EtIndonesia.com Menurut laporan New Tang Dynasty Television (NTD), akibat pengaruh sirkulasi sisa Topan Maysak, pada 6 Juli malam di wilayah Huanggang dan Ezhou di Provinsi Hubei, Tiongkok, diterjang tornado yang tergolong langka. Angin kencang menyebabkan banyak pohon tumbang, rumah-rumah rusak, serta mengakibatkan korban meninggal dan orang hilang.
Berdasarkan berbagai informasi yang beredar di internet, tornado tersebut melintasi kawasan perkotaan Huanggang dan Ezhou pada sore hingga malam hari, berlangsung sekitar 30 menit, dan memiliki daya rusak yang sangat besar. Di beberapa lokasi, kecepatan angin dilaporkan mencapai tingkat 17 menurut skala angin yang digunakan di Tiongkok.
Menurut kesaksian warga setempat, di daerah yang dilalui tornado:
- Pintu kaca toko-toko pecah akibat terpaan angin.
- Atap rumah beterbangan dan sebagian langit-langit bangunan runtuh menimpa perabotan di dalam rumah.
- Kios-kios dan bangunan semi permanen tersapu angin.
- Pohon-pohon besar tercabut hingga ke akarnya.
- Layanan kereta cepat sempat berhenti setelah benda-benda yang terbawa angin menghantam badan kereta sehingga aliran listrik terputus.
- Di Kota Ezhou, sebuah gardu induk listrik dilaporkan rusak sehingga menyebabkan pemadaman listrik dan gangguan pasokan air di seluruh kota.
Di Komunitas Changjiang, salah satu wilayah yang terdampak paling parah, sejumlah rumah dilaporkan roboh. Bangunan Universitas Normal Huanggang, termasuk gedung perkuliahan dan perpustakaan, mengalami kerusakan serius sehingga seluruh kampus mengalami pemadaman listrik.

Seorang mahasiswa Universitas Normal Huanggang menulis di media sosial: “Karena tornado, gedung kuliah dan perpustakaan diporak-porandakan angin. Seluruh kampus mati listrik.”
Seorang warga di kawasan Jalan Mahasiswa Huangzhou juga mengatakan: “Kelompok 1 Komunitas Changjiang mengalami kerusakan paling parah. Kaca-kaca pecah, rumah-rumah roboh, listrik padam total. Ada anak-anak yang tertimpa reruntuhan.”

Akibat banyaknya warga yang terluka karena pecahan kaca dan benda-benda yang beterbangan, ruang gawat darurat di rumah sakit dilaporkan dipenuhi korban.
Di media sosial juga beredar berbagai kesaksian yang menyebut adanya orang-orang yang tersapu angin. Seorang pengguna internet menulis:
“Pengendara sepeda listrik tiba-tiba menghilang.”
Pengguna lain mengklaim: “Ada seseorang yang terangkat dari gedung belasan lantai dan terbawa ke udara. Sampai sekarang belum ditemukan.”


Pengguna lainnya menulis: “Ini benar-benar sudah menjadi bencana. Katanya sudah ada beberapa orang meninggal dan terluka, serta masih banyak orang yang belum ditemukan.”
Menurut laporan media pemerintah Tiongkok, pada 6 Juli malam, wilayah timur Provinsi Hubei dilanda cuaca konvektif yang sangat kuat. Antara pukul 19.00 hingga 23.00, wilayah Huangshi, Huanggang, Ezhou, dan Xianning mengalami badai petir disertai angin kencang.
Sebanyak 53 kecamatan dilaporkan mengalami angin berkekuatan tingkat 8 hingga 13, sementara dua kecamatan mencatat angin mencapai tingkat 13. Tornado juga terjadi di beberapa lokasi.
Hingga sekitar pukul 23.00 pada 6 Juli, cuaca ekstrem tersebut dilaporkan telah menyebabkan 8 orang meninggal dunia dan 1 orang dinyatakan hilang.
Tornado ini untuk sementara diklasifikasikan berkekuatan EF2 hingga EF3 pada Enhanced Fujita Scale (Skala Fujita yang Disempurnakan). Sedangkan kekuatan serta panjang lintasan tornado ini tergolong sangat jarang terjadi untuk tornado yang terjadi di daratan Tiongkok


