Provinsi Bulacan di Pulau Luzon, Filipina, belakangan ini dilanda hujan deras yang menyebabkan banjir. Air bahkan menggenangi sebuah gereja. Meski demikian, sepasang pengantin tetap melangsungkan pernikahan mereka dengan berjalan dan berdiri di tengah air yang mencapai pinggang.
EtIndonesia.com Pada 31 Agustus, gereja setempat mengunggah video dan foto upacara pernikahan Gilbert Chico dan Lianne Liza Chico di Facebook.
Dalam video tersebut, pengantin wanita, Lianne, mengenakan gaun pengantin putih dan berjalan menerobos air setinggi pinggang. Dengan restu keluarga, ia kemudian melangsungkan pernikahan bersama sang pengantin pria.
Provinsi Bulacan terus dilanda hujan deras dan banjir. Pada 20 Agustus, pemerintah setempat menyatakan seluruh provinsi berada dalam status bencana.
Pihak gereja mengatakan bahwa karena kondisi banjir, pasangan tersebut sebelumnya telah disarankan untuk menunda pernikahan. Namun, karena alasan pribadi, mereka memilih untuk tidak mengubah tanggal pernikahan dan memutuskan tetap melangsungkannya sesuai rencana.
Pengantin wanita bahkan memodifikasi gaun pengantinnya dengan memendekkan bagian rok agar lebih mudah digunakan untuk berjalan menerobos banjir.
Menurut laporan, pasangan tersebut mengatakan: “Kami sudah lama menantikan hari ini. Kami tidak ingin hujan dan banjir menghalangi kami untuk menikah. Ini mungkin bukan pernikahan seperti yang kami bayangkan, tetapi ini pasti menjadi hari yang tidak akan pernah kami lupakan seumur hidup.”
Filipina merupakan negara yang sering dilanda topan. Pada Juli tahun lalu, ketika terjadi topan, pasangan pengantin lain di Provinsi Bulacan juga melangsungkan pernikahan di tengah air yang mencapai setinggi lutut.






