EtIndonesia.com Pada 27 September pagi, longsor salju terjadi di Himlung Himal, bagian dari Pegunungan Himalaya yang berada di wilayah Nepal. Sebanyak 14 orang hilang kontak, sebagian besar merupakan pemandu pendakian dan personel logistik suku Sherpa Nepal yang sedang mempersiapkan musim pendakian pada musim gugur.
Menurut laporan media setempat, sekitar pukul 09.40 waktu setempat pada 27 September, seorang pemandu Sherpa yang berada di lokasi menelepon perusahaan pendakian setempat, Himalayan Holidays Trekking, untuk meminta bantuan dan meminta agar helikopter dikirim ke lokasi. Namun, setelah itu komunikasi di lokasi terputus akibat kondisi cuaca yang memburuk.
Biputi Chand Thapa, pendiri Himalayan Holidays, mengatakan bahwa tim Nepal yang berada di lokasi saat kejadian terdiri dari 22 orang. Laporan awal menyebutkan 8 orang hilang kontak, tetapi kemudian jumlahnya meningkat menjadi 14 orang. Semua yang hilang merupakan pemandu pendakian dan personel logistik Nepal.
Menurut informasi dari perusahaan ekspedisi pendakian setempat di Nepal, saat kejadian, personel logistik di base camp sedang melakukan berbagai persiapan untuk menyambut tim pendaki dari Uni Emirat Arab (UEA) yang akan segera tiba. Mereka antara lain mendirikan tenda, memasang tali pendakian, membangun dapur, serta melakukan survei lokasi.
Pihak penyelenggara mengatakan bahwa longsor salju tersebut terjadi tanpa tanda-tanda sebelumnya dan langsung mengubur tenda-tenda yang sebelumnya berada di base camp. Jumlah orang yang masih hilang kontak masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut. Ini merupakan pertama kalinya kawasan tersebut mengalami longsor salju dalam skala sebesar itu.
Karena lokasinya terpencil dan kondisi cuaca yang buruk, helikopter penyelamat untuk sementara belum dapat mendekati lokasi kejadian.
The Kathmandu Post melaporkan bahwa saat ini sebuah helikopter dan sekelompok pemandu pendakian berpengalaman telah bersiaga di Bandara Kathmandu. Namun, kondisi cuaca buruk untuk sementara tidak memungkinkan helikopter lepas landas.
Himlung Himal memiliki ketinggian 7.126 meter dan terletak di Distrik Manang, Nepal bagian utara, di antara Gunung Manaslu dan Pegunungan Annapurna. Tingkat kesulitan teknis pendakiannya tergolong “sedang” di antara gunung-gunung setinggi 7.000 meter. Oleh karena itu, gunung ini menjadi salah satu gunung latihan klasik bagi banyak pendaki sebelum mencoba menaklukkan puncak-puncak setinggi 8.000 meter.
Pada saat yang sama, banyak pemandu lokal dan pekerja logistik juga telah lama bekerja di kawasan ini. Di antara mereka, suku Sherpa sebagai kelompok pendukung utama dikenal luas di dunia karena kemampuan adaptasi yang sangat kuat terhadap ketinggian ekstrim serta keahlian mereka dalam memberikan layanan pendakian gunung.
Lin QinNTDTV.com


