Personel Militer dan Polisi Tidak Menerima Gaji Mereka! Iran Tak Mampu Menahan Blokade Berat AS 

EtIndonesia. Meskipun gencatan senjata diperpanjang, ketegangan antara AS dan Iran terus meningkat. Pada Rabu (22 April), Korps Garda Revolusi Islam menembaki beberapa kapal dagang dan menyita kapal, sementara pihak AS terus memperketat blokade laut dan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa kondisi keuangan Iran sedang runtuh, bahkan militer dan polisi mengeluhkan tidak menerima gaji.

Trump pada saat-saat terakhir mengumumkan perpanjangan masa gencatan senjata, untuk sementara mencegah pecahnya kembali perang antara AS dan Iran. Namun, konflik terkait blokade di Selat Hormuz justru semakin memanas.

Pada Rabu, Garda Revolusi menembaki tiga kapal dagang. Di antaranya, kapal kargo berbendera Yunani “Epaminondas” mengalami kerusakan parah pada ruang kendali; sementara kapal kontainer “Francesca” diserang saat menunggu masuk ke Teluk Oman.

Sumber menyebutkan bahwa kedua kapal tersebut sempat mematikan transponder, diduga mencoba melintasi Selat Hormuz secara diam-diam.

Garda Revolusi menuduh kapal-kapal tersebut melanggar aturan. Saat ini keduanya telah disita dan dibawa ke perairan Iran. Kapal lain yang diserang, “Euphoria”, masih tertahan di lokasi.

Pihak Iran menyatakan bahwa blokade laut AS tidak berbeda dengan serangan militer, dan mereka harus merespons dengan kekuatan militer. Iran juga memperingatkan bahwa blokade menjadi hambatan utama dalam perundingan damai.

Para analis menilai hal ini menunjukkan bahwa Teheran sangat tertekan oleh blokade menyeluruh dari militer AS, karena kondisi mereka semakin sulit bertahan.

“Kami sedang mempersenjatai ulang, memperbarui perlengkapan, dan menyesuaikan taktik,” kata Komandan Komando Pusat AS. 

Komando Pusat Amerika Serikat pada Rabu sore mengonfirmasi bahwa sebagai bagian dari blokade terhadap Iran, militer AS telah memerintahkan 29 kapal untuk berbalik arah.

Pada hari yang sama, Trump menulis bahwa keuangan Iran sedang runtuh. Ia menyebut Iran sangat membutuhkan pembukaan kembali Selat Hormuz karena kekurangan dana, dengan kerugian mencapai 500 juta dolar per hari, sementara militer dan polisi mengeluhkan tidak menerima gaji.

Menteri Keuangan AS juga menyatakan bahwa fasilitas penyimpanan minyak di Pulau Khark—pusat energi utama Iran—akan penuh dalam beberapa hari, dan sumur minyak Iran yang rentan terpaksa harus dihentikan. Pembatasan perdagangan laut secara langsung memukul sumber pendapatan utama rezim tersebut.

Setelah putaran baru perundingan AS–Iran terhenti, muncul laporan bahwa negara-negara mediator seperti Pakistan, Turki, dan Mesir melakukan upaya diplomatik darurat pada Rabu untuk menghidupkan kembali proses dialog. Diharapkan AS dan Iran dapat kembali bertemu paling cepat pada Jumat (24 April).

Seorang jurnalis asing, Philip Crowther, menyatakan bahwa demi menyambut kemungkinan kedatangan dua delegasi penting, ibu kota Pakistan, Islamabad, masih mempertahankan pengamanan ketat—menunjukkan adanya optimisme bahwa putaran kedua perundingan AS–Iran masih mungkin digelar di sana.

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan.

INSPIRASI ERABARU

Menelusuri Jejak Biksu Xuanzang Melintasi Lanskap Suci Dunia Buddhis yang Telah Hilang

Oleh Eusebia (Venus Upadhayaya) Salah satu catatan perjalanan paling penting dan paling rinci mengenai Jalur Sutra kuno berasal dari perjalanan biksu Tiongkok Xuanzang (玄奘), yang...

Menurunkan Berat Badan dan Mengubah Penampilan adalah Dua Proyek yang Berbeda

 Chen Jing - Visiontimes.com Kebanyakan orang hanya menjalankan proyek yang pertama. Itulah sebabnya angka di timbangan turun, tetapi bayangan di cermin tampak tidak banyak berubah. Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine