EtIndonesia.com Demi menyelamatkan kesepakatan akuisisi senilai US$110 miliar, Paramount untuk pertama kalinya pada Rabu (12/8) secara terbuka menyatakan bahwa mereka tidak menutup kemungkinan menjual CNN. Sementara itu, taipan media Barry Diller secara terbuka menyatakan minatnya untuk mengambil alih CNN.
Chief Legal Officer Paramount mengatakan pada Rabu bahwa, untuk menyelesaikan gugatan antimonopoli yang diajukan oleh 12 negara bagian AS sekaligus menyelamatkan rencana akuisisi Warner Bros. Discovery senilai US$110 miliar, Paramount tidak menutup kemungkinan untuk menjual CNN.
California dan 11 negara bagian lainnya berpendapat bahwa perusahaan hasil merger tersebut akan menguasai sekitar sepertiga pasar distribusi film bioskop, sekaligus mengendalikan sejumlah besar saluran televisi kabel, sehingga berpotensi menciptakan monopoli.
Sebelumnya, Inggris telah menyetujui rencana akuisisi Paramount. Karena itu, gugatan antimonopoli yang dipimpin California kini menjadi hambatan terakhir bagi penyelesaian transaksi tersebut.
Selain itu, jajaran eksekutif Paramount untuk pertama kalinya secara terbuka mengakui bahwa perusahaan juga sedang mempertimbangkan kemungkinan memindahkan kantor pusatnya dari California.
CEO Paramount David Ellison memperingatkan bahwa jika tidak tercapai kesepakatan dengan negara-negara bagian sebelum 30 September, Paramount harus membayar sekitar US$7 juta per hari kepada pemegang saham Warner Bros. Discovery sebagai biaya keterlambatan.
Jika proses tersebut terus berlarut hingga persidangan yang dijadwalkan pada Maret tahun depan, biaya keterlambatan tersebut dikhawatirkan dapat menumpuk hingga miliaran dolar AS.
Di tengah kabar bahwa Paramount mempertimbangkan penjualan CNN, taipan media Barry Diller menyatakan bahwa dirinya bersedia membeli CNN.
CNN saat ini dimiliki oleh Warner Bros. Discovery. Jika Paramount berhasil menyelesaikan akuisisi tersebut, para pengamat memperkirakan proses integrasi perusahaan juga akan disertai gelombang PHK dalam skala besar.
Reporter NTD Television, Zheng Shengxun, melaporkan dari Amerika Serikat.


