(Update) Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, 8 Bandara Ditutup Sementara 

EtIndonesia.com  Total 8 bandara di sejumlah wilayah di Indonesia dinyatakan ditutup untuk sementara waktu. Penutupan sementara waktu dilakukan sebagai dampak dari erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Hal demikian disampaikan oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam keterangannya pada Minggu (6/9/2026).

Berikut daftar bandara yang ditutup sementara waktu : 

1- Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang),

2-  Bandara Halim Perdanakusuma (Jakarta), 

3- Bandara Radin Inten II (Lampung), 

4- Bandara Husein Sastranegara (Bandung), 

5- Bandara Budiarto Curug (Tangerang), 

6- Bandara Pondok Cabe (Tangerang Selatan), 

7- Bandara Taufik Kiemas (Pesisir Barat, Lampung), 

8- Bandara Atung Bungsu (Pagar Alam, Sumsel).

Berapa lama bandara-bandara itu ditutup? Menhub mengatakan delapan bandara tersebut akan kami tutup sampai pukul 24.00 WIB. Ia menjelaskan, kondisi debu pada Minggu siang (6/9) sudah mengarah ke barat.  Laporan pembaharuan BMKG, kata dia,  angin kemudian mengarah ke timur dengan kecepatan 5 knot pada level 15.000 feet. 

Kemenhub juga mencatat, terdapat sebanyak 1.558 flight yang tertunda dengan 170.000 penumpang tertahan di bandara. Meski demikian, Kemenhub menyampaikan penumpang tetap mendapatkan hak-hak mereka dari pihak maskapai penerbangan. 

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyampaikan bahwa episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau telah berakhir, namun tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga).

Kepala PVMBG, Siti Sumilah Rita Susilawati, menjelaskan bahwa berdasarkan rekaman instrumental, episode gempa erupsi menerus mulai tercatat sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

“Berdasarkan rekaman instrumental kami, episode gempa erupsi menerus mulai terekam sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan resmi berhenti pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB,” ujar Siti Sumilah dalam konferensi pers, Minggu (6/9).

Setelah erupsi menerus tersebut berhenti, PVMBG mencatat satu kali erupsi susulan bertipe Strombolian pada pukul 03.53 WIB dengan durasi sekitar 30 detik. Erupsi tersebut untuk sementara diinterpretasikan sebagai penanda akhir dari episode erupsi menerus yang sebelumnya berlangsung.

Selama periode pengamatan 5-6 September 2026, kondisi visual Gunung Anak Krakatau terpantau jelas meskipun sesekali tertutup kabut. Berdasarkan pengamatan CCTV, kolom erupsi berwarna merah terlihat mendominasi pada malam hari, sementara pada siang hari terlihat kepulan berwarna kehitaman membumbung ke udara.

Dari sisi pemantauan instrumental, energi aktivitas vulkanik yang diukur melalui rerata amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) sempat mengalami peningkatan pada 5 September 2026, namun menunjukkan tren penurunan pada 6 September 2026. Data Tiltmeter Stasiun Tanjung masih menunjukkan kecenderungan inflasi sejak awal Agustus 2026, sedangkan Stasiun Lava93 mencatat pola yang relatif mendatar atau konstan.

Siti Sumilah menyampaikan bahwa meskipun episode erupsi menerus telah berakhir, dinamika vulkanisme Gunung Anak Krakatau masih aktif. Potensi letusan susulan dalam beberapa waktu ke depan masih tergolong tinggi dengan potensi bahaya berupa lontaran batu pijar, hujan abu lebat, serta kemungkinan aliran lava apabila erupsi menerus kembali terjadi. (***)

Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Meluas,  Pemprov DKI Jakarta Terapkan PJJ untuk Seluruh Sekolah

EtIndonesia.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pendidikan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) mulai Senin (7/9) untuk seluruh satuan pendidikan di Jakarta menyusul sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau yang terdeteksi mencapai wilayah DKI Jakarta.

Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipasi untuk menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, guru, serta tenaga kependidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Nahdiana, mengatakan penerapan PJJ bukan berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Pembelajaran tetap berlangsung dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan masing-masing peserta didik.

“Kami ingin memastikan anak-anak tetap belajar dalam suasana yang aman dan nyaman. Karena itu, untuk sementara pembelajaran dilakukan dari rumah. Orang tua tidak perlu panik, karena proses pembelajaran tetap berjalan,” ujarnya di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Menurut Nahdiana, untuk memastikan pelaksanaan PJJ berjalan dengan baik, Dinas Pendidikan berkoordinasi dengan seluruh satuan pendidikan dan melakukan pendampingan, pemantauan pelaksanaan proses pembelajaran serta memberikan alternatif apabila terjadi kendala dalam pelaksanaan pembelajaran.

“Keselamatan dan kesehatan anak-anak adalah prioritas. Kami juga mengimbau orang tua mendampingi anak selama belajar dari rumah dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi,” tuturnya.

Dinas Pendidikan juga terus berkoordinasi dengan perangkat daerah terkait dan memantau perkembangan kondisi udara serta informasi resmi mengenai sebaran abu vulkanik. Kebijakan pembelajaran akan dievaluasi sesuai perkembangan situasi.

Pemprov DKI mengajak masyarakat tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Warga diimbau mengikuti arahan pemerintah serta menjaga kesehatan keluarga selama kondisi ini berlangsung.

Antisipasi Sebaran Abu Vulkanik, Pemprov DKI Jakarta Serentak Lakukan Penyemprotan Water Mist di Lima Wilayah

EtIndonesia.com Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan penyemprotan water mist secara serentak di lima wilayah Jakarta, Minggu (6/9/2026), sebagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Uus Kuswanto, mengatakan penyemprotan water mist dilakukan untuk membantu mengendalikan debu dan partikulat di udara sekaligus menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

“Water mist ini merupakan langkah preventif untuk membantu mengendalikan debu atau partikulat yang ada di udara, sekaligus menjaga kualitas udara di ruang-ruang aktivitas masyarakat,” ujarnya saat memimpin pelaksanaan water mist di sejumlah ruas jalan Jakarta dikutip dari rilis Dinas Kominfotik Pemprov DKI Jakarta.  

Menurut Sekda Uus, meskipun secara geografis Jakarta berada cukup jauh dari Gunung Anak Krakatau, Pemprov DKI tetap mengambil langkah antisipasi sejak dini. Sebaran abu vulkanik dilaporkan dapat dirasakan hingga kawasan Monas.

“Sebaran abu vulkanik bisa kita rasakan sampai ke lokasi Monas. Karena itu, kami memilih melakukan langkah antisipasi sejak dini sambil terus memantau informasi dan perkembangan kondisi di lapangan,” tuturnya.

Sekda Uus menegaskan, pelaksanaan water mist bukan berarti seluruh wilayah Jakarta telah terdampak abu vulkanik. Langkah tersebut merupakan bagian dari kesiapsiagaan pemerintah untuk mengantisipasi potensi peningkatan partikulat di udara.

“Ini adalah langkah antisipasi. Kami terus memantau kualitas udara dan perkembangan sebaran partikulat. Masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap waspada,” urainya.

Pemprov DKI mengerahkan kendaraan tangki air dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Dinas Pertamanan dan Kehutanan (Distamhut) untuk melakukan penyemprotan di sejumlah koridor sesuai kebutuhan dan kondisi aktual. Pelaksanaan water mist akan terus dievaluasi dan dilakukan selama diperlukan.

Pelaksanaan dilakukan secara paralel di lima wilayah Jakarta, dengan sejumlah koridor utama, antara lain Silang Monas serta Jalan M.H. Thamrin–Jenderal Sudirman.

Di Jakarta Utara, penyemprotan dilakukan di Jalan Yos Sudarso dari Tanjung Priok hingga Cempaka Mas, Jalan Gunung Sahari, dan Jalan Pluit.

Di Jakarta Pusat, kegiatan mencakup koridor Cempaka Mas hingga Green Pramuka.

Di Jakarta Timur, penyemprotan dilakukan dari Green Pramuka hingga UKI serta kawasan Terminal Kampung Melayu hingga PGC Cawang.

Sementara di Jakarta Selatan mencakup Jalan Rasuna Said dari depan KPK hingga Pejaten Village serta Jalan M.T. Haryono hingga Semanggi.

Di Jakarta Barat, penyemprotan dilakukan di sepanjang Jalan Slipi, Tomang, dan sekitarnya.

Untuk mendukung mitigasi, Gulkarmat DKI mengoperasikan water mist di tujuh titik. Masing-masing titik diperkuat dua unit sehingga total terdapat 14 unit dengan dukungan 70 personel. Setiap dua unit memiliki kapasitas tangki 10.000 liter.

DLH DKI mengerahkan satu unit water mist mobile berkapasitas 1.000 liter serta dua tangki air berkapasitas masing-masing 5.000 liter.

Sementara itu, Distamhut mengerahkan 77 tangki dan 144 personel. Pemprov DKI juga mengajak pengelola gedung yang memiliki perangkat water mist untuk turut melakukan langkah mitigasi di lingkungan masing-masing.

Selain itu, Pemprov DKI terus berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Koordinasi dilakukan untuk memastikan setiap langkah mitigasi didasarkan pada informasi resmi dan kondisi aktual di lapangan.

Sekda Uus mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan situasi melalui kanal resmi pemerintah.

“Pemprov Jakarta akan terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan melakukan langkah-langkah antisipasi untuk menjaga kualitas udara serta kesehatan masyarakat. Masyarakat tetap tenang, pemerintah tetap siaga,” pungkasnya.

Pria Wuhan Kehilangan Seluruh Lambung karena Didiagnosis “Kanker Lambung”, tetapi Tak Ditemukan Sel Kanker 

Sebuah kasus “malpraktik medis” yang janggal terjadi di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok.  Seorang pria didiagnosis menderita “kanker lambung” meskipun hasil biopsi tidak menemukan sel kanker. Ia kemudian menjalani operasi pengangkatan seluruh lambung, tetapi setelah lambung tersebut diangkat, pemeriksaan juga tidak menemukan sel kanker.

EtIndonesia.com  Baru-baru ini, seorang pria bermarga Wu dari Distrik Qingshan, Kota Wuhan, meminta bantuan media daratan Tiongkok. Ia menuduh dirinya menjadi korban “salah diagnosis” yang menyebabkan dirinya mengalami cacat tingkat lima secara permanen dan harus menanggung penderitaan yang seharusnya tidak perlu terjadi.

Wu mengatakan bahwa awalnya ia hanya mengalami sakit perut setelah minum air dingin. Setelah dibawa keluarganya ke rumah sakit, dokter melakukan pemeriksaan awal dan menduga ia menderita tukak lambung, kemudian menjadwalkan biopsi jaringan.

Istri Wu adalah seorang perawat di rumah sakit lain. Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan gastroskopi, ia membawa hasil tersebut kepada seorang profesor bagian gastroenterologi di rumah sakit tempatnya bekerja untuk meminta pendapat. 

Profesor tersebut mencurigai adanya kanker lambung. Keluarga Wu kemudian, tanpa memberitahunya, memindahkannya ke rumah sakit tempat istrinya bekerja dengan alasan bahwa “fasilitas medis rumah sakit besar lebih baik”.

Hasil biopsi jaringan dari rumah sakit sebelumnya kemudian keluar dan menunjukkan tidak ditemukan sel kanker. Namun, dokter yang menangani Wu di rumah sakit berikutnya tetap bersikeras bahwa ia menderita kanker lambung. Dokter menyarankan operasi untuk mengangkat tiga perempat bagian lambung dan meminta istrinya menandatangani persetujuan operasi.

Setelah operasi berlangsung selama empat jam, seorang perawat keluar dan memberitahu keluarga bahwa karena adanya kecurigaan kanker lambung, rencana operasi telah diubah dari pengangkatan tiga perempat lambung menjadi pengangkatan seluruh lambung.

Baru tujuh hari kemudian keluarga mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium setelah operasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa seluruh lambung yang telah diangkat beserta 15 kelenjar getah bening tidak ditemukan mengandung sel kanker.

Setelah mengetahui kenyataan tersebut, Wu menganggap dirinya telah menjadi korban malpraktik medis. Namun, rumah sakit yang terlibat tidak mengakui hal tersebut. Upaya penyelesaian antara kedua pihak tidak membuahkan hasil dan perkara akhirnya dibawa ke pengadilan.

Setelah melalui sidang pemeriksaan oleh lembaga ahli forensik medis, pengadilan menetapkan bahwa rumah sakit terkait telah melakukan “kesalahan medis yang jelas” dan harus menanggung “60% tanggung jawab utama”.

Pengadilan kemudian memutuskan rumah sakit harus membayar kompensasi kepada Wu atas berbagai kerugiannya sebesar 201.083 yuan RMB, ditambah 20.000 yuan RMB sebagai kompensasi atas kerugian mental.

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Empat Bandara Ditutup Sementara Akibat Sebaran Abu Vulkanik

EtIndonesia.com – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berlangsung. Erupsi menerus mulai teramati pada Jumat (4/9) sekitar pukul 23.07 WIB, disertai suara gemuruh atau dentuman serta fenomena lava fountain.

Perkembangan aktivitas tersebut mulai berdampak terhadap operasional penerbangan. Berdasarkan pemutakhiran status operasional bandara pada Minggu (6/9) pukul 07.41 WIB, empat bandara mengalami penutupan sementara sebagai langkah keselamatan penerbangan, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Radin Inten II Lampung dan Bandara Budiarto Curug.

Bandara Soekarno-Hatta (CGK) ditutup pada pukul 02.08–09.30 WIB. Bandara Halim Perdanakusuma (HLP) ditutup pada pukul 07.20–10.00 WIB, Bandara Radin Inten II Lampung (TKG) pada pukul 04.18–10.00 WIB, sedangkan Bandara Budiarto Curug (RTO) ditutup pada pukul 06.48–09.30 WIB.

Penutupan tersebut dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul sebaran abu vulkanik di ruang udara. Status operasional masing-masing bandara dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu, kondisi ruang udara dan hasil pemantauan keselamatan penerbangan.

“Masyarakat pengguna jasa penerbangan diharapkan memantau informasi terbaru dari operator bandara dan otoritas penerbangan sebelum melakukan perjalanan,” ujar Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB. 

Aktivitas Erupsi dan Dampak di Wilayah Sekitar

Dampak terhadap penerbangan tersebut berkaitan dengan perkembangan aktivitas erupsi dan sebaran abu vulkanik yang terus dipantau. Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi menerus Gunung Anak Krakatau masih berlangsung. Pada periode pengamatan pukul 00.00–06.00 WIB tanggal 5 September 2026 tercatat satu kali gempa letusan menerus dengan amplitudo maksimum 70 milimeter dan durasi 21.600 detik atau sekitar enam jam.

Pada periode yang sama, pendaran merah dari aktivitas erupsi teramati secara terus-menerus, sedangkan kolom erupsi tidak selalu terlihat pada setiap periode pengamatan. Aktivitas tersebut juga disertai fenomena lava fountain dan suara gemuruh yang terdengar dari Pos Pengamatan Gunung Api Pasauran, Kabupaten Serang.

Selain pengamatan secara langsung dari pos pengamatan, perkembangan sebaran abu juga dipantau melalui satelit.Berdasarkan pemantauan Himawari dan VAAC Darwin, sebaran abu vulkanik terpantau mencapai sekitar FL480 atau 14,6 kilometer di atas permukaan laut, dengan arah dominan ke barat hingga barat daya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebaran abu vulkanik masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan aktivitas erupsi serta kondisi meteorologi, terutama arah dan kecepatan angin. Karena itu, pemantauan terhadap sebaran abu terus dilakukan untuk mengantisipasi dampaknya terhadap wilayah daratan maupun ruang udara.

Di wilayah daratan, sebaran abu telah terpantau di sejumlah wilayah Banten. Pusdalops BPBD Kabupaten Serang pada Sabtu (5/9) pukul 23.00 WIB melaporkan abu vulkanik berdampak pada tujuh kecamatan, yaitu Anyer, Cinangka, Ciomas, Mancak, Pabuaran, Baros dan Padarincang. Kawasan pesisir Anyer dan Cinangka menjadi salah satu wilayah yang terdampak.

Selain dampak berupa abu vulkanik, aktivitas erupsi juga dirasakan melalui suara gemuruh atau getaran. Fenomena tersebut dilaporkan terdengar atau dirasakan di sejumlah wilayah pesisir Lampung, Banten hingga Bandung. Di Kabupaten Serang, laporan berasal dari Kecamatan Carita, Labuan, Panimbang dan Jiput.

Menanggapi fenomena tersebut, PVMBG menduga suara gemuruh dan getaran berkaitan dengan pelepasan energi akustik dari aktivitas erupsi menerus Gunung Anak Krakatau. Energi akustik yang besar dapat merambat hingga ratusan kilometer akibat kondisi atmosfer, termasuk pembiasan suara serta pengaruh suhu dan arah angin pada lapisan atmosfer bagian atas. PVMBG juga menyampaikan tidak terdapat aktivitas gempa tektonik signifikan di wilayah Jawa Barat yang dapat menjelaskan fenomena tersebut.

Pemantauan tidak hanya dilakukan di wilayah Banten, tetapi juga mencakup sejumlah wilayah di Lampung. Di Kabupaten Lampung Selatan, wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kecamatan Punduh Pedada dan Rajabasa. Sementara di Kabupaten Tanggamus, pemantauan dilakukan di Kecamatan Pematang Sawa, Cukuh Balak, Semaka dan Kota Agung.

Di Kecamatan Pematang Sawa, wilayah yang terdampak meliputi Desa Tampang Tua, Tampang Muda, Martanda, Kaor Gading, Way Nipah, Guring, Kampung Baru, Betung, Tanjungan dan Teluk Berak. Di Kecamatan Cukuh Balak meliputi Desa Karang Buah, Kuta Kakhang dan Pulau Tabuan. Di Kecamatan Semaka meliputi Desa Sukaraja. Sedangkan di Kecamatan Kota Agung meliputi Kelurahan Pasar Madang, Terbaya, Baros, Kuripan dan Kusa.

Meskipun sejumlah wilayah telah terpantau terdampak, kondisi masyarakat hingga pemutakhiran terakhir masih relatif terkendali. Belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat aktivitas erupsi. Kerugian materiil dan dampak lainnya masih dalam pendataan.

Aktivitas erupsi yang berlangsung saat ini merupakan kelanjutan dari peningkatan aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Juli 2026. Pada 2 Juli 2026 pukul 14.05 WIB terjadi erupsi dengan kolom abu sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 357 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu hingga hitam tebal bergerak ke arah barat laut. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 23 milimeter dengan durasi erupsi sekitar 20 detik.

Menyusul peningkatan tersebut, tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) pada 2 Juli 2026 pukul 16.30 WIB. Status Level III (Siaga) masih berlaku hingga pemutakhiran terakhir.

Di tengah dampak terhadap transportasi udara, kondisi transportasi laut di sekitar wilayah terdampak masih relatif aman. Perairan dilaporkan tenang dan normal, sedangkan jalur penyeberangan Merak–Bakauheni belum dilaporkan mengalami gangguan. Operator pelayaran dan pengguna jasa transportasi laut tetap perlu mengikuti arahan syahbandar dan instansi berwenang. (***)

Pernah Membela Gereja Bawah Tanah dan Mengalami Tekanan, Pengacara HAM Beijing Melarikan Diri ke Taiwan 

EtIndonesia.com Pengacara hak asasi manusia (HAM) Tiongkok Wang Xiahong, yang pernah membela sebuah gereja bawah tanah terkenal di Beijing, melarikan diri dari Tiongkok bersama suaminya dan dua anak mereka yang masih kecil. 

Pada 2 September, mereka tiba di Bandara Taoyuan, Taiwan, untuk mencari bantuan dari Taiwan dan masyarakat internasional. Sementara itu, firma hukum tempat Wang bekerja telah menjadi sasaran tindakan keras dan pembubaran oleh otoritas Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Wang Xiahong merupakan salah satu mitra di Kaimen Law Firm. Sejak Oktober 2025, ia juga menjadi salah satu anggota tim pengacara yang mewakili pendeta Gereja Zion Beijing serta sejumlah anggota gereja lainnya.

Dalam wawancara dengan Associated Press (AP), Wang mengatakan bahwa otoritas PKT secara langsung menekannya dan memberitahukan bahwa dirinya bersama rekan-rekannya harus membubarkan firma hukum tersebut secara sukarela. Jika tidak, mereka akan menghadapi penutupan secara paksa oleh pemerintah.

Wang mengatakan pendiri Kaimen Law Firm sekaligus mentornya, Zhang Kai, telah dicabut izin praktik hukumnya dan dilarang bepergian ke luar negeri. Sementara itu, pengacara lain di firma tersebut dikenai larangan menjalankan praktik selama enam bulan. (***)

Banjir di Perbatasan Tiongkok-Nepal: Dua Orang Berhasil Diselamatkan Secara Ajaib, Atasan Tiongkok Diduga Melarikan Diri Lebih Dulu 

Sembilan hari setelah banjir dahsyat melanda perbatasan Tiongkok-Nepal, dua pekerja Nepal pada 5 September berhasil diselamatkan secara ajaib dari dalam sebuah terowongan. Namun, bersamaan dengan kabar baik itu, seorang pekerja yang selamat mengungkapkan bahwa atasan mereka dari Tiongkok diduga tidak mengizinkan para pekerja mengungsi sebelum banjir datang, tetapi justru melarikan diri lebih dahulu.

EtIndonesia.com Pada 5 September 2026,  tim penyelamat berhasil mengevakuasi dua pekerja yang terjebak jauh di dalam terowongan di Pembangkit Listrik Tenaga Air Trishuli A Three di Nepal. 

Salah satu korban yang diselamatkan adalah seorang kepala teknisi mekanik yang, ketika banjir datang, menunda evakuasi demi memastikan keselamatan para pekerja. Ia kemudian tertimbun batu dan lumpur selama sembilan hari dan kini sedang dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Setelah kecelakaan seperti ini terjadi, saya tidak bisa melarikan diri sendirian. Saya harus menyelamatkan semua orang. Sambil berusaha menyelamatkan semua orang, saya memberitahu mereka bahwa telah terjadi kecelakaan, bahwa bendungan mengalami bencana besar, dan meminta semua orang segera keluar,” ujar Kepala teknisi mekanik yang diselamatkan, Sanjay Sah. 

Keberhasilan kedua pekerja bertahan hidup secara ajaib meningkatkan kepercayaan diri tim penyelamat. Saat ini, lebih dari 40 pekerja masih dinyatakan hilang di dalam pembangkit listrik tersebut. Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan.

Namun, di balik kabar yang mengharukan tersebut, seorang pekerja lain yang selamat, Raj Chhetri, mengungkapkan bahwa sebelum banjir menenggelamkan terowongan, seorang mandor asal Tiongkok di lokasi justru melakukan hal yang sama sekali berbeda.

Saat kejadian berlangsung, mereka sedang bekerja di dalam terowongan dalam kondisi cuaca yang buruk. Para pekerja meminta mandor Tiongkok membawa mereka keluar untuk mengungsi, tetapi sang mandor meminta mereka tetap bekerja, sementara dirinya sendiri justru melarikan diri terlebih dahulu, meninggalkan lebih dari seratus pekerja di dalam terowongan. Tak lama kemudian, banjir besar menerjang dan sejumlah pekerja terseret arus.

Menurut laporan India Today, China Power Construction Corporation (PowerChina) bertanggung jawab atas pengawasan proyek pembangkit listrik tenaga air tersebut. Chhetri memperkirakan bahwa ketika banjir datang, terdapat sekitar 265 pekerja di dalam terowongan. Pada akhirnya, hanya empat orang yang berhasil melarikan diri.

Menurut statistik terbaru pemerintah Nepal, bencana banjir ini telah menyebabkan sedikitnya 1.259 orang tewas dan lebih dari 5.000 orang hilang. Sementara itu, angka yang diumumkan oleh pemerintah Partai Komunis Tiongkok (PKT) menunjukkan bahwa di sisi Tibet hanya terdapat 21 orang tewas dan 541 orang hilang.

Perbedaan angka tersebut memicu pertanyaan dari luar mengenai apakah otoritas PKT menyembunyikan angka korban yang sebenarnya.

Laporan gabungan oleh Lin Xi, NTD Television.

Aktivitas Gunung Sinabung Meningkat, Warga di Sejumlah Desa Diarahkan ke Zona Aman

EtIndonesia.com – Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, mengalami peningkatan sejak erupsi yang terjadi pada Senin (31/8). Pemerintah daerah bersama unsur terkait terus melakukan penanganan dan memastikan keselamatan masyarakat, termasuk mengarahkan warga yang berada di kawasan terdampak abu vulkanik untuk berpindah ke lokasi yang lebih aman.

Erupsi pada 31 Agustus 2026 sekitar pukul 12.00 WIB menghasilkan kolom erupsi setinggi sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut (mdpl). 

“Berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung kemudian mengalami peningkatan sehingga tingkat aktivitas dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung mulai 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB,” ujar Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangannya. 

Dampak aktivitas vulkanik saat ini dirasakan di sejumlah wilayah, khususnya Desa Ndokum Siroga dan Desa Kuta Tengah di Kecamatan Simpang Empat serta Desa Payung di Kecamatan Payung. Warga Desa Kuta Tengah untuk sementara telah diarahkan mengungsi ke Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran.

Hingga Jumat (4/9), tercatat sekitar 208 kepala keluarga atau 650 jiwa berada dalam pendataan sebagai pengungsi. Sementara itu, kurang lebih 405 jiwa masih berada di Posko Pengungsian Jambur Arih Ersada, Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran. Pemerintah daerah terus melakukan pemutakhiran data untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara tepat.

Di sisi lain, abu vulkanik juga berdampak terhadap lahan pertanian masyarakat. Luasan dan tingkat kerusakan lahan masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung, Selasa (1/9/2026). Sumber: BPBD Kabupaten Karo.

Demi mendukung keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga, BPBD Kabupaten Karo telah melakukan sejumlah langkah penanganan. Selain mengimbau masyarakat untuk keluar dari zona bahaya dan berpindah ke wilayah yang lebih aman, BPBD juga mendistribusikan masker kepada masyarakat yang terdampak debu vulkanik.

Koordinasi bersama unsur TNI dan Polri terus dilakukan, salah satunya melalui Pos Pengamatan Gunung Api Sinabung di Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat. Patroli juga dilakukan di sejumlah lokasi yang telah ditetapkan sebagai kawasan terlarang untuk aktivitas maupun kunjungan, termasuk kawasan Danau Lau Kawar. Dari hasil patroli, kawasan tersebut dipastikan tidak terdapat pengunjung.

Penanganan dampak abu vulkanik juga dilakukan melalui penyiraman pada wilayah dengan aktivitas penduduk dan lalu lintas yang cukup padat, termasuk kawasan pusat Kota Berastagi. Pemerintah daerah juga telah mengaktifkan dapur umum untuk menyediakan kebutuhan konsumsi masyarakat sebanyak tiga kali sehari, serta memenuhi kebutuhan air bersih dan sanitasi di lokasi pengungsian.

Warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo, mengungsi ke Posko Penanganan Darurat di Desa Sukatepu, Kecamatan Naman Teran, menyusul peningkatan aktivitas Gunung Sinabung, Selasa (1/9/2026). Sumber: BPBD Kabupaten Karo.

Desa Payung, Kecamatan Payung, untuk sementara ditetapkan dalam kondisi siaga. Pemerintah daerah menyiapkan langkah evakuasi sewaktu-waktu apabila kondisi aktivitas Gunung Sinabung menunjukkan peningkatan yang membutuhkan perpindahan masyarakat ke lokasi yang lebih aman.

Aktivitas pendidikan masyarakat juga disesuaikan dengan kondisi di lapangan. SD Negeri 040475 Tiga Serangkai untuk sementara melaksanakan kegiatan belajar mengajar di posko pengungsian. Sementara itu, pelajar tingkat SMP yang bersekolah di luar desa untuk sementara mendapat layanan antar-jemput oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Karo.

Berdasarkan pengamatan Gunung Api Sinabung pada Jumat (4/9) periode pukul 12.00 hingga 18.00 WIB, secara visual teramati asap kawah utama berwarna putih tebal dengan ketinggian sekitar 300 hingga 500 meter dari atas puncak. Pada periode pengamatan tersebut tidak tercatat adanya kegempaan.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat dan wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang telah direlokasi serta tidak memasuki kawasan dalam radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung dan radius sektoral 6 kilometer ke arah selatan-tenggara. Masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar alur sungai yang berhulu di Gunung Sinabung juga diminta tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar.

Evaluasi terhadap tingkat aktivitas Gunung Sinabung akan dilakukan secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, namun terus meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti setiap arahan pemerintah daerah serta pihak berwenang.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung serta mendukung upaya penanganan sesuai kebutuhan di lapangan. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, terutama bagi warga yang berada di wilayah rawan terdampak aktivitas erupsi.

Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Disertai Dentuman dan Suara Gemuruh 

EtIndonesia.com – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) pagi. 

“Erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB tersebut disertai terdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau di Pasauran,” ujar Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangannya. 

Ia juga mengatakan, rerdengarnya dentuman dan suara gemuruh dari Pos Pengamatan Gunungapi Anak Krakatau menjadi bagian dari aktivitas erupsi yang masih berlangsung. 

Oleh karena itu, masyarakat diminta tidak mendekati kawasan gunungapi untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar atau video, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif.

Kekhawatiran masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah pesisir Banten dan Lampung, terhadap potensi tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau turut menjadi perhatian pemerintah. Kekhawatiran tersebut juga tidak terlepas dari pengalaman masyarakat terhadap peristiwa tsunami pada 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, masih berlangsung hingga Sabtu (5/9/2026) pagi. 

Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) hingga saat ini, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pascaerupsi 22 Desember 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. Oleh sebab itu, diharapkan kepada masyarakat agar tidak panik. 

Meski demikian, PVMBG tetap melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta tetap mengikuti informasi dan rekomendasi resmi dari PVMBG serta tidak mengambil kesimpulan sendiri berdasarkan aktivitas visual maupun suara dentuman yang terdengar.

Fenomena Lava Fountain

Berdasarkan laporan aktivitas Gunung Anak Krakatau periode pengamatan Sabtu (5/9) pukul 00.00–06.00 WIB, erupsi masih berlangsung dan secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari. Dalam pemantauan visual, gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut dengan tingkat kabut 0–III, sementara asap kawah tidak teramati.

Kamera CCTV pengamatan di lapangan dilaporkan tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik. Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi yang tercatat dalam laporan selama 21.600 detik. Kondisi cuaca di sekitar gunungapi berawan hingga mendung, dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.

Gunung Anak Krakatau saat ini berada pada Level III (Siaga). PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

BNPB bersama PVMBG dan BPBD menekankan bahwa kewaspadaan perlu berjalan beriringan dengan ketenangan. Masyarakat, khususnya yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung, tidak perlu panik terhadap isu tsunami, namun tetap perlu mengikuti perkembangan informasi resmi. Pemerintah terus memantau aktivitas Gunung Anak Krakatau dan akan menyampaikan informasi apabila terdapat perubahan kondisi yang perlu diketahui masyarakat.

Dalam menghadapi aktivitas erupsi, BNPB menekankan tiga hal utama. 

Pertama, keselamatan masyarakat menjadi prioritas sehingga pemerintah daerah bersama unsur terkait perlu memastikan tidak ada masyarakat maupun wisatawan yang berada dalam radius bahaya. Pengawasan dan patroli di kawasan tersebut perlu terus diperkuat untuk mencegah masyarakat memasuki zona terlarang.

Kedua, kesiapsiagaan perlu ditingkatkan. Pemerintah daerah bersama BPBD dan unsur terkait diharapkan memastikan jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi serta kebutuhan dasar masyarakat siap digunakan apabila terjadi perubahan aktivitas yang membutuhkan langkah evakuasi.

Ketiga, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi setiap arahan petugas. Masyarakat tidak perlu mendekati kawasan gunungapi hanya untuk menyaksikan atau mendokumentasikan erupsi. Informasi yang belum terverifikasi, termasuk mengenai potensi tsunami, juga sebaiknya tidak disebarluaskan karena dapat menimbulkan kepanikan.

BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau. PVMBG juga akan melakukan evaluasi secara berkala maupun sewaktu-waktu apabila terdapat perubahan signifikan pada aktivitas maupun morfologi gunungapi.

Masyarakat dapat memperoleh informasi resmi mengenai aktivitas Gunung Anak Krakatau melalui Badan Geologi, PVMBG, pemerintah daerah, BNPB, serta kanal resmi kebencanaan lainnya. (***)

Meksiko Bongkar 3 Pabrik Narkoba Rahasia di Sinaloa, Sita 17 Ton Amfetamin 

EtIndonesia.com  Pada 4 September, Kementerian Keamanan Meksiko mengatakan bahwa pihaknya menyita 16,8 ton amfetamin dari sejumlah pabrik narkoba rahasia di negara bagian Sinaloa, wilayah barat laut Meksiko. 

Ini merupakan salah satu pukulan terbesar terhadap produksi narkoba sintetis sejak Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum mulai menjabat pada Oktober 2024.

Negara bagian Sinaloa merupakan salah satu basis kekuatan kartel narkoba terbesar di Meksiko.

Menurut laporan AFP, Menteri Keamanan Meksiko Omar García Harfuch mengatakan bahwa pihak berwenang menemukan tiga pabrik narkoba rahasia di kawasan pegunungan Sinaloa. Salah satu fasilitas tersebut memiliki luas sekitar 5.700 meter persegi.

Di bawah tekanan pemerintah Amerika Serikat, pemerintahan sayap kiri Meksiko yang dipimpin oleh Claudia Sheinbaum kini meningkatkan upaya pemberantasan kartel narkoba.

 Pemerintah Meksiko telah menyerahkan puluhan orang yang diduga memiliki keterkaitan dengan kartel narkoba kepada Amerika Serikat.

Rusia Bombardir Kyiv Sepanjang Waktu, Ukraina Luncurkan Operasi “Karpet” untuk Memaksa Bandara Rusia Berhenti Beroperasi

Di tengah eskalasi perang yang terus meningkat antara Rusia dan Ukraina, Presiden Rusia Vladimir Putin tiba-tiba menyatakan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih ada. Pada saat yang sama, beredar kabar bahwa utusan khusus Amerika Serikat kemungkinan akan segera melakukan perjalanan ke Moskow dan Kyiv pada akhir pekan ini untuk mendorong perundingan perdamaian.

EtIndonesia.com  Asap hitam tebal terlihat membubung dari sebuah gedung. Pada Jumat (4 September), sebuah drone Rusia menghantam gedung Dinas Keamanan Ukraina yang berada di pusat kota Kyiv. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan bahwa sasaran militer Rusia adalah kantor kepala dinas keamanan tersebut. Serangan itu menyebabkan lima orang terluka.

Selain itu, sebuah gudang di pinggiran Kyiv yang digunakan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyimpan pasokan medis juga diserang oleh pasukan Rusia. Api berkobar hebat di lokasi tersebut.

Ini merupakan hari ke-10 berturut-turut Kyiv menjadi sasaran serangan Rusia. Dalam beberapa waktu terakhir, pasukan Rusia tidak lagi membatasi serangan hanya pada malam hari, sehingga Kyiv hampir terus-menerus berada di bawah ancaman serangan udara.

“Kami sedang mengemudi sambil membicarakan urusan kami sendiri. Tiba-tiba, drone Rusia itu datang dan menabrak,” ujar Poliakova, perempuan Ukraina yang terluka (3 September 2026). 

Di sisi lain, drone Ukraina pada Jumat menyerang sebuah kawasan industri militer di Sterlitamak, Republik Bashkortostan, Rusia. Lokasi tersebut berjarak lebih dari 1.300 kilometer dari Ukraina.

Selain meningkatkan serangan jarak jauh terhadap kilang minyak Rusia, perusahaan industri pertahanan, dan gudang komersial, Zelensky juga memperingatkan pekan ini bahwa wilayah udara Rusia “semakin tidak aman”.

Di balik pernyataan tersebut terdapat rencana Ukraina untuk mengerahkan sejumlah besar drone di sekitar bandara-bandara Rusia.

Seorang pejabat militer Ukraina mengatakan kepada The Wall Street Journal bahwa tindakan tersebut bukan lagi sekadar peringatan darurat yang terjadi secara sporadis. Ukraina kini beralih ke strategi tekanan yang berkelanjutan, dengan tujuan melumpuhkan lalu lintas penerbangan sipil di wilayah Eropa Rusia.

Pejabat Ukraina bersumpah tidak akan menjadikan pesawat penumpang sebagai sasaran dan akan berupaya menghindari jatuhnya korban sipil.

Sebaliknya, rencana mereka adalah memperluas apa yang disebut sebagai “Operasi Karpet”, yaitu membuat drone berputar-putar di sekitar bandara Rusia sehingga pengendali lalu lintas udara terpaksa menghentikan sementara aktivitas lepas landas dan pendaratan pesawat.

Pihak Ukraina mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi tekanan terhadap Rusia yang dilakukan melalui berbagai cara.

Pada Agustus, akibat keberadaan drone Ukraina di sekitar wilayah udara Rusia, rata-rata 32 bandara Rusia setiap hari terpaksa ditutup sementara.

Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut ancaman Zelensky terhadap wilayah udara Rusia sebagai “deklarasi terorisme” dan mengatakan bahwa tindakan tersebut “membuat prospek perundingan damai antara kedua negara menjadi semakin rumit”.

Meskipun Putin mengatakan pada Kamis (3 September) dalam sebuah forum ekonomi bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai masih ada, hingga saat ini ia belum menunjukkan tanda-tanda yang jelas bahwa Rusia akan mengakhiri perang.

Mengenai perundingan perdamaian yang dimediasi Amerika Serikat, utusan khusus Presiden Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, diperkirakan masing-masing akan mengunjungi Moskow dan Kyiv pada akhir pekan ini.

Presiden AS Donald Trump: “Mereka melakukan pekerjaan yang sangat baik. Kami mengirim mereka ke sana untuk melihat apakah mereka bisa mencapai kesepakatan.”

Dalam wawancara, Trump kembali menyampaikan harapannya agar perang Rusia-Ukraina dapat segera berakhir.

“Mereka (Rusia dan Ukraina) kehilangan 25.000 hingga 30.000 tentara setiap bulan. Saya hanya ingin melihat situasi ini berakhir. Saya pikir kita bisa mewujudkannya,” katanya. 

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan berdasarkan berbagai sumber.

50.000 Tentara Rusia Diklaim Kacau di Zaporizhzhia, Jenderalnya Ditembak di Dekat Pangkalan Strategis!

EtIndonesia.com — Perang Rusia-Ukraina kembali memasuki fase yang semakin kompleks. Ketika serangan drone Ukraina terus memberikan tekanan terhadap wilayah Rusia, termasuk mengganggu aktivitas penerbangan dan sejumlah fasilitas jauh di belakang garis depan, perkembangan yang lebih serius juga dilaporkan terjadi di medan pertempuran.

Salah satu kawasan yang kembali menjadi sorotan adalah sektor Zaporizhzhia, Ukraina selatan. Dalam beberapa bulan terakhir, wilayah ini menjadi salah satu arena perebutan inisiatif antara pasukan Rusia dan Ukraina.

Sejumlah laporan dari kanal militer dan sumber yang mengikuti perkembangan medan perang menyebut Rusia sebelumnya telah mengonsentrasikan pasukan dalam jumlah besar untuk memperkuat operasi ofensifnya di front selatan. Namun, situasi di lapangan diklaim tidak berkembang sebagaimana yang diharapkan Moskow.

Narasi yang beredar dari sejumlah kanal militer pro-Rusia bahkan menggambarkan kondisi di beberapa bagian garis depan sebagai semakin sulit. Pasukan Ukraina disebut meningkatkan tekanan melalui kombinasi serangan infanteri, artileri, dan terutama drone.

Klaim bahwa sekitar 50.000 personel Rusia secara keseluruhan telah mundur dari Zaporizhzhia belum dapat diverifikasi secara independen. Karena itu, angka tersebut perlu diperlakukan dengan hati-hati. Akan tetapi, terdapat indikasi lebih luas bahwa pertempuran di wilayah Zaporizhzhia memang berlangsung sengit dan pasukan Ukraina telah melakukan serangkaian operasi balasan untuk menekan posisi Rusia.

Pertempuran tersebut memperlihatkan bagaimana karakter perang telah berubah. Kendaraan lapis baja, jalur logistik, radar, artileri, bahkan kelompok kecil infanteri kini terus-menerus berada di bawah ancaman drone pengintai dan drone serang.

Dalam beberapa rekaman yang beredar dari garis depan, operator Ukraina bahkan terlihat memburu drone Rusia yang masih berada di darat. Pesawat nirawak yang belum sempat diterbangkan dapat dihancurkan sebelum menjalankan misinya.

Dengan kata lain, perang drone kini tidak hanya berlangsung di udara. Drone telah berubah menjadi alat untuk memburu hampir semua sasaran yang terdeteksi di medan pertempuran.

Tekanan di Sektor Vovchansk

Perkembangan lain dilaporkan terjadi di sekitar Vovchansk, Oblast Kharkiv, dekat perbatasan Rusia.

Wilayah ini telah menjadi salah satu titik pertempuran penting sejak pasukan Rusia membuka kembali front Kharkiv pada Mei 2024. Brigade Bermotor ke-57 Ukraina termasuk salah satu unit yang lama terlibat dalam pertempuran mempertahankan kawasan tersebut.

Laporan medan tempur terbaru menyebut unsur-unsur Ukraina meningkatkan aktivitas ofensif di kawasan perbatasan. Sejumlah kelompok tempur diklaim berhasil menekan posisi Rusia dan menggunakan drone untuk menyerang kendaraan lapis baja yang beroperasi di dekat garis depan.

Namun, seperti banyak perkembangan taktis lain dalam perang Rusia-Ukraina, perubahan penguasaan wilayah dalam skala kecil sering kali sulit diverifikasi secara langsung. Garis pertempuran dapat berubah dengan cepat, sementara kedua pihak secara rutin menyampaikan klaim yang berbeda mengenai hasil operasi mereka.

Yang semakin jelas adalah peran drone dalam menentukan ritme pertempuran.

Bagi pasukan yang berada di lapangan terbuka, ancaman tidak lagi hanya datang dari artileri atau pesawat tempur. Sebuah kendaraan, antena komunikasi, posisi mortir, bahkan seorang prajurit dapat terdeteksi drone pengintai sebelum kemudian menjadi sasaran drone FPV atau artileri.

Mayor Jenderal Rusia Ditembak di Saratov

Di tengah tekanan di medan perang, sebuah peristiwa mengejutkan terjadi jauh di dalam wilayah Rusia.

Pada pagi hari Kamis, 3 September 2026, sekitar pukul 07.00 waktu setempat, seorang perwira senior Angkatan Udara Rusia ditembak di kawasan Probuzhdeniye, Distrik Engels, Oblast Saratov.

Sejumlah media Rusia dan internasional mengidentifikasi korban sebagai Mayor Jenderal Nikolai Varpakhovich, komandan Divisi Penerbangan Pembom Berat ke-22 dari cabang Penerbangan Jarak Jauh Angkatan Dirgantara Rusia.

Menurut laporan awal, seorang pria yang mengendarai sepeda motor mendekati lokasi tempat Varpakhovich berada. Pelaku kemudian melepaskan tembakan menggunakan pistol sebelum melarikan diri.

Varpakhovich dilaporkan terkena dua tembakan, masing-masing mengenai bagian kepala atau wajah serta tubuhnya. Sopirnya juga dilaporkan terluka. Sang jenderal kemudian menjalani penanganan medis darurat dan dilaporkan dipersiapkan untuk dipindahkan ke Moskow guna memperoleh perawatan lanjutan.

Komite Investigasi Rusia membuka penyelidikan kriminal atas percobaan pembunuhan tersebut. Hingga laporan awal dipublikasikan, pelaku belum ditangkap dan motif serangan juga belum diumumkan secara resmi.

Lokasi kejadian membuat kasus ini semakin mendapat perhatian.

Distrik Engels merupakan kawasan strategis karena di sana terdapat Pangkalan Udara Engels, salah satu pusat utama penerbangan strategis Rusia. Pesawat pembom jarak jauh seperti Tu-95MS dan Tu-160, yang digunakan Rusia untuk meluncurkan rudal jelajah terhadap Ukraina, beroperasi dari kawasan tersebut.

Dikaitkan dengan Serangan Rumah Sakit Anak Okhmatdyt

Nama Varpakhovich sendiri telah lama menjadi perhatian otoritas Ukraina.

Hanya beberapa hari sebelum penembakan, tepatnya 31 Agustus 2026, Dinas Keamanan Ukraina atau SBU bersama Kantor Jaksa Agung Ukraina mengumumkan tuduhan secara in absentia terhadap Varpakhovich.

Menurut penyelidikan Ukraina, Varpakhovich diduga memberikan perintah tempur untuk serangan rudal terhadap Rumah Sakit Anak Nasional Okhmatdyt di Kyiv pada 8 Juli 2024.

Ukraina menyatakan sebuah rudal jelajah udara-ke-permukaan Kh-101, yang diluncurkan dari pembom strategis Tu-95MS, menghantam kompleks rumah sakit tersebut. Ketika serangan terjadi, lebih dari 600 pasien berada di rumah sakit. Dua orang tewas, termasuk seorang dokter, sementara puluhan lainnya terluka.

Serangan itu menjadi salah satu insiden paling kontroversial sejak invasi skala penuh Rusia dimulai pada Februari 2022 karena sasaran yang terkena merupakan salah satu fasilitas medis anak terpenting di Ukraina.

Meski demikian, sampai sekarang belum terdapat bukti publik yang memastikan bahwa penembakan terhadap Varpakhovich pada 3 September dilakukan Ukraina. Kyiv juga belum mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Karena itu, hubungan antara penembakan dan tuduhan kejahatan perang yang diumumkan Ukraina beberapa hari sebelumnya masih sebatas kemungkinan yang belum terbukti.

Namun secara strategis, insiden tersebut tetap memiliki arti besar.

Jika seorang komandan penerbangan strategis Rusia benar-benar dapat menjadi sasaran serangan di kawasan yang berdekatan dengan salah satu pangkalan pembom terpenting Rusia, peristiwa itu menunjukkan bahwa ancaman terhadap personel militer senior tidak hanya berada di garis depan.

Di tengah semakin intensifnya perang drone, operasi sabotase, serangan jarak jauh, dan pertempuran darat, perang Rusia-Ukraina kini berkembang menjadi konflik yang batas geografisnya semakin sulit ditentukan.

Garis depan tetap menjadi pusat pertempuran, tetapi bagi para komandan, fasilitas militer dan infrastruktur strategis jauh di belakang medan perang, jarak dari Ukraina tampaknya tidak lagi selalu memberikan jaminan keamanan. (***)

Jauh Melampaui Ekspektasi! Lapangan Kerja AS Meledak pada Agustus, Trump Desak Penurunan Suku Bunga

EtIndonesia.com Pasar tenaga kerja Amerika Serikat kembali menunjukkan sinyal yang kuat. Pada Jumat (4 September), Departemen Tenaga Kerja AS merilis data terbaru yang menunjukkan bahwa jumlah pekerja nonpertanian pada Agustus bertambah 162.000 orang, jauh melampaui ekspektasi pasar.

Kinerja ketenagakerjaan yang kuat membuat perhatian pasar terhadap keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada September semakin meningkat, sementara ekspektasi kenaikan suku bunga kembali menguat.

Presiden Donald Trump kembali menyerukan agar suku bunga segera diturunkan. Menurutnya, perekonomian Amerika Serikat sedang kuat sehingga seharusnya mendapatkan suku bunga yang lebih rendah. Kini pasar mengamati dengan saksama keputusan yang akan diambil The Fed.

Departemen Tenaga Kerja AS pada Jumat merilis laporan ketenagakerjaan terbaru. Jumlah pekerja nonpertanian pada Agustus meningkat 162.000 orang, jauh di atas perkiraan pasar sebesar 56.000 orang. Sementara itu, tingkat pengangguran tetap berada di 4,1%, sesuai dengan ekspektasi.

Data tersebut juga menunjukkan peningkatan lapangan kerja yang cukup signifikan di sektor restoran dan jasa makanan, serta sektor pendidikan pemerintah daerah. Jumlah lapangan kerja yang bertambah pada Juni dan Juli juga direvisi naik, menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja AS masih memiliki tingkat ketahanan tertentu.

Setelah laporan ketenagakerjaan dirilis, Presiden Trump segera menyampaikan pernyataan bahwa perekonomian dan tingkat kredit Amerika Serikat kini lebih kuat dibandingkan sebelumnya. Oleh karena itu, menurut Trump, AS seharusnya menikmati tingkat suku bunga yang lebih rendah.

Trump kembali mendesak The Fed untuk menurunkan suku bunga dan mengkritik tingginya suku bunga karena menurutnya kondisi tersebut membuat Amerika Serikat berada dalam posisi yang kurang menguntungkan dalam persaingan internasional.

Namun, karena jumlah lapangan kerja baru jauh melampaui perkiraan, investor menilai The Fed memiliki ruang yang lebih besar untuk memusatkan kebijakannya pada pengendalian inflasi.

Terlebih lagi, Ketua The Fed Wash telah menyatakan bahwa pengendalian tekanan harga merupakan prioritas utamanya.

Setelah data ketenagakerjaan diumumkan, ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed pada September semakin meningkat. Probabilitas kenaikan suku bunga naik dari 55% menjadi sekitar 65%.

Meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga juga memberikan tekanan terhadap pasar saham AS. Pada perdagangan Jumat:

  • Dow Jones Industrial Average sempat turun 0,33%;
  • S&P 500 turun 0,16%;
  • Nasdaq Composite turun tipis 0,04%.

Para analis mengatakan bahwa jika pasar tenaga kerja terus menunjukkan kekuatan dalam beberapa bulan mendatang dan hal tersebut semakin mendorong kenaikan upah, kekhawatiran The Fed terhadap tekanan inflasi dapat meningkat.

Pasar selanjutnya akan mencermati data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) yang akan dirilis pekan depan.

Kedua indikator pengukur inflasi tersebut kemungkinan akan menjadi salah satu dasar penting bagi keputusan The Fed mengenai suku bunga pada September.

Reporter NTD Television, Liu Jiajia

Mahasiswi Tiongkok di Korea Selatan Dibunuh dan Dimutilasi, Seorang Dosen Warga Negara Tiongkok Ungkap Motif Pembunuhan

Seorang mahasiswi pascasarjana asal Tiongkok ditemukan menjadi korban pembunuhan di Korea Selatan. Tersangka merupakan seorang dosen berkewarganegaraan Tiongkok. Ia mengaku membunuh korban karena takut korban melaporkan hubungan “asmara antara dosen dan mahasiswa” mereka kepada pihak kampus.

Setelah membunuh korban, tersangka memutilasi jenazahnya dan membuang bagian-bagian tubuh tersebut di lima lokasi berbeda. Ia bahkan mengenakan pakaian perempuan untuk menciptakan kesan seolah-olah korban masih hidup dan membuat penyamaran.

EtIndonesia.com Pada 4 September, kepolisian Korea Selatan mengumumkan bahwa Zheng Changsheng 31 tahun, seorang dosen universitas berkewarganegaraan Tiongkok, telah diserahkan kepada jaksa. Ia didakwa atas sejumlah tindak pidana, termasuk pembunuhan, perusakan dan pembuangan serta penyembunyian jenazah, dan mengganggu pelaksanaan tugas aparat dengan cara menipu.

Menurut laporan Yonhap News Agency, Zheng Changsheng diduga membunuh seorang mahasiswi pascasarjana asal Tiongkok berusia 25 tahun sekitar pukul 06.00 pada 20 Agustus di kediamannya di Kota Gyeongsan, Provinsi Gyeongsangbuk-do, kemudian memutilasi jenazahnya.

Kepolisian Korea Selatan telah menyerahkan Zheng kepada kejaksaan dan sekaligus mengumumkan hasil penyelidikan.

Zheng Changsheng mengaku bahwa dirinya dan korban memiliki hubungan asmara. Sebelum kejadian, mereka bertengkar karena masalah hubungan.

“Saya membunuhnya karena saat bertengkar dia mengatakan akan memberitahukan hubungan kami kepada pihak kampus. Saya takut kehilangan pekerjaan.”

Karena korban telah meninggal dan tidak dapat memberikan kesaksian, polisi mengatakan penyelidikan terutama mengandalkan pemeriksaan forensik dan hasil tes poligraf. Berdasarkan bukti yang tersedia, polisi menilai ada kemungkinan kuat bahwa keduanya memang pernah menjalin hubungan asmara.

Zheng Changsheng, seorang dosen asal Tiongkok di sebuah universitas di Korea Selatan, telah ditahan atas dugaan pembunuhan dan mutilasi terhadap seorang mahasiswi pascasarjana asal Tiongkok yang sebelumnya pernah mengikuti mata kuliahnya. (Kepolisian Provinsi Gyeongsangbuk-do, Korea Selatan)

Menurut informasi kepolisian, korban berkuliah di program pascasarjana Daegu Catholic University. Ia sebenarnya telah lulus dan kembali ke Tiongkok, tetapi kembali ke Korea Selatan pada 14 Agustus untuk menghadiri upacara wisuda. Sehari sebelum upacara tersebut, keluarganya kehilangan kontak dengannya.

Zheng mengajar di program pascasarjana tempat korban berkuliah, dan korban pernah mengikuti kelas yang diajarkannya.

Pada pagi hari kejadian, Zheng diduga mencekik korban hingga tewas di kediamannya. Setelah itu, ia memutilasi jenazah dan membuang bagian-bagian tubuh korban di lima lokasi berbeda, yaitu di Gyeongsan, Gyeongju, Sangju, Daegu, dan Gunpo di Provinsi Gyeonggi.

Lokasi pembuangan tersebut antara lain tempat pembuangan sampah, kawasan hutan, dan tepi sungai. Sebagian sisa jenazah juga disembunyikan di kediaman Zheng. Polisi masih terus mencari beberapa bagian tubuh korban yang belum ditemukan.

Penyidik juga menduga Zheng Changsheng membuat laporan orang hilang palsu untuk menciptakan kesan bahwa korban menghilang.

Polisi mengatakan bahwa setelah melakukan pembunuhan, Zheng juga mengenakan pakaian perempuan dan membawa ponsel milik korban ke Stasiun Dongdaegu untuk memalsukan jejak keberadaan korban.

Kepolisian menyatakan akan terus menyelidiki apakah Zheng Changsheng pernah terlibat dalam tindak pidana lainnya selama bekerja sebagai dosen.

Zelenskyy Buktikan Ancamannya! Ratusan Drone Serbu Moskow, Bandara Rusia Langsung Kacau

EtIndonesia.com  Ada pepatah Tiongkok yang kurang lebih mengatakan, “Tiga puluh tahun di sebelah timur sungai, tiga puluh tahun kemudian keadaan dapat berbalik ke sebelah barat.” Ungkapan tersebut seolah menggambarkan perubahan situasi dalam perang Rusia-Ukraina yang kini telah berlangsung lebih dari empat tahun.

Ketika Rusia melancarkan invasi skala penuh terhadap Ukraina pada 24 Februari 2022, Presiden Vladimir Putin pernah memperingatkan negara lain agar tidak mencoba memberlakukan zona larangan terbang di Ukraina. Moskow bahkan menyatakan bahwa langkah semacam itu akan dianggap sebagai keterlibatan langsung dalam konflik.

Namun, memasuki September 2026, situasi yang berkembang justru memperlihatkan gambaran berbeda. Ukraina kini berusaha menggunakan kemampuan drone jarak jauhnya untuk menciptakan tekanan terhadap penerbangan sipil Rusia, terutama di sekitar Moskow.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, pada 1 September 2026, secara terbuka memperingatkan maskapai penerbangan, perusahaan asuransi, dan pemerintah asing bahwa meningkatnya aktivitas drone Ukraina membuat wilayah udara Rusia semakin berisiko.

Zelenskyy menegaskan Ukraina tidak menargetkan pesawat sipil. Namun, menurutnya, skala operasi drone Ukraina di wilayah Rusia telah mencapai tingkat yang harus diperhitungkan oleh perusahaan penerbangan internasional.

Pesannya cukup jelas: perang yang dimulai Rusia kini, menurut Kyiv, mulai memberikan konsekuensi langsung terhadap keamanan dan kelancaran penerbangan di wilayah Rusia sendiri.

Bandara Moskow Mulai Mengalami Gangguan Besar

Peringatan tersebut ternyata disusul oleh gangguan serius terhadap lalu lintas udara Rusia.

Pada 2 hingga 3 September 2026, serangan drone Ukraina kembali memicu pembatasan penerbangan di kawasan Moskow. Otoritas Rusia menerapkan pembatasan sementara terhadap kedatangan dan keberangkatan pesawat di sejumlah bandara utama untuk menjaga keselamatan penerbangan.

Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin melaporkan bahwa ratusan drone bergerak menuju wilayah Moskow dalam rangkaian serangan tersebut. Menurut angka yang dipublikasikan otoritas Moskow, antara pagi 2 September hingga siang 3 September, ratusan drone terdeteksi menuju kawasan Moskow dan lebih dari seratus di antaranya dihancurkan ketika mendekati ibu kota.

Angka tersebut berasal dari pihak Rusia dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Namun satu hal yang terlihat jelas adalah dampaknya terhadap penerbangan sipil.

Data penerbangan menunjukkan bahwa Bandara Internasional Sheremetyevo mengalami sedikitnya 21 pembatalan dan 235 keterlambatan penerbangan, sedangkan Bandara Vnukovo mencatat sekitar 22 pembatalan dan 94 keterlambatan.

Dengan demikian, hanya di dua bandara tersebut terdapat sedikitnya 43 penerbangan dibatalkan dan 329 penerbangan mengalami keterlambatan.

Situasi tersebut menjadi gambaran bagaimana drone berbiaya relatif murah dapat menghasilkan efek yang jauh lebih luas daripada kerusakan fisik semata. Bahkan ketika drone berhasil ditembak jatuh, keberadaannya tetap dapat memaksa otoritas penerbangan menghentikan sementara operasi bandara demi mencegah risiko terhadap pesawat penumpang.

Pesawat Pegasus Dilaporkan Putar Balik

Dampak serangan dan peringatan keamanan tersebut juga mulai dirasakan maskapai asing yang masih terbang menuju Rusia.

Maskapai berbiaya rendah asal Turki, Pegasus Airlines, membatalkan sejumlah penerbangan Rusia yang dijadwalkan pada malam 1 hingga 2 September 2026, dengan alasan teknis dan operasional.

Laporan berdasarkan data pelacakan penerbangan juga menyebut beberapa pesawat Pegasus yang sedang menuju Moskow berbalik sebelum mencapai Rusia.

Di antaranya adalah penerbangan dari Antalya dan Izmir menuju Moskow. Namun Pegasus sendiri tidak secara resmi menyatakan bahwa keputusan tersebut diambil karena peringatan Zelenskyy atau ancaman drone Ukraina.

Perusahaan hanya menyebut adanya pertimbangan teknis dan operasional, dan kemudian mengatakan penerbangan berikutnya kembali dijalankan sesuai jadwal.

Perkembangan ini tetap memiliki arti strategis.

Sebagian besar maskapai Amerika Serikat dan Eropa telah berhenti menggunakan wilayah udara Rusia sejak pecahnya perang pada 2022. Namun, maskapai dari sejumlah negara seperti Turki, Tiongkok, Uni Emirat Arab dan negara-negara Teluk masih menggunakan jalur udara Rusia.

Jika serangan drone semakin sering memaksa penutupan sementara bandara, perusahaan penerbangan dan perusahaan asuransi kemungkinan harus memasukkan risiko perang yang semakin besar dalam perhitungan operasional mereka.

Dengan kata lain, Ukraina tampaknya mencoba menciptakan tekanan ekonomi dan psikologis tanpa harus secara resmi memberlakukan “zona larangan terbang”.

Ukraina Membawa Masalah Keselamatan Penerbangan Rusia ke ICAO

Kyiv kemudian membawa persoalan tersebut ke tingkat internasional.

Pada 2 September 2026, Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha mengatakan pemerintahnya secara resmi telah memberi tahu Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO bahwa Ukraina menilai wilayah udara Rusia tidak aman bagi penerbangan sipil.

Ukraina memiliki argumen historis yang sangat sensitif untuk memperkuat peringatannya.

Pada 25 Desember 2024, pesawat Azerbaijan Airlines penerbangan J2-8243, yang terbang dari Baku menuju Grozny, mengalami kerusakan serius ketika mendekati wilayah Rusia sebelum akhirnya jatuh di dekat Aktau, Kazakhstan.

Dari 67 orang di dalam pesawat, 38 orang tewas.

Insiden tersebut kemudian menjadi salah satu contoh paling serius mengenai bahaya penerbangan sipil ketika drone dan sistem pertahanan udara beroperasi secara bersamaan di wilayah konflik.

Karena itu, bagi Kyiv, persoalannya bukan hanya bagaimana menyerang sasaran Rusia, tetapi juga bagaimana membuat maskapai internasional mempertimbangkan kembali risiko memasuki wilayah udara negara tersebut.

Strategi Baru: Melumpuhkan Penerbangan Tanpa Menghancurkan Bandara?

Di tengah perkembangan tersebut, beredar pula klaim mengenai kemungkinan Ukraina meningkatkan operasi drone otonom berbasis kecerdasan buatan untuk mengganggu bandara-bandara Rusia dalam skala jauh lebih besar.

Salah satu narasi yang beredar menyebut sebuah rencana bernama “Operation Jelly Bean”, yang diklaim dapat melibatkan hingga sekitar 1.000 drone berbasis kecerdasan buatan per hari.

Namun hingga 4 September 2026, klaim mengenai nama operasi, jumlah 1.000 drone per hari, dan rincian teknis tersebut belum memiliki konfirmasi publik yang cukup kuat dari pemerintah Ukraina maupun sumber independen terpercaya. Karena itu, informasi tersebut harus diperlakukan sebagai klaim yang belum terverifikasi, bukan sebagai operasi militer yang telah dipastikan berlangsung.

Yang sudah dapat dikonfirmasi adalah