EtIndonesia.com Baru-baru ini, Topan Saudel, yang sebelumnya telah melemah menjadi depresi tropis, kembali menguat ke level topan dan untuk ketiga kalinya mendarat di Tiongkok. Dikutip pada 4 September 2026, dalam beberapa hari terakhir, Zhejiang, Fujian, dan sejumlah provinsi lainnya dilanda hujan deras. Sejumlah waduk melakukan pelepasan air tanpa peringatan, sementara warga di daerah terdampak mengalami kerugian besar.
Sebelumnya, banjir bandang melanda Kota Longhua, Kabupaten Xianyou, Putian, Provinsi Fujian. Video yang beredar di internet memperlihatkan banjir bandang yang mengamuk di tengah hujan deras.
Fondasi sebuah rumah tiga lantai dengan cepat terkikis oleh air. Hanya dalam waktu beberapa puluh detik, seluruh bangunan tiba-tiba runtuh. Dinding dan lantai bangunan langsung tersapu arus banjir. Pemandangan tersebut sangat mengerikan.
Warga desa mengatakan rumah tersebut baru direnovasi tahun lalu. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Warganet Tiongkok daratan berkomentar, “Seluruh hasil jerih payah seseorang seumur hidup lenyap dalam sekejap karena banjir.”
Di Quanzhou, hujan deras juga menyebabkan sebagian area Pemakaman Taibaifeng di Distrik Quangang longsor. Banyak batu nisan tersapu dan hancur, bahkan sejumlah guci abu jenazah juga terbawa arus banjir. Banyak warga mendatangi lokasi di tengah hujan untuk mencari batu nisan dan guci abu milik anggota keluarga mereka yang telah meninggal.
Seorang warganet Tiongkok berkomentar dengan nada sinis, “Begitu banyak orang datang mencari leluhur mereka. Hujan deras, terjadi longsor, sampai leluhur pun berenang ke sungai.”
Daerah lain yang mengalami kondisi parah adalah Wenzhou, Zhejiang.
Seorang warga terdampak di Wenzhou berteriak, “Oh, mobilnya akan terseret!”
Dalam beberapa hari terakhir, curah hujan kumulatif di sejumlah wilayah Rui’an, Wenzhou, telah melampaui 400 milimeter. Sejumlah pabrik sepatu terendam banjir. Banyak kotak sepatu dan produk jadi berserakan dan hanyut di jalan-jalan, menyebabkan kerugian besar bagi para pemilik usaha.
Bahkan, ada pemilik usaha yang melakukan siaran langsung dari tengah genangan air dan menjual produk dengan harga 29,9 yuan untuk menghabiskan stok sebagai upaya menyelamatkan usahanya.
Warga terdampak di Rui’an, Wenzhou, mengatakan, “Lihat, semuanya hanyut. Semua sepatu hanyut.”
Menurut laporan, Waduk Nanxi dan Waduk Sangyuan di Kota Fuding, Fujian, melakukan pelepasan air secara bersamaan, tetapi warga setempat tidak menerima pemberitahuan dari pihak berwenang Tiongkok. Belakangan ini, kejadian serupa disebut terus bermunculan, sehingga menimbulkan tudingan bahwa pemerintah Partai Komunis Tiongkok sengaja menutupi keadaan sebenarnya, yang pada akhirnya menyebabkan kerugian besar terhadap keselamatan jiwa dan harta benda masyarakat.
Rekaman yang beredar di internet memperlihatkan banjir bandang mengalir deras seperti kuda liar, menghancurkan bangunan di sepanjang jalurnya serta menyeret kendaraan dan berbagai benda lainnya. Banjir menyebabkan jalan-jalan di seluruh kota terendam, dengan ketinggian air dilaporkan mencapai 3 meter di titik tertinggi. Banyak mobil terseret arus, sementara warga terdampak berjuang berjalan menerobos banjir.
Karena pemerintah Tiongkok disebut memiliki kebiasaan menutupi informasi, kondisi sebenarnya mengenai jumlah korban jiwa dan kerugian masih belum diketahui.
Seorang warga terdampak di Kota Diantou, Fujian, mengatakan: “Seluruh pasar, termasuk mobil-mobil dan toko teh, semuanya terendam air. Semuanya terendam. Belum pernah dalam sejarah kita melihat kejadian seperti ini. Sepeda listrik ini juga akan terseret air.”
Menurut informasi yang diungkapkan warganet di platform X, hujan deras yang terus berlangsung menyebabkan tanah longsor di Sekolah Menengah No. 6 Rui’an. Warganet menyebut bahwa bahkan panggung utama sekolah ikut runtuh. Sekolah tersebut baru memasuki hari pertama tahun ajaran, tetapi disebut sudah mengalami kerusakan parah. Saat ini, kegiatan belajar mengajar di seluruh kota telah dihentikan.
Badan meteorologi memperkirakan bahwa dalam tiga hari ke depan, sejumlah wilayah di bagian tenggara Jiangnan dan Tiongkok Selatan masih akan mengalami hujan deras. Di beberapa daerah bahkan berpotensi terjadi hujan yang sangat ekstrem. Risiko banjir masih terus meningkat.
Laporan gabungan oleh Xiao Chang, NTD Television.


