Gempa Magnitudo 6,4 Guncang Pacitan dan Bantul, Laporan Sementara 7 Luka-luka, 4 Rumah Terdampak

EtIndonesia– Telah terjadi gempa bumi dengan kekuatan magnitudo 6.4 pada  Jumat, (6/2/2026), pukul 01:06 WIB, dengan pusat gempa berada di laut pada kedalaman 10 km. Koordinat gempa tercatat di 8.99 LS dan 111.18 BT. Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Lokasi episenter gempa berada sekitar 90 km tenggara Pacitan, 116 km barat daya Trenggalek, 127 km tenggara Gunungkidul, 160 km tenggara Yogyakarta, dan 576 km tenggara Jakarta. Wilayah terdampak meliputi Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dan Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari merilis bahwa dampak awal mencatat 4 KK terdampak dan 7 orang luka-luka. Kerusakan materiil sementara sekitar 4 unit rumah terdampak, dengan 3 unit di Bantul dan 1 unit di Pacitan. 

“Gempa dirasakan kuat selama 2–3 detik, menyebabkan kepanikan masyarakat. BPBD setempat telah melakukan monitoring dan kaji cepat,” lanjutnya. 

BNPB mengimbau masyarakat tetap tenang, waspada gempa susulan, dan menjauhi bangunan terdampak. Lapor kondisi ke BPBD atau hubungi call center 117. (asr)

“Tinggalkan Iran Sekarang Juga”: Peringatan Mendesak AS kepada Warganya di Tengah Ancaman Serangan Trump

EtIndonesia. Di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, Pemerintah Amerika Serikat telah memperingatkan warganya di Iran untuk “segera” meninggalkan negara Asia Barat tersebut. Peringatan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar AS Virtual di Iran tersebut meminta warga negara Amerika untuk mempersiapkan rencana keberangkatan yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah AS, karena kerusuhan dan gangguan perjalanan terus berlanjut di seluruh negeri.

Amerika Serikat dan musuh bebuyutannya, Iran, telah berseteru sejak Revolusi Islam 1979 dan krisis sandera kedutaan di Teheran. Namun, ketegangan telah meningkat sejak Presiden AS, Donald Trump mengancam akan menyerang Iran sebagai tanggapan atas tindakan keras berdarah terhadap gerakan protes besar-besaran, yang dimulai pada akhir Desember 2025.

Trump telah mengirimkan apa yang dia sebut sebagai “armada” ke Teluk, yang mencakup kapal induk USS Abraham Lincoln dan pengawalnya. Armada yang disebut-sebut itu telah ditempatkan di wilayah tersebut sejak akhir Januari.

Peringatan Baru AS

Peringatan AS tersebut menyarankan warga Amerika untuk “meninggalkan Iran sekarang juga. Siapkan rencana untuk meninggalkan Iran yang tidak bergantung pada bantuan pemerintah AS.”

Peringatan itu menyatakan bahwa warga AS harus mengantisipasi pemadaman internet yang berkelanjutan. Oleh karena itu, mereka harus merencanakan cara komunikasi alternatif dan, jika aman untuk melakukannya, mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki, demikian disebutkan.

“Pembatalan dan gangguan penerbangan mungkin terjadi tanpa peringatan. Periksa langsung dengan maskapai penerbangan Anda untuk mendapatkan informasi terbaru. Jika Anda tidak dapat pergi, temukan lokasi yang aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya. Siapkan persediaan makanan, air, obat-obatan, dan barang-barang penting lainnya. Hindari demonstrasi, tetap tenang, dan waspadai lingkungan sekitar Anda,” kata peringatan tersebut.

“Pantau media lokal untuk berita terkini. Bersiaplah untuk menyesuaikan rencana Anda. Pastikan ponsel Anda terisi daya dan tetap berkomunikasi dengan keluarga dan teman untuk memberi tahu mereka tentang status Anda. Daftarkan diri Anda dalam Program Pendaftaran Pelancong Cerdas (STEP) untuk menerima informasi terbaru tentang keamanan di Iran,” tambahnya.

Washington juga menyarankan warga negara ganda AS-Iran untuk meninggalkan Iran dengan paspor Iran. Pernyataan itu mencatat bahwa pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan warga negara ganda AS-Iran semata-mata sebagai warga negara Iran.

“Warga negara AS berisiko tinggi untuk diinterogasi, ditangkap, dan ditahan di Iran. Menunjukkan paspor AS atau menunjukkan hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang. Warga negara AS yang tidak memiliki paspor AS yang sah harus mengajukan permohonan di kedutaan atau konsulat AS terdekat setelah meninggalkan Iran,” katanya.

Washington juga memperingatkan bahwa Pemerintah AS tidak dapat menjamin keselamatan warganya jika mereka memilih untuk meninggalkan perbatasan darat.

Ketegangan AS-Iran

Iran dan AS tetap berselisih mengenai desakan Washington agar negosiasi mencakup persenjataan rudal Teheran dan janji Iran untuk hanya membahas program nuklirnya, dalam kebuntuan yang telah menyebabkan ancaman serangan udara bersama. Perbedaan mengenai ruang lingkup dan tempat diskusi telah menimbulkan keraguan tentang apakah pertemuan itu akan berlangsung, sehingga membuka kemungkinan bahwa Trump dapat melaksanakan ancaman untuk menyerang Iran.

Ketika ditanya pada hari Rabu apakah Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei harus khawatir, Trump mengatakan kepada NBC News: “Saya akan mengatakan dia harus sangat khawatir. Ya, dia seharusnya khawatir.” Dia menambahkan bahwa “mereka sedang bernegosiasi dengan kami” tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Turki, salah satu negosiator, bekerja keras untuk mencegah ketegangan AS-Iran menjerumuskan Timur Tengah ke dalam konflik baru, karena kedua pihak yang berseteru mengisyaratkan bahwa ketidaksepakatan mengenai persenjataan rudal Teheran mengancam akan menggagalkan kesepakatan. Presiden Tayyip Erdogan pada hari Kamis mengatakan pembicaraan di tingkat kepemimpinan AS dan Iran akan bermanfaat setelah negosiasi nuklir tingkat rendah yang dijadwalkan di Oman pada hari Jumat.

Turki melakukan yang terbaik untuk mencegah eskalasi, kata Erdogan, yang telah bertahun-tahun membina hubungan dekat dengan Presiden AS Trump sambil memperluas pengaruh diplomatik Ankara di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya. (yn)

OJK Tetapkan Tiga Pilar Prioritas 2026: Sinergi dan Teknologi Jadi Kunci Transformasi Sektor Keuangan

Jakarta, 5 Februari 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan komitmen penuhnya untuk memperkuat ketahanan dan kontribusi sektor jasa keuangan (SJK) sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Pjs. Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengumumkan tiga kebijakan prioritas tahun ini, menegaskan bahwa fundamental ekonomi dan kinerja SJK yang solid menjadi “modalitas yang sangat penting” untuk masa depan.

“Kondisi fundamental perekonomian dan juga kinerja sektor jasa keuangan sangat solid. Kami berterima kasih atas seluruh program-program prioritas pemerintah,” ujar Friderica di hadapan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Ketua Komisi XI DPR RI, serta pimpinan lembaga dan industri keuangan.

Tiga Pilar Prioritas OJK 2026

OJK akan fokus pada tiga area strategis yang saling terkait untuk membangun sektor keuangan yang lebih tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

1. Penguatan Ketahanan Sektor Jasa Keuangan
Pilar pertama berfokus pada fondasi yang kokoh. Kebijakan ini mencakup:

  • Pemenuhan Modal Minimum: Memastikan struktur industri yang kompetitif dan efisien.
  • Pengembangan Keuangan Syariah: Melalui kerja sama dengan DSN-MUI dan mendorong spin-off unit syariah bagi lembaga yang memenuhi syarat.
  • Penyempurnaan Tata Kelola dan Manajemen Risiko: Termasuk antisipasi ancaman siber yang semakin kompleks.
  • Penguatan Infrastruktur Pengawasan: Dengan mengembangkan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) dan menyiapkan Cetak Biru SupTech (Supervisory Technology).
  • Reformasi Integritas Pasar Modal: Melalui delapan rencana aksi, termasuk kenaikan free float minimum menjadi 15%, pengungkapan Ultimate Beneficial Owner (UBO), dan demutualisasi bursa. Kolaborasi dengan Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) dan Satgas PASTI juga ditingkatkan untuk memberantas kejahatan keuangan.

2. Pengembangan Ekosistem yang Kontributif
Pilar kedua bertujuan agar SJK lebih proaktif mendorong ekonomi riil, dengan strategi:

  • Deregulasi dan Simplifikasi Perizinan: Menciptakan iklim usaha yang lebih kondusif.
  • Akses Pembiayaan UMKM Terstruktur: Melalui kewajiban penyusunan rencana bisnis.
  • Dukungan Program Prioritas Pemerintah: OJK merinci kontribusi nyata, seperti:
    • Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP): Pembiayaan awal Rp149 triliun untuk 80 ribu KDKMP hingga Desember 2025.
    • Makan Bergizi Gratis (MBG): Pembiayaan Rp1,02 triliun untuk 952 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi.
    • Hilirisasi dan Ekosistem Bulion: Transaksi emas tercatat 16.870 kg senilai Rp48 triliun, dengan pengembangan ETF dan tokenisasi emas.
  • Keringanan Kredit Korban Bencana: Kebijakan khusus berlaku selama tiga tahun sejak 10 Desember 2025.

3. Pendalaman Pasar dan Keuangan Berkelanjutan
Pilar ketiga mendorong pertumbuhan yang lebih dalam dan berwawasan lingkungan:

  • Penguatan Peran Investor Institusional: Termasuk perbankan, asuransi, dan dana pensiun milik pemerintah.
  • Fokus pada Financial Health: Peningkatan literasi dan inklusi keuangan diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan keuangan masyarakat.
  • Dukungan Transisi Energi: Untuk mencapai target Net Zero Emission (NZE), OJK akan meluncurkan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi 3 yang lengkap dan mengembangkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK).

Dukungan Penuh Pemerintah dan Optimisme Outlook 2026

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut positif rencana OJK. “Kami percaya dengan reformasi yang dilakukan, masa depan perekonomian Indonesia sangat dipengaruhi dan ditentukan oleh sektor keuangan yang stabil, kredibel, dan sangat berkontribusi kepada pertumbuhan,” ujarnya.

Optimisme tersebut didasarkan pada proyeksi kinerja SJK yang solid untuk tahun 2026, antara lain:

  • Kredit Perbankan: Diproyeksikan tumbuh 10-12%, didukung pertumbuhan Dana Pihak Ketiga 7-9%.
  • Pasar Modal: Target penghimpunan dana sebesar Rp250 triliun.
  • Aset Industri Asuransi: Diperkirakan tumbuh 5-7%.
  • Aset Digital & Kripto: Jumlah konsumen ditargetkan tumbuh 26%.

Snapshot Kinerja Sektor Keuangan: Dari Perbankan hingga Inovasi Digital

Data terkini dari OJK per Januari 2026 memperlihatkan dinamika dan ketahanan sektor keuangan:

Perbankan (Desember 2025):

  • Kredit tumbuh 9,63% (yoy) menjadi Rp8.586 triliun, dengan kredit investasi meroket 20,81%.
  • NPL gross turun menjadi 2,05%, menunjukkan kualitas kredit terjaga.
  • CAR kuat di level 25,89%.

Pasar Modal (Januari 2026):

  • IHSG ditutup di level 8.329,61, turun 3,67% ytd di tengah ketidakpastian global.
  • 702 ribu investor baru bergabung, sehingga total menjadi 21,07 juta.
  • Asset Under Management (AUM) industri pengelolaan investasi tembus Rp1.081,47 triliun.

Inovasi Teknologi Keuangan (ITSK):

  • 9 perusahaan telah masuk tahap sandbox, dengan 4 dinyatakan lulus, termasuk model tokenisasi emas dan properti.
  • Penyelenggara Agregasi Jasa Keuangan (PAJK) telah menyelesaikan transaksi senilai Rp26,76 triliun sepanjang 2025.
  • Konsumen aset kripto mencapai 20,19 juta, dengan transaksi 2025 senilai Rp482,23 triliun.

Perlindungan Konsumen & Pemberantasan Ilegal:

  • Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) telah menerima 448.442 laporan, memblokir 415.385 rekening, dan mengembalikan dana korban sebesar Rp161 miliar.
  • Sejak 2017, OJK telah menghentikan 14.006 entitas keuangan ilegal, termasuk 11.873 pinjol ilegal dan 1.882 investasi ilegal.

Penegakan Hukum dan Komitmen Tata Kelola

Sepanjang 2025, OJK telah menetapkan 3.888 sanksi administratif untuk meningkatkan kepatuhan dan integritas sektor jasa keuangan. OJK juga terus memperkuat tata kelola internal dengan penerapan Risk In Focus dan kolaborasi dengan asosiasi profesi.

Dengan tiga pilar prioritas yang komprehensif dan data kinerja yang solid, OJK bertekad memastikan sektor jasa keuangan tidak hanya menjadi penopang, tetapi juga mesin transformasi bagi perekonomian Indonesia menuju pertumbuhan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Kecerdikan Seekor Ayam

EtIndonesia. Di Eropa, terdapat sebuah lembaga yang khusus meneliti hewan. Di sana ada seorang profesor yang bertanggung jawab meneliti ayam, dan dia dengan sangat tekun mengamati berbagai perilaku serta pola hidup unggas ini.

Suatu hari, di sebuah hutan, dia menemukan seekor ayam hutan betina yang telah bertelur cukup banyak. Diam-diam, profesor itu mengambil beberapa telur dan membawanya pulang.

Kebetulan, ada seekor ayam betina yang juga baru saja bertelur. Profesor tersebut mengambil telur ayam itu, lalu menggantinya dengan telur ayam hutan.

Saat melihat telur-telur yang berbeda, ayam betina itu sempat ragu sejenak. Namun tak lama kemudian, dia tetap mengerami telur-telur tersebut dengan penuh kelembutan dan kehati-hatian, seolah-olah itu adalah telurnya sendiri.

Beberapa waktu kemudian, anak-anak ayam hutan menetas. Ayam betina itu lalu membawa mereka ke hutan. Dia mengais tanah dengan cakarnya, mencari serangga kecil di antara tanah dan akar pohon, lalu berkokok pelan memanggil anak-anak ayam hutan itu untuk makan.

Profesor sangat terkejut melihat pemandangan tersebut. Sebab, anak ayam yang biasanya dilahirkan oleh ayam betina itu selalu diberi pakan buatan manusia. Namun kali ini, dia seolah tahu bahwa anak ayam hutan tidak memakan pakan buatan, melainkan hanya menyantap makanan alami dari alam.

Tak berhenti sampai di situ, profesor itu kembali melakukan percobaan. Dia memberikan beberapa telur bebek untuk dierami oleh ayam betina tersebut. Dengan sabar, ayam itu kembali mengerami telur-telur itu hingga menetas menjadi anak bebek. Setelah itu, dia bahkan membawa anak-anak bebek tersebut ke tepi kolam dan membiarkan mereka berenang di air.

Dari dua kejadian ini, profesor pun menyadari satu hal penting—ayam yang selama ini dianggap manusia sebagai makhluk bodoh dan tak berperasaan, ternyata memiliki kasih sayang sekaligus kebijaksanaan.

Hanya dengan mengerami telur, ayam itu mampu memahami kebiasaan hidup makhluk yang lahir darinya, lalu menuntun mereka untuk mempelajari keterampilan bertahan hidup yang berbeda-beda, sebagaimana telah dianugerahkan Sang Pencipta kepada setiap kehidupan.

Jika seekor ayam saja mampu bersikap demikian, apalagi kita sebagai manusia—makhluk dengan kepribadian, kebiasaan, dan cara pandang yang beragam. Namun sering kali, kita justru memaksa bebek berkokok seperti ayam, atau ayam hutan dipaksa memakan pakan buatan. Kita memaksa orang lain berjalan sesuai dengan kehendak kita sendiri.

Tak jarang, kesalahpahaman dan konflik antar manusia bersumber dari sikap seperti ini.

Apakah sebuah kelompok dapat hidup harmonis dan stabil, sangat bergantung pada apakah individu-individu di dalamnya mampu saling menghormati dan menerima perbedaan, saling menopang dengan hati yang penuh welas asih—bukan saling menghitung kesalahan dan menyimpan keluhan; menyelesaikan perbedaan dengan kebijaksanaan yang jernih, bukan membiarkan emosi dan ketidaksadaran memperkeruh keadaan.

Seekor ayam betina saja mampu menggunakan kasih sayang dan kebijaksanaan untuk merawat makhluk lain yang berbeda rupa dan kebiasaan hidup darinya. Maka sebagai manusia, jika kita mau bersungguh-sungguh, tentu kita juga bisa saling memperlakukan dengan sikap cukup, bersyukur, saling memahami, dan penuh toleransi.

Hikmah Cerita 

Alam semesta sungguh luar biasa dalam menciptakan kehidupan. Dunia ini masih menyimpan begitu banyak misteri yang menunggu manusia untuk ditemukan jawabannya. Penulis sendiri tidak dapat memastikan apakah ayam benar-benar memiliki kebijaksanaan setinggi itu. Namun, jika para pembaca yang terkasih kebetulan memelihara ayam di rumah—mengapa tidak mencoba melakukan percobaan kecil? Siapa tahu hasilnya bisa dibagikan dan menjadi bahan refleksi bersama.

Terlepas dari seberapa cerdas ayam itu, pesan utama dari kisah ini sesungguhnya ingin menyampaikan bahwa setiap makhluk hidup—seperti halnya manusia—memiliki kebiasaan, sifat, dan cara pandang yang berbeda-beda.

Jika dalam kehidupan kita bisa lebih banyak empati dan lebih sedikit perhitungan, tidak terlalu memaksakan pandangan dan kebiasaan pribadi, maka masyarakat akan menjadi tempat yang jauh lebih damai dan tenteram.(jhn/yn)

BEI Pacu Reformasi Pasar: Free Float Minimum Naik Jadi 15%, Perusahaan Diminta Adaptasi Sebelum Maret 2026

Jakarta, 5 Februari 2026 – Bursa Efek Indonesia (BEI) menggelar akselerasi reformasi tata kelola pasar modal dengan menaikkan batas minimum free float saham perusahaan tercatat dari ketentuan lama menjadi 15%. Kebijakan ini merupakan bagian integral dari Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia dan akan mulai diimplementasikan pada Maret 2026 mendatang.

Selain pendalaman pasar, BEI juga menyiapkan paket penyesuaian aturan yang mencakup tiga pilar utama: peningkatan tata kelola perusahaan (corporate governance)penguatan kompetensi jajaran direksi, dan peningkatan kualitas persyaratan bagi calon emiten.

Reformasi Ekosistem: Dari Free Float hingga Kualitas Direksi

Paket perubahan Peraturan Nomor I-A tentang Pencatatan Saham tersebut mencakup empat penyesuaian kunci:

  1. Menaikkan Batas Minimum Free Float
    • Kebijakan Baru: Minimum kepemilikan publik (free float) dinaikkan menjadi 15% dari sebelumnya. Tujuannya untuk meningkatkan likuiditas dan kedalaman pasar, sekaligus mengurangi potensi volatilitas harga akibat kepemilikan yang terlalu terkonsentrasi.
    • Masa Transisi: BEI akan memberikan periode transisi bertahap bagi emiten yang belum memenuhi ketentuan baru. Target antara akan ditetapkan di setiap tahapan dengan pendampingan berkelanjutan.
  2. Wajib Pendidikan Berkelanjutan untuk Jajaran Dewan
    • Direksi, Komisaris, dan Komite Audit perusahaan tercatat akan dikenai kewajiban mengikuti program pendidikan berkelanjutan. Langkah ini diambil untuk memastikan dewan direksi selalu update dengan perkembangan regulasi, tata kelola, dan praktik bisnis yang baik.
  3. Syarat Kompetensi Akuntansi bagi Pimpinan Perusahaan
    • Kebijakan Baru: Direktur atau pejabat setingkat di bawahnya wajib memiliki kompetensi di bidang akuntansi. Aturan ini dirancang untuk meningkatkan kualitas dan akurasi penyajian laporan keuangan emiten, sehingga memperkuat kepercayaan investor.
  4. Tingkatkan Kualitas Calon Emiten
    • Persyaratan pencatatan untuk perusahaan baru akan ditingkatkan, mencakup aspek keuangan, operasional, dan tata kelola (governance) yang lebih ketat. Tujuannya untuk mendorong hanya perusahaan dengan fundamental kuat yang masuk ke pasar modal.

Proses Penyusunan Aturan Libatkan Pelaku Pasar

Untuk memastikan aturan baru realistis dan dapat diimplementasikan, BEI menggelar serangkaian konsultasi publik.

  • Kamis, 5 Februari 2026: BEI telah melaksanakan dengar pendapat dengan perwakilan enam asosiasi pasar modal, termasuk Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) dan Asosiasi Perusahaan Efek Indonesia (APEI).
  • Jumat, 6 Februari 2026: Forum dengar pendapat akan dilanjutkan dengan melibatkan Perusahaan Tercatat dan Anggota Bursa secara langsung.
  • Periode Masukan Publik: Seluruh pemangku kepentingan dapat memberikan tanggapan terhadap draf peraturan yang telah diunggah di website BEI mulai 4 hingga 19 Februari 2026.

Respons dan Dukungan dari Pemangku Kepentingan

Kautsar Primadi Nurahmad, Sekretaris Perusahaan BEI, menegaskan komitmen Bursa dalam proses reformasi ini. “Langkah-langkah ini diambil untuk memberikan kepastian dan memperkuat kepercayaan pasar terhadap komitmen reformasi tata kelola di Indonesia. Kami menyediakan hot desk khusus untuk mendampingi emiten dalam masa transisi ini,” jelasnya.

Sementara itu, dari sisi pelaku pasar, meski apresiatif terhadap tujuan reformasi, beberapa pihak meminta kejelasan teknis. “Kenaikan free float adalah langkah positif untuk likuiditas. Namun, kami berharap masa transisi yang diberikan cukup panjang dan fleksibel, agar emiten dapat melakukan penyesuaian dengan strategi yang tepat tanpa menekan harga saham,” ujar perwakilan dari Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) yang hadir dalam forum dengar pendapat.

Langkah Pendukung: Hot Desk dan Pendampingan

BEI telah menyiapkan pusat konsultasi atau hot desk yang dapat dihubungi emiten melalui email: [email protected]. Layanan ini bertujuan untuk memastikan proses penyesuaian kebijakan berjalan efektif dan terkoordinasi.

Dengan serangkaian penyesuaian aturan ini, BEI berharap dapat menciptakan ekosistem pasar modal yang lebih likuid, transparan, dan accountable, sehingga mampu menarik minat investor jangka panjang dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Video Mobil Listrik Buatan Tiongkok Kembali Bermasalah: Terbakar dalam 1 Menit, Pintu Mobil Tak Bisa Dibuka 

Pada 4 Februari, terjadi kecelakaan lalu lintas di Provinsi Yunnan, Tiongkok.  Sebuah mobil listrik buatan Tiongkok kehilangan kendali dan menabrak pagar pembatas di pinggir jalan. Pintu mobil tidak dapat dibuka dan dalam waktu satu menit kendaraan langsung dilalap api. Tiga penumpang berhasil diselamatkan oleh warga yang melintas, sementara satu penumpang lainnya meninggal dunia.

EtIndonesia. Seorang warganet Tiongkok yang berprofesi sebagai sopir truk dengan akun “七紛、神氣” mengunggah video kebakaran mobil listrik. Ia menuliskan bahwa pada 4 Februari pukul 11.59, sebuah mobil listrik buatan Tiongkok berwarna putih kehilangan kendali dan menabrak pagar pembatas di pinggir jalan.

Pengemudi pria berhasil membuka pintu depan dan keluar dari mobil. Ia kemudian mencoba membuka pintu belakang agar penumpang di dalam bisa keluar, namun pintu tersebut tidak dapat dibuka.

Pada saat itu, bagian bawah mobil mulai mengeluarkan asap. Pengemudi tampak panik, dan pintu depan mobil tiba-tiba menutup kembali, membuat orang-orang di dalam kendaraan tidak dapat melarikan diri.

Pengemudi berusaha memecahkan kaca jendela dengan menghantamnya menggunakan lengannya, namun gagal. Saat itu, seorang pria berbaju putih berlari mendekat untuk membantu. Ia mengangkat batu besar di pinggir jalan dan memecahkan kaca jendela mobil. Pengemudi juga mengambil batu dan memecahkan kaca jendela kursi belakang. Keduanya kemudian bekerja sama menarik orang-orang keluar dari mobil.

Saat itu, mobil sudah mengeluarkan asap hitam pekat dan api mulai membesar, situasinya sangat kritis. Kedua pria tersebut berhasil menarik keluar tiga orang secara berurutan melalui jendela. Ketika orang terakhir ditarik keluar, tubuhnya sudah terbakar. Api saat itu sudah sangat besar, sehingga kedua penolong tidak dapat melanjutkan upaya penyelamatan. Mereka segera menarik para korban yang telah diselamatkan untuk menjauh dari mobil yang sedang terbakar.

Warganet yang mengunggah video tersebut menulis di kolom komentar, “Sangat disayangkan, penumpang di kursi depan sebelah kanan tidak berhasil saya selamatkan. Saya sudah berusaha sekuat tenaga.”

Setelah kejadian, sejumlah warganet menyebutkan bahwa mobil listrik yang terbakar dalam video tersebut adalah model Dongfeng Yipai 007. Setelah kecelakaan, pintu mobil tidak dapat dibuka. Akibatnya, tiga orang berhasil diselamatkan, sementara satu orang meninggal dunia.

Foto-foto yang beredar di internet menunjukkan bahwa pria berbaju putih yang ikut menyelamatkan korban mengalami luka bakar di kedua tangannya dan sedang menjalani perawatan serta perban di rumah sakit.

Insiden ini kembali memicu keraguan warganet terhadap aspek keselamatan mobil listrik buatan Tiongkok. Beberapa komentar warganet antara lain:

“Kenapa bisa terbakar secepat ini?”
“Jangan pernah beli mobil listrik buatan dalam negeri.”
“Pintu kursi belakang saja tidak bisa dibuka, masih mau beli mobil listrik?”
“Dalam setahun, berapa banyak orang yang terbakar hidup-hidup karena pintu mobil listrik tidak bisa dibuka?”
“Kemungkinan kecelakaan mobil listrik terlalu tinggi.”

Menurut laporan media sebelumnya, sejumlah model mobil listrik di Tiongkok pernah mengalami masalah serupa. Setelah terjadi kecelakaan, kendaraan langsung terbakar dan pintu tidak bisa dibuka, sehingga penumpang di dalam terjebak dan meninggal karena terbakar.

Laporan gabungan: Luo Tingting / Editor Wen Hui

Badai Salju di Jepang: 38 Orang Meninggal Dunia, 413 Luka, Aomori Tertimbun Salju 180 Cm

Menurut statistik Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang hingga 5 Februari pukul 08.30 pagi, salju lebat yang terjadi sejak 20 Januari telah menyebabkan jumlah korban meninggal terkait salju di seluruh Jepang meningkat menjadi 38 orang. Di antaranya, Prefektur Niigata mencatat 14 korban tewas, jumlah tertinggi di Jepang.

EtIndonesia. Menurut laporan NHK, kasus kematian tersebut meliputi kecelakaan yang terjadi saat membersihkan salju, maupun gangguan kesehatan mendadak. Jika dilihat per wilayah: Prefektur Niigata mencatat korban terbanyak dengan 14 orang, disusul Prefektur Akita 7 orang, Prefektur Yamagata 5 orang, Hokkaido dan Prefektur Aomori masing-masing 4 orang, serta Prefektur Iwate, Nagano, Kyoto, dan Shimane masing-masing 1 orang.

Sementara itu, hingga waktu yang sama, jumlah korban luka akibat salju di seluruh Jepang mencapai 413 orang, dengan tingkat luka ringan hingga berat.

Badan Meteorologi Jepang memperingatkan bahwa suhu di wilayah Jepang secara luas meningkat hari ini. Di daerah dengan timbunan salju tebal, masyarakat diminta waspada terhadap salju yang jatuh dari atap, es menggantung (icicle) yang runtuh, serta potensi longsor salju.

Di Prefektur Aomori misalnya, sejak kemarin suhu mulai naik. Kota Aomori sempat mencatat ketebalan salju hingga 180 sentimeter, yang kemudian mencair dengan cepat. Pada pengamatan pukul 08.00 pagi ini, ketebalan salju turun drastis menjadi 139 sentimeter.

Akibat pencairan salju yang cepat, kondisi jalan di Kota Aomori memburuk. Pada jam sibuk pagi sekitar pukul 08.00 di kawasan Hanazono, antrean kendaraan mencapai lebih dari 500 meter. Selain itu, tumpukan salju di pinggir jalan menyerupai gunung dan menyempitkan lebar lajur kendaraan.

Badan Meteorologi Jepang memperkirakan bahwa angin kencang dan salju akan semakin menguat di wilayah Hokkaido dan Tohoku. Pada 7 dan 8 Februari, wilayah di sepanjang pesisir Laut Jepang diperkirakan akan kembali mengalami salju lebat, khususnya di Hokkaido, di mana masyarakat diminta waspada terhadap dampak badai salju terhadap transportasi.

Menurut laporan TBS Jepang, Badan Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana menghimbau masyarakat agar tidak membersihkan salju sendirian, melainkan ditemani anggota keluarga atau tetangga, serta membawa ponsel. Selain itu, saat membersihkan salju disarankan menggunakan tali pengaman dan helm keselamatan.

Dialihbahasakan dari CNA / Editor penanggung jawab: Lu Yongxin

Bukan Rasa Pahit! Pakar Kopi: Dua Rasa Ini Justru Lebih Sehat

EtIndonesia. Sejumlah penelitian menemukan bahwa minum kopi dalam jumlah sedang tidak hanya membantu meningkatkan kewaspadaan, tetapi juga dapat meningkatkan konsentrasi serta menurunkan risiko diabetes, demensia, dan penyakit kardiovaskular. Seperti halnya makanan lain, tingkat kesehatan kopi sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti asal biji, proses pengolahan, teknik pemanggangan, hingga cara penyimpanan.

Lalu, seperti apa kopi yang tergolong baik dan sehat? Dalam program “Health 1+1”, pembawa acara JOJO secara khusus mengundang Alex Lu, kepala Sandro Coffee Research Institute, penguji dan instruktur bersertifikat SCA (Specialty Coffee Association), serta Q Grader internasional dari CQI.

Alex membagikan banyak pengetahuan tentang kopi dan langsung menggiling serta menyeduh secangkir kopi segar untuk JOJO. Hasilnya, JOJO terkejut karena ia merasakan cita rasa yang tidak disangka-sangka.

Kopi Sangrai Gelap: Berminyak, Tidak Mudah Disimpan

Kita sering melihat kopi berwarna cokelat kehitaman dengan permukaan mengilap berminyak, dan mengira itu tanda kopi berkualitas tinggi. Alex menjelaskan bahwa kilap tersebut muncul karena pada proses sangrai gelap, lemak di dalam biji kopi terurai dari trigliserida menjadi digliserida, monogliserida, dan asam lemak bebas, lalu terdorong keluar ke permukaan. Pada kopi sangrai lebih ringan, fenomena ini tidak terjadi.

Kopi yang permukaannya berminyak lebih sulit disimpan, mudah menimbulkan bau tengik atau aroma asap yang menyengat. Selain itu, karena proses sangrai gelap, kandungan nutrisi biji kopi sudah mengalami kerusakan tertentu dan rasanya cenderung lebih pahit. Dari sudut pandang ilmiah, Alex menyarankan agar kopi sangrai gelap sebaiknya dikonsumsi dalam waktu satu minggu.

Kopi Proses Basah Lebih Asam, Kopi Jemur Lebih Harum

Alex juga memperkenalkan dua metode pengolahan kopi lainnya: kopi proses basah (washed) dengan sangrai ringan, dan kopi proses kering/jemur matahari (natural) dengan sangrai ringan.

Dari tampilan fisik, biji kopi proses basah masih memiliki kulit ari (silver skin) berwarna putih di bagian tengah, sedangkan pada kopi jemur, kulit ari tersebut telah mengalami karamelisasi sehingga tidak terlalu terlihat.

Dari segi rasa, kopi proses basah memiliki tingkat keasaman yang lebih jelas dan terang, baik dari aroma maupun rasa. Sementara itu, kopi jemur memiliki cita rasa buah yang lebih kaya dan aroma yang lebih harum.

Alex menyarankan:

  • Jika menyukai rasa yang bersih dan jernih, pilih kopi proses basah.
  • Jika menyukai rasa yang lebih berlapis dan kompleks, pilih kopi jemur.

Kualitas Kopi Sangat Bergantung pada Teknik Sangrai

Alex menekankan bahwa kualitas kopi juga dipengaruhi oleh varietas biji kopi. Kopi jenis Robusta sering digunakan untuk sangrai gelap, dan kandungan kafeinnya sekitar dua hingga tiga kali lebih tinggi dibandingkan Arabika.

Sebagian orang yang minum kopi Robusta sering mengalami jantung berdebar atau rasa tidak nyaman, bahkan ada yang mengalami refluks asam lambung. Alex menjelaskan bahwa asam klorogenat memang bersifat antioksidan, tetapi juga dapat melemahkan otot sfingter saluran pencernaan. Saat kopi disangrai, asam klorogenat akan terurai menjadi asam kuinat dan asam kafeat. Jika proses sangrai tidak sempurna dan asam klorogenat tidak terurai dengan baik, maka dapat memicu naiknya asam lambung.

Kandungan asam klorogenat berbeda pada setiap varietas kopi. Robusta mengandung lebih banyak asam klorogenat, sehingga lebih cocok untuk sangrai gelap. Alex juga menyebutkan bahwa kopi sangrai gelap pada akhirnya cenderung memiliki rasa yang mirip—pahit dan getir—sedangkan kopi sangrai ringan, jika disangrai dengan baik, akan menampilkan rasa manis alami dan keasaman yang lebih menonjol.

Menikmati Kopi Seperti Menikmati Teh

Di akhir acara, Alex menyeduh sendiri secangkir kopi sangrai ringan yang baru digiling untuk JOJO. Setelah satu tegukan, JOJO mengatakan rasanya lebih kaya dari yang ia bayangkan. Pada tegukan kedua, ia merasa keasamannya meningkat, dan pada tegukan ketiga, keasaman itu terasa sedikit bertambah lagi. Ternyata, seperti halnya teh, kopi memiliki kedalaman rasa yang tak ada habisnya.

JOJO pun menyimpulkan bahwa belajar minum kopi bersama pakar benar-benar berbeda. Ia menyadari bahwa selama ini ia salah paham tentang kopi—ternyata kopi yang baik tidak harus pahit.

Disusun dan dilaporkan oleh Jin Hong / Editor Lin Qing

Cinta yang Setara

EtIndonesia. Pada zaman dahulu, di tanah Israel, pernah terjadi sebuah kisah berikut ini:

Pada suatu tahun, bulan, dan hari tertentu, ketika pemerintah sedang merenovasi sebuah lumbung gandum, mereka menemukan sebuah lubang tikus di sudut dinding.

Maka orang-orang pun menyalakan asap dan mengarahkannya ke dalam lubang itu, dengan harapan dapat memaksa tikus-tikus di dalamnya keluar.

Tak lama kemudian, terlihat tikus-tikus keluar satu per satu—dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh—berlarian menjauh.

Saat semua orang mengira tikus-tikus itu telah keluar seluruhnya dan bersiap untuk membersihkan tempat tersebut, tiba-tiba mereka melihat dua ekor tikus masih tertahan di mulut lubang. Keduanya saling mendorong dan berdesakan. Setelah berjuang cukup lama, barulah keduanya berhasil keluar bersama-sama.

