“Kudeta Lunak” di Teheran! Garda Revolusi Tahan Presiden dan Menteri Luar Negeri Iran, Situasi Memburuk Drastis

EtIndonesia. Menurut laporan Fox News pada Selasa (21 April), perundingan damai AS–Iran yang semula dijadwalkan berlangsung Rabu (22 April) batal di saat-saat terakhir akibat pecahnya “kudeta” di tingkat tinggi Iran.

Dilaporkan bahwa Korps Garda Revolusi Islam telah mengesampingkan otoritas pemimpin tertinggi Mojtaba Khamenei, bahkan menggunakan kekuatan militer untuk menahan delegasi diplomatik guna menggagalkan perundingan. Di tengah kekosongan kekuasaan dan kekacauan di Teheran, tiga kelompok tempur kapal induk AS kini bergerak cepat berkumpul, sementara blokade laut dan udara secara menyeluruh telah mendorong ekonomi Iran ke ambang kehancuran.

Berbagai sumber menyebutkan bahwa sebelumnya Mojtaba telah menandatangani perintah yang memberi wewenang kepada Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf memimpin delegasi moderat ke Pakistan untuk melakukan perundingan penting dengan pihak AS. Namun, tepat sebelum pesawat lepas landas, Garda Revolusi tiba-tiba mengepung bandara dan menahan anggota delegasi.

Pembawa acara Fox News, Jesse Watters, juga mengungkapkan bahwa Garda Revolusi telah mengambil tindakan terhadap sejumlah tokoh moderat utama. Termasuk Presiden Masoud Pezeshkian, Ghalibaf, dan Araghchi, yang semuanya dilaporkan berada dalam tahanan rumah.

Selain itu, sebuah video yang diunggah akun X Merlin Capital menunjukkan bahwa Garda Revolusi telah dikerahkan di berbagai wilayah ibu kota Teheran dan mengendalikan situasi.

Aksi ini dipandang sebagai kudeta militer “lunak” terhadap kelompok ulama, di mana Garda Revolusi berusaha memaksa AS untuk mencabut blokade ekonomi tanpa syarat melalui tekanan militer. Saat ini, pemimpin tertinggi diduga telah menjadi “boneka” militer.

Pengamat menilai bahwa di bawah tekanan ganda berupa konflik internal yang semakin terbuka dan kondisi ekonomi yang terus memburuk, Iran sedang bergerak menuju krisis kekuasaan dan ekonomi yang mirip dengan Venezuela. Dengan militer yang mengambil alih kekuasaan penuh, arah perkembangan situasi ke depan menjadi sangat tidak pasti.

Menghadapi kudeta mendadak di Teheran dan menguatnya kelompok garis keras, respons Washington sangat cepat. Dalam beberapa pekan terakhir selama masa “gencatan senjata”, Pentagon terus memindahkan peralatan berat dan amunisi dari pangkalan militer di Eropa.

Analisis militer menunjukkan bahwa sebelum akhir pekan ini, tiga kelompok tempur kapal induk AS—USS Gerald R. Ford, USS Abraham Lincoln, dan USS George H.W. Bush—akan menyelesaikan konsentrasi strategis di perairan Timur Tengah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) juga telah menyetujui daftar target pengeboman baru, untuk siap merespons setiap tindakan provokatif dari militer Iran.

Laporan gabungan oleh jurnalis Ji Yuanren, New Tang Dynasty Television.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine