Video Danau Es di Gunung Salju Yunnan, Tiongkok Retak, 4 Orang Tercebur ke Air

EtIndonesia. Pada 25 Februari 2026, sejumlah penggiat kegiatan luar ruang nekat berjalan ke atas danau es di Gunung Salju Meili, Diqing, Yunnan. Permukaan es kemudian retak dan empat orang terjatuh ke dalam air, namun untungnya mereka berhasil naik ke darat dengan selamat.

Dalam video yang beredar daring, terlihat salju turun dari langit. Di air danau berwarna biru terdapat sebidang es putih. Salah satu sisi es tersebut relatif dekat dengan tepi danau. Di atas es itu ada empat orang. Salah seorang di antaranya mulai bergerak perlahan menuju tepi. 

Ketika hampir mencapai darat, es tiba-tiba pecah dan orang tersebut jatuh ke air. Beruntung, orang-orang di tepi danau segera memberi pertolongan dan menariknya naik ke darat.

Setelah itu, tiga orang lainnya meniru cara yang sama—berjalan menuju tepi—namun mereka juga jatuh ke air. Akhirnya, semuanya ditarik naik oleh orang-orang di tepi dan keluar dalam kondisi tubuh basah kuyup.

Pengunggah video mengatakan, “Empat orang itu terjebak di atas bongkahan es tersebut. Mereka sudah diteriaki, ‘jangan naik, jangan naik’, tapi tetap tidak mau mendengarkan. Padahal mereka sangat mudah mengalami hipotermia.”

Ada pula warganet yang bertanya dengan heran, “Bagaimana mereka bisa naik ke atas es itu?”

Seorang warganet di kolom komentar menjelaskan, “Permukaan danau es tidak sepenuhnya membeku, jadi bongkahan es itu bisa mengapung dan bergerak. Awalnya mereka naik dari sisi lain yang esnya lebih tebal dan masih tersambung dengan daratan. Namun saat mereka bermain, seluruh bongkahan es itu mengapung dan menjauh dari tepi. Mereka tidak bisa kembali, sehingga mencari bagian es yang paling dekat dengan daratan untuk naik. Sayangnya, di bagian itu esnya tipis, sehingga mereka terjatuh ke air.”

Petugas kawasan wisata Taman Nasional Gunung Salju Meili mengatakan kepada media Tiongkok daratan bahwa danau es tersebut berada di jalur yang belum dikembangkan, sehingga belum sempat dipasangi rambu atau papan peringatan.

Editor penanggung jawab: Wang Hong

Israel Jadi Basis Jet Siluman AS, Khamenei Masuk Fasilitas Bawah Tanah — Aroma Perang Makin Pekat

EtIndonesia. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah muncul laporan mengenai pengerahan besar-besaran jet tempur siluman F-22 Raptor milik Angkatan Udara AS ke Israel. Pada 25 Februari 2026, media Israel The Times of Israel mengutip citra satelit dari perusahaan teknologi asal Tiongkok, MizarVision, yang memperlihatkan sedikitnya 11 unit F-22 terparkir di Pangkalan Udara Ovda, Israel selatan.

Di sekitar lokasi parkir jet tempur tersebut juga terlihat sistem pertahanan udara Patriot, yang mengindikasikan peningkatan status keamanan dan kesiapsiagaan militer di pangkalan tersebut.

Total Bisa Mencapai 24 Unit

Berdasarkan data pelacakan penerbangan yang dihimpun dari berbagai sumber terbuka (open-source flight tracking), jumlah total F-22 yang dipindahkan ke kawasan tersebut diperkirakan dapat mencapai 24 unit.

Data penerbangan menunjukkan bahwa:

  • Pada awal pekan ini, 12 unit F-22 dilaporkan terbang dari Inggris menuju Israel.
  • Dari jumlah tersebut, 11 unit telah tiba, sementara satu unit tertahan karena gangguan teknis.
  • Gelombang kedua yang terdiri dari 12 unit tambahan telah mendarat di Inggris dan diperkirakan akan melanjutkan penerbangan ke Israel dalam waktu dekat.

Apabila seluruh proses pemindahan selesai, maka Israel akan menjadi tuan rumah bagi total 24 jet tempur F-22, jumlah yang sangat signifikan untuk satu lokasi di kawasan Timur Tengah.

Penempatan Langka dan Bernilai Strategis

Laporan tersebut menekankan bahwa pengerahan langsung jet tempur tempur Amerika Serikat untuk bertugas di pangkalan Israel merupakan langkah yang sangat jarang terjadi. Dalam praktik sebelumnya, AS dan Israel umumnya menggelar latihan militer gabungan, bukan penempatan operasional jangka menengah atau panjang.

Kehadiran F-22 dalam jumlah besar di Israel dipandang banyak analis sebagai sinyal deterrence (penangkalan) yang kuat terhadap Iran, terutama di tengah meningkatnya tensi terkait program nuklir Teheran serta rencana putaran baru perundingan nuklir.

Mengapa F-22 Penting?

F-22 Raptor merupakan salah satu jet tempur superioritas udara tercanggih yang dimiliki Amerika Serikat. Pesawat ini dirancang untuk:

  • Merebut dan mempertahankan dominasi udara
  • Menembus sistem pertahanan udara canggih lawan
  • Melaksanakan misi tempur intensitas tinggi
  • Terbang supersonik tanpa menggunakan afterburner (supercruise)
  • Menggunakan teknologi siluman (stealth) tingkat tinggi

Dengan kemampuan tersebut, kehadiran F-22 secara signifikan meningkatkan kapasitas superioritas udara dan kemampuan penetrasi strategis AS di kawasan Timur Tengah.

Dalam konteks potensi eskalasi dengan Iran, pengerahan ini dinilai sebagai langkah kesiapsiagaan militer sekaligus pesan politik yang tegas dari Washington.

Khamenei Dikabarkan Berlindung di Bunker Rahasia

Di tengah meningkatnya ketegangan, media oposisi Iran, Iran International, melaporkan pada 25 Februari 2026 bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah berpindah ke fasilitas bawah tanah rahasia di Teheran.

Menurut laporan tersebut, fasilitas itu terdiri atas jaringan terowongan yang dirancang untuk menghadapi kemungkinan:

  • Serangan udara presisi
  • Operasi militer khusus
  • Skenario “decapitation strike” atau upaya melumpuhkan kepemimpinan negara

Sumber yang disebut berasal dari lingkungan Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim bahwa setiap pejabat tinggi yang hendak bertemu Khamenei harus ditutup matanya sebelum dibawa masuk ke fasilitas tersebut, guna menjaga kerahasiaan lokasi.

Bahkan disebutkan bahwa Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran juga menjalani prosedur yang sama sebelum bertolak ke Oman untuk melakukan komunikasi atau perundingan tidak langsung dengan Amerika Serikat.

Namun demikian, laporan mengenai keberadaan Khamenei di bunker bawah tanah ini belum dapat diverifikasi secara independen oleh media internasional arus utama.

Diplomasi dan Opsi Militer Masih Terbuka

Perkembangan ini terjadi menjelang rencana putaran baru perundingan nuklir AS–Iran di Jenewa, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Februari 2026.

Washington berulang kali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir, dan seluruh opsi—termasuk opsi militer—tetap berada di atas meja jika jalur diplomasi gagal.

Sementara itu, Teheran menyatakan tetap membuka ruang perundingan, namun menolak segala bentuk tekanan dan ancaman militer.

Kawasan Timur Tengah dalam Fase Sensitif

Penempatan hingga 24 F-22 di Israel, jika terkonfirmasi sepenuhnya, akan menjadi salah satu konsentrasi jet tempur siluman terbesar AS di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir.

Langkah ini mempertegas bahwa kawasan tersebut kembali memasuki fase yang sangat sensitif, di mana diplomasi dan eskalasi militer berjalan beriringan.

Dunia kini menanti apakah perundingan yang akan datang mampu meredakan ketegangan—atau justru menjadi titik awal babak baru konfrontasi antara Washington dan Teheran.

Bahagia Karena Tidak Banyak Menuntut

EtIndonesia. Sejak lama kita sering mendengar orang berkata: Pernikahan yang tidak bahagia ada banyak jenisnya, tetapi pernikahan yang bahagia hanya satu jenis.

Jenis yang mana?

Apakah yang aktif seperti “saling menghormati dan mencintai”?  Ataukah yang pasif seperti “saling menoleransi”?

Ungkapan-ungkapan itu terdengar baik, tetapi rasanya belum cukup kuat untuk menjelaskan alasan sebenarnya mengapa sebuah pernikahan bisa bahagia.

Baru-baru ini, seorang sahabat wanita saya memberikan sudut pandang yang lebih meyakinkan.

Dia seorang wanita cantik, belum genap tiga puluh tahun, sukses dalam kariernya, dan telah menjadi manajer senior di sebuah perusahaan hubungan masyarakat. Yang lebih mengejutkan, dia sudah menikah hampir tujuh tahun, namun tetap ceria seperti sinar matahari. Dia tidak pernah bersikap dibuat-buat, dan kehadirannya selalu membuat orang merasa nyaman.

Suatu hari, sekelompok wanita bertanya kepadanya : “Menurutmu, apa rahasia pernikahan yang bahagia?”

Dia menjawab dengan lugas: “Aku berbeda dengan kalian. Aku tidak menuntut banyak dalam pernikahan. Pria yang kupilih pun tidak banyak menuntut dariku. Karena itu sampai hari ini aku masih bisa berkata, menikah itu indah.”

Perkataannya membuat saya tersadar.

Bukankah alasan pernikahan bahagia memang karena tidak banyak menuntut?

Dulu, pasangan suami istri lebih mudah hidup bersama hingga tua. Tentu ada pengaruh budaya yang lebih sederhana, tetapi yang lebih penting adalah: tuntutan mereka tidak tinggi.

Bagi wanita zaman dahulu, menikah seperti undian. Jika mendapat suami yang cukup bertanggung jawab, sudah patut bersyukur. 

“Kalau sudah bertemu, ya dijalani saja,” begitu kata nenek saya ketika menggambarkan pernikahannya.

Wanita generasi itu tidak banyak menuntut. Asal suami tidak berjudi, tidak berzina, dan membawa uang untuk keluarga, itu sudah dianggap pria baik.

Pria zaman itu pun tidak terlalu menuntut. Asal istrinya sopan, bisa memasak, dan mengurus anak, itu sudah cukup. (Meski harus diakui, secara umum pria dulu memang lebih banyak menuntut daripada perempuan.)

Kini zaman berubah.

Wanita memiliki pendidikan dan kemandirian ekonomi yang jauh lebih tinggi. Bagaimana mungkin mereka tidak menuntut?

Tidak ada lagi wanita yang menganggap “tidak berjudi dan memberi nafkah” sudah cukup.

Tuntutan kini meluas: tinggi badan, penampilan, pekerjaan, selera, karakter, wawasan seni, latar belakang keluarga, kondisi ekonomi, cara memandang uang, merek mobil yang dikendarai, bahkan apakah ia mau mencuci piring atau tidak.

Memang benar, kebahagiaan datang dari “tidak banyak menuntut”. Namun bukan berarti wanita modern harus mundur dan sembarangan memilih pasangan.

Wanita telah berkembang bersama zaman. Meski bercanda mengatakan: “Asal laki-laki saja sudah cukup,” pada kenyataannya kita semua sudah memiliki daftar kriteria di dalam pikiran.

Seseorang yang layak dicintai tentu tidak mungkin terlalu jauh dari standar kita. Tetapi setelah kita mencintainya, mungkinkah kita berhenti menuntut terlalu banyak dan memberi ruang bagi cinta untuk bernapas?

Dalam sudut pandang inilah, kalimat “pernikahan bahagia karena tidak banyak menuntut” menjadi bermakna. Dan “tidak banyak menuntut” itu harus berlaku bagi kedua belah pihak.

Sahabat saya menggambarkan pernikahannya demikian:

“Dia tidak pernah memaksaku mengerjakan pekerjaan rumah, tidak menuntut aku punya anak kecuali aku siap. Tapi aku juga tidak menuntut dia menjadi pria yang menarik, lucu, atau sangat romantis. Dia pria baik dan jujur, meski kadang membosankan. Itu fakta yang harus diterima.”

Seekor kuda bisa berlari, tetapi kita tidak bisa menuntutnya sekaligus berenang dan terbang.

Kita tidak bisa meminta anjing bersikap setenang kucing. Kita tidak bisa meminta kucing menjaga rumah seperti anjing.

Setiap makhluk memiliki sifatnya sendiri. Demikian pula setiap manusia.

Mengapa kita sering menuntut pasangan menjadi segala hal sekaligus?

Orang yang terus-menerus dituntut akan merasa tertekan. Dia menderita, dan kita pun ikut tidak bahagia. Tuntutan berlebihan bisa memicu perlawanan dan menciptakan ketegangan dalam hubungan.

Sebelum memasuki hubungan yang serius, kita memang boleh memilih dan memilah. (Tentu sambil sesekali bercermin, karena orang lain pun menilai kita.)

Namun setelah memilih dan berkomitmen, lebih baik menurunkan tuntutan. Dengan begitu hidup bersama menjadi lebih ringan.

Karena semakin kita menuntut kebahagiaan, sering kali kebahagiaan justru menjauh.

Kebahagiaan itu berharga justru karena ia tidak bisa dipanggil sesuka hati. Dalam istilah Zen: kebahagiaan tidak bisa diminta secara terang-terangan; semakin kita memaksanya, semakin kita keliru.

Jika ingin pasangan berubah, pujian yang tulus sering jauh lebih efektif daripada tuntutan dan kritik.

Renungan

Satu prinsip bisa berlaku untuk banyak hal.

Jika dalam pernikahan kebahagiaan datang dari tidak banyak menuntut, maka dalam hidup pun kebahagiaan lahir dari tidak terlalu serakah.

Semakin rendah tuntutan, semakin sedikit gesekan. Semakin sedikit gesekan, semakin banyak kegembiraan.

Dan ketika hidup penuh kegembiraan, apa lagi yang perlu dikeluhkan? (jhn/yn)

Dunia Terkejut! Putri  Kim Jong Un yang Masih 13 Tahun  Disebut Masuk Lingkaran Inti Kendali Nuklir

EtIndonesia. Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (National Intelligence Service/NIS) pada 13 Februari 2026 mengungkap informasi yang langsung mengguncang perhatian internasional. Kim Ju-ae, putri pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, yang disebut-sebut baru berusia 13 tahun, dilaporkan telah ditempatkan dalam struktur inti pengelolaan sistem rudal strategis negara tersebut dan mulai dipersiapkan sebagai calon penerus kekuasaan.

Pengungkapan ini disampaikan dalam laporan tertutup kepada Komite Intelijen Majelis Nasional Korea Selatan. Menurut keterangan pejabat yang dikutip media Chosun Ilbo, NIS telah memastikan bahwa putri Kim Jong Un kini menggunakan nama Kim Ju-ae dan disebut memegang posisi sebagai kepala Biro Umum Rudal Pasukan Strategis Tentara Rakyat Korea.

Biro tersebut bertanggung jawab atas pengembangan, pengujian, serta penempatan rudal strategis Korea Utara, termasuk rudal balistik antarbenua (ICBM) dan sistem hulu ledak nuklir. Jika laporan ini akurat, maka pelibatan seorang remaja dalam pengambilan keputusan di bidang persenjataan nuklir akan menjadi preseden yang belum pernah terjadi dalam sejarah modern.

Indikasi Kuat Suksesi Dinasti Kim

Dalam laporan kepada parlemen, NIS menyebut langkah ini sebagai tahapan penting dalam proses penyiapan suksesi kekuasaan oleh Kim Jong Un. Informasi yang dihimpun menunjukkan bahwa Kim Ju-ae mulai mendengarkan laporan militer tingkat tinggi dan dilibatkan dalam diskusi strategis terkait kebijakan rudal.

Keterlibatan tersebut dinilai bukan sekadar simbolis. Sejumlah sumber menyebutkan bahwa alur pelaporan strategis yang sebelumnya sepenuhnya berada di bawah komando militer senior kini mulai mengarah kepada putri pemimpin tersebut, meskipun secara formal jabatan komando masih dipegang oleh Jenderal Jang Chang-ha.

Sejak beberapa tahun terakhir, Kim Ju-ae memang semakin sering tampil di hadapan publik. Dia terlihat mendampingi ayahnya dalam berbagai acara penting, termasuk kunjungan ke lokasi uji coba nuklir, pangkalan rudal, serta peluncuran ICBM.

Parade Militer 25 Februari: Simbol Penguatan Citra Pewaris

Sorotan publik semakin tajam ketika pada malam 25 Februari 2026, Korea Utara menggelar parade militer besar di Lapangan Kim Il-sung, Pyongyang. Acara tersebut merupakan bagian dari penutupan Kongres Partai Buruh ke-9, forum politik tertinggi yang diadakan setiap lima tahun sekali.

Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) merilis foto-foto yang memperlihatkan Kim Ju-ae berdiri di samping Kim Jong-un di antara jajaran jenderal senior. Keduanya mengenakan jaket kulit hitam serupa—sebuah simbol visual yang oleh banyak analis ditafsirkan sebagai pesan kuat mengenai pewarisan kekuasaan.

Pengamat Korea Selatan menilai kemunculan publik berprofil tinggi seperti ini merupakan strategi terencana untuk membangun legitimasi politik sejak dini.

Potensi Gesekan Internal: Peran Kim Yo-jong

Namun, langkah ini juga memunculkan spekulasi mengenai dinamika internal keluarga Kim. Mantan Wakil Direktur Pertama NIS, Ra Jong-yil, dalam wawancaranya dengan The Telegraph, memperingatkan kemungkinan munculnya ketegangan kekuasaan.

Menurut Ra, adik perempuan Kim Jong Un, Kim Yo-jong, dikenal sebagai figur ambisius dan memiliki pengaruh luas di dalam Partai Buruh serta militer. Dia selama ini dipandang sebagai tokoh nomor dua paling berpengaruh di Korea Utara.

Jika Kim Ju-ae benar-benar dipersiapkan sebagai pewaris resmi, Ra menilai Kim Yo-jong mungkin tidak akan tinggal diam. Terlebih lagi, apabila terjadi situasi darurat seperti kematian mendadak atau ketidakmampuan Kim Jong Un menjalankan tugas, Kim Yo-jong dinilai memiliki kapasitas untuk mengonsolidasikan kekuasaan dengan cepat.

Sebaliknya, meskipun Kim Ju-ae kerap tampil di acara besar, usianya yang sangat muda membuat fondasi politiknya dianggap belum kokoh.

Sejarah Suksesi Berdarah Dinasti Kim

Sejarah kepemimpinan Korea Utara menunjukkan bahwa transisi kekuasaan tidak selalu berjalan mulus. Pada awal masa pemerintahannya, Kim Jong Ub mengeksekusi pamannya, Jang Song-thaek, dalam sebuah pembersihan politik yang menggemparkan dunia. Kakak tirinya, Kim Jong-nam, juga tewas dalam insiden pembunuhan di luar negeri yang memicu kontroversi internasional.

Preseden ini memperkuat pandangan bahwa dinamika suksesi di Pyongyang dapat berlangsung keras dan tak terduga.

Faktor Kesehatan dan Percepatan Suksesi

Meskipun Kim Jong Un masih berusia awal 40-an, berbagai laporan mengenai kondisi kesehatannya terus beredar. Kebiasaan merokok berat, konsumsi alkohol, serta dugaan diabetes dan tekanan darah tinggi disebut-sebut menjadi faktor yang mendorong percepatan perencanaan suksesi.

Ayahnya, Kim Jong-il, juga memiliki riwayat kesehatan serupa sebelum meninggal akibat serangan jantung pada 2011. Situasi tersebut menjadi pengingat bahwa stabilitas politik Korea Utara sangat bergantung pada figur tunggal pemimpin tertinggi.

Analisis dan Prospek ke Depan

Sejumlah warganet bahkan membandingkan situasi ini dengan peristiwa sejarah Tiongkok, yakni “Pemberontakan Jingnan” pada awal Dinasti Ming, ketika Zhu Di merebut takhta dari keponakannya melalui kekuatan militer.

Meski perbandingan tersebut bersifat historis dan simbolik, banyak analis sepakat bahwa Korea Utara memasuki fase sensitif dalam politik internalnya. Jika Kim Ju-ae benar-benar disiapkan sebagai penerus, maka Pyongyang sedang membangun generasi keempat dinasti Kim—sesuatu yang jarang terjadi dalam sistem politik modern.

Namun, pertanyaan besar tetap terbuka: Apakah proses ini akan berjalan mulus sebagai konsolidasi dinasti, atau justru memicu gejolak kekuasaan di balik layar?

Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan stabilitas internal Korea Utara serta keseimbangan keamanan di kawasan Asia Timur.

Mengejutkan! Seorang Pria  Kembali Bekerja Usai Libur Imlek, Nasi Daging Sapinya Tumbuh “Rambut Hitam” 15 Sentimeter

EtIndonesia. Libur panjang Tahun Baru Imlek berakhir. Yin, warga Hefei, kembali ke kantornya di Ningbo dan terkejut melihat semangkuk nasi daging sapi yang terlupakan sebelum libur telah berjamur parah, dengan “rambut hitam” setinggi sekitar 15 cm serta bau apek yang menyengat.

Menurut laporan media lokal, Yin selama ini menjalankan usaha furniture kayu rosewood di Ningbo, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.  Pada 10 Februari, ia pulang kampung ke Chaohu untuk merayakan Imlek. Karena terburu-buru, sisa nasi daging sapi—yang awalnya untuk anjing peliharaannya—tidak sempat dibuang dan tertinggal di kantor.

Saat kembali ke Ningbo 25 Februari dini hari, Yin mencium bau aneh begitu masuk kantor. Ia mendapati ratusan benang jamur hitam yang panjang dan rapat menjulang dari nasi tersebut, menyerupai rambut, setinggi sekitar 15 cm—bak “hutan hitam mini”.

“Benar-benar tak menyangka bisa jadi seperti ini, saya sampai tertegun,” ujar Yin. Ia menambahkan bahwa biasanya ia cukup memperhatikan kebersihan; kejadian ini murni karena kelalaian.

(Tangkapan layar dari internet)

Selanjutnya, Yin mengenakan masker dan sarung tangan, menyegel mangkuk nasi itu lalu membuangnya dengan hati-hati. Ia juga membersihkan dan mendisinfeksi area sekitar kantor secara menyeluruh serta membuka jendela untuk ventilasi hingga udara kembali segar.