Namun yang aneh, setelah keluar dari lubang, kedua tikus itu tidak langsung melarikan diri. Mereka justru berputar-putar di sekitar lubang, saling mengejar, seolah-olah yang satu ingin menggigit ekor yang lain.

Semua orang merasa heran dan mendekat untuk melihat lebih jelas. Barulah mereka menyadari—ternyata salah satu tikus itu buta dan tidak dapat melihat apa pun. Sedangkan tikus yang satu lagi sedang berusaha agar temannya menggigit ekornya, supaya dia bisa menuntunnya dan melarikan diri bersama.

Melihat pemandangan itu, semua orang terdiam, masing-masing tenggelam dalam perenungan.

Saat waktu makan tiba, mereka kembali duduk melingkar. Seseorang mulai membahas kejadian dua ekor tikus tadi.

Seorang pejabat Romawi yang berwajah serius berkata: “Menurut saya, dua tikus tadi memiliki hubungan tuan dan hamba, atau raja dan bawahan.”

Semua orang berpikir sejenak, lalu berkata : “Masuk akal.”

Maka para prajurit Romawi pun memasang wajah angkuh dan penuh kebanggaan.

Seorang Israel yang cerdas berkata:  “Menurut saya, dua tikus tadi adalah pasangan suami istri.”

Semua kembali berpikir sejenak, merasa pendapat itu juga tepat, lalu mengangguk setuju. Orang Israel itu pun tampak semakin percaya diri dan puas.

Seorang Tionghoa yang menekankan nilai bakti dan kekeluargaan berkata : “Menurut saya, dua tikus tadi adalah ibu dan anak.”

Semua orang merenung lagi, dan kali ini merasa pendapat itu paling masuk akal. Mereka pun memuji pendapat tersebut, sementara wajah orang Tionghoa itu langsung dipenuhi senyum rendah hati yang khas.

Namun, seorang Samaria yang tampak polos justru jongkok di tanah, menopang dagunya dengan kedua tangan, menatap semua orang dengan bingung, lalu bertanya:  “Mengapa dua tikus itu harus memiliki hubungan tertentu?”

Udara seketika terasa membeku.

Semua orang memandang Samaria yang polos itu tanpa berkata apa pun.

Pejabat Romawi, orang Israel, dan orang Tionghoa yang sebelumnya berbicara, tampak menundukkan kepala dengan wajah penuh rasa malu, tak berani bersuara lagi.

Barulah mereka menyadari bahwa cinta sejati ternyata tidak dibangun atas dasar kepentingan, perasaan, ataupun hubungan darah, melainkan berdiri di atas satu hal: tetap peduli dan menolong, meskipun tidak memiliki hubungan apa pun.

Hikmah Cerita 

Orang bijak pun bisa luput dalam berpikir, sementara orang sederhana justru kadang menemukan kebenaran. Orang yang terlalu cerdas sering kali menganalisis segala sesuatu dengan sangat rinci, namun justru karena terlalu rumit, mereka kehilangan pandangan terhadap hakikat manusia yang paling mendasar.

Padahal, keinginan untuk menolong sesama adalah naluri yang dimiliki setiap manusia. (jhn/yn)

[Berita Terlarang] Peringatan Perang? Beijing Mengeluarkan Pernyataan untuk Menjaga Ketahanan Pangan

Dokumen Pusat No. 1 Partai Komunis Tiongkok (PKT) tahun 2026 menekankan pentingnya menjaga dengan ketat keamanan pangan nasional serta mengkonsolidasikan hasil pengentasan kemiskinan. Kalangan luar menafsirkan bahwa penegasan “garis bawah” keamanan pangan ini mencerminkan tekanan ganda yang tengah dihadapi ekonomi pedesaan Tiongkok, dan juga kemungkinan berkaitan erat dengan dinamika politik internasional, keamanan rantai pasok global, bahkan persiapan menghadapi perang dalam skenario ekstrem.

EtIndonesia. Pada 3 Februari, Komite Sentral PKT merilis Dokumen Pusat No. 1 tahun 2026, yang berfokus pada perencanaan dan penugasan terkait pekerjaan “tiga pertanian” (pedesaan, pertanian, dan petani).

Pengamat isu politik yang bermukim di Amerika Serikat, Lan Shu, menyatakan bahwa Dokumen No. 1 PKT pada umumnya memang selalu membahas persoalan pedesaan, sehingga tidak serta-merta berarti tahun ini pemerintah lebih memprioritaskan sektor desa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun, penekanan pada istilah “menjaga garis bawah” memang mencerminkan tekanan nyata yang sedang dihadapi ekonomi pedesaan Tiongkok.

“Dokumen PKT ini memang menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok saat ini menghadapi tantangan besar, terutama di sektor pedesaan dan ekonomi desa. Penyebab utamanya adalah perlambatan ekonomi Tiongkok, yang membuat para pekerja migran dari desa ke kota tidak lagi bisa menemukan pekerjaan,” katanya. 

“Selain itu, populasi di tingkat kota kecil dan desa juga terdampak karena perusahaan-perusahaan lokal mengalami resesi besar, sehingga daerah-daerah ini tidak lagi mampu menyediakan lapangan kerja. Dalam kondisi seperti ini, PKT berusaha menstabilkan populasi pedesaan,” jelasnya. 

Dokumen tersebut juga menegaskan perlunya menjaga garis bawah keamanan pangan nasional serta terus memperkuat dan memperluas hasil pengentasan kemiskinan.

Menurut apa yang disebut PKT sebagai “mekanisme pemantauan pencegahan kemiskinan kembali”, versi resmi menyebutkan bahwa lebih dari 7 juta orang telah diidentifikasi sebagai objek pemantauan dan menerima bantuan.

Para pengamat menunjukkan bahwa ekonomi Tiongkok yang terus melemah, ditambah krisis utang daerah, sektor properti, serta hambatan perdagangan luar negeri, telah secara langsung melemahkan kemampuan pemerintah dalam melakukan transfer dana ke wilayah pedesaan.

“PKT pada tahun 2020 menyatakan bahwa pedesaan sudah terbebas dari kemiskinan. Namun dalam beberapa tahun terakhir, ekonomi mengalami gejolak. Apakah orang-orang yang sebelumnya keluar dari kemiskinan itu kini kembali jatuh miskin? Karena itu PKT terus menekankan bahwa tidak boleh terjadi kemiskinan kembali dalam skala besar,” ujar Kolumnis Epoch Times Wang He. 

“Kenyataannya, kemiskinan di pedesaan saat ini masih cukup serius. Hal-hal seperti ini memang selalu diulang setiap tahun dalam Dokumen No. 1, terdengar klise, tetapi kekhawatiran dan kecemasan yang sebenarnya memang nyata,” tambahnya. 

Wang He juga menekankan bahwa data terkait pangan di Tiongkok sangat dirahasiakan, dan banyak angka tidak dipublikasikan, sehingga tanpa transparansi data pangan, penilaian dari luar menjadi sangat sulit.

Wang He mengatakan: “Tiongkok masih memiliki lebih dari 500 juta penduduk pedesaan, dan stabilitas petani berdampak besar terhadap stabilitas sosial. Dokumen No. 1 ini pada dasarnya bertujuan mengamankan ‘kartu pangan’ dalam benak Xi Jinping. Namun berapa sebenarnya cadangan pangan Tiongkok? Hingga kini, itu tetap menjadi akun yang kacau, karena korupsinya sangat parah.” 

Ia melanjutkan : “Sejak era Zhu Rongji hingga masa Xi Jinping sekarang, upaya untuk menertibkan cadangan pangan terus dilakukan, tetapi pembukuannya tidak pernah jelas, dan PKT juga tidak berani membukanya ke publik.”

Lan Shu berpendapat bahwa frasa “menjaga garis bawah keamanan pangan” memang tidak terlepas dari situasi politik internasional, keamanan rantai pasok, dan bahkan persiapan perang dalam kondisi ekstrem.

“Dengan ditangkapnya Zhang Youxia dan Liu Zhenli, kemungkinan besar akan ada gelombang pembersihan besar lainnya di tubuh militer PKT. Setelah pembersihan itu, kendali Xi Jinping atas militer akan semakin kuat,” katanya. 

“Dalam kondisi seperti ini, risiko perang meningkat dengan cepat. Setelah perombakan jajaran jenderal ini, militer PKT sangat mungkin memasuki tahap persiapan perang secara menyeluruh. Karena itu, cadangan pangan menjadi kebutuhan perang,” jelasnya. 

Wang He juga menunjukkan bahwa jika PKT bersiap melakukan aksi militer terhadap Taiwan, maka penimbunan pangan untuk keperluan perang menjadi keharusan.

“Setiap tahun Tiongkok mengimpor kentang, jagung, dan kedelai dari seluruh dunia dalam jumlah ratusan juta ton. Jika terjadi bencana pangan di dalam negeri, atau jika PKT benar-benar memicu perang terhadap Taiwan, maka seluruh sistem pasokan pangan akan menjadi persoalan yang sangat krusial,” ujarnya. 

Kalangan luar menilai bahwa Dokumen Pusat No. 1 tahun 2026 bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan dapat dianggap sebagai ‘panduan bertahan hidup’ Tiongkok di bawah bayang-bayang perlambatan ekonomi dan meningkatnya risiko konflik geopolitik.

Lan Shu mengatakan: “Mesin utama ekonomi domestik Tiongkok adalah sektor properti, dan sektor ini kini menghadapi tantangan yang nyaris bersifat kehancuran. Dalam kondisi seperti ini, ekonomi Tiongkok sulit membaik.”

Lan Shu juga menuturkan, salam beberapa tahun ke depan, kemungkinan besar aksi-aksi protes sosial berskala besar akan semakin sering terjadi. Karena itu, Xi Jinping sedang mempersiapkan perang, untuk mengalihkan perhatian konflik ke luar negeri. Selama ia memicu perang terbatas, ia berpeluang membawa Tiongkok ke dalam kondisi pemerintahan militer.”

Sejumlah warganet Tiongkok daratan mengunggah video yang menyebutkan bahwa PKT telah mulai mengendalikan distribusi pangan secara ketat. Mulai 1 April 2026, sistem pembukuan (ledger) akan diberlakukan sepenuhnya, di mana para pedagang wajib mencatat secara rinci: kepada siapa pangan dijual, berapa jumlah yang dijual, berapa stok masuk, dan berapa sisa persediaan—semuanya harus dicatat dengan ketat.

Editor: Huang Yimei Wawancara: Chang Chun Pascaproduksi: Tony

Praktik Berbahaya Seorang Lansia : Bayi 5 Bulan Diberi Arak Putih dengan Sumpit yang Dicelupkan, Kondisinya Kritis Akibat Gagal Hati

Baru-baru ini, sebuah keluarga di Zhengzhou, Provinsi Henan, Tiongkok menggelar acara kumpul keluarga. Demi menghibur bayi, seorang anggota keluarga lanjut usia menggunakan sumpit yang dicelupkan ke dalam arak putih untuk diberikan kepada bayi berusia 5 bulan. Meski jumlahnya tidak banyak, tindakan tersebut menyebabkan kerusakan hati serius pada bayi dan hampir berujung pada gagal hati. Peristiwa ini pun menarik perhatian luas.

EtIndonesia. Menurut laporan sejumlah media di daratan Tiongkok, Rumah Sakit Afiliasi Pertama Universitas Pengobatan Tradisional Tiongkok Henan baru-baru ini menerima seorang bayi berusia 5 bulan yang mengalami kerusakan hati akut akibat konsumsi alkohol.

Orang tua bayi menjelaskan bahwa kejadian tersebut bermula dari sebuah acara kumpul keluarga. Demi menghibur anak, seorang lansia dalam keluarga beberapa kali mencelupkan sumpit ke dalam arak putih dan membiarkan bayi mencicipinya. 

Setelah itu, bayi menunjukkan gejala tidak normal seperti sering mengantuk, penurunan aktivitas, dan kulit menguning, sehingga segera dibawa ke rumah sakit untuk diperiksa.

Hasil diagnosis dokter menunjukkan bahwa fungsi hati bayi mengalami kerusakan parah dan sudah mendekati kondisi gagal hati. Keadaannya sangat kritis. Bayi tersebut langsung dipindahkan ke unit perawatan intensif (ICU) dan baru berhasil diselamatkan setelah mendapatkan penanganan darurat tepat waktu.

Dokter memperingatkan bahwa organ-organ tubuh bayi dan anak kecil masih dalam tahap perkembangan, sehingga sangat rapuh. Terutama alkohol, bagi anak kecil, ibarat racun yang secara langsung merusak sistem saraf yang sedang berkembang pesat dan sangat berbahaya.

Selain itu, kemampuan hati bayi dalam memetabolisme alkohol hanya sekitar sepertiga dari orang dewasa. Hanya 50 mililiter bir saja sudah cukup membuat kadar alkohol dalam darah bayi melebihi ambang batas. 

Jika asupan alkohol jauh melampaui kemampuan metabolisme anak, hal ini dapat menyebabkan keracunan alkohol akut, kerusakan saraf, mempengaruhi perkembangan otak, dan dalam kasus berat bahkan dapat menyebabkan kematian.

Faktanya, perilaku “memberi anak kecil minum alkohol” bukanlah kejadian pertama di daratan Tiongkok. Di masyarakat beredar anggapan bahwa hal tersebut dapat “melatih toleransi minum alkohol sejak kecil”. Namun, pandangan ini memicu perdebatan luas di kalangan warganet Tiongkok.

Sebagian netizen berkomentar, “Orang tua zaman dulu paling suka melakukan hal seperti ini, entah kenapa.” Ada juga yang berkata, “Kami yang lahir tahun 70-an waktu kecil juga mengalami hal seperti ini, dan tidak apa-apa.”

Namun, ada pula netizen yang berpendapat, “Dulu alkohol benar-benar dari bahan alami, sekarang kebanyakan hasil campuran, mana bisa disamakan.”

Ada juga yang mengatakan, “Masalahnya mungkin bukan hanya alkohol. Lansia itu menggunakan sumpit yang biasa ia pakai sendiri. Bisa jadi lansia tersebut memiliki penyakit hati.” Ada pula yang menambahkan, “Sebenarnya tubuh lansia mengandung banyak virus dan bakteri, sebaiknya menghindari kontak langsung dengan bayi.”

Menjelang Tahun Baru Imlek di Tiongkok, acara kumpul keluarga seringkali disertai konsumsi alkohol berlebihan, bahkan terkadang melibatkan anak-anak. Dokter mengingatkan agar jangan sekali-kali menggunakan alasan “melatih toleransi alkohol sejak kecil” untuk membiarkan bayi atau balita bersentuhan dengan alkohol.

Jika ditemukan anak yang tidak sengaja meminum alkohol atau minum berlebihan, dokter menyarankan orang tua untuk mengambil langkah pertolongan pertama berikut:

  • Memberikan susu murni atau putih telur untuk membentuk lapisan pelindung di lambung dan mengurangi penyerapan alkohol;
  • Memberikan air putih atau bubur encer secukupnya untuk membantu mengencerkan alkohol dan mempercepat metabolisme;
  • Jika diperlukan, upayakan muntah dalam waktu 30 menit setelah tertelan dan ketika anak masih sadar, namun harus memastikan saluran pernapasan tetap terbuka untuk mencegah tersedak.

Editor: Wen Bin 

KPPU Soroti Ancaman Dominasi Digital dan Ancaman “Lock-in” Ekosistem

Jakarta — KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) memperingatkan bahwa akselerasi digitalisasi, konsolidasi usaha besar-besaran, dan dominasi platform digital menjadi ancaman nyata bagi iklim persaingan usaha Indonesia di tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam Competition Outlook 2026, di mana KPPU juga mengumumkan perbaikan skor Indeks Persaingan Usaha (IPU) 2025 menjadi 5,01 dari skala 1–7.

Meski IPU meningkat dari 4,95 di tahun 2024, menunjukkan tren perbaikan struktur pasar pasca pandemi, KPPU menekankan bahwa peningkatan ini tidak boleh membuat publik lengah. Tantangan ke depan justru semakin kompleks, dengan praktik anti persaingan yang berevolusi di ruang digital. “Transformasi ekonomi membutuhkan creative destruction yang sehat, bukan justru dihambat oleh praktik monopoli terselubung di balik algoritma dan akuisisi,” tegas Anggota KPPU, Eugenia Mardanugraha, dalam forum tersebut.

Beberapa ancaman yang menjadi fokus pengawasan KPPU ke depan meliputi:

  • Penguncian ekosistem (ecosystem lock-in), yang dapat mempersempit pilihan konsumen dan UMKM.
  • Penguasaan dan akumulasi data sebagai penghalang masuk bagi pemain baru.
  • Algoritma penetapan harga yang memicu diskriminasi harga secara masif.
  • Akuisisi startup yang berpotensi mematikan inovasi dan kompetisi jangka panjang.

Secara wilayah, ketimpangan masih terlihat jelas. Provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi dalam tingkat persaingan usaha tertinggi, sementara beberapa wilayah di Indonesia Timur masih berada di bawah rata-rata nasional. Hal ini mengindikasikan perlunya pemerataan kebijakan persaingan sebagai strategi pembangunan nasional.

“Tanpa persaingan, tidak ada inovasi. Tanpa inovasi, pertumbuhan hanya ilusi jangka pendek,” tegas Prof. Dr. Mohammad Ikhsan, Guru Besar FEB UI, yang hadir sebagai pembicara.

KPPU menegaskan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai arsitek ekosistem persaingan. Mereka akan memperkuat sistem peringatan dini dan pengawasan di sektor strategis seperti ekonomi digital, pangan, dan energi.

“IPU bukan hanya angka statistik. Ini adalah dashboard kebijakan untuk mengidentifikasi risiko dominasi pasar sejak dini,” ujar Eugenia.

Komitmen KPPU ke depan adalah memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan agar persaingan sehat benar-benar menjadi mesin pertumbuhan ekonomi, bukan sekadar wacana kebijakan.

Forum ini juga dihadiri oleh perwakilan Kementerian PPN/Bappenas, Kemenko Perekonomian, serta akademisi yang sepakat bahwa persaingan adalah kunci bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah.

Pekan Penutup BBW Surabaya 2026: Pekan Terakhir Masyarakat Jatim Merayakan 1 Dekade BBW

Surabaya, 5 Februari 2026 – Rangkaian pesta literasi terbesar, Big Bad Wolf Books (BBW) Surabaya 2026, telah memasuki pekan penutupannya. Acara yang berlangsung sejak 29 Januari 2026 ini akan berakhir pada 8 Februari 2026, bertempat di Convention Hall, Tunjungan Plaza 3 Lantai 6. Dengan jam operasional pukul 10.00–22.00 WIB dan tanpa biaya masuk, pekan terakhir ini menjadi momen pamungkas bagi masyarakat Surabaya dan Jawa Timur untuk merayakan satu dekade perjalanan BBW di Indonesia.

Sebagai bagian dari perayaan “BBW X-Xtraordinary: 10 Tahun Gerakan Literasi Indonesia”, pengunjung masih bisa mengikuti dua kompetisi menarik yang menyediakan hadiah total jutaan rupiah.

1. “Memori BBW Ku: A Decade of BBW in Indonesia”
Kompetisi ini mengajak pengunjung untuk berbagi cerita dan kenangan bersama BBW dalam satu dekade terakhir. Peserta dapat menuliskan pengalaman, memotret momen spesial, atau membuat konten kreatif, lalu membagikannya di media sosial dengan tagar #MEMORIBBWKU2026 dan #SatuDekadeBBWIndonesia.

2. “Berbelanja Buku Berhadiah”
Pengunjung berkesempatan memenangkan hadiah utama bernilai puluhan juta rupiah dengan berbelanja buku di lokasi BBW Surabaya 2026. Setiap transaksi memberikan kesempatan untuk membawa pulang hadiah menarik.

“Sepuluh tahun perjalanan BBW di Indonesia adalah cerita tentang kita. Melalui kompetisi ini, kami ingin menjadikan pekan terakhir ini sebagai ruang berbagi kenangan, di mana setiap buku punya cerita dan setiap pembaca punya pengalaman yang bermakna,” ujar Marthius Wandi Budianto, Country Director Big Bad Wolf Books Indonesia. Ia menegaskan bahwa BBW bukan sekadar bazar buku, melainkan sebuah gerakan literasi yang hidup dan dekat dengan masyarakat.

Promo dan Aktivitas Spesial Pekan Akhir
Selain kompetisi, pengunjung masih dapat menikmati berbagai penawaran menarik hingga hari terakhir:

  • Jutaan buku internasional dengan harga terjangkau dan diskon hingga 80%.
  • Promo tematik Serba 50K dan Serba 100K.
  • Koleksi Clearance Books dengan harga terendah.
  • Student Promo tambahan diskon 5% hingga 6 Februari 2026 (dengan menunjukkan kartu pelajar/mahasiswa atau berseragam sekolah/almamater).
  • Book Haul Contest dan program gratis kopi/cokelat untuk menemani aktivitas berburu buku.

Dukungan Mitra Strategis
BBW Surabaya 2026 didukung oleh Bank Central Asia (BCA) sebagai Official Bank Partner dan Lion Parcel sebagai Official Logistic Partner, memastikan kemudahan transaksi dan pengiriman buku ke seluruh Indonesia.

Momentum pekan terakhir ini menjadi kesempatan terakhir untuk menjadi bagian dari sejarah satu dekade BBW di Indonesia. Datang, temukan buku impian, bagikan kenangan literasi Anda, dan rayakan perubahan besar yang dimulai dari satu buku.