Orang Kaya Tiongkok Gencar Menggunakan Sewa Rahim, Apa Rahasia di Balik “Produksi Bayi” Secara Massal?

EtIndonesia.com Baru-baru ini, sebuah laporan investigasi CBS memicu perhatian luas di Amerika Serikat. Investigasi tersebut menemukan bahwa sewa rahim telah berkembang menjadi mata rantai industri abu-abu yang minim regulasi di Amerika Serikat. Ada orang tua yang memesan jasa puluhan ibu pengganti sekaligus. Bahkan, dalam beberapa kasus, setelah melahirkan, ibu pengganti baru mengetahui bahwa bayi mereka dibawa oleh orang asing.

Yang lebih mengejutkan, miliarder Tiongkok Xu Bo disebut telah memiliki lebih dari 100 anak melalui ibu pengganti di Amerika Serikat. Para pengamat khawatir bahwa kondisi ini bukan hanya menimbulkan risiko regulasi, tetapi juga dapat memicu krisis etika dan kemanusiaan. Selain itu, pertanyaan mengenai siapa yang akan melindungi hak-hak ibu pengganti dan anak-anak yang dilahirkan melalui proses tersebut juga menjadi persoalan yang sulit.

Tahun lalu, polisi Amerika Serikat menggerebek sebuah rumah mewah di California. Sepasang suami istri keturunan Tionghoa yang tinggal di sana ditangkap karena diduga melakukan kekerasan terhadap anak.

Pria yang terlibat dalam kasus tersebut diidentifikasi sebagai Guojun Xuan, seorang tokoh komunitas Tionghoa di California yang disebut memiliki hubungan dengan Partai Komunis Tiongkok. Saat itu, polisi membawa 21 anak dari rumah tersebut. Setelah itu, beberapa bayi hasil sewa rahim lainnya juga lahir secara bertahap di negara bagian lain.

Setelah melakukan investigasi, CBS menemukan bahwa pasangan Xuan diduga menyembunyikan fakta sebenarnya dari para ibu pengganti dan secara bersamaan mempekerjakan puluhan perempuan. 

Melalui praktik sewa rahim, mereka disebut telah memiliki sedikitnya 25 anak. Banyak ibu pengganti mengaku terkejut karena sebelumnya tidak mengetahui bahwa mereka hanyalah salah satu bagian dari proses “memproduksi anak secara massal” untuk pihak tersebut.

Kasus di atas bukanlah satu-satunya. Ada kasus yang bahkan lebih ekstrem.

Dokumen yang diperoleh CBS melalui kebocoran menunjukkan bahwa tokoh utama dalam kasus sewa rahim lainnya adalah miliarder Tiongkok Xu Bo. Sejumlah laporan menyebutkan bahwa ia memanfaatkan sistem sewa rahim di Amerika Serikat untuk memiliki kemungkinan lebih dari 100 anak.

Seorang ibu tunggal di California bernama Judy mengatakan kepada CBS bahwa ia memutuskan menjadi ibu pengganti setelah melihat iklan yang menawarkan kompensasi hingga US$120.000. Saat itu, ia sedang membutuhkan uang untuk menabung membeli rumah.

Namun, setelah menandatangani kontrak, Judy baru mengetahui bahwa pihak yang memesan jasa tersebut secara bersamaan telah mempekerjakan lebih dari 20 perempuan untuk menjadi ibu pengganti dan melahirkan anak-anak bagi dirinya.

Judy mengungkapkan bahwa ia setidaknya lima kali meminta untuk bertemu dengan ayah yang memesan jasa tersebut, tetapi tidak pernah berhasil. Ia pun mempertanyakan dengan frustasi: “Apakah saya bahkan tidak berhak mengetahui untuk siapa saya sedang melahirkan anak?”

Saat ini, sebagian besar negara bagian di Amerika Serikat tidak memiliki undang-undang yang membatasi jumlah ibu pengganti yang dapat dipekerjakan oleh orang tua pemesan secara bersamaan. Tidak ada pula kewajiban umum yang mengharuskan pihak pemesan menjalani pemeriksaan latar belakang. California bahkan telah menjadi pusat dari mata rantai industri “reproduksi lintas negara” ini.

CBS mengutip laporan dari lembaga penelitian yang menyebutkan bahwa antara 2014 hingga 2020, dari seluruh klien internasional yang menggunakan layanan sewa rahim lintas negara di Amerika Serikat, lebih dari 40 persen berasal dari Tiongkok.

Para pelaku industri memperingatkan bahwa sewa rahim pada awalnya merupakan teknologi reproduksi berbantuan yang ditujukan untuk membantu keluarga yang mengalami infertilitas. Namun, jika praktik tersebut berkembang menjadi model bisnis yang dapat direplikasi dalam skala besar, hal itu berpotensi menimbulkan risiko serius serta krisis etika dan kemanusiaan.

Hal ini menimbulkan pertanyaan: ketika proses reproduksi melintasi batas negara dan bergerak di wilayah abu-abu hukum serta regulasi, siapa yang pada akhirnya akan melindungi hak-hak bayi yang baru lahir dan para ibu pengganti tersebut?

NTD, dilaporkan oleh Yi Jing.

INSPIRASI ERABARU

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

Mid Autumn dalam Syair: Bagaimana Para Penyair Timur dan Barat Menemukan Inspirasi dari Pergantian Musim

Dari Danau Dongting yang diterangi cahaya bulan dalam puisi Li Bai hingga angin barat yang liar dalam karya Shelley, para penyair selama berabad-abad di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine