EtIndonesia.com Baru-baru ini, seorang pria di Tiongkok daratan diserang kawanan lebah saat sedang berjalan-jalan. Hampir 1.000 sengat beracun tertinggal di sekujur tubuhnya, terlihat sangat rapat hingga membuat orang bergidik.
Menurut laporan media daratan, baru-baru ini seorang warga bernama Wang di Kabupaten Jiayu, Provinsi Hubei, diserang kawanan lebah ketika sedang berjalan-jalan. Hampir 1.000 sengat beracun tertinggal di tubuhnya, menyebabkan sejumlah besar racun lebah masuk ke dalam darah dan membuat risiko kerusakan pada banyak organ menjadi sangat tinggi.
Ketika Wang dibawa ke Rumah Sakit Rakyat Universitas Wuhan, bagian kepala dan wajah, bibir, punggung tangan, serta sejumlah bagian tubuh lainnya dipenuhi sengat beracun berwarna hitam yang tertancap rapat. Sengat lebah memiliki kait dan kantung racun. Setelah menembus kulit, sengat tersebut akan terus melepaskan racun.
Dokter rumah sakit tersebut mengatakan bahwa karena sengat terkonsentrasi di area kepala dan wajah pasien, beban racun lebah yang masuk ke tubuh sangat besar. Wajahnya mengalami pembengkakan parah, napasnya cepat, dan tanda-tanda vitalnya berada dalam kondisi kritis.
Sejumlah besar racun lebah yang masuk ke dalam darah memicu reaksi peradangan sistemik. Pemeriksaan menunjukkan peningkatan signifikan jumlah sel darah putih, sementara fungsi hati, enzim otot, serta indikator asidosis meningkat dengan cepat. Kondisi tersebut sangat mudah menyebabkan edema laring, hemolisis, gangguan berat pada fungsi pembekuan darah, kegagalan berbagai organ dan sistem peredaran darah, bahkan kematian mendadak.
Selanjutnya, seorang dokter dan dua perawat dari rumah sakit tersebut menggunakan kaca pembesar, pinset presisi, dan jarum suntik untuk melepaskan dan mengeluarkan sengat satu per satu. Proses tersebut berlangsung hampir tiga jam sebelum seluruh sengat yang tertanam di kulit pasien berhasil dibersihkan. Setelah itu, pasien dinyatakan berhasil melewati masa kritis.
Dokter mengingatkan, jika menghadapi kawanan lebah, jangan berlari, melambaikan tangan, atau menepuk-nepuk lebah. Gerakan yang keras dapat membuat kawanan lebah semakin agresif. Setelah tersengat, jangan menekan atau memencet luka dengan tangan. Sengat yang tertinggal dapat dikeluarkan dengan perlahan menggunakan kartu keras yang permukaannya halus.
Racun lebah bersifat asam, sehingga dapat dibilas berulang kali menggunakan cairan yang bersifat basa, seperti air sabun atau larutan soda kue. Sementara itu, racun tawon dan lebah penyengat (hornet) bersifat basa, sehingga dapat dibilas menggunakan cuka. Jika tidak dapat membedakan jenis serangga yang menyengat, cukup bilas dengan air bersih.
Jika setelah tersengat muncul kondisi seperti sengatan di kepala atau wajah, sengatan di banyak bagian tubuh, ruam di seluruh tubuh, pembengkakan bibir, sesak atau jantung berdebar, lemas, warna urine menjadi lebih gelap, dan gejala lainnya, korban harus segera mendapatkan pertolongan medis.
Dokter mengatakan bahwa ketika beraktivitas di luar ruangan, berjalan-jalan, atau berekreasi, sebaiknya mengenakan pakaian berlengan panjang dengan warna terang. Hindari pakaian berwarna mencolok dan wewangian yang kuat, serta menjauh dari sarang lebah, semak atau hamparan bunga, lubang pohon, dan area berisiko tinggi lainnya. Jangan secara aktif mengganggu kawanan lebah.
Sumber : NTDTV.com


