Perundingan Perdamaian di Jenewa, Trump : Ukraina Harus Segera Mencapai Kesepakatan dengan Rusia

Delegasi dari negara-negara tersebut akan bertemu di kota Swiss untuk putaran ketiga perundingan trilateral yang bertujuan mengakhiri perang.

EtIndonesia. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 16 Februari mendesak Kyiv untuk segera mencapai kesepakatan dengan Rusia, menjelang perundingan trilateral di Jenewa, Swiss, yang mana bertujuan mengakhiri konflik Ukraina.

“Ukraina sebaiknya segera datang ke meja perundingan,” kata presiden kepada wartawan di Air Force One saat dalam perjalanan menuju Washington. “Itu saja yang saya katakan kepada Anda.”

Delegasi Amerika, Ukraina, dan Rusia bertemu di Jenewa pada 17 Februari untuk putaran ketiga perundingan trilateral. Masalah wilayah tetap menjadi isu paling rumit dalam negosiasi, dengan Rusia menuntut agar Ukraina menerima kehilangan wilayah.

Rusia merebut kendali atas Semenanjung Krimea dari Ukraina pada tahun 2014. Sejak memulai serangan baru terhadap Ukraina pada Februari 2022, pasukan Rusia telah memperoleh tambahan wilayah.

Saat ini, pasukan Rusia menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina sebelum tahun 2014.

Rusia menguasai sebagian besar Provinsi Donetsk, tetapi telah meminta Kyiv untuk menyerahkan sekitar 20 persen wilayah provinsi tersebut yang sejauh ini gagal direbut dengan kekuatan militer. Kyiv menolak memberikan konsesi tersebut.

Pada 16 Februari, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy tampaknya tetap bersikeras mengenai masalah wilayah dengan menyerukan jaminan keamanan yang didukung oleh Kongres AS sebelum kesepakatan damai apa pun antara Kyiv dan Moskow ditandatangani.

Ia mengatakan Amerika Serikat sedang mempersiapkan jaminan keamanan, tetapi Washington menginginkan “pertukaran wilayah, atau sesuatu seperti itu,” sebelum jaminan tersebut diberikan.

“Saya pikir—pertama, jaminan keamanan,” katanya. “Kedua, kami tidak akan menyerahkan wilayah kami karena kami siap untuk berkompromi. Kompromi seperti apa yang kami siap lakukan? Bukan kompromi yang memberi Rusia kesempatan untuk pulih dengan cepat dan datang kembali menduduki kami. Ini hal yang penting.”

Pernyataan tersebut memperkuat komentarnya pada 14 Februari, ketika ia mengatakan bahwa dirinya dan pemerintahnya “benar-benar berharap bahwa pertemuan trilateral minggu depan akan serius, substantif, dan membantu kita semua, tetapi sejujurnya terkadang terasa seperti para pihak membicarakan hal yang sama sekali berbeda.”

Rusia mengatakan bahwa putaran perundingan kali ini akan lebih luas dibandingkan perundingan sebelumnya yang diadakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

“Kali ini, kami berencana membahas rangkaian isu yang lebih luas, dengan fokus pada isu-isu utama terkait wilayah dan tuntutan lainnya,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov kepada kantor berita pemerintah Rusia TASS. “Itulah sebabnya kehadiran kepala perunding kami, Vladimir Medinsky, diperlukan.”

Pada 16 Februari, Peskov mengatakan kepada media Rusia bahwa mereka tidak boleh mengharapkan berita apa pun tentang perkembangan perundingan hari itu karena “pekerjaan dijadwalkan berlanjut besok.”

“Kami tidak memiliki rencana untuk membuat pernyataan atau komentar apa pun,” tambahnya.

Belum ada pengumuman resmi dari pemerintah AS tentang siapa saja yang akan menjadi bagian dari delegasi mereka ke Jenewa, tetapi perundingan sebelumnya dihadiri oleh utusan khusus AS Steve Witkoff dan menantu Trump, Jared Kushner.

Selama berada di Swiss, pejabat AS juga diperkirakan akan melakukan pembicaraan dengan pejabat Iran mengenai program nuklir Teheran, menjadikan perjalanan tersebut sebagai agenda diplomatik ganda bagi Washington.

Pihak Rusia akan dipimpin oleh ajudan Presiden Rusia Vladimir Putin, yaitu Vladimir Medinsky. Delegasi tersebut juga akan mencakup Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Mikhail Galuzin dan Igor Kostyukov, kepala Direktorat Utama Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia (GRU), menurut TASS.

Delegasi Ukraina akan dipimpin oleh Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina Rustem Umerov, yang akan didampingi oleh kepala Direktorat Intelijen Utama Ukraina Kyrylo Budanov dan ajudan senior Zelenskyy, Sergiy Kyslytsya, menurut unggahan Telegram Umerov pada 13 Februari.

Gudang Amunisi Raksasa Meledak Dekat Moskow! Rusia Terpukul, Ukraina Gempur Tanpa Henti

EtIndonesia. Sebuah ledakan besar mengguncang salah satu kompleks penyimpanan amunisi terbesar Rusia pada 16 Februari 2026, sekitar 70 kilometer timur laut Moskow. Ledakan itu terjadi secara beruntun dan memicu bola api raksasa yang terlihat dari jarak puluhan kilometer. Sejumlah saksi mata menggambarkan gelombang kejutnya sangat kuat hingga menyerupai “ledakan berskala kecil yang luar biasa”.

Menurut sejumlah sumber pertahanan dan laporan media independen Rusia, fasilitas tersebut memiliki luas sekitar 3,5 kilometer persegi dan diperkirakan menyimpan antara 100.000 hingga 200.000 ton amunisi, termasuk peluru artileri, roket, dan bahan peledak militer.

Hingga berita ini diturunkan, otoritas Rusia belum merilis angka kerugian resmi. Namun, jika estimasi kapasitas penyimpanan itu akurat, insiden ini berpotensi menjadi salah satu kerugian logistik terbesar Rusia sejak perang di Ukraina dimulai pada Februari 2022.

Dampak Strategis: Logistik Jadi Titik Lemah

Dalam perang modern, logistik menentukan daya tahan tempur. Hilangnya ratusan ribu ton amunisi—jika benar terjadi—berarti kemampuan artileri berat Rusia di sejumlah sektor front dapat terganggu signifikan menjelang ofensif musim semi.

Sejumlah analis militer menilai, tanpa pasokan stabil untuk sistem artileri dan roket jarak jauh, tekanan Rusia di garis depan timur Ukraina bisa melemah dalam hitungan minggu. Artileri selama ini menjadi tulang punggung strategi Rusia dalam mempertahankan dan merebut wilayah.

Gelombang Serangan Drone Ukraina: 15–16 Februari 2026

Ledakan di gudang amunisi tersebut terjadi di tengah gelombang besar serangan drone Ukraina ke wilayah Rusia.

Dalam rentang waktu malam 15 Februari hingga siang 16 Februari 2026, Ukraina dilaporkan meluncurkan ratusan drone jarak jauh ke berbagai wilayah Rusia, termasuk Bryansk, Belgorod, Kaluga, Tula, hingga Krasnodar.

Pejabat di wilayah Bryansk menyebut serangan tersebut sebagai yang “terkuat dan terpanjang” sejak perang dimulai, berlangsung lebih dari 12 jam tanpa henti.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim telah menembak jatuh 220 drone, tetapi sejumlah fasilitas energi dan logistik tetap terkena dampak. Di pelabuhan Taman, pesisir Laut Hitam, sebuah terminal minyak dilaporkan terbakar hebat. Di Moskow, alarm pertahanan udara dibunyikan dan beberapa bandara internasional sempat menghentikan operasional sementara.

Strategi Baru: Serang “Jantung Logistik”

Perubahan taktik Ukraina semakin terlihat jelas. Jika pada 2023–2024 pertempuran berfokus pada perebutan kota dan parit pertahanan, kini serangan diarahkan ke infrastruktur energi, gudang amunisi, dan pusat distribusi militer Rusia.

Seorang pejabat pertahanan Ukraina yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa target utama adalah “menguras sumber daya logistik Rusia hingga kemampuan ofensifnya melemah secara sistemik.”

Dengan menghantam “tangki bahan bakar dan gudang peluru”, Ukraina berupaya memperlambat mesin perang Rusia dari dalam.

Serangan Balasan Ukraina di Front Timur

Dalam pekan yang sama, militer Ukraina mengumumkan keberhasilan serangan balasan yang dimulai awal Februari 2026.

Beberapa kantor berita Barat melaporkan bahwa Ukraina berhasil merebut kembali lebih dari 200 kilometer persegi wilayah di sektor timur. Dalam periode yang sama, capaian ini disebut hampir menyamai hasil ofensif Rusia selama satu bulan penuh pada Desember 2025.

Di Kupyansk, pasukan Ukraina kembali mengibarkan bendera nasional di balai kota sejak awal Januari dan kini disebut mengepung sisa pasukan Rusia di pusat kota.

Sementara itu, di arah Zaporizhzhia, Ukraina merebut sedikitnya 12 desa dan menyerang sepanjang 20 kilometer garis depan. Indikasi di lapangan menunjukkan upaya untuk memotong jalur mundur Rusia dan memaksa pertempuran skala besar yang dapat menghancurkan unit-unit lawan secara menyeluruh.

Faktor X: Pemutusan Akses Satelit

Salah satu variabel penting dalam perubahan dinamika ini adalah gangguan terhadap akses sistem satelit komersial yang sebelumnya digunakan sebagian unit Rusia.

Beberapa laporan menyebut bahwa akses terhadap jaringan satelit tertentu yang diperoleh melalui jalur tidak resmi telah dihentikan, sehingga memicu gangguan komunikasi dan navigasi di sejumlah sektor.

Tanpa konektivitas stabil, koordinasi artileri, drone, dan unit infanteri menjadi terganggu. Situasi ini memberi Ukraina “jendela peluang” untuk mempercepat operasi balasan dalam beberapa hari terakhir.

Evolusi Perang Drone dan Evaluasi NATO

Perang di Ukraina juga menjadi laboratorium taktik drone modern.

Sebuah laporan latihan militer NATO di Estonia pada akhir 2025 menyebut bahwa sejumlah operator drone Ukraina berpengalaman tempur mampu mendominasi skenario latihan melawan unit NATO dalam waktu singkat.

Temuan tersebut memicu diskusi internal mengenai kesiapan doktrin militer konvensional menghadapi perang berbasis drone murah, cepat, dan presisi tinggi.

Ukraina sendiri terus memperluas penggunaan simulator realitas virtual untuk pelatihan pertahanan udara dan mengintegrasikan sukarelawan asing ke dalam unit tempur elit.

Respons Rusia: Serangan Rudal dan Drone Balasan

Sebagai respons, Rusia meningkatkan serangan rudal dan drone ke kota-kota Ukraina pada 14–16 Februari 2026.

Angkatan Udara Ukraina melaporkan tingkat intersepsi sekitar 90 persen, dengan klaim berhasil menembak jatuh 25 dari 29 rudal serta 367 dari 396 drone dalam satu gelombang serangan.

Meski demikian, sejumlah fasilitas energi dan perumahan tetap mengalami kerusakan.

Di dalam Rusia sendiri, pernyataan kontroversial muncul di beberapa siaran televisi yang menyebut tantangan strategis jangka panjang Rusia bukan hanya Ukraina atau Barat, tetapi juga dinamika hubungan dengan Tiongkok. Ucapan tersebut memicu perdebatan luas di media sosial Rusia.

Situasi Menuju Musim Semi 2026

Peristiwa 15–16 Februari 2026 menandai fase baru dalam konflik yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Ledakan besar di gudang amunisi, gelombang drone lintas batas, dan perubahan taktik serangan menunjukkan bahwa perang kini semakin bergeser dari pertempuran garis depan menjadi perang logistik dan infrastruktur strategis.

Jika tren ini berlanjut, maka musim semi 2026 berpotensi menjadi periode paling menentukan sejak awal konflik—di mana daya tahan logistik, bukan sekadar jumlah pasukan, akan menentukan arah pertempuran selanjutnya.

Saya Sedang Menunggu Anda Mengucapkan Terima Kasih

EtIndonesia. Sebuah mobil sedan mewah keluar dari sebuah resor, namun mogok di jalan tanah pedesaan. 

Pemilik mobil yang mengenakan setelan jas bermerek dengan gelisah berteriak kepada orang-orang yang berkumpul di sekitarnya:“Siapa di antara kalian yang mau membantu saya merangkak ke bawah mobil untuk mengencangkan bautnya?”

Ternyata, selang bahan bakar mobilnya bermasalah sehingga bensin bocor dan mengalir ke tanah. Sementara itu, jarak ke pom bensin terdekat masih ratusan kilometer. Tak heran dia panik seperti semut di atas wajan panas.

Di sampingnya, seorang wanita yang berdandan mencolok berkata: “Di bawah hadiah besar, pasti ada orang yang berani!”

Pria itu pun segera mengeluarkan selembar uang bernilai besar dan berkata: “Siapa pun yang membantu saya mengencangkannya, uang ini jadi miliknya!”

Di tengah kerumunan, seorang pemuda sempat bergerak, namun segera ditarik oleh temannya sambil berbisik: “Jangan percaya omongan orang kaya!”

Pada saat itu, seorang anak kecil maju dan berkata: “Aku saja.”

Pekerjaannya sangat sederhana. Dengan arahan dari pria itu, kurang dari satu menit anak tersebut sudah menyelesaikannya. Setelah keluar dari bawah mobil, dia menatap pria itu dengan penuh harap.

Pria itu hendak menyerahkan uang besar tadi, tetapi wanita di sampingnya langsung membentak: “Kamu benar-benar mau memberinya uang sebanyak itu? Beri saja uang receh!”

Pria itu mengambil uang receh dari tangan wanita tersebut dan menyerahkannya kepada si anak. Anak itu menggelengkan kepala.

Mendengar suara ejekan dari orang-orang di sekeliling, pria itu menambahkan sedikit uang. Namun anak itu tetap menggeleng.

Pria itu mulai kesal dan berkata:  “Kamu merasa kurang? Kalau masih merasa kurang, aku tidak akan memberi apa-apa!”

“Tidak, aku tidak merasa kurang. Guruku mengajarkan bahwa menolong orang tidak boleh mengharapkan imbalan,” jawab si anak.

Pria itu merasa heran dan bertanya: “Kalau begitu, kenapa kamu belum pergi?”

Anak itu menjawab dengan polos: “Aku sedang menunggu Anda mengucapkan terima kasih.”

Hikmah Cerita

Kekuasaan dan kekayaan sering kali membuat seseorang tanpa sadar menjadi sombong dan angkuh, serta menutupi kejernihan hati yang semula murni.

Anak-anak terlihat begitu indah karena kepolosan dan ketulusan mereka. Dunia dalam pikiran mereka belum tercemar oleh sikap materialistis dan perhitungan seperti dunia orang dewasa.

Jika seorang pejabat tidak memegang kepercayaan, kebijakan tidak akan bisa dijalankan. Jika manusia tidak memegang kejujuran, moralitas akan runtuh. Janji tidak mengenal usia—baik tua maupun muda. Seseorang tidak boleh mengubah sikap terhadap janjinya hanya karena objek janji itu berubah, terlebih lagi janji-janji kecil.

Jika janji kecil saja mudah dilanggar, bagaimana mungkin janji besar bisa membuat orang lain merasa aman dan percaya?

Saat membaca kisah ini, penulis juga teringat pada masalah yang sering dihadapi para orang tua, yaitu ingkar janji kepada anak. Misalnya, telah berjanji mengajak anak berlibur di akhir pekan, tetapi kemudian membatalkannya karena urusan pekerjaan mendadak.

Mungkin bagi sebagian orangtua, pekerjaan terasa lebih penting. Namun tanpa disadari, tindakan itu telah mengurangi nilai kepercayaan di hati anak yang masih polos.

Ketika anak kecewa lalu menangis, orangtua justru menggunakan status dan otoritasnya untuk menekan. Sikap seperti ini bukan hanya memberi teladan yang buruk, tetapi juga menanamkan pemikiran bahwa “orang dewasa boleh bersikap sewenang-wenang.”

Walaupun orangtua bekerja demi keluarga, seharusnya tetap meluangkan waktu untuk dengan tulus meminta maaf kepada anak atas janji yang tidak ditepati, serta memberi bentuk kompensasi sebagai tanggung jawab atas kesalahan tersebut.

Dengan begitu, anak akan belajar bahwa kejujuran dan menepati janji itu penting. Siapa pun yang tidak jujur harus menanggung konsekuensinya—baik yang terlihat maupun yang tidak terlihat.(jhn/yn)

Dari Minyak ke Rudal: Rantai Uang Iran yang Membuat Israel Siaga Tempur

EtIndonesia. Pada awal Februari 2026, Perdana Menteri Israel,  Benjamin Netanyahu kembali menegaskan bahwa pembelian minyak Iran oleh Tiongkok bukan sekadar transaksi ekonomi biasa, melainkan persoalan keamanan strategis.

Dalam pernyataannya kepada media pada 13 Februari 2026, Netanyahu menyebut bahwa arus pendapatan dari ekspor minyak Iran—yang sebagian besar mengalir ke pasar Tiongkok—telah membantu menopang:

  • Pengembangan program rudal balistik jarak jauh Iran
  • Pendanaan kelompok milisi proksi di Timur Tengah
  • Kelanjutan ambisi nuklir Teheran

Israel selama bertahun-tahun menuduh bahwa pencabutan atau pelonggaran sanksi secara de facto terhadap ekspor minyak Iran telah memperkuat posisi militer negara tersebut. Data lembaga pelacakan tanker internasional sepanjang 2025 menunjukkan ekspor minyak Iran berkisar 1–1,5 juta barel per hari, dengan mayoritas pengiriman menuju pelabuhan Tiongkok.

Menurut analis keamanan regional, pendapatan tersebut memberi ruang fiskal bagi Teheran untuk mempertahankan jaringan proksinya di Lebanon, Suriah, Irak, dan Yaman.

Israel Tingkatkan F-35 untuk Skenario Jarak Jauh

Dalam konteks ancaman yang dipersepsikan meningkat, Kementerian Pertahanan Israel pada pertengahan Februari 2026 mengumumkan peningkatan kemampuan armada F-35 “Adir” miliknya.

Peningkatan tersebut mencakup:

  • Tangki bahan bakar eksternal berdesain siluman, dirancang untuk meminimalkan jejak radar
  • Optimalisasi sistem avionik untuk misi jarak jauh
  • Integrasi amunisi presisi generasi terbaru

Langkah ini secara teknis memperluas jangkauan operasional F-35 Israel hingga mampu menjangkau target di wilayah Iran tanpa harus sangat bergantung pada pengisian bahan bakar udara.

Analis militer menilai modifikasi tersebut merupakan sinyal bahwa Israel ingin menjaga opsi serangan preventif tetap terbuka, terutama terhadap fasilitas nuklir yang tersebar dan diperkuat di berbagai wilayah Iran.

Pergerakan Kapal Induk AS di Sekitar Iran

Sementara itu, dinamika di laut turut memperkuat ketegangan.

Menurut analisis citra satelit yang dipublikasikan oleh BBC pada 16 Februari 2026, kelompok tempur kapal induk USS Abraham Lincoln terdeteksi bergerak mendekati kawasan perairan sekitar Teluk Oman, jalur strategis yang berdekatan dengan Iran.

Beberapa hari setelah itu, laporan pelacakan militer menyebutkan bahwa USS Gerald R. Ford juga bergerak menuju kawasan yang sama.

Kehadiran dua kapal induk AS dalam radius operasional Timur Tengah biasanya diartikan sebagai:

  • Peningkatan tingkat kesiapsiagaan
  • Sinyal deterensi terhadap Iran
  • Opsi respons cepat jika terjadi eskalasi

Setiap kelompok tempur kapal induk membawa puluhan pesawat tempur, sistem pertahanan udara, kapal perusak berpeluru kendali, serta kapal penjelajah dengan kemampuan rudal jarak jauh.

Dimensi Strategis: Tekanan Multi-Arah

Ketegangan yang berkembang ini muncul di tengah:

  • Negosiasi nuklir yang belum mencapai terobosan signifikan
  • Aktivitas militer Iran di Selat Hormuz
  • Peningkatan latihan militer regional

Bagi Israel, aliran dana dari ekspor minyak Iran ke Tiongkok dipandang sebagai “oksigen finansial” bagi program militer Teheran. Bagi Amerika Serikat, pengerahan kapal induk berfungsi sebagai pesan bahwa jalur militer tetap tersedia jika diplomasi gagal.

Sementara itu, Iran secara konsisten membantah bahwa program nuklirnya bertujuan militer, dan menyebut langkah Israel sebagai provokasi.

Kesimpulan

Dalam hitungan hari, tiga sinyal besar muncul secara bersamaan:

  1. Retorika keras Israel soal pendanaan Iran
  2. Modernisasi F-35 Israel untuk misi jarak jauh
  3. Konsentrasi kekuatan laut AS di sekitar Iran

Kombinasi faktor tersebut menciptakan atmosfer regional yang sangat sensitif.
Meski belum ada indikasi operasi militer langsung, pola pergerakan ini memperlihatkan bahwa kawasan Timur Tengah kembali memasuki fase kewaspadaan tinggi.

Jika diplomasi gagal menahan laju ketegangan, konfigurasi militer yang kini terbentuk dapat dengan cepat berubah menjadi krisis terbuka.

Hati yang Penuh Toleransi

EtIndonesia. Peristiwa ini terjadi di resor Club Med di Phuket. Saat itu, saya bekerja di sana sebagai staf hubungan masyarakat sekaligus penerjemah bahasa Mandarin dan Inggris.

Suatu hari, di lobi, saya tiba-tiba melihat seorang staf perempuan asal Jepang dengan wajah penuh rasa bersalah sedang menenangkan seorang anak kecil Barat berusia sekitar empat tahun. Anak itu tampak sangat ketakutan dan sudah menangis hingga kelelahan.

Setelah saya menanyakan penyebabnya, barulah saya tahu bahwa staf Jepang tersebut, karena hari itu jumlah anak cukup banyak, sempat lalai menghitung jumlah peserta setelah kelas tenis anak-anak selesai. Akibatnya, satu anak—seorang anak Australia—tertinggal sendirian di lapangan tenis.

Begitu dia menyadari jumlah anak tidak sesuai, dia segera berlari kembali ke lapangan tenis dan membawa anak itu kembali. Karena ditinggal sendirian di lapangan tenis yang terpencil, anak tersebut sangat ketakutan dan menangis tersedu-sedu.

Tak lama kemudian, ibu anak asal Australia itu datang dan melihat anaknya menangis dengan kondisi mengenaskan.

Jika Anda berada di posisi sang ibu, apa yang akan Anda lakukan?

  • Memarahi staf tersebut habis-habisan?
    – Atau langsung mengadu kepada atasannya?
    – Atau dengan marah membawa anak pergi dan tidak pernah lagi mengikutsertakan anak dalam “klub anak-anak”?

Tidak satu pun dari itu. Perhatikanlah apa yang terjadi.

Saya melihat dengan mata kepala sendiri, ibu tersebut berjongkok untuk menenangkan anaknya, lalu dengan sangat tenang dan rasional berkata kepadanya:

“Tidak apa-apa, semuanya sudah baik-baik saja. Kakak perempuan Jepang itu sangat cemas dan sedih karena tidak bisa menemukanmu. Dia tidak sengaja. Sekarang kamu harus mencium pipi kakak Jepang itu untuk menghiburnya.”

Saat itu, saya melihat anak kecil berusia empat tahun tersebut berjinjit, mencium pipi staf Jepang yang sedang berjongkok di sampingnya, lalu dengan lembut berkata: “Jangan takut, sekarang sudah tidak apa-apa.”

Pendidikan seperti inilah yang dapat menumbuhkan anak yang penuh toleransi dan empati.

Memahami dan memedulikan orang lain, sejatinya juga berarti memedulikan hati kita sendiri.

Renungan

Ada ungkapan “benar dan tegas”, yang berarti jika alasan kita kuat dan benar, maka sikap kita pun akan penuh keberanian. Namun ada pula ungkapan “benar tetapi lembut”, yang berarti kita mampu menenangkan emosi, menyampaikan kebenaran dengan cara yang halus dan bijaksana, sehingga orang lain dapat menerimanya dengan lapang hati.

Bersikap benar dan keras itu mudah, tetapi bersikap benar dan lembut jauh lebih sulit.

Terlebih di era modern dengan angka kelahiran yang rendah, setiap anak adalah permata di telapak tangan orang tua. Dalam situasi seperti ini, jika tidak sampai menjadi berita besar saja sudah bisa dibilang beruntung. Berapa banyak orang tua yang mampu bersikap seperti ibu dalam kisah ini—tidak hanya tidak menyalahkan pihak lain, tetapi bahkan mengajarkan anaknya untuk menghibur orang yang bersalah?

Sungguh seorang ibu yang berhati luas. Dengan pendidikan seperti ini, dapat diyakini anak tersebut kelak akan tumbuh menjadi pribadi yang berbakti, penuh toleransi, dan penuh empati. (jhn/yn)

Enam Tahun Rugi 11,5 Miliar Yuan, Bandara Ibu Kota Beijing dalam Kerugian Besar

Bandara Internasional Ibu Kota Beijing yang selama bertahun-tahun mencatat jumlah penumpang tertinggi di Tiongkok kini menghadapi kerugian besar. Dalam enam tahun terakhir, total kerugian bersihnya mencapai 11,5 miliar yuan (sekitar 115 miliar yuan dalam perhitungan lokal). Berbagai analisis menyebutkan bahwa kondisi ini berkaitan dengan sejumlah kebijakan yang diambil di bawah kepemimpinan Xi Jinping.

EtIndonesia. Baru-baru ini, Bandara Ibu Kota Beijing merilis proyeksi kinerja tahun 2025, dengan perkiraan kerugian bersih antara 600 juta hingga 760 juta yuan.

Sebenarnya, sejak 2020 bandara tersebut sudah mulai mengalami kerugian besar. Pada 2020 dan 2021 masing-masing mencatat kerugian sekitar 2 miliar dan 2,1 miliar yuan. 

Pada 2022, kerugian melonjak hingga lebih dari 3,5 miliar yuan, menjadi titik terburuk dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang 2023 dan 2024, total kerugian kembali menembus lebih dari 3,1 miliar yuan.

Jika digabungkan hingga 2025, selama enam tahun terakhir total kerugian bersih telah mencapai sekitar 11,5 miliar yuan.

Padahal sebelumnya, Bandara Ibu Kota Beijing merupakan salah satu pusat penerbangan internasional tersibuk di Tiongkok. Jumlah penumpang pernah menempati peringkat pertama di daratan Tiongkok, dan pada 2019 mencapai 100 juta penumpang dalam setahun. Namun sejak 2020, jumlah penumpang mulai merosot tajam.

Media independen “Minhang Zhiyi” (Sayap Penerbangan Sipil) menganalisis bahwa penyebab mendasar kerugian ini adalah pengalihan arus penumpang ke Bandara Internasional Beijing Daxing.

Bandara Daxing merupakan proyek besar yang diprakarsai setelah Xi Jinping menjabat. Menurut laporan resmi, pada September 2014 Xi memimpin rapat Komite Tetap Politbiro dan secara langsung menyetujui pembangunan Bandara Daxing. Bandara tersebut mulai beroperasi pada akhir September 2019, sementara Bandara Ibu Kota mulai mencatat kerugian sejak 2020.

Sebagian warganet mempertanyakan keputusan tersebut: “Jika sejak awal akan dialihkan ke Daxing, mengapa tetap dibangun? Siapa yang bertanggung jawab atas kerugian ini? Siapa yang akan menutup lubang kerugian tersebut?”

Kemunduran Bandara Ibu Kota juga dikaitkan dengan kebijakan “zero-COVID dinamis” yang diberlakukan selama pandemi.

Selama pandemi COVID-19, pemerintah menerapkan kebijakan penguncian ketat yang berdampak besar terhadap industri penerbangan nasional. Dalam tiga tahun masa pembatasan, industri penerbangan sipil secara keseluruhan dilaporkan merugi hampir 400 miliar yuan.

Di Beijing, kebijakan pengendalian pandemi diberlakukan lebih ketat dibanding wilayah lain, menyebabkan jumlah penumpang Bandara Ibu Kota pada 2022 anjlok drastis hingga kurang dari 13 juta orang, bahkan terlempar dari 10 besar bandara tersibuk di Tiongkok.

Seorang pakar masalah Tiongkok menyebutkan bahwa sebelum 2020, Bandara Ibu Kota unggul jauh dibanding bandara lain karena memiliki dukungan politik dan kebijakan khusus yang memungkinkan monopoli sumber daya di Beijing. Namun setelah pandemi menghantam industri penerbangan, bandara tersebut kehilangan keunggulan tersebut.

Ditambah lagi dengan perlambatan ekonomi di wilayah utara Tiongkok, percepatan “decoupling” (pemisahan ekonomi) dengan negara-negara Barat, serta berbagai persoalan internal seperti dugaan korupsi yang sebelumnya tertutupi, kelemahan struktural bandara pun semakin terekspos. Kurangnya reformasi internal membuat pemulihan berjalan lambat dan kinerja tetap terpuruk.

Grup Bandara Ibu Kota berada langsung di bawah pengawasan Administrasi Penerbangan Sipil Tiongkok, dengan tingkat birokratisasi yang tinggi dan masalah korupsi yang cukup serius. Sejumlah pejabat tinggi pernah tersandung kasus hukum.

Data publik menunjukkan bahwa dua mantan ketua dewan direksi Grup Bandara Ibu Kota, Li Peiying dan Zhang Zhizhong, terlibat kasus korupsi berat. Li Peiying dijatuhi hukuman mati, sementara Zhang Zhizhong divonis 20 tahun penjara. Selain itu, sejumlah eksekutif lainnya juga pernah diselidiki. (jhon)

Sumber : NTDTV.com

Buruh di Tiongkok Sulit Menagih Upah, Pekerja Migran Sichuan Ancam Bunuh Orang Jika Gaji Tak Dibayar

Di tengah perlambatan ekonomi di Tiongkok daratan, gelombang aksi penagihan upah pada akhir tahun 2026 dilaporkan semakin memprihatinkan. Beredar video yang menunjukkan pekerja migran asal Sichuan mendatangi sebuah proyek konstruksi di Guizhou untuk menuntut pembayaran upah. Salah satu pekerja bahkan mengancam akan membunuh jika gaji tidak segera dilunasi. Sebelumnya juga dilaporkan ada pekerja migran yang meninggal dunia karena bunuh diri saat menagih upah.

EtIndonesia. Pada 12 Februari, sebuah video beredar di internet memperlihatkan beberapa pekerja migran mendatangi lokasi proyek untuk menagih gaji. Salah satu dari mereka mengancam manajemen proyek bahwa jika masalah tunggakan gaji tidak diselesaikan keesokan harinya, ia akan membunuh mereka. Jika tidak berhasil, ia mengatakan akan melompat dari gedung dan bunuh diri. Ia juga menyatakan tidak takut jika polisi datang untuk menangkapnya.

Pekerja tersebut berteriak bahwa sebelum datang ke lokasi, ia sudah berpamitan kepada keluarganya dan “mengatur urusan terakhirnya” jika sampai harus bunuh diri.

Ia juga menuduh pihak proyek secara konsisten menahan “uang hasil jerih payah” para pekerja dan menyebut praktik tersebut telah “menghancurkan beberapa keluarga”.

Dalam video itu, pihak lain menanyakan berapa jumlah upah yang belum dibayarkan. Pekerja tersebut menjawab bahwa ia sendiri belum menerima lebih dari 30.000 yuan (RMB), sementara total tunggakan untuk empat orang mencapai hampir 120.000 yuan.

Menurut warganet, video tersebut direkam saat para pekerja migran asal Sichuan datang ke Guizhou untuk menagih upah mereka.

Sebelumnya, seorang pengacara di Shanxi juga mengunggah video yang mengungkap kasus seorang pekerja migran yang gagal menagih upah sebesar lebih dari 1.000 yuan. Karena putus asa, ia diduga membunuh satu keluarga majikannya.

Di media sosial, sebagian warganet mengecam para pengusaha yang menahan upah buruh. Namun ada pula yang bersimpati kepada pemilik usaha, dengan alasan bahwa kondisi ekonomi sedang sulit dan mungkin saja mereka sendiri belum menerima pembayaran proyek dari pihak lain.

Warganet di luar negeri menyalahkan sistem pemerintahan yang dinilai represif sebagai penyebab tragedi-tragedi tersebut. Mereka menilai bahwa demi menjaga “stabilitas sosial”, otoritas bahkan menciptakan istilah baru seperti “penagihan upah secara jahat” untuk menekan pekerja yang menuntut haknya. 

Penindasan terhadap buruh penagih upah dianggap memberi ruang bagi sebagian pengusaha untuk terus menekan pekerja, sehingga mendorong sebagian buruh nekat mengambil tindakan ekstrem.

Video lain juga menunjukkan bahwa pada 11 Februari di Yunnan, karena upah belum dibayarkan oleh China Construction Seventh Engineering Division, seorang pekerja migran meminum insektisida (Dichlorvos) di kantor perusahaan dan meninggal dunia.

Selain kasus pembunuhan dan bunuh diri, banyak pekerja yang naik ke atap gedung secara berkelompok dan mengancam akan melompat demi menekan pihak perusahaan agar membayar gaji. Ada pula pekerja yang dalam keputusasaan menggantung diri di lokasi proyek.

Sebuah video lainnya menunjukkan bahwa di Kota Quanzhou, Provinsi Fujian, seorang kontraktor yang belum menerima pembayaran proyek dari perusahaan milik negara setempat terdesak oleh para pekerjanya yang menuntut gaji. Karena putus asa dan tidak menemukan jalan keluar, ia akhirnya membakar dirinya sendiri di lokasi proyek. (jhon)

Sumber : NTDTV.com

Kesepahaman Tercapai, Ketegangan Meningkat: Babak Baru Duel Nuklir Washington–Teheran

EtIndonesia. Perundingan nuklir antara Amerika Serikat  dan Iran memasuki babak kedua pada Selasa, 17 Februari 2026, di Jenewa, Swiss, dengan suasana yang diliputi kombinasi kemajuan diplomatik moderat dan ketegangan militer regional yang meningkat.

Diskusi yang dimediasi oleh Oman ini dilakukan dalam format tidak langsung: delegasi AS dan Iran berada di ruangan terpisah dan saling bertukar pesan melalui mediator. Perundingan menggali isu-isu utama soal program nuklir Iran, dengan fokus pada cara menyelesaikan sengketa yang telah berlangsung bertahun-tahun sejak kedua negara berselisih terkait kemampuan nuklir Teheran.

Kemajuan Diplomasi: “Prinsip Panduan” Disepakati

Menurut Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, pertemuan putaran kedua berjalan konstruktif dan kedua pihak mencapai kesepahaman atas sejumlah prinsip dasar, yang diharapkan menjadi landasan menuju negosiasi lebih rinci di masa depan. Meskipun begitu, Araghchi menekankan bahwa ini bukanlah kesepakatan akhir dan masih banyak rincian penting yang harus dibahas.

Diplomat AS yang terlibat — termasuk Utusan Khusus Steve Witkoff dan penasihat Presiden Jared Kushner — mengakui adanya kemajuan dalam pembicaraan, meski mencatat bahwa banyak isu kunci masih belum terselesaikan.

Latar Belakang Konflik dan Isu Perundingan

Negosiasi ini merupakan bagian dari dialog yang telah berjalan sejak awal 2025 untuk membahas kemungkinan kesepakatan nuklir baru setelah kesepakatan lama (JCPOA) runtuh dan hubungan Washington–Teheran memburuk. Konflik semakin tajam setelah serangkaian serangan dan eskalasi militer di kawasan yang juga disertai tekanan ekonomi dan sanksi.

Di Balik Meja Perundingan: Ancaman Militer dan Latihan di Selat Hormuz

Penutupan Sementara Selat Hormuz (17 Februari 2026)

Pada hari yang sama ketika pembicaraan intensif berlangsung di Jenewa, Iran mengumumkan penutupan sementara Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran strategis terpenting di dunia. Penutupan ini berlangsung selama beberapa jam sebagai bagian dari latihan militer tembakan langsung oleh Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC).

Selat Hormuz menjadi fokus ketegangan karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati kawasan ini setiap harinya. Kebijakan penutupan ini menandai salah satu tindakan militer paling signifikan Iran di tengah pembicaraan diplomatik yang sedang berlangsung.

Latihan Gabungan dan Tanggapan Regional

Selain penutupan Selat Hormuz, Iran melanjutkan latihan angkatan laut dan uji coba senjata, dengan fokus pada kesiapan militer menghadapi potensi ancaman. Rusia dan Tiongkok juga terlibat dalam latihan gabungan di kawasan tersebut — sebuah langkah yang dipandang sebagai pamer kekuatan bersama dan respons terhadap penempatan pasukan AS di Teluk Persia.

Pidato Khamenei: Retorika Penegasan Kekuasaan

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menggunakan pidato publik untuk menegaskan sikap tegasnya terhadap tekanan AS. Dia menyatakan bahwa bahkan militer terkuat pun bisa dihancurkan, dan memberi sinyal bahwa senjata yang mampu menenggelamkan kapal perang musuh lebih berbahaya daripada kapal itu sendiri. Pernyataan ini disampaikan bersamaan dengan dimulainya putaran kedua perundingan nuklir di Jenewa.

Reaksi Pasar Global dan Dampak Ekonomi

Berita tentang perundingan diplomatik dan eskalasi militer di Teluk Persia berdampak langsung pada pasar energi global. Harga minyak dunia sedikit menurun lantaran sentimen pasar membaca adanya potensi meredanya risiko konflik besar pasca-kesepakatan prinsip dasar.

Kesimpulan: Diplomasi vs. Ketegangan

Dalam pertemuan pada 17 Februari 2026, dua kekuatan besar — AS dan Iran — menunjukkan bahwa jalan menuju solusi damai masih panjang. Kesepakatan prinsip panduan adalah langkah awal yang positif, tetapi:

  • Isu inti tentang program nuklir Iran dan sanksi AS belum selesai.
  • Latihan militer dan penutupan Selat Hormuz menunjukkan bahwa risiko konflik tetap tinggi.
  • Keterlibatan pihak ketiga (Rusia, Tiongkok) memperumit dinamika geopolitik regional.

Perundingan akan terus berlanjut dalam putaran berikutnya, dengan harapan dunia internasional agar konflik tidak berkembang menjadi bentrokan militer yang lebih luas.

Taman Bunga Milik Seorang Tunanetra

EtIndonesia. Di sebuah taman besar, terdapat sebuah rumah kecil. Di dalam rumah itu tinggal seorang pria tunanetra. Dia menghabiskan seluruh waktunya untuk merawat taman tersebut. Meski matanya tidak dapat melihat, taman itu terawat dengan sangat baik.

Baik di musim semi, musim panas, maupun musim gugur, taman itu selalu dipenuhi lautan bunga.

Seorang pejalan kaki yang lewat merasa sangat kagum melihat keindahan taman itu, lalu bertanya: “Mengapa Anda melakukan semua ini? Bukankah Anda sama sekali tidak bisa melihat keindahan bunga-bunga ini?”

Pria tunanetra itu tersenyum dan berkata: “Aku bisa memberitahumu empat alasan.
Pertama, aku menyukai pekerjaan berkebun.  Kedua, aku bisa meraba dan menyentuh bunga-bungaku. Ketiga, aku bisa mencium harum mereka. Dan alasan keempat… adalah kamu.”

“Aku?” tanya si pejalan kaki keheranan. “Padahal Anda bahkan tidak mengenal saya.”

“Benar, aku memang tidak mengenalmu,” jawab pria tunanetra itu. “Namun aku tahu, akan ada orang-orang sepertimu yang suatu hari lewat di tempat ini. Mereka akan merasa bahagia ketika melihat taman bungaku, dan aku pun mendapat kesempatan untuk berbincang denganmu di sini.”

Renungan

Orang yang lapang hati dan menerima takdir akan memanfaatkan apa yang dimilikinya sebaik mungkin, serta dengan senang hati berbagi dengan orang lain. Karena itu, jalan hidupnya akan terasa semakin mulus dan luas.

Sebaliknya, orang yang egois, enggan berbagi, dan hanya ingin memiliki, justru akan mendapati jalan hidupnya semakin sempit.(jhn/yn)

Dunia Kian Tegang, Swedia Gelar Kembali Latihan Evakuasi Sipil Besar Pertama dalam 60 Tahun

EtIndonesia. Menghadapi situasi global yang semakin tegang, Swedia berencana menggelar kembali latihan evakuasi sipil berskala besar di Pulau Gotland, wilayah selatan negara itu, pada September mendatang. Tujuan utama latihan ini adalah memastikan bahwa jika konflik bersenjata meningkat, pemerintah mampu mengevakuasi warga sipil dari wilayah berisiko tinggi ke area yang lebih aman secara efektif.

Ini merupakan latihan evakuasi sipil besar pertama sejak era 1960-an. Pemerintah Swedia juga berencana mengadakan latihan serupa dengan skala yang lebih besar di wilayah utara pada tahun depan.

Menurut laporan kanal berita Ekot dari Radio Swedia (SR), latihan semacam ini lazim dilakukan pada dekade 1950–1960-an. Latihan pada September nanti akan menjadi yang pertama dalam lebih dari enam dekade.

Kepala pertahanan Gotland, Alf Söderman, menyatakan bahwa latihan ini akan meningkatkan kesiapan berbagai instansi dalam menangani evakuasi massal warga sipil. Selain itu, ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Swedia mampu mengelola situasi darurat semacam ini.

Latihan tersebut diperkirakan melibatkan lebih dari 300 relawan dari berbagai usia dan jenis kelamin. Sarana evakuasi yang digunakan adalah bus umum Pulau Gotland. Söderman menekankan bahwa evakuasi sipil merupakan operasi yang sangat kompleks. Di antara warga yang dievakuasi terdapat lansia, anak-anak, serta individu dengan kebutuhan khusus, bahkan hewan peliharaan seperti kucing dan anjing yang memerlukan dukungan tim khusus.

Latihan evakuasi sipil terbesar dalam sejarah Swedia sebelumnya digelar pada tahun 1961 di Stockholm, dengan sekitar 30.000 orang dievakuasi saat itu.

Stasiun Televisi Swedia (SVT) melaporkan bahwa Gotland telah mengumumkan rencana latihan ini sejak tahun lalu. Salah satu skenario yang diasumsikan adalah memburuknya situasi keamanan di kawasan Laut Baltik, yang menyebabkan pasukan NATO ditempatkan di bagian utara Gotland. Kondisi tersebut dapat menjadikan wilayah itu sebagai zona berisiko tinggi, sehingga warga perlu dipindahkan ke wilayah selatan pulau yang lebih aman.

Kepala administrasi Gotland, Charlotte Petri Gornitzka, menyatakan bahwa warga sipil merupakan bagian penting dari sistem pertahanan nasional di masa perang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tetap menjalani kehidupan senormal mungkin agar fungsi sosial tetap berjalan. Gotland tetap membutuhkan penduduknya, sehingga prioritas utama adalah memindahkan warga ke area yang lebih aman di dalam pulau, bukan ke daratan utama Swedia. Pendekatan ini disebut sebagai pelajaran yang dipetik dari pengalaman perang di Ukraina.

Badan Pertahanan Sipil dan Ketahanan Swedia (Swedish Civil Defence and Resilience Agency) menegaskan bahwa dalam situasi krisis, warga sebaiknya tetap tinggal di rumah masing-masing selama memungkinkan. Evakuasi massal hanya akan dilakukan sebagai langkah terakhir.

Lembaga tersebut juga menyatakan bahwa latihan serupa akan digelar di wilayah Swedia dengan tingkat risiko perang tertinggi. Latihan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada tahun 2027 di wilayah utara Swedia, dan akan melibatkan kerja sama multinasional bersama Finlandia dan Norwegia.

Sumber : NTDTV.com

Tahun 2026: Saat Beras Lebih Mahal dari Mutiara dan Asia Timur Tenggelam dalam Kematian

EtIndonesia. Di penghujung tahun 2025, ketika banyak orang masih menganggap dunia hanya sedang melewati “fase tegang biasa”—krisis geopolitik, ekonomi yang naik-turun, rumor perang, dan ketakutan pasca pandemi—sebuah rangkaian cerita gelap muncul dari berbagai arah, menyatu seperti kepingan puzzle yang mengerikan.

Semua bermula dari sebuah ramalan yang terdengar seperti syair, namun menyisakan rasa dingin di dada: tentang 2026, kuda merah, darah, api, kelaparan, dan tulang-belulang.

Dan anehnya… ramalan itu tidak berhenti sebagai “teori internet”. Dia bergerak cepat, melewati batas negara, menembus pembatas informasi, dan memicu reaksi yang tidak wajar: orang-orang mulai menghubungkan ramalan itu dengan peristiwa nyata yang terjadi pada akhir 2025, terutama kemunculan drone misterius yang menyemprotkan cairan di wilayah permukiman.

Di titik inilah narasinya berubah. Ini bukan lagi sekadar cerita peramal. Ini menjadi cerita tentang ketakutan manusia: apakah kita sedang diperingatkan… atau sedang disiapkan untuk sesuatu?

Kalimat yang Menggetarkan: “Beras Semahal Mutiara, Dongyang Penuh Tulang”

Sosok yang memicu badai rumor itu disebut netizen sebagai “penjual pisau kredit”—julukan yang muncul karena penampilannya yang dianggap aneh dan gaya bicaranya seperti orang yang datang membawa “pesan”, bukan datang untuk berdagang.

Saat media mencoba mendekatinya, dia tidak memberi wawancara panjang. Dia justru menghindar. Namun sebelum pergi, dia meninggalkan syair yang kemudian menjadi pusat pembahasan:

“Tahun dua enam, kuda merah—darah dan api menyembur. Senja menggelap, tak ada matahari di langit. Beras di Nanyang semahal mutiara. Di Dongyang, di mana-mana penuh tulang-belulang.”

Kalimat ini menyebar cepat. Dalam hitungan waktu, dia melompat dari forum kecil ke platform besar, dari komentar netizen ke video-video analisis, dari “di luar tembok” sampai akhirnya “masuk ke dalam tembok”.

Dan ketika sudah masuk, dia tidak bisa lagi dihentikan.

Penafsiran Sistematik: Empat Kalimat, Empat Bencana

Agar tidak mengawang-awang, para penafsir memecah syair itu menjadi empat bagian. Dari sinilah pola “ramalan 2026” terbentuk.

(1) “Tahun dua enam, kuda merah—darah dan api menyembur.”

Dua kata pembuka “dua enam” dianggap terlalu jelas: 2026.

Lalu “kuda merah” ditafsirkan sebagai simbol klasik bencana. Merah adalah warna darah, api, peperangan, dan rezim tertentu.

Tiga kata berikutnya—“darah dan api menyembur”—menjadi pusat perdebatan:

  • Ada yang menafsirkannya sebagai perang besar yang brutal: api peperangan meluas, korban jatuh massal.
  • Ada yang menafsirkannya sebagai konflik yang melibatkan “rezim merah”: perang besar yang menyeret negara tertentu ke dalam pusaran.

Di tahap ini, ramalan sudah cukup membuat orang gelisah, namun belum sampai membuat orang merinding.

Yang membuat merinding justru kalimat berikutnya.

(2) “Senja menggelap, tak ada matahari di langit.”

“Senja” dipahami sebagai simbol Barat.

Maknanya: saat Timur memanas, Barat memasuki kegelapan—bukan hanya gelap fisik, tetapi gelap sistem: ekonomi goyah, sosial kacau, kepercayaan publik runtuh.

Ini bukan lagi narasi perang. Ini narasi runtuhnya tatanan.

(3) “Beras di Nanyang semahal mutiara.”

“Nanyang” biasanya merujuk kawasan Asia Tenggara.

Kalimat ini dianggap merujuk pada krisis pangan, bukan sekadar inflasi biasa:

  • harga bahan pokok melonjak
  • stok menipis
  • bahkan punya uang pun belum tentu bisa membeli

Jika ini benar, maka masyarakat di Asia Tenggara menghadapi tekanan dari dua sisi: ekonomi dan kelangkaan.

Namun semua itu masih terasa “mungkin”.

Kalimat keempat terasa seperti “palu terakhir”.

(4) “Di Dongyang, di mana-mana penuh tulang-belulang.”

“Dongyang” merujuk Asia Timur: Tiongkok, Taiwan, Jepang, Korea.

Dan frasa “penuh tulang-belulang” adalah gambaran mengerikan tentang kematian massal.

Bukan kematian biasa.

Melainkan kematian yang jumlahnya sampai:

  • tidak ada yang sempat mengurus jenazah
  • mayat membusuk di jalan
  • masyarakat mati rasa karena terlalu banyak yang mati

Ini mengingatkan orang pada nubuat kuno yang pernah menyebut kalimat seperti:

  • “sepuluh rumah tinggal satu”
  • “seribu orang tersisa dua atau tiga”

Lalu pertanyaannya muncul, dan pertanyaan ini seperti pintu menuju kegelapan:

Apa penyebabnya? Perang? Wabah? Atau sesuatu yang tidak masuk akal?

Pleyer: “Ini Wabah.” Dan Pesannya Datang dari Dewa Kematian

Di tengah perdebatan, muncul peramal Thailand bernama Pleyer.

Dia tidak menyebut dirinya peramal. 

Dia berkata: “Saya hanya menyampaikan pesan yang diminta untuk saya sampaikan.”

Dan kali ini, dia mengaku pesannya datang dari sosok yang disebutnya: Dewa Kematian.

Menurut Pleyer, 2026 tampak seperti: seekor kuda yang menerjang masuk ke dalam api, berjuang mati-matian, lalu keluar—namun terluka parah.

Maknanya: 2026 bukan satu bencana. Melainkan rangkaian bencana bertumpuk.

Dia menyebut urutan ancaman:

  1. api/ledakan besar
  2. air/banjir dan cuaca ekstrem
  3. gempa — bahkan banyak yang “buatan manusia”
  4. dan puncaknya: virus buatan manusia

(1) Api: Ledakan dan Benturan Dua Negara Besar

Pleyer melihat ledakan besar dan suara dentuman keras: “boom boom”.

Dia tidak mau menyebut negara, hanya bilang:

  • jaraknya jauh dari Thailand
  • tapi dampaknya global
  • Thailand pun tak akan luput

Ini membuat orang menafsirkannya sebagai perang besar atau serangan besar yang memicu efek domino.

(2) Air: “Hujan seperti langit bocor”

Dia melihat hujan yang tidak berhenti, wilayah yang biasanya aman dari badai tiba-tiba diterjang topan.

Dia menyarankan pada paruh pertama 2026 untuk menghindari perjalanan, terutama ke negara-negara berawalan HJT.

Netizen menafsirkan:  Hawaii, Jepang, Taiwan.

Kebetulan? Tiga-tiganya berada di kawasan Cincin Api Pasifik.

Lalu muncul kaitan berikutnya: gempa.

(3) Gempa: Bukan Hanya Alam, Tapi “Eksperimen Dasar Laut”

Ini bagian yang membuat narasi menjadi lebih gelap.

Pleyer mengatakan:

  • gempa pasti terjadi
  • 2027 gempa lebih sering
  • banyak gempa disebabkan manusia

Dia menyebut adanya negara yang melakukan eksperimen atau uji coba senjata rahasia di dasar laut, memilih area dengan retakan bawah tanah, lalu memicu reaksi berantai.

Dan dia menegaskan: banyak bencana “tahun ini dan tahun depan” punya faktor manusia.

Namun itu bukan yang paling buruk.

Bab 4 — Puncak Ketakutan: Virus Laboratorium yang Dicampur “Virus Kuno”

Pleyer berkata: yang terburuk adalah virus.

Bukan virus alami.

Melainkan:

  • virus baru hasil laboratorium
  • dicampur dengan virus kuno
  • menyerang sistem pernapasan seperti COVID
  • dan menyebar bertahap: tidak serentak seluruh dunia

Dia mengaku menerima dua kata dari “Dewa Kematian”:

Tuberkulosis dan Wabah Hitam.

Wabah Hitam sendiri tercatat mulai menyebar sekitar 1347, melanda Asia, Eropa, Afrika, dan dalam beberapa tahun membunuh puluhan hingga ratusan juta orang.

Jika virus modern benar-benar dicampur dengan “karakter virus lama” semacam itu, maka yang terjadi bukan pandemi biasa.

Melainkan bencana sejarah.

Yang lebih mengganggu: Pleyer menyebut ini bukan kebocoran lab tidak sengaja, tapi senjata biologi yang sengaja disebarkan.

Dan menurut narasi itu, 2026 baru awal, sampai 2030 dampaknya bisa makin mengerikan.

Vinita dan Parker: “Lebih Dahsyat dari COVID”

Cerita ini tidak berhenti di Pleyer.

Penafsir Nadi India bernama Vinita—dalam program peramal Inggris bernama Parker—juga menyebut:

  • virus menular lewat udara
  • aktivitas manusia dibatasi
  • makanan langka
  • dan ia menegaskan: senjata biologi

Parker menambahkan: virus ini akan lebih dahsyat daripada COVID.

Jika demikian, kalimat “tulang-belulang berserakan” menjadi lebih “masuk” dalam narasi mereka.

Fakta yang Membuat Orang Merinding: Drone Tengah Malam (Akhir Nov–Awal Des 2025)

Lalu muncul bagian yang membuat orang menelan ludah:

Pada akhir November hingga awal Desember 2025, banyak wilayah Tiongkok daratan melaporkan:

  • drone terbang tengah malam
  • menyemprot cairan ke area permukiman
  • warga mencium bau hangus dan bau aneh
  • sebagian mengeluh demam dan tenggorokan tidak nyaman keesokan hari

Jika ini disinfeksi, mengapa tidak ada pemberitahuan resmi?

Biasanya pemerintah akan memberi instruksi:

  • tutup pintu jendela
  • jangan keluar rumah

Tapi kali itu: tidak ada.

Pertanyaan netizen meledak.

Dan yang membuat makin gelap: pihak resmi diam.

Di titik ini, rumor “uji coba senjata biologi pada warga sipil” mulai mengeras.

Xu Yu dan “Rafael”: 11 Desember 2025

Di tengah kekacauan opini, sebuah video disebarkan: medium Taiwan Xu Yu dari kanal “Galaksi Andromeda”.

Dia mengaku berkomunikasi dengan Malaikat Agung Rafael.

Pada 11 Desember 2025, dia menanyakan tentang drone-drone itu.

Jawaban yang dia sampaikan: “Ya. Dugaan kalian benar. Ini serangan biologi mengerikan.”

Dia menyebut cairan itu mengandung virus buatan, dimodifikasi agar lebih patogen dan menular.

Alasannya—menurut narasi itu—adalah kontrol: membuat rakyat sibuk bertahan hidup sehingga tak sempat berpikir, tak sempat sadar, dan mudah dikendalikan.

Namun Rafael juga memberi “kabar baik”: bencana besar bukan berarti tak bisa dihadapi.

1 Desember 2024: “Cara Bertahan adalah Kebaikan Sejati”

Xu Yu mengatakan bahwa dalam komunikasi spiritual pada 1 Desember 2024, Rafael sudah memperingatkan:

  • 2026 wabah menyebar di Tiongkok daratan
  • juga di Eropa-Amerika, Kanada
  • dan beberapa kota Asia

Namun ia menekankan cara perlindungan: kebaikan sejati dari hati.

Bukan pencitraan. Bukan ritual semata.

Narasi ini menggambarkan kebaikan sebagai “frekuensi” yang membentuk medan energi seperti perisai.

Orang yang “frekuensinya tinggi” tidak mudah terinfeksi, sementara yang rendah rentan.

Wabah tidak merata, katanya, hanya menghantam wilayah dengan energi kolektif rendah.

Perang Besar Lima Negara dan “Perang Fondasi” Amerika

Pleyer menyebut perang besar.

Vinita menyebut perang lima negara: Tiongkok, Amerika, Rusia, ditambah India dan Eropa.

Peramal Amerika Amanda Grace menyebut 2026 sebagai “perang fondasi” untuk Amerika.

Fondasi yang ia maksud adalah spiritual, terlihat dari slogan dolar: “In God We Trust.”

Grace menyebut dua krisis:

  1. kompromi prinsip demi kekuasaan
  2. infiltrasi ideologi yang merusak akar nilai

Dan dia menyebut tanda peringatan muncul berulang lewat pola angka 911 sepanjang 2025–2026.

Kisah Anak 7 Tahun: “Ini Kesempatan Terakhirmu Memilih Terang”

Menjelang akhir 2025, viral kisah seorang anak 7 tahun yang mati suri selama empat menit, lalu hidup kembali. Dia mengaku bertemu Yesus dan melihat “perang terang melawan gelap”, serta lima hari terakhir sebelum pemisahan besar.

Pesannya bukan ancaman, melainkan ajakan yang menyentuh: “Aku tidak tahu kamu percaya atau tidak. Tapi kalau semua ini benar, apakah kamu siap? Kamu harus memilih. Ini mungkin kesempatan terakhirmu.”

Penutup — Di Ujung Semua Ramalan, Ada Satu Kata: Pilihan

Kamu boleh percaya, boleh tidak.

Namun narasi ini menyatukan satu hal yang sama dari awal sampai akhir: 2026 digambarkan sebagai tahun ujian—bukan hanya ujian dunia, tapi ujian hati manusia.

Di tengah perang, wabah, kelaparan, dan ketakutan, pada akhirnya yang diuji bukan hanya negara.

Yang diuji adalah manusia.

Dan di atas semua itu, ada pesan yang terus diulang:

Masa depan mungkin bukan sekadar “di tangan kita”.
Masa depan adalah hasil dari satu hal: pilihan.

Longsor Salju di Swiss Sebabkan Kereta Tergelincir, Polisi Konfirmasi 5 Orang Terluka dan Lebih dari 20 Dievakuasi

EtIndonesia. Di dekat kota Goppenstein, Swiss selatan, pada Senin (16 Februari) pukul 07.00 pagi waktu setempat, sebuah kereta api tergelincir saat keluar dari terowongan. Insiden tersebut menyebabkan lima orang terluka dan lebih dari 20 orang harus dievakuasi secara darurat.

Saat ini, wilayah tersebut berada pada tingkat kewaspadaan longsor level 4 dari skala 1 hingga 5—level kedua tertinggi.

Menurut laporan AFP, pihak kepolisian menyatakan bahwa “berdasarkan hasil penyelidikan awal, kemungkinan telah terjadi longsor salju tidak lama sebelum kereta melintas, sehingga salju tebal menutupi rel.” Kantor kejaksaan telah membuka penyelidikan atas insiden tersebut.

Sebelumnya sempat dilaporkan bahwa kereta tersebut membawa sekitar 80 penumpang. Namun, polisi kemudian mengonfirmasi bahwa jumlah penumpang sebenarnya adalah 29 orang.

“Secara total terdapat lima orang yang mengalami luka-luka, satu di antaranya telah dilarikan ke rumah sakit, sementara seluruh penumpang lainnya berhasil dievakuasi dengan selamat,” ujar pihak kepolisian.

Menurut AFP, desa setempat yang berada di ketinggian 1.216 meter di atas permukaan laut itu masih mengalami hujan salju hingga sore hari tanggal 16 Februari. Mengingat risiko longsor di kawasan tersebut sangat tinggi, polisi juga mengingatkan para jurnalis agar tidak berlama-lama berada di lokasi kejadian.

Perusahaan Kereta Api Federal Swiss (CFF) melalui situs resminya menyatakan bahwa longsor tersebut menyebabkan jalur kereta antara Goppenstein dan Brig terputus sementara waktu. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Grand Whiz Hotel Trawas Hadirkan “A Glorious Ramadhan”: Buka Puasa All You Can Eat Mulai Rp99 Ribu di Kaki Gunung Penanggungan

Trawas, Mojokerto – Menyambut bulan suci Ramadan 2026, Grand Whiz Hotel Trawas menghadirkan pengalaman berbuka puasa spesial bertajuk “A Glorious Ramadhan”. Mengusung konsep buffet atau all you can eat, program ini menawarkan sajian kuliner lengkap dengan suasana khas pegunungan yang sejuk dan hangat.

Berlokasi di kawasan wisata Trawas yang terkenal dengan pemandangan alamnya, hotel bintang empat ini menyiapkan beragam menu berbuka mulai dari aneka takjil, hidangan utama Nusantara dan Western, hingga makanan penutup yang menggugah selera. Para tamu juga dapat menikmati pengalaman interaktif melalui live cooking, di mana proses pengolahan makanan dapat disaksikan langsung di area makan.

Spesial Ramadan

Dengan harga mulai Rp99.000 nett per orang, masyarakat umum dapat menikmati sajian berbuka yang lezat dan variatif. Untuk menambah kehangatan suasana, Grand Whiz Hotel Trawas juga menghadirkan live music yang akan menemani waktu berbuka puasa. Selain itu, tersedia doorprize pada periode tertentu sebagai kejutan spesial bagi para tamu.

Marketing Communication Grand Whiz Hotel Trawas, Riyya Izza, menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk mengakomodasi tingginya minat masyarakat terhadap buka puasa bersama, baik keluarga maupun komunitas.

“Ramadan identik dengan momen berkumpul. Kami melihat kebutuhan akan tempat berbuka bersama masih cukup tinggi, sehingga program ini disiapkan sebagai alternatif pilihan bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana berbuka yang nyaman dan berbeda di kawasan Trawas,” ujarnya.

Suasana Ramadan yang Hangat dengan Sentuhan Khas

General Manager Grand Whiz Hotel Trawas, Indra Purwono, menambahkan bahwa program tematik Ramadan menjadi agenda rutin tahunan yang terus disesuaikan dengan kebutuhan tamu. Tahun ini, selain variasi menu, penataan ruang makan dan dekorasi bernuansa Ramadan menjadi perhatian khusus untuk menciptakan suasana yang lebih hangat dan khidmat.

“Kami ingin setiap tamu yang berbuka di sini merasakan pengalaman yang tak hanya memuaskan secara kuliner, tetapi juga secara emosional—menikmati kebersamaan di tengah suasana pegunungan yang sejuk,” jelas Indra.

Lokasi Strategis di Destinasi Wisata Pegunungan

Grand Whiz Hotel Trawas terletak di Jl. Raya Trawas, Desa Belik, Kec. Trawas, Kab. Mojokerto, dikenal sebagai salah satu destinasi wisata pegunungan favorit di Jawa Timur. Dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, spa, dan area rekreasi keluarga, hotel ini menjadi pilihan tepat untuk menikmati liburan sekaligus momen kebersamaan di bulan Ramadan.

Program “A Glorious Ramadhan” merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang diselenggarakan oleh Intiwhiz Hospitality Management di sejumlah hotel dalam jaringan tersebut.

ARTOTEL Harmoni Jakarta Ajak Publik Bernostalgia Lewat “Piringan Hitam Party”: Sarapan, Berburu Vinyl, dan Nikmati Alunan Musik Analog

Jakarta – Di tengah gempuran musik digital, ARTOTEL Harmoni Jakarta menghadirkan pengalaman berbeda dengan menggelar “Piringan Hitam Party”, sebuah perayaan nostalgia yang memadukan kehangatan musik analog, sarapan lezat, dan pasar barang koleksi. Acara yang berlangsung pada Minggu, 8 Februari 2026 di courtyard hotel ini sukses menarik puluhan pecinta vinyl, keluarga, dan komunitas retro.

Mengusung konsep vinyl spinning party, pengunjung dimanjakan dengan alunan musik dari piringan hitam yang diputar langsung oleh para kolektor dan DJ. Suasana semakin hidup dengan kehadiran bazar market yang menampilkan berbagai rilisan fisik musik, pernak-pernik unik, dan produk kreatif dari penyedia lokal.

Dengan tiket masuk sebesar Rp99.000, tamu tidak hanya mendapatkan akses ke acara, tetapi juga menikmati buffet breakfast spesial dari tim kuliner ARTOTEL Harmoni. Beragam hidangan Indonesia dan Western tersedia untuk menemani momen santai di pagi hari. Sebagai kejutan, panitia juga membagikan merchandise eksklusif dan mengadakan doorprize bagi para hadirin.

Arbiter Gerhard, General Manager ARTOTEL Harmoni Jakarta, mengungkapkan antusiasme terhadap tren vinyl yang kembali naik daun. “Kami melihat minat masyarakat terhadap musik analog sangat besar. Melalui acara ini, kami ingin memberikan ruang bagi para pecinta vinyl untuk berbagi passion sambil menikmati fasilitas hotel yang nyaman dan berbeda dari biasanya,” ujarnya.

Keberhasilan “Piringan Hitam Party” membuktikan bahwa pengalaman budaya autentik tetap diminati di era digital. Para tamu tidak hanya pulang dengan perut kenyang, tetapi juga membawa pulang kenangan dan koleksi baru.

ARTOTEL Harmoni Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan kolaborasi kreatif yang memadukan seni, musik, dan kuliner, menjadikan hotel bukan sekadar tempat menginap, tetapi juga pusat gaya hidup dan inspirasi.

MaxOne Hotel Dharmahusada Surabaya Hadirkan “Aladin: 1001 Harapan”: Buka Puasa All You Can Eat dengan Hadiah Umroh ke Tanah Suci

Surabaya – MaxOne Hotel Dharmahusada Surabaya menyambut bulan suci Ramadan 2026 dengan menghadirkan program berbuka puasa bertajuk “Aladin: 1001 Harapan”. Mengusung nuansa Timur Tengah yang hangat dan magis, program ini menawarkan pengalaman bersantap all you can eat dengan pilihan area eksklusif serta hadiah utama berupa satu tiket umroh untuk tahun 2027.

Para tamu dapat memilih dua lokasi berbuka yang berbeda suasana. Di SkyCave Rooftop Lounge, pengunjung dimanjakan dengan panorama indah Kota Surabaya dari ketinggian. Sementara itu, Cardamom Restaurant menghadirkan atmosfer Ramadan yang autentik dengan dekorasi khas dan sajian bercita rasa Timur Tengah yang kaya rempah.

Harga Ramah Kantong

Dengan harga Rp135.000 nett per orang, tamu dapat menikmati beragam hidangan khas Timur Tengah, mulai dari olahan daging, nasi rempah, live cooking, hingga aneka takjil dan dessert yang berganti setiap harinya. MaxOne Hotel Dharmahusada juga menawarkan promo early bird Buy 10 Get 1 Free, cocok untuk buka puasa bersama keluarga, komunitas, maupun rekan kerja.

Khusus di akhir pekan (weekend), tersedia menu spesial kambing guling yang disajikan melalui live cooking, menghadirkan cita rasa autentik Timur Tengah yang menjadi favorit saat berbuka.

Berhadiah Umroh

Sebagai daya tarik utama, MaxOne Hotel Dharmahusada bekerja sama dengan Sahelia Travel Umroh mempersembahkan hadiah utama berupa 1 tiket umroh untuk 1 orang yang dapat digunakan pada tahun 2027. Hadiah ini diberikan sebagai bentuk apresiasi dan harapan agar Ramadan tahun ini membawa keberkahan bagi para tamu.

Melalui tema “Aladin: 1001 Harapan”, MaxOne Hotel Dharmahusada Surabaya berharap dapat menghadirkan pengalaman Ramadan yang tidak hanya lezat dan menyenangkan, tetapi juga penuh makna dan kebahagiaan.