Zhongrong Trust Ditempatkan di Bawah Perwalian Hingga Pakar Menilai Para Investor Merugi

Song Feng/Chang Chun/Zhong Yuan

Zhongrong Trust, sebuah perusahaan pengelola keuangan Tiongkok pada 15 September dini hari, untuk pertama kalinya mengeluarkan pengumuman yang menyatakan bahwa perusahaan tersebut berada di bawah perwalian dua perusahaan pusat lainnya. Para ahli percaya para investor sudah pasti  menderita kerugian besar karena ada yang salah dengan arah perekonomian Tiongkok secara keseluruhan.

Zhongrong Trust dalam pengumuman resminya menyatakan bahwa disebabkan oleh berbagai faktor internal dan eksternal, beberapa produk perwalian tidak dapat dibayar tepat waktu. Demi meningkatkan efisiensi operasi dan manajemen perusahaan, perusahaan menandatangani “perjanjian layanan manajemen yang dipercayakan” dengan CCB Trust dan CITIC Trust. Kemudian mempekerjakan dua perusahaan di atas untuk memberikan layanan profesional operasi dan manajemen perusahaan. Jangka waktu perwalian  adalah sejak  14 September sampai dengan 14 September 2024. Selanjutnya dapat diakhiri lebih awal atau diperpanjang berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak.

Informasi publik menunjukkan bahwa CCB Trust adalah anak perusahaan perwalian dari China Construction Bank Investment Holdings; pemegang saham CITIC Trust adalah lembaga keuangan di bawah CITIC Group.

Kolumnis Epoch Times Wang He berkata: “Perwalian itu sendiri tidak ada di sini untuk mengurus segala sesuatunya. Apalagi,  tak bertujuan membantu menyelesaikan masalahnya. Oleh karena itu, hutang  dan masalah ekonomi  masih ditanggung oleh perusahaan asal. Itu hanya sebuah perwalian, dan utangnya masih ditanggung oleh perusahaan asal. Adapun hubungan hak kreditur tidak berubah.”

Wang He menilai perwalian Zhongrong Trust ini menunjukkan bahwa masalahnya serius dan tim manajemen awal tidak dapat menyelesaikan masalahnya. Oleh karena itu, pihak berwenang mengirimkan dua perusahaan untuk mengambil alih hak asuh tersebut, ini hanya cara mereka mengendalikan masalah tersebut.

BACA JUGA : Banjir Bandang dan Tanah Longsor Melanda Sichuan, Tiongkok, Rumah-rumah Terkubur dan Banyak Korban Hilang Hingga Gagal Bayar Zhongrong Trust

Ekonom Amerika Serikat, Davy J. Wong menilai: “Bagi sejumlah besar pelanggan yang membeli produk  Zhongrong Trust, ini merupakan kerugian ekonomi secara langsung dan signifikan. Pertama-tama, bunga pertama mungkin tidak diperoleh. Soal dana di satu sisi, mungkin ada diskon; di sisi lain, Zhongrong Trust memiliki perusahaan  besar yang terdaftar menginvestasikan seluruh dana cadangannya di Zhongrong. Hal ini kini secara langsung menyebabkan, misalnya, pemegang saham utamanya Jingwei Textile Co., Ltd akan dihapuskan dari daftar .”

Ekonom Amerika David Huang mencontohkan, mengacu pada penanganan kasus Xu Xiang dan Perusahaan Tomorrow Holdings milik miliuner  Xiao Jianhua yang dilakukan oleh Partai Komunis Tiongkok.  Pihak berwenang menyita dana puluhan hingga ratusan miliar atau bahkan triliunan, yang semuanya masuk ke kas negara. Saat itu tidak mengikuti akta pembelian, kembalikan kepada pembeli dan korban tersebut. Oleh karena itu, hal ini langsung menimbulkan kerugian bagi investor ritel yang membeli saham atau produk Trust. Ini adalah perampasan kekayaan.

Sebelum Zhongrong Trust mengumumkan bahwa mereka dibawah pengawasan, Weiguang Shares mengumumkan pada  15 September malam bahwa perusahaan dan anak perusahaannya telah membeli beberapa produk perwalian di bawah Zhongrong Trust dengan jumlah total RMB. 230 juta . Akan tetapi, belum menerima pokoknya pada saat jatuh tempo. .dan pendapatan investasi. Weiguang Co., Ltd. adalah pemimpin di segmen motor mikro di Tiongkok.

Berita menunjukkan bahwa hingga 17 Agustus, total 41 emiten telah berlangganan produk Zhongrong Trust senilai RMB. 9,382 miliar tahun ini.

Dilaporkan bahwa skala produk yang saat ini ditangguhkan oleh Zhongrong Trust adalah sekitar 350 miliar yuan, tidak termasuk produk pipa yang dioperasikan sendiri.

Sehari sebelum Zhongrong Trust mengumumkan bahwa mereka berada di bawah perwalian, pemegang saham utamanya Jingwei Textile Machinery mengajukan permohonan penghapusan pencatatan ke Bursa Efek Shenzhen. Laporan tahunan tahun 2022 menunjukkan bahwa Jingwei Textile Machinery memegang 37,47% saham.

David Huang menunjukkan bahwa dalam sepuluh atau dua puluh tahun terakhir, dana dan fokus Tiongkok yang besar adalah pada ekonomi virtual, seperti sekuritas, Internet dan keuangan, dibandingkan dana ril untuk menciptakan dan meningkatkan kekayaan sosial. Hal ini menyebabkan sejumlah besar dana dan perhatian masyarakat diarahkan kepada apa yang disebut produk keuangan, termasuk saham, dana, dan obligasi, sehingga memungkinkan mereka yang pandai bercerita dan menipu mendapatkan dana dalam jumlah besar.

David Huang berkata : “Sejumlah besar uang telah masuk ke dalam perwalian, dan perwalian tersebut tidak memiliki cara untuk menyerap begitu banyak uang. Terutama selama tiga tahun pandemi COVID-19, seringkali tidak ada bisnis yang dapat dilakukan. Oleh karena itu, sejumlah besar uang harus menemukan cara untuk menemukan produk Trust. Jika mereka menerima pengembalian yang tinggi atas produk mereka, mereka harus mencari jalan keluar. Jalan keluarnya sering kali adalah perusahaan real estat yang paling kekurangan dana. Faktanya telah lingkaran setan.”

Wang He berkata bahwa sekarang real estat terus-menerus meledak, sehingga uang yang diinvestasikannya bermasalah dan tidak dapat dibayarkan sama sekali.

Wang He menilai : “Tingkat bunganya pada dasarnya adalah tingkat pengembalian 6 hingga 7 poin. Di pasar Tiongkok saat ini, tingkat pengembalian 6 hingga 7 cukup tinggi, jadi proyek yang diinvestasikannya harus sangat menguntungkan. Sekarang industri real estate sedang berduka dan ladang ranjau dimana-mana.”

David Huang menunjukkan bahwa industri manufaktur  dan ekonomi riil belum diakui oleh pasar di Tiongkok, juga belum menerima dukungan keuangan yang efektif. Sejumlah besar uang di masyarakat digunakan untuk membeli produk-produk perwalian keuangan ini dan masalah ekonomi tak dapat  dihindari. (Hui)

Investor Miliarder Ini Menyebut Seorang “Deng Xiaoping” Lainnya Telah Muncul 

Aboluowang

Seorang investor miliarder Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates percaya bahwa India akan memiliki potensi tingkat pertumbuhan tertinggi dalam dekade berikutnya, sama seperti Tiongkok pada tahun 1980-an, dan Perdana Menteri India Narendra Modi adalah mantan pemimpin Tiongkok Deng Xiaoping.

Pada 18 September, “The Times of India” yang mengutip pernyataan yang disampaikan oleh Ray Dalio, pendiri Bridgewater Associates memberitakan, bahwa India saat ini memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi tertinggi. Dirinya membandingkan India dengan Tiongkok pada tahun 1980-an, membandingkan berbagai kesamaan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dengan mantan pemimpin Republik Rakyat Tiongkok, Deng Xiaoping.

The Times of India menjelaskan bahwa Deng Xiaoping mendorong pembentukan ekonomi pasar dan pendirian perusahaan yang mirip kapitalisme (Barat) di Tiongkok, yang mendapat pujian luas dari masyarakat internasional karena membuka perekonomian Tiongkok kepada para investor asing.

Ray Dalio mengatakan : “Kami memiliki perkiraan pertumbuhan 10 tahun untuk semua 22 negara peringkat teratas termasuk India … India memiliki tingkat potensi pertumbuhan tertinggi… Dan India sekarang sedang berada pada situasi atau posisi Tiongkok seperti ketika saya mulai mengunjungi negara tersebut pada tahun 1984.”

Dalam podcast UCLA “All-In Summit 2023″, Ray Dalio mengatakan : Jadi jika Anda melihat pendapatan per kapita India saat ini, wajah India sudah berubah, menurut saya Modi adalah Deng Xiaoping. Ia mengadakan reformasi besar-besaran, melakukan pembangunan, kreativitas, semua faktor ini dipenuhi, meskipun masih ada juga persoalan, persoalan risiko. Tapi India sangat penting”.

Ray Dalio mengatakan pada konferensi podcast ini : “Tentu saja, India memiliki masalah terkait agama Muslim dengan 240 juta penduduknya. Saya rasa masalah-masalah ini tidak dapat menghentikan pertumbuhan India.

Ray Dalio mengatakan, memang secara historis, negara-negara dengan kinerja terbaik adalah negara-negara yang berstatus netral. Dengan kata lain, kinerja mereka lebih baik daripada negara pemenang perang. Oleh karena itu, dalam konflik antara Amerika Serikat dengan Tiongkok serta sekutunya Rusia dan negara-negara lain, negara perantara seperti India justru akan menjadi penerima manfaat terbesar.

PM. Modi mengumumkan deklarasi akhir G20 yang diadopsi melalui konsensus New Delhi, 9 September 2023. (Reuters video screenshot)

The Times of India melaporkan bahwa Perdana Menteri India Narendra Modi bertemu dengan Ray Dalio saat berkunjung ke Amerika Serikat pada bulan Juni tahun ini, dan membahas soal reformasi pemerintah. Perdana Menteri Modi juga mengundang Ray Dalio untuk berinvestasi lebih lanjut di India. Miliarder tersebut mengatakan pada saat itu bahwa India memiliki potensi yang sangat besar dan negara ini sedang dalam periode menciptakan banyak peluang.

Tak Hanya Tentang Parpol, Jokowi Akui Pagi-pagi Sarapan Data-data Intelijen dari BIN, BAIS dan Polri

ETIndonesia- Presiden Jokowi mengungkapkan mengetahui isi yang ada di internal partai politik (parpol) di Indonesia. Akan tetapi, tak hanya semata tentang partai politik. 

Hal demikian diketahui Jokowi melalui data intelijen yang disampaikan oleh Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dan Kepolisian. 

“Ya saya itu secara rutin mendapatkan laporan mengenai hal yang berkaitan dengan politik, yang berkaitan dengan ekonomi, yang berkaitan dengan sosial, selalu mendapatkan informasi itu baik dari intelijen di BIN, di BAIS mengenai keamanan, di Kepolisian BIG (data) atau dari aliran dana dari PPATK semuanya saya dapat,” kata Jokowi dalam transkrip keterangan persnya yang dikutip dari BPMI Setpres usai peninjauan Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2023). 

Jokowi juga mengakui laporan yang diterimanya tentang intelijen sudah menjadi sarapannya setiap hari. 

“Itu makanan sehari-hari saya. Hasil survei mereka, data-data, angka-angka, semuanya. Pagi-pagi itu sarapan saya angka-angka, data-data, apa itu laporan-laporan rutin seperti itu,” ujarnya. 

Sementara itu, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menilai hal ini merupakan masalah serius dalam kehidupan demokrasi di Indonesia, hal ini tidak boleh dan tidak bisa dalam negara demokrasi, Presiden beserta perangkat intelijen menjadikan partai politik sebagai objek dan target pemantauan intelijen. 

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan terdiri dari Imparsial, PBHI, Amnesty International, YLBHI, Kontras, Centra Initiative, Elsam, Walhi, ICW, HRWG, LBH Masyarakat, Setara Institute.  

Koalisi ini menyatakan intelijen memang merupakan aktor keamanan yang berfungsi memberikan informasi terutama kepada Presiden. Namun demikian informasi intelijen itu seharusnya terkait dengan musuh negara (masalah keamanan nasional) dan bukan terkait dengan masyarakat politik (Partai politik) serta juga masyarakat sipil sebagaimana disebutkan Pasal 1 angka 1 dan 2 UU No. 17 Tahun 2011 tentang Intelijen Negara. 

Adapun Pasal 1 angka 1 dan 2 UU Intelijen berbunyi sebagai berikut:

Pasal 1 

  1. Intelijen adalah pengetahuan, organisasi, dan kegiatan yang terkait dengan perumusan kebijakan, strategi nasional, dan pengambilan keputusan berdasarkan analisis dari informasi dan fakta yang terkumpul melalui metode kerja untuk pendeteksian dan peringatan dini dalam rangka pencegahan, penangkalan, dan penanggulangan setiap ancaman terhadap keamanan nasional.
  2. Intelijen Negara adalah penyelenggara Intelijen yang merupakan bagian integral dari sistem keamanan nasional yang memiliki wewenang untuk menyelenggarakan fungsi dan kegiatan Intelijen Negara.

Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan menegaskan pernyataan presiden tersebut mengindikasikan adanya penyalahgunaan kekuasaan terhadap alat-alat keamanan negara untuk melakukan kontrol dan pengawasan demi tujuan politiknya. Hal ini tidak bisa dibenarkan dan merupakan ancaman bagi kehidupan demokrasi dan HAM di Indonesia.

Selain itu, persoalan ini merupakan bentuk penyalahgunaan intelijen untuk tujuan tujuan politik Presiden dan bukan untuk tujuan politik negara. Pada hakikatnya, Lembaga intelijen di bentuk untuk dan demi kepentingan keamanan nasional dalam meraih tujuan politik negara dan bukan untuk tujuan politik presiden. 

Koalisi ini juga menegaskan, pengumpulan data dan informasi yang dilakukan oleh intelijen hanya boleh digunakan untuk kepentingan pengambilan kebijakan, bukan disalahgunakan untuk memata-matai semua aktor politik untuk kepentingan politik pribadinya.

Dalam negara demokrasi, partai politik bukanlah ancaman keamanan nasional sehingga sulit untuk memahami apa alasan intelijen dikerahkan untuk mencari informasi terkait data, arah perkembangan partai politik. Hal ini jelas jelas merupakan bentuk penyalahgunaan intelijen.

Peristiwa ini mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap hukum dan undang undang ( UU Intelijen, UU HAM, UU partai politik ). 

“Kami menilai ini merupakan bentuk skandal politik dan menjadi masalah serius dalam demokrasi sehingga wajib untuk diusut tuntas. Oleh karena itu sudah sepatutnya DPR memanggil Presiden serta lembaga intelijen terkait untuk menjelaskan masalah ini kepada publik secara terang benderang,” tegas Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan. (asr)

Prajurit Abad Pertengahan Awal Ditemukan Terkubur dengan Senjatanya di Jerman

EtIndonesia. Para arkeolog di Jerman telah menemukan makam seorang pejuang Franka yang dimakamkan bersama senjata dan perisainya lebih dari 1.300 tahun yang lalu.

Senjata-senjata tersebut termasuk spatha, pedang panjang yang didasarkan pada pedang kavaleri di akhir Kekaisaran Romawi.

Almarhum tampaknya adalah seorang pria yang meninggal antara usia 30 dan 40 tahun, mungkin pada abad ketujuh, demikian temuan para arkeolog.

Prajurit itu juga dikuburkan dengan pedang pendek untuk menebas, yang disebut seax, dengan bilah besi dan gagang perunggu; pisau besi yang berat; dan sebuah tombak, yang hanya ujung besinya yang selamat. Sisa-sisa perisai yang sebagian besar terbuat dari kayu juga ditemukan; hanya “bos” logam di tengah yang selamat.

Tim tersebut menemukan kuburan tersebut pada bulan Juni saat melakukan penggalian di pemakaman awal abad pertengahan yang telah digali oleh para arkeolog sejak Maret. Situs ini berada di Kota Ingelheim, yang terletak di tepi Sungai Rhine dan sekitar 40 kilometer sebelah barat Frankfurt.

Manajer penggalian Christoph Bassler, seorang arkeolog di Pusat Penelitian Kaiserpfalz Ingelheim, mengatakan kepada Live Science bahwa pemakaman di sana digunakan sekitar abad kelima hingga kedelapan oleh pemukiman dan lahan pertanian terdekat.

Beberapa kuburan di dekatnya telah dijarah di kemudian hari, tetapi para pencuri tampaknya tidak melihat makam prajurit tersebut, katanya.

Meskipun individu tersebut termasuk warga yang lebih kaya di komunitasnya, “dia sama sekali bukan orang kaya raya,” kata Bassler; senjatanya berkualitas tinggi, tetapi tidak ada tanda-tanda barang impor yang dicari-cari yang hanya mampu dibeli oleh orang-orang paling kaya.

Para arkeolog memperkirakan kuburan tersebut berasal dari periode awal Merovingian, antara sekitar tahun 500 dan 750 – tahap awal kerajaan Franka yang berbahasa Jerman, yang setelah tahun 768 diperintah oleh Charlemagne (Charles Agung) dan keturunan Karolingnya.

Sinar-X pada sabuk pedang prajurit tersebut menunjukkan bahwa kabel perak tertanam pada gesper dan perlengkapan besinya – sebuah gaya yang “mengalami puncaknya pada abad ketujuh,” kata Bassler. Dia dan rekan-rekannya berencana untuk melakukan penanggalan radiokarbon pada sisa-sisa organik penguburan tersebut dan menganalisis tulang-tulang tersebut untuk mencari bukti luka pertempuran, untuk melihat apakah mereka dapat menentukan penyebab kematiannya.

Bahu kerangka yang menyempit dan sedikit terangkat – dikenal sebagai “postur peti mati” – menunjukkan sang pejuang dikuburkan di dalam peti mati, meskipun tidak ada satu pun sisa kayunya yang selamat.

Bassler mengatakan spatha di kuburan adalah senjata utama para pejuang. Seluruh pedang berukuran sekitar 93 sentimeter dari gagang hingga ujungnya, dan panjang bilahnya sekitar 75 cm. Pedang semacam itu digunakan oleh pasukan berkuda pada akhir Kekaisaran Romawi, karena mereka membutuhkan pedang yang lebih panjang daripada pedang gladius Romawi untuk bertarung secara efisien, kata Bassler. Pedang ini kemudian menjadi standar dalam peperangan, dan istilah “spatha” – asal kata bahasa Inggris “spatula” dan “spade” – sekarang digunakan untuk pedang bermata dua dan satu tangan yang digunakan di seluruh Eropa pada awal abad pertengahan. dikatakan.

Prajurit Frank tampaknya bertempur dengan berjalan kaki, karena di kuburan tersebut tidak terdapat tanda-tanda taji atau perlengkapan lain untuk kuda, kata Bassler.

Dia menambahkan bahwa daerah tersebut berada di dekat Sungai Rhine dan pemukiman Mogontiacum pada era Romawi – sekarang menjadi Kota Mainz – dan dipilih sebagai lokasi salah satu istana kekaisaran Charlemagne pada abad kedelapan.

Bukti dari kuburan-kuburan lain di kuburan tersebut mengungkapkan bahwa orang-orang yang dikuburkan di sana adalah para perajin ahli yang memiliki selera seni dan ornamen.

“Kaca biasanya digunakan untuk wadah minum, bahkan oleh masyarakat kurang mampu, dan dibuat menjadi manik-manik hiasan, yang dikenakan oleh wanita dengan kalung warna-warni,” kata Bassler. “Kain dipintal dan ditenun di rumah, dan sering kali dibuat dengan tenunan yang sangat halus.” (yn)

Sumber: todayheadline

Anjing Pahlawan Menyelamatkan Nyawa Pemiliknya Setelah Dia Pingsan Saat Jalan-jalan

EtIndonesia. Seekor anjing heroik mungkin telah menyelamatkan nyawa pemiliknya ketika dia melakukan penyelamatan ‘gaya Lassie’ yang luar biasa.

Stephen Dack, 60 tahun, pingsan setelah duduk di bangku taman karena merasa sakit saat sedang berjalan-jalan dengan anjing pemandunya, Viv, di Darlington, Inggris.

Meski tidak dilatih untuk memberikan pertolongan, Viv kabur dan berhasil menemukan salah satu tetangga Stephen, Ellie.

Ellie mengatakan: “Saya sedang berjalan pulang kerja ketika saya melihat Viv berlarian dengan cemas sendirian. Dia mendatangi saya, menggonggong, dan ketika saya mengikutinya, dia membawa saya ke tempat Stephen berbaring di jalan kecil.”

“Saya tidak bisa memindahkannya, jadi saya lari dan mendapat bantuan dari tetangga lain, dan ketika kami kembali, Viv sedang duduk di kaki Stephen. Kami menelepon ambulans, dan saya menemukan nomor telepon di kerah Viv dan menelepon istrinya.”

Ketika Stephen sadar kembali, dia terbangun dan mendapati dirinya dikelilingi oleh paramedis dan istrinya.

Dia dilarikan ke rumah sakit dan dirawat oleh petugas medis di sana tetapi dia segera bisa pulang dengan hanya beberapa luka dan memar.

Stephen mengatakan: “Dalam perannya sebagai anjing pemandu, dia tidak dilatih untuk mencari bantuan jika saya pingsan. Dia bisa saja dengan mudah lari pulang atau kabur, tetapi dia tetap bersamaku dan mencari bantuan, yang menunjukkan ikatan erat di antara kami.”

“Dia membuat saya sangat bangga hari itu dan, seperti yang bisa Anda bayangkan, mendapat beberapa suguhan ekstra saat saya sampai di rumah.”

Viv, seekor cockerpoo berwarna cokelat berusia tiga tahun, menemukan pemilik tercintanya tahun lalu, melalui Hearing Dogs for Deaf People.

Stephen telah berjuang dengan pendengaran yang memburuk sejak usia 18 tahun, akhirnya harus berhenti bekerja pada usia 57 tahun – setelah ‘menjadi sangat buruk’ dia tidak dapat mendengar apa yang dikatakan rekan-rekannya kepadanya.

Dia mengatakan: “Saya menjadi sangat rendah setelah meninggalkan pekerjaan dan menghindari berbicara dengan orang sama sekali karena saya tidak dapat melakukan percakapan dengan mereka.”

“Setelah beberapa saat, saya berhenti untuk keluar sama sekali, dan istri saya juga tidak mau keluar karena dia tidak ingin meninggalkan saya sendirian. Dia pada dasarnya menjadi pengasuh saya.”

Pasangan itu ketakutan setelah satu kejadian di mana Stephen tidak mendengar alarm kebakaran berbunyi di rumahnya.

Stephen mengatakan: “Itu adalah peringatan bagi kami berdua. Istri saya membuka internet dan mulai meneliti perangkat untuk memperingatkan orang tuli tentang alarm, dan kemudian dia melihat iklan Anjing (pemandu) Pendengar.”

“Kami melamar dan tak lama kemudian saya dijodohkan dengan Viv. Sederhananya, dia mengembalikan hidup saya.”

“Saya tahu saya dapat mengandalkan dia untuk memberi tahu saya jika seseorang ada di depan pintu, atau jika alarm berbunyi, tetapi yang sama pentingnya, dia membawa saya keluar.”

“Saya bertemu dengan pejalan kaki anjing lainnya, dan mereka tahu dia adalah anjing yang pendengar sehingga mereka berbicara dengan keras dan kami dapat bercakap-cakap.”

“Namun, salah satu hal terbaik adalah istri saya mendapatkan kembali hidupnya juga. Dia bisa pergi berbelanja atau minum kopi dengan teman-teman tanpa harus mengkhawatirkan saya.” (yn)

Sumber: metro

Cerita Horor Mencuat Saat Remaja Tiongkok Mengekspos Sekolah ‘Pemasyarakatan’

Angela Bright

Kecintaan yang terlalu dini di sekolah menengah dan keinginan untuk belajar di luar negeri bisa membuat seseorang dipukuli dan disetrum, kata Zhu Xinhai, seorang remaja berusia 18 tahun yang baru saja tiba di Amerika Serikat untuk menempuh pendidikan tinggi.

Zhu dikirim ke sekolah pemasyarakatan di Pangkalan Pendidikan Pemuda Pelatihan Militer Pemuda Xi’an pada usia 15 tahun pada 2019. Karena kecintaannya pada anak anjing memengaruhi catatan akademisnya, ia dikirim ke sekolah tersebut oleh orang tuanya selama enam bulan.

Pengalaman selama enam bulan itu menjadi mimpi buruk yang akan ditulisnya beberapa tahun kemudian.

Waktunya di sekolah pemasyarakatan dimulai dengan brutal ketika para staf menjemputnya.

“Dua orang laki-laki berbadan tegap dan aneh datang ke rumah saya. Mereka berbohong bahwa mereka adalah staf kamp rekreasi musim gugur dan hanya membawa saya ke kamp ini untuk bertemu dengan orang tua saya,” tulisnya dalam sebuah pernyataan dalam bahasa Mandarin yang dilihat oleh The Epoch Times dilaporkan pada Selasa (19/9/2023).

Tangkapan layar situs web resmi untuk sekolah pemasyarakatan di Pangkalan Pendidikan Pemuda Pelatihan Militer Pemuda Xi’an dengan teks tambahan. (Zhu Xinhai)

“Setelah meninggalkan rumah, mereka memasukkan saya ke dalam sebuah mobil van putih dan menyuruh saya duduk di bagian paling dalam. Mobil van itu melaju dari pusat kota ke pinggiran kota bagian timur … Saya keluar dari mobil, dan tidak ada tanda-tanda orang tua saya. Mereka menuntun saya ke sebuah koridor sempit di lantai pertama sebuah gedung.”

Dia kemudian menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada yang namanya kamp rekreasi.

“Mereka mendorong saya ke sebuah ruangan yang memiliki pintu berjeruji dengan jaring pelindung di jendelanya… Kepala pelatih memarahi saya dengan keras dan meninju pipi kiri saya. Saya tersungkur di sudut ruangan. Hal ini diikuti dengan hujan tinju dari pelatih dan orang lain – seorang siswa veteran, dengan keduanya meneriaki saya.”

Selama enam bulan berikutnya, Zhu kehilangan kebebasannya dan dipaksa untuk melakukan latihan fisik yang intens setiap hari dengan siswa lain di sekolah pemasyarakatan di Pangkalan Pendidikan Pemuda Pelatihan Militer Pemuda Xi’an.

Di sana, mereka diminta untuk menulis surat refleksi seperti yang diminta oleh para pelatih. Jika ada bagian yang dianggap salah, maka akan ada pemukulan.

Semua siswa di sekolah pemasyarakatan berusia di bawah 18 tahun, kata Zhu.

“Ada yang berusia 13, 14, 15, 16 tahun. Tidak ada yang berusia di atas 18 tahun,” katanya. 

“Yang termuda yang saya lihat berusia sembilan tahun. Orang tuanya berpikir dia terlalu nakal dan menderita ADHD, jadi dia dikirim ke sana.”

Dipukuli karena Ingin Belajar di AS

Dalam pernyataannya, Zhu mengatakan bahwa dia ditendang ke lantai oleh seorang pelatih karena surat renungan yang dia tulis di mana dia memohon kepada ibunya untuk mengeluarkannya dari sekolah pemasyarakatan. Dia juga menjelaskan rencananya untuk belajar di luar negeri, berjanji bahwa dia akan berinisiatif untuk mengikuti tes IELTS dan mendaftar ke sekolah menengah di Amerika.

“Apakah kamu ingin menjadi pengkhianat? Kamu ingin belajar di Amerika?” teriak sang pelatih.

Instruktur latihan yang sama kemudian menggunakan tongkat listrik polisi untuk menyetrumnya setelah bertengkar.

Zhu mengatakan bahwa banyak pelatih di kamp tersebut adalah pensiunan tentara Tiongkok yang memiliki sentimen nasionalis yang kuat.

Dalam foto yang diambil oleh Zhu Xinhai dengan menggunakan drone di atas sekolah pemasyarakatan di Pangkalan Pendidikan Pemuda Pelatihan Militer Pemuda Xi’an sekitar November 2020 ini, terlihat seorang pelatih menendang perut seorang siswa. (Zhu Xinhai)

Pada April 2020, Zhu diizinkan meninggalkan sekolah untuk membeli makanan untuk para pelatih. Dia mengambil kesempatan itu untuk melarikan diri kembali ke rumah.

Setelah mengetahui situasi sebenarnya di dalam sekolah, orang tua remaja tersebut meminta maaf kepadanya dan berdebat dengan pihak sekolah, mengatakan bahwa sekolah tidak mengungkapkan informasi apa pun tentang penggunaan hukuman fisik terhadap siswa dalam kontrak yang mereka tandatangani.

Keluarga tersebut menghubungi Departemen Pendidikan dan kantor polisi setempat. Sambil menunjukkan kontrak yang ditandatangani orang tua Zhu dengan pihak sekolah, polisi tidak memasukkannya ke dalam kasus untuk diselidiki.

“Seorang petugas polisi meminta situs web resmi sekolah dan mengatakan bahwa mereka akan mencoba menghubungi pihak sekolah. Kami telah menunggu kabar terbaru, tetapi tidak ada kabar setelah itu,” kenangnya.

Setelah tiba di Amerika Serikat pada  2022 untuk memulai kuliah, Zhu secara tidak sengaja menemukan situs web sekolah tersebut. Mengetahui bahwa sekolah tersebut masih beroperasi, ia mengaku sangat marah.

Dia kemudian membuat unggahan di media sosial populer Tiongkok, Weibo, yang mengekspos kamp tersebut, yang menarik lebih dari 40.000 penonton.

Zhu juga menerima pesan WeChat dari seorang pelatih di sekolah tersebut.

“Jika Anda tidak menghapus artikel itu, saya tahu alamat rumah Anda; saya akan menemukan orang tua Anda,” bunyi pesan tersebut.

Unggahan di Weibo, yang menuduh polisi dan pihak berwenang setempat tidak bertindak apapun, kemudian dihapus.

The Epoch Times menghubungi Pangkalan Pendidikan Pemuda Pelatihan Militer Xi’an di WeChat pada 6 September tentang tuduhan hukuman fisik tetapi diblokir.

Sekolah Mengakui Membujuk Siswa

Alex, seorang siswa lain yang sekarang berada di Tiongkok dan memilih  menggunakan nama samaran, mengatakan bahwa ia dapat memahami pengalaman Zhu.

Alex juga dibujuk masuk ke Sekolah Pelatihan Pendidikan Kualitas Pemuda di Kota Xiangtan, Provinsi Hunan, Tiongkok Selatan, pada  Februari dan tinggal di sana selama dua bulan.

Bagian dalam kamp pemasyarakatan di Pangkalan Pendidikan Pemuda Pelatihan Militer Xi’an. (Zhu Xinhai)

“Pelatihnya mengikatnya dan memukuli B [siswa lain] dengan pispot dan bahkan memukulinya dengan selang PVC. Ketika saya melihat B lagi, seluruh tubuhnya berwarna hitam dan biru,” tulisnya tentang pengalamannya di Sekolah Pelatihan Pendidikan Kualitas Pemuda.

Seorang siswa lain menyayat pergelangan tangannya dengan benda tajam di asrama setelah dilecehkan secara verbal oleh pelatihnya.

“Ada darah di seluruh lantai, tetapi dia tidak meninggal.”

Jika suasana hati sedang buruk, pelatih dapat meminta semua siswa untuk berkumpul di tengah malam pada pukul 2 atau 3 pagi, menurut Alex.

Pelat dan jeruji baja dapat dilihat di mana-mana di sekolah.

“Dua bulan dalam hidup saya adalah yang paling menyakitkan yang pernah saya jalani. Saya selalu mencari kebebasan dan kesetaraan. Setiap detik di sana adalah penyiksaan. Saya benar-benar mengalami nilai peradaban dan hilangnya hak asasi manusia,” katanya.

Alex dapat pergi setelah seorang rekan muridnya pergi ke rumah sakit dan menyelundupkan sepucuk surat untuk dikirim ke keluarganya.

“Surat itu berisi permintaan maaf dan permohonan bantuan, serta nomor telepon. Saya memintanya untuk mengirimkannya. Butuh waktu dua bulan untuk bisa keluar.”

Alex dan keluarganya tidak berpikir untuk mencari bantuan dari pihak berwenang setempat karena ia melihat beberapa siswa telah dikirim ke kamp oleh polisi setempat.

“Masalah hak asasi manusia di Tiongkok tidak pernah ditanggapi dengan serius,” katanya.

Sekolah Pelatihan Pendidikan Kualitas Pemuda di Kota Xiangtan, Provinsi Hunan. (Disediakan)

Seorang anggota staf di Sekolah Pelatihan Pendidikan Kualitas Pemuda membantah adanya hukuman fisik, namun mengakui bahwa para siswa di sana dibujuk untuk masuk ke sekolah tersebut.

“Anak-anak tidak akan menerima sekolah seperti kami. Mereka tidak akan merasa bahwa mereka bisa datang ke sini untuk menerima pelatihan dan melatih diri mereka sendiri. Anak-anak sangat muak dan benci dengan sekolah seperti kami,” kata anggota staf tersebut kepada The Epoch Times dalam sebuah panggilan telepon pada 6 September.

Lebih dari 2.000 Sekolah Pemasyarakatan di Seluruh Tiongkok

Pada tahun 2017, Akademi Yuzhang, sebuah sekolah reformasi Konfusianisme yang disebut-sebut dapat “menghilangkan masalah-masalah buruk anak-anak,” menarik perhatian luas setelah pelanggaran hak asasi manusianya terungkap.

Menurut statistik tidak resmi, ada 2.000 sekolah semacam itu di Tiongkok, dengan provinsi Hunan dan Shandong yang paling banyak, kata sumber yang tidak disebutkan namanya kepada The Epoch Times.

Dalam iklan-iklan sekolah-sekolah ini, frasa seperti “untuk menyelamatkan anak-anak yang memberontak, anoreksia, kecanduan internet, cinta dini, pelarian, autis, rendah diri, dan bermasalah.”

Kemudian iklan dengan frasa “Peningkatan kualitas kepribadian, pendidikan bersyukur, pendidikan inspiratif, pendidikan nasional” juga banyak terlihat.

Banyak orang tua yang percaya dengan iklan tersebut, mereka ingin menyelesaikan masalah pendidikan mereka, telah mengirim anak-anak mereka ke sekolah-sekolah ini dengan biaya sekolah mulai dari 30.000 hingga 50.000 yuan (sekitar Rp 63 juta hingga Rp 105 juta) per tahun.

Berdasarkan investigasi The Epoch Times, sebagian besar siswa adalah siswa sekolah menengah pertama berusia 13 atau 14 tahun dan terdiri dari laki-laki dan perempuan. Beberapa sekolah juga memiliki siswa sekolah dasar berusia delapan atau sembilan tahun dan orang dewasa hingga usia 40-an. Alasan mereka masuk ke sekolah-sekolah ini beragam, termasuk kecanduan narkoba, LGBT, dan masalah mental.

Xin Ning berkontribusi dalam laporan ini.

Demi Menyelamatkan Seorang Bocah yang Mencuri Ayam, Dia Memilih Berbohong, 20 Tahun Kemudian, Bocah Itu Itu Mengirimkan Ratusan Juta Rupiah Saat Dia Terbaring Sakit dan Tak Punya Biaya !

EtIndonesia. Bibi Wang terkenal baik dan ramah di desaku, dia selalu dengan tulus menolong siapa pun yang sedang kesulitan. Bibi tidak berpendidikan, dia hanya tahu “membantu orang lain akan membuatnya senang”.

Suatu hari, Bibi Wang ke pasar seperti biasa, di tengah jalan dia melihat banyak orang yang berkerumun dan dia pun ikut melihat-lihat ada apa sebenarnya, dan di tengah kerumunan massa tampak seorang bocah.

Ternyata bocah itu tertangkap basah mencuri ayam. Asal tahu saja, orang yang mencuri ayam di desa ketika itu bukanlah hal sepele. Saat itu orang-orang hidup miskin, kalau mau makan daging juga harus menunggu induk ayam bertelur dulu.

Barang Bukti Pencurian Ayam

Seorang penduduk desa berkata: “Terlalu enak baginya kalau hanya dipukul!”

“Masih kecil bukannya belajar dengan baik, malah maling ayam, serahkan ke polisi saja.” Tambah warga desa lainnya.

Para penduduk desa pun kasak-kusuk, sementara anak kecil itu tampak menggigil ketakutan dan diam membisu dikerumuni massa.

Melihat suasana itu, Bibi Wang menerobos ke dalam kerumunan, menghampiri bocah itu.

“Saudara-saudara yang saya hormati, saya minta maaf, anak ini keponakan saya, seorang kerabat jauh, tidak mengerti dengan peraturan desa. Dia ikut dengan saya karena di desanya dilanda kelaparan, mungkin karena lapar, sehingga dia melakukan hal yang salah. Begini saja, ayamnya saya ganti dengan uang, anggap saja sebagai permintaan maaf saya,” Kata ibuku berusaha menjelaskan.

Mendengar penjelasan Bibi Wang, perlahan-lahan para penduduk desa pun menjadi tenang. Seorang penduduk desa berkata: “Bibi Wang, saya tidak pernah mendengar kamu punya kerabat jauh.”

“Ayah dan ibu anak ini bernasib malang, meninggal saat dia masih sekecil ini, dan saya juga tidak pernah bercerita tentang kematian orangtuanya,” kata Ibu sambil tersenyum meyakinkan penduduk desa.

Karena penduduk desa tahu betul dengan sosok Bibi Wang, jadi mereka pun tidak menindaklanjuti masalah itu, dan massa pun membubarkan diri.

Setelah itu, Bibi Wang bertanya kepada si bocah mengapa mencuri ayam. Bibi Wang baru tahu ternyata bocah itu berasal dari desa tetangga, dia dibesarkan oleh neneknya sejak kepergian orangtuanya.

Namun, tak lama setelah neneknya meninggal, dia pun tidak ada yang mengurus dan sering kelaparan, sehingga terpaksa melakukan hal itu untuk bertahan hidup.

Karena kasihan dan tidak tega, Bibi Wang kemudian membawa pulang anak itu dan tinggal beberapa hari di rumah.

Supaya tidak mencuri lagi, Bibi Wang mencarikan pekerjaan untuk anak itu, dan memberi sejumlah uang, menasihati anak itu tidak boleh mencuri lagi. Bocah itu pun berlutut dihadapan ibu sambil meneteskan air mata.

Singkat cerita, dua puluh tahun kemudian, suami Bibi Wang meninggal karena sakit. Dan kondisi kesehatan Bibi Wang juga semakin menurun dari hari ke hari sejak kematian suaminya.

Karena butuh biaya yang tidak sedikit untuk menjalani perawatan, Bibi Wang terpaksa minta bantuan sosial dari masyarakat dan menerbitkannya di media cetak.

Tak disangka keesokan harinya, seseorang menyumbang sekitar 250 juta rupiah, dan Bibi Wang tertegun ketika melihat sosok orang yang berdiri di depannya. Betapa tidak, orang itu adalah anak kecil yang mencuri ayam ketika itu.

Dia mencengkeram tangan Bibi Wang, dan berkaata : “Bibi, saya banyak belajar berkat pertolongan dan nasihat bibi ketika itu, sehingga saya tidak tersesat ke jalan yang salah.”

“Meski sudah puluhan tahun, tapi saya selalu mengingat pertolongan bibi ketika itu, dan hidup saya sekarang jauh lebih baik, saya akan terus berbuat amal membantu lebih banyak orang yang membutuhkan bantuan sebagaimana yang pernah bibi ajarkan kepada saya.”

Xiao Lung si bocah yang dulu mencuri ayam dan diselamatkan ibu itu kini sukses sebagai pengusaha.

Mata Bibi Wang tampak berkaca-kaca dan meneteskan air mata ketika melihatnya. Bibi Wang selalu percaya bahwa perbuatan yang baik pasti akan mendapatkan balasan baik, dan buah baik yang ditanam pasti akan diberkati pada akhirnya.

Frekuensi Xi Jinping Berpergian dengan Naik Kereta Api Meningkat, Analisis Mengungkap Alasan di Baliknya

oleh Luo Tingting/Wen Hui

Sejak tahun lalu, Xi Jinping merahasiakan keberadaannya dan lebih sering bepergian dengan kereta api. Beberapa analis mengatakan bahwa penolakan Xi Jinping menggunakan pesawat terbang disebabkan khawatir terhadap roket yang menargetkan pesawatnya.

Apakah Xi Jinping Seperti Kim Jong Un? Lebih Memilih Naik Kereta daripada Pesawat Terbang

Menurut media Partai Komunis Tiongkok, Xi Jinping hampir selalu bepergian dengan kereta api khusus ketika berada di Tiongkok atau ketika pergi ke Hong Kong. Pada 30 Juni 2022, Xi Jinping tiba di Stasiun Kowloon Hong Kong dengan kereta khusus, bersiap menghadiri acara peringatan peralihan kekuasaan di Hong Kong. Kantor berita CCTV menyiarkan adegan Xi Jinping turun dari gerbong.

Pada 22 Juli, Xi Jinping menginspeksi Tibet dan naik kereta khusus untuk memeriksa Jalur Kereta Api Sichuan-Tibet-Lalin.

Pada 26 Oktober sore, setelah Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok ke-20, Xi Jinping menginspeksi Kota Yan’an, Provinsi Shaanxi. Setelah turun dari kereta, ia naik bus ke Desa Nangou, Kota Gaoqiao, Distrik Ansai, Kota Yan’an. Keesokan harinya, Xi memimpin anggota Komite Tetap Biro Politik Komite Sentral PKT mengunjungi bekas kediaman mantan pemimpin PKT di Yan’an.

Pada 17 Mei lalu, Xi Jinping pergi ke Xi’an, Provinsi Shaanxi untuk menghadiri KTT Asia Tengah. Media partai komunis melaporkan bahwa pada 16 Mei sore, dalam perjalanan ke Shaanxi, Xi Jinping turun dari kereta dan menginspeksi Yuncheng, Shanxi.

Pada 29 Juli, Xi Jinping, yang baru saja menyelesaikan tur inspeksinya di Sichuan dan Shaanxi Hanzhong, ia kembali ke Beijing dengan kereta khusus. Hal ini menunjukkan bahwa Xi Jinping naik kereta api ke Sichuan untuk meninjau dan menghadiri upacara pembukaan Universiade Chengdu dan kemudian kembali ke Beijing dengan kereta api.

Pada 26 Agustus, Xi Jinping kembali ke Tiongkok setelah menghadiri KTT BRICS di Afrika Selatan. Ia tidak langsung kembali ke Beijing, melainkan singgah di Urumqi, Xinjiang, dan mendengarkan laporan dari pejabat Xinjiang, Wang Xiaohong, Menteri Keamanan Publik Tiongkok Partai Komunis Tiongkok, ia juga pergi ke Xinjiang dari Beijing.

Komentator urusan terkini Shen Zhou menulis artikel di The Epoch Times pada 13 September dan menganalisis bahwa setelah pesawat khusus Xi Jinping mendarat di Urumqi, dia seharusnya naik kereta khusus kembali ke Beijing. Wang Xiaohong secara pribadi bertanggung jawab atas keselamatan kembalinya Xi Jinping ke Beijing dari Xinjiang.

Shen Zhou mengatakan bahwa biasanya Xi Jinping meninggalkan Beijing dan kembali ke Beijing dengan pesawat khusus,  akan tetapi hampir tidak terlihat laporan video atau laporan siaran langsung. Oleh karena itu, tak dapat lagi disangkal  dia masuk dan meninggalkan Beijing dengan kereta api dan kemudian berpindah dengan pesawat pada suatu tempat di daerah Pinggiran.

Tindakan Xi Jinping yang tidak memilih naik pesawat terbang, sama seperti diktator Korea Utara Kim Jong Un yang lebih banyak memilih berpergian dengan kereta api. Kim Jong-un, yang kini di bawah sanksi internasional, sering bepergian dengan kereta antipeluru karena takut dibunuh jika menggunakan pesawat. Kini, Xi Jinping hampir selalu bepergian dengan kereta api khusus di dalam negeri, hanya ketika ia tidak punya pilihan saat mengunjungi luar negeri, ia akan naik pesawat terbang. 

Baru-baru ini, Xi Jinping absen dari KTT G20 di India dan melancarkan kampanye besar-besaran untuk membersihkan Pasukan Roket yang ia bangun sendiri. Komandan dan komisaris politik semuanya diganti, dan bahkan mantan komandannya dicurigai sedang diselidiki.

 The Epoch Times mengetahui dari sumber terpercaya bahwa Xi Jinping percaya pada ramalan. Dia dikelilingi oleh para ahli yang memberi nasihat kepadanya. Pembersihan Pasukan Roket terkait dengan ramalan. Dia takut ramalan itu akan menjadi kenyataan dan  khawatir tentang keselamatan pribadinya.

Gambar ke-46 dan teks dari “Tui bei tu”. (Epoch Times)

Pada gambar ke-46 dari buku ramalan terkenal “Tui Bei Tu”, “Ode”-nya berbunyi: “Ada seorang prajurit dengan busur, yang hanya mengatakan bahwa saya adalah pria berkepala putih. Ada pedang emas yang tersembunyi di dalam pintu timur, dan prajurit memasuki istana kekaisaran melalui pintu belakang.”

Gambar dalam buku esoterik rakyat berjudul “Tie ban tu”. (zhengjian.com)

Sumber tersebut mengungkapkan: “Xi Jinping sangat percaya pada ramalan tersebut dan sangat takut mati. Ada gambar orang-orang yang menembak dengan busur dan anak panah dalam ramalan tersebut. Dia mengira itu berhubungan dengan roket, jadi dia menarik semua pasukan roket dan menangkap mereka .Inilah alasan utamanya.”

Rudal Jenis Apa yang Bisa Menargetkan Pesawat Khusus Xi Jinping?

Lantas rudal apa yang mungkin ditujukan ke pesawat khusus Xi Jinping? Shen Zhou menganalisis bahwa jika seseorang mencoba melakukan kudeta, pembunuhan, atau meluncurkan rudal anti-pesawat untuk menyerang pesawat khusus Xi Jinping ketika dia berangkat atau kembali ke Beijing, tingkat keberhasilannya tampaknya jauh lebih tinggi. Apalagi ketika pesawat khusus Xi Jinping berangkat ke tempat lain, jika garnisun setempat dilengkapi dengan rudal anti pesawat, ada syarat untuk melakukan pembunuhan.

Dia mengatakan bahwa selain Angkatan Roket, Angkatan Udara dan Angkatan Darat dilengkapi dengan rudal anti-pesawat, dan wilayah Beijing memiliki kepadatan rudal anti-pesawat tertinggi.Sejumlah kecil rudal anti-pesawat S-400 diimpor dari Rusia sebagian besar ditugaskan ke garnisun Beijing. Rudal semacam itu lebih mudah untuk ditembakkan. Pesawat khusus Xi Jinping. Namun, Xi Jinping tampaknya telah mengambil tindakan pencegahan sejak lama, ia terutama bepergian dengan kereta api dan rudal anti-pesawat sulit digunakan untuk pembunuhan.

Mengenai Xi Jinping yang naik kereta api untuk mencegah pembunuhan, Li Yuanhua, seorang sejarawan di Australia, berkata, “Anda dapat melihat dari sini bahwa kaum totaliter otoriter sangat takut dan tidak aman untuk pergi ke mana pun.”

Li Yuanhua mengatakan dalam sebuah wawancara dengan NTD pada  15 September bahwa Xi Jinping percaya pada ramalan tersebut dan khawatir Tentara Roket akan mengancam keselamatannya. Oleh karena itu, dia membersihkan Tentara Roket dan mengganti semua komandan dan komisaris politik, termasuk gencanya pergantian dari pejabat senior militer. Di sisi lain, ia juga khawatir bahwa beberapa orang melalui departemen tersebut memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal di luar kendalinya dan menimbulkan ancaman terhadap keselamatannya.

Ia juga menyebutkan bahwa ada dua alasan utama ketidakhadiran Xi Jinping pada KTT G20 di India. Pertama, Xi Jinping merasa tidak aman dengan terbang dari Tiongkok; alasan lainnya adalah India tidak antusias bekerja sama dengan Xi Jinping dalam memberikan keamanan, sehingga dia tidak berani pergi.

Heng He, pakar masalah Tiongkok, menganalisis dalam sebuah program : “Xi Jinping benar-benar mengkhawatirkan militer. Pasukan roket mungkin belum tentu memiliki kemungkinan untuk melawannya, karena untuk melawannya diperlukan sesuatu seperti kudeta, dan pasukan roket adalah kelompok yang paling kecil kemungkinannya untuk melakukan hal tersebut. Militer adalah yang paling rentan terhadap kudeta adalah karena mereka berjauhan satu sama lain. Kudeta sebenarnya adalah Korps Garda Pusat. Kudeta jenis ini adalah yang paling mudah, karena yang Anda perlukan hanyalah  menangkap Xi.”

Heng He menilai “tetapi dari sudut pandang keselamatan pribadi, Xi Jinping paling mengkhawatirkan Pasukan Roket, atau mereka yang memiliki kemampuan serangan jarak jauh. Tentu saja, Pasukan Roket memiliki kemampuan serangan jarak jauh yang paling banyak.”

Dia mengatakan walaupun militer mungkin tidak berpikir demikian, akan tetapi Xi Jinping mungkin berberpikir demikian. Korps Garda Pusat terbilang aman dikarenakan setelah lebih dari sepuluh tahun gencar dilakukan pembersihan internal. Oleh karena itu, dari sudut pandang Xi Jinping, Pasukan Roket merupakan ancaman terbesar dalam hal keamanan. (Hui)

Korban Tewas Akibat Banjir di Libya Tembus Lebih 11.300 Orang dan  10.100  Lainnya Hilang, Pencarian dan Penyelamatan Masih Berlanjut

oleh Xu Zhe dan Zhang Ruiqi

Seminggu setelah kota pesisir timur laut Libya Derna dilanda Badai Daniel, jumlah korban tewas telah mencapai 11.300 orang. Pencarian dan penyelamatan hingga saat ini masih berlangsung.

Skala banjir yang ditimbulkan oleh Badai Daniel tidak kalah dengan tsunami. Dua bendungan di hulu Sungai Wadidna jebol. Kota Derna, yang berpenduduk sedikitnya 120.000 jiwa, hanyut atau terkubur dalam lumpur.

Berdasarkan laporan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB pada Sabtu (16 September), sedikitnya telah tercatat ada 11.300 orang tewas dan 10.100 korban lainnya dinyatakan hilang. Jumlah korban tewas diperkirakan akan meningkat seiring dengan tidak dihentikannya operasi pencarian dan penyelamatan.

Sejumlah negara telah berpartisipasi dalam operasi pencarian dan penyelamatan. Yordania mengirimkan tim pencarian dan penyelamatan pada Minggu, dan pasokan dari Arab Saudi, Iran dan Italia, serta rumah sakit lapangan asal Perancis juga telah tiba di Libya.

Utusan khusus PBB untuk Libya, Bartili telah mengunjungi daerah bencana pada Sabtu untuk membahas operasi bantuan dengan kepala pemerintah setempat.

Sebagian besar wilayah Libya telah mengalami konflik bersenjata selama bertahun-tahun, dengan wilayah timur dan barat kini dikuasai oleh pemerintah yang berbeda. PBB telah memperingatkan bahwa ranjau darat yang ditanam di daerah bencana dapat terbawa air banjir dan mengancam warga sipil. Selain itu, makanan, tempat tinggal, obat-obatan, dan lain-lain masih belum mencukupi, dan penyakit menular dapat menyebar melalui air yang akan memicu “bencana kemanusiaan kedua.” (sin)

Pendiri TSMC Morris Chang : Setiap Hari Ada 2,5 Miliar Orang di Seluruh Dunia yang Menggunakan Chip Buatan Taiwan

oleh Wang Guanlin dan Zhang Qiling

Konferensi Tahunan Asosiasi Hakim Internasional 2023 diadakan di Taiwan pada Senin (18 September). Pendiri Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) Morris Chang diundang untuk menyampaikan pidato khusus bertajuk “Keunggulan Kompetitif Taiwan dalam Manufaktur Semikonduktor (Chip)”. Ia mencontohkan, di negara maju, ada 2,5 miliar orang menggunakan chip buatan Taiwan setiap harinya.

Pendiri TSMC Morris Chang mengatakan : “Di negara-negara maju dengan populasi sekitar 2,5 miliar di dunia, hampir semua orang menggunakan produk chip buatan Taiwan dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Pembuatan chip adalah industri yang penting dan utama. Ini juga merupakan satu-satunya industri utama di mana Taiwan berada pada posisi terdepan dalam persaingan global. Oleh Karena itu, Taiwan perlu mempertahankan posisi kepemimpinannya.”

Morris Chang menjelaskan bahwa Taiwan memiliki banyak insinyur berkualitas tinggi dan berdedikasi dengan tingkat job hopping yang rendah. Ia mengatakan, setiap saat TSMC dapat memiliki 1.000 atau 2.000 insinyur yang ditempatkan di posnya, ini adalah sesuatu yang tidak dapat dilakukan di Amerika Serikat atau di tempat lain. Namun ia juga menunjukkan bahwa di masa lalu, sekolah teknik dan kejuruan di Taiwan melatih sejumlah besar talenta untuk Taiwan, namun kini jumlah talenta di Taiwan telah berkurang. Ia menduga bahwa masalah ini mungkin ada kaitannya dengan kuliah 4 tahun di universitas. (sin)

Pesawat Tempur Siluman F-35 Milik AU-AS Benar-Benar Hilang Setelah “Kecelakaan”

Sebuah jet tempur F-35 milik AU Amerika Serikat dengan fungsi siluman mengalami “kecelakaan” saat terbang di Carolina Selatan pada hari Minggu (17 September) sore. Dikutip dari NTD, pilotnya sempat melompat untuk menyelamatkan diri, tetapi jet tempur atau bangkai pesawat tersebut tidak ditemukan setelah pencarian. Oleh karena itu, pihak militer sampai meminta bantuan masyarakat untuk membantu pencarian terhadap pesawat yang menelan biaya puluhan juta dolar tersebut.

Jet tempur F-35 yang dirancang dan diproduksi oleh Lockheed Martin berharga sekitar USD. 80 juta.

Joint Base Charleston melalui platform sosial “X” memposting sebuah pesan : “Jika Anda memiliki informasi yang dapat membantu tim untuk mencari kembali pesawat tempur F-35 ini, silakan hubungi Joint Base Charleston.”

Gambar menunjukkan F-35B Lightning II (Short Takeoff and Vertical Landing (STOVL) Joint Strike Fighter) Korps Marinir AS terbang di atas Singapore Air Show pada 13 Februari 2022. (Roslan Rahman/AFP/Getty Images)

Jet tempur F-35 mengalami “kecelakaan” saat terbang di Carolina Selatan pada 17 September sore hari. Setelah pilotnya menggunakan bangku pelontar untuk menyelamatkan diri, ia langsung dilarikan ke pusat kesehatan setempat untuk perawatan dan dalam kondisi stabil.

Tim tanggap darurat masih berusaha menemukan F-35. Personil pangkalan mengatakan mereka bekerja dengan unit penerbangan federal untuk melakukan pencarian di sekitar Danau Moultrie dan Danau Marion yang berada di sebelah utara dari Kota Charleston. (sin)

Minum Teh Jahe pada Masa Kehamilan Baik untuk Perkembangan Janin

EtIndonesia. Bagi wanita hamil minum teh jahe sesuai petunjuk di bawah ini dapat mencegah dan menyembuhkan pilek tanpa antibiotik, untuk menghindari pengaruh pada perkembangan janin.

Menurut para ahli medis, jahe membawa banyak manfaat bagi wanita hamil, terutama dalam menghadapi mual di pagi hari.

Menurut pengalaman populer, jahe digunakan selama tahap awal kehamilan untuk mengurangi gejala mual, air liur dan keracunan, membantu janin menjadi sehat.

Tiga cara sederhana untuk membuat teh jahe :

  1. Teh jahe hangat: Rebus 2 gelas air hingga mendidih, lalu tambahkan 4-6 irisan jahe segar yang sudah dicuci, saring, lalu tambahkan 1-2 sendok makan gula putih dan nikmatilah.
  2. Teh jahe lemon: Tuangkan air ke dalam panci kecil dan masukkan 4-6 irisan jahe yang sudah dicuci. Rebus dengan api kecil selama sekitar 10 menit.

Kemudian matikan api, biarkan sampai menjadi hangat, tuangkan teh jahe ke dalam cangkir, tambahkan jus lemon (1/2 buah, buang bijinya) dan 1-2 sendok makan madu aduk dan nikmati.

  1. Teh jahe madu: Jahe dikupas, dicuci, potong 4-6 iris tipis, masukkan ke dalam air panas yang matang. Kemudian tuangkan air jahe ke dalam gelas, tunggu hingga airnya dingin, tambahkan 1-2 sendok makan madu dan nikmati.

Catatan penting saat wanita hamil menggunakan air teh jahe:

  • Wanita pada paruh kedua kehamilan: Menurut pengalaman, pada paruh kedua kehamilan harus membatasi penggunaan jahe karena dapat meningkatkan tekanan darah, berbahaya bagi wanita hamil. Selain itu selama menyusui sebaiknya tidak mengonsumsi jahe karena dapat diekskresikan ke dalam ASI sehingga menyebabkan insomnia pada anak.
  • Wanita hamil harus minum teh jahe di pagi hari setelah bangun, sama sekali tidak minum teh jahe atau makan jahe di malam hari.
  • Masa kehamilan sering susah tidur, sembelit, masalah perut, kandung empedu, wasir … tidak boleh minum teh jahe.
  • Wanita hamil tidak boleh sembarang minum teh jahe, tetapi harus mengikuti petunjuk dokter. Minum terlalu banyak akan berdampak buruk bagi kesehatan dan perkembangan janin.

Bagi wanita yang baru hamil, selamat mencoba.(yn)

Sumber: dkn.tv

Dengan Bantuan Setara Rp 12,8 Juta, Kompetisi Kualitas Sperma Mahasiswa Henan, Tiongkok Memicu Kontroversi

Baru-baru ini, Zhengzhou, Henan, Tiongkok meluncurkan kompetisi kualitas sperma untuk mahasiswa, yang menarik perhatian opini publik online. Tindakan ini dituding tidak etis dan diduga “mendonorkan sperma secara curang”

oleh Liming/Yun Tao

Baru-baru ini, platform resmi Bank Sperma Manusia Provinsi Henan  mengumumkan bahwa “Kompetisi Kualitas Sperma” selama 50 hari akan diadakan untuk mahasiswa di Zhengzhou. Kompetisi ini akan didasarkan pada konsentrasi, motilitas, volume sperma, tingkat kelainan sperma. Nantinya, si pemenang akan diberikan penghargaan. 

Seperti diwartakan NTDTV, Kamis (15/9) penyelenggara menetapkan bahwa peserta kompetisi harus berusia antara 20 dan 40 tahun, “tinggi badan di atas 1,65 meter, bebas dari penyakit genetik dan penyakit menular, miopia kurang dari 600 derajat dan achromatopsia akromatik.”

Selain itu, siapa pun yang pertama kali pergi ke bank sperma untuk memeriksa kualitas sperma akan menerima biaya transportasi sebesar RMB.50 , dan tes kualitas sperma gratis senilai RMB.125 . Setelah lulus tes, anda secara resmi dapat mendonorkan sperma sebesar RMB.200 satu kali, dan Anda dapat mendonor sebanyak 20 kali, dengan total total RMB.4.000. Menyelesaikan proses donasi sperma di atas akan menghasilkan hadiah tambahan sebesar RMB. 2.100 , dengan subsidi tunai maksimum sebesar RMB.6.100 atau Rp 12.8 juta. 

Seorang dokter bermarga Zuo yang menjawab panggilan konsultasi mengenai acara tersebut mengatakan kepada media berkata, “Kami menghimbau mahasiswa untuk berdonasi kali ini karena mahasiswa memiliki kualitas yang lebih baik.” Dokter secara khusus mengingatkan bahwa peserta haruslah mahasiswa yang pernah tinggal di Zhengzhou untuk waktu yang lama. Setelah itu, hasilnya akan dipublikasikan secara anonim dalam bentuk data.

Berita yang relevan dengan cepat memicu reaksi publik. Netizen Tiongkok meninggalkan komentar: “Di mana etikanya?” “Semuanya berantakan!” “Hal-hal aneh terjadi setiap tahun, terutama tahun ini.” “Bisakah kamu berhenti mempermalukan diri sendiri?” “Jangan merugikan mahasiswa, oke?” Sedangkan netizen lainnya mempertanyakan bahwa apa yang disebut “kegiatan kompetisi” ini sebenarnya adalah bentuk terselubung dari menipu mahasiswa agar “mendonorkan sperma.”

(Tangkapan Layar halaman web)

Di tengah kontroversi tersebut, aktivitas terkait diam-diam dihentikan.

Seorang netizen bernama “Xia Cong Heavy Rain” menerbitkan analisis bahwa keinginan anak muda di Tiongkok untuk memiliki anak saat ini telah mencapai titik terendah. “Generasi sebelumnya belum menyelesaikan misi ‘jembatan’, tetapi generasi ini tidak lagi bersedia menjadi ‘jembatan’. Saya tidak begitu tertarik pada ‘sisi lain’ lagi.”

Artikel tersebut menyatakan bahwa saat ini, populasi usia kerja di Tiongkok telah menurun secara signifikan, biaya tenaga kerja meningkat, dividen demografis telah berubah menjadi tanggung jawab demografis, dan pengeluaran pensiun dan asuransi kesehatan menjadi semakin besar.

Artikel tersebut menunjukkan bahwa terutama pada tahun ini, gelombang pengangguran sedang merajalela, kaum muda perlahan-lahan tersingkir ke seluruh penjuru masyarakat dan populasi Tiongkok menurun. Kenyataan pahit ini telah menarik perhatian dunia. Kini, Tiongkok sudah tak seperti dulu lagi terkait pembagian kerja perdagangan global. (Hui)

Seluruh Anggota Badan Wanita Diamputasi dan ‘Hampir Kehilangan Nyawanya’ Setelah Memakan Ikan Nila

EtIndonesia. Seorang wanita diamputasi keempat anggota tubuhnya setelah tertular infeksi akibat memakan ikan nila yang terkontaminasi bakteri yang berpotensi mematikan.

Laura Barajas, 40 tahun, ‘hampir kehilangan nyawanya’ setelah memakan ikan yang dia beli dari pasar lokal di San Jose, California, AS, pada bulan Juli lalu.

Hanya beberapa hari setelah memakan ikan tersebut, Barajas mulai merasa tidak enak badan dan gejalanya semakin parah hingga akhirnya ia dirawat di rumah sakit, tempat ia menghabiskan beberapa bulan terakhir.

Pada Kamis (14/9), dia menjalani operasi penyelamatan nyawa yang melibatkan amputasi anggota tubuhnya.

Berbicara kepada KRON 4, teman Barajas, Anna Messina, berkata: “Ini sangat berat bagi kami semua. Ini mengerikan. Hal ini bisa saja terjadi pada kita semua.

“Dia hampir kehilangan nyawanya. Dia menggunakan alat bantu pernapasan. Mereka menempatkannya dalam keadaan koma yang diinduksi secara medis.”

“Jarinya hitam, kakinya hitam, bibir bawahnya hitam. Dia menderita sepsis total dan ginjalnya gagal.”

Messina menambahkan: “Bersyukurlah atas apa yang kita miliki saat ini karena hal itu dapat diambil dengan begitu cepat dan mudah.”

Halaman GoFundMe dibuat oleh Messina untuk membantu menutupi biaya tagihan medis, serta kebutuhan perawatan berkelanjutan.

Di halaman penggalangan dana, dia menjelaskan: “Keluarga ini sangat membutuhkan bantuan kita. Meskipun Jose mendapatkan manfaat kesehatan melalui pekerjaannya, masih belum pasti apakah manfaat tersebut akan mencakup Laura, rekannya selama delapan tahun.”

“Jatah cuti berbayar (PTO) Jose telah habis, dan program Disabilitas Keluarga hanya memberikan 60 persen dari pendapatan normalnya.”

“Tagihan rumah sakit yang semakin meningkat sangat membebani, dan kondisi fisik Laura akan memerlukan perubahan signifikan dalam hidup mereka saat mereka beradaptasi dengan keadaan barunya.”

Pada saat penulisan, halaman tersebut telah mengumpulkan lebih dari 50.000 dolar (sekitar Rp 768 juta).

Infeksi ini diyakini disebabkan oleh vibrio vulnificus, yang baru-baru ini dikeluarkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).

Pakar Penyakit Menular UCSF dr. Natasha Spottiswoode berkata: “Cara Anda tertular bakteri ini ada satu, yaitu Anda memakan sesuatu yang terkontaminasi bakteri tersebut. Cara lainnya adalah dengan membuat luka atau tato terkena air tempat bakteri ini hidup. ”

Menurut CDC, ada sekitar 150 hingga 200 kasus infeksi yang dilaporkan setiap tahunnya dan sekitar satu dari lima di antaranya akan meninggal.

Para ahli mengatakan bahwa infeksi ini sangat berbahaya bagi mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.

Dr. Spottiswoode menambahkan: “Orang-orang harus mengambil tindakan pencegahan yang masuk akal seperti jika Anda memiliki luka, hindari membenamkan diri dalam air sampai luka tersebut benar-benar sembuh.”

“Jika Anda adalah seseorang yang mengalami gangguan kekebalan, perhatikan hal-hal ini dan hindari aktivitas dan makanan berisiko tinggi.” (yn)

Sumber: unilad