EtIndonesia. Seorang pria di Tiongkok, yang mempromosikan dagangannya dengan mengunggah foto selfie di platform video pendek, justru dinyatakan melanggar aturan karena wajahnya dianggap mirip dengan pemimpin Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping. Ini menjadi salah satu contoh terbaru orang yang mendapat masalah karena memiliki “wajah mirip pemimpin”.
Menurut video yang beredar, pria tersebut berasal dari Shandong dan biasanya menjual kerang serta aksesoris laut melalui platform video pendek. Ia mengunggah foto selfie dan gambar profilnya di Douyin. Namun, karena wajahnya dinilai mirip Xi Jinping, unggahan tersebut bukan membawa keuntungan, melainkan dianggap melanggar aturan oleh platform, sehingga foto selfie dan profilnya dihapus.
Pihak Douyin menyatakan bahwa pengguna harus “mematuhi peraturan yang berlaku” untuk menjaga lingkungan platform, serta melarang pria tersebut mengubah profilnya selama 30 hari. Ia pun merasa bingung dan tidak berdaya, mengatakan: “Mengunggah selfie saja bisa dianggap pelanggaran?”

Netizen menanggapi dengan sindiran, seperti: “Bukan unggahannya yang melanggar, tapi wajahnya yang ‘melanggar’.” Ada juga yang berkomentar, “Di zaman dulu, wajah mirip bisa dijadikan pengganti (body double). Di zaman sekarang, justru jadi masalah besar.”
Sebenarnya, kasus orang yang mendapat masalah karena wajahnya mirip Xi Jinping bukan yang pertama di Tiongkok.
Beberapa tahun lalu, seorang sopir taksi di Hangzhou, Zhejiang, dipukuli oleh penumpang karena perselisihan ongkos. Setelah wawancara dipublikasikan, warganet menyadari bahwa wajah sopir tersebut sangat mirip Xi Jinping, sehingga memicu berbagai komentar dan spekulasi.
Kasus paling terkenal adalah penyanyi Tiongkok yang tinggal di Eropa, Liu Keqing. Ia berulang kali mengalami pemblokiran akun media sosial karena kemiripan wajahnya dengan Xi Jinping, yang membuatnya kesulitan selama bertahun-tahun.

Pada 22 Mei tahun lalu, Liu Keqing menulis bahwa setiap kali akunnya dihapus, ia harus mengganti foto profil dengan sangat hati-hati, memilih foto yang sederhana dan biasa. Namun, setelah hampir setahun tanpa masalah, akunnya kembali dihapus dengan alasan yang sama, bahkan kali ini ia dilarang menampilkan wajah selama 30 hari.
Ia mengeluh bahwa penghasilannya sebagai penyanyi tidak besar, dan pembatasan tersebut semakin mengurangi peluangnya.
Baru pada awal tahun ini, Liu Keqing mengumumkan bahwa setelah lima tahun proses pengajuan dan peninjauan, foto profil akunnya akhirnya disetujui dan dapat ditampilkan secara normal.
Terkait fenomena ini, sejumlah komentar menilai hal tersebut mencerminkan sistem sensor internet yang sangat sensitif di Tiongkok. Di platform X (Twitter), banyak warganet mengejek bahwa “wajah mirip” telah menjadi semacam “kesalahan” tersendiri dalam lingkungan internet Tiongkok.
Sebagian komentar menyindir bahwa ini adalah fenomena absurd, seperti “punya wajah mirip jadi kesalahan”, atau “negara ini hanya boleh punya satu wajah seperti itu”, menggambarkan situasi yang dianggap berlebihan dan tidak masuk akal.
Sumber : NTDTV.com


