Seorang Pengusaha Liaoning Menempuh Jalur Pelarian ke Jerman: Datang ke Dunia Bebas untuk Menggulingkan PKT 

EtIndonesia.com Pada 12 September, Shen Qijia, seorang pengusaha Tiongkok yang memperjuangkan hak-hak masyarakat, berhasil keluar dari Tiongkok melalui jalur pelarian dan tiba di Jerman. Semboyannya adalah, “Dalam menjalani kehidupan, harus rendah hati; dalam menentang komunisme, harus berani tampil lantang,” dan ia menegaskan bahwa inilah sikap yang seharusnya dimiliki setiap orang Tiongkok di zaman sekarang.

Shen Qijia, pengusaha Tiongkok yang memperjuangkan hak-hak masyarakat:
“Baiklah, saudara-saudara, saya ingin memberi kabar bahwa saya sudah tiba dengan selamat di Jerman. Jangan khawatir. Pelarian kali ini berhasil!”

Setelah menempuh perjalanan ekstrim selama lebih dari 30 jam, Shen Qijia akhirnya tiba di Jerman pada 12 September. Kepada The Epoch Times, ia mengatakan bahwa tujuan perjalanannya adalah mengajukan suaka politik di Jerman.

Shen Qijia: “Saya sedang mendaki gunung dan menyeberangi sungai.”

Pada 26 Agustus, Shen Qijia berangkat dari Tiongkok. Ketika mencapai perbatasan Eropa, setiap langkah yang ditempuhnya penuh bahaya. Bagian yang paling mendebarkan terjadi ketika ia melintasi pegunungan di Kroasia. Kemiringan medan hampir mencapai 90 derajat, sementara di sekelilingnya terdapat tebing curam. Sedikit saja salah langkah, ia bisa terjatuh ke jurang.

Shen Qijia: “Rezim tirani jahat Partai Komunis Tiongkok (PKT) sudah tidak mungkin kembali kepada sifat manusiawi. Mereka tidak mungkin memberikan lingkungan politik yang baik bagi rakyat Tiongkok.”

Pengusaha asal Liaoning berusia 64 tahun ini mengatakan bahwa dirinya mempertaruhkan nyawa untuk pergi ke luar negeri bukan hanya demi kebebasan, tetapi juga demi menggulingkan PKT. Ia mengatakan bahwa kejahatan yang dilakukan PKT terlalu banyak untuk dihitung, termasuk pembantaian Tiananmen pada 4 Juni, penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, serta penindasan terhadap Gerakan Buku Putih.

Shen Qijia sebelumnya mendirikan sebuah perusahaan di Shenzhen. Pada tahun 2000, pihak berwenang menahannya dan menyita hartanya atas tuduhan seperti “pelaporan modal secara palsu.” Selama 26 tahun ia mengajukan petisi kepada pemerintah untuk mencari keadilan, tetapi persoalannya yang melibatkan hampir 3 juta yuan hingga kini belum terselesaikan.

Pada Juli tahun ini, Shen Qijia secara terbuka menyatakan melalui The Epoch Times bahwa dirinya keluar dari organisasi-organisasi PKT.

Pada malam ketika Shen Qijia tiba di Jerman, banyak netizen menyampaikan ucapan selamat. Sun Yuanping, seorang pembangkang PKT yang baru melarikan diri ke Australia bulan lalu, menulis: “Selamat kepada Lao Shen yang berhasil ‘kabur dari penjara’ hingga sampai ke Jerman.”

Laporan gabungan wartawan NTDTV An Qi dan Liu Fang.

INSPIRASI ERABARU

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

Mid Autumn dalam Syair: Bagaimana Para Penyair Timur dan Barat Menemukan Inspirasi dari Pergantian Musim

Dari Danau Dongting yang diterangi cahaya bulan dalam puisi Li Bai hingga angin barat yang liar dalam karya Shelley, para penyair selama berabad-abad di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine