Jepang Dilanda Dua Topan dan Gempa Bumi :  97 Bangunan Terendam, Sekitar 190.000 Warga Diminta Mengungsi

EtIndonesia.com Jepang saat ini menghadapi cuaca ekstrem akibat kombinasi dua topan dan front hujan musiman. Topan Mekkhala memicu banjir di sejumlah wilayah, menyebabkan sedikitnya 97 bangunan terendam. Tiga orang dilaporkan mengalami luka berat, sementara sekitar 190.000 warga telah menerima perintah maupun imbauan evakuasi menyusul hujan deras yang melanda berbagai daerah.

Di tengah kondisi tersebut, Prefektur Yamanashi juga diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,6 pada malam 26 Juni. Hingga pukul 06.00 waktu setempat pada 27 Juni, setidaknya 10 orang dilaporkan mengalami luka-luka akibat gempa. 

Dua Topan Mempengaruhi Cuaca Jepang

Badan Meteorologi Jepang (JMA) menyatakan bahwa Topan No. 8  Badai Tropis Higos bergerak perlahan ke arah timur Jepang dan diperkirakan akan melemah menjadi sistem tekanan rendah ekstratropis sebelum 27 Juni sore.

Sementara itu, Topan No. 7 “Topan Mekkhala” pada pagi hari berada di dekat pesisir Kyushu dan Shikoku. Topan ini diperkirakan akan bergerak lebih cepat pada malam hari menuju wilayah Kanto-Koshin, Hokuriku, dan pesisir Pasifik di kawasan Tokai.

Udara hangat dan lembap yang dibawa kedua topan tersebut terus memperkuat front musim hujan sehingga menyebabkan kondisi atmosfer menjadi sangat tidak stabil di sebagian besar wilayah pesisir Pasifik Jepang.

Hujan Lebat Menimbulkan Korban dan Banjir

Menurut Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang di bawah Kementerian Dalam Negeri:

  • Prefektur Yamaguchi: 2 orang mengalami luka berat dan 1 orang dinyatakan hilang.
  • Prefektur Nara: 1 orang mengalami luka berat.
  • Di Prefektur Nara, Fukuoka, Saga, dan Kagoshima, sebanyak 97 rumah dan bangunan terendam banjir.

Selain itu, di wilayah Kanto, Kinki, dan Kyushu, sekitar 190.000 penduduk di 1 prefektur dan 4 kabupaten, yang mencakup 15 kota dan wilayah administratif, telah menerima instruksi atau imbauan untuk mengungsi.

JMA memperkirakan hujan lebat masih akan terus berlangsung di berbagai wilayah Jepang akibat pengaruh topan. Masyarakat diminta mewaspadai tanah longsor, banjir, dan bencana lainnya.

Gangguan Transportasi

Cuaca buruk mulai mengganggu sistem transportasi di Jepang.

  • JR East mengumumkan penghentian sementara layanan pada sebagian jalur Tokaido Main Line.
  • Central Nippon Expressway Company menyatakan bahwa beberapa ruas Jalan Tol Tomei dan Shin-Tomei Expressway kemungkinan akan ditutup untuk sementara bagi seluruh kendaraan.

Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Yamanashi, 10 Orang Terluka

Selain cuaca ekstrem, pada 26 Juni malam, Prefektur Yamanashi juga diguncang gempa berkekuatan Magnitudo 5,6.

Pusat gempa berada di kawasan Lima Danau Fuji (Fuji Five Lakes) yang berdekatan dengan Gunung Fuji.

Intensitas guncangan maksimum tercatat:

  • Skala Seismik Jepang 6- (Shindo 6 Lower) di Kota Fujikawaguchiko, Prefektur Yamanashi.
  • Shindo 5+ di Kota Otsuki, Prefektur Yamanashi.

Otoritas memperingatkan bahwa guncangan tersebut dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi lebih labil.

Kerusakan Akibat Gempa

Di wilayah yang mengalami guncangan paling kuat, dilaporkan terjadi:

  • runtuhnya sebagian dinding bangunan,
  • papan reklame roboh,
  • pohon tumbang,
  • batu-batu besar berjatuhan.

Di Prefektur Kanagawa, warga melaporkan terjadinya tanah longsor dan runtuhnya tembok batu.

Sementara di Prefektur Shizuoka, sejumlah warga melaporkan genteng rumah berjatuhan.

Di berbagai daerah tersebut juga terdapat warga yang mengalami cedera akibat terjatuh saat gempa terjadi.

Hingga 27 Juni  pukul 06.00 pagi, tercatat 10 orang mengalami luka-luka.

Peringatan Waspada Gempa Susulan

Dalam konferensi pers darurat, Badan Meteorologi Jepang mengingatkan masyarakat agar tetap waspada selama satu minggu kedepan terhadap kemungkinan gempa dengan kekuatan yang sama atau bahkan lebih besar.

JMA juga mengingatkan bahwa daerah-daerah yang sedang dilintasi Topan Mekkhala dan Topan Higos memiliki risiko lebih tinggi mengalami tanah longsor akibat tanah yang telah jenuh oleh hujan.

Masyarakat diimbau untuk tidak mendekati lereng, tebing, sungai, maupun lokasi-lokasi yang berpotensi berbahaya selama cuaca buruk dan aktivitas seismik masih berlangsung.

Sumber : NTDTV.com

INSPIRASI ERABARU

Rahasia Membangun Kekayaan: Pelajaran dari Tiga Tokoh Besar dalam Sejarah Tiongkok

Kerja keras dapat menopang kehidupan. Namun, kerja keras jarang menghasilkan kekayaan atau harta besar dengan sendirinya. Perbedaan antara sekadar mencari nafkah dan membangun kekayaan...

Mengapa Biksu Menyapu Halaman yang Sama Setiap Hari

Menyapu halaman, mengepel lantai: bagaimana pekerjaan sehari-hari di biara menjadi salah satu praktik meditasi tertua di dunia.Masuklah ke hampir setiap biara Buddha, dan Anda...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine