Tangkap Maduro Hidup-hidup, Menlu AS Tegaskan Rezim Maduro Bukan Pemerintahan yang Sah

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan pada Sabtu, 3 Januari 2026 bahwa Amerika Serikat telah berhasil melancarkan serangan  terhadap Venezuela dan  presiden negara itu, Nicolás Maduro  telah ditangkap.

Menyusul serangan tersebut, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengunggah tangkapan layar salah satu postingannya di media sosial dari Juli tahun lalu. Dalam unggahan itu tertulis: “Maduro BUKAN Presiden Venezuela dan rezimnya BUKAN pemerintah yang sah.”

“Maduro adalah kepala Cartel de Los Soles, sebuah organisasi narkoteror yang telah menguasai sebuah negara.”

BACA JUGA : Konfirmasi Serangan ke Venezuela, Trump Sebut Nicolás Maduro dan Istrinya Telah Ditangkap

Unggahan Rubio muncul di tengah kecaman dari sejumlah pemerintah asing seperti Rusia, yang menyatakan berdiri dalam “solidaritas” dengan rakyat dan pemerintah Venezuela.

Perwakilan Tinggi Uni Eropa (UE) untuk Urusan Luar Negeri dan Kebijakan Keamanan, Kaja Kallas, menyampaikan sikap yang lebih terukur. Dalam sebuah unggahan di media sosial, ia mengatakan, “UE telah berulang kali menyatakan bahwa Tuan Maduro tidak memiliki legitimasi dan telah membela transisi damai. Dalam keadaan apa pun, prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam PBB harus dihormati.”

Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, merayakan serangan tersebut dan menyebutnya sebagai “fajar baru bagi Venezuela.”

“Si tiran telah tumbang,” kata Landau di media sosial. “Ia kini—akhirnya—akan menghadapi keadilan atas kejahatan-kejahatannya.”

Sementara itu, Anggota kongres AS dari Partai Republik, María Elvira Salazar menyambut baik tindakan Trump. Dalam sebuah unggahan, ia mengatakan bahwa “rezim Maduro telah berakhir, berkat kepemimpinan [Trump] dan [Menteri Luar Negeri Marco Rubio].”

“Sekarang saatnya para pemimpin sah Venezuela memulihkan kebebasan dan membangun kembali bangsa ini,” tambah anggota kongres tersebut. “Malam ini, seruan kebebasan baru bergema di seluruh belahan bumi: lantang, jelas, dan tak terbendung.”

Anggota Kongres AS lainnya, Carlos Giménez  juga merayakan hal itu dan mengisyaratkan bahwa para pemimpin Amerika Latin lainnya akan menyusul setelah Maduro. 

“Maduro telah tumbang, Díaz-Canel dan Ortega menyusul,” katanya, merujuk pada pemimpin Kuba Miguel Díaz-Canel Bermúdez dan Presiden Nikaragua Daniel Ortega.

Ia menambahkan bahwa “belahan bumi kita akan menjadi belahan bumi kebebasan!”

Anggota Kongres AS Mario Díaz-Balart  juga memuji intervensi Trump. “Negara kita telah menghadapi ancaman keamanan nasional yang belum pernah terjadi sebelumnya dari rezim Maduro yang tidak sah,” katanya.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine