Jalur Pipa Minyak Timur-Barat Arab Saudi Diserang dan Dihentikan Sementara, Satelit Menangkap Kepulan Asap Raksasa

EtIndonesia.com Pejabat Kementerian Energi Arab Saudi pada Jumat (11 September) mengatakan kepada media pemerintah bahwa “Jalur Pipa Minyak Timur-Barat” (East-West Pipeline) telah diserang. Pihak berwenang menutup jalur pipa yang berada di wilayah Riyadh dan Madinah. Insiden tersebut menyebabkan sejumlah orang terluka dan memicu kekhawatiran di pasar.

Menurut laporan AFP, pejabat tersebut mengatakan kepada Saudi Press Agency (SPA): “Bagian Jalur Pipa Minyak Timur-Barat yang berada di wilayah Riyadh dan Madinah mengalami beberapa kali serangan pada (10 September) pagi.”

Pejabat tersebut mengatakan: “Sebagai tindakan pencegahan, Jalur Pipa Minyak Timur-Barat telah dihentikan operasinya. Serangan ini menyebabkan sejumlah personel terluka.”

Citra satelit Sentinel-3 menunjukkan kepulan asap hitam raksasa sepanjang hampir 100 kilometer muncul di sepanjang jalur pipa, membentang melintasi gurun antara Madinah dan Mahd adh Dhahab.

Data citra satelit menunjukkan kebakaran juga terjadi di lokasi yang sama. Beberapa titik anomali panas terkonsentrasi dalam radius kurang dari 10 kilometer. Daya radiasi kebakaran melebihi 70 megawatt, lebih dari dua kali lipat kebakaran biasa. Berdasarkan data FIRMS yang dirilis NASA hari ini, kebakaran tersebut berlangsung setidaknya selama 8 jam.

“Jalur Pipa Minyak Timur-Barat” mengangkut minyak mentah Arab Saudi dari Abqaiq menuju Yanbu di pesisir Laut Merah. Jalur ini merupakan satu-satunya jalur ekspor Arab Saudi yang tidak melewati Selat Hormuz. Kebakaran tersebut terjadi ketika kelompok Houthi telah melancarkan beberapa serangan terhadap wilayah Arab Saudi dalam 24 jam sebelumnya.

Jalur pipa minyak mentah Timur-Barat memiliki panjang sekitar 1.200 kilometer dengan kapasitas pengangkutan maksimum hingga 7 juta barel minyak per hari.

Namun, menurut laporan Badan Energi Internasional (IEA) pada 11 September, produksi minyak mentah Arab Saudi pada Agustus anjlok sebesar 2,3 juta barel per hari menjadi hanya 6 juta barel per hari, terendah dalam lebih dari 30 tahun. Tahun lalu, produksi rata-rata Arab Saudi mencapai sekitar 9,4 juta barel per hari.

Di tengah meningkatnya konflik geopolitik, harga minyak internasional terus mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir. Harga minyak mentah Brent pada penutupan perdagangan 11 September menembus US$104 per barel.

Kenaikan harga minyak juga dengan cepat berdampak pada pasar obligasi, sehingga mendorong naik biaya pembiayaan dan pinjaman secara keseluruhan, termasuk suku bunga hipotek.

Disadur dari Central News Agency/CNA — Editor: Lu Yongxin

INSPIRASI ERABARU

Mantan Karyawan Open AI dan Anthropic Peringatkan “AI Bisa Memusnahkan Manusia”, Ditonton Lebih dari 100 Juta Kali 

Seorang peneliti yang pernah bekerja di dua perusahaan raksasa AI, OpenAI dan Anthropic, memposting peringatan di internet bahwa AI mungkin dapat memusnahkan umat manusia...

Jangan Sembarangan Bersihkan Telinga! Serumen Ternyata Punya Manfaat Penting bagi Kesehatan

Serumen telinga ternyata memiliki peran yang jauh lebih penting dalam melindungi telinga daripada yang mungkin Anda sadari.Emma SuttieSerumen telinga memang lengket dan sedikit menjijikkan—kebanyakan...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine