Ledakan Saat Peringatan Kematian Jenderal Iran Menewaskan Ratusan Orang
Serangkaian ledakan pada 3 Januari sore terjadi di Iran. Insiden tersebut menewaskan sedikitnya 103 orang dan melukai 211 orang
Yi Jing – NTD
Dua ledakan terjadi di kota Kerman di Iran tenggara pada hari yang sama. Saat ledakan terjadi, sedang diadakan upacara peringatan di kota tersebut. Pada hari itu dalam rangka peringatan mantan Panglima Tertinggi Iran Qassem Soleimani yang dibunuh oleh militer AS pada tahun 2020.
Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa seseorang meledakkan dua alat peledak satu demi satu, dan alat tersebut dipasang terlebih dahulu di jalan menuju pemakaman Soleimani. Ledakan pertama terjadi 700 meter dari kuburan, dan ledakan kedua terjadi sekitar satu kilometer jauhnya.
Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut.
Soleimani, yang dikenal sebagai “komandan bayangan”, telah menjadi perencana operasi militer Iran di Irak dan Suriah selama bertahun-tahun. Ia juga dengan sengaja merencanakan serangan terhadap militer AS dan menjadi target yang dilacak oleh Amerika Serikat dan negara-negara Barat lainnya.
Pada 2 Januari 2020, militer AS melakukan serangan udara malam hari di Bandara Internasional Baghdad Irak, menewaskan Soleimani. (Hui)
Risalah Rapat The Fed : Kenaikan Suku Bunga Telah Berakhir, Penurunan Suku Bunga Belum Dipastikan
oleh Lin Yan – Epochtimes.com
Risalah pertemuan Federal Reserve (The Fed) Desember yang dirilis pada Rabu (3 Januari) menunjukkan bahwa pembuat kebijakan percaya inflasi AS yang tinggi telah dapat dikendalikan, sehingga penurunannya sudah dapat dilakukan pada 2024, meskipun tahapannya belum dapat dipastikan. Oleh karena itu The Fed masih membuka pintu bagi kenaikan suku bunga di masa mendatang.
Setelah risalah rapat dirilis, saham-saham AS sedikit pulih dari kerugian namun masih menunjukkan tren penurunan, sementara itu nilai dolar AS menguat. Imbal hasil obligasi Treasury AS bertenor 10 tahun nyaris tidak berubah.
Komite Kebijakan Moneter Federal Reserve (FOMC) yang menghadiri pertemuan pada 12-13 Desember 2023, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 5,25% hingga 5,5%, dan memprediksikan untuk pemangkasan suku bunga sebesar 0,75% pada akhir tahun 2024.
Namun risalah pertemuan yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa masih ada tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai jalur penurunan suku bunga atau apakah hal itu akan terjadi.
Reporter “Wall Street Journal” Nick Timiraos mengatakan bahwa risalah pertemuan mengisyaratkan berakhirnya kenaikan suku bunga, namun tidak memberikan jadwal penurunan suku bunga. Selain itu, beberapa pejabat telah menyoroti risiko negatif yang dapat ditimbulkan oleh suku bunga yang terlalu ketat terhadap perekonomian.
Dunia luar percaya bahwa sentimen dovish yang terungkap dalam risalah rapat jelas lebih lemah dibandingkan dengan sinyal yang dikirimkan oleh Ketua The Fed Powell dalam pidatonya pada konferensi pers bulan Desember tahun lalu.
Risalah tersebut menyebutkan, hampir semua pejabat yang berpartisipasi mengisyaratkan bahwa perkiraan dasar mereka menunjukkan bahwa kisaran target suku bunga dana federal yang lebih rendah masih bisa diberlakukan hingga akhir tahun 2024. Namun beberapa orang peserta pertemuan menekankan bahwa, mengingat kemajuan yang dicapai dalam menurunkan tingkat inflasi, masih juga terdapat ketidakpastian yang besar mengenai berapa lama kebijakan moneter yang restriktif ini akan dipertahankan.
Dalam hal mengenai prospek suku bunga, risalah tersebut menyebutkan : “Ketika membahas prospek kebijakan, para peserta pertemuan berpendapat bahwa kebijakan suku bunga mungkin telah berada pada atau mendekati pada puncak siklus pengetatan. meskipun mereka mencatat bahwa jalur kebijakan sebenarnya akan bergantung pada bagaimana perekonomian berkembang.”
