Ukraina Ubah Strategi! FSB, Radar Hingga Pusat Drone Rusia Dihantam Beruntun

EtIndonesia.com Perang Rusia–Ukraina kembali memperlihatkan perubahan penting dalam pola serangan Ukraina. Jika sebelumnya perhatian banyak tertuju pada serangan jarak jauh terhadap fasilitas militer dan energi di wilayah Rusia, kini tekanan juga semakin diarahkan ke sasaran-sasaran bernilai tinggi di wilayah Ukraina yang berada di bawah kendali pasukan Rusia.

Target yang diburu bukan hanya posisi pertahanan di garis depan. Ukraina semakin berusaha menjangkau unsur-unsur yang berada di belakang medan tempur, mulai dari lokasi personel keamanan Rusia, radar pertahanan udara, pusat kendali pesawat tanpa awak, hingga konsentrasi pasukan.

Rangkaian serangan pada pertengahan hingga akhir September 2026 memberikan gambaran mengenai strategi tersebut.

Salah satu peristiwa yang mendapat perhatian terjadi di Strilkove, sebuah desa di distrik Henichesk, wilayah Kherson yang berada di bawah pendudukan Rusia.

Pada 22 September 2026, sejumlah sumber Ukraina dan kanal pemantauan melaporkan bahwa empat lokasi di kawasan Strilkove yang disebut digunakan oleh personel keamanan Rusia telah menjadi sasaran serangan.

Menurut laporan tersebut, sekitar 15 personel Dinas Keamanan Federal Rusia atau FSB diklaim tewas dan sekitar 30 orang lainnya terluka. Pemantauan citra satelit juga disebut menemukan titik-titik kebakaran di Strilkove pada malam 19 September. Namun, angka korban tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi dari Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina maupun verifikasi independen. Karena itu, klaim mengenai jumlah korban harus diperlakukan dengan hati-hati.

Informasi yang lebih kuat menunjukkan bahwa Strilkove memang telah beberapa kali menjadi sasaran operasi Ukraina.

Pada 17 September 2026, Staf Umum Ukraina sebelumnya menyatakan bahwa pasukannya telah menyerang lokasi konsentrasi personel Rusia di Strilkove dalam operasi yang berlangsung pada 16 September hingga malam 16–17 September. Ketika itu, Ukraina tidak memberikan rincian mengenai jumlah korban.

Dengan demikian, rangkaian kejadian tersebut menunjukkan bahwa kawasan Strilkove telah menjadi salah satu sasaran yang berulang kali dipantau dan diserang Ukraina.

Bila laporan mengenai keberadaan personel FSB di sana benar, sasaran tersebut memiliki arti yang lebih luas daripada sekadar menghancurkan sebuah bangunan.

FSB merupakan salah satu lembaga keamanan utama Rusia. Di wilayah pendudukan, struktur keamanan Rusia memiliki peran penting dalam kontraintelijen, pengamanan wilayah belakang, pencarian jaringan perlawanan, serta perlindungan terhadap instalasi dan personel penting.

Karena itu, serangan terhadap lokasi yang digunakan aparat keamanan berpotensi memberikan tekanan terhadap kemampuan Rusia menjaga wilayah belakangnya.

Strategi semacam ini menjadi semakin penting karena perang tidak hanya berlangsung di parit-parit garis depan. Kedua pihak juga terlibat dalam pertempuran intelijen, pengintaian, sabotase dan operasi jarak jauh.

Namun, Kherson bukan satu-satunya wilayah yang menjadi sasaran.

Pada 21 September 2026, Staf Umum Angkatan Bersenjata Ukraina secara resmi mengumumkan bahwa pasukannya telah menyerang sejumlah sasaran penting Rusia dalam operasi pada 20 September dan sepanjang malam menuju 21 September.

Salah satu sasaran paling bernilai berada di sekitar Pikuzy, wilayah Donetsk yang diduduki Rusia.

Di kawasan tersebut, pasukan Ukraina dilaporkan mengenai sebuah radar Kasta milik Rusia.

Sistem Kasta-2E2 atau 39N6 merupakan radar bergerak yang dirancang untuk mendeteksi pesawat, rudal dan kendaraan udara tanpa awak yang beroperasi pada ketinggian rendah. Menurut Staf Umum Ukraina, radar tersebut memiliki jangkauan hingga sekitar 150 kilometer dan diperkirakan bernilai sedikitnya 60 juta dolar AS.

Nilai sebenarnya dari radar seperti Kasta tidak hanya terletak pada harga perangkat kerasnya.

Radar merupakan bagian penting dari jaringan pertahanan udara. Sistem seperti ini bertugas memberikan informasi mengenai sasaran yang mendekat sehingga unit pertahanan udara dapat memperoleh gambaran situasi di ruang udara dan mengambil tindakan.

Karena itu, setiap radar yang rusak atau tidak dapat beroperasi berpotensi menciptakan celah sementara dalam jaringan pengawasan udara Rusia di kawasan tersebut.

Yang menarik, ini bukan pertama kalinya sistem Kasta menjadi sasaran Ukraina pada September 2026.

Staf Umum Ukraina sebelumnya mengonfirmasi bahwa pada 1 September, drone serang Ukraina mengenai antena dan bagian perangkat sebuah radar Kasta di sekitar Vyshneve, wilayah Zaporizhzhia yang diduduki Rusia.

Dengan kata lain, Ukraina tampaknya tidak sekadar memburu kendaraan tempur atau pasukan di garis depan, tetapi juga secara sistematis mencari perangkat yang menjadi “mata” bagi jaringan pertahanan Rusia.

Dalam perang modern yang semakin didominasi drone, radar semacam ini menjadi sangat penting.

Namun pada saat bersamaan, radar juga menjadi sasaran bernilai tinggi. Begitu lokasinya ditemukan oleh pengintaian udara, intelijen elektronik atau sumber lainnya, koordinatnya dapat diteruskan kepada unit serang.

Inilah paradoks peperangan drone modern: perangkat yang dirancang untuk mendeteksi ancaman udara juga harus terus-menerus menghindari kemungkinan ditemukan dan diserang dari udara.

Tekanan Ukraina tidak berhenti pada sistem radar.

Dalam pengumuman yang sama pada 21 September, Staf Umum Ukraina mengatakan pasukannya juga menyerang sebuah pusat kendali drone Rusia di kawasan Dniproenergiya, Donetsk.

Selain itu, Ukraina menyatakan telah menyerang lokasi konsentrasi personel Rusia di sekitar Stary Khutor, wilayah Belgorod di dalam Federasi Rusia.

Serangan terhadap pusat kendali drone memiliki arti penting.

Drone telah berkembang menjadi salah satu senjata paling menentukan dalam perang Rusia–Ukraina. Pesawat tanpa awak digunakan untuk pengintaian, mengoreksi tembakan artileri, menyerang kendaraan dan personel, memantau pergerakan lawan, serta menghantam sasaran jauh di belakang garis depan.

Namun sebuah drone tidak bekerja sendirian.

Di belakangnya terdapat operator, antena komunikasi, perangkat kendali, jaringan transmisi data dan sistem komando. Seluruh unsur tersebut membentuk sebuah jaringan yang memungkinkan drone menemukan serta menyerang sasaran.

Karena itu, salah satu cara menghadapi kekuatan drone lawan bukan hanya dengan menembak jatuh pesawat tanpa awak yang sedang terbang.

Alternatif lainnya adalah mencari pusat pengendalian dan infrastruktur pendukungnya.

Jika pusat kendali berhasil dihancurkan atau dipaksa berpindah, operasi drone di sektor tersebut dapat terganggu, setidaknya untuk sementara waktu.

Fenomena ini menggambarkan perubahan besar dalam karakter perang.

Pertempuran tidak lagi hanya ditentukan oleh siapa yang memiliki lebih banyak tank, artileri atau pasukan. Kemampuan menemukan sasaran dengan cepat, mengirimkan informasi, mengambil keputusan dan kemudian melakukan serangan dalam waktu sesingkat mungkin menjadi semakin menentukan.

Dalam terminologi militer, rangkaian tersebut sering disebut sebagai kill chain atau rantai penghancuran.

Prosesnya dimulai dari mendeteksi sasaran, mengidentifikasi dan memastikan posisinya, mengirimkan informasi kepada unit yang memiliki kemampuan menyerang, menentukan senjata yang akan digunakan, kemudian melaksanakan serangan dan mengevaluasi hasilnya.

Apabila salah satu mata rantai itu terputus—misalnya radar dihancurkan, pusat komunikasi terganggu atau pusat kendali drone dilumpuhkan—kemampuan tempur unit lain dapat ikut terdampak.

Rangkaian serangan Ukraina pada September 2026 karena itu memperlihatkan satu kecenderungan yang semakin jelas.

Ukraina tidak hanya berusaha menghancurkan pasukan Rusia yang berada paling depan. Sasaran semakin meluas menuju jaringan yang membuat pasukan tersebut dapat bertempur: radar yang mengawasi langit, pusat kendali yang mengoperasikan drone, konsentrasi personel, serta unsur keamanan yang menjaga wilayah belakang.

Seberapa besar serangan-serangan tersebut benar-benar memengaruhi kemampuan Rusia masih sulit diukur hanya berdasarkan laporan awal. Beberapa klaim, terutama mengenai jumlah korban FSB di Strilkove, juga belum dapat diverifikasi secara independen.

Namun pola serangannya semakin terlihat.

Di medan perang modern, menghancurkan sebuah radar atau pusat komando dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada nilai fisik fasilitas tersebut. Sasaran sebenarnya adalah jaringan yang menghubungkan mata, otak, komunikasi dan senjata sebuah pasukan.

Dan ketika jaringan itu mulai menjadi sasaran secara sistematis, pertempuran tidak lagi hanya berlangsung di garis depan. Perang ikut bergerak jauh ke belakang—menuju pusat-pusat yang selama ini memungkinkan mesin tempur tetap berjalan. (***)

INSPIRASI ERABARU

Harmoni Langit dan Bumi: Bagaimana Lima Unsur Menghubungkan Alam, Musim, dan Kesehatan

Di Tiongkok kuno, filosofi “langit, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan” telah menjadi pedoman untuk menjaga kesehatan selama ribuan tahun. “Empat musim dan yin-yang...

Perlambat Makan, Nikmati Hidangan Anda Sebaik-baiknya

Shoba RajamaniAnda sibuk, terlalu banyak bekerja, dan mengalami stres. Terkadang Anda bahkan hampir tidak menyadari apa yang sedang Anda makan—atau siapa yang duduk di...

LATES

Google search engine

VIDEO ET NEWS

MISTERI

Google search engine