Video Gelombang Tuntutan Upah Ketika Meledak Jelang Tahun Baru di Tiongkok, Situasi di Berbagai Daerah Dinilai Semakin Serius
EtIndonesia. Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek tradisional, berbagai wilayah di Tiongkok daratan dilanda gelombang besar tuntutan pembayaran upah. Situasi tahun ini disebut-sebut jauh lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, sebagian pekerja nekat melakukan tindakan ekstrem demi menuntut hak mereka, memicu perhatian luas dari masyarakat.
Memasuki akhir tahun 2026, berbagai sektor seperti konstruksi, manufaktur, layanan kesehatan, hingga transportasi umum secara bersamaan terseret masalah tunggakan gaji. Kasus-kasus ini dilaporkan terjadi di lebih dari sepuluh provinsi dan kota, termasuk Tianjin, Guangdong, dan Shaanxi.
Banyak pekerja mengepung kantor perusahaan, pabrik, hingga lokasi proyek konstruksi untuk menuntut pembayaran upah. Ada pula yang memanjat atap gedung atau menara derek di lokasi proyek, mengancam akan melompat sebagai bentuk tekanan agar gaji mereka segera dibayarkan.


Di Shanxi, seorang pekerja migran yang gagal mendapatkan upahnya dilaporkan membunuh satu keluarga majikannya. Di Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, seorang kontraktor yang tidak menerima pembayaran proyek nekat membakar dirinya sendiri di lokasi proyek. Sementara di Huian, Fujian, sejumlah pekerja yang tak kunjung menerima gaji membakar gudang milik perusahaan yang menunggak upah.
Pembangkang politik Tiongkok, Chen Siming, mengatakan bahwa fenomena ini telah berlangsung bertahun-tahun.
“Sudah banyak kasus orang melompat dari gedung, minum pestisida, bahkan ada yang pada malam Tahun Baru tidak punya uang untuk membeli tiket pulang kampung karena tidak menerima gaji. Semua ini akibat upah yang tidak dibayarkan. Pemerintah terlalu fokus pada proyek-proyek pencitraan dan mengejar angka PDB, meluncurkan banyak proyek yang tidak memberi manfaat sosial, hanya manfaat politik, sehingga menumpuk utang dalam jumlah besar,” ujarnya
西安农民工跪地讨薪,却被中共污名化“恶意讨薪”。
— 邓丽婷是茉露 (@DengMolu104) February 13, 2026
中国平民一天为生存付出的时间最长最累,讨工资最难,辛苦付出得不到应有的回报,大头被中共和企业榨干,拿到手的利益只能勉强填饱肚子,这是持续七十几年的人道灾难之一。 pic.twitter.com/75Ef4zAYVj
到年底了,这样的事情只会越来越多
— 依琴 (@xctwy543808) February 8, 2026
重庆,人矿过不了年关,恶意讨薪不成直接烧了欠薪者的房子!😲 pic.twitter.com/2uzKFW64WA
2月12日,福建泉州惠安,打工者3天讨不到工钱,睡了3天桥洞,没钱吃饭没钱买车票回家,一把火把欠薪企业4万平方米仓库烧了,估计损失40亿。 pic.twitter.com/V5Z8WPd2aA
— 英国伦敦阳光农场 (@sunshinefarmuk) February 13, 2026
Sejumlah analis menilai bahwa kondisi ekonomi tahun ini sangat berat. Bahkan banyak perusahaan milik negara juga mengalami penunggakan gaji. Beberapa proyek yang dipimpin pemerintah daerah atau BUMN terhenti atau mangkrak. Rantai pembayaran proyek pun tersendat, sehingga kontraktor dan pekerja migran tidak menerima upah mereka.
Chen Siming menambahkan, “Saya rasa bukan karena mereka tidak mau membayar pekerja, tetapi memang tidak mampu membayar karena sudah tidak punya uang. Banyak proyek mangkrak akibat kebijakan yang sembarangan dan tidak terencana. Mustahil setiap proyek mangkrak bisa menjamin hak-hak pekerja.”
Pemimpin redaksi media sekaligus mantan pendiri organisasi nirlaba (NPO) di Shenzhen, Ai Shicheng, menyatakan bahwa sejak era Hu Jintao dan Wen Jiabao, akhir tahun memang selalu menjadi periode rawan tuntutan upah. Namun beberapa tahun terakhir situasinya semakin serius.
“Bukan hanya pekerja migran biasa yang menuntut upah, masalah ini sudah merambah hingga ke lembaga-lembaga yang berada di pinggiran sistem pemerintahan, terutama pekerja kebersihan, bahkan kelompok guru,” katanya.
Ia juga menyoroti bahwa antarinstansi pemerintah sering saling melempar tanggung jawab, sehingga pekerja kesulitan mencari perlindungan hukum dan berada dalam situasi tanpa jalan keluar. Hal ini, menurutnya, mencerminkan bahwa krisis ekonomi Tiongkok terus memburuk dan kondisi fiskal semakin menipis.
Ai Shicheng menjelaskan lebih lanjut, “Dulu, kasus tuntutan upah pekerja konstruksi biasanya terjadi karena proyek dialihkan berlapis-lapis hingga ke kontraktor terakhir yang hampir tidak memperoleh keuntungan, sementara dana tertahan atau dipotong di setiap tingkatan. Secara keseluruhan, ini akibat sistem yang gelap dan sarat korupsi.”
“Dalam beberapa tahun terakhir, penunggakan upah semakin meluas dan memburuk. Hal ini terkait dengan tekanan terhadap ekonomi swasta, penarikan investasi asing, sehingga sumber dan basis pajak menyusut drastis, keuangan negara pun mengering. Situasi ini kemungkinan akan terus meluas dan semakin parah.” (jhon)
Sumber : NTDTV.com
Leedon Hotel & Suites Surabaya Hadirkan Iftar Ramadhan Delight Vol. 4: Santap Bukber Bisa Pergi Umroh
Surabaya – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Leedon Hotel & Suites Surabaya kembali menghadirkan pengalaman berbuka puasa yang istimewa melalui program Iftar Ramadhan Delight Vol. 4. Dengan mengusung tema kebersamaan dan keceriaan, hotel yang berlokasi di kawasan jantung Kota Surabaya ini menawarkan sajian kuliner lengkap, hiburan spesial, serta hadiah utama berupa ibadah umroh dan sepeda motor.
Tahun ini, Leedon Hotel berkolaborasi dengan Andalus Tour & Travel untuk menghadirkan Grand Prize Ibadah Umroh serta hadiah sepeda motor yang akan diundi beberapa minggu setelah Lebaran melalui siaran langsung Instagram. Selain itu, tersedia pula daily doorprizes dari berbagai mitra seperti Nizar Collection, Karita Surabaya, Kokola, Skincare Sheriz, serta voucher produk hotel.
“Lebih dari sekadar berbuka puasa, ini adalah perayaan Ramadan yang penuh keceriaan dan keberkahan. Kami mendengarkan setiap masukan dari tamu di tahun lalu dan mewujudkannya dalam pengalaman yang jauh lebih berkesan. Ditemani live music, dipandu MC profesional, serta doorprize setiap hari, kami ingin setiap momen berbuka di Leedon menjadi istimewa,” ujar Tatok Hariyanto, General Manager Leedon Hotel & Suites Surabaya.
188++ Menu Istimewa dengan Live Cooking dan Kambing Guling
Para tamu akan dimanjakan dengan 188++ menu pilihan yang dikurasi secara eksklusif, meliputi sajian Western, Middle Eastern, Chinese, hingga hidangan tradisional Indonesia. Konsep All You Can Eat semakin lengkap dengan kehadiran live stall dan live cooking, termasuk Signature Kambing Guling ala Leedon yang dipanggang langsung, juicy, dan kaya cita rasa khas, serta kopi Turki yang selalu menjadi favorit pengunjung.
Chef Shandy, Executive Chef Leedon Hotel, menambahkan, “Tahun ini kami juga menyiapkan berbagai minuman khas dari bahan-bahan alami dan herbal, sehingga pengunjung tetap merasa nyaman setelah menikmati hidangan berbuka.”
Promo Spesial dan Pilihan Venue Eksklusif
Bagi pengguna Bank Jatim, tersedia diskon tambahan 10% setelah pembayaran 10 orang untuk 11 orang. Leedon Hotel juga menyediakan beberapa pilihan venue, baik indoor maupun outdoor, serta Grandpa Lee di lantai 19 dengan konsep private dining untuk pengalaman berbuka yang lebih eksklusif.
“Dengan kapasitas terbatas setiap harinya, kami menjaga agar setiap momen tetap hangat, nyaman, dan berkesan. Kami mengundang masyarakat untuk segera melakukan reservasi,” imbuh Fuja, Public Relation & Marcomm Manager Leedon Hotel.
Putaran Kedua Perundingan AS–Iran Berakhir, Teheran Gelar Latihan Tembak dan Tutup Selat Hormuz
EtIndonesia. Pada Selasa (17 Februari), Amerika Serikat dan Iran menggelar putaran terbaru perundingan nuklir di Jenewa, Swiss. Pertemuan tidak langsung yang dimediasi oleh Menteri Luar Negeri Oman itu berlangsung lebih dari empat jam.
Namun di saat yang sama, Iran menggelar latihan militer dengan tembakan langsung di Selat Hormuz dan menutup jalur tersebut selama beberapa jam, memicu perhatian luas dunia internasional.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyatakan: Ia menjelaskan bahwa kedua pihak telah mencapai kesepahaman untuk mulai menyusun rancangan teks kesepakatan yang mungkin dicapai, kemudian saling bertukar draf dan menetapkan tanggal perundingan putaran ketiga.
Menurut Araghchi, hal ini memang belum berarti kesepakatan nuklir akan segera tercapai, namun setidaknya jalur negosiasi telah resmi dibuka kembali.
Iran Umumkan Latihan Tembak di Selat Hormuz
Di tengah berlangsungnya perundingan, televisi pemerintah Iran mengumumkan bahwa negara tersebut menggelar latihan tembak langsung di Selat Hormuz serta menayangkan rekaman peluncuran rudal. Iran juga menyatakan menutup sebagian wilayah selat tersebut selama beberapa jam.
Ini merupakan pertama kalinya Iran menutup sebagian area Selat Hormuz sejak Amerika Serikat meningkatkan pengerahan militer di kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir. Selat ini merupakan jalur perdagangan internasional yang sangat vital, dengan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati perairan tersebut.
Pada hari yang sama, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, menyampaikan pernyataan keras melalui media pemerintah. Ia mengancam akan menenggelamkan kapal perang Amerika Serikat yang dikerahkan di perairan dekat Iran.
Sikap Washington: Negosiasi dan Tekanan Militer
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Senin malam berbicara kepada wartawan di atas pesawat kepresidenan Air Force One. Ia menegaskan bahwa Washington tengah berupaya mencapai kesepakatan dengan Iran guna memastikan rezim Teheran tidak mengembangkan senjata nuklir.
“Kami akan terlibat dalam perundingan secara tidak langsung. Perundingan ini sangat penting, dan kami akan melihat bagaimana perkembangannya. Ini selalu menjadi negosiasi yang sulit. Saya pikir mereka memang ingin mencapai kesepakatan. Saya tidak yakin mereka bersedia menanggung konsekuensi jika perundingan gagal,” ujar Trump.
Sebelumnya, Trump juga pernah menyatakan bahwa bagi rakyat Iran, “pergantian rezim” di Teheran mungkin merupakan hasil yang paling ideal.
Saat ini, Amerika Serikat terus memperkuat pengerahan militernya di sekitar Iran. Selain kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln, Washington juga telah mengirim kapal induk kedua ke kawasan Timur Tengah. Berdasarkan data pelacakan penerbangan sumber terbuka, sebanyak 18 jet tempur F-35 beserta beberapa pesawat pengisi bahan bakar tiba di kawasan tersebut pada Senin.
Dukungan dari Israel
Senator Amerika Serikat, Lindsey Graham, yang tengah melakukan kunjungan ke Israel, mengatakan kepada wartawan bahwa Presiden Trump dan Perdana Menteri Israel memiliki sikap yang sejalan dalam menghadapi krisis Iran.
“Jika Ayatollah (Khamenei) dan rezimnya mampu bertahan dari gejolak ini, maka Hamas, Hizbullah, dan kelompok Houthi bukan hanya tidak akan melemah, tetapi justru akan kembali lebih kuat,” ujar Graham.
Ia menambahkan bahwa situasi tersebut dapat berdampak pada konflik Rusia–Ukraina, bahkan berpotensi mendorong Tiongkok menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan.
“Sebaliknya, jika kita menunjukkan tekad dan, bila perlu, bekerja sama dengan rakyat Iran untuk mengakhiri mimpi buruk ini serta memberikan pukulan telak kepada rezim tersebut, maka fajar baru akan menyingsing,” tegasnya. (jhon)
Dari Pengalaman Taiwan ke Solusi Internasional: Membangun Jaringan Keamanan Kabel Bawah Laut Global yang Lebih Tangguh melalui Inisiatif RISK
oleh Lin Chia-lung, Menteri Luar Negeri Republik Tiongkok (Taiwan)
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kabel bawah laut dan pipa energi utama di kawasan Eropa serta Atlantik Utara mengalami kerusakan akibat ulah manusia, membuat pemerintah di berbagai negara meningkatkan kewaspadaan. Insiden putusnya kabel juga kerap terjadi di Asia dan negara-negara kepulauan Pasifik, mendorong pembentukan mekanisme cadangan darurat dan respons risiko di tingkat lokal.
Peristiwa-peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di era digital, bukan hanya pusat data yang menopang operasional global. Jaringan kabel yang membentang ribuan kilometer di dasar laut juga memainkan peran krusial. Bahkan, keberlangsungan banyak negara bergantung pada jalur energi dan listrik sebagai urat nadi kehidupan.
Siapa yang mengendalikan arus informasi dapat memengaruhi cara dunia beroperasi. Dan siapa yang menguasai energi dan listrik, pada tingkat tertentu, dapat menentukan nasib suatu bangsa. Kabel bawah laut adalah elemen infrastruktur yang sangat vital, meski kerap luput dari perhatian.
Kabel Bawah Laut sebagai Isu Keamanan Nasional dan Geopolitik
Di tengah lanskap global yang berubah cepat, persepsi terhadap kabel bawah laut mengalami pergeseran mendasar—terutama bagi Taiwan, yang sangat bergantung pada jaringan komunikasi, energi, dan listrik bawah laut untuk menopang ekonomi digital serta kehidupan masyarakatnya.
Keamanan kabel bawah laut bukan lagi sekadar isu teknologi atau industri. Ia telah menjadi aset strategis yang berkaitan langsung dengan keamanan nasional, ketahanan negara, dan dinamika geopolitik.
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah kasus kerusakan kabel bawah laut terjadi di perairan sekitar Taiwan, khususnya di Selat Taiwan. Frekuensi dan pola insiden tersebut menarik perhatian luas dan menunjukkan meningkatnya risiko.
Pada awal 2025, beberapa insiden terjadi secara beruntun. Kabel internasional di perairan Keelung rusak akibat aktivitas kapal kargo berbendera Kamerun, Shunxing 39, yang memiliki keterkaitan dengan Tiongkok. Sementara itu, kabel bawah laut Taiwan-Penghu No. 3 terputus oleh kapal kargo berbendera Togo, Hong Tai 58, yang dioperasikan dengan pendanaan Tiongkok.
Tindakan sabotase terhadap kabel bawah laut dinilai sebagai bagian dari taktik zona abu-abu dan ancaman hibrida—strategi berbiaya rendah namun berdampak besar terhadap fungsi sosial dan konektivitas domestik maupun internasional suatu negara.
Di ranah politik dan hukum, Tiongkok juga disebut menyalahartikan Resolusi Majelis Umum PBB 2758 untuk mengaitkannya dengan apa yang disebut sebagai “prinsip satu Tiongkok”. Langkah ini dinilai sebagai upaya menekan partisipasi internasional Taiwan, membatasi ruang gerak negara lain, serta menciptakan dasar hukum bagi kemungkinan invasi di masa depan.
Melalui berbagai aktivitas di udara, laut, dan bawah laut, Beijing disebut berupaya mengubah status quo di Selat Taiwan secara sepihak—mulai dari penetapan jalur penerbangan baru dan latihan militer, hingga upaya membatasi kebebasan navigasi dan memutus koneksi kabel bawah laut Taiwan.
Langkah-langkah tersebut tidak hanya mengancam keamanan Taiwan, tetapi juga stabilitas kawasan serta jaringan digital global. Sebagai mata rantai penting dalam rantai pasok dunia, gangguan terhadap konektivitas Taiwan dapat memicu guncangan besar terhadap arus informasi, modal, dan sistem ekonomi global yang semakin terdigitalisasi, termasuk dalam era kecerdasan buatan (AI).
Dari Pengalaman Domestik Menuju Solusi Global
Menghadapi meningkatnya taktik zona abu-abu yang mengancam infrastruktur kritis, Taiwan memilih merespons melalui penguatan kerangka kelembagaan dan kerja sama internasional.
Baru-baru ini, Yuan Legislatif meloloskan amendemen terhadap tujuh undang-undang yang diajukan oleh Yuan Eksekutif untuk memperkuat perlindungan, pengelolaan, serta mekanisme penegakan hukum terkait kabel dan pipa bawah laut. Langkah ini bertujuan memberikan efek jera terhadap sabotase dan pelanggaran regulasi, sekaligus menegaskan komitmen pemerintah menjadikan keamanan kabel bawah laut sebagai pilar ketahanan nasional.
Pada Oktober 2025, dalam Forum Keamanan Kabel Bawah Laut Taiwan–Eropa yang diselenggarakan bersama Kementerian Luar Negeri dan cabang Eropa Formosa Club, Taiwan mengusulkan RISK Management Initiative on International Undersea Cables.
Inisiatif tersebut mendapat dukungan 42 anggota parlemen dari 18 negara Eropa dan dimasukkan ke dalam pernyataan bersama KTT Tahunan Formosa Club di Taipei. Dukungan ini menandai transformasi Taiwan dari pihak terdampak menjadi aktor proaktif yang menawarkan solusi kelembagaan.
Inisiatif RISK: Empat Pilar Ketahanan
Inisiatif RISK bertumpu pada empat tujuan kebijakan yang saling melengkapi:
1. Risk Mitigation (Mitigasi Risiko) – memperkuat kemampuan perbaikan darurat dan sistem cadangan melalui koordinasi lintas negara.
2. Information Sharing (Berbagi Informasi) – membangun mekanisme pertukaran intelijen ancaman dan sistem peringatan dini.
3. Systemic Reform (Reformasi Sistemik) – meninjau kelemahan regulasi internasional dan domestik dalam menghadapi ancaman hibrida.
4. Knowledge Building (Pembangunan Kapasitas Pengetahuan) – meningkatkan perlindungan dan ketahanan melalui pelatihan profesional dan pertukaran praktik terbaik secara internasional.
Keempat pilar ini bertujuan membangun jaringan keamanan kabel bawah laut internasional yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
Taiwan juga mendorong kerja sama dengan negara-negara yang memiliki pandangan sejalan seperti Amerika Serikat, Jepang, Australia, serta negara-negara Eropa. Upaya ini dilakukan melalui diplomasi parlemen, kerja sama lembaga penegak hukum dan penjaga pantai, pertukaran data kapal bermasalah, serta pengembangan teknologi untuk mendukung pengawasan dan penegakan hukum.
Melalui Global Cooperation and Training Framework, Taiwan mengundang para pakar dari berbagai negara untuk merumuskan langkah konkret pencegahan dan mitigasi risiko kabel bawah laut, sekaligus memfasilitasi pertukaran pengalaman dalam bidang perawatan dan perbaikan.
Menjaga Konektivitas Komunitas Demokrasi
Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara demokratis—termasuk Uni Eropa, Inggris, Amerika Serikat, Jepang, dan Australia—telah mengakui kabel bawah laut sebagai infrastruktur kritis yang vital bagi keamanan nasional dan tatanan digital global.
Kabel bawah laut bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan barang publik dalam ekonomi digital global serta urat nadi penghubung masyarakat demokratis.
Taiwan menyatakan kesiapannya untuk menjadi simpul penting dalam jaringan keamanan kabel bawah laut global dan bekerja bersama mitra-mitra internasional untuk melindungi arteri vital yang menopang operasional dunia modern. (***)
Hanya 4 Bulan Menjabat, Presiden Peru Dimakzulkan Karena Skandal dengan Pengusaha Tiongkok
EtIndonesia. Kongres Peru pada 17 Februari 2026 resmi mencopot Presiden José Jerí hanya empat bulan setelah masa jabatannya, menyusul skandal melibatkan pertemuan tidak diungkapkan dengan seorang pengusaha Tiongkok.
Sebanyak 75 anggota parlemen memberikan suara untuk mencopot Jerí, sementara 24 menentang, dan tiga abstain. Kongres memberikan mosi kecaman terhadapnya, mencabut gelarnya sebagai kepala Kongres dengan mayoritas sederhana.
Ia menjadi presiden ketiga berturut-turut di negara berpenduduk sekitar 34 juta jiwa yang dicopot dari jabatan. Lembaga peradilan Peru pada November 2025 menjatuhkan hukuman lebih dari 11 tahun penjara kepada mantan presiden kiri Pedro Castillo atas konspirasi untuk melakukan pemberontakan pada 2022, ketika ia mencoba membubarkan Kongres saat para anggota parlemen bersiap memakzulkannya.
BACA JUGA : Presiden Peru Terjerat Skandal Usai Tak Mengungkap Pertemuan dengan Pengusaha Tiongkok
Para legislator akan memilih pemimpin Kongres yang baru pada 18 Februari, yang mana akan mengambil alih peran presiden untuk sementara sampai pemilu diselenggarakan pada 12 April mendatang.