Para peserta pertemuan melihat bahwa perkiraan jalur suku bunga ini masih memiliki ketidakpastian yang cukup tinggi, sehingga tidak menutup kemungkinan memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut karena terjadi perubahan situasi ekonomi di waktu mendatang. Beberapa peserta mengatakan suku bunga mungkin perlu dipertahankan tinggi lebih lama dari perkiraan mereka saat ini.
“Para peserta secara umum menekankan pentingnya mempertahankan pendekatan yang hati-hati dengan bergantung pada data yang ada ketika menentukan keputusan kebijakan moneter, selain itu juga menegaskan kembali bahwa lebih tepat untuk mempertahankan sikap restriktif melalui kebijakan (moneter) selama beberapa waktu sampai inflasi benar-benar bergerak turun secara signifikan sesuai kebijakan yang diarahkan Komite”. Demikian bunyi risalah.
Sebagian besar pedagang suku bunga berjangka memprediksikan bahwa Federal Reserve akan mulai memotong suku bunga pada bulan Maret 2024, dan suku bunga kebijakan diperkirakan akan berada di kisaran 3,75% hingga 4,00% pada akhir tahun ini, 1,5 poin persentase lebih rendah dari periode yang sama pada tahun 2023.
Beberapa pejabat The Fed mengatakan, mereka yakin bahwa di waktu mendatang komite tersebut bisa saja melakukan “trade-off” antara tujuan kembarnya yaitu mengendalikan inflasi dan mencapai lapangan kerja penuh di periode mendatang.
Reuters dalam laporannya menyebutkan bahwa ini adalah harapan para pengambil kebijakan The Fed untuk menghindari pengorbanan ketika mengupayakan soft landing bagi perekonomian dari inflasi terburuk dalam 40 tahun.
Risalah tersebut dengan jelas menyebutkan bahwa pejabat The Fed mengakui bahwa FOMC telah membuat “kemajuan nyata” dalam mencapai target inflasi 2% pada tahun 2023. Secara khusus, data inflasi telah menurun dalam enam bulan terakhir, dan tingkat inflasi pada November 2023 juga menunjukkan sedikit lebih rendah dari target The Fed yang 2%.
Para peserta pertemuan menyatakan bahwa mereka perlu melihat lebih banyak bukti bahwa tekanan inflasi telah mereda sebelum mereka dapat yakin bahwa inflasi dapat turun kembali ke angka 2%. (sin)
Lee Jae-Myung, Pemimpin Partai Oposisi Terbesar Korea Selatan Ditikam, Nyawanya Tidak Dalam Bahaya
Jin Yan melaporkan dari Korea Selatan
Lee Jae-Myung, pemimpin partai oposisi terbesar Korea Selatan, pada Selasa 2 Januari, ditikam saat menghadiri sebuah acara di Busan. Tersangka ditangkap di tempat. Presiden Yoon Suk Yeol menekankan bahwa masyarakat Korea tidak akan pernah mentolerir tindakan kekerasan serupa apapun kondisinya.
Pada pukul 10:27 Selasa, Lee Jae-myung, pemimpin oposisi terbesar Partai Demokrat di Korea Selatan, ditikam oleh seorang pria dengan pisau selama wawancara setelah mengunjungi bandara baru Pulau Gadeok di Busan. Penikaman tersebut menyebabkan ia mengalami luka di lehernya hingga jatuh tersungkur.
Menanggapi penyerangan terhadap Lee Jae-myung, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengatakan bahwa ini adalah sesuatu yang tidak boleh terjadi. Ia menyatakan bahwa dirinya sangat khawatir dengan keselamatan Lee Jae-Myung dan akan melakukan yang terbaik untuk memberikan bantuan, penyelamatan dan perawatan Lee Jae-Myung. Yoon Suk Yeol juga menginstruksikan polisi dan departemen terkait lainnya untuk segera menyelidiki dan mencari tahu kebenarannya.
Polisi menangkap tersangka Jin di lokasi kejadian. Saat diperiksa polisi, Jin menyatakan ingin “sengaja membunuh seseorang”. Polisi Busan akan mengajukan penangkapan atas tuduhan “percobaan pembunuhan.’
Sohn Jaehan, Kepala Investigasi di Departemen Kepolisian Busan berakta: “Perwakilan Lee Jae-Myung dikirim ke Rumah Sakit Universitas Nasional Pusan. Setelah perawatan darurat di ruang gawat darurat, dia dikirim ke Rumah Sakit Universitas Nasional Seoul sekitar pukul 13:00. identitas tersangka berjenis kelamin laki-laki A, kelahiran tahun 1957. Keadaan pastinya masih dalam penyelidikan. Senjata pembunuh berupa pisau dengan panjang total 18 sentimeter dan panjang bilah 13 sentimeter. Tersangka mengaku membeli pisau tersebut secara online. “
Partai berkuasa dan oposisi di Korea Selatan dengan suara bulat mengutuk serangan tersebut dan mendesak lembaga investigasi untuk menyelidiki secara menyeluruh kebenaran insiden tersebut.
Lee Jae-myung kalah tipis dari Yoon Suk Yeol pada pemilihan presiden Korea Selatan 2022. Sejak saat itu, dia telah diselidiki oleh jaksa atas tuduhan korupsi dan tuntutan pidana lainnya. (Hui)
Data Satelit Menunjukkan Aktivitas Ekonomi di Daratan Tiongkok Masih Rendah
epochtimes, oleh Zhang Yujing
Jurnal mingguan ‘Barron’s’ melaporkan pada 10 April bahwa perusahaan penelitian ‘Space Know Research’ yang berbasis di San Francisco, AS memperoleh salinan data inframerah dengan menggunakan satelit.
Data ini merekam situasi di lebih dari 5.000 lokasi rantai pasokan yang berada di daratan Tiongkok. Data-data itu kemudian dirangkum menjadi data ‘Broad Activity Index’.
Berdasarkan rangkuman tersebut dapat disimpulkan bahwa rantai pasokan daratan Tiongkok terus menyusut secara signifikan.
Di antaranya, data mingguan yang dirilis pada 5 April menunjukkan bahwa indeks aktivitas secara makro di daratan Tiongkok adalah minus 0,2%, menjadi rekor terendah baru sejak meletusnya epidemi.
Selain itu, dengan mempelajari tingkat polusi udara di daratan Tiongkok, Space Know juga mencapai kesimpulan yang sama. Yakni jumlah kadar metana dan ozon di udara daratan Tiongkok mencerminkan bahwa aktivitas ekonominya masih rendah.
Jeremy Fand, CEO Space Know Research mengatakan bahwa, data menunjukkan ekonomi Tiongkok tetap lambat. Hal ini berbeda dengan data resmi yang dipublikasikan komunis Tiongkok. Sebenarnya ekonomi Tiongkok belum mulai rebound.
Mengenai situasi epidemi di daratan Tiongkok, masyarakat masih menyatakan keprihatinan.
Seorang warga Wuhan melalui media sosial menyebutkan bahwa, yang menjadi pertimbangan masyarakat dalam seminggu setelah instruksi kembali beraktivitas adalah soal keamanan kesehatan.
Dia menyebutkan bahwa menurut pengakuan sekuriti suatu komunitas bahwa seorang penduduk mengalami gejala demam tinggi setelah kembali bekerja. Ia kemudian dilarang masuk ke dalam komunitas.
Perusahaan dan masyarakat saling menyalahkan, meskipun akhirnya ia dibawa pergi oleh perusahaan. Warga Wuhan tersebut juga melihat seorang warga lain yang “tertangkap” memiliki suhu badan tinggi saat diuji di depan gerbang.
Ada juga sebuah perusahaan yang puluhan orang karyawannya semua dinyatakan negatif terinfeksi melalui uji COVID-19, tetapi belasan orang di antaranya yang asimtomatik ternyata mengalami pertumbuhan antibodi yang dapat diartikan telah terinfeksi.
Warga tersebut mengatakan : “Terlalu mengerikan ! Baru seminggu kembali bekerja sudah membuat nyali semakin menciut. Sekarang lebih baik tidak keluar rumah”.
Namun, hingga saat ini komunis Tiongkok masih mengklaim bahwa tidak ada lagi warga yang terinfeksi. Terutama Wuhan paling sering mendapat “pujian” nol pasien infeksi berturut-turut selama beberapa hari.
Pemilik usaha kecil dan mikro lainnya di kota Wuhan juga menyampaikan pendapatnya melalui media sosial, ia mengatakan bahwa pada hari keempat setelah Wuhan membebaskan lockdown, masih terdapat sejumlah kompleks perumahan yang enggan membebaskan larangan keluar masuk warga. Jalan-jalan di kota Wuhan sepi, 80% hingga 90% toko-toko masih ditutup. Dia memperkirakan bahwa sekitar 80% toko bisa langsung mengumumkan pailit. Ia sendiri juga terpaksa menutup usahanya karena tagihan uang sewa sudah di depan mata.
Gambar menunjukkan sebuah sudut jalan di kota Wuhan setelah pembebasan lockdown, sepi dan sebagian besar toko masih tutup. (video screenshot)
Catatan reporter Caixin.com, Xiao Hui pada 12 April 2020, menunjukkan bahwa Wang Xinghuan, dekan Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan sejak awal bulan Januari tahun ini terus mengingatkan para pejabat bahwa situasinya sangat serius. Akan tetapi ia berulang kali dikritik karena “kesadaran politiknya tidak tinggi “. Catatan reporter Xiao Hui di Weibo dan WeChat akhirnya dihapus pihak berwenang.
Setelah epidemi menyebar luas, perusahaan-perusahaan di daratan Tiongkok menghentikan kegiatan produksi dan karyawannya berhenti bekerja. Masyarakat tidak mau keluar rumah karena khawatir terinfeksi.
Aktivitas bisnis kemudian sulit berlanjut. Setelah menjadi pandemi global, banyak pesanan luar negeri dibatalkan, yang secara langsung menyebabkan lebih banyak perusahaan bangkrut dan menambah angka pengangguran.
Keteangan Gambar: Pihak berwenang Tiongkok mengklaim aktivitas bisnis di kota Wuhan sudah berangsur-angsur pulih, namun kenyataan menunjukkan banyak toko masih tutup, jalanan sepi. Gambar menunjukkan suasana di salah satu jalan di kota Wuhan pada 11 April. (Getty Images)
(Sin/asr)
Pria AS Tewas Setelah Masuk ke Dalam Mesin Pesawat yang Bersiap Terbang
oleh Zhang Ting
Pada Senin (1 Januari 2024) malam waktu setempat, seorang pria yang tidak diketahui tujuannya menyelinap naik ke mesin pesawat yang bersiap mengangkut penumpang di Bandara Internasional Salt Lake City, Utah, AS. Pria tersebut meninggal setelah gagal diselamatkan jiwanya. Polisi setempat kini sedang menyelidiki kasus ini.
Menurut informasi investigasi yang diberikan oleh Departemen Kepolisian Salt Lake City (Salt Lake City Police Department. SLCPD) pada hari Selasa, almarhum diidentifikasi bernama Kyler Efinger yang berusia 30 tahun, seorang penduduk Park City, Utah.
Pejabat dari SLCPD yang bertugas di bandara mengatakan bahwa Kyler Efinger memiliki boarding pass untuk terbang ke Kota Denver, Colorado.
Menurut investigasi awal dari pihak polisi, pada Senin pukul 21:56, petugas operator bandara memberitahu SLCPD, bahwa ada seorang pria yang telah melewati pintu keluar darurat di terminal. Kemudian petugas SLCPD segera menuju ke lokasi terakhir pria tersebut yang dilaporkan petugas bandara, untuk memeriksa area tersebut. Di sana petugas operator memberikan deskripsi pakaian pria tersebut kepada petugas SLCPD.
Pada pukul 22:08 malam itu, petugas operator memberitahu petugas SLCPD bahwa pria tersebut berada di bawah pesawat dan telah melakukan kontak langsung dengan mesin pesawat. Pejabat SLCPD meminta pengawas lalu lintas udara Federal Aviation Administration (FAA) untuk memberitahu pilot agar segera mematikan mesin pesawat.
Ketika petugas SLCPD tiba, mereka menemukan pria tersebut sudah berada dalam kondisi tidak sadarkan diri di dalam mesin pesawat komersial yang sedang bersiap untuk terbang, dan mesinnya berputar.
Pada pukul 22:09, petugas SLCPD dan personel operasi bandara berusaha menyelamatkan pria tersebut, dan meminta bantuan dari layanan medis darurat. Namun nyawa pria tersebut tidak juga terselamatkan, ia meninggal di TKP.
CNN melaporkan bahwa pria tersebut naik ke dalam mesin pesawat Delta Air Lines.
Delta Air Lines mengatakan, bahwa sebuah Airbus A220 (Penerbangan 2348) menuju San Francisco kemudian kembali ke gerbang untuk menurunkan seluruh 95 orang penumpang. Dan menyebutkan bahwa pada akhirnya penerbangan itu dibatalkan.
Polisi mengatakan bahwa meskipun insiden tersebut tidak mempengaruhi operasional lainnya di bandara, tetapi otopsi tetap wajib dilakukan untuk mengetahui penyebab dan cara kematian pria tersebut, termasuk apakah perbuatan yang bersangkutan akibat terpengaruh oleh narkoba.
Insiden ini sedang diselidiki secara terpisah oleh beberapa lembaga, termasuk Departemen Kepolisian Kota Salt Lake (SLCPD), Administrasi Penerbangan Federal (FAA), Dewan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB) dan Administrasi Keamanan Transportasi (TSA). (sin)
Pemimpin Tiongkok Mengakui Perekonomian yang Buruk, Namun Tidak Memiliki Solusi
oleh Antonio Graceffo
Pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) Xi Jinping menyadari bahwa prospek ekonomi Tiongkok sedang buruk, tetapi ia tidak memiliki jawabannya.
Meskipun Tiongkok telah mencapai target pertumbuhannya sebesar 5% untuk tahun 2023, perekonomiannya tetap lesu, ditandai dengan melambatnya sektor manufaktur. Purchasing Managers Index (PMI), sebuah pengukur aktivitas industri, turun menjadi 49 pada bulan lalu, di bawah ambang batas 50, yang menunjukkan kontraksi ekonomi.
Hanya ada sedikit harapan bahwa situasi ini akan membaik, mengingat masalah-masalah yang masih ada, termasuk penurunan real estat, pengangguran kaum muda yang mencapai rekor tertinggi, harga-harga konsumen yang lemah, permintaan yang tertekan, dan utang yang menumpuk di tengah-tengah berkurangnya pendapatan pemerintah daerah. Hingga masalah-masalah ini terselesaikan, ekonomi Tiongkok tidak dapat kembali ke tahun-tahun pertumbuhan yang luar biasa.
Ke depan, pasar perumahan, yang menyumbang sekitar seperempat dari PDB, diperkirakan akan mengalami kontraksi lebih lanjut, bergulat dengan masalah-masalah kelebihan pasokan yang terus-menerus. Pada saat yang sama, akumulasi utang menjadi lebih nyata, dengan pengembang properti, pemerintah daerah, dan perusahaan-perusahaan negara menghadapi tantangan yang semakin besar dalam memenuhi pembayaran bunga. Krisis penuaan berkontribusi pada penurunan jumlah tenaga kerja, yang menimbulkan kekhawatiran signifikan bagi negara yang mengalami stagnasi produktivitas. Akibatnya, Bank Dunia memperkirakan pertumbuhan 4,5 persen pada tahun 2024, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) mengantisipasi penurunan yang berkelanjutan, mencapai 3,5 persen pada tahun 2028.
Seperti biasanya, PKT tidak suka mempublikasikan tantangan-tantangan ekonomi Tiongkok. Beijing mengobarkan gelombang kritik terhadap Moody’s Investors Services pada awal Desember ketika mereka menurunkan prospek obligasi pemerintah Tiongkok dari stabil menjadi negatif. Baru-baru ini, PKT telah menindak keras pemberitaan informasi negatif mengenai ekonomi Tiongkok, dengan harapan untuk membangun kembali kepercayaan publik.
Namun, dalam pidato Tahun Barunya, Xi mengakui bahwa ekonomi sedang dalam masalah, dengan menyatakan: “Beberapa perusahaan mengalami kesulitan. Beberapa orang mengalami kesulitan mencari pekerjaan dan memenuhi kebutuhan dasar.”
Xi berjanji, “Kami akan mengkonsolidasikan dan memperkuat momentum pemulihan ekonomi, dan bekerja untuk mencapai pembangunan ekonomi yang stabil dan berjangka panjang.”
Namun, tampaknya tidak ada perencanaan untuk melakukannya.
Dalam pidato yang sama, ia juga mengatakan, ” Tiongkok pasti akan bersatu kembali, dan semua orang Tionghoa di kedua sisi Selat Taiwan harus diikat oleh tujuan yang sama dan berbagi dalam kemuliaan peremajaan bangsa Tiongkok.”
Mengambil alih Taiwan secara paksa tidak akan menyelamatkan ekonomi Tiongkok. Faktanya, ini adalah salah satu dari sekian banyak kebijakan yang mengusir investor asing dan menghambat pertumbuhan ekonomi.
Kecenderungan Beijing yang semakin meningkat terhadap strategi ekonomi yang lebih intervensionis, yang mengutamakan kontrol negara-partai atas urusan ekonomi dan sosial dengan mengorbankan sektor swasta, telah meresahkan para pengusaha. Contoh yang menonjol adalah Alibaba Group, yang merupakan salah satu korban awal dari tindakan keras PKT di bidang teknologi, mengumumkan pada Januari lalu bahwa mereka akan melepaskan diri dari Ant Group.
Perusahaan-perusahaan wirausaha yang pernah mendorong pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang pesat saat ini sedang berjuang melawan politisasi peraturan dan lingkungan bisnis. Kendala yang diberlakukan oleh PKT tidak hanya merampas kesempatan kerja yang sangat penting bagi negara, tetapi juga menghambat perolehan pendapatan pajak yang penting.
Selain itu, langkah-langkah ketat PKT, yang seolah-olah diterapkan untuk alasan keamanan nasional, tampaknya telah membuat para investor internasional kehilangan minat. Perusahaan-perusahaan asing sekarang bergulat dengan keputusan yang menantang-apakah akan tetap tinggal atau meninggalkan Tiongkok. PKT telah mengubah kebijakan domestik, yang dipengaruhi oleh pergeseran lanskap geopolitik dan ketegangan hubungan dengan Amerika Serikat, sehingga menimbulkan ketidakpastian yang semakin tinggi dalam lingkungan operasi perusahaan asing.
Meskipun Beijing mengklaim mendorong investasi asing dan telah mengambil beberapa langkah untuk mempromosikannya, Undang-Undang Spionase tetap berlaku, sehingga mendorong Pusat Kontra Intelijen dan Keamanan Nasional AS untuk mengeluarkan peringatan kepada perusahaan-perusahaan Amerika. Kata-kata yang tidak jelas dalam undang-undang tersebut dapat menganggap aktivitas bisnis normal-seperti audit dan uji tuntas-sebagai tindakan ilegal.
Akibatnya, perusahaan-perusahaan seperti Apple mengalihkan setidaknya sebagian produksi mereka ke India, Vietnam, dan negara-negara lain yang lebih ramah. Karena investasi yang dialihkan dari Tiongkok, Administrasi Negara untuk Valuta Asing melaporkan pada kuartal ketiga bahwa investasi asing langsung adalah negatif $11,8 miliar.
Pengakuan Xi terhadap prospek ekonomi yang buruk adalah signifikan. Jelaslah bahwa dia mengakui masalahnya namun tidak memiliki solusi. Pernyataannya tentang Taiwan sangat memprihatinkan. Karena tidak dapat membangun warisannya sebagai penyelamat ekonomi bangsa, Xi mungkin melihat invasi ke Taiwan sebagai satu-satunya jalan yang layak untuk menuju keabadian politik.
Antonio Graceffo, Ph.D., adalah seorang analis ekonomi Tiongkok yang telah menghabiskan lebih dari 20 tahun di Asia. Mr. Graceffo adalah lulusan dari Shanghai University of Sport, memegang gelar Tiongkok-MBA dari Shanghai Jiaotong University, dan saat ini sedang mempelajari pertahanan nasional di American Military University. Dia adalah penulis “Beyond the Belt and Road: China’s Global Economic Expansion” (2019)
Fakta Kehancuran Dunia yang Disaksikan Master Paranormal, Nasib Atlantis Terulang Kembali pada Kita?
Secara historis, Atlantis ada dalam dialog Plato, Critias dan Timaeus. Orang-orang hanya menganggap tempat ini sebagai gambaran atau cerita Plato tentang negeri idealis, tidak ada yang menganggapnya serius. Tapi ada lebih dari 700 nubuatan Cayce tentang Atlantis. Lalu, mengapa Cayce sangat menaruh perhatian pada Atlantis?Bukan karena dia memiliki preferensi atau selera khusus, tetapi orang-orang yang mengajukan pertanyaan kepadanya terkait dengan Atlantis dalam suatu kehidupan. Sekilas ini terdengar fantatis, lalu peradaban super Atlantis seperti apa yang disaksikan Cayce?Menurut Cayce, Atlantis adalah peradaban pertama yang jauh lebih maju dari peradaban kita saat ini. Sekilas terdengar berlebihan dan terkesan ambigu. Apa yang dia maksud dengan yang PERTAMA di sini? Memangnya tidak ada peradaban prasejarah yang lebih kuno dari Atlantis? Atau kata PERTAMA ini mengacu pada makna lain? Ini memang tidak dikatakan Cayce secara jelas.


