Para ahli menjelaskan, “rambut hitam” tersebut sejatinya adalah koloni jamur hasil perkembangbiakan besar-besaran. Nasi daging sapi kaya nutrisi dan air; dalam lingkungan hangat, lembap, dan kurang ventilasi, makanan seperti ini sangat mudah menjadi media ideal bagi jamur.

Peristiwa ini pun ramai dibahas warganet di daratan Tiongkok.

Ahli gizi anak, Wang Bin, menulis di media sosial bahwa “rambut hitam” itu kemungkinan besar adalah Rhizopus atau Mucor. “Nasi daging sapi yang ‘tertidur’ di meja kantor selama setengah bulan—protein + pati + ruangan berpemanas—itu hotel bintang lima bagi jamur. Panjang 15 cm terdengar berlebihan? Bagi jamur, tidak juga. Mereka bisa tumbuh beberapa sentimeter per hari; panjang itu bisa tercapai dalam tiga–empat hari.”

Wang Bin menambahkan, hal terpenting adalah membersihkan area sekitar setelah menemukan makanan berjamur. Jamur yang matang dapat melontarkan spora, sehingga meja dan celah keyboard di dekatnya mungkin sudah terkontaminasi “benih” tak kasatmata. Tak perlu disinfeksi berlebihan—cukup lap permukaan dengan kain lembap dan balikkan keyboard lalu tepuk-tepuk. Intinya: makanan berjamur langsung dibuang, sekalian dilap agar lebih aman.

Warganet lain mengingatkan, itu bukan “rambut”, melainkan jamur hitam akibat lama tak dibersihkan—segera buang! Ada pula komentar seperti: “Itu jamur Mucor, berbahaya,” “Laboratorium saja sulit menumbuhkan miselium sebaik itu,” “Seram,” “Bisa dikepang,” hingga “Pertumbuhannya lebih lebat dari rambut saya.”

Ada juga candaan: “Saya sempat mengira makan nasi daging sapi bisa menumbuhkan rambut hitam—andai saja benar, buat kami yang mulai botak!” dan “Semoga rambut para pekerja bisa tumbuh sekuat nasi ini—liar dan tak menyerah!”

Reporter: Tang Zixuan, laporan kompilasi / Editor: Li Quan

Pidato Kenegaraan Trump Umumkan : Zaman Keemasan Amerika Serikat Telah Tiba

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa (24 Februari) malam kembali memecahkan rekor dengan menyampaikan pidato kenegaraan terpanjang dalam sejarah. 

Selama hampir dua jam, Trump tampil penuh energi, menggambarkan cetak biru besar tentang kemakmuran ekonomi dan diplomasi berbasis kekuatan, serta berjanji akan menggantikan pajak penghasilan pribadi dengan tarif dan memastikan setiap warga Amerika memiliki rekening pensiun mirip 401(k)—sekaligus menabuh genderang menuju pemilu paruh waktu 2026.

 “Kurang dari lima bulan lagi, negara kita akan merayakan tonggak bersejarah dalam sejarah Amerika—ulang tahun ke-250 kemerdekaan Amerika Serikat. Pada 4 Juli tahun ini (Hari Kemerdekaan), kita akan merayakan negara paling luar biasa dan paling unggul di bumi ini yang telah menempuh dua setengah abad kebebasan dan kemenangan, kemajuan dan pembebasan. Namun ini baru permulaan. Kita akan menjadi semakin baik dan semakin baik. Inilah zaman keemasan Amerika,” katanya. 

Pada Selasa malam itu, Trump menghabiskan 1 jam 48 menit, mencatatkan pidato kenegaraan terpanjang dalam sejarah Amerika.

Dalam satu jam pertama, ia menggunakan bahasa yang hidup dan jenaka untuk menekankan capaian ekonomi—mulai dari pemotongan pajak, penurunan harga barang, hingga penurunan harga obat, serta berbagai manfaat kesejahteraan bagi rakyat.

Trump berkata:  “Kami (Amerika Serikat) sedang menghasilkan banyak uang. Tidak ada inflasi, ekonomi tumbuh pesat. Inilah yang oleh Donald Trump disebut sebagai ‘ekonomi yang benar’.”

Trump menyatakan bahwa tarif telah membawa pendapatan dan investasi besar bagi Amerika. Perjanjian dagang yang ditandatangani ulang setelah penerapan tarif membuat kedua pihak merasa diuntungkan, termasuk negara-negara yang sebelumnya memiliki defisit perdagangan besar.

Trump menambahkan:  “Seiring waktu, saya yakin tarif yang dibayarkan oleh negara asing akan—seperti di masa lalu—sebagian besar menggantikan sistem pajak penghasilan modern, sehingga secara signifikan meringankan beban ekonomi orang-orang yang saya cintai (rakyat Amerika).”

Ia juga mengemukakan visi ‘tarif menggantikan pajak penghasilan pribadi’, dengan tujuan menjadikan Amerika sebagai negara makmur di mana warga tidak lagi perlu membayar pajak penghasilan. Pada saat yang sama, ia mengumumkan jaminan pensiun bagi mereka yang belum memiliki rekening pensiun 401(k).

Trump berkata:  “Tahun depan, pemerintahan saya akan menyediakan—bagi para pekerja Amerika yang terlupakan, orang-orang hebat yang membangun negara ini—rencana pensiun yang sama dengan yang dimiliki seluruh pegawai federal. Kami akan mencocokkan iuran Anda hingga 1.000 dolar AS per tahun.”

Terkait imigrasi, Trump mengundang para “ibu malaikat” sebagai tamu kehormatan, berjanji memperketat deportasi imigran ilegal, sekaligus menyambut imigran legal.

Dalam pidato tersebut, Trump menegaskan pendekatan “perdamaian melalui kekuatan”: militer yang kuat mampu mencegah musuh. Mengenai Iran, ia menekankan bahwa Teheran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan tidak seharusnya menindas warganya, sembari menegaskan bahwa diplomasi tetap menjadi pilihan utama Amerika.

Trump menegaskan:  “Tidak boleh ada negara yang meragukan tekad Amerika Serikat. Kami memiliki militer terkuat di bumi. Pada masa jabatan pertama saya, saya telah membangun kembali militer, dan kami akan terus melakukannya. Anggaran hingga triliunan dolar membuktikannya. Kami tidak punya pilihan lain. Kami harus kuat.”

Sepanjang pidato, klimaks demi klimaks dan kejutan terus bermunculan. (Hui)

Fakta-fakta Sebelum Petunjukan Shen Yun di Australia, Saat Ancaman Bom dari Partai Komunis Tiongkok Menyebabkan Evakuasi Darurat PM Albanese  

EtIndonesia. Pada 24 Februari, akibat menerima ancaman bom dari Partai Komunis Tiongkok, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dievakuasi secara darurat dari kediaman resminya di ibu kota Canberra. Sejumlah pejabat tinggi Australia lainnya juga menghadapi ancaman serupa. Sebelumnya, pihak berwenang setempat menerima surel ancaman pembunuhan yang menuntut pembatalan pertunjukan Shen Yun Performing Arts. Insiden ini menarik perhatian media arus utama internasional. Berikut laporan wartawan NTD.

“Ancaman pembunuhan terjadi beberapa hari sebelum jadwal pertunjukan Shen Yun di Amerika Serikat. Shen Yun adalah kelompok seni tari klasik Tiongkok dan musik tradisional yang bermarkas di New York, dan selama bertahun-tahun telah menjadi target penindasan lintas negara oleh PKT,” demikian reporter NTD

Sebuah surel berbahasa mandarin yang diterima pada 10 Februari mengancam bahwa “jika pertunjukan Shen Yun tetap berlangsung, Anthony Albanese akan celaka,” serta mengancam keselamatan pribadi seluruh pejabat tinggi Australia lainnya. 

Pada 22 Februari, surel kedua menyatakan:  “Sejumlah besar bahan peledak nitrogliserin telah ditempatkan di Kantor Perdana Menteri di Adelaide Avenue, kawasan Deakin, Canberra. Jika Shen Yun tetap tampil, kantor perdana menteri akan diledakkan hingga menjadi puing berdarah.”

Perdana Menteri Albanese pada Selasa malam (24 Februari) dievakuasi dari kediamannya di Canberra karena ancaman keamanan, dan kembali beberapa jam kemudian setelah tidak ditemukan hal mencurigakan.

Pihak kepolisian menyatakan telah melakukan penggeledahan menyeluruh, namun tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.

Asosiasi Falun Dafa Australia mengeluarkan pernyataan bahwa seluruh ancaman telah dilaporkan kepada badan keamanan nasional dan penegak hukum Australia. Mereka memuji langkah-langkah yang diambil untuk menjamin keselamatan publik serta melindungi pejabat terpilih—termasuk perdana menteri—dan menegaskan bahwa pertunjukan Shen Yun di Australia akan berlangsung aman dan lancar.

Jurnalis senior Tang Hao mengatakan:  “Shen Yun menghidupkan kembali di panggung Tiongkok sebelum dikuasai komunisme. Penonton langsung memahami bahwa Partai Komunis telah merusak peradaban dan bangsa Tionghoa, serta menyadari bahwa PKT adalah organisasi teroris yang anti-peradaban, anti-kemanusiaan, dan anti-moral. Inilah alasan utama mengapa PKT takut pada Shen Yun.”

Ketua Global Tuidang Service Center Wang Zhiyuan menyatakan:  “PKT bahkan menggunakan ancaman semacam ini di negara-negara bebas di komunitas internasional, langsung mengintimidasi kepala pemerintahan suatu negara. Ini membuat orang bisa membayangkan betapa besarnya ancaman yang dihadapi kelompok Falun Gong dan komunitas beriman di Tiongkok daratan selama lebih dari 20 tahun.”

Beberapa minggu sebelumnya, para pemimpin di Inggris, Korea Selatan, dan Denmark juga menerima ancaman dengan redaksi serupa, termasuk ancaman terhadap penonton dan pengelola lokasi pertunjukan. Namun, tidak terjadi insiden berbahaya.

Tang Hao menambahkan:  “Trik-trik ini sering kali penuh celah, sehingga orang langsung tahu itu ulah PKT.”

Wang Zhiyuan mengatakan:  “Metode ‘perang tanpa batas’ PKT justru akan memicu dunia untuk membersihkan PKT. Membubarkan PKT adalah tanggung jawab bersama umat manusia. Saya menyerukan masyarakat dunia untuk berpartisipasi dalam petisi “End CCP” yang diluncurkan oleh Pusat Layanan Tuidang di seluruh dunia, menggunakan tanda tangan untuk mendukung upaya pembubaran PKT dan pembersihan komunisme.”

Wartawan menambahkan:  Menurut statistik Falun Dafa Information Center, sejak Maret 2024, lebih dari 130 surel ancaman pembunuhan dan bom yang menargetkan Shen Yun telah diterima oleh individu dan lembaga terkait. Selain itu, terdapat puluhan surel ancaman kekerasan yang secara langsung menargetkan pejabat dan lembaga Amerika Serikat yang mendukung Falun Gong.

Reporter New Tang Dynasty Television Yu Liang dan Ying Xiang, melaporkan dari New York.

Berlakukan Tarif Baru, Kepala Perwakilan Dagang Amerika Serikat : Selidiki Praktik Perdagangan Tidak Adil per Negara

Menanggapi tarif sementara baru yang diberlakukan Presiden Donald Trump, Perwakilan Dagang Amerika Serikat (AS) atau (US Trade Representative/USTR) Jamieson Greer pada Rabu (25 Februari) mengatakan dalam wawancara dengan Fox Business bahwa pihaknya akan meluncurkan penyelidikan berdasarkan Pasal 301 terhadap masing-masing negara untuk menilai apakah terdapat praktik perdagangan yang tidak adil. Ia juga menegaskan bahwa tarif terhadap Tiongkok tidak berubah.

EtIndonesia. Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS pada Selasa (24 Februari) mengumumkan bahwa, sesuai perintah eksekutif yang dirilis Presiden Trump pekan lalu, selain produk yang dikecualikan, semua barang impor akan dikenai tambahan bea ad valorem sebesar 10%.

Berdasarkan Pasal 122, presiden memiliki kewenangan untuk mengenakan tarif baru hingga 150 hari guna mengatasi “defisit neraca pembayaran internasional yang besar dan serius” serta “masalah mendasar dalam sistem pembayaran internasional”.

Menteri Keuangan AS Scott Bessant (kanan) dan Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer mengadakan konferensi pers di Jenewa pada 12 Mei 2025, merinci “kemajuan substansial” yang dicapai setelah dua hari pertemuan tertutup antara pejabat senior AS dan Tiongkok yang bertujuan untuk mengakhiri perang tarif yang menghancurkan. (FABRICE COFFRINI/AFP melalui Getty Images)

 “Kabar baiknya adalah, hampir semua negara dan perusahaan ingin mempertahankan kesepakatan yang telah dicapai. Karena mereka tahu, sebagai presiden saya memiliki kewenangan hukum; jika perjanjian dinegosiasikan ulang, tarif bisa menjadi lebih tinggi. Karena itu, mereka akan terus mengikuti jalur sukses yang telah kita sepakati sebelum Mahkamah Agung ikut campur,” kata Trump. 

Perintah eksekutif tarif terbaru menyebutkan bahwa defisit neraca pembayaran internasional AS tercermin antara lain pada defisit perdagangan barang tahunan sebesar 1,2 triliun dolar AS dan defisit transaksi berjalan sekitar 4% dari PDB.

Sebagian ekonom dan pengacara perdagangan menilai tarif baru ini berpotensi kembali digugat secara hukum. Menanggapi hal itu, Greer mengatakan kepada Fox Business bahwa Pasal 122 hanyalah mekanisme transisi untuk menjembatani penerapan Pasal 301.

Greer menyatakan:  “Pasal 301 memberi wewenang kepada Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat untuk menyelidiki praktik perdagangan tidak adil secara per negara, dan kami telah menemukan banyak praktik semacam itu.”

Ia menambahkan bahwa penyelidikan Pasal 301 akan dimulai dalam beberapa hari atau minggu ke depan, kemudian dilanjutkan dengan dengar pendapat, dan akhirnya konsultasi dengan mitra dagang.

Greer berkata:  “Itulah yang dimaksud Presiden Trump. Ini adalah proses publik yang sangat rinci, yang memungkinkannya menetapkan langkah tarif yang sangat berkelanjutan berdasarkan hukum yang berlaku.”

Pada Selasa, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengeluarkan pernyataan yang mendesak AS untuk menghentikan “tarif sepihak” dan menyatakan kesediaan untuk mengadakan putaran baru perundingan dagang dengan AS.

Menanggapi hal tersebut, Greer mengatakan bahwa tarif terhadap Tiongkok tetap tidak berubah, dipertahankan pada kisaran 35% hingga 50%, dengan tarif spesifik bergantung pada jenis barang. Diperkirakan pada akhir Maret atau awal April, selama kunjungan Presiden Trump ke Tiongkok, kedua pihak juga akan membahas perpanjangan kesepakatan gencatan tarif antara kedua negara. (Hui)

Reporter New Tang Dynasty Television: Wang Ziyi, melaporkan dari Amerika Serikat.

Seorang Pria yang Diserang Anjing Secara Tak Terduga Selamat Berkat Ledakan Ponsel di Sakunya

EtIndonesia. Seorang pria di Brasil yang diserang secara brutal oleh dua anjing besar mengklaim bahwa dia selamat hanya berkat ledakan ponsel di sakunya.

Ponsel yang meledak di saku celana hampir tidak pernah menjadi hal yang baik, tetapi dalam situasi yang sangat spesifik, hal itu benar-benar dapat menyelamatkan nyawa. Contohnya, sebuah kisah aneh dari Cascavel, di negara bagian Paraná, Brasil, di mana seorang pria setempat bernama Reinaldo baru-baru ini diserang oleh dua anjing dalam perjalanan ke tempat kerjanya.

Reinaldo, seorang mekanik mobil, sedang berjalan ke tempat kerjanya awal bulan ini ketika dia dicegat oleh dua anjing besar. Sebelum dia menyadari bahaya yang dihadapinya, pria itu telah melawan anjing-anjing ganas tersebut dan berjuang untuk hidupnya.

“Salah satu dari mereka menyerang tenggorokan saya. Saya memukulnya, tetapi kemudian dia mencoba menggigit kaki saya, tetapi hanya mengenai ponsel di saku saya, dan baterainya meledak. Itu berbahaya, tetapi menyelamatkan saya. Itu aneh,” kenang Reinaldo. “Ponsel ini baru berumur 20 hari, tetapi telah menyelamatkan hidup saya.”

Ledakan ponsel itu membakar celana pendek mekanik muda tersebut dan menyebabkan luka bakar di kakinya, tetapi juga mengejutkan anjing-anjing agresif itu, yang memberi Reinaldo waktu berharga. Dia berhasil melarikan diri dan menghubungi polisi.

Meskipun mengalami kejadian yang mengancam jiwa, pria Brasil itu memutuskan untuk tidak mengajukan tuntutan terhadap pemilik anjing-anjing tersebut, karena mereka telah meminta maaf kepadanya atas kejadian itu dan setuju untuk menanggung biaya perawatan medis dan kerusakan ponsel pintar tersebut. (yn)

Apakah Pengembangan AI Tiongkok Sepenuhnya Didasarkan pada “Pencurian”? DeepSeek Menggunakan Chip Nvidia Blackwell

EtIndonesia. Industri AI global berkembang pesat, namun teknologi terdepan Amerika Serikat justru menjadi sasaran. Baru-baru ini, sebuah model AI pembuat video diduga melakukan pelanggaran besar terhadap hak kekayaan intelektual. Selain itu, perusahaan AI AS menuduh tiga perusahaan AI Tiongkok melakukan “distilasi model” secara masif. 

Berikut laporan langsung dari koresponden NTD di Washington, Zhang Liang.

Zhang Liang (NTD)

Setelah Disney, Motion Picture Association pada 22 Februari 2026 mengirimkan surat yang menuduh perusahaan Tiongkok ByteDance. Model AI pembuat video yang baru  ByteDance, Seedance 2.0, dituding dengan sengaja mencuri kekayaan intelektual dan melakukan “pelanggaran sistematis”.

Model tersebut membuka karakter dari berbagai waralaba—termasuk Star Wars dan Marvel—sebagai materi gratis yang diperlakukan seolah-olah berada di domain publik, sehingga memicu ketidakpuasan besar industri film dan televisi Amerika. Raksasa Hollywood seperti Paramount Pictures, Warner Bros., dan Sony disebut sebagai pihak yang dirugikan.

Selain itu, perusahaan-perusahaan Tiongkok juga dituduh memanfaatkan teknik yang dikenal sebagai “distilasi model” untuk melatih model mereka sendiri.

Perusahaan AI Anthropic menuduh tiga perusahaan AI Tiongkok—termasuk MiniMax—membuat sekitar 24.000 akun palsu untuk mengeruk data keluaran dari model Claude dalam skala besar. Langkah ini disebut memungkinkan perusahaan Tiongkok menghindari pembatasan ekspor chip canggih AS dan melatih model mereka sendiri.

CEO Anthropic, Dario Amodei, menulis bahwa teknologi AI berbahaya dan tidak seharusnya dijual kepada PKT, karena dapat dimanfaatkan untuk membangun negara pengawasan totaliter.

Sementara itu, OpenAI baru-baru ini menyerahkan memo kepada Komite Khusus DPR AS tentang PKT (House Select Committee on the CCP), yang secara langsung menuding perusahaan Tiongkok DeepSeek melakukan pencurian teknologi.

Menurut laporan Reuters, model terbaru DeepSeek yang akan dirilis diduga dilatih menggunakan chip NVIDIA Blackwell yang berada di bawah pembatasan ekspor AS. 

Komentar Bloomberg menilai bahwa kemampuan DeepSeek mencapai hasil mencengangkan dengan biaya sangat rendah bukan karena terobosan algoritmik, melainkan karena mencuri model-model canggih AS—yang menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan nasional dan keunggulan kompetitif Amerika Serikat. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

AS Menuntut Kesepakatan Nuklir Tanpa Batas Waktu dengan Iran ‘Seumur Hidup’

EtIndonesia. Perwakilan khusus Donald Trump, Steve Witkoff, mengatakan dalam pertemuan pribadi bahwa setiap kesepakatan dengan Iran harus memberlakukan batasan permanen pada program nuklir Teheran, menurut Axios.

“Kita mulai dengan Iran dengan premis bahwa tidak ada ketentuan batas waktu. Terlepas dari apakah kita mencapai kesepakatan atau tidak, premis kita adalah: Anda harus berperilaku baik seumur hidup Anda,” kata Witkoff dalam pertemuan dengan para donor AIPAC pada 24 Februari di Washington, menurut sumber yang mengutip pernyataannya.

Perwakilan khusus itu juga mengatakan bahwa negosiasi AS-Iran saat ini berfokus pada isu-isu nuklir.

Namun, bahkan jika kesepakatan tercapai, pemerintahan Trump ingin mengadakan negosiasi tambahan tentang program rudal Iran dan dukungannya terhadap milisi proksi.

Pada tahap ini, kata Steve Witkoff, AS ingin negara-negara lain di kawasan itu juga bergabung dalam negosiasi.

Dia mengklarifikasi bahwa selama pembicaraan saat ini, isu-isu kunci adalah kemampuan Iran untuk memperkaya uranium dan nasib persediaan uranium yang diperkaya yang dimiliki negara tersebut.

Selain itu, pekan lalu, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan dalam sebuah wawancara dengan CBS News bahwa Iran dapat menandatangani kesepakatan terbaik yang akan menjamin program nuklir negara tersebut akan tetap damai selamanya.

Apa lagi yang diketahui?

Tuntutan Iran untuk melanjutkan pengayaan uranium di wilayahnya sendiri tetap menjadi salah satu hambatan utama dalam negosiasi.

Menurut pejabat AS, Presiden Donald Trump mungkin tidak akan menentang pengayaan uranium simbolis oleh Iran — tetapi hanya jika Iran membuktikan bahwa Trump tidak akan mengizinkan mereka mengembangkan senjata nuklir.

Para pejabat juga mengatakan bahwa Teheran berada di bawah tekanan kuat dari Oman, Qatar, Mesir, dan Turki untuk mencapai kesepakatan dengan Amerika Serikat yang akan mencegah perang.

Pada saat yang sama, banyak pejabat di Washington dan kawasan tersebut tetap skeptis tentang kemungkinan tercapainya hasil tinggi yang ditetapkan oleh Trump.

Apa yang akan terjadi dan apa yang terjadi sebelumnya

Pertemuan baru antara utusan Donald Trump — Steve Witkoff dan Jared Kushner — dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi diperkirakan akan berlangsung pada hari Kamis, 26 Februari, di Jenewa. Mereka dilaporkan akan membahas proposal kesepakatan nuklir Iran.

Sebuah sumber yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa kepemimpinan politik Iran telah menyetujui proposal ini, tetapi tidak jelas apakah Iran telah secara resmi mengirimkannya ke AS.

Pertemuan Jenewa kemungkinan akan menjadi kesempatan terakhir untuk terobosan diplomatik. Pesan yang dibawa Kushner dan Witkoff kembali kepada Trump dapat secara signifikan memengaruhi keputusan presiden tentang apakah akan melanjutkan negosiasi atau memerintahkan kampanye militer terhadap Iran.

Axios juga mengingatkan bahwa berdasarkan perjanjian 2015 — yang kemudian ditarik oleh Trump — sebagian besar pembatasan pada program nuklir Iran akan berakhir dalam waktu 8–25 tahun setelah penandatanganannya.

Ancaman perang dengan Iran

Baru-baru ini, kantor berita Reuters melaporkan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk memengaruhi Iran. Skenario tersebut mencakup serangan presisi dan strategi yang lebih luas untuk perubahan rezim.

Kemudian, media yang sama mengetahui bahwa Iran siap untuk membuat konsesi terkait program nuklirnya — tetapi sebagai imbalan atas pencabutan sanksi dan pengakuan haknya untuk memperkaya uranium.(yn)

Tren Penurunan Berat Badan Aneh Membuat Orang Menggunakan Plastik Pembungkus Makanan sebagai Pelindung Mulut

EtIndonesia. Sebuah trik makan viral membuat orang melapisi mulut mereka dengan plastik pembungkus makanan untuk menipu tubuh mereka agar berpikir bahwa mereka sedang makan, tetapi tanpa bersentuhan dengan makanan.

Ada trik penurunan berat badan viral baru yang menyebar di media sosial Tiongkok, dan ini sangat aneh. Anak muda menutupi mulut mereka dengan plastik pembungkus makanan untuk mencegah kalori bersentuhan dengan tubuh mereka. Kemudian mereka berpura-pura mengunyah makanan dengan kuat melalui plastik pembungkus makanan, sebelum mengeluarkan makanan dan membuangnya.

Premis dari tren aneh ini cukup sederhana. Plastik pembungkus makanan bertindak sebagai semacam pelindung mulut yang mencegah Anda mengonsumsi kalori, sementara pada saat yang sama memungkinkan Anda untuk menipu otak Anda agar berpikir bahwa dia akan menerima nutrisi. Ini diduga membantu Anda merasa kenyang tanpa benar-benar mengonsumsi kalori.

Namun, para kritikus tren ini menunjukkan bahwa hanya mensimulasikan makan tidak memberikan energi atau nutrisi kepada tubuh dan bahkan dapat meningkatkan keinginan makan dari waktu ke waktu.

Para ahli memperingatkan bahwa tren baru ini memiliki semua tanda-tanda krisis kesehatan besar, karena mendorong perilaku yang dapat menyebabkan gangguan makan serius seperti bulimia dan anoreksia, karena hal itu membuat otak mendapatkan kesenangan dari rasa dan tekstur makanan tanpa kalori.

Mereka yang terlibat dalam trik penurunan berat badan aneh ini juga berisiko menelan sejumlah besar mikroplastik, karena mengunyah bungkus plastik pasti akan melepaskan potongan-potongan kecil plastik yang bercampur dengan air liur dan berakhir di sistem pernapasan dan pencernaan, menyebabkan berbagai macam komplikasi.

Meskipun makan bungkus plastik awalnya hanya eksperimen aneh, hal itu dengan cepat berkembang menjadi tren internet yang lengkap, mengumpulkan jutaan tayangan dan memicu perdebatan sengit.

Untuk tren penurunan berat badan yang lebih berbahaya, lihat suntikan pelarut lemak yang dijual secara online sebagai perawatan penurunan berat badan cepat, atau alat eksperimental ini yang memungkinkan Anda mengunci rahang Anda sehingga Anda tidak dapat mengunyah apa pun.(yn)

Awan Perang AS–Iran Menggumpal, Zhongnanhai Mainkan “Strategi Dua Tangan”

EtIndonesia. Situasi antara Amerika Serikat dan Iran meningkat tajam. Sejumlah media internasional menilai konflik AS–Iran mungkin telah memasuki titik kritis. Di tengah ancaman perang yang kian nyata, Beijing secara terbuka menyerukan “dialog dan pengekangan diri”. Namun para pengamat menilai, pernyataan publik Partai Komunis Tiongkok tidak sepenuhnya sejalan dengan kalkulasi strategis sebenarnya.

Menurut laporan media, Amerika Serikat telah mengerahkan sedikitnya dua kelompok tempur kapal induk beserta kekuatan udara besar ke Timur Tengah—dinilai sebagai salah satu pengerahan militer terbesar sejak Perang Irak. 

Pada saat yang sama, pemerintah AS memerintahkan seluruh personel non-esensial untuk meninggalkan Kedutaan Besar AS di Beirut. Sementara itu, Iran menggelar latihan militer dan secara terbuka menyatakan telah siap berperang.

Kedua pihak berada di ambang bentrokan.

Seperti biasa, Beijing menyerukan “perdamaian” dan “komunikasi”. Pernyataan terbaru Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebutkan: “Kami berharap semua pihak menyelesaikan perbedaan melalui dialog dan bersama-sama menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.”

Namun, perhitungan Beijing tampak jauh lebih kompleks daripada pernyataan resminya.

Peneliti Institut Riset Pertahanan dan Keamanan Taiwan, Shen Mingshi, menganalisis bahwa Beijing sebenarnya tidak menginginkan rekonsiliasi sejati antara AS dan Iran. Kepentingan intinya adalah mempertahankan “Iran yang tidak runtuh”.

“Mempertahankan Iran yang kuat untuk menahan pengaruh Amerika Serikat di Timur Tengah adalah yang paling menguntungkan bagi Beijing. Baik terhadap Hizbullah di Lebanon, Houthi di Yaman, bahkan Hamas terhadap Israel, Iran memiliki pengaruh. Karena itu, (PKT) akan mendukung rezim Iran secara diplomatik dan ekonomi,” katanya. 

Wakil profesor Departemen Diplomasi dan Hubungan Internasional Universitas Tamkang, Zheng Qinmo, menunjukkan bahwa Iran merupakan simpul penting dalam strategi global Xi Jinping.

Zheng Qinmo mengatakan: “Tujuan utamanya adalah menarik sumber daya strategis Barat agar terkonsentrasi di Timur Tengah, sehingga PKT bisa menjalankan ambisi hegemoninya secara global. Jika rezim teokrasi Iran runtuh, Beijing akan kehilangan pijakan geopolitik penting di Timur Tengah.”

Yang lebih krusial adalah energi. Iran memiliki cadangan minyak terbukti terbesar ketiga di dunia.

