Houthi Kuasai Titik Strategis, Dua Jalur Energi Utama Timur Tengah Tertekan Bersamaan

Situasi di Timur Tengah kembali memanas. Pada Jumat (11 September), kelompok bersenjata Houthi di Yaman yang didukung Iran melancarkan serangan kilat dan merebut titik strategis di Selat Bab el-Mandeb. Di sisi lain, pelayaran di Selat Hormuz terus mengalami gangguan. Dua jalur energi utama Timur Tengah kini menghadapi tekanan secara bersamaan.

EtIndonesia.com Setelah pasukan Houthi berturut-turut merebut kota pelabuhan Mocha dan Kepulauan Hanish pada Kamis (10 September), pada Jumat mereka kembali menguasai Pulau Perim dan kota strategis Bab al-Mandab, yang berada di posisi penting di kawasan Selat Bab el-Mandeb. Pasukan pemerintah Yaman di pulau tersebut terpaksa mundur.

Pulau Perim terletak dekat bagian tersempit Selat Bab el-Mandeb dan membagi jalur perairan tersebut menjadi dua rute pelayaran, sehingga memiliki nilai strategis yang sangat tinggi.

Selat Bab el-Mandeb hanya memiliki lebar sekitar 28 kilometer dan menghubungkan Laut Merah dengan Samudra Hindia. Selat ini merupakan jalur pelayaran penting dari Terusan Suez menuju Asia dan menampung sekitar 12% perdagangan laut dunia.

Sejak Iran memblokade Selat Hormuz, Arab Saudi sangat bergantung pada Selat Bab el-Mandeb untuk mengirim minyak ke berbagai penjuru dunia.

Data pelacakan kapal terbaru menunjukkan bahwa pada 10 September, hanya 7 kapal yang melewati Selat Hormuz, jauh di bawah rata-rata 10 hari terakhir yang mencapai 15 kapal. Sementara itu, Selat Bab el-Mandeb untungnya belum sepenuhnya terputus; pada hari yang sama masih terdapat 26 kapal dagang yang melintas.

Jika Selat Hormuz dan Selat Bab el-Mandeb sama-sama mengalami gangguan, pasokan energi global dan jalur perdagangan laut dunia akan menghadapi dampak yang jauh lebih besar.

Pada saat yang sama, terjadi kebakaran yang tidak biasa di dekat pipa minyak Timur-Barat Arab Saudi. Pipa tersebut memungkinkan Arab Saudi menghindari Selat Hormuz untuk mengekspor minyak dan merupakan jalur transportasi darat alternatif yang sangat penting.

Jika pipa ini juga mengalami gangguan, dampaknya akan sangat besar. Namun, pemerintah Arab Saudi hingga saat ini belum mengonfirmasi bahwa pipa tersebut telah diserang.

Krisis saat ini telah menyebabkan harga minyak internasional melonjak tajam. Harga minyak mentah Brent pada perdagangan Jumat sempat mencapai US$109,97 per barel, hanya beberapa sen di bawah level US$110.

Ada kekhawatiran bahwa jika situasi terus memanas, hal tersebut tidak hanya akan mendorong harga minyak dunia semakin tinggi, tetapi juga memberikan daya tawar yang lebih besar kepada pemerintah Iran dalam perundingan.

Laporan gabungan Zhang Qin, NTD Television.

INSPIRASI ERABARU

Mantan Karyawan Open AI dan Anthropic Peringatkan “AI Bisa Memusnahkan Manusia”, Ditonton Lebih dari 100 Juta Kali 

Seorang peneliti yang pernah bekerja di dua perusahaan raksasa AI, OpenAI dan Anthropic, memposting peringatan di internet bahwa AI mungkin dapat memusnahkan umat manusia...

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari. Emma Suttie Serumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine