Harga Minyak Dunia Turun di Bawah US$80 per Barel, Harga Bensin di AS Kembali ke Kisaran US$3 per Galon

Setelah penandatanganan kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran, harga minyak internasional mengalami penurunan yang cukup signifikan. Harga bensin di Amerika Serikat juga mulai ikut turun, dengan rata-rata harga bensin reguler nasional untuk pertama kalinya sejak akhir Maret kembali berada di bawah US$4 per galon. Namun, para ahli mengingatkan bahwa pemulihan pasokan membutuhkan waktu sehingga harga minyak kemungkinan belum akan kembali ke tingkat sebelum konflik dalam jangka pendek.

EtIndonesia.com Pada Kamis (18 Juni), harga minyak mentah Brent turun sekitar 2% menjadi sekitar US$78 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI), patokan minyak Amerika Serikat, turun 2,5% menjadi sekitar US$74,08 per barel.

Secara keseluruhan, kedua acuan harga minyak tersebut telah mencatat penurunan sekitar 15% sepanjang pekan ini.

Menurut data dari American Automobile Association (AAA), pada  Kamis rata-rata harga bensin reguler di seluruh Amerika Serikat turun menjadi US$3,99 per galon. Ini merupakan pertama kalinya sejak 30 Maret harga rata-rata bensin nasional berada di bawah US$4 per galon. Saat ini, terdapat 28 negara bagian di AS yang memiliki harga rata-rata bensin di bawah angka tersebut.

Harapan bahwa perundingan antara Amerika Serikat dan Iran akan memungkinkan pembukaan kembali Selat Hormuz telah mendorong penurunan harga bensin selama beberapa hari terakhir. Meski demikian, para pakar menilai bahwa sekalipun harga minyak terus melemah, dalam waktu dekat harga bensin kemungkinan sulit kembali ke tingkat sebelum perang, yaitu di bawah US$3 per galon.

Sejumlah analis juga memperkirakan bahwa dibutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat bulan agar lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dapat pulih sepenuhnya. Selain itu, diperlukan waktu yang lebih lama lagi untuk menutup kekurangan pasokan minyak yang timbul akibat konflik selama beberapa bulan.

Di samping gangguan terhadap pelayaran, sebagian kegiatan produksi dan pengilangan minyak di Timur Tengah sempat terhenti selama perang berlangsung. Beberapa fasilitas bahkan mengalami kerusakan sehingga memerlukan waktu sebelum dapat beroperasi kembali.

Para ahli juga mencatat bahwa operator stasiun pengisian bahan bakar biasanya menurunkan harga lebih lambat daripada menaikkan harga, sehingga konsumen mungkin tidak langsung merasakan dampak penuh dari turunnya harga minyak mentah.

Selain itu, beberapa pengamat memperkirakan bahwa dengan meningkatnya aktivitas perjalanan selama musim liburan musim panas, harga bensin di Amerika Serikat berpotensi kembali naik hingga di atas US$4 per galon menjelang akhir musim panas tahun ini.

Sumber : NTD Television

INSPIRASI ERABARU

5 Kebiasaan Orang yang Jarang Stres Meski Menghadapi Urusan Keuangan

Hidup di bawah kemampuan finansial dan mengetahui ke mana uang dibelanjakan merupakan bagian dari rencana sederhana untuk mengurangi stres keuangan.Oleh Mike DonghiaPada awal pernikahan...

Mengapa Pendidikan Klasik Tiongkok Dimulai dengan Menyapu Lantai?

Orang Tua Modern Mengalihkan Tanggung Jawab, tetapi Menuntut HasilSaat ini, banyak orang tua mengeluhkan anak-anak mereka malas dan tidak bertanggung jawab, tetapi pada saat...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine