Hujan Deras Berhari-hari di Hainan, Tiongkok, Sejumlah Waduk Melepas Banjir hingga Menyebabkan Banjir Besar

Hujan deras mengguyur Hainan, Tiongkok, selama beberapa hari berturut-turut. Curah hujan di Wuzhishan memecahkan rekor sejarah, sementara sejumlah waduk secara berturut-turut melakukan pelepasan air sehingga menyebabkan permukaan sungai-sungai utama naik drastis. Pada Senin (14 September), Wuzhishan dan sejumlah wilayah kabupaten di sekitarnya dilanda banjir. Longsor, jalan amblas, rumah runtuh, dan lahan pertanian terendam, sementara kendaraan dan warga terseret arus banjir.

EtIndonesia.com Menurut laporan media daratan Tiongkok, dari 11 hingga 15 September, Pulau Hainan dilanda cuaca dengan curah hujan ekstrem. Di Baoting dan Wuzhishan, curah hujan di tiga kecamatan mencapai lebih dari 800 milimeter. Curah hujan tertinggi tercatat di Kecamatan Xiangshui, Kabupaten Baoting, yakni 921 milimeter.

Dari pukul 20.00 pada 13 September hingga pukul 20.00 pada 14 September, stasiun pengamatan meteorologi Wuzhishan mencatat curah hujan sebesar 615,3 milimeter, memecahkan rekor historis curah hujan harian tertinggi di stasiun tersebut.

Menurut informasi yang diperoleh, hujan deras memicu banjir bandang, dan waduk-waduk di Wuzhishan mulai melakukan pelepasan air. Hal ini menyebabkan banjir besar yang disebut terjadi sekali dalam 100 tahun di Kota Wuzhishan pada 14 September. Bencana tersebut menyebabkan longsor, jalan amblas, rumah runtuh, serta kendaraan dan warga terseret banjir. Kerusakan dilaporkan cukup parah.

Setelah banjir surut, jalan-jalan di kawasan perkotaan dipenuhi puing dan lumpur. Seorang warga bernama Wang yang membantu korban bencana mengungkapkan bahwa wilayah terdampak kekurangan air dan makanan. Dalam dua hari terakhir, warga terlihat mengantri panjang untuk mendapatkan air di kawasan kota. Sejumlah desa di pegunungan juga masih mengalami terputusnya akses transportasi dan komunikasi serta belum mendapatkan bantuan.

Wang, warga yang membantu korban bencana:“Banjir di Wuzhishan cukup besar, sekarang sudah surut. Selama dua hari ini air dan listrik terputus. Saya mencari pemasok grosir untuk membeli dan mengangkut bantuan, seperti air mineral, mi instan, roti, dan sebagainya. Saya tidak bisa membagikannya sembarangan. Pemerintah yang akan mengkoordinasikan dan menyalurkannya.”

Warga yang tinggal di sekitar waduk mengungkapkan bahwa Waduk Daguangba, waduk terbesar kedua di Hainan, telah penuh dan melakukan pelepasan air selama tiga hari berturut-turut. Setiap pintu air melepaskan sekitar 2.000 meter kubik air per detik. Empat pintu air dibuka, sehingga total debit pelepasan mencapai 8.000 meter kubik per detik.

Waduk Gezhen, yang terletak di bagian hilir Waduk Daguangba, juga meningkatkan debit pelepasan air hingga mencapai 5.500 meter kubik per detik.

Chen, warga Desa Guangba, Kecamatan Donghe, Kota Dongfang, Hainan:“Ketinggian air Waduk Daguangba memang sudah sangat tinggi. Sudah tiga hari tiga malam air dilepaskan, tetapi kondisinya masih sama. Empat pintu air dibuka, dan pintu-pintunya sudah dinaikkan sangat tinggi. Bendungan Gezhen di Sungai Changhua juga sudah dibuka dan air dilepaskan. Wilayah hilir sudah terendam.”

Menurut informasi yang diperoleh, wilayah di hulu dan hilir kedua waduk tersebut, termasuk Wuzhishan dan Kabupaten Ledong, mengalami banjir parah. Lahan pertanian dalam area yang luas terendam, dan tanaman utama setempat, yaitu pohon pinang, mengalami kerugian besar.

Zhang, warga Desa Guangba, Kecamatan Donghe, Kota Dongfang, Hainan:“Setelah pelepasan air, semuanya terendam. Pohon pinang juga habis terendam. Tahun ini kami sebenarnya berharap bisa mendapatkan penghasilan besar, tetapi malah terkena banjir. Semua pohon pinang terendam, bahkan sudah tidak terlihat lagi. Kendaraan juga hilang. Rasanya ingin menangis.”

Sungai utama di pusat Kabupaten Ledong adalah Sungai Changhua, yang merupakan sungai terbesar kedua di Provinsi Hainan dan berhulu di Wuzhishan. Akibat pelepasan air waduk, permukaan air sungai meningkat drastis. Pada 14 September, wilayah dataran rendah di pusat Kabupaten Ledong mengalami genangan parah.

Li, warga Kabupaten Ledong, Hainan:“Hujan deras turun selama dua atau tiga hari. Sistem drainase di pusat Kabupaten Ledong tidak terlalu baik sehingga air tidak bisa segera dialirkan. Pelepasan air juga tidak ada peringatan sebelumnya. Kompleks Yingxin seluruhnya terendam, sampai ke jalan raya. Rumah-rumah juga terendam, dan seluruh pertokoan terendam. Kerugiannya benar-benar besar.”

Laporan wawancara: Xiong Bin dan Bai Ni, NTD Television

INSPIRASI ERABARU

Saran Seorang Pramugari: Jangan Pernah Memakai Dua Jenis Pakaian Ini Saat Naik Pesawat

EtIndonesia.com  Saat bepergian dengan pesawat, banyak orang senang mengenakan pakaian yang ringan dan nyaman. Namun, seorang pramugari yang memiliki pengalaman bertahun-tahun baru-baru ini mengunggah...

Mid Autumn dalam Syair: Bagaimana Para Penyair Timur dan Barat Menemukan Inspirasi dari Pergantian Musim

Dari Danau Dongting yang diterangi cahaya bulan dalam puisi Li Bai hingga angin barat yang liar dalam karya Shelley, para penyair selama berabad-abad di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine