Pergeseran Tiongkok ke Ekonomi Gig, Rakyat Berjuang Sekadar Bertahan Hidup

Akibat lesunya perekonomian, kelompok pekerja serabutan di daratan Tiongkok berkembang pesat. Semakin banyak buruh terpaksa mengerjakan pekerjaan bergaji rendah, jangka pendek, dan tanpa hak perlindungan pekerja. Bahkan ada yang karena tidak mendapatkan pekerjaan harus menjual data pribadi hingga menjual darah demi bertahan hidup.

EtIndonesia. Seiring ekonomi yang terus terpuruk, Tiongkok kini perlahan berubah menjadi pasar tenaga kerja yang didominasi ekonomi gig (kerja serabutan), dengan jumlah pekerja gig yang terus membengkak.

Laporan resmi Partai Komunis Tiongkok menyebutkan jumlah pekerja dengan pekerjaan fleksibel telah melampaui 200 juta orang, namun kalangan luar luas meragukan angka tersebut dan menilai kondisi sebenarnya bisa jauh lebih parah.

Pekerjaan gig terutama mencakup wirausaha mandiri, serta pekerja platform seperti kurir makanan, pengemudi ride-hailing, dan penjual live-streaming.

Data menunjukkan bahwa pada Juli 2025, jumlah kurir makanan di Tiongkok telah menembus 14 juta orang, dengan 24,3 persen perempuan, dan mayoritas berasal dari kelompok usia di bawah 35 tahun.

Pasar tenaga kerja gig Majuqiao, Distrik Tongzhou, Beijing, merupakan salah satu pasar tenaga kerja terbesar di Beijing, yang dalam jangka panjang menampung ratusan ribu pekerja migran yang datang ke ibu kota.

Perekam video mengatakan:  “Di sini ada labelnya: pekerja harian, upah dibayar per hari. Pekerjaan sortir barang 160 yuan, kerja 12 jam, tidak disediakan makan. Ada yang bahkan lebih rendah dari itu.”

Sejumlah pekerja serabutan yang diwawancarai reporter NTDTV mengungkapkan bahwa mayoritas orang yang datang ke Majuqiao adalah kaum paruh baya yang menganggur, termasuk mantan karyawan IT dari perusahaan besar yang terkena PHK. Seiring ekonomi yang terus melemah, kesempatan kerja serabutan makin berkurang, sementara persaingan semakin ketat.

Pada saat yang sama, pola perekrutan tenaga kerja di sektor manufaktur Tiongkok juga menunjukkan tren baru. Demi menekan biaya, banyak perusahaan menggunakan pekerja alih daya, tenaga kerja kontrak, dan “pekerja gig bersama”, serta cenderung merekrut lulusan perguruan tinggi bergaji rendah dan pekerja usia menengah hingga lanjut.

Kelompok pekerja ini umumnya menerima upah rendah dan tanpa jaminan sosial. Begitu permintaan tenaga kerja menurun, mereka segera diganti atau kontraknya diputus.

Data menunjukkan bahwa di kawasan manufaktur utama seperti Delta Sungai Yangtze dan Delta Sungai Mutiara, pekerja kontrak dapat mencapai sepertiga dari total tenaga kerja perusahaan, bahkan melonjak hingga dua pertiga saat musim ramai.

Di tengah pesatnya ekspansi ekonomi gig, para pekerja ini hari demi hari berjuang keras hanya untuk bertahan hidup.

Reporter NTDTV Chen Yue/reporter Kontributor Gu Xiaohua

Ketegangan AS-Kuba Meningkat Saat Departemen Luar Negeri Menuduh Havana Melakukan Intimidasi

EtIndonesia. AS menuduh Kuba melakukan intimidasi dan mengganggu pekerjaan diplomat utamanya di Havana, Mike Hammer, demikian laporan Reuters.

Di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara, Departemen Luar Negeri AS mengatakan di media sosial bahwa pemerintah Kuba telah melakukan taktik intimidasi yang gagal dan menuntut agar Havana berhenti mengirim individu untuk mengganggu pekerjaan diplomatik Kuasa Usaha AS di Kuba, Mike Hammer.

Hammer, yang tiba di Kuba pada akhir tahun 2024, telah melakukan perjalanan secara luas di seluruh pulau dan bertemu dengan para pembangkang politik dan perwakilan Gereja Katolik. Pemerintah Kuba menuduhnya mencoba menghasut kerusuhan di pulau itu.

Pada hari Sabtu (31/1), Hammer mengunggah video yang menggambarkan dugaan pelecehan setelah pertemuan dengan para pemimpin gereja setempat.

“Ketika saya meninggalkan paroki, beberapa komunis, yang pasti frustrasi dengan betapa buruknya jalannya revolusi, meneriakkan kata-kata kasar kepada saya,” kata Hammer.

Apa yang menyebabkan hal ini terjadi?

Pada awal tahun 2026, hubungan antara AS dan Kuba memburuk tajam. Di tengah krisis baru ini, Presiden AS, Donald Trump menyetujui memorandum untuk memperketat sanksi terhadap pulau tersebut.

Secara khusus, Kuba kembali terdaftar sebagai negara sponsor terorisme, dan pembatasan ketat terhadap operasi keuangan dengan perusahaan Kuba diberlakukan kembali.

Di Havana, setelah ancaman dari Gedung Putih, para pejabat mengatakan mereka tidak bernegosiasi dengan Pemerintah AS.

Selain itu, Presiden Kuba, Miguel Díaz-Canel dengan tegas menolak seruan Trump untuk kesepakatan dengan Washington.

Pada 30 Januari, Trump juga menyatakan keadaan darurat nasional, dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional AS yang berasal dari Kuba. Havana menanggapi, dengan mengatakan bahwa satu-satunya ancaman nyata terhadap perdamaian, keamanan, dan stabilitas di kawasan itu berasal dari kebijakan AS.(yn)

Kisah tentang Ketekunan dan Keberhasilan 

EtIndonesia. Ketekunan adalah langkah pertama menuju keberhasilan. Ketekunan adalah jalan yang pasti dilalui untuk meraih kemenangan.  Dan ketekunan adalah rahasia utama yang membuat banyak orang akhirnya berhasil.

Berikut ini adalah kisah-kisah inspiratif tentang satu kebenaran sederhana namun mendalam: hanya mereka yang mampu bertahan dan tidak menyerah, yang akhirnya akan sampai di garis akhir kesuksesan.
 

Kisah 1

Filsuf besar Yunani Kuno, Socrates, pernah berkata kepada para muridnya:

“Hari ini kita hanya akan mempelajari satu hal yang paling sederhana dan paling mudah dilakukan. Setiap orang, rentangkan lengan sejauh mungkin ke depan, lalu ayunkan ke belakang semaksimal mungkin. Mulai hari ini, lakukan gerakan ini 300 kali setiap hari.”

Para murid tertawa. Gerakan sesederhana itu—siapa yang tidak bisa?

Sebulan kemudian, Socrates bertanya: “Siapa yang setiap hari tetap mengayunkan tangan 300 kali?”

Sekitar 90% murid dengan bangga mengangkat tangan.

Sebulan berlalu lagi.Socrates bertanya kembali. Kali ini, yang bertahan tinggal 80%.

Setahun kemudian, Socrates kembali bertanya kepada seluruh kelas : “Coba beri tahu saya, dari gerakan paling sederhana ini, siapa yang masih bertahan hingga hari ini?”

Di ruang kelas yang penuh murid itu, hanya satu orang yang mengangkat tangan.

Murid itu adalah Plato, yang kelak dikenal sebagai filsuf besar Yunani Kuno.

Di Jepang, ada seorang pria bernama Fujita Den. Dia ingin membeli hak waralaba McDonald’s Amerika. Namun, modal awal yang dibutuhkan mencapai jutaan dolar, sementara dia hanya memiliki 50.000 dolar AS.

Dia mendatangi kantor Presiden Sumitomo Bank.

Sang presiden bank berkata dingin:  “Silakan pulang dulu. Saya perlu mempertimbangkannya.”

Fujita Den lalu berkata:  “Bisakah Anda mendengar dulu bagaimana saya bisa mengumpulkan 50.000 dolar itu?”

Setelah mendengar kisahnya, presiden bank langsung pergi ke bank tempat Fujita menabung.

Petugas loket berkata: “Dia adalah nasabah paling gigih yang pernah saya temui. Selama enam tahun, setiap bulan, tanpa pernah absen, dia datang tepat waktu untuk menabung.”

Presiden bank itu segera menelepon Fujita Den dan memberitahukan bahwa permohonan pinjamannya disetujui.

Kini, Fujita Den memiliki kekayaan bernilai ratusan juta dolar, menjadi salah satu orang terkaya di Jepang, dan dikenal luas sebagai Ketua Kehormatan McDonald’s Jepang.

Kisah Socrates dan Plato mengajarkan kita bahwa keberhasilan lahir dari ketekunan. Sementara kisah Fujita Den menunjukkan bahwa kesuksesan bukan hanya soal bertahan, tetapi juga soal perhatian pada hal-hal kecil.

Jika kita melihat esensinya, keberhasilan itu:

  • tampak mudah, karena siapa pun bisa melakukannya asal mau;
  • tetapi juga sangat sulit, karena hanya sedikit orang yang benar-benar sanggup bertahan hingga akhir.

Untuk menjadi pribadi yang berhasil, seseorang bukan hanya perlu rajin dan bekerja keras, tetapi juga tekun, sabar, dan pantang menyerah. Tanpa semangat konsistensi—hari ini semangat, besok berhenti—maka cita-cita dan kesuksesan akan selalu terasa jauh dan mustahil diraih.

Kisah 2

Ketika berbicara tentang Mesir, yang terlintas di benak kita adalah piramida—salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia. Yang paling terkenal adalah Piramida Khufu, setinggi 136 meter, setara dengan bangunan 40 lantai.

Suatu ketika, sebuah tim arkeolog melakukan penelitian di Piramida Khufu. Dengan bantuan pesawat, mereka mencapai puncak piramida. Tak jauh dari sana, beberapa ekor elang terkejut dan terbang menjauh.

Dalam pemahaman manusia, seolah hanya elang dengan sayap kuat yang mampu mencapai puncak piramida.

Namun, penelitian itu menemukan sesuatu yang mencengangkan.

Di puncak piramida, ditemukan banyak cangkang siput.

Pertanyaannya: Bagaimana mungkin siput-siput itu bisa sampai ke atas?

Ada yang menduga siput itu dibawa elang sebagai makanan. Namun, tubuh siput di dalam cangkangnya utuh dan tidak rusak.

Ada pula yang menduga siput menempel di badan pesawat. Tetapi secara logika, hembusan angin kuat dari mesin pesawat akan langsung meniup siput hingga lenyap.

Akhirnya, ditemukan jawaban yang sesungguhnya.

Di bagian tengah dan atas piramida, terlihat jejak lendir siput, bahkan ada siput yang telah mengering menempel di dinding piramida.

Ternyata, siput-siput itulah yang merayap sendiri— bukan dalam satu hari, bukan dalam satu bulan, melainkan bulan demi bulan, tahun demi tahun, langkah demi langkah.

Makhluk dengan kecepatan paling lambat itu, melalui ketekunan tanpa henti, berhasil memanjat bangunan terbesar di dunia—dan sekaligus mencapai puncak tertinggi dalam hidupnya sendiri.

Siput kecil itu melakukan sesuatu yang bahkan manusia tanpa bantuan alat pun sulit melakukannya.

Pada saat kebenaran itu terungkap, hampir semua orang yang menyaksikannya terdiam dan tergetar.

Dengan sepenuh hati, saya berharap setiap siswa kelas sembilan: bertahanlah sedikit lebih lama— karena keberhasilan sesungguhnya sudah berada di bawah kakimu.

Berjuang satu tahun penuh,  dan kemenangan akan berdiri tepat di sisimu.(jhn/yn)

Puluhan Toko di Guizhou, Tiongkok Mendadak Ditembok Saat Tengah Malam, Seorang Pedagang Terjebak di Dalam Toko

Baru-baru ini, sebuah peristiwa ganjil terjadi di Kota Bijie, Guizhou. Belasan toko yang menghadap jalan raya mendadak ditutup rapat dengan tembok bata dalam semalam. Bahkan, seorang pedagang yang sedang menyiapkan bahan makanan pada dini hari dilaporkan terjebak di dalam tokonya. Peristiwa ini memicu kecaman luas dari publik. Keesokan harinya, tembok tersebut dengan cepat dibongkar, namun tanggapan resmi dari pihak berwenang setempat dinilai kabur dan tidak memadai.

EtIndonesia. Sejumlah media daratan Tiongkok melaporkan pada 31 Januari bahwa pada 29 Januari malam, lebih dari sepuluh toko di Gedung A, Kompleks Sanjiang City Garden, Distrik Qixingguan, Kota Bijie, ditutup dengan tembok bata oleh pihak tak dikenal. Seluruh proses dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya, sehingga para pemilik toko baru menyadari kejadian itu keesokan paginya. Yang lebih mengejutkan, seorang pedagang restoran yang tiba di toko sekitar pukul 05.00 pagi untuk menyiapkan bahan makanan mendapati dirinya telah terkurung di dalam toko.

Salah satu pedagang yang terdampak mengatakan kepada media daratan bahwa rekaman kamera pengawas menunjukkan sekitar pukul 23.00 pada 29 Januari, sekelompok orang mengangkut bata dan menutup pintu toko. Lebih dari sepuluh toko terdampak dan terpaksa menghentikan operasional selama sehari pada 30 Januari.

Menanggapi hal tersebut, staf Kantor Kelurahan Shixi, Distrik Qixingguan, mengkonfirmasi bahwa kejadian itu memang terjadi, namun menyatakan bahwa “penyebab pastinya masih dalam proses penyelidikan.”

Sebelumnya, sejumlah warganet setempat mengunggah video yang memperlihatkan sebuah tembok bata berwarna abu-abu yang sepenuhnya menutup deretan toko di pinggir jalan. Hanya bagian atas tembok yang masih memperlihatkan papan nama toko, seperti “Yishu Pharmacy”. Menurut keterangan warganet, bangunan tersebut awalnya merupakan struktur terpadu dengan “pusat perbelanjaan di lantai satu dan supermarket di lantai dua”, yang kemudian direnovasi dan dipisah menjadi kios-kios kecil untuk disewakan.

(Video tangkapan layar internet)

Video tersebut dengan cepat menyebar di internet dan memicu perbincangan panas di kalangan netizen. Beberapa komentar diantaranya berbunyi:

  • “Siapa yang begitu berani? Kita tunggu kelanjutannya.”
  • “Ini benar-benar terjadi di tahun 2026?”
  • “Lucu sekali, pencurian kecil saja bisa ditangkap, tapi proyek sebesar ini malah katanya tidak tahu siapa pelakunya? Kita lihat nanti siapa yang jadi kambing hitam.”
  • “Ini jelas bukan buatan AI. AI tidak akan bisa mengarang cerita yang sebegitu absurd.”
  • “Kamera di mana-mana, ya? Oh iya, semuanya rusak.”

Seiring meningkatnya tekanan opini publik, pada 31 Januari tembok tersebut segera dibongkar. Pihak Kantor Kelurahan Shixi kemudian menyatakan bahwa kejadian ini “berkaitan dengan renovasi jaringan pipa lama. Kontraktor, demi melindungi pipa gas, menutup area tersebut secara darurat pada malam hari tanpa pemberitahuan, sehingga terjadi kesalahan komunikasi.”

Penjelasan ini justru memicu lebih banyak keraguan dari publik. Banyak warganet menilai alasan tersebut “sama sekali tidak masuk akal. Pasalnya, perlindungan pipa gas memiliki banyak metode yang sesuai aturan, seperti pagar pembatas, rambu peringatan, tanda larangan masuk, atau perlindungan parsial. Tidak ada satu pun yang mengharuskan menutup rapat seluruh pintu toko dengan tembok bata, apalagi melakukannya diam-diam pada tengah malam tanpa pengumuman atau pemberitahuan kepada pedagang dan pengelola properti.”

Ada pula yang menilai, “Ini upaya menutupi tindakan kasar dengan logika yang tidak masuk akal dan sulit diterima publik. Apa pun latar belakangnya—entah sengketa hak kepemilikan, konflik konstruksi, atau masalah manajemen—menutup toko dengan tembok pada tengah malam adalah pelanggaran hukum dan hak milik yang terang-terangan. Tanpa pemberitahuan, tanpa dengar pendapat, tanpa rencana darurat. Bertindak dulu, baru minta maaf setelah opini publik meledak. Ini contoh khas ‘melanggar hukum dulu, memadamkan api belakangan’.”

(Tangkapan layar internet)

Seorang warganet lain menyindir dengan nada satir :  “Peristiwa aneh memang banyak, tapi tidak ada yang seaneh ini! Keanehan pertama: ada yang berani menutup pintu toko orang. Kedua: tembok dibangun sangat cepat, pasti operasi besar-besaran. Ketiga: yang ditutup bahkan tidak tahu kenapa mereka ditutup. Keempat: polisi juga tampak kebingungan. Kelima: tembok bisa dibongkar begitu saja dalam satu hari, lalu semuanya kembali tenang. Coba kalian bilang, aneh atau tidak?”

Kebetulan, pada Mei tahun lalu, sebuah toko jajanan gorengan di Jimo, Qingdao, Provinsi Shandong, juga pernah mengalami kejadian serupa—pintu tokonya ditembok oleh orang tak dikenal—yang saat itu juga memicu perhatian luas publik. (Hui)

Laporan kompilasi oleh reporter Li Li / Editor Li Qian 

AS Mengerahkan Sistem Pertahanan Udara Tambahan untuk Menghadapi Iran, WSJ Mengungkap Lokasinya

EtIndonesia. AS mengerahkan sistem pertahanan udara tambahan di Timur Tengah untuk melindungi pangkalan militer Amerika dan sekutu AS jika terjadi potensi serangan dari Iran, lapor Wall Street Journal.

Menurut sumber WSJ, pasukan AS sudah siap untuk melakukan serangan udara terbatas terhadap Iran jika diperintahkan oleh Presiden Donald Trump.

Pada saat yang sama, para pejabat memperingatkan bahwa serangan skala besar, yang direncanakan di bawah arahan presiden, kemungkinan besar akan memprovokasi respons balasan dari Teheran, yang menyoroti perlunya sistem pertahanan udara yang kuat di kawasan tersebut.

Laporan tersebut mencatat bahwa AS sudah memiliki aset pertahanan udara di kawasan tersebut, termasuk kapal perusak dan pesawat terbang. Namun, Pentagon juga mengerahkan baterai THAAD dan sistem Patriot di pangkalan militer di Yordania, Kuwait, Bahrain, Arab Saudi, dan Qatar.

Selain itu, AS telah mengirimkan tiga skuadron jet tempur F-15E ke Yordania, yang dapat digunakan untuk menargetkan drone Iran.

Selain itu, digarisbawahi juga bahwa pengerahan sistem THAAD merupakan sinyal serius dari persiapan AS untuk potensi konflik, karena negara tersebut hanya memiliki tujuh baterai THAAD operasional, yang telah dikerahkan ke berbagai wilayah di seluruh dunia selama setahun terakhir.

Krisis AS-Iran meningkat

Sebelumnya, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Presiden Donald Trump menugaskan para penasihatnya untuk mempersiapkan opsi tindakan militer yang cepat dan tegas terhadap Iran yang akan menghindari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Pada saat yang sama, menurut The New York Times, Trump diberi beberapa skenario yang diperluas untuk potensi serangan terhadap Iran, termasuk kemungkinan operasi darat.

Pada 1 Februari, Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei memperingatkan bahwa setiap serangan oleh AS dapat memicu perang regional di Timur Tengah. (yn)

Wakil Kepala Polisi di Yunnan, Tiongkok Terlibat Bisnis Tempat Prostitusi, Terima Tunai Setara Miliar Rupiah  Selama 3 Tahun

Mantan Wakil Kepala Biro Keamanan Publik Distrik Linxiang, Kota Lincang, Provinsi Yunnan, Tiongkok, didakwa menjadi “payung pelindung” bagi jaringan penyelundupan dan perjudian, menerima suap, serta ikut memiliki saham di tempat prostitusi dan menikmati pembagian keuntungan. Ia dijatuhi hukuman 6 tahun penjara, yang memicu perhatian publik.

EtIndonesia. Berdasarkan putusan pengadilan yang dirilis oleh Pengadilan Shuangjiang, Yunnan, Mei—mantan Wakil Kepala Biro Keamanan Publik Distrik Linxiang—selama menjabat sebagai kepala kantor polisi dan wakil kepala distrik, menyalahgunakan wewenangnya untuk melindungi aktivitas penyelundupan produk beku dan tempat perjudian, membocorkan informasi penegakan hukum, serta ikut berinvestasi di tempat prostitusi untuk menerima pembagian keuntungan. Total suap yang diterimanya mencapai 1,74 juta yuan.

Dalam putusan disebutkan bahwa dari 2015 hingga 2024, Mei menjabat sebagai Kepala Kantor Polisi Quan’nei, Kepala Kantor Polisi Fengxiang, dan Wakil Kepala Biro Keamanan Publik Distrik Linxiang, Kota Lincang.

Pengadilan menetapkan bahwa selama periode 2015–2024, Mei memanfaatkan jabatannya untuk membantu lima orang—bermarga Ma, Zhou (A), Chen, Zhao (A), dan Liu (C)—dalam kegiatan penyelundupan produk beku, penanganan pemeriksaan tempat usaha jasa hiburan, serta pengurusan perkara hukum. Atas bantuan tersebut, ia menerima suap dengan total 1,74 juta yuan.

Saat menjabat sebagai Kepala Kantor Polisi Fengxiang pada Juli–Agustus 2023, Mei mengetahui bahwa Zhou (A) bersama komplotannya membuka arena perjudian di wilayah yurisdiksinya, namun dengan sengaja tidak menjalankan kewajiban penindakan. Ia berulang kali menerima bagian keuntungan dari operasi perjudian yang diberikan oleh Zhou (A), serta membocorkan rencana operasi pembersihan dari Biro Keamanan Publik Distrik Linxiang, sehingga membantu kelompok tersebut menghindari penindakan dan bebas dari tuntutan pidana. Perbuatannya ini dinyatakan sebagai kejahatan penyalahgunaan hukum demi kepentingan pribadi.

Selain itu, Mei juga didakwa ikut memiliki saham di tempat prostitusi serta memberikan perlindungan dan bocoran informasi kepada pihak terkait.

Putusan menyebutkan bahwa dari tahun 2020 hingga Agustus 2023, saat menjabat sebagai Kepala Kantor Polisi Fengxiang di Kota Lincang, Mei mengetahui bahwa Zhou (A) menjalankan aktivitas pengorganisasian prostitusi dan transaksi seks berbayar di wilayahnya, namun tidak melakukan penindakan. Sebaliknya, ia ikut berinvestasi dan menerima pembagian keuntungan, serta beberapa kali menerima uang tunai dari Zhou (A) dengan total 760.000 yuan.

Pada 8 Januari 2026, Mei dijatuhi hukuman 6 tahun penjara atas tindak pidana suap dan penyalahgunaan hukum demi kepentingan pribadi, serta didenda sebesar 300.000 yuan.

Sejumlah warganet berkomentar, antara lain:
“Di setiap kota, pasti ada orang dalam sistem kepolisian yang menjadi pelindung mafia.”
“Kalau ada kejahatan hitam, pasti ada payung pelindungnya, kalau tidak, bagaimana bisa bertahan?”
“Di Guangdong juga banyak, hanya saja belum ketahuan.”
“Coba lihat ke Kabupaten Jiaxiang, Kota Jining, Provinsi Shandong.”
“Periksa Shenzhen.”
“Periksa Dongguan.”
“Di tempat kami memang sudah begini dari dulu. Saya kenal seorang kepala kantor polisi yang ikut memiliki saham, sudah belasan tahun lalu. Apa yang aneh?”

Li Li, / Editor Li Qian

Kisah tentang Tujuan dan Keberhasilan

EtIndonesia. Psikologi perkembangan mengajarkan kita bahwa, baik seorang individu maupun sebuah perusahaan, bahkan sebuah bangsa dan negara, tidak mungkin tumbuh dan maju tanpa tujuan. Ketika tujuan hilang, maka dorongan untuk melangkah ke depan pun ikut lenyap.

Berikut ini adalah kisah-kisah inspiratif tentang satu pesan sederhana namun mendalam: selama seseorang memiliki tujuan yang jelas, keberhasilan bukanlah hal yang mustahil.

Kisah 1

Di sebuah toko jam, terdapat dua jam tua yang berdetak pelan: “Tik… tak… tik… tak…”

Detik demi detik terus berjalan.

Demi melatih kemandirian “anak”-nya, kedua jam tua itu menempatkan sebuah jam kecil yang baru dirakit di antara mereka.

Salah satu jam tua yang berperan sebagai “ayah” berkata kepada jam kecil :  “Come on, Nak. Sudah waktunya kamu mulai bekerja. Tapi Ayah agak khawatir… sebelum kamu menyelesaikan 32 juta detakan, mungkin kamu sudah kelelahan.”

“Ya ampun! 32 juta kali?!” Jam kecil terkejut.“Harus berdetak sebanyak itu? Aku tidak sanggup… benar-benar tidak sanggup!”

Jam tua lainnya yang berperan sebagai “ibu” segera menenangkan:  “Jangan dengarkan omongan ayahmu. Jangan takut. Kamu hanya perlu berdetak satu kali setiap detik, itu saja.”

“Satu kali saja? Itu mudah sekali,” kata jam kecil. “Kalau begitu, aku mau mencoba.”

Jam kecil pun dengan santai berdetak: “tik… tak…” satu kali setiap detik.

Tanpa terasa, satu tahun berlalu.  Dan ternyata, dia telah berdetak tepat 32 juta kali.

Keberhasilan sebenarnya tidaklah sejauh langit yang tak terjangkau. Sering kali, justru tujuan yang terlalu besar dan jalan yang terlalu panjang membuat kita lelah, ragu pada diri sendiri, lalu berhenti berusaha.

Padahal, kita tidak perlu memikirkan masa depan yang jauh. Cukup pecah tujuan besar menjadi tujuan-tujuan kecil, dan fokus mencapainya satu per satu. Sedikit demi sedikit, rasa bahagia karena berhasil akan meresap perlahan ke dalam hidup kita.

Kisah 2

Di sebuah kebun anggur, tergantung gugusan anggur besar yang ranum, tampak begitu menggoda. Seekor rubah datang ke bawah para-para anggur itu, air liurnya hampir menetes.

Dia pun melompat sekuat tenaga, ingin memakan anggur sepuasnya. Namun para-para itu terlalu tinggi. Lompatan pertama gagal.

Rubah berpikir : “Ah, anggur itu pasti tidak enak. Dari luar memang terlihat bagus, tapi pasti asam di dalam.”

Dengan alasan itu, dia membidik gugusan anggur lain dan melompat lagi. Sayang, percobaan kedua juga gagal.

Rubah kembali beralasan: “Yang ini juga pasti tidak bagus. Mungkin malah ada ulat di dalamnya. Untung belum dimakan, kalau tidak bisa-bisa aku sakit perut.”

Percobaan kedua tetap berakhir dengan kegagalan.

Tiba-tiba terdengar tepuk tangan pelan. Ternyata beberapa burung gagak bertengger di pohon, menonton dengan penuh minat. Rubah membungkuk sedikit ke arah mereka sebagai tanda terima kasih.

Setelah dua kali gagal, rubah mulai kelelahan dan duduk terengah-engah.

Dalam hati dia berpikir:  “Andai saja sekarang ada pelatih yang memberiku sebotol air, mengajariku teknik lompatan, dan menyusun strategi… betapa bagusnya.  Kesempatan besar tidak datang berkali-kali. Aku akan melompat satu kali lagi. Aku tidak percaya tidak bisa melewati para-para anggur ini!”

Rubah memutar matanya, mencari ke sekeliling, dan akhirnya menemukan sebatang bambu panjang. Dia memegang bambu itu, mundur beberapa langkah, lalu memberi isyarat kepada para gagak agar memberi tepuk tangan penyemangat.

Ada dukungan, ada kekuatan. Setelah sorakan dan tepuk tangan, kepercayaan diri rubah melonjak tajam.

Dia berlari cepat menuju tanaman anggur, menancapkan bambu dengan tepat ke tanah. Bambu itu mengangkat tubuhnya tinggi ke udara. Dengan satu gerakan indah, rubah melepaskan bambu dan melayang turun.

Dia berhasil melompati para-para anggur dan mendarat dengan aman di rumput yang empuk.

“Ah! Gerakannya indah sekali! Tepat dan sempurna!”  para gagak memuji dengan lantang.

Seekor gagak betina muda bahkan turun dari pohon dan mempersembahkan seikat bunga liar kepada rubah.

Rubah memegang bunga itu dengan hati bergetar. Sekian tahun menanti, sekian generasi rubah berusaha, akhirnya momen kemenangan itu tiba.

Namun setelah kegembiraan singkat berlalu, rubah menjadi tenang kembali.

Dia berpikir : “Aku datang ke sini untuk makan anggur. Anggurnya tidak kudapatkan.
Lalu apa artinya melompat setinggi itu?” (jhn/yn)

Pasukan Pakistan Menewaskan 145 Militan di Balochistan dalam Pertempuran 2 Hari Setelah Serangan ‘Terkoordinasi’

EtIndonesia. Pasukan keamanan Pakistan menewaskan 145 militan dalam pertempuran selama 40 jam yang dilancarkan setelah serangkaian serangan senjata dan bom terkoordinasi di seluruh Balochistan yang menewaskan hampir 50 orang, kata kepala menteri provinsi tersebut pada hari Minggu.

Pihak berwenang di provinsi barat daya tersebut sedang berjuang melawan salah satu peningkatan konflik paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir, karena pemberontak di provinsi kaya sumber daya yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan meningkatkan serangan terhadap pasukan keamanan, warga sipil, dan infrastruktur.

Para penyerang yang berpakaian seperti warga sipil biasa memasuki rumah sakit, sekolah, bank, dan pasar pada hari Sabtu sebelum melepaskan tembakan, kata menteri dalam negeri junior Pakistan, Talal Chaudhry.

“Dalam setiap kasus, para penyerang datang dengan berpakaian seperti warga sipil dan secara membabi buta menargetkan orang-orang biasa yang bekerja di toko-toko,” katanya, menambahkan bahwa militan telah menggunakan warga sipil sebagai perisai manusia.

Kelompok separatis Tentara Pembebasan Baloch mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut, dengan mengatakan bahwa mereka telah melancarkan operasi terkoordinasi yang disebut Herof, atau “badai hitam”, yang menargetkan pasukan keamanan di seluruh provinsi.

Di Quetta, ibu kota provinsi, dampak serangan terlihat dari kendaraan yang terbakar di kantor polisi, pintu yang penuh lubang peluru, dan jalan-jalan yang ditutup dengan pita kuning, sementara pasukan keamanan memperketat patroli dan membatasi pergerakan setelah serangan tersebut.

Menteri Utama Balochistan Sarfraz Bugti mengatakan 17 personel penegak hukum dan 31 warga sipil tewas dalam serangan tersebut. Militer Pakistan mengatakan 92 militan tewas pada hari Sabtu, sementara 41 tewas pada hari Jumat.

“Kami memiliki laporan intelijen bahwa operasi semacam ini sedang direncanakan, dan sebagai hasilnya, kami memulai pra-operasi sehari sebelumnya,” kata Bugti.

Jumlah total terbaru ini adalah jumlah militan yang tewas tertinggi dalam waktu singkat sejak pemberontakan meningkat, kata Bugti, tanpa memberikan angka perbandingan.

Para pejabat mengatakan serangan dilancarkan hampir serentak di distrik Quetta, Gwadar, Mastung, dan Noshki, dengan orang-orang bersenjata melepaskan tembakan ke instalasi keamanan, termasuk markas besar Frontier Corps, mencoba melakukan bom bunuh diri, dan sempat memblokir jalan di daerah perkotaan, yang memicu operasi balasan skala besar oleh tentara, polisi, dan unit antiterorisme.

Di luar sebuah toko yang rusak, petugas keamanan swasta Jamil Ahmed Mashwani mengatakan para penyerang menyerang tak lama setelah tengah hari. “Mereka memukul wajah dan kepala saya.”

Serangan Terkoordinasi di Seluruh Provinsi

Balochistan, provinsi terbesar dan termiskin di Pakistan, telah menghadapi pemberontakan selama beberapa dekade yang dipimpin oleh separatis etnis Baloch yang menginginkan otonomi yang lebih besar dan bagian yang lebih besar dari sumber daya alamnya.

Kelompok tersebut mengklaim telah membunuh 84 anggota pasukan keamanan Pakistan dan menangkap 18 lainnya. Reuters tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen. Militer tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif mengatakan bahwa dua serangan melibatkan pelaku perempuan dan militan semakin menargetkan warga sipil, buruh, dan komunitas berpenghasilan rendah.

Militer mengatakan pasukan keamanan telah memukul mundur upaya militan untuk merebut kendali atas kota atau instalasi strategis mana pun.

Klaim dan Tuduhan

Militer Pakistan mengaitkan India dengan serangan tersebut. Namun, India membantah pernyataan itu pada hari Minggu, menuduh Islamabad mengalihkan perhatian dari masalah internalnya sendiri.

“Kami secara tegas menolak tuduhan tak berdasar yang dibuat oleh Pakistan,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Randhir Jaiswal dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa Islamabad seharusnya menanggapi “tuntutan lama rakyatnya di kawasan itu”.

Amerika Serikat mengutuk serangan tersebut, dengan Kuasa Usaha AS Natalie Baker menyebutnya sebagai tindakan kekerasan teroris dan mengatakan Washington bersolidaritas dengan Pakistan. Tentara Pembebasan Balochistan ditetapkan oleh AS sebagai organisasi teroris asing.

Pakistan telah menghadapi serangan berkala oleh militan Islam di wilayah lain di negara itu, termasuk faksi-faksi yang terkait dengan Taliban Pakistan. (yn)

Kisah Nyata Inspiratif: Satu Kalimat yang Menaklukkan Seorang Jenderal

EtIndonesia. Benjamin Disraeli adalah Perdana Menteri Inggris yang terkenal pada dekade 1870-an. Dalam hidupnya, dia pernah melakukan sesuatu yang luar biasa: hanya dengan satu kalimat, dia berhasil mengubah seorang jenderal yang sulit ditangani menjadi bawahan yang setia sepenuhnya.

Jenderal ini memiliki reputasi yang sangat tinggi di dunia militer. Namun, setiap kali menghadiri pertemuan kalangan elite dan bangsawan, ia hampir tidak pernah mendapat perhatian. Hal itu membuatnya merasa sangat tersinggung dan tidak dihargai.

Dalam benaknya, akar persoalan sangat jelas: dia tidak memiliki gelar bangsawan. Karena itu, dia berulang kali mengajukan permohonan kepada Disraeli agar dianugerahi gelar Baron.

Bagi Disraeli, ini adalah dilema besar.

Di satu sisi, sang jenderal memang memiliki jasa militer, tetapi belum cukup untuk mendapatkan gelar kebangsawanan. Di sisi lain, dia adalah sosok yang berbakat, berpengaruh, dan memiliki wibawa besar di tubuh militer. Sebagai perdana menteri yang baru menjabat, Disraeli sangat membutuhkan dukungan tentara untuk menjalankan kebijakan-kebijakan barunya.

Jika permintaan itu dia tolak secara terang-terangan dan sang jenderal tersinggung, dampaknya bisa sangat berbahaya.

Disraeli pun terus berpikir, mencari jalan keluar yang tidak melukai siapa pun, sekaligus menyelamatkan posisinya.

Tak lama kemudian, sebuah jamuan besar digelar di Istana Buckingham. Para tokoh terkemuka dari berbagai kalangan berkumpul di sana. Tiba-tiba, Disraeli mendapat sebuah ide cemerlang.

Pada malam itu, dengan penuh rasa hormat, Disraeli memperkenalkan sang jenderal kepada para tamu. 

Dia berkata lantang: “Inilah jenderal paling tidak tergoda oleh kemuliaan dan jabatan yang pernah saya temui. Saya sudah berkali-kali memintanya menerima gelar Baron, tetapi dia selalu dengan rendah hati menolaknya.”

Mendengar kata-kata itu, seluruh hadirin langsung memandang sang jenderal dengan kagum. Mereka menganggapnya sebagai pribadi yang rendah hati, tidak silau oleh gelar dan kehormatan duniawi. Banyak bangsawan pun berinisiatif menghampirinya, mengangkat gelas, dan memberikan penghormatan.

Perlakuan yang dia terima malam itu jauh melampaui penghormatan yang biasanya diterima seorang Baron.

Sang jenderal merasa sangat bahagia. Dari lubuk hatinya, dia berterima kasih kepada Disraeli. Sejak saat itu, dia bertekad untuk setia sepenuhnya kepada perdana menteri yang telah memberinya kehormatan dan martabat.

Dengan cerdik, Disraeli “menghindari inti masalah” dan sengaja membalikkan persepsi. Dia menempelkan label “tidak mengejar gelar” kepada sang jenderal—sekaligus menutup kemungkinan sang jenderal kembali meminta gelar bangsawan, namun tetap memberinya wajah dan kehormatan di hadapan publik.

Dengan satu langkah elegan, dilema besar itu pun teratasi.

Disraeli hanya menggunakan satu kalimat, tetapi berhasil menaklukkan hati seorang jenderal.

Dari kisah ini kita belajar: dalam berhubungan dengan manusia, kata-kata yang indah dan tepat sasaran sering kali menjadi strategi terbaik. Kata-kata itu tidak melukai diri sendiri, justru mampu menenangkan hati orang lain—dan pada akhirnya, membuat suasana dipenuhi keharuman kepercayaan dan penghormatan. (jhn/yn)

Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia

Pasar modal memiliki peran strategis sebagai salah satu pilar utama pembiayaan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi nasional. Di tengah dinamika global yang semakin kompleks, meningkatnya persaingan antar pasar keuangan, serta tuntutan investor terhadap transparansi dan tata kelola yang lebih baik, pasar modal Indonesia dituntut untuk melakukan reformasi struktural yang lebih mendalam dan berkelanjutan. Menyadari urgensi tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama pemerintah dan para pemangku kepentingan meluncurkan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia guna memperkuat likuiditas, meningkatkan kredibilitas, serta menjaga kepercayaan investor.

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan bahwa reformasi ini merupakan langkah strategis yang bersifat menyeluruh dan berorientasi jangka panjang. Ia menyatakan bahwa OJK bersama Self Regulatory Organization (SRO) berkomitmen untuk melakukan bold and ambitious reforms agar pasar modal Indonesia selaras dengan praktik terbaik global dan mampu memenuhi ekspektasi Global Index Provider. Menurutnya, reformasi ini diharapkan dapat menjadikan pasar modal Indonesia semakin kredibel dan investable, sehingga mampu memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Delapan rencana aksi tersebut dikelompokkan ke dalam empat klaster utama, yaitu kebijakan free float, transparansi, tata kelola dan enforcement, serta sinergitas. Klaster pertama berfokus pada peningkatan likuiditas pasar melalui kebijakan baru free float. OJK berencana menaikkan batas minimum free float emiten menjadi 15 persen dari ketentuan sebelumnya sebesar 7,5 persen. Kebijakan ini dimaksudkan untuk menyelaraskan struktur pasar modal Indonesia dengan standar global serta meningkatkan jumlah saham yang beredar dan aktif diperdagangkan di pasar sekunder. Untuk emiten yang akan melakukan penawaran umum perdana (IPO), ketentuan ini akan diberlakukan secara langsung, sedangkan bagi emiten yang telah tercatat akan diberikan masa transisi agar penyesuaian dapat dilakukan secara wajar tanpa menimbulkan guncangan pasar.

Klaster kedua menitikberatkan pada penguatan transparansi, khususnya terkait keterbukaan informasi mengenai Ultimate Beneficial Owner (UBO). Transparansi UBO dipandang sebagai fondasi penting dalam membangun kepercayaan investor, karena memungkinkan publik untuk mengetahui pihak pengendali sesungguhnya dari suatu emiten. OJK akan memperkuat pengaturan, pengawasan, serta penegakan hukum terkait transparansi UBO dan afiliasi pemegang saham. Langkah ini sejalan dengan praktik internasional dan diharapkan dapat mengurangi risiko konflik kepentingan, penyalahgunaan struktur kepemilikan, serta praktik-praktik yang berpotensi merugikan investor ritel.

Selain itu, penguatan data kepemilikan saham juga menjadi bagian penting dalam klaster transparansi. OJK akan memerintahkan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk meningkatkan kualitas dan kedalaman data kepemilikan saham agar lebih granular dan andal. Penguatan ini mencakup klasifikasi tipe dan sub-tipe investor berdasarkan praktik terbaik global, serta peningkatan kewajiban keterbukaan pemegang saham oleh emiten. Data yang lebih transparan dan akurat akan menjadi dasar yang kuat bagi regulator, pelaku pasar, dan investor dalam melakukan analisis serta pengambilan keputusan investasi.

Klaster ketiga berkaitan dengan tata kelola dan enforcement. Salah satu agenda strategis dalam klaster ini adalah rencana demutualisasi Bursa Efek Indonesia. Demutualisasi bertujuan untuk memperkuat tata kelola bursa, meningkatkan independensi, serta memitigasi potensi benturan kepentingan antara fungsi regulator, operator, dan pelaku pasar. OJK terus berkoordinasi dengan pemerintah dalam rangka mempersiapkan implementasi kebijakan ini sesuai amanat peraturan perundang-undangan.

Pada aspek penegakan hukum, OJK menegaskan komitmennya untuk memperkuat enforcement secara tegas dan berkelanjutan terhadap berbagai pelanggaran di pasar modal, termasuk manipulasi transaksi saham dan penyebaran informasi menyesatkan. Pejabat Sementara Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Hasan Fawzi, menekankan bahwa kehadiran OJK di pasar modal tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai penjaga kepercayaan publik dan pelindung investor. Penegakan hukum yang konsisten dinilai sebagai prasyarat utama bagi terciptanya pasar modal yang adil, tertib, dan berintegritas.

Penguatan tata kelola emiten juga dilakukan melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan proses pelaporan keuangan. OJK mewajibkan pendidikan berkelanjutan bagi direksi, komisaris, dan komite audit, serta mensyaratkan sertifikasi profesional bagi penyusun laporan keuangan emiten. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan akuntabilitas, kualitas pengawasan internal, serta keandalan informasi keuangan yang disampaikan kepada publik.

Klaster keempat adalah sinergitas, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam pendalaman pasar modal secara terintegrasi. OJK akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, Bank Indonesia, kementerian terkait, SRO, serta pelaku industri untuk memperluas basis investor, memperkuat peran investor institusi domestik, dan meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global.

Secara keseluruhan, delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia mencerminkan komitmen kuat regulator dan pemangku kepentingan dalam membangun pasar modal yang lebih sehat, transparan, dan berdaya saing. Dengan implementasi yang konsisten serta dukungan seluruh pihak, reformasi ini diharapkan mampu menjadikan pasar modal Indonesia sebagai pilar utama pembiayaan jangka panjang dan motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

Pakistan Gagalkan Serangan Kelompok Separatis, 92 Militan Tewas

EtIndonesia. Militer Pakistan menyatakan bahwa pada Sabtu (31 Januari), kelompok separatis melancarkan serangan “terkoordinasi” di sejumlah wilayah Provinsi Balochistan, Pakistan. Serangan tersebut menewaskan sedikitnya 15 personel keamanan dan 18 warga sipil. Militer Pakistan berhasil menewaskan 92 militan bersenjata, termasuk “tiga pelaku bom bunuh diri”.

Dalam pernyataannya, divisi media militer menyebutkan bahwa serangan terjadi di berbagai lokasi, termasuk ibu kota provinsi Quetta dan kota pelabuhan Gwadar.

Seorang perwira senior di Islamabad mengatakan bahwa serangan-serangan tersebut memang terkoordinasi, namun pelaksanaannya buruk. Ia menyebut operasi itu “gagal dengan cepat akibat perencanaan yang lemah dan respons keamanan yang efektif”.

Perdana Menteri Shehbaz Sharif memuji pasukan keamanan atas keberhasilan mereka dalam “menggagalkan” serangan-serangan tersebut.

Dalam pernyataannya, Sharif mengatakan, “Kami akan terus melanjutkan perang melawan terorisme hingga terorisme benar-benar diberantas.”

Provinsi Balochistan kaya akan sumber daya mineral dan berbatasan langsung dengan Afghanistan serta Iran. Selama puluhan tahun, Pakistan menghadapi pemberontakan separatis di wilayah tersebut, di mana pasukan keamanan, warga asing, dan penduduk non-lokal kerap menjadi sasaran serangan.

Di masa lalu, kelompok separatis di kawasan ini juga pernah menyerang warga sipil yang diduga bekerja sama dengan lembaga pemerintah. (Hui)

Siaga Tempur Tingkat Satu? Fakta, Rumor, dan Ketegangan di Jantung Tiongkok


EtIndonesia.
Seiring pengumuman resmi Partai Komunis Tiongkok (PKT) mengenai pemeriksaan terhadap Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (CMC),  Zhang Youxia dan Kepala Staf Gabungan CMC, Liu Zhenli, gelombang rumor mengenai konflik internal elite militer Tiongkok terus meluas dan kian sulit dibendung.

Dalam beberapa hari terakhir, berbagai klaim tidak terverifikasi menyebutkan bahwa Zhang Youxia telah ditahan secara rahasia di sebuah fasilitas militer dan bahkan mengalami penyiksaan. Bersamaan dengan itu, publik di berbagai wilayah Tiongkok melaporkan aktivitas militer tidak lazim, mulai dari penerbangan pesawat tempur intensif, konvoi kendaraan militer berskala besar, hingga suara dentuman keras yang terdengar berulang kali.

Klaim Penahanan Zhang Youxia dan Dugaan Peran Cai Qi

Isu terbaru diungkap oleh Hu Liren, mantan pengusaha Shanghai yang kini bermukim di Amerika Serikat. Dalam program media pribadinya, Hu mengaku memperoleh informasi langsung dari Beijing mengenai lokasi penahanan Zhang Youxia.

Menurut Hu, Zhang Youxia diduga ditahan di pusat pelatihan Biro Pengawal Pusat yang terletak di Gu’an, wilayah perbatasan antara Beijing dan Langfang, Provinsi Hebei, tepat di selatan Bandara Internasional Beijing Daxing. Dia juga mengklaim bahwa Zhang mengalami perlakuan kejam selama proses interogasi.

Lebih jauh, Hu menyebut bahwa Cai Qi, tokoh inti PKT yang dikenal berhaluan keras, disebut-sebut berada di lokasi yang sama dan diduga memimpin langsung proses interogasi terhadap Zhang Youxia.

Hu mengaitkan dugaan ini dengan rekam jejak Cai Qi pada tahun 2017, saat dia memimpin pembersihan besar-besaran terhadap kelompok yang disebut “penduduk kelas bawah” di Beijing. Kala itu, Cai Qi secara terbuka menyatakan bahwa aparat harus “menggunakan pisau dan senjata” serta tidak takut menghadapi benturan keras di lapangan. Pernyataan tersebut kembali dikutip warganet sebagai gambaran gaya kepemimpinan Cai Qi yang keras dan tanpa kompromi.

Keheningan Tak Lazim Militer dan Lonjakan Aktivitas Berskala Besar

Setelah nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli mencuat, komando militer PKT di berbagai komando teater justru terdiam. Tidak ada pernyataan publik yang menunjukkan dukungan atau kesetiaan kepada Xi Jinping, sesuatu yang dinilai tidak lazim dalam tradisi politik PKT.

Sebaliknya, media sosial dibanjiri rekaman video aktivitas militer. Di Weifang, Provinsi Shandong, warga melaporkan dentuman keras misterius yang terdengar selama tiga hari berturut-turut.

Pada pagi 28 Januari 2026, pengguna Douyin di Weifang mengunggah video yang merekam suara gemuruh panjang di udara. Sebagian mengira suara tersebut berasal dari petasan, namun banyak pula yang menilai bunyinya lebih mirip rentetan senapan mesin atau artileri otomatis.

Weifang diketahui merupakan lokasi Brigade Gabungan ke-69 dari Grup Angkatan Darat ke-80 PLA, serta basis Divisi Penerbangan ke-50 Angkatan Udara PLA. Warganet setempat menyatakan suara dentuman terdengar dari pagi hingga sore, bahkan membangunkan warga di tengah malam, memicu spekulasi bahwa latihan militer besar atau mobilisasi darurat tengah berlangsung.

Konvoi Pasukan di Anhui dan Dugaan Status Siaga Tempur

Pada 31 Januari 2026, seorang warganet dari Provinsi Anhui mengunggah video yang menunjukkan puluhan bus putih pengangkut pasukan dan truk militer hijau berkanvas bergerak beriringan dalam konvoi panjang di jalan raya.

Secara struktural, kekuatan darat di Anhui berada di bawah Komando Teater Timur PLA, dengan Grup Angkatan Darat ke-71 sebagai kekuatan utama. Skala konvoi tersebut menimbulkan dugaan bahwa militer tengah menjalankan mobilisasi tingkat tinggi.

Laporan lain dari warga melalui media independen menyebutkan bahwa seluruh militer PKT telah memasuki status siaga tempur tingkat satu, serta membatasi komunikasi dengan dunia luar. Disebutkan pula bahwa Komisi Militer Pusat berada dalam kondisi lumpuh, menyebabkan rantai komando tidak sepenuhnya berfungsi.

Isu Baku Tembak di Zhongnanhai dan Manuver Elite Politik

Sebelumnya, pada 27 Januari 2026, seorang warganet mengunggah video yang mengklaim terdengar suara mirip baku tembak di sekitar Zhongnanhai, kompleks elite kepemimpinan PKT di Beijing. Mengingat kawasan tersebut secara ketat melarang suara tembakan pada malam hari, rumor tentang konflik internal bersenjata pun merebak luas.

Media independen Shanghe Dongfu mengklaim bahwa satu pihak yang terlibat adalah pasukan pengawal Zhongnanhai yang loyal kepada Xi Jinping, sementara pihak lain disebut sebagai unit mobilisasi khusus yang berafiliasi dengan Zhang Youxia. Dalam tekanan berbagai faksi, Cai Qi dikabarkan berpotensi segera tersingkir.

Menariknya, setelah pengumuman resmi PKT, nama Cai Qi, Zhang Youxia, dan Liu Zhenli mendadak tidak dapat ditemukan di platform Xiaohongshu, memicu spekulasi adanya pembersihan digital terkoordinasi.

Manuver Tokoh Lama dan Situasi Pemerintahan Daerah

Sumber-sumber internal juga menyebutkan bahwa Panglima Komando Teater Tengah Han Shengyan dan Panglima Komando Teater Timur Yang Xuebin—keduanya disebut berafiliasi dengan Hu Jintao—dilaporkan telah melakukan kontak dengan kelompok sesepuh partai, menunggu perkembangan selanjutnya.

Hingga akhir Januari, pemerintahan daerah masih berjalan normal. Chen Xiaojang dilaporkan telah kembali ke Xinjiang. Keluarga Zhang Youxia dan Liu Zhenli juga belum mengalami penangkapan besar-besaran, dan Grup Angkatan Darat ke-82 belum terlibat bentrokan bersenjata terbuka dengan Biro Pengawal Pusat maupun Kementerian Keamanan Negara. Meski demikian, para pengamat menilai situasi berada dalam fase sangat rapuh, di mana konflik dapat pecah sewaktu-waktu.

Isu Epstein dan Dampak Citra Internasional PKT

Di tengah derasnya rumor kudeta di Beijing, perhatian internasional turut tertuju pada perkembangan di Amerika Serikat. Departemen Kehakiman AS dilaporkan merilis jutaan dokumen terkait kasus Jeffrey Epstein.

Dalam sejumlah email yang berasal dari November 2015, Epstein menyebut hubungan dekat antara Pangeran Andrew dan Xi Jinping, termasuk rencana kunjungan ke Tiongkok serta upaya mempertemukan Andrew dengan Reid Hoffman. Dalam korespondensi lain kepada Jes Staley, Epstein menyiratkan bahwa Pangeran Andrew ingin membantu JPMorgan dan Kynaston menembus pasar Tiongkok.

Meski tidak terdapat bukti langsung yang mengaitkan Xi Jinping dengan kejahatan Epstein, pengungkapan dokumen ini kembali memicu kewaspadaan global terhadap praktik “elite capture” oleh PKT, sekaligus semakin merusak citra internasional Beijing di tengah krisis politik domestik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kesimpulan sementara: Hingga awal Februari 2026, informasi resmi masih sangat terbatas, sementara rumor terus berkembang cepat. Yang jelas, ketegangan politik dan militer di jantung kekuasaan Tiongkok tengah berada pada titik kritis, dengan implikasi yang berpotensi mengguncang stabilitas internal dan hubungan internasional negara tersebut.

Israel Menuduh Hamas Melanggar Perjanjian Gencatan Senjata, Serangan Udara di Gaza Tewaskan 26 Orang

Di tengah rapuhnya perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas, militer Israel melancarkan serangan udara paling dahsyat dalam beberapa pekan terakhir ke Jalur Gaza. Serangan ini disebut sebagai respons atas sebuah insiden serangan yang terjadi di Rafah pada 30 Januari. Otoritas kesehatan setempat menyatakan, sedikitnya 26 orang tewas akibat serangan tersebut.

EtIndonesia. Hamas saat ini menguasai kepolisian lokal di Gaza. Menurut laporan Reuters, jet tempur Israel menargetkan kantor polisi Sheikh Radwan di wilayah barat Kota Gaza. Polisi dan tenaga medis mengatakan bahwa serangan tersebut menewaskan 10 orang, termasuk petugas kepolisian dan para tahanan.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa tim penyelamat masih melakukan pencarian di lokasi kejadian untuk menemukan kemungkinan korban lainnya.

Selain itu, staf Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza menyebutkan bahwa dalam serangan udara lainnya, militer Israel menghantam sebuah gedung apartemen, yang mengakibatkan 5 orang tewas. Sementara itu, sebuah kamp tenda di wilayah selatan Khan Younis juga menjadi sasaran serangan, menyebabkan 7 orang lainnya meninggal dunia.

Seorang sumber militer Israel mengatakan bahwa rangkaian serangan udara ini dilakukan setelah pasukan Israel menemukan delapan orang bersenjata muncul dari sebuah terowongan di Rafah. Saat ini, militer Israel dikerahkan di Rafah, Gaza selatan, berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada Oktober tahun lalu.

Militer Israel menyatakan bahwa dari delapan orang bersenjata tersebut, tiga orang telah ditembak mati, sementara satu orang—yang disebut sebagai komandan penting Hamas di tingkat lokal—telah ditangkap.

Pihak militer Israel menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata. Hingga saat ini, Hamas belum memberikan komentar terkait insiden tersebut. (Hui)

Badai Musim Dingin Menerjang, Lebih dari 190.000  Rumah Tangga di Portugal Masih Tanpa Listrik, Banjir dan Longsor Terancam Terulang

Akibat terjangan badai musim dingin Kristin, Portugal telah mencatat sedikitnya 5 korban jiwa, dan hingga kini masih terdapat lebih dari 190.000 rumah tangga tanpa aliran listrik. Institut Kelautan dan Atmosfer Nasional Portugal (IPMA) telah mengeluarkan peringatan untuk seluruh wilayah negara tersebut, memperingatkan bahwa hingga 2 Februari akan terjadi hujan lebat disertai angin kencang dengan kecepatan hingga 100 kilometer per jam. Otoritas setempat kembali meningkatkan kesiapsiagaan hari ini.

EtIndonesia. Menurut laporan AFP, badai musim dingin Kristin menghantam wilayah tengah dan utara Portugal pada 27 Januari larut malam, membawa angin berkekuatan setara badai topan, menyebabkan banjir, kerusakan properti, serta gangguan transportasi. Sekitar 5.800 pohon tumbang di seluruh negeri.

Karena permukaan air sungai sudah tinggi dan tanah terlalu jenuh oleh air, badan perlindungan sipil Portugal memperingatkan bahwa gelombang hujan berikutnya berpotensi memicu banjir bandang di kawasan perkotaan, serta dapat menyebabkan longsor dan runtuhan batu.

Perdana Menteri Portugal, Luís Montenegro, pada 29 Januari telah menetapkan status “keadaan bencana” bagi wilayah yang terdampak paling parah. 

Status ini berada satu tingkat di bawah keadaan darurat, dan memberi wewenang kepada instansi terkait untuk melaksanakan langkah-langkah keselamatan serta mengoordinasikan operasi penyelamatan. Pemerintah juga akan menggelar rapat kabinet pada 1 Februari untuk membahas rencana rekonstruksi wilayah terdampak dan langkah menghadapi gelombang hujan berikutnya.

Perusahaan listrik E-Redes menyatakan bahwa hingga 31 Januari sore, sekitar 198.000 rumah tangga di seluruh Portugal masih mengalami pemadaman listrik, terutama terkonsentrasi di wilayah Leiria, Portugal bagian tengah. (Hui)