Zheng Qinmo menambahkan: “Jika rezim Iran runtuh dan Amerika Serikat mengambil alih kendali ekspor minyak Iran, maka pengaruh AS dalam politik energi global bisa melampaui 80 persen. Ini akan sangat melemahkan kemampuan PKT untuk melancarkan perang atau agresi di berbagai kawasan dunia.”

Selain itu, menurut Zheng, proyek yang didorong AS dan Eropa, yakni “Koridor Ekonomi India–Timur Tengah–Eropa”, bisa dipercepat, yang selanjutnya akan melemahkan inisiatif Belt and Road Initiative Beijing.

Zheng Qinmo berkata: “Yang terpenting, Timur Tengah yang perlahan bergerak menuju kebebasan, kemakmuran, dan keterbukaan sama sekali tidak sesuai dengan kepentingan PKT. Ini akan sangat mengurangi kemampuannya memanipulasi konflik etnis di kawasan. Bagi ambisi PKT untuk memanfaatkan kekacauan dan mendominasi dunia, ini merupakan pukulan besar.”

Dalam situasi seperti ini, Beijing menerapkan apa yang disebut Shen Mingshi sebagai “strategi dua tangan”.

Shen Mingshi menjelaskan: “Beijing tidak berani secara terbuka memprovokasi Amerika Serikat. Di hadapan AS, mereka mengatakan tidak berpihak pada Iran dan menyerukan perdamaian; tetapi di balik layar, mereka memberikan dukungan ekonomi dan diplomatik kepada Iran agar rezimnya tidak runtuh.”

Lalu, apakah PKT benar-benar mampu menengahi krisis Iran?

Zheng Qinmo menilai, persoalannya bukan pada kemauan, melainkan pada ketidakmampuan.

Ia menganalisis bahwa krisis Iran bersumber dari keruntuhan ekonomi struktural di bawah sistem otoriter. Inflasi yang tak terkendali dan penindasan politik jangka panjang memperparah konflik sosial dan memicu perebutan pengaruh kekuatan besar. 

Rusia terjerat perang Rusia–Ukraina dan tak mampu mengalihkan perhatian; Amerika Serikat dan Israel hampir pasti mendominasi situasi kawasan. Bahkan jika PKT ingin campur tangan, ia dibatasi oleh perlambatan ekonomi dan tekanan politik internalnya sendiri.

Zheng Qinmo mengatakan: “Sistem otoriter seperti ini pasti berujung pada keruntuhan sosial-ekonomi. Bagi PKT saat ini, di tengah geopolitik Timur Tengah dan ketika Rusia pada dasarnya tak mampu campur tangan, mencoba sendirian melawan Amerika Serikat adalah seperti melempar telur ke batu.”

Karena itu, Zheng menilai Beijing hanya bisa bermain di tepi sanksi internasional, mengibarkan panji “perdamaian” dan “kemanusiaan” untuk memberi dukungan ganda—sipil dan militer—kepada Iran.

Para pengamat menunjukkan bahwa pola “secara terbuka mendorong rekonsiliasi, diam-diam membiarkan eskalasi” ini terlihat serupa—dari Iran, perang Rusia–Ukraina, hingga isu Semenanjung Korea.

Sejumlah pejabat Barat pernah menyebut PKT sebagai salah satu “pendorong kunci” perang Rusia–Ukraina. Menteri Luar Negeri Jerman juga secara terbuka mengkritik Beijing karena mendukung mesin perang Rusia.

Zheng Qinmo menyimpulkan bahwa PKT tengah berupaya mendorong revolusi otoritarianisme secara global. Bahkan jika situasi Iran berubah, Beijing tidak akan berhenti menciptakan kekacauan strategis di kawasan lain. Sifat rezim seperti ini menentukan bahwa PKT tidak mungkin menjadi pendorong sejati bagi perdamaian. (Hui)

Sumber : NTDTV.com

Hukum Truk Sampah

EtIndonesia. Suatu hari, saya naik taksi untuk menuju bandara. Saat mobil kami sudah berada di jalur yang benar, tiba-tiba sebuah sedan hitam melaju keluar dari tempat parkir dan langsung memotong jalan di depan kami.

Sopir taksi saya segera menginjak rem. Mobil meluncur sedikit dan berhenti tepat waktu. Jarak antara kedua mobil itu mungkin hanya tersisa beberapa inci saja!

Pengemudi mobil hitam itu menoleh dengan marah dan berteriak-teriak ke arah kami.

Namun sopir taksi saya hanya tersenyum dan melambaikan tangan dengan ramah.

Saya heran dan bertanya: “Mengapa Anda bereaksi seperti itu? Orang itu hampir saja merusak mobil Anda, bahkan bisa membuat kita celaka dan masuk rumah sakit!”

Sopir taksi itu lalu menjelaskan sesuatu yang hingga kini saya sebut sebagai “Hukum Truk Sampah”.

Dia berkata:  “Banyak orang hidup seperti truk sampah. Mereka berkeliaran membawa tumpukan ‘sampah’—dipenuhi frustrasi, kemarahan, dan kekecewaan. Ketika sampah itu semakin menumpuk, mereka perlu tempat untuk membuangnya.”

“Kadang-kadang, kitalah yang kebetulan berada di sana. Lalu mereka melemparkan sampah itu kepada kita. Jadi jangan dimasukkan ke hati. Tersenyumlah, lambaikan tangan, doakan yang baik untuk mereka, lalu lanjutkan perjalananmu.”

“Jangan sekali-kali menyebarkan sampah itu kepada rekan kerja, keluarga, atau orang lain yang tidak bersalah.”

Intinya adalah: orang yang sukses tidak membiarkan “truk sampah” mengendalikan satu pun hari dalam hidupnya.

Hidup ini terlalu singkat. Jangan bangun di pagi hari dengan membawa penyesalan atau kemarahan.

Maka… Perlakukanlah dengan baik mereka yang memperlakukanmu dengan hormat. Dan tak perlu menghabiskan energi untuk mereka yang gemar mencari masalah.

Dalam hidup, hanya 10% yang terjadi di luar kendali kita. 90% sisanya ditentukan oleh bagaimana kita meresponsnya.

Jalani hari yang indah—tanpa sampah.

Karena benih yang kamu tanam hari ini, akan menentukan hasil yang kamu tuai esok hari.

Hikmah Cerita

Hukum Truk Sampah adalah gambaran yang sangat kreatif tentang kehidupan.

Dalam berbagai pelatihan kepemimpinan dan kerja tim, sering dijelaskan bahwa pikiran negatif itu seperti “membuang sampah” atau “menyuntikkan racun”. Sekuat apa pun sebuah tim, jika ada satu orang yang terus-menerus membawa energi negatif, lambat laun tim itu bisa runtuh.

Kebebasan sejati bukan berarti bertindak semaunya, melainkan mampu mengendalikan diri sendiri.

Dalam kehidupan, selalu ada “orang-orang pembawa sampah” yang berkeliaran. Mereka berbuat salah tetapi tetap merasa paling benar, bahkan memarahi orang lain. Jika kita mencoba berdebat dengan mereka, sering kali justru kita yang terluka.

Karena dalam pola pikir mereka, merekalah pusat kebenaran. Semua orang harus mengikuti kehendaknya.

Menghadapi orang seperti ini, ada dua pilihan: Jika kita cukup kuat, kita bisa menunjukkan batas dengan tegas. Namun jika tidak, lebih bijak untuk menjaga jarak dan tidak terlibat, agar tidak menambah luka.

Ingatlah satu hal: Orang yang terus-menerus berbuat tidak benar pada akhirnya akan menuai akibatnya sendiri.

Dan ketika waktunya tiba, mereka akan menyadari bahwa tidak semua orang bisa dijadikan tempat membuang sampah.