Kontraktor di Fujian, Tiongkok Diduga Bakar Diri karena Tak Dibayar Upah Proyek

EtIndonesia. Seiring perlambatan ekonomi Tiongkok yang terus berlanjut, gelombang tuntutan pembayaran upah menjelang Tahun Baru Imlek tahun ini disebut semakin memprihatinkan. Beredar kabar bahwa seorang kontraktor di Quanzhou, Fujian, karena tak kunjung menerima pembayaran proyek, nekat membakar diri di lokasi konstruksi hingga meninggal dunia.

Video yang beredar di media sosial Tiongkok memperlihatkan sebuah mobil pribadi terbakar hebat di area yang diduga merupakan lokasi proyek. Api melalap kendaraan tersebut hingga hanya menyisakan rangka. Polisi terlihat memasang garis pembatas di sekitar lokasi.

Menurut informasi yang beredar, proyek tersebut berada di bawah perusahaan milik negara daerah, Rongqi Group, yang disebut telah lama menunggak pembayaran proyek dan gaji pekerja. Seorang kontraktor yang berkali-kali menagih pembayaran disebut tidak mendapat respons. Akibatnya, para pekerja di bawahnya tidak memiliki biaya untuk pulang kampung menjelang Tahun Baru.

Dalam kondisi terdesak, kontraktor tersebut diduga mengemudikan mobilnya ke lokasi proyek dan membakar diri.

Sebelum menyalakan api, korban disebut sempat merekam pesan terakhir dari dalam mobil. Dalam rekaman tersebut, ia mengatakan bahwa dirinya berada di lokasi proyek Rongqi dan tidak mampu lagi bertahan karena pembayaran tak kunjung diterima, sementara para pekerja tidak bisa pulang. Ia menyatakan dirinya “terpaksa pergi lebih dulu” dan meminta para pekerjanya memaafkannya.

Belakangan ini, banyak video juga beredar yang menunjukkan pekerja di berbagai daerah mengepung perusahaan atau lokasi proyek untuk menuntut upah. Sebagian laporan menyebut adanya tindakan keras aparat terhadap para penuntut upah. Beberapa pekerja bahkan terlihat memanjat atap gedung untuk mengancam bunuh diri, sementara ada pula yang menggantung diri di lokasi proyek.

Seorang pengacara dari Shanxi juga mengungkapkan kasus lain, di mana seorang buruh migran yang gagal menagih upah sekitar 1.000 yuan diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap keluarga majikannya. (Jhon)

250 Ribu Massa Padati Munich, Serukan Penggulingan Rezim Iran di Tengah Konferensi Keamanan

EtIndonesia. Sekitar 250.000 orang turun ke jalan di Munich, Jerman, pada Sabtu (14 Februari 2026) untuk memprotes pemerintahan Iran dan menyerukan perubahan rezim. Aksi besar ini berlangsung bertepatan dengan penyelenggaraan Munich Security Conference, ketika para pemimpin dunia tengah berkumpul membahas isu keamanan global.

Para demonstran berharap aksi tersebut mampu meningkatkan perhatian internasional terhadap situasi di Iran serta menekan komunitas global agar memperbesar tekanan terhadap pemerintah di Teheran.

Di lokasi aksi, massa memukul drum, meniup terompet, dan meneriakkan slogan-slogan yang menyerukan penggantian rezim. Sebagian peserta mengenakan topi merah bertuliskan “Make Iran Great Again”, meniru slogan politik Amerika Serikat. Banyak pula yang mengangkat poster bergambar tokoh oposisi Iran di pengasingan, Reza Pahlavi.

Ketika Pahlavi naik ke panggung dan menyampaikan pidato, sorak-sorai dukungan membahana di tengah kerumunan.


Seruan “Perubahan Rezim” Menggema

“Perubahan! Perubahan! Perubahan rezim!” teriak puluhan ribu orang sambil mengibarkan bendera hijau-putih-merah dengan lambang singa dan matahari—simbol yang digunakan pada masa Dinasti Pahlavi sebelum digulingkan pada 1979.

Massa juga meneriakkan slogan “Kembalinya Dinasti Pahlavi ke Iran” dan “Iran Demokratis.”

Menurut laporan kantor berita AP, seorang demonstran bernama Daniyal Mohtashamian mengatakan bahwa ia datang dari Zürich, Swiss, untuk menyuarakan dukungan bagi para demonstran di Iran yang mengalami penindasan. Ia menyebut bahwa akses internet di Iran dibatasi sehingga suara rakyat sulit terdengar di luar negeri.

Media berbasis di Inggris, Iran International, mengutip keterangan kepolisian setempat bahwa jumlah peserta mencapai sekitar 250.000 orang.


Bagian dari “Hari Aksi Global”

Reza Pahlavi menyebut aksi di Munich sebagai bagian dari “hari aksi global” untuk mendukung rakyat Iran yang menjadi korban penindasan mematikan dalam gelombang protes domestik.

Ia juga menyerukan kepada para pendukungnya untuk menggelar aksi serupa di berbagai kota dunia seperti Los Angeles dan Toronto. Pada hari yang sama, demonstrasi solidaritas juga digelar di Amsterdam (Belanda), Glasgow (Skotlandia), Melbourne dan Sydney (Australia), serta Auckland (Selandia Baru).

Dalam konferensi pers di Munich, Pahlavi memperingatkan bahwa jika negara-negara demokratis “berdiam diri”, maka lebih banyak korban jiwa bisa jatuh di Iran.

“Kita berkumpul di saat yang menentukan. Dunia harus menjawab satu pertanyaan: apakah akan berdiri bersama rakyat Iran?” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberlangsungan rezim saat ini mengirimkan pesan berbahaya kepada para penguasa otoriter di dunia: bahwa kekuasaan dapat dipertahankan selama kekerasan terus dilakukan.


Tekanan Internasional dan Latar Sejarah

Tekanan terhadap Iran juga datang dari Amerika Serikat. Presiden Donald Trump berulang kali memperingatkan bahwa jika Iran tidak mencapai kesepakatan nuklir, maka opsi militer tetap terbuka. Pada Jumat (13 Februari), Trump bahkan menyatakan bahwa perubahan rezim di Iran “akan menjadi pilihan terbaik.”

Reza Pahlavi adalah putra sulung Shah Iran terakhir, Mohammad Reza Pahlavi, dan Permaisuri Farah Pahlavi. Dinasti Pahlavi dikenal berhaluan pro-Barat dan mendapat dukungan kuat dari Amerika Serikat. Pada 1979, revolusi yang dipimpin oleh Ruhollah Khomeini menggulingkan monarki dan mendirikan Republik Islam Iran yang berlandaskan sistem pemerintahan berbasis syariah.

Sejak saat itu, Iran memasuki babak politik baru yang kerap dipandang dunia Barat sebagai berseberangan dengan sistem demokrasi liberal.

Aksi di Munich menjadi salah satu demonstrasi terbesar oposisi Iran di luar negeri dalam beberapa tahun terakhir, menandakan meningkatnya mobilisasi diaspora Iran di tengah ketegangan geopolitik yang terus berkembang. (Jhon)

Sumber : NTDTV.com

Kehidupan Akan Menemukan Jalannya Sendiri

EtIndonesia. Di sebuah tempat budidaya ikan di Inggris, ikan trout memperlihatkan sebuah aksi pelarian spektakuler demi kebebasan. Lalu bagaimana dengan kita? Jangan sampai terjebak dalam jalan buntu dan mempersulit diri sendiri.

Belum lama ini, di sebuah peternakan ikan di Inggris, ikan trout cokelat melakukan sebuah aksi luar biasa demi meraih kebebasan.

Mereka melompat setinggi lebih dari satu meter, dengan sangat tepat masuk ke dalam sebuah pipa sempit, lalu berenang melawan arus sejauh beberapa meter di dalam pipa tersebut, sambil terus waspada terhadap serangan para pemangsa. Pada akhirnya, mereka berhasil menikmati kebebasan yang begitu berharga.

Seluruh kejadian ini direkam dengan sangat jelas oleh seorang fotografer satwa liar.

Baru-baru ini, para pekerja di sebuah peternakan ikan dekat Alresford, Hampshire, Inggris selatan, mendapati bahwa jumlah ikan trout cokelat yang mereka pelihara berkurang secara signifikan.

Meski di sekitar lokasi sering muncul burung air dan predator lainnya, namun jumlah ikan yang hilang seharusnya tidak sebanyak itu. Ketika para pekerja merasa kebingungan, seorang fotografer satwa liar berusia 59 tahun bernama Dennis Bright menemukan rahasianya: demi kebebasan, ikan-ikan trout ini ternyata menampilkan versi dunia hewan dari film The Great Escape.

Berdasarkan foto-foto yang diambil Dennis, ikan-ikan trout yang melarikan diri melompat keluar dari kolam setinggi lebih dari satu meter, lalu dengan sangat akurat masuk ke dalam pipa penyalur air ke kolam tersebut. Diameter pipa itu hanya sekitar 20 sentimeter.

Setelah itu, ikan-ikan trout berenang melawan arus di dalam pipa sejauh lebih dari 10 meter, hingga mencapai ujung pipa di sisi lain—sebuah anak sungai dari Sungai Itchen—dan memulai kehidupan bebas mereka.

Dennis mengatakan:  “Itu benar-benar pemandangan yang sulit dipercaya. Memang berenang melawan arus adalah naluri alami ikan trout, terutama ketika mereka mencari tempat untuk bertelur.

Namun bisa melompat dengan begitu tepat ke dalam pipa sempit seperti itu sungguh luar biasa. Mereka berani melompat demi kebebasan, tetapi takdir tidak serta-merta menjadi mudah, karena di anak sungai itu masih ada berang-berang, burung bangau, dan banyak pemangsa lain yang siap mengintai.”

Direktur Wild Trout Trust Inggris, Simon Johnson, mengatakan: “Ikan trout cokelat terbiasa bermigrasi dan berenang melawan arus, terutama pada bulan November dan Desember.

Aliran air yang keluar dari pipa tersebut tampaknya membangkitkan naluri alami mereka. Mereka mungkin mengira itu adalah sebuah air terjun, sehingga berusaha berenang melawan arus untuk menemukan lokasi bertelur.”

Ikan-ikan trout melompat masuk ke dalam pipa air dan berenang melawan arus.

Seperti terlihat pada gambar, kolam budidaya dan aliran sungai dipisahkan oleh daratan, tetapi dihubungkan oleh sebuah pipa.

Melalui jalur inilah ikan-ikan trout berenang melawan arus dan akhirnya memasuki “surga kebebasan” di sisi kanan.

Hikmah Cerita

Mencius pernah berkata: “Hidup lahir dari penderitaan, mati datang dari kenyamanan.”

Manusia yang hidup dalam kesulitan akan terdorong untuk berjuang dan bertahan, sedangkan mereka yang terlalu nyaman justru mudah tenggelam dalam kenikmatan hingga menuju kehancuran.

Petualangan dan rasa ingin tahu adalah syarat utama agar kehidupan dapat terus berlanjut. Meski dalam proses menjelajah terdapat banyak risiko yang tak terduga, jika berhasil melewatinya, kehidupan akan melangkah maju jauh ke depan. Sebaliknya, jika setiap hari hanya tahu hidup nyaman dan aman, maka kehidupan lambat laun akan menuju kemunduran dan kehancuran.

Lihatlah ikan-ikan kecil dalam cerita ini—demi bertahan hidup, mereka berani melangkah ke jalan yang asing, meski penuh bahaya dan ketidakpastian. Lalu bandingkan dengan kita, manusia yang disebut sebagai makhluk paling cerdas di bumi—bukankah kita seharusnya memiliki tekad bertahan hidup yang lebih kuat untuk menghadapi situasi ekonomi yang sulit ini?(jhn/yn)

250 Ribu Orang Turun ke Jalan di Jerman, Aksi Besar Menentang Rezim Iran Menggema di Munich

EtIndonesia. Sekitar 250.000 orang berkumpul di Munich, Jerman, pada Sabtu (14 Februari 2026) untuk memprotes pemerintahan Iran saat ini dan menyerukan perubahan rezim. Aksi besar tersebut berlangsung di kawasan Theresienwiese, bertepatan dengan penyelenggaraan Konferensi Keamanan Munich ke-62.

Tokoh oposisi utama Iran yang hidup di pengasingan, Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran, tampil di hadapan massa dan menyatakan tekadnya untuk memimpin Iran menuju masa depan yang demokratis dan sekuler.

“Saya datang ke sini hari ini untuk memastikan Iran bertransformasi menuju masa depan yang sekuler dan demokratis,” ujar Pahlavi di hadapan lautan demonstran yang bersorak.

Ia menambahkan bahwa dirinya berkomitmen menjadi pemimpin gerakan transisi tersebut, dengan tujuan agar rakyat Iran suatu hari dapat menentukan nasib negara melalui proses pemilu yang demokratis dan transparan.


Tekanan Internasional dan Situasi di Dalam Negeri Iran

Menurut laporan AFP, kemarahan publik terhadap kepemimpinan di Teheran terus meningkat setelah tindakan keras aparat Iran terhadap demonstrasi anti-pemerintah bulan lalu yang menimbulkan banyak korban jiwa.

Pada 13 Februari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump bahkan menyatakan bahwa perubahan rezim di Iran akan menjadi “situasi paling ideal.” Di saat yang sama, Amerika Serikat dilaporkan meningkatkan kehadiran militer di kawasan Timur Tengah.

Dalam aksi di Munich, Senator Amerika Serikat Lindsey Graham juga turut berpidato. Dengan mengepalkan tangan, ia menyampaikan kepada para demonstran, “Rakyat Iran pada akhirnya akan meraih kebebasan.”

Pada 14 Februari 2026, selama Konferensi Keamanan Munich Security Conference ke-62 yang diadakan di lapangan Theresienwiese, Munich, Jerman selatan, mantan putra mahkota Iran dan tokoh utama oposisi saat ini, Reza Pahlavi, berdiri di atas panggung bersama istrinya, Yasmine Pahlavi, dan membuat isyarat kemenangan dalam sebuah aksi demonstrasi oposisi Iran. (Michaela STACHE / AFP via Getty Images)

Sebelumnya, Reza Pahlavi juga berbicara dalam forum Munich Security Conference, menyerukan kepada Presiden Trump untuk “membantu” rakyat Iran serta mendesak komunitas internasional melakukan intervensi kemanusiaan eksternal guna mencegah lebih banyak korban jiwa di Iran.


Klaim Korban dan Masa Depan Perundingan Nuklir

Organisasi yang berbasis di Amerika Serikat, Human Rights Activists News Agency, pada 12 Februari menyatakan bahwa jumlah korban tewas akibat penindasan pemerintah Iran telah mencapai sedikitnya 7.002 orang, dan kemungkinan angka sebenarnya lebih tinggi.

Pada 14 Februari 2026, oposisi Iran mengadakan aksi demonstrasi di pusat pameran Theresienwiese di Munich, Jerman selatan. (Michaela STACHE / AFP via Getty Images)

Sementara itu, Iran masih berupaya bernegosiasi dengan Amerika Serikat terkait program nuklirnya. Namun, hingga kini belum ada kepastian apakah putaran kedua perundingan antara Washington dan Teheran akan benar-benar terlaksana.

Aksi besar di Munich ini mencerminkan meningkatnya tekanan internasional terhadap pemerintahan Iran, sekaligus memperlihatkan kuatnya mobilisasi oposisi Iran di luar negeri di tengah dinamika geopolitik yang semakin memanas. (jhon)

Sumber : NTDTV.com 

Pengacara HAM Tiongkok Mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Pendiri Falun Gong, Master Li Hongzhi

EtIndonesia. Menjelang datangnya Tahun Baru Imlek, sejumlah pengacara hak asasi manusia serta warga Tiongkok daratan menerima wawancara dan mengirimkan surat ucapan selamat. Mereka menyampaikan rasa hormat dan doa kepada Falun Dafa serta pendirinya, Master Li Hongzhi.

Mereka menyatakan bahwa di tengah tanah yang penuh penderitaan ini, Falun Dafa bagaikan mercusuar di malam gelap—menjadi harapan umat manusia, membimbing banyak orang untuk tetap teguh membela keadilan dan bersuara demi kebenaran. Mereka juga menyampaikan pesan seperti, “Kami merindukan Guru Li!”, “Selamat Tahun Baru untuk Guru Li!”, dan “Kami berharap beliau segera kembali ke Tiongkok daratan.”

Falun Dafa (juga dikenal sebagai Falun Gong) adalah sebuah ajaran kultivasi tingkat tinggi dalam tradisi Buddha yang diperkenalkan oleh Li Hongzhi pada Mei 1992 di Changchun, Tiongkok. Latihan ini berpedoman pada prinsip “Sejati, Baik, Sabar”. Hingga kini telah tersebar di lebih dari 110 negara, menerima lebih dari sepuluh ribu penghargaan, dan disebut telah membawa manfaat fisik dan mental bagi jutaan orang. Setiap kali hari raya tiba, banyak orang menyampaikan rasa terima kasih mereka kepada Li Hongzhi.


Penyebaran Dafa Membawa Harapan Masa Depan

Pengacara HAM Wang Xing mengirimkan kartu ucapan kepada media. Ia mengatakan, “Di tengah masyarakat yang terdistorsi dan moral yang merosot saat ini, Dafa dapat tersebar luas dan prinsip Sejati-Baik-Sabar dapat diyakini orang-orang, sehingga manusia tetap memiliki integritas dan harapan akan masa depan.”

Ia menambahkan, “Semua kalangan seharusnya berterima kasih kepada Guru Li.”

“Selamat Tahun Baru untuk Guru Li!”

Pengacara hak asasi manusia Tiongkok, Wang Xing, mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Li Hongzhi! (Disediakan oleh narasumber)

“Falun Gong adalah Harapan Umat Manusia, Kami Merindukan Guru Li!”

Seorang warga daratan bernama Zhao Guangming dalam surat ucapannya menyampaikan, “Selamat Tahun Baru untuk Guru Li, semoga Tahun Kuda membawa keberuntungan dan kesehatan!”

Ia menambahkan, “Falun Gong adalah harapan umat manusia. Kami berharap Guru Li segera kembali ke Tiongkok daratan dan Falun Gong dapat segera memiliki lingkungan latihan yang sah dan legal.”

Zhao juga berkata, “Guru Li jangan sampai melupakan kami! Kami merindukan Guru Li!”


Di Tanah yang Penuh Derita Ini, Dafa adalah Cahaya Harapan

Pengacara HAM Lan Ning juga mengirimkan kartu ucapan. Ia menulis, “Kami masih memiliki harapan terhadap Tiongkok karena cahaya Dafa bersinar di tanah yang penuh penderitaan ini. Itulah cahaya harapan.”

Ia menambahkan, “Tahun 2026 ditakdirkan menjadi tahun yang tidak biasa. Semoga Guru Dafa sehat dan damai di Tahun Kuda.”

Pengacara hak asasi manusia Tiongkok, Lan Ning, mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Li Hongzhi! (Disediakan oleh narasumber)

“Dafa Bagaikan Mercusuar di Malam Gelap”

Pengacara HAM Zhang Linli menulis dalam kartu ucapannya, “Di awal musim semi, segala sesuatu diperbarui. Sepanjang tahun lalu, kami merasakan bahwa di tengah ketidakpastian lingkungan besar, tak seorang pun benar-benar menjadi penonton.”

“Dafa bagaikan mercusuar di malam gelap, membimbing orang-orang untuk tetap teguh demi keadilan, membuka jalan bagi kebebasan, dan berseru demi kebenaran.”

“Pada momen Tahun Baru ini, kami mengucapkan selamat Tahun Baru kepada Bapak Li, semoga bahagia dan sehat selalu.”

Pengacara hak asasi manusia dari Tiongkok Daratan, Zhang Linli, dengan hormat mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Master Li Hongzhi!

“Semoga Era Ini Segera Menyongsong Zaman Baru”

Pengacara HAM Yang Wen juga menyampaikan ucapan, “Selamat Tahun Baru untuk Bapak Li!”

Ia menyatakan bahwa sebagai seorang pengacara HAM yang lama memperhatikan kebebasan berkeyakinan dan hak asasi manusia, ia menyampaikan salam tulus menjelang Tahun Kuda.

Menurutnya, dalam lingkungan yang paling keras sekalipun, prinsip “Sejati, Baik, Sabar” tetap menjadi bara api yang tak padam dalam hati banyak orang, menjadi pilar spiritual untuk melawan ketakutan, kebohongan, dan kekerasan.

Ia menuliskan harapan agar cahaya kebenaran menerangi lebih banyak fakta yang tersembunyi, agar belenggu ketidakadilan hancur, dan agar setiap jiwa yang menderita karena keyakinannya segera melihat matahari dan kebebasan.

Ia juga mendoakan agar semua orang yang menanggung penderitaan demi mempertahankan kebenaran tetap kuat dan damai.

Pengacara hak asasi manusia Tiongkok, Yang Wen, mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Master Li Hongzhi! (Disediakan oleh narasumber)

“Selamat Tahun Baru untuk Guru Li!”

Pengacara HAM Ming Zhi dari wilayah Timur Laut juga menyampaikan, “Selamat Tahun Baru untuk Guru Li, pendiri Falun Gong!”

Seorang warga bernama Xiao Zhen bersama ayahnya juga mengirimkan ucapan, “Kami mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Guru Li.”

Ia menulis bahwa Dafa membimbing mereka berjalan dalam kegelapan, dan bahwa para praktisi Falun Gong adalah orang-orang yang tulus dan baik hati. Ia juga menyampaikan harapan agar suatu hari Guru Li dapat kembali ke daratan.

Pengacara hak asasi manusia Tiongkok, Ming Zhi, mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Master Li Hongzhi! (Disediakan oleh narasumber)

“Falun Gong Menguntungkan Negara dan Rakyat”

Pengacara HAM Qin Qun, yang pernah menangani kasus praktisi Dafa, mengatakan bahwa selama berinteraksi dengan mereka, ia merasakan kebaikan hati mereka. Dari sudut pandang hukum, menurutnya, tindakan para praktisi tidak melanggar hukum, bahkan membawa manfaat bagi negara dan masyarakat.

Ia menyatakan harapan agar para praktisi Dafa suatu hari memiliki lingkungan latihan yang wajar dan legal, dan ia ingin menyaksikan hari itu bersama mereka.

Pengacara hak asasi manusia Tiongkok, Qin Qun, mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Master Li Hongzhi! (Disediakan oleh narasumber)

“Di Masa Kekacauan Terdengar Suara Jernih”

Seorang pengacara lain bernama Sun Yuan menulis dalam puisinya:

“Di masa kacau terdengar suara jernih,
Menarik insan keluar dari dunia keruh.
Melepaskan hati fana dengan sukacita,
Bersyukur atas bimbingan Guru.”

Pengacara hak asasi manusia Tiongkok, Sun Yuan, mengucapkan Selamat Tahun Baru kepada Li Hongzhi! (Disediakan oleh narasumber)

(Untuk melindungi narasumber, semua nama dalam artikel ini adalah nama samaran.)

Raja dan Pengemis

EtIndonesia. Di dunia ini terdapat begitu banyak rupa dan bentuk kenikmatan yang mampu menggoda hati manusia dan membuatnya tersesat. Menahan diri dari godaan indera dan nafsu bukanlah hal yang mudah. Karena itu dikatakan: “Melihat yang baik lalu tidak ingin menambah lagi, itu sangat sulit.”

Orang yang memiliki rasa serakah yang kuat, hampir selalu tidak pernah puas dengan keadaan yang sedang dimilikinya. Dia terus merasa kosong dan kehilangan.

Karena tidak puas dengan kenyataan, dia terus mengejar sesuatu. Demi mengejar tujuan di masa depan, dia sering kali kehilangan jati diri. Banyak orang yang masa depannya hancur justru karena dorongan keinginan untuk terus mengejar dan memiliki.

Pada masa Buddha masih hidup, ada seorang raja dari sebuah kerajaan kecil. Raja ini bisa dikatakan sangat kaya raya, bahkan termasuk yang terkaya di dunia.

Dia sangat yakin bahwa kedudukan tinggi dan kekuasaan yang dimilikinya dalam kehidupan ini adalah hasil dari perbuatan memberi dan menebar kebaikan di kehidupan lampau. Karena itu, dia sangat gemar bersedekah dan berbuat kebajikan.

Suatu hari, dia membuka gudang harta kerajaannya dan mengumumkan bahwa selama tujuh hari penuh, siapa pun—tanpa memandang asal, jarak, maupun ras—yang datang meminta, pasti akan diberi.

Dia membagi harta tersebut menjadi tumpukan-tumpukan, masing-masing sebesar kira-kira enam puluh butir kurma yang ditumpuk. Setiap orang yang datang, pasti mendapatkan satu tumpukan.

Meskipun banyak orang datang mengambil, harta itu tetap masih tersisa sangat banyak.

Buddha mengetahui niat baik sang raja. Namun Buddha juga melihat bahwa kebajikan yang dilakukan raja tersebut belum merupakan pembebasan sejati, karena di balik pemberiannya masih ada keinginan—yakni mengharap kebahagiaan di kehidupan berikutnya.

Maka Buddha menjelma menjadi seorang pengemis dan datang menghadap raja.

Raja berkata: “Jika kamu memiliki kesulitan apa pun, silakan katakan. Jangan sungkan, aku pasti akan memenuhinya.”

Pengemis itu berkata:  “Aku tahu Paduka Raja gemar bersedekah dan menolong, karena itu aku datang untuk meminta harta.”

Raja menjawab: “Baik, ambillah satu tumpukan!”

Pengemis itu mengambil satu tumpukan harta lalu pergi. Namun baru berjalan tujuh langkah, dia kembali dan meletakkan harta itu ke tempat semula.

Raja bertanya heran: “Eh? Mengapa kamu mengembalikannya?”

Pengemis menjawab: “Awalnya aku pikir cukup jika bisa makan tiga kali sehari. Tetapi setelah memiliki harta ini, aku tetap hidup mengembara dan merasa tidak aman. Aku jadi ingin membangun sebuah rumah.”

Raja merasa itu masuk akal dan berkata : “Baik, ambillah satu tumpukan lagi.”

Pengemis itu mengambilnya, berjalan beberapa langkah, lalu kembali lagi dan mengembalikannya.

Raja semakin bingung dan bertanya:  “Ada apa lagi?”

Pengemis menjawab: “Jika harta ini kujual, mungkin hanya cukup untuk membangun rumah. Tapi jika ingin menikah, rasanya masih belum cukup.”

Raja berkata: “Kalau begitu, ambillah tiga tumpukan. Itu pasti cukup untuk membangun rumah dan menikah.”

Pengemis Brahmana itu mengambil tiga tumpukan harta dan pergi. Namun setelah berjalan tujuh langkah, dia kembali lagi dan meletakkan semuanya seperti semula.

Raja terkejut dan berkata: “Kamu ini benar-benar aneh. Tiga tumpukan harta masih belum cukup?”

Pengemis berkata: “Aku sudah menghitungnya, tetap belum cukup. Karena setelah rumah dibangun, menikah, dan punya anak, aku masih harus mempekerjakan pelayan untuk melayani istri dan anak, atau memperindah rumah. Jika dihitung-hitung, tetap saja tidak cukup.”

Menghadapi orang seperti ini, raja tetap berlapang dada dan berkata: “Kalau begitu, ambillah tujuh bagian!”

Pengemis itu benar-benar mengambil tujuh tumpukan harta dan pergi. Namun setelah berjalan cukup jauh, dia kembali lagi dan mengembalikan semuanya tanpa kurang satu pun.

Raja mulai marah dan berkata: “Kamu sungguh aneh! Ini sudah cukup untuk membangun rumah, menikah, dan mempekerjakan pelayan. Kamu masih merasa kurang? Harta ini cukup untuk membuatmu hidup nyaman seumur hidup!”

Pengemis itu menghela napas dan berkata: “Bagaimanapun aku menghitungnya, tetap terasa belum cukup. Meski semua sudah ada, anak pun kelak akan tumbuh dan menikah…

Ah! Hidup manusia memang tidak ada habisnya untuk dikejar dan dikerjakan.

Lagipula hidup ini tidak kekal. Aku lebih memilih hidup sederhana dan bebas seperti sekarang—tanpa beban batin dan tanggungan keluarga, menjalani hidup dengan bersih dan tenang sampai akhir.

Menurutku, kehidupan yang sekarang inilah yang paling ideal, paling bebas dan damai.”

Mendengar uraian pengemis Brahmana itu, raja pun tersadar. 

Dia berpikir: “Benar! Keinginan manusia memang tidak ada ujungnya. Aku sekarang sudah sangat berkecukupan, namun masih ingin mengejar kebahagiaan di kehidupan mendatang. Jika hidup demi hidup hanya mengejar pahala dan kenikmatan, maka tidak akan pernah ada pembebasan sejati. Sebagai raja, aku harus memikirkan rakyat, negara, dan ancaman dari luar—dipenuhi kekhawatiran. Apakah ini benar-benar kebahagiaan? Aku seharusnya mengejar kebahagiaan yang lebih luhur dan bebas.”

Manusia pada umumnya memiliki keinginan yang tak terbatas. Karena itu dikatakan, “melihat yang baik lalu tidak ingin menambah lagi, itu sulit.”

Seperti sang raja—meski menjadi penguasa tertinggi dan sangat kaya, dia masih ingin mengejar kebahagiaan di kehidupan selanjutnya. Sang pengemis pun demikian—ingin rumah, lalu ingin menikah, setelah menikah ingin pelayan, lalu memikirkan anak dan cucu di masa depan.

Contoh ini dengan jelas menunjukkan bahwa keinginan manusia tidak pernah berakhir—betapa melelahkannya hidup seperti itu.

Sebenarnya, “mengejar” tidak sepenuhnya buruk. Dalam belajar Dharma pun kita perlu mengejar kemajuan. Namun kemajuan itu bertujuan untuk membebaskan batin, menembus godaan nafsu duniawi, dan dengan semangat luhur mencapai kejernihan hati—hingga akhirnya melepaskan keinginan dan keserakahan, serta meraih kedamaian sejati.

Renungan

Pepatah Tiongkok mengatakan: “Keserakahan yang tak pernah puas ibarat ular menelan gajah.” Artinya, keserakahan tanpa batas pada akhirnya membawa bencana. Keinginan manusia, seperti pengemis dalam kisah ini, selalu berkembang: cukup makan, lalu menginginkan kenikmatan lain—dan tidak pernah merasa puas.

Saat belum punya uang, asal bisa makan kenyang, berpakaian hangat, dan punya tempat tidur, hati sudah merasa cukup.Ketika mulai punya uang, ingin makan lebih enak, berpakaian lebih bagus, dan tinggal lebih nyaman.

Saat menjadi sangat kaya, keinginan berubah menjadi: makanan harus mewah, pakaian harus bermerek, memakai perhiasan, tinggal di rumah besar, mengendarai mobil mahal—keinginan muncul tanpa henti dan berubah menjadi cinta pada kemewahan semu.

Ketidakpuasan memang bisa menjadi pendorong kemajuan manusia, tetapi juga merupakan sumber kejatuhan manusia. Jika mampu menahan diri dari kesombongan dan hanya mengejar apa yang benar-benar perlu dan dibutuhkan—bukan sekadar mengikuti tren secara membabi buta—barulah hidup bisa dijalani dengan bahagia dan damai.

Definisi cinta kemewahan semu menurut “tertawa mengembara di dunia” adalah:

  • Menyukai barang bermerek, tetapi tidak bisa membedakan mana yang baik dan buruk, asli atau palsu.
  • Menyukai barang antik, tetapi tidak memahami nilai seni maupun keasliannya.
  • Menyukai berlian dan perhiasan, tetapi bahkan tidak bisa membedakan yang asli dan palsu—lalu apa bedanya memakai yang asli atau tiruan?

Orang yang benar-benar memahami selera dan kehidupan, menikmati sesuatu karena minat dan makna, bukan demi mendapatkan tatapan kagum dari orang lain.(jhn/yn)

Kuil Zaman Besi Berusia 2.000 Tahun Ditemukan di Denmark

EtIndonesia. Sebuah kuil dan pemukiman berbenteng ditemukan di wilayah tengah Denmark selama penelitian yang dilakukan oleh Museum Midtjylland. Penemuan ini memberikan wawasan tentang masyarakat Eropa awal dan memberikan pemahaman yang signifikan tentang praktik keagamaan mereka serta jaringan perdagangan internasional yang membentang dari wilayah utara Eropa hingga Mediterania.

Yang perlu diperhatikan, Hedegard memiliki tempat pemakaman terbesar di Skandinavia. Ini juga merupakan pemukiman terbesar di Denmark dari abad sekitar kelahiran Kristus. Terletak di sebuah bukit yang menonjol di sisi utara Skjern A (Sungai Skjern). Dikelilingi oleh pagar yang kuat, area desa mencakup hampir 4 hektar pada bagian terbesarnya.

Situs ini menawarkan wawasan langka tentang agama dan hubungan jarak jauh, dengan para arkeolog menggambarkannya sebagai salah satu penemuan Zaman Besi paling spektakuler dalam beberapa dekade terakhir.

Di pusat penemuan ini adalah kuil yang berasal dari “sekitar tahun 0 M,” menurut Indian Defence Review. Terletak di sudut tenggara benteng. Bangunan ini berukuran 15 x 16 meter dan hampir berbentuk persegi panjang. Di bagian luar, terdapat parit dalam yang terkubur hampir 2 meter di bawah permukaan. Di dalamnya, mereka menemukan tiang-tiang kayu bundar yang ditempatkan dengan jarak 30 cm.

Struktur bagian dalam memiliki pintu masuk selatan dan dinding yang dibangun dari papan kayu dan tanah liat. Di dalamnya, para arkeolog melihat perapian tengah yang ditinggikan berukuran 2 x 2 meter, yang dihias dengan ornamen timbul dan linier. Ini menunjukkan fungsi utama bangunan tersebut adalah keagamaan, bukan domestik.

“Semua yang ada di Hedegård lebih besar dan lebih liar dari biasanya… Ketika kita berbicara tentang situs ini, tidak ada yang biasa,” kata inspektur museum Martin Winther Olesen.

Berbicara tentang kuil tersebut, Olesen mengatakan ini memberi orang “gambaran nyata pertama tentang seperti apa bangunan keagamaan dari periode ini”.

“Sampai sekarang, kita hanya memiliki contoh yang beberapa ratus tahun lebih muda,” tambah Olesen.

Situs pemakaman Zaman Besi di Hedegard ditemukan oleh arkeolog Orla Madsen pada tahun 1986. Penggalian berlanjut hingga tahun 1993 tetapi kemudian dihentikan sementara karena perubahan prioritas, seperti yang dilaporkan oleh arkeonews.net.

Museum Midtjylland memulai penyelidikannya pada tahun 2016 dan mendapatkan terobosan pada musim panas tahun 2023.

Waktu pembangunan dan benteng Hedegård tetap penting, bertepatan dengan ekspansi Kekaisaran Romawi ke utara menuju Jerman saat ini dan mendekati Sungai Elbe — dekat Jutlandia.

Para arkeolog telah menyarankan bahwa pagar dan benteng yang mengelilingi kuil tersebut mungkin merupakan respons terhadap tekanan militer Romawi.

“Tiba-tiba, ekspansi Romawi menjadi ancaman nyata tepat di depan pintu. Bagaimana Anda menanggapi tekanan semacam itu? Benteng mungkin menjadi jawabannya,” kata Olesen. (yn)

Dalam Kegelapan Tidak Ada Cantik dan Buruk, Hanya Baik dan Jahat

EtIndonesia. Di dalam kereta yang melaju dari New York menuju Boston, saya menyadari bahwa pria tua yang duduk di sebelah saya adalah seorang tunanetra.

Kebetulan, dosen pembimbing disertasi doktoral saya juga seorang tunanetra, sehingga berbincang dengan orang buta bukanlah hal yang sulit bagi saya. Saya bahkan menuangkan secangkir kopi panas untuknya.

Saat itu sedang terjadi kerusuhan rasial di Los Angeles, sehingga pembicaraan kami pun mengarah pada masalah prasangka rasial.

Pria tua itu bercerita bahwa dia berasal dari wilayah selatan Amerika Serikat. Sejak kecil, dia dididik dengan keyakinan bahwa orang kulit hitam lebih rendah derajatnya. Di rumahnya, para pembantu adalah orang kulit hitam. Selama tinggal di selatan, dia tidak pernah makan satu meja dengan orang kulit hitam, dan juga tidak pernah bersekolah bersama mereka.

Ketika dia pindah ke wilayah utara untuk melanjutkan pendidikan, suatu kali dia ditunjuk oleh teman-temannya untuk mengurus sebuah acara piknik. 

Tanpa sadar, dia menuliskan di undangan kalimat: “Kami berhak menolak siapa pun.”

Di wilayah selatan, kalimat itu berarti “kami tidak menerima orang kulit hitam”. Akibatnya, seluruh kelas gempar, dan dia dipanggil serta dimarahi oleh ketua jurusan.

Dia juga mengaku bahwa ketika berhadapan dengan kasir kulit hitam, dia selalu meletakkan uang di atas meja agar diambil sendiri, dan sengaja menghindari kontak tangan secara langsung.

Saya tersenyum lalu bertanya kepadanya: “Kalau begitu, Anda pasti tidak mungkin menikah dengan orang kulit hitam, ya?”

Dia tertawa terbahak-bahak dan menjawab: “Saya bahkan tidak bergaul dengan mereka, bagaimana mungkin menikah? Terus terang, saat itu saya percaya bahwa pernikahan antara orang kulit putih dan kulit hitam adalah sebuah aib bagi keluarga.”

Namun, ketika dia sedang menempuh studi pascasarjana di Boston, dia mengalami kecelakaan mobil. Meski berhasil selamat, penglihatannya hilang sepenuhnya.

Dia kemudian masuk ke sebuah pusat rehabilitasi tunanetra, belajar membaca huruf braille, berjalan dengan tongkat, dan keterampilan hidup lainnya. Perlahan-lahan, dia kembali mampu hidup mandiri.

Dia berkata bahwa hal yang paling menyiksanya bukanlah kehilangan penglihatan, melainkan kenyataan bahwa dia tidak lagi bisa mengetahui apakah orang di hadapannya berkulit hitam atau putih.

Dia membicarakan kegelisahan itu dengan seorang konselor psikologi. Konselor tersebut berusaha menuntunnya dengan sabar. Dia sangat mempercayainya, menceritakan segala hal, dan menganggapnya sebagai guru sekaligus sahabat.

Suatu hari, konselor itu berkata kepadanya: “Sebenarnya, saya sendiri adalah orang kulit hitam.”

Sejak saat itu, prasangka dalam dirinya perlahan-lahan lenyap sepenuhnya.

Dia berkata kepada saya: “Sejak itu, saya tidak lagi bisa membedakan apakah seseorang berkulit putih atau hitam. Bagi saya, hanya ada satu perbedaan: dia orang baik atau orang jahat. Warna kulit sudah tidak berarti apa-apa lagi.”

Saat kereta hampir tiba di Boston, pria tua itu berkata dengan penuh perasaan: “Saya kehilangan penglihatan, tetapi juga kehilangan prasangka. Betapa bahagianya saya.”

Di peron stasiun, istrinya telah menunggu. Mereka berpelukan dengan penuh kehangatan.

Saat itulah saya tersadar— istrinya adalah seorang perempuan kulit hitam berambut perak.

Saya pun menyadari sesuatu yang menyentak hati: karena saya masih bisa melihat, prasangka saya justru masih ada—betapa malangnya.

Ini adalah sebuah kisah yang indah, dan mengingatkan saya pada Pangeran Kecil.

Rubah dalam Pangeran Kecil pernah menyampaikan sebuah rahasia: “Hal yang paling berharga tidak dapat dilihat dengan mata, melainkan harus dirasakan dengan hati.”

Apa yang kita dengar dan lihat, tidak perlu langsung dipercaya sepenuhnya. Hanya dengan hati—melalui perasaan, pemahaman, dan pengalaman—kita bisa mendekati kebenaran sejati.

Renungan

Masyarakat seperti apa akan membentuk rakyat seperti apa. Ketika para pemimpin di atas menunjukkan kebencian dan penghinaan terhadap kelompok tertentu, maka masyarakat di bawah pun mudah membentuk prasangka yang sama. Ini adalah wujud dari kesombongan dan keangkuhan.

Mata memang memungkinkan kita melihat banyak hal, tetapi juga membuat kita gagal melihat banyak hal yang lebih penting. Ada nilai-nilai yang hanya bisa dipahami melalui waktu, pengamatan, dan hubungan yang tulus.

Sering kali, setelah benar-benar berinteraksi, kita baru menyadari bahwa seseorang atau sesuatu tidak seburuk yang dikatakan orang lain. Banyak kebencian lahir dari prasangka atau perbedaan posisi, dan ketika posisi itu hilang, kebencian pun ikut lenyap.

Di dunia ini masih ada masalah diskriminasi ras, padahal pada hakikatnya, manusia tidak benar-benar berbeda.

Jika harus membedakan, seperti yang dikatakan dalam kisah ini: hanya ada orang baik dan orang jahat, bukan pembagian berdasarkan warna kulit, asal-usul, atau kelompok.

Demokrasi sejati adalah kebebasan yang disertai kedewasaan— mampu menerima kekurangan diri sendiri, dan bahkan mampu bertepuk tangan atas kelebihan pihak yang berseberangan.(jhn/yn)

Tentara AS Melakukan 10 Serangan Terhadap 30 Target ISIS di Suriah dalam 2 Minggu

EtIndonesia. Militer AS mengatakan bahwa mereka telah menyerang lebih dari 30 target kelompok ISIS di Suriah selama dua minggu terakhir sebagai tanggapan atas serangan terhadap pasukan AS tahun lalu yang menewaskan dua tentara AS dan seorang penerjemah sipil Amerika.

Dalam sebuah pernyataan, Komando Pusat AS mengatakan bahwa pesawat Amerika telah melakukan 10 serangan terhadap lebih dari 30 target ISIS antara 3 Februari dan Kamis, menghantam fasilitas penyimpanan senjata dan infrastruktur lainnya.

Komando Pusat menyatakan bahwa setidaknya 50 anggota ISIS telah tewas atau ditangkap, dan 100 target ISIS telah dihantam sejak AS memulai serangannya setelah penyergapan Desember.

Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan bahwa pasukan pemerintah telah menguasai sebuah pangkalan di timur negara itu yang selama bertahun-tahun dikelola oleh pasukan AS sebagai bagian dari perang melawan ISIS. Pangkalan Al-Tanf memainkan peran utama setelah ISIS mendeklarasikan kekhalifahan di sebagian besar wilayah Suriah dan Irak pada tahun 2014.

Militer AS pada hari Jumat menyelesaikan pemindahan ribuan tahanan ISIS dari Suriah ke Irak, di mana mereka diperkirakan akan diadili. Para tahanan dikirim ke Irak atas permintaan Baghdad, sebuah langkah yang disambut baik oleh koalisi pimpinan AS yang selama bertahun-tahun telah memerangi ISIS.

Para tahanan di Suriah dipindahkan ke penjara al-Karkh di Baghdad, yang dulunya merupakan pusat penahanan Angkatan Darat AS yang dikenal sebagai Camp Cropper, tempat mantan penguasa Saddam Hussein ditahan sebelum dieksekusi.

“Kami menghargai kepemimpinan Irak dan pengakuan bahwa pemindahan tahanan sangat penting untuk keamanan regional,” kata kepala CENTCOM Laksamana Brad Cooper.

“Kerja bagus untuk seluruh tim Pasukan Gabungan yang melaksanakan misi yang sangat menantang ini di darat dan di udara,” tambahnya. (yn)

Pejuang Kehidupan

EtIndonesia. Namanya Nick Vujicic. Dia terlahir tanpa tangan dan tanpa kaki. Namun hari ini, kisah hidupnya telah menyentuh jutaan hati di seluruh dunia. Dia selalu mengembalikan segala kemuliaan kepada Tuhan.

Dokter tidak mampu memberikan penjelasan medis apa pun atas “cacat bawaan” yang dia alami sejak lahir. Sejak awal, dapat dibayangkan betapa banyak tantangan dan rintangan yang harus dia hadapi.

Kedua orangtuanya adalah penganut Kristen yang taat, bahkan ayahnya adalah seorang pendeta. Anak sulung mereka lahir tanpa tangan dan kaki—tanpa peringatan apa pun, tanpa waktu untuk bersiap. Para dokter pun hanya bisa terkejut dan hingga kini tak pernah ada penjelasan medis yang pasti.

Saat itu, duka yang menyelimuti seluruh jemaat gereja begitu besar. Banyak orang bertanya, “Jika Tuhan adalah Tuhan yang penuh kasih, mengapa hal seburuk ini terjadi—dan bahkan menimpa keluarga seorang pendeta?”

Pada awalnya, sang ayah mengira Nick tidak akan bertahan lama. Namun setelah pemeriksaan, ternyata dia adalah bayi laki-laki yang sehat—hanya saja beberapa anggota tubuhnya tidak ada. Kekhawatiran dan ketakutan orangtuanya tentang masa depan yang akan dihadapi Nick tentu sangat besar.

Syukurlah, Tuhan memberi mereka kekuatan, hikmat, dan keberanian untuk melewati masa-masa awal kehidupan Nick.

Ketika Nick mencapai usia sekolah, karena keterbatasan fisiknya dia tidak dapat langsung masuk ke sistem pendidikan umum. Namun Tuhan memberi kekuatan kepada ibunya untuk memperjuangkan perubahan hukum. Akhirnya, Nick menjadi salah satu siswa penyandang disabilitas generasi pertama di Australia yang dapat bersekolah di sistem pendidikan umum.

Dia mencintai sekolah dan berusaha menjalani hidup seperti anak-anak lain. Namun pada masa awal itu, dia kerap diperlakukan tidak menyenangkan—ditolak, diejek, dan dirundung—semata-mata karena perbedaan fisik.

Semua itu sangat sulit dia terima. Tetapi dengan dukungan orangtuanya, Nick menemukan sikap hidup dan nilai-nilai yang membantunya mengatasi tantangan tersebut. Dia meyakini bahwa meskipun penampilannya berbeda, dirinya tidak kalah dari siapa pun dalam hal batin dan nilai diri.

Ada masa-masa ketika dia begitu terpuruk hingga tidak ingin bersekolah, berharap bisa menghindari perhatian negatif. Orangtuanya terus mendorongnya agar tidak terfokus pada hal-hal negatif—mulailah berbicara dengan teman sekelas, bangun persahabatan. Tak lama kemudian, teman-temannya menyadari bahwa Nick bukanlah “makhluk aneh”. Sejak saat itu, Tuhan terus memberkatinya dengan sahabat-sahabat baru.

Sebagai pejuang kehidupan, Nick kerap merasa frustrasi dan marah karena tidak dapat mengubah wujud tubuhnya. Di sekolah Minggu dia belajar bahwa Tuhan mengasihi semua orang dan memperhatikan setiap insan. Dia memahami kasih itu, tetapi belum mengerti mengapa—jika Tuhan mengasihinya—Dia menciptakannya seperti ini. Apakah dia telah melakukan kesalahan?

Dia merasa menjadi satu-satunya “anak aneh” di sekolah. Dia bahkan berpikir dirinya adalah beban bagi orang-orang di sekitarnya, dan semakin cepat dia pergi, semakin baik bagi mereka. Dia sempat ingin mengakhiri hidupnya yang penuh rasa sakit. Namun setiap kali teringat orangtua dan keluarganya yang selalu menguatkan, menghibur, dan memberinya kasih, hatinya dipenuhi rasa syukur.

Melalui pengalaman perundungan, rasa iba pada diri sendiri, dan kesepian, Tuhan menanamkan dalam dirinya sebuah hasrat besar: membagikan kisah dan pengalamannya untuk menolong orang lain menaklukkan tantangan hidup—dan mengubah semuanya menjadi berkat. Dia ingin membangkitkan dan menginspirasi orang agar hidup sesuai potensi terbaiknya, tanpa membiarkan apa pun menghalangi impian.

Pelajaran pertama yang dia pelajari adalah: jangan pernah menganggap segala sesuatu sebagai hal yang sudah sewajarnya.

Pada usia 15 tahun, ketika membaca Injil Yohanes pasal 9, dia menyerahkan seluruh hidupnya kepada Kristus. Dikisahkan seseorang yang terlahir buta dibawa kepada Yesus dan orang-orang bertanya, siapa yang bersalah. Yesus menjawab bahwa kebutaan itu ada agar pekerjaan Tuhan dinyatakan di dalam dirinya.

Nick percaya Tuhan akan menyembuhkannya dan menjadikannya saksi kuasa-Nya. Seiring waktu, Tuhan memberinya hikmat untuk memahami: doa yang sejalan dengan kehendak Tuhan akan digenapi pada waktu yang tepat; dan jika tidak digenapi, berarti Tuhan memiliki rencana yang lebih indah.

Kini dia melihat kemuliaan Tuhan dinyatakan melalui dirinya apa adanya—dipakai dengan cara yang tak tergantikan oleh siapa pun. Pada usia 23 tahun, dia menyelesaikan studi perencanaan keuangan dan akuntansi, meraih gelar Sarjana Bisnis. Dia juga menjadi pembicara pengembangan potensi, berbagi kisah dan kesaksiannya di berbagai kesempatan.

Dia mengembangkan tema-tema motivasi yang relevan dengan pergumulan remaja masa kini dan menjadi pembicara bagi berbagai organisasi. Dia bersemangat menjangkau generasi muda, memiliki banyak mimpi dan tujuan: menjadi saksi terbaik kasih dan pengharapan Tuhan, serta pembicara internasional yang menginspirasi—dipakai Tuhan di kalangan Kristen maupun non-Kristen.

Sebelum usia 25 tahun, dia menargetkan kemandirian finansial melalui investasi properti, memodifikasi mobil agar dapat dikendarai dengan nyaman, tampil di The Oprah Winfrey Show untuk membagikan kisah hidupnya, dan menulis beberapa buku laris. Salah satu mimpinya adalah menerbitkan buku berjudul “Tanpa Tangan, Tanpa Kaki, Tanpa Keluhan!”

Dia percaya: jika kamu memiliki kerinduan dan gairah untuk melakukan sesuatu yang selaras dengan kehendak Tuhan, maka hal itu akan terwujud pada waktu terbaik.

Tuhan memberkati! — Nick Vujicic

Renungan

Hidup adalah milik kita sendiri. Tak seorang pun bisa bertanggung jawab atas hidup kita selain diri kita sendiri. Orang tua memberi kita kehidupan, tetapi cahaya kehidupan itu harus kita asah sendiri.

Apa pun kesulitan yang kita hadapi, keluarga dan sahabat hanya dapat memberi dukungan moral dan sebagian bantuan nyata. Selebihnya, kita sendirilah yang harus berjuang dan merebut kesempatan agar berhasil.

Belajarlah dari pejuang kehidupan, Nick. Jangan terus mengeluh hanya karena segelintir ketidakberuntungan. Jangan menutup hati dan bersembunyi dalam rasa iba pada diri sendiri. Jangan habiskan hari dengan mengutuk ketidakadilan hidup—semua itu tak akan menolong masa depanmu.

Ingat satu kalimat: “Keluhan adalah kanker jiwa.” Dia hanya melahirkan keputusasaan. Hanya mereka yang optimis dan proaktif yang mampu membuka jalan hidupnya sendiri.

Tuhan menciptakan setiap manusia dengan tujuan. Setiap orang memiliki nilai. Jika orang lain meremehkan kita, itu menunjukkan ketidakdewasaan batin mereka. Namun jika kita sendiri meremehkan diri sendiri, maka hidup ini benar-benar terlewatkan sia-sia. (jhn/yn)

Menjelang Tahun Baru, Video-Video Tiongkok Dilanda Gelombang Besar Tuntutan Upah, Warga Terdesak Hingga Nekat Panjat Menara dan Lompat Gedung

EtIndonesia. Menjelang Tahun Baru Imlek, berbagai daerah di Tiongkok dilanda gelombang besar aksi tuntutan pembayaran upah. Para buruh memanjat derek menara dan mengancam bunuh diri demi menekan pembayaran gaji. Ada kontraktor yang membakar diri, bahkan pekerja migran yang melakukan aksi kekerasan terhadap majikan karena frustasi. Tragedi demi tragedi terjadi beruntun.

Kasus tunggakan upah dilaporkan terjadi di sektor konstruksi, manufaktur, medis, transportasi umum, dan lainnya, meluas ke lebih dari sepuluh provinsi dan kota, termasuk Tianjin, Guangdong, Shaanxi, dan daerah lain.

Baru-baru ini, sejumlah warga dari berbagai lapisan masyarakat menerima wawancara dan menceritakan pengalaman mereka. Mayoritas menyatakan bahwa situasi tunggakan gaji tahun ini jauh lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jalur pengaduan tak membuahkan hasil, membuat banyak orang terjebak dalam kondisi tanpa jalan keluar.

Menjelang Tahun Baru, warga Tiongkok daratan dilanda gelombang protes menuntut pembayaran upah. Tahun ini situasinya sangat parah, bahkan sejumlah besar perusahaan milik negara juga menunggak gaji. (Gambar internet)

Gelombang Tuntutan Upah di Akhir Tahun: Buruh Ancam Lompat dari Menara

Akhir dan awal tahun yang seharusnya menjadi momen para pekerja migran menerima gaji dan pulang kampung justru berubah menjadi masa tergelap bagi banyak orang.

Video yang beredar di internet menunjukkan para pekerja di berbagai daerah mengepung gerbang perusahaan, pabrik, dan lokasi proyek. Beberapa buruh yang emosional memanjat atap gedung atau derek konstruksi, mengancam akan melompat demi menekan pembayaran gaji—seolah mempertaruhkan nyawa demi uang yang menjadi hak mereka.

Menjelang Tahun Baru, warga di Tiongkok daratan dilanda gelombang tuntutan pembayaran upah. Tahun ini kondisinya sangat parah, bahkan banyak perusahaan milik negara juga menunggak gaji. (Gambar internet)

Kantor dinas tenaga kerja, kantor pengaduan, dan lembaga pemerintahan setempat dipenuhi warga yang datang menuntut haknya. Suasana di berbagai tempat digambarkan kacau dan penuh keputusasaan.

Beberapa insiden yang lebih tragis juga terungkap. Di Shanxi, seorang pekerja migran yang gajinya tertunggak sekitar seribu lebih yuan nekat membunuh keluarga majikannya setelah gagal menuntut upah. Di Quanzhou, Fujian, perusahaan milik negara daerah Rongqi Group disebut lama menunggak pembayaran proyek dan gaji pekerja. Seorang kontraktor yang putus asa dilaporkan membakar diri di lokasi proyek karena tak punya uang untuk pulang kampung.

Pada 13 Februari di Luoyang, Provinsi Henan, para pekerja proyek yang belum dibayar terlihat berdiri di atas atap gedung, mengancam akan melompat. Seorang penulis bernama Cui Chenghao dalam videonya mengatakan bahwa para buruh konstruksi mempertaruhkan nyawa demi menuntut hak mereka. Ia mengutip komentar warganet: “Jangan menertawakan mereka. Cahaya yang mereka perjuangkan hari ini, suatu saat juga akan menerangi Anda.”

Di balik kejadian ekstrem ini terdapat krisis utang sistemik akibat perlambatan ekonomi yang berkepanjangan, serta kegagalan sistem perlindungan hak buruh yang membuat jutaan pekerja terjebak dalam situasi tanpa harapan.


Tuntutan Upah Tanpa Hasil: Pengaduan Saling Lempar Tanggung Jawab

Sejumlah narasumber mengatakan bahwa mereka telah mencoba jalur hukum dan administrasi, namun selalu menemui jalan buntu. Tahun ini, kondisi ekonomi disebut sangat berat, bahkan banyak perusahaan milik negara pun ikut menunggak gaji.

Seorang insinyur teknik sipil bermarga Zhang mengatakan bahwa volume proyek saat ini telah menyusut drastis dibanding masa puncak industri. Menurutnya, sebelumnya pembangunan properti dan infrastruktur berlangsung masif—perumahan, jalan raya, metro, hingga kereta cepat dibangun di mana-mana. Kini sektor properti menyusut setengahnya, sementara proyek jalan dan rel sudah hampir selesai. Volume pekerjaan disebut berkurang setidaknya dua pertiga dibanding sebelumnya.

Ia menggambarkan situasi saat ini sebagai kondisi mendekati “keruntuhan sosial”, di mana bukan hanya satu keluarga yang terdampak, tetapi banyak orang yang berjuang mati-matian untuk bertahan, terutama di sektor konstruksi.

Seorang kontraktor dari Suzhou bernama Sun Wenguang mengaku telah dua tahun mengejar pembayaran utang dari Nantong No.2 Construction Group. Hingga kini perusahaan tersebut masih berutang sekitar 350.000 yuan kepadanya. Ia mengatakan sudah mendatangi berbagai instansi pemerintah, namun hanya mendapat jawaban saling lempar tanggung jawab.

Seorang pekerja migran di Xi’an, Liu Songlin, juga belum menerima upahnya dan tak bisa pulang kampung. Ia mengatakan bahkan perusahaan besar dan BUMN pun banyak yang menunggak pembayaran. Banyak pekerja akhirnya memilih berhenti karena “sudah bekerja pun belum tentu dibayar.”


Transportasi Umum: Sopir Dipaksa Jadi Pengemudi Ilegal

Masalah tunggakan gaji juga terjadi di luar sektor konstruksi. Di Xianyang, Shaanxi, seorang sopir bus bernama Zhao Zhicheng mengaku gajinya telah tertunggak selama lima bulan. Manajemen perusahaan disebut tidak menyelesaikan masalah, malah memaksa para sopir menggunakan waktu luang untuk mengemudi layanan transportasi online tanpa izin resmi guna menghasilkan pemasukan tambahan bagi perusahaan.

Menurutnya, setelah menyelesaikan jadwal tetap bus, sopir harus menjalankan mobil daring dengan target pendapatan harian sekitar 300 yuan. Lebih dari sepertiganya harus disetor ke manajemen, sisanya masih dipotong biaya listrik dan perbaikan kendaraan. Jika terkena tilang, seluruh denda ditanggung sendiri.

Ia menilai kebijakan tersebut sebagai cara terselubung untuk memaksa karyawan mengundurkan diri agar perusahaan tak perlu membayar kompensasi PHK.


Rumah Sakit: Perawat Tanpa Gaji Setengah Tahun

Di Shandong, seorang perawat bernama Li Yuhua mengungkapkan bahwa rumah sakit tempatnya bekerja telah menunggak gaji selama enam bulan dan bonus kinerja selama satu tahun penuh. Bahkan bayaran jaga malam sebesar 20 yuan per malam pun belum dibayar.

Ia mengatakan kini para tenaga medis tidak lagi menanyakan soal besar kecilnya gaji saat mencari pekerjaan, melainkan apakah gaji dan bonus bisa dibayarkan tepat waktu—sebuah perubahan pola pikir yang mencerminkan kekecewaan mendalam di sektor layanan publik.


Perspektif Internal: Konflik Fiskal Pusat dan Daerah

Seorang pejabat daerah di Jiangxi memberikan gambaran dari dalam sistem. Ia mengatakan gaji pegawai negeri di beberapa wilayah juga dipotong signifikan. Misalnya dari 6.000 yuan menjadi 4.000 yuan per bulan.

Ia menjelaskan bahwa sejak 2017, pemerintah pusat memperketat kontrol fiskal daerah. Pajak dikumpulkan lebih dulu oleh pusat, lalu disalurkan kembali dalam bentuk transfer dana. Namun daerah yang kekurangan anggaran kerap menggunakan dana tersebut untuk operasional, sehingga gaji pegawai terhambat.

Ia menyebut konflik fiskal antara pusat dan daerah kini semakin tajam, dan berdampak pada menurunnya kepatuhan aparat daerah terhadap instruksi atasan.


Frustrasi Memuncak: Ada yang Bakar Rumah Majikan

Video lain menunjukkan seorang pekerja migran di Xi’an berlutut menuntut gaji, namun justru dituduh melakukan “tuntutan upah jahat”. Dalam kasus lain, warga yang gagal mendapatkan upah nekat membakar rumah pihak yang menunggak pembayaran.

Menjelang Tahun Baru, jalan pulang bagi banyak warga kelas bawah justru terhenti oleh satu hal sederhana: gaji yang tak kunjung dibayarkan.  (jhon)

(Nama narasumber dalam artikel ini disamarkan demi keamanaan dan keselamatan mereka

Judul asli dalam bahasa mandarin :  Menjelang Tahun Baru, Tiongkok Dilanda Gelombang Tuntutan Upah yang Lebih Parah dari Tahun-Tahun Sebelumnya

Gelombang Penghentian Proyek Melanda Grup Konstruksi. BUMN Raksasa Beijing Bernilai Ratusan Miliar Dikabarkan “Seluruh Karyawan Dirumahkan”

EtIndonesia. Perekonomian daratan Tiongkok terus mengalami perlambatan tajam. Dampaknya mulai terasa luas di sektor konstruksi, di mana gelombang penghentian proyek dan kebijakan “dirumahkan” (menunggu penempatan kerja) meluas di berbagai perusahaan. Sejumlah perusahaan milik negara (BUMN) dilaporkan memberlakukan kebijakan “seluruh karyawan dirumahkan”. Termasuk di antaranya Beijing Construction Engineering Group (Beijing Jian Gong Group), perusahaan di bawah Komisi Pengawas dan Administrasi Aset Milik Negara Beijing, yang dikabarkan menerapkan kebijakan “dirumahkan selama enam bulan untuk seluruh karyawan”.

Menurut laporan media independen di Tiongkok, sejak November 2025, unit-unit konstruksi mulai mengalami krisis besar secara beruntun. Semakin banyak perusahaan konstruksi yang menghentikan proyek, merumahkan karyawan, bahkan bangkrut dan menutup usaha. Di internet, beredar pemberitahuan internal dari beberapa grup konstruksi mengenai kebijakan “seluruh karyawan dirumahkan”.

Pada Januari tahun ini, pemberitahuan internal dari Beijing Construction Engineering Group tentang kebijakan tersebut juga tersebar luas di dunia maya. Dalam pemberitahuan itu disebutkan secara jelas bahwa akibat “tekanan penurunan ekonomi” serta “proyek-proyek utama klien yang terhenti dalam jangka panjang”, operasional perusahaan berada dalam kondisi “stagnasi menyeluruh”.

Pemberitahuan tersebut menyatakan bahwa mulai 6 Januari 2026 hingga 30 Juni 2026, seluruh karyawan akan “memasuki masa dirumahkan”. Sebelum masa tersebut berakhir, perusahaan akan kembali mengumumkan pengaturan selanjutnya—yang bisa berupa dimulainya kembali pekerjaan, perpanjangan masa dirumahkan, atau kebijakan lainnya.

Selama masa dirumahkan, mulai periode pembayaran kedua, karyawan hanya akan menerima uang tunjangan hidup sebesar 70% dari upah minimum kota setempat. Selain itu, bagian iuran jaminan sosial yang menjadi tanggungan pribadi karyawan juga akan dipotong dari tunjangan hidup tersebut.

Keterangan foto:  Pemberitahuan yang beredar dari Beijing Construction Engineering Group. (Gambar dari internet)

Berdasarkan data publik, Beijing Construction Engineering Group adalah perusahaan milik penuh Komisi Pengawas dan Administrasi Aset Milik Negara Beijing. Pada September 2025, perusahaan ini menempati peringkat ke-217 dalam daftar 500 Perusahaan Terbesar Tiongkok. 

Pendapatan tahunannya pernah mencapai skala ratusan miliar yuan. Bisnisnya mencakup 32 provinsi di Tiongkok serta 28 negara di luar negeri. Pada 2024, jumlah karyawannya mencapai sekitar 30.000 orang.

Media independen daratan juga melaporkan bahwa di berbagai daerah, semakin banyak perusahaan konstruksi mulai memberlakukan kebijakan “dirumahkan”. Berdasarkan standar upah minimum di berbagai wilayah, selama masa tersebut para karyawan hanya menerima tunjangan hidup sekitar seribu lebih yuan per bulan—jumlah yang jauh dari cukup untuk menutup kebutuhan dasar hidup. Banyak pekerja terpaksa mencari sumber penghasilan lain demi bertahan.

Sebagian perusahaan bahkan disebut bertindak lebih merugikan karyawan. Setelah masa dirumahkan berakhir, mereka melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan kompensasi berdasarkan standar minimum “N+1” yang dihitung dari upah minimum. Akibatnya, pekerja yang di-PHK hanya menerima pesangon dalam jumlah sangat kecil.

Keterangan foto:  Unggahan warganet daratan yang membocorkan informasi tersebut. (Tangkapan layar)

Sebelumnya, berbagai daerah di Tiongkok juga telah mengeluarkan pemberitahuan penghentian proyek atau bahkan kebijakan “seluruh karyawan dirumahkan”. Tidak sedikit di antaranya berupa dokumen resmi berkop merah yang dikeluarkan oleh perusahaan konstruksi milik pemerintah daerah. (jhon)

Keterangan foto:  Pemberitahuan “dirumahkan” dari berbagai perusahaan konstruksi milik negara di sejumlah daerah. (Gambar dari internet)

Keterangan foto:  Pemberitahuan “dirumahkan” dari berbagai perusahaan konstruksi milik negara di sejumlah daerah. (Gambar dari internet)

Keterangan foto:  Pemberitahuan “dirumahkan” dari berbagai perusahaan konstruksi milik negara di sejumlah daerah. (Gambar dari internet)

Gedung Putih Nyalakan Mesin Perang? Kapal Induk Nuklir Raksasa Dikerahkan ke Zona Konflik

EtIndonesia. Sejumlah media Amerika Serikat pada 13 Februari 2026 melaporkan bahwa kelompok tempur kapal induk USS Gerald R. Ford diperintahkan meninggalkan kawasan Karibia dan bergerak menuju Timur Tengah. Kapal induk bertenaga nuklir generasi terbaru ini membawa Sayap Udara Kapal Induk Kedelapan (Carrier Air Wing Eight) dan diperkirakan akan ditempatkan di kawasan tersebut setidaknya hingga Mei 2026.

Langkah ini dinilai sebagai bagian dari konsolidasi kekuatan strategis Washington, menyusul meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dalam beberapa pekan terakhir.

Rekam Jejak Penugasan: Dari Eropa ke Karibia

Kelompok tempur kapal induk Ford sebenarnya telah menjalani penugasan luar negeri sejak Juni 2025. Pada fase awal, kapal ini dikerahkan ke Eropa untuk mengikuti latihan militer NATO di Laut Utara sebagai respons terhadap meningkatnya ancaman Rusia di kawasan Baltik.

Pada periode tersebut, kapal sempat berlabuh di Oslo, Norwegia, sebelum bergerak ke Laut Mediterania pada September 2025, dengan kunjungan ke Italia dan Kroasia.

Namun pada Oktober 2025, arah penugasannya berubah drastis. Kapal ini dialihkan ke kawasan Karibia. Pada pertengahan November 2025, kelompok tempur Ford terpantau berada di perairan dekat Venezuela.

Pada Januari 2026, sejumlah laporan menyebutkan bahwa elemen kekuatan udara yang terkait dengan penempatan tersebut turut mendukung operasi militer yang menargetkan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, meski rincian resmi tidak diungkap secara terbuka oleh Pentagon.

Kini, arah baru menuju Timur Tengah menandai babak berikutnya dalam siklus operasional kapal induk ini.

Kapal Induk Generasi Baru dengan Teknologi Revolusioner

USS Gerald R. Ford merupakan kapal induk kelas Ford pertama milik Angkatan Laut AS. Kapal ini menggunakan reaktor nuklir tipe A1B generasi baru yang dirancang beroperasi hingga 50 tahun tanpa perlu penggantian bahan bakar.

Keunggulan utamanya meliputi:

  • Sistem peluncur pesawat elektromagnetik (EMALS)
  • Sistem penahan pendaratan elektromagnetik
  • Otomatisasi tinggi yang mengurangi kebutuhan personel hingga 35–50%
  • Kapasitas listrik tiga kali lipat dibanding kapal kelas Nimitz

Jika kapal kelas Nimitz mampu menghasilkan 140–160 sorti per hari, kelas Ford mampu meningkatkan angka tersebut menjadi 180–220 sorti per hari, menjadikannya salah satu platform proyeksi kekuatan paling efisien di dunia.

Penugasan tempur pertamanya dimulai pada Mei 2023 dari Norfolk menuju Eropa. Setelah serangan Hamas terhadap Israel pada Oktober 2023, kapal ini segera bergerak ke Timur Tengah dan menyelesaikan misi delapan bulan pada Januari 2024.

Rekor Penugasan Terlama?

Secara umum, siklus penempatan kapal induk AS berlangsung sekitar tujuh bulan. Namun sejak 2021, rata-rata penugasan meningkat menjadi hampir sembilan bulan.

Jika USS Ford tetap berada di luar negeri setelah 15 April 2026, kapal ini berpotensi mencatatkan rekor penugasan terlama sejak era Perang Vietnam.

Sementara itu, distribusi kapal induk AS saat ini menunjukkan:

  • USS George Washington ditempatkan di Jepang (Armada Ketujuh).
  • USS Nimitz kembali ke Seattle menjelang masa pensiun.
  • USS John F. Kennedy masih dalam tahap uji coba laut.
  • USS George H. W. Bush tengah menyelesaikan latihan dan sertifikasi.
  • USS Theodore Roosevelt berbasis di San Diego.

Dengan konfigurasi ini, USS Ford kemungkinan menjadi kapal pertama yang tiba di kawasan Timur Tengah, meskipun tidak tertutup kemungkinan USS George H. W. Bush akan menggantikannya pada pertengahan tahun 2026.

Pergerakan Jet Tempur dan Sinyal Eskalasi

Selain pengerahan kapal induk, pergerakan tambahan jet tempur juga terdeteksi. Enam pesawat F-35 dilaporkan lepas landas dari Pangkalan Lakenheath, Inggris, menuju Yordania. Beberapa unit lain yang berbasis di Morón, Spanyol, juga berpotensi mengikuti.

Langkah ini dipandang sebagai penguatan lapisan udara jika konflik meningkat.

Diplomasi Tegang: Trump–Netanyahu Bahas Iran

Pada 10 Februari 2026, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menggelar pertemuan selama tiga jam di Gedung Putih dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Netanyahu mendesak agar Washington tidak menerima kesepakatan apa pun dengan Iran yang tidak mencakup penghentian total program nuklir serta penghancuran persediaan rudal balistik Teheran.

Pada 13 Februari 2026, Reuters melaporkan bahwa militer AS tengah mempersiapkan skenario operasi militer yang dapat berlangsung beberapa minggu jika perintah dikeluarkan.

Dalam wawancara pada tanggal yang sama, Trump menyatakan bahwa jika diplomasi gagal, opsi militer siap dijalankan. Dia bahkan menyebut bahwa perubahan rezim di Iran bisa menjadi “hasil terbaik” setelah konflik panjang selama 47 tahun.

Trump juga mengindikasikan bahwa kapal induk kedua dapat dikerahkan sebagai langkah antisipatif.

Seberapa Besar Potensi Operasi?

Jika serangan benar-benar terjadi, pengamat memperkirakan operasi akan:

  • Berlangsung beberapa minggu
  • Melibatkan kapal induk dan kapal perusak
  • Menggunakan F-35, F-22, F-15, pembom B-52 dan B-2
  • Didukung operasi intelijen intensif
  • Terkoordinasi erat dengan Israel

Namun, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa pengerahan militer dapat berlangsung berbulan-bulan sebelum aksi nyata terjadi.

Untuk saat ini, banyak analis menilai kemungkinan konflik dalam satu hingga dua pekan ke depan masih relatif kecil. Indikasi yang lebih jelas kemungkinan baru terlihat setelah kelompok tempur USS Ford benar-benar tiba dan menempati posisi operasional di kawasan Timur Tengah.

15 Kebiasaan Buruk yang Membuat Para Tokoh Sukses Menggelengkan Kepala

01. Tidak Menepati Janji (Tidak Bisa Dipercaya)

Ketua Sin Yi Realty, Zhou Junji, mengatakan bahwa tidak menepati janji adalah kebiasaan kerja yang sangat buruk. “Manusia tidak akan berdiri tanpa kepercayaan.” Hal ini terlebih lagi berlaku di dunia kerja.

Hal kecil seperti datang tepat waktu saat ada janji, hingga transaksi bisnis bernilai puluhan bahkan ratusan juta, semuanya harus berlandaskan kepercayaan. Orang yang tidak bisa dipercaya bukan hanya akan dipandang rendah, tetapi juga sulit bertahan di tengah masyarakat.

Karena itu, di Shin Yi Realty, semua rapat—besar maupun kecil—harus dimulai tepat waktu. Ketepatan waktu adalah wujud nyata dari menepati janji. Siapa pun yang terlambat harus berdiri sebagai bentuk sanksi: terlambat berapa menit, berdiri selama itu pula. Aturan ini berlaku untuk semua, dari direktur hingga staf biasa.

02. Tidak Memiliki Rasa Ingin Tahu

Direktur Utama ING AnTai Life Insurance, Chen Piyao, mengatakan bahwa dalam pekerjaan, bukan hanya soal kecepatan atau kepatuhan pada target yang menentukan masa depan seseorang, melainkan cara berpikirnya.

Misalnya, ketika menerima keluhan pelanggan, dia tidak hanya fokus menenangkan dan menyelesaikan masalah di permukaan, tetapi akan menelusuri seluruh arsip lama untuk melihat apakah masalah tersebut benar-benar baru atau hanya kelanjutan dari persoalan lama. Dengan begitu, dia bisa menemukan inti masalah dan menciptakan nilai tambah yang lebih tinggi, bukan sekadar mengulang cara lama.

Untuk melakukan hal ini, seseorang harus memiliki rasa ingin tahu. Rasa ingin tahu mendorong kita untuk berpikir lebih dalam dan berbuat lebih banyak. Jika sejak muda tidak membiasakan sikap ini, maka di kemudian hari akan sulit untuk mengubahnya.

03. Terlalu Percaya Diri (Sombong)

Direktur Utama Daewoo Information, Li Yongjin, menyebutkan bahwa persaingan industri kini semakin ketat dan kerja tim menjadi semakin penting.

Dalam kerja tim, yang paling tidak disukai adalah orang yang terlalu sombong—kemampuan biasa saja, tetapi merasa paling hebat. Orang seperti ini tidak mau mendengarkan pendapat orang lain dan justru menjadi penghambat kerja sama tim.

04. Menang Jadi Sombong, Kalah Jadi Putus Asa

Direktur Utama Soft-World Technology, Wang Junbo, mengatakan bahwa industri gim menghadapi tantangan siklus hidup produk yang semakin pendek, sehingga kecepatan pengembangan harus terus ditingkatkan.

Yang paling dia benci adalah ketika emosi seluruh tim naik turun secara ekstrem hanya karena satu produk—berhasil lalu menjadi sombong, gagal lalu kehilangan semangat. Sikap seperti ini tidak membantu pengembangan produk selanjutnya. Yang terpenting adalah belajar dari pengalaman, baik sukses maupun gagal.

05. Berbuat Salah Tidak Berani Mengaku, Tidak Paham Tapi Pura-pura Tahu

Wakil Presiden Juniper Networks Wilayah Tiongkok Raya, Yu Zhaolie, mengatakan bahwa dalam dunia penjualan, kesalahan terbesar adalah berbuat salah tetapi tidak berani mengaku, malah mencoba menutup-nutupi.

Atau ketika tidak paham suatu hal, tetapi pura-pura mengerti. Misalnya, saat orang lain mengatakan “infrastruktur ini sangat bagus”, dia ikut mengangguk dan setuju, padahal sebenarnya tidak tahu apa maksudnya. Jika tidak mau bertanya dan belajar, maka pemahaman akan selalu dangkal. Dalam jangka panjang, kurangnya penguasaan informasi bisa membuat perusahaan mengambil keputusan yang salah.

06. Tidak Menyelesaikan Masalah dari Akar

Direktur Utama KFC Taiwan, Wu Meijun, menekankan bahwa perusahaan tidak ingin karyawan hanya menyelesaikan masalah di permukaan—sakit kepala diobati kepala, sakit kaki diobati kaki.

Sebelum menemukan akar masalah, solusi setengah-setengah hanya akan mengulang kesalahan. Karena itu, mereka mengembangkan metode High Impact Coaching, yaitu dengan terus mengajukan pertanyaan agar karyawan sendiri menemukan akar persoalan, sehingga rencana kerja bisa benar-benar matang.

07. Menganggap Diri Sendiri Adalah Merek Perusahaan

Direktur Utama Montblanc, Gu Jitao, mengatakan bahwa industri barang mewah sering berhubungan dengan selebritas dan tokoh terkenal. Sebagian orang tidak bisa membedakan apakah dirinya hanyalah penggemar atau seorang manajer profesional, bahkan salah mengira dirinya juga bagian dari kalangan elite.

Akibatnya, mungkin relasi bertambah, tetapi kemampuan inti kerja tidak berkembang. Harus disadari bahwa orang menghormati perusahaan dan mereknya, bukan pribadi kita. Jangan mengenakan mahkota sejarah di kepala sendiri—cukup genggam dengan hati-hati di tangan.

08. EQ Rendah, Wajah Masam

Direktur Utama Jianhu Mountain Group, Xiao Boxun, mengatakan bahwa industri jasa menuntut interaksi langsung dengan pelanggan. Setiap gerak-gerik karyawan diperhatikan, sehingga pengelolaan emosi sangat penting.

Jika suasana hati buruk langsung terpampang di wajah, kualitas layanan akan anjlok. Pelanggan yang melihat wajah masam tentu enggan kembali.

09. Datang Terlambat Saat Rapat

Wakil Direktur SDM Ford Lio Ho Motor, Ye Qinghuang, menjelaskan bahwa sebagai perusahaan multinasional, Ford sering mengadakan rapat lintas negara dengan perbedaan zona waktu. Ketepatan waktu menjadi sangat krusial.

Banyak karyawan muda menganggap terlambat 5–10 menit bukan masalah besar. Padahal kebiasaan ini mencerminkan sikap tidak menghormati orang lain dan bisa mengganggu seluruh jadwal kerja. Atasan pun akan meragukan profesionalisme dan kualitas kerja Anda.

10. Terlalu Sering Pindah Kerja

Wakil Direktur MSN Microsoft Taiwan, Lin Yan, mengingatkan bahwa industri internet memang menawarkan banyak peluang, tetapi juga membuat stabilitas kerja generasi muda rendah.

Sering kali, hanya karena iming-iming kecil, seseorang dengan mudah berpindah kerja. Dia menekankan agar sebelum pindah, seseorang menilai perkembangan jangka panjang perusahaan dan perencanaan karier pribadinya, jangan mengorbankan masa depan demi keuntungan sesaat.

11. Wajah Profesional yang Terlalu Kaku

Wakil Direktur Rumah Sakit Shutian, Lin Qiankun, menyebutkan bahwa dokter sering terbiasa menjaga citra profesional dengan wajah serius dan istilah medis, namun kurang menggunakan kata-kata sopan seperti “tolong”, “terima kasih”, dan “maaf”.

Padahal, pasien seharusnya diperlakukan seperti pelanggan. Pelayanan medis perlu dilihat dari sudut pandang pasien: suara lebih lembut dan wajah lebih ramah. Rumah sakit pun menerapkan kebijakan penyajian teh pada jam tertentu untuk mengurangi ketegangan suasana.

12. Berpenampilan Semrawut

Wakil Direktur 21st Century PR Consultant, Ding Lihong, mengatakan bahwa anak muda suka mengekspresikan kepribadian lewat pakaian, tetapi sering kali berlebihan hingga terlihat tidak rapi.

Masalah yang sering ditemui adalah keinginan tampil menonjol tanpa memperhatikan etika berpakaian dasar. Setiap pekerjaan memiliki standar citra profesionalnya masing-masing. Dalam dunia humas, berpakaian rapi dan pantas jauh lebih penting daripada sekadar tampil unik.

13. Pilih-pilih Pekerjaan

Wakil Direktur MUJI, Wang Wenxin, mengatakan bahwa kerja tim berarti tidak semua tugas itu menyenangkan atau sesuai selera.

Jika Anda tetap berusaha maksimal meski diberi tugas yang tidak disukai, atasan justru akan memberi penilaian positif. Setiap tugas adalah kesempatan. Terlalu sering memilih pekerjaan hanya akan membuat Anda kehilangan peluang belajar, berkembang, dan membangun kemampuan.

14. Mentalitas Pegawai Negeri

Direktur Chunghwa Telecom, Shi Mubiao, menegaskan bahwa mentalitas lama—minum teh, membaca koran, mengobrol saat jam kerja, dan menunggu pulang—harus ditinggalkan.

Di tengah persaingan ketat, perusahaan tidak bisa lagi pasif menunggu pelanggan. Karyawan harus aktif meningkatkan kemampuan, jika tidak ingin tersingkir saat efisiensi dilakukan.

15. Tidak Efisien

Senior Director MasterCard Taiwan, Yang Yating, mengatakan bahwa industri keuangan menuntut kecepatan tinggi. Dengan komunikasi instan melalui ponsel dan email, jika karyawan lamban—bahkan membalas email saja butuh satu jam—maka target kerja pasti tidak tercapai tepat waktu.

Renungan

Alasan atasan merekrut karyawan bukan hanya untuk membagi pekerjaan, tetapi juga untuk menutupi keterbatasan kemampuan pimpinan. Jika seorang karyawan masih harus terus diawasi secara ketat, maka kehadirannya justru melemahkan daya tempur perusahaan.

Di masa sulit, inilah saat terbaik untuk introspeksi. Lihatlah kebiasaan-kebiasaan buruk yang membuat para tokoh sukses menggelengkan kepala, lalu cermati diri sendiri—jika ada, perbaiki; jika tidak, pertahankan. Dengan begitu, daya saing kita di dunia kerja dan bisnis pasti meningkat.

Perusahaan mungkin bukan milik kita, tetapi pengalaman dan proses kerja adalah milik kita sepenuhnya. Dan pengalaman inilah yang kelak menjadi fondasi keberhasilan kita di masa depan.(jhn/yn)

Ukraina Uji Senjata Laser “Sunray”, Produksi Militer Melejit 50%: Era Baru Perang Modern Dimulai?

EtIndonesia. Perang Rusia–Ukraina yang memasuki tahun keempat pada 2026 tidak hanya ditandai oleh pertempuran sengit di garis depan, tetapi juga oleh lompatan besar dalam inovasi militer. Serangkaian laporan media internasional dalam beberapa pekan terakhir mengungkap bahwa Ukraina tengah mempercepat modernisasi pertahanannya—mulai dari pengujian senjata laser hingga lonjakan produksi industri militer dalam negeri.

Langkah-langkah ini dinilai berpotensi mengubah karakter perang modern, khususnya dalam menghadapi serangan drone dan artileri skala besar yang kini menjadi ciri khas konflik.

Uji Coba Senjata Laser “Sunray”

Majalah The Atlantic dalam laporannya yang terbit awal Februari 2026 mengungkap bahwa Ukraina telah menguji sistem senjata laser bernama “Sunray”, yang dikembangkan selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Dalam demonstrasi terbuka yang dilaporkan berlangsung pada akhir Januari 2026, sistem ini menunjukkan karakteristik yang sangat berbeda dibanding sistem pertahanan udara konvensional. Tidak ada ledakan keras atau kilatan cahaya dramatis. Sinar laser nyaris tak terlihat, namun mampu melumpuhkan drone kecil hanya dalam hitungan detik.

Beberapa karakteristik utama sistem “Sunray” antara lain:

  • Ukuran ringkas, dapat dipasang pada kendaraan ringan seperti pikap.
  • Perangkat bidik sederhana, menyerupai teropong optik standar.
  • Tanpa amunisi fisik, karena menggunakan energi listrik sebagai sumber tembakan.
  • Biaya relatif rendah, diperkirakan hanya ratusan ribu dolar AS per unit—jauh lebih murah dibanding sistem rudal pertahanan udara yang dapat menelan biaya jutaan dolar per peluncuran.

Di tengah gelombang serangan drone kamikaze dan drone pengintai yang masif, terutama tipe Shahed buatan Iran yang digunakan Rusia, sistem laser seperti “Sunray” dipandang sebagai solusi efektif untuk pertahanan jarak rendah (short-range air defense).

Selain menekan biaya operasional, keunggulan lainnya adalah kemampuan menembak berulang kali tanpa harus mengganti rudal atau proyektil.

Analis militer menyebut, jika sistem ini diproduksi massal, Ukraina dapat membangun lapisan pertahanan drone yang jauh lebih ekonomis dan berkelanjutan.

Modernisasi Angkatan Udara: Target 250 Jet Tempur Baru

Sementara itu, dalam laporan yang dipublikasikan oleh Reuters pada awal Februari 2026, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy mengumumkan rencana ambisius untuk memperkuat armada udara negaranya.

Dalam pernyataannya yang disampaikan pada 5 Februari 2026 di Kyiv, Zelenskyy menyebut Ukraina menargetkan penerimaan sekitar 250 pesawat tempur baru, yang terdiri dari:

  • Sekitar 150 unit Saab Gripen
  • Sekitar 100 unit Dassault Rafale

Langkah ini menandai transformasi besar Angkatan Udara Ukraina menuju era jet tempur generasi keempat secara penuh.

Sejak mulai menerima pesawat tempur Barat pertama pada 2024, kemampuan udara Ukraina mengalami peningkatan signifikan. Misi intersepsi rudal jelajah Rusia semakin efektif, dan operasi udara lintas perbatasan menjadi lebih presisi.

Jika realisasi 250 jet tempur tersebut tercapai, Ukraina akan memiliki salah satu kekuatan udara paling modern di kawasan Eropa Timur.

Produksi Industri Pertahanan Melonjak 50% pada 2025

Di sisi industri dalam negeri, data yang disampaikan Menteri Pertahanan Ukraina pada Januari 2026 menunjukkan peningkatan produksi militer yang signifikan sepanjang 2025.

Nilai produksi industri pertahanan Ukraina pada 2025 tercatat mencapai 180 miliar hryvnia, meningkat sekitar 50% dibandingkan tahun 2024.

Beberapa capaian utama meliputi:

  • Produksi 40 unit howitzer 155mm per bulan
  • Total produksi howitzer sejak 2023 melampaui 650 unit
  • Amunisi 155mm buatan dalam negeri lebih murah dibanding produk impor Barat

Keunggulan biaya ini menjadi faktor strategis dalam perang jangka panjang. Dengan produksi lokal yang stabil dan harga lebih rendah, Ukraina dapat mempertahankan volume tembakan artileri tanpa sepenuhnya bergantung pada suplai eksternal.

Kemandirian industri ini juga menjadi sinyal bahwa Ukraina tidak hanya bertahan, tetapi mulai membangun fondasi militer jangka panjang.

Rusia Perluas Produksi, Namun Hadapi Risiko Internal

Di sisi lain, Rusia juga meningkatkan produksi militernya secara agresif. Sepanjang 2025, Moskow dilaporkan memproduksi lebih dari 7 juta unit amunisi artileri dan roket.

Namun, ekspansi cepat tersebut tidak lepas dari risiko. Beberapa laporan menyebutkan adanya insiden teknis, termasuk jatuhnya bom udara yang dipasangi kit luncur di wilayah Belgorod pada akhir 2025. Insiden semacam ini menimbulkan pertanyaan mengenai kontrol kualitas dan tekanan terhadap industri pertahanan Rusia yang bekerja dalam kapasitas tinggi.

Analis menilai bahwa perlombaan produksi antara kedua negara kini memasuki fase industri total—di mana keberlanjutan, efisiensi biaya, dan inovasi teknologi menjadi penentu utama.

Perang Memasuki Babak Teknologi Tinggi

Kombinasi senjata laser, modernisasi jet tempur, dan lonjakan produksi artileri menunjukkan bahwa konflik ini semakin bergeser menuju perang berbasis teknologi tinggi dan industri skala besar.

Jika sistem seperti “Sunray” berhasil diintegrasikan secara luas, maka perang drone yang selama ini menjadi ancaman besar dapat berubah drastis.

Di saat yang sama, peningkatan kekuatan udara dan kemandirian produksi artileri memperlihatkan bahwa Ukraina tidak lagi hanya mengandalkan bantuan eksternal, tetapi tengah membangun kemampuan tempur berkelanjutan.

Perang Rusia–Ukraina kini bukan sekadar pertarungan wilayah, melainkan juga pertarungan inovasi, efisiensi, dan ketahanan industri—sebuah gambaran nyata tentang wajah peperangan modern abad ke-21.