Starship generasi terbaru milik SpaceX diluncurkan dari Texas pada Senin (28 September). Meskipun salah satu mesinnya mati lebih awal selama penerbangan, Starship akhirnya berhasil melakukan pembakaran mesin untuk masuk ke orbit. Ini merupakan pertama kalinya Starship benar-benar berhasil mencapai orbit Bumi.
EtIndonesia.com Starship generasi terbaru SpaceX diluncurkan pada Senin (28 September) dari pangkalan Starbase di Texas, dalam penerbangan uji coba ke-14 sejak tahun 2023.
Wahana antariksa yang tingginya setara sekitar 40 lantai ini terdiri dari pendorong Super Heavy dan pesawat ruang angkasa tingkat atas Starship. Setelah lepas landas, pendorong berhasil memisahkan diri dan kembali ke permukaan laut. Namun, terjadi pula gangguan mesin selama penerbangan.
Setelah Starship memasuki ruang angkasa, salah satu mesin utamanya mati lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Juru bicara SpaceX, Dan Hout, sempat mengumumkan dalam siaran langsung bahwa wahana tersebut mungkin tidak dapat mencapai orbit.
Namun, beberapa menit kemudian, tim teknis mengevaluasi kembali data penerbangan dan memastikan bahwa Starship masih memiliki kemampuan untuk melakukan pembakaran mesin kembali.
“Konfirmasi akhir ‘lanjut/batal’ untuk masuk ke orbit telah selesai. Kami memutuskan untuk masuk ke orbit,” katanya Hout.
Starship kemudian menyalakan mesinnya untuk kedua kalinya dan berhasil mendorong wahana tersebut ke orbit Bumi.
“Pembakaran untuk masuk orbit berhasil. Starship kini telah berada di orbit,” jelasnya.
Ini merupakan pertama kalinya Starship benar-benar mencapai orbit, sekaligus menjadi langkah penting bagi rencana berikutnya untuk meluncurkan satelit Starlink generasi baru dan menjalankan misi NASA ke Bulan di masa depan.
Misi ini semula direncanakan berlangsung selama 10 jam, mengelilingi Bumi sebanyak enam kali, kemudian melakukan pendaratan di Samudra Pasifik di sebelah barat Chile. Namun, akibat masalah mesin, misi tersebut akhirnya diakhiri lebih awal.
Laporan Liu Jiajia dari Amerika Serikat, NTD Television.


