EtIndonesia.com Gempa bumi besar melanda Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Juli lalu. Di Kota Yatsushiro, cerobong asap Pabrik Yatsushiro milik Nippon Paper Industries runtuh dan menyebabkan 9 orang meninggal dunia.
Saat ini pekerjaan pembongkaran sedang dilakukan. Namun, sebelum pukul 18.00 pada 3 September, cerobong yang sedang dibongkar tersebut tiba-tiba terbakar. Beruntung, tidak ada korban luka dalam kejadian itu.
Pihak terkait dari pabrik menjelaskan bahwa api muncul dari cerobong yang rusak akibat gempa dan saat ini sedang dalam proses pembongkaran.
Rekaman kamera NHK di lokasi menunjukkan sejumlah besar asap hitam membumbung dari Pabrik Yatsushiro milik Nippon Paper. Api terlihat menyembur di dekat struktur menara. Dalam rekaman tersebut juga terlihat beberapa orang berlari menjauh dari area pabrik dan menjauhi kepulan asap.
Pada 28 Juli lalu, tiga cerobong asap setinggi 110 meter di Pabrik Yatsushiro milik Nippon Paper mengalami kerusakan akibat gempa. Bagian atas cerobong patah tetapi masih tersangkut pada struktur rangka di sekitarnya.
Salah satu dari tiga cerobong tersebut kemudian runtuh dan menyebabkan 9 orang meninggal dunia, sementara dua cerobong lainnya juga mengalami kerusakan parah.
Nippon Paper sebelumnya berharap dapat menyelesaikan pembongkaran cerobong yang rusak pada pertengahan September ini. Namun, setelah insiden kebakaran tersebut, masih sulit dipastikan kapan pabrik akan dapat kembali beroperasi.
Sumber : NTDTV.com


