Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi, yang dikenal sebagai salah satu diplomat bergaya “wolf warrior”, sedang melakukan kunjungan ke empat negara Nordik dengan tujuan memperkuat hubungan diplomatik dan ekonomi. Namun, di setiap negara yang dikunjunginya, ia menghadapi aksi damai dari praktisi Falun Gong yang menyerukan agar pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) menghentikan penganiayaan terhadap Falun Gong dan meminta agar pihak yang dianggap bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban. Sejumlah media arus utama di negara-negara tersebut juga terus menyoroti isu hak asasi manusia terkait perlakuan terhadap Falun Gong di Tiongkok.
EtIndonesia.com Di tengah sikap Uni Eropa yang dinilai semakin tegas terhadap kebijakan PKT, Wang Yi melakukan kunjungan ke Denmark, Swedia, Finlandia, dan Norwegia pada 2–8 Juli dengan tujuan memperkuat kepentingan diplomatik dan ekonomi Beijing. Namun, di setiap negara yang dikunjunginya, aksi protes turut berlangsung.
Praktisi Falun Gong meneriakkan slogan: “Falun Dafa baik, Sejati-Baik-Sabar baik. Hentikan penganiayaan terhadap Falun Gong.”

Saat Wang Yi bertemu dengan Menteri Luar Negeri Swedia Maria Malmer Stenergard, para praktisi Falun Gong membentangkan spanduk di seberang gedung pemerintah, menyerukan penghentian penganiayaan terhadap Falun Gong dan penghentian dugaan pengambilan organ secara paksa.
Banyak warga dan wisatawan yang melintas berhenti untuk mengetahui lebih lanjut mengenai aksi tersebut dan mengambil brosur informasi yang dibagikan.

Setelah menyelesaikan kunjungannya di Swedia, Wang Yi tiba di Finlandia pada Senin (6 Juli). Di sana, praktisi Falun Gong kembali menggelar aksi damai di depan gedung parlemen dan kementerian luar negeri Finlandia, menyerukan penghentian penganiayaan terhadap Falun Gong oleh pemerintah Tiongkok.




Media terbesar di Finlandia juga memberitakan aksi tersebut serta menyoroti isu penganiayaan terhadap Falun Gong di Tiongkok.
Sebelum mengunjungi Swedia, Wang Yi terlebih dahulu singgah di Denmark. Di sana, praktisi Falun Gong juga mengadakan aksi damai di luar lokasi pertemuan. Menurut laporan, staf Kedutaan Besar Tiongkok di Denmark sempat berupaya mengganggu aksi protes tersebut, tetapi dihentikan oleh polisi Denmark yang menyatakan bahwa demonstrasi damai merupakan hak para praktisi Falun Gong.

“Ke mana pun Wang Yi berkunjung di berbagai negara, ia menghadapi aksi protes damai dari praktisi Falun Gong yang menyerukan penghentian penganiayaan oleh Partai Komunis Tiongkok. Hal ini menunjukkan bahwa penganiayaan tersebut tidak berhasil menghancurkan Falun Gong,” ujar pengamat politik Xing Tianxing.
“Sebaliknya, Falun Gong terus berkembang di berbagai negara dan mendapat sambutan dari masyarakat internasional. Dari sudut pandang nilai-nilai universal, praktisi Falun Gong memiliki hak asasi untuk menjalankan keyakinannya. Situasi ini juga menunjukkan bahwa tindakan pemerintah PKT terhadap Falun Gong semakin mendapat kecaman dari banyak negara,” katanya.

Sejak pemerintah PKT melancarkan kampanye terhadap Falun Gong pada Juli 1999, penganiayaan tersebut telah berlangsung selama 27 tahun. Tindakan tersebut tidak hanya terus berlanjut di dalam negeri, tetapi juga disebut telah meluas hingga ke luar negeri.
Kini seiring semakin banyak masyarakat internasional mengetahui informasi mengenai penganiayaan terhadap Falun Gong, pemerintah PKT akan menghadapi semakin banyak kritik. Menurut analisis, aksi protes damai yang terus dilakukan diharapkan dapat mendorong lebih banyak negara untuk mengambil tindakan dan menyerukan penghentian penganiayaan tersebut.
Ketua Pusat Layanan Global untuk Pengunduran Diri dari PKT, Wang Zhiyuan, mengatakan: praktisi Falun Gong memanfaatkan kesempatan ini untuk memberitahu dunia bahwa penganiayaan terhadap Falun Gong merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan dan genosida.
“Menurut pandangan mereka, yang dirusak bukan hanya Falun Gong, tetapi juga nilai moral umat manusia serta perdamaian dunia. Oleh karena itu, mereka berharap masyarakat internasional dapat bersama-sama menghentikan apa yang mereka sebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan dan menjaga moralitas, perdamaian, serta kebebasan umat manusia,” lanjutnya.
Tak hanya di Eropa, menjelang peringatan 4 Juni lalu, Wang Yi mengunjungi Kanada. Praktisi Falun Gong setempat juga menggelar aksi damao di berbagai lokasi termasuk Parliament Hill, Kementerian Luar Negeri Kanada, di luar Kantor Perdana Menteri, dan Kedutaan Besar Tiongkok, memrotes penganiayaan dan penindasan lintas negara Partai Komunis Tiongkok selama 27 tahun, dan menyerukan kepada pemerintah Kanada untuk mengambil tindakan guna menghentikan peningkatan campur tangan dan penindasan lintas negara PKT.
Di sepanjang rute yang dilalui Wang Yi, para praktisi Falun Gong memajang spanduk dalam bahasa Mandarin dan Inggris yang bertuliskan: “Hentikan penganiayaan terhadap Falun Gong,” “Falun Dafa itu baik,” “Hentikan pengambilan organ hidup-hidup dari praktisi Falun Gong oleh PKT,” “Hentikan penganiayaan terhadap Shen Yun,” dan “Hentikan penindasan transnasional terhadap Falun Gong,” yang menyampaikan pesan kepada iring-iringan kendaraan Wang Yi saat melintas.

Reporter NTD Television Chen Yue dan Chang Chun melaporkan.


