Cai Siyun, Janet Huang, Vision Times
Sudah dua minggu lebih sejak aktor daratan Tiongkok, Yu Menglong (37), secara misterius jatuh hingga tewas. Namun perhatian publik terhadap kasus ini masih penuh ketegangan, menarik sorotan dalam dan luar negeri serta seruan untuk keadilan. Klaim terbaru di media sosial menyebutkan puluhan penghuni kompleks hunian Sunshine Upper East di distrik Chaoyang, Beijing— tempat insiden terjadi — dibayar dalam jumlah besar agar bungkam, bahkan ada yang menerima ancaman pembunuhan.
Laporan lain juga menyebut staf rumah sakit membocorkan rekaman CCTV yang menunjukkan Yu dibawa ke unit gawat darurat pada malam kematiannya.
Seperti diketahui banyak orang Sosok Yu Menglong dikenal dalam drama web Go Princess Go (2015) Eternal Love (2017) dan The Legend of White Snake (2019). Ia juga tampil di drama The Moon Brightens for You (2020), hingga Love Game in Eastern Fantasy (2024).
Uang tutup mulut dan ancaman
Pada 25 September, YouTuber populer Li Muyang mengunggah tangkapan layar yang disebutnya berasal dari obrolan grup pribadi penghuni kompleks Sunshine Upper East.
Seorang penghuni menulis: “Bukankah rumah saya dekat? Hari itu saya melihat wajah Yu Menglong — tampan, tapi agak menakutkan… Kemudian keluarga kami dihubungi dan diberi puluhan ribu yuan, diminta jangan bicara… Tak lama, saya melihat pria kurus berbaju putih lengan pendek menutupi Yu Menglong dengan sesuatu…”
Saat ditanya apakah terdengar suara, penghuni itu pertama mengirim emoji kaget, lalu menjawab:
“Ya, suaranya sangat keras, seperti ada benda jatuh… Pihak pengelola bilang ada keluarga yang membuang barang, menyuruh kami jangan khawatir…”
Sang pembocor menyebut puluhan rumah tangga menerima pembayaran tutup mulut dua kali, total sekitar 1 juta yuan per rumah (sekitar Rp2,2 miliar), dengan total ratusan juta yuan untuk seluruh kompleks. Ia menambahkan, ia meminta seorang teman menyebarkan informasi ini sebelum menghapus akunnya, memberi isyarat ada detail yang lebih mengerikan namun tak berani diungkap karena takut disensor, dibalas dendam, atau dibunuh.
Sumber lain menambahkan: “Orang dalam menerima berbagai ancaman, termasuk cat merah dilempar ke pintu dan ban mobil disayat, supaya tetap diam.”

Jaringan gelap
Kesaksian itu mengindikasikan ada pihak yang menyuap atau mengintimidasi warga untuk menutupi kebenaran. Li Muyang mencatat bahwa meski ratusan juta yuan jumlah besar bagi keluarga biasa, itu sepele bagi tersangka utama Tian Hairong, yang disebut memiliki aset lebih dari 10 miliar yuan.
Seorang netizen menulis:
“Janda kaya Tian Hairong menguasai 13 miliar yuan. Mantan suaminya, Xu Ming dari Dalian Shide Group, meninggal di penjara. Mereka membeli pemberitaan media, sebulan lalu sudah memberi isyarat akan ada skandal besar terkait drama ‘Tiga Kehidupan, Tiga Dunia, 10 Mil Hutan Persik.’ Dengan 13 miliar yuan, Tian Hairong bisa dengan mudah menggelontorkan puluhan juta untuk membungkam berita buruk soal kematian Yu.”
Rekaman rumah sakit dan autopsi kedua
Netizen yang sama menyebut staf rumah sakit diam-diam membocorkan rekaman CCTV. Malam kejadian, Yu dibawa ke IGD pukul 02.58 dini hari. Namun pukul 03.12, upaya penyelamatan gagal. Sumber menyebut ia sebenarnya sudah meninggal saat tiba. Pukul 03.20, agensinya datang mengambil barang-barangnya, dan pukul 03.45, seorang perempuan bercadar terlihat mengobrak-abrik tempat sampah rumah sakit, lalu mengambil sebuah botol, menurut keterangan seorang perawat.
Klaim lain dari autopsi kedua mengungkap temuan mencurigakan: adanya bekas suntikan di dada (mengindikasikan eksekusi dengan injeksi), zat terlarang di lambung, serta jaringan kulit di bawah kuku yang diduga bukan milik Yu — semua mengarah pada dugaan pembunuhan.
Dampak pada properti
Sumber dalam juga menyebut unit-unit di kompleks Sunshine Upper East langsung dijual setelah kejadian, membuat harga anjlok hingga 8 juta yuan. Data di Zhihu menunjukkan pada 23 September, 93 unit dijual dengan harga murah, naik jadi 157 unit pada 24 September. Warga panik dan berbondong-bondong pindah karena takut keselamatan mereka terancam.
Netizen menulis:
“Orang-orang menjual apartemen karena takut sewaktu-waktu bisa hilang, dan karena kompleks itu penuh dendam.”
Yang lain memperingatkan: “Uang tutup mulut tidak boleh diterima. Uang itu pasti ‘bertanda’; setelah situasi mereda, uang harus dikembalikan — seringkali dengan nyawa sebagai gantinya.”
Gelombang simpati dan kemarahan
Di dunia maya, banyak netizen mengekspresikan kesedihan dan kemarahan atas kematian Yu, dengan komentar:
- “Mengapa orang sebaik dia disiksa begini?”
- “Semakin banyak detail yang saya tahu, semakin hancur hati saya!”
- “Semoga kekuatan jahat segera dibongkar, dan keadilan ditegakkan untuk Yu Menglong; ia tidak boleh menghilang tanpa penjelasan.”
- “Hari ini adalah satu hari lagi untuk bersuara bagi Menglong; itu sudah jadi bagian dari hidup saya. Pelaku tidak akan lolos!”
- “Kasus Yu Menglong sudah diberitakan BBC Chinese, menarik perhatian dunia. Kejahatan tidak bisa mengalahkan keadilan!”
Artis Hong Kong Jenny Tseng angkat bicara
Kematian Yu juga mengguncang dunia hiburan. Meski pihak berwenang menyebutnya kecelakaan akibat mabuk, beredar video yang diduga menunjukkan ia dianiaya, memicu keraguan publik. Penyanyi veteran Hong Kong Jenny Tseng memutuskan bersuara, menulis sejumlah pesan mendukung Yu dan mempertanyakan kemungkinan permainan kotor di balik kasus ini.
Tseng menulis: “Cukup lihat jendelanya, jelas bukan bunuh diri!” Ia menambahkan: “Dunia hiburan memberontak, tapi kalangan atas penuh niat membunuh — 2025 lebih berat lagi…”
Ia menyebut kasus ini tidak rumit, melainkan “rencana kolaboratif untuk membunuh seorang anak pemberontak,” menuding Yu menjadi target karena menolak dieksploitasi industri.
Menyamakan dunia hiburan dengan “Squid Game”, Tseng menuduh investor rela “memainkanmu sampai mati.” Ia menuntut pihak berwenang bertindak, membuka hasil autopsi, dan menyelidiki pemilik properti serta pihak yang terlibat. “Saya percaya kejahatan tidak akan menang melawan kebaikan,” ujarnya.
Selain itu, Tseng juga menyampaikan belasungkawa untuk ibu Yu:
“Bu, jangan bersedih. Tolong jaga kesehatan. Jika takdir mengizinkan, kalian akan bersama lagi di kehidupan berikutnya.”
Tribut Hua Chenyu
Menurut “Zaokua Life,” banyak artis yang memberi penghormatan setelah kematian Yu, termasuk penyanyi Hua Chenyu, yang mengenang diam-diam lewat unggahan gambar lilin di media sosial. Keduanya dekat sejak ikut kompetisi bakat “Happy Boys 2013”, di mana Yu meraih posisi ke-10 dan Hua juara pertama.
Dalam sebuah festival musik di Foshan, Hua menyanyikan lagu “Aku Sangat Ingin Kembali” dengan visual sosok jatuh dan kaca pecah. Netizen menduga itu tribut halus untuk Yu.
Fans menulis penuh emosi:
“Latar belakang panggung ada tangan meraih sosok jatuh — saya langsung menangis. Hua pasti ingin meraih Menglong saat itu.”
Yang lain menambahkan: “Orang bertanya kenapa Hua tak bersuara; itu menyakitkan. Menglong sahabat baiknya! Kalau situasi tak serius, tentu ia sudah bicara.”
Sebagian netizen bahkan khawatir:
“Ia sangat terluka, tapi ini satu-satunya cara melampiaskan duka. Saya khawatir karena liriknya mengandung detail. Ingat Benxi (penyanyi Ma Xiaocheng yang meninggal setelah menyinggung Qiao Renliang dalam lagu)? Begitulah akhirnya.”
Tuntutan keadilan makin meluas
Pasca kematian Yu, banyak tokoh dalam dan luar negeri bersuara. Aktor Li Tingzhe mendesak para tamu makan malam di malam kejadian agar maju, namun malah diancam. Aktris Sun Lin terluka akibat pot bunga jatuh setelah membela Yu. Penulis naskah Wang Yucen juga mendapat ancaman pembunuhan.
Sutradara Wang Zhaoda secara terbuka memperingatkan di siaran langsung: jika ia menghilang, itu pasti karena dibunuh. Kritikus hiburan sekaligus mentor Yu, Song Zude, mengecam diamnya media sebagai “gila dan tak berhati nurani,” namun unggahannya dihapus dalam lima menit. Aktivis Lin Beichuan juga diancam setelah membela Yu.
Pada 23 September, pengunjuk rasa berkumpul di depan Konsulat Tiongkok di Los Angeles, meneriakkan:
“Turunkan Partai Komunis! Turunkan Xi Jinping!” sambil menuntut keadilan atas rekam jejak HAM Tiongkok.
Hari yang sama, BBC menurunkan laporan utama berjudul: “Aktor Tiongkok Yu Menglong Jatuh Tewas: Mengapa Warga Terus Meragukan Versi Resmi?” Laporan itu menyoroti penutupan kasus secara cepat, pemerintah menepis rumor namun menolak merinci. Perdebatan terus berlangsung apakah Yu bunuh diri, ditekan aturan gelap industri, atau melibatkan elite berkuasa.
Meski ada sensor ketat di Weibo, Kuaishou, dan Xiaohongshu, warganet tetap menuntut kebenaran.


