupakan tindakan politik yang ditujukan kepada Cai Qi.
Meski begitu, pengungkapan dari sumber-sumber tersebut menghubungkan sejumlah kebetulan yang patut diperhatikan dengan situasi politik sensitif menjelang Sidang Pleno Kelima Komite Sentral PKT.
Kebetulan pertama, Ketua Komite Kota Beijing dari Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok (CPPCC), Wei Xiaodong, dicopot dari jabatannya dan diselidiki saat masih menjabat pada 6 Juni 2026. Ia berasal dari Zhangzhou, Provinsi Fujian, dan merupakan mantan bawahan Cai Qi di Beijing. Wei Xiaodong dan Xia Linmao sama-sama pernah menjadi anggota Komite Tetap Komite Partai Kota Beijing ketika Cai Qi memimpin kota tersebut.
Dalam waktu kurang dari lima bulan, dua anggota Komite Tetap Komite Partai Kota Beijing dari era kepemimpinan Cai Qi telah diselidiki secara berurutan.
Kebetulan kedua, pengumuman resmi mengenai penyelidikan Xia Linmao dirilis tepat pada saat yang sensitif dalam pembagian kekuasaan PKT.
Menurut jadwal resmi PKT, Sidang Pleno Kelima Komite Sentral PKT ke-20 akan diselenggarakan pada 26–29 Oktober 2026. Agenda sidang tersebut mencakup persoalan penting mengenai upaya berkelanjutan untuk memperkuat tata kelola partai yang ketat dan menyeluruh.
Pengumuman mengenai jatuhnya Xia Linmao disampaikan hanya empat hari sebelum sidang tersebut dimulai.
Serangkaian penyelidikan terhadap pejabat tinggi ini menjadi bagian dari latar belakang kampanye antikorupsi dan perubahan personel di tingkat atas PKT saat ini.
Informasi eksklusif: Ada pihak di dalam partai yang mendesak Cai Qi pensiun tahun depan
Sumber C mengatakan kepada The Epoch Times bahwa Xia Linmao saat ini ditahan di suatu tempat di Distrik Changping, Beijing. Beberapa sekretarisnya juga sedang diselidiki.
Tuduhan utama terhadap Xia disebut mencakup kegagalannya mematuhi aturan politik, membentuk kelompok-kelompok berdasarkan kepentingan, membeli dukungan orang lain, serta menerima suap dengan memanfaatkan kewenangan persetujuan yang dimilikinya.
Menurut sumber C, kasus ini pasti akan menyeret atasan yang mempromosikannya. Di dalam partai, beredar pernyataan: “Dengan menindak Xia, mereka berusaha memaksa Cai pensiun tahun depan.”
The Epoch Times belum dapat memverifikasi secara independen apakah hal ini menandakan bahwa gelombang pembersihan politik PKT sedang bergerak menuju pusat kekuasaan saat ini, termasuk Cai Qi, atau merupakan tindakan pembersihan yang menargetkan keluarga elite berpengaruh yang telah pensiun.
Namun, perlu diperhatikan bahwa beberapa keluarga dan tokoh yang disebut dalam informasi kali ini tidak berasal dari latar belakang politik yang sepenuhnya sama.
Li Peng merupakan tokoh elite berpengaruh pada era Jiang Zemin. Li Yuanchao terutama memasuki lingkaran inti politik PKT pada era Hu Jintao. Sementara itu, Cai Qi merupakan salah satu pemimpin paling berkuasa yang masih menjabat pada era Xi Jinping.
Dari rantai pasok Huawei hingga proyek perusahaan milik negara, dari kasus lama Three Gorges hingga transaksi dana di luar negeri, petunjuk yang diberikan oleh para sumber menyentuh aktivitas ekonomi berskala besar dan hubungan antarpersonal yang kompleks.
Sebagian besar petunjuk tersebut hingga kini belum didukung oleh bukti independen. Namun, komentator politik Li Linyi menyatakan bahwa pengungkapan ini memunculkan sebuah pertanyaan yang mungkin jauh melampaui kasus-kasus tertentu dan nasib individu:
“Di tengah perebutan kekuasaan internal PKT yang semakin sengit, apakah keluarga elite merah generasi lama maupun para elite tertinggi yang masih berkuasa benar-benar dapat ‘mendarat dengan selamat’, baik sekarang maupun di masa mendatang?”
“Xia Linmao mungkin hanya menjadi pintu masuk menuju badai tersebut. Siapa yang pada akhirnya akan terseret dalam badai ini? Dunia luar akan terus mengamati perkembangannya,” ujarnya.
Diadaptasi dari The Epoch Times / Wen Bin