Dikenal secara lokal sebagai “Chifagate,” diambil dari istilah lokal untuk restoran Tiongkok, kontroversi dimulai pada Januari lalu ketika rekaman muncul yang menunjukkan Jerí tiba larut malam di sebuah restoran sambil mengenakan penutup kepala. Ia datang dalam rangka bertemu dengan pengusaha Tiongkok Zhihua Yang.
Pertemuannya dengan pengusaha Tiongkok, yang memiliki toko-toko komersial dan konsesi untuk proyek energi, serta kegagalan Jari mengungkapkan pertemuannya sebagai bagian dari agenda resmi, memicu kritik atas kurangnya transparansi dan potensi korupsi.
Presiden yang kini telah lengser itu mengeluarkan permintaan maaf setelah pertemuan tersebut dan mengatakan tidak ada pelanggaran yang terjadi.
Ia sebelumnya mengatakan akan menghormati hasil pemungutan suara legislatif.
Pemerintahannya juga menghadapi kritik lebih lanjut atas praktik perekrutan tak teratur, termasuk penunjukan beberapa perempuan ke posisi pemerintahan setelah pertemuan larut malam dengan mereka di Istana Presiden.
Jerí menjabat sebagai presiden pada Oktober 2025 setelah Kongres Peru mencopot pendahulunya, Dina Boluarte, di tengah tuduhan korupsi dan kemarahan publik atas meningkatnya kejahatan.
Boluarte, yang dicopot secara bulat oleh legislatif, tidak memiliki wakil presiden aktif, sehingga membuka jalan bagi Jerí untuk mengambil alih jabatan tersebut.
Pada awal masa jabatannya, Jerí mengumumkan keadaan darurat selama 30 hari di Lima dan provinsi tetangganya Callao untuk memerangi meningkatnya kejahatan, setelah protes yang mengakibatkan satu orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka.
Ruth Luque, salah satu anggota parlemen yang mendukung langkah kecaman tersebut, mengatakan ia ingin mengganti Jerí dengan pemimpin yang akan menempatkan kepentingan publik dan keamanan sebagai prioritas, menjelang presiden baru yang akan menjabat.
“Kami meminta agar penderitaan ini diakhiri sehingga kami benar-benar dapat menciptakan transisi yang diharapkan warga,” katanya.
“Bukan transisi dengan kepentingan tersembunyi, perdagangan pengaruh, pertemuan rahasia, dan sosok bertudung. Kami tidak menginginkan transisi seperti itu,” tambahnya.
Sebagian pihak memandang pencopotan itu bermotif politik.
Michael Shifter, presiden lembaga pemikir berbasis di Washington, Inter-American Dialogue, mengatakan, “Menurut saya tidak ada jejak niat mulia di sini, hanya perhitungan elektoral. Cukup banyak anggota parlemen yang menyimpulkan bahwa dukungan mereka terhadap Jerí akan merugikan mereka dalam pemilu, sehingga mereka harus bertindak.”
Sementara kepala Kongres saat ini, Fernando Rospigliosi, secara konstitusional adalah orang berikutnya dalam garis suksesi untuk menjadi presiden, ia telah menolak peran tersebut. Oleh karena itu, para legislator harus memilih kepala Kongres baru yang kemudian secara otomatis akan menjabat sebagai presiden.
Rospigliosi mengatakan partai-partai memiliki waktu hingga pukul 18.00 waktu setempat untuk mengajukan kandidat mereka, dan legislatif akan memberikan suara untuk presiden baru pada 18 Februari.
Reuters turut berkontribusi dalam laporan ini.
inDrive Resmikan Driver Lounge Pertama di Manado, Hadirkan Ruang Istirahat Nyaman untuk Pengemudi Sulawesi Utara
Manado – inDrive Indonesia terus menunjukkan komitmennya terhadap kesejahteraan mitra pengemudi dengan meresmikan Driver Lounge pertama di Manado. Berlokasi di ibu kota Sulawesi Utara, fasilitas ini menjadi ruang singgah multifungsi yang dirancang untuk mendukung kenyamanan dan produktivitas pengemudi roda dua dan empat dalam menjalani aktivitas harian.
Peresmian yang berlangsung pada Selasa, 18 Februari 2026 ini dihadiri oleh perwakilan kepolisian dan pemerintah daerah, yakni Kompol Linda Makal, S.Sos (Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulawesi Utara) dan June E. Silangen, S.E., Ak., M.M. (Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Sulawesi Utara), bersama Rio Aristo selaku Country Manager inDrive Indonesia. Acara ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis dan peninjauan fasilitas lounge oleh para tamu undangan, termasuk perwakilan komunitas pengemudi setempat.
inDrive Driver Lounge Manado mengusung konsep ruang komunitas modern dengan berbagai fasilitas penunjang, antara lain area lobi, ruang istirahat, mushola, akses WiFi gratis, charging station, pantry, toilet, area bersih diri, serta ruang khusus untuk kegiatan komunitas dan sesi pendampingan bersama tim inDrive.
“Manado memiliki semangat kebersamaan pengemudi yang sangat kuat di kawasan Indonesia Timur. Kehadiran Driver Lounge ini adalah bentuk apresiasi atas kontribusi dan dedikasi para mitra yang menjadi bagian penting dari layanan inDrive. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi rumah kedua yang aman, nyaman, dan mendukung aktivitas mereka setiap hari,” ujar Rio Aristo, Country Manager inDrive Indonesia.
Sebagai bentuk dukungan nyata, inDrive juga membagikan paket sembako kepada pengemudi yang hadir sebagai ungkapan terima kasih atas komitmen mereka dalam melayani masyarakat Manado.
Dengan beroperasinya Driver Lounge Manado, inDrive berharap dapat meningkatkan kesejahteraan pengemudi melalui fasilitas yang memadai, sehingga berdampak positif pada kualitas layanan dan pengalaman pengguna aplikasi. Inisiatif ini merupakan bagian dari visi inDrive dalam menciptakan ekosistem transportasi yang lebih adil, inklusif, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.
Menggali Sumur dan Menimba Air
EtIndonesia. Dahulu kala, ada dua orang penebang kayu yang tinggal bertetangga. Yang dimaksud bertetangga adalah: masing-masing tinggal di gunung yang saling bersebelahan.
Di antara dua gunung itu mengalir sebuah sungai kecil. Karena itu, setiap hari pada waktu yang sama, kedua penebang kayu tersebut turun gunung menuju sungai untuk menimba air. Lama-kelamaan, mereka pun menjadi sahabat baik.
Hari demi hari berlalu, dan tanpa terasa, lima tahun telah lewat begitu saja dalam rutinitas menimba air tersebut.
Suatu hari, tiba-tiba penebang kayu yang tinggal di gunung sebelah kiri tidak turun gunung untuk menimba air.
Penebang kayu dari gunung sebelah kanan berpikir: “Mungkin dia kesiangan,” lalu tidak terlalu memikirkannya.
Namun keesokan harinya, penebang kayu dari gunung sebelah kiri tetap tidak turun menimba air. Hari ketiga pun sama. Bahkan setelah satu minggu berlalu, keadaannya masih tidak berubah.
Hingga sebulan kemudian, penebang kayu dari gunung sebelah kanan akhirnya merasa tidak tenang.
Dia berpikir : “Mungkin temanku sakit. Aku harus pergi menengoknya, siapa tahu bisa membantu.”
Maka dia pun mendaki gunung sebelah kiri untuk mengunjungi sahabat lamanya.
Ketika dia sampai di lereng gunung dan melihat sahabatnya, dia sangat terkejut. Sahabatnya tampak sedang berlatih Tai Chi dengan santai di depan gubuk, sama sekali tidak terlihat seperti orang yang sebulan tidak minum air.
Dengan heran dia bertanya: “Kamu sudah sebulan tidak turun menimba air. Apakah kamu tidak perlu minum air?”
Penebang kayu dari gunung sebelah kiri tersenyum dan berkata: “Ayo, ikut aku. Aku perlihatkan sesuatu.”
Dia lalu membawa temannya ke halaman belakang gubuk, menunjuk ke sebuah sumur, dan berkata: “Selama lima tahun ini, setiap kali selesai menebang kayu, aku selalu menyempatkan waktu untuk menggali sumur ini. Meski kadang sibuk, sedikit demi sedikit tetap aku gali.”
“Sekarang akhirnya aku menemukan sumber air. Aku tidak perlu lagi turun gunung untuk menimba air. Aku punya lebih banyak waktu untuk berlatih Tai Chi yang aku sukai. Hahaha!”
Renungan
Ketika membaca kisah ini, pikiran pertama yang muncul adalah: Penebang kayu dari gunung sebelah kiri ini kurang setia kawan—mengapa dia tidak membagikan cara ini kepada temannya?
Namun inti cerita ini bukanlah untuk mempertanyakan mengapa dia tidak berbagi, melainkan untuk menyampaikan sebuah pesan penting:
Selain memiliki satu sumber penghasilan utama, kita juga perlu memikirkan cara untuk menciptakan sumber penghasilan tambahan—baik penghasilan sampingan, maupun penghasilan pasif (uang yang tetap masuk meski tidak bekerja langsung, seperti bunga, sewa, iklan blog atau situs web, dan sebagainya).
Jika suatu hari penghasilan pasif kita mampu menutupi kebutuhan hidup sehari-hari dan bahkan menyisakan tabungan, maka waktu akan benar-benar berada di tangan kita, dan barulah kita bisa menjalani kehidupan yang benar-benar kita inginkan.
Terlebih ketika menghadapi berbagai faktor yang tidak bisa kita kendalikan, seperti perusahaan bangkrut, pemutusan hubungan kerja, krisis finansial, kecelakaan, atau penyakit yang membuat kita kehilangan pekerjaan utama—kita tidak akan mudah terjerumus ke dalam kesulitan.
Sesungguhnya, banyak buku motivasi, pakar ekonomi, dan tokoh terkenal yang selalu menekankan pentingnya memiliki keahlian kedua, serta memanfaatkan waktu luang untuk belajar dan mengembangkan diri agar masa depan dan penghasilan menjadi lebih baik.
Namun… berapa banyak orang yang benar-benar mendengarkan nasihat ini? Bukankah kebanyakan orang justru menghabiskan waktu sepulang kerja untuk mengobrol, menonton televisi, atau bermain gim?
Setelah membaca kisah ini, mungkin ada yang sudah berhasil menggali sumurnya sendiri, ada pula yang sedang menggali. Lalu bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah menggali sumur milik Anda sendiri? (jhn/yn)
Kemungkinan Uji Coba Nuklir Tiongkok Mengejutkan AS: Detail Baru Muncul
EtIndonesia. Pada awal Februari, AS menuduh Tiongkok melakukan uji coba nuklir bawah tanah pada Juni 2020. Data baru sekarang menunjukkan bahwa hal ini mungkin memang terjadi, menurut Reuters.
Pada sebuah acara di Hudson Institute, Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Yeaw mengatakan sebuah stasiun seismik terpencil di Kazakhstan mencatat ledakan dengan magnitudo 2,75. Ledakan itu terjadi pada 22 Juni 2020, di lokasi uji coba Lop Nur di Tiongkok barat, yang terletak 720 km dari stasiun seismik.
“Saya telah melihat data tambahan sejak saat itu. Kemungkinannya sangat kecil, saya akan mengatakan bahwa itu bukan ledakan, ledakan tunggal,” kata Yeaw, menambahkan bahwa data tersebut tidak sesuai dengan ledakan pertambangan.
Dia juga mencatat bahwa ledakan tersebut sama sekali tidak menyerupai gempa bumi.
“Itu … seperti yang Anda harapkan dari uji coba ledakan nuklir,” tambah wakil menteri tersebut.
Pada saat yang sama, Organisasi Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif (CTBTO), yang bertanggung jawab untuk mendeteksi ledakan nuklir, menyatakan bahwa data yang ada tidak cukup untuk mengkonfirmasi klaim pejabat AS dengan pasti.
Stasiun seismik PS23 di Kazakhstan adalah bagian dari sistem pemantauan global CTBTO.
Robert Floyd, sekretaris eksekutif organisasi tersebut, mengatakan bahwa stasiun PS23 mencatat dua peristiwa seismik yang sangat kecil dengan selang waktu 12 detik pada tanggal 22 Juni 2020.
Menurutnya, sistem pemantauan CTBTO dapat mendeteksi peristiwa yang konsisten dengan ledakan uji coba nuklir sebesar 551 ton (500 metrik ton) TNT atau lebih.
“Kedua peristiwa ini jauh di bawah level tersebut. Akibatnya, dengan data ini saja, tidak mungkin untuk menilai penyebab peristiwa ini dengan yakin,” kata Floyd.
Christopher Yeaw mengklaim bahwa Tiongkok berupaya menyembunyikan uji coba tersebut menggunakan metode yang dikenal sebagai disaggregasi, di mana alat tersebut meledak di dalam ruang bawah tanah yang besar untuk mengurangi kekuatan gelombang kejut yang ditransmisikan melalui batuan di sekitarnya.
Reuters juga mencatat bahwa, seperti Tiongkok, AS telah menandatangani tetapi belum meratifikasi Perjanjian Pelarangan Uji Coba Nuklir Komprehensif. Berdasarkan hukum internasional, kedua negara berkewajiban untuk mematuhi perjanjian tersebut.
Apa yang mendahului ini
Sebelumnya pada bulan Februari, AS secara terbuka menuduh Tiongkok melakukan uji coba nuklir rahasia, mengklaim bahwa Beijing melanggar kewajibannya berdasarkan larangan uji coba nuklir.
Pernyataan AS tersebut muncul di tengah berakhirnya Perjanjian New START (START-3), yang membatasi persenjataan nuklir AS dan Rusia, dan selama upaya aktif AS untuk memajukan perjanjian nuklir baru yang lebih luas yang melibatkan Tiongkok. (yn)
Google Peringatkan Peretas Tiongkok dan Rusia Menargetkan Perusahaan Pertahanan Amerika Serikat
Dalam beberapa kasus, perangkat lunak kecerdasan buatan milik Google sendiri, Gemini, digunakan selama upaya serangan siber, kata perusahaan tersebut.
EtIndonesia. Analisis yang dirilis Google bulan ini menunjukkan bahwa basis industri pertahanan AS—jaringan entitas publik dan swasta yang digunakan untuk mengembangkan atau memelihara sistem persenjataan militer—telah mengalami serangan siber dari kelompok dan organisasi kriminal dari Tiongkok, Rusia, dan Korea Utara dalam beberapa bulan terakhir.
Laporan tersebut, yang dirilis pada 10 Februari oleh Google Threat Intelligence, menemukan bahwa rezim Tiongkok dan kelompok terkait terus “mewakili ancaman paling aktif berdasarkan volume terhadap entitas dalam basis industri pertahanan,” yang menurutnya dapat menimbulkan “risiko signifikan bagi sektor pertahanan dan kedirgantaraan.”
Laporan Google menambahkan bahwa pihaknya “telah mengamati lebih banyak misi spionase siber yang terkait dengan Tiongkok yang secara langsung menargetkan industri pertahanan dan kedirgantaraan dibandingkan aktor yang disponsori negara lain mana pun selama dua tahun terakhir,” karena kelompok tersebut “menggunakan berbagai taktik dalam operasi mereka.”
“Namun ciri khas banyak operasi tersebut adalah eksploitasi perangkat edge untuk mendapatkan akses awal,” katanya, merujuk pada komponen perangkat keras yang berada di tepi jaringan.
“Kami juga mengamati kelompok ancaman yang terkait dengan Tiongkok memanfaatkan jaringan ORB untuk pengintaian terhadap target industri pertahanan, yang mempersulit deteksi dan atribusi.”
Pada akhir 2025, pejabat Kanada dan AS memperingatkan bahwa kelompok peretas yang didukung negara Tiongkok telah menargetkan entitas pemerintah AS dan perusahaan swasta, serta memperoleh akses jangka panjang ke sistem mereka.
Pada Juli 2025, Microsoft juga memperingatkan bahwa pihaknya mengamati dua kelompok peretas berbasis Tiongkok, Linen Typhoon dan Violet Typhoon, memanfaatkan kerentanan dalam SharePoint, perangkat lunak kolaborasi milik Microsoft.
Adapun Rusia, Google mengatakan dalam laporannya bahwa kelompok yang terkait dengan Moskow telah memfokuskan perhatian pada perusahaan pertahanan yang mendukung teknologi yang digunakan dalam perang Rusia–Ukraina, khususnya perusahaan yang terkait dengan drone.
“Ketika kemampuan generasi berikutnya sedang dioperasionalkan dalam lingkungan ini, aktor ancaman dan hacktivist yang terkait dengan Rusia berupaya menembus kontraktor pertahanan serta aset dan sistem militer, dengan fokus pada organisasi yang terlibat dalam sistem pesawat tanpa awak,” kata raksasa teknologi tersebut.
“Ini termasuk menargetkan perusahaan pertahanan secara langsung, menggunakan tema yang meniru produk dan sistem mereka dalam penyusupan terhadap organisasi dan personel militer.”
Sementara itu, peretas yang didukung negara juga memanfaatkan alat kecerdasan buatan Google sendiri, Gemini, selama serangan siber.
Salah satu organisasi yang terkait dengan Tiongkok yang dikenal sebagai “UNC2970” sering menargetkan perusahaan pertahanan dan menyamar sebagai perekrut perusahaan dalam kampanye peretasan, kata Google.
Mereka menggunakan Gemini untuk melakukan intelijen sumber terbuka guna “memprofilkan target bernilai tinggi untuk mendukung perencanaan kampanye dan pengintaian,” termasuk mencari informasi relevan tentang perusahaan pertahanan dan keamanan siber.
Ancaman yang ditimbulkan oleh Korea Utara telah meningkat sejak 2019 karena pejabat rezim tersebut berusaha menyamar sebagai pekerja TI untuk melamar pekerjaan di organisasi terkait pertahanan, kata Google.
Pada Juli 2025, Departemen Kehakiman Amerika Serikat mengumumkan bahwa pihaknya telah menggagalkan sebuah operasi yang mencakup penggeledahan di 29 lokasi di lebih dari selusin negara bagian yang diduga terkait dengan laptop yang digunakan, sebagian, untuk memperoleh pekerjaan jarak jauh di lebih dari 100 perusahaan AS.
Dalam satu kasus, aktor yang terkait dengan Korea Utara mencuri data sensitif dari perusahaan pertahanan di California yang terlibat dalam pengembangan kecerdasan buatan, menurut Google.
Dalam insiden terpisah, seseorang di Maryland dijatuhi hukuman 15 bulan penjara karena memfasilitasi skema yang terkait dengan Korea Utara dan berkoordinasi dengan pekerja teknologi informasi yang diduga terkait rezim tersebut. Orang tersebut, Minh Phuong Ngoc Vong, dipekerjakan oleh perusahaan yang berbasis di Virginia untuk melakukan pengembangan perangkat lunak bagi kontraktor pertahanan, kata laporan itu.
Artikel ini sebelumnya terbit dengan bahasa Inggris
Singapura Pertahankan Paspor Terkuat di Dunia; Taiwan Naik ke Peringkat ke-32
EtIndonesia. Peringkat terbaru Henley Passport Index tahun 2026 dirilis hari ini. Di antara 199 paspor di seluruh dunia, negara-negara Asia sekali lagi menunjukkan mobilitas global yang kuat. Singapura telah mempertahankan gelar paspor terkuat di dunia selama beberapa tahun berturut-turut, sementara Taiwan mengalami lonjakan signifikan dibandingkan peringkat sebelumnya, naik ke posisi ke-32. Pemegang paspor Taiwan kini dapat memasuki 135 negara dan wilayah tanpa visa atau dengan visa saat kedatangan, mencerminkan tren peningkatan mobilitas internasional.
Menurut data terbaru Henley Passport Index, paspor Singapura tetap berada di posisi teratas, memungkinkan pemegangnya memasuki 192 tujuan tanpa visa sebelumnya. Jepang dan Korea Selatan berbagi posisi kedua, dengan akses ke 187 tujuan bebas visa atau visa saat kedatangan.
Swedia dan Uni Emirat Arab berada di posisi ketiga bersama, dengan akses bebas visa ke 186 tujuan.
Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Norwegia, Spanyol, dan Swiss berbagi posisi keempat, dengan akses bebas visa ke 185 tujuan. Austria, Yunani, Malta, dan Portugal berada di posisi kelima bersama, memungkinkan akses bebas visa ke 184 negara dan wilayah.
Taiwan Naik Satu Peringkat ke Posisi ke-32
Dalam peringkat terbaru, paspor yang mewakili Republik Tiongkok (Taiwan) terus menunjukkan peningkatan, naik satu peringkat dari tahun lalu ke posisi ke-32, dengan akses bebas visa ke 135 negara dan wilayah. Hal ini menunjukkan meningkatnya kebebasan pemegang paspor Taiwan dalam perjalanan internasional dan aktivitas bisnis.
Perlu dicatat bahwa paspor Amerika Serikat mempertahankan posisi ke-10 dalam daftar, dengan akses bebas visa ke 179 tujuan.
Paspor Tiongkok, karena memiliki lebih sedikit tujuan bebas visa, berada di peringkat ke-56, sejajar dengan Botswana.
Di bagian terbawah daftar terdapat paspor dari negara-negara seperti Irak dan Suriah, yang hanya memberikan akses bebas visa ke sangat sedikit negara.
Henley Passport Index, yang disusun oleh perusahaan berbasis Inggris Henley & Partners, merupakan peringkat global yang berwibawa mengenai mobilitas paspor. Dengan menggunakan data dari International Air Transport Association (IATA), indeks ini menilai berapa banyak negara dan wilayah yang dapat dimasuki pemegang paspor tanpa visa, dan menjadi referensi penting untuk mengukur kebebasan perjalanan internasional.
Sumber : Visiontimes.com
