Bau Jenazah Membusuk Menyelimuti Daerah Bencana Nepal, 40 Pelajar dan Bus Sekolah Terkubur Bersama

Korban jiwa akibat longsor lumpur di Nepal sangat besar. Media setempat melaporkan bahwa bau menyengat dari jenazah yang mulai membusuk telah menyelimuti wilayah yang paling parah terdampak. Dua bus sekolah tertimbun lumpur, salah satunya membawa 40 pelajar.

EtIndonesia.com Menurut laporan The Kathmandu Post, tiga hari telah berlalu sejak longsor lumpur terjadi pada 26 Agustus. Di Nuwakot, salah satu dari dua wilayah yang paling parah terdampak, banyak rumah masih tertimbun lumpur. Jenazah yang berada di dalam rumah mulai membusuk dan bau jenazah telah menyebar ke kawasan permukiman.

Banyak warga setempat tewas dalam bencana tersebut. Sebagian penyintas juga kehilangan anggota keluarga dan rumah mereka sehingga tidak memiliki tempat tinggal. Banyak keluarga masih menyimpan sedikit harapan bahwa anggota keluarga mereka yang tertimbun reruntuhan mungkin masih dapat diselamatkan dalam keadaan hidup.

Seorang warga bernama Bhim Prasad Pyakurel mengatakan bahwa rumahnya berada di tempat yang tinggi dan jauh dari aliran sungai. Ia tidak pernah menyangka rumahnya akan terancam bahaya. 

Sebelum longsor lumpur datang, ia berlari ke berbagai tempat untuk memperingatkan warga dan berhasil menyelamatkan banyak orang. Namun, ketika kembali ke rumah, ia mendapati ibu dan rumahnya telah lenyap. Untungnya, ia berhasil menarik istrinya keluar dari lumpur ketika sebagian tubuhnya masih tertimbun.

Banyak pelajar juga menjadi korban di sekolah-sekolah setempat. Seorang perempuan bernama Pasang Tamang mengatakan bahwa pada pagi hari tanggal 26 Agustus, tidak lama setelah ia mengantar putranya yang berusia 5 tahun ke sekolah, ia melihat aliran lumpur deras dari Sungai Trishuli. Ia segera berlari menuju sekolah. Namun, ketika tiba di sana, longsor lumpur telah menyeret banyak orang dari area sekolah, dan putranya hingga kini belum diketahui keberadaannya.

Di seberang Sungai Trishuli, sebuah bus sekolah terseret banjir dan terkubur di bawah material tanah dan batu. Bus tersebut membawa lebih dari 40 siswa. Bus sekolah lainnya dari sekolah yang sama juga terkubur di dasar sungai, tetapi belum diketahui berapa banyak orang yang berada di dalamnya.

INSPIRASI ERABARU

Cara Mengenali Tanda-Tanda Peringatan Stroke dan Mencegah Kerusakan Otak dengan Pengobatan Tradisional Tiongkok

Seorang dokter pengobatan tradisional Tiongkok (PTT) yang berbasis di Taiwan memaparkan berbagai sinyal fisik yang dikirim tubuh sebelum stroke terjadi, menjelaskan patologi yang mendasarinya...

Jerat Algoritma dan Hilangnya Rasa Hormat: Refleksi Etika Digital dari Kematian Tragis Dua Konten Kreator

Kehidupan di era digital telah bergeser dari sekadar ruang berbagi informasi menjadi panggung perebutan perhatian tanpa batas. Di bawah kendali algoritma yang tak kasat...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine