Akhir pekan lalu, Eropa dilanda gelombang panas pertama musim panas tahun ini, dengan suhu di banyak kota melonjak melewati 40 derajat Celsius. Orang-orang pun harus mencari cara agar terhindar dari sengatan panas, sementara pemerintah tetap waspada terhadap suhu tinggi guna mencegah terjadinya kebakaran hutan.
EtIndonesia. Anda tidak salah melihat — angka pada termometer benar-benar melonjak hingga 48 derajat Celsius. Ini adalah catatan suhu di jalanan kota Seville, Spanyol, pada Minggu (29/6/2025) lalu.
Gelombang panas menyapu setiap sudut kota, memaksa wisatawan dan warga untuk berhati-hati dalam menghindari suhu ekstrem.
“Yang saya lakukan terutama adalah menghindari sinar matahari langsung, pergi ke tempat-tempat yang memiliki banyak tempat teduh, juga sering menyiram tubuh dan banyak minum air. Kalau tidak, kita bisa dehidrasi,” kata Mehzhad Yousefi, seorang turis dari Belanda.
Pada akhir pekan itu, suhu di sebagian besar wilayah Spanyol melewati 40 derajat Celsius, dan Badan Meteorologi Nasional (AEMET) pun mengeluarkan peringatan oranye untuk suhu tinggi.
Sedangkan, di kota Bonn, Jerman bagian barat, orang-orang menceburkan diri ke sungai untuk mengusir hawa panas. Bahkan anjing-anjing pun tak tahan untuk ikut menyelam menikmati kesejukan. Badan Meteorologi Jerman memperingatkan bahwa suhu di Jerman pekan depan bisa mencapai rekor tertinggi, mendekati 40 derajat Celsius.
Sementara itu, negara-negara Eropa lainnya seperti Prancis, Inggris, Italia, dan Portugal juga sedang menghadapi gelombang panas pertama musim panas tahun ini.
Pemerintah masing-masing negara tetap siaga terhadap cuaca ekstrem ini untuk mencegah kebakaran hutan, sekaligus menyerukan agar masyarakat menghindari aktivitas berat dan menjaga asupan cairan tubuh.
Laporan gabungan oleh wartawan NTDTV, Yi Jing dan Zhao Jialin.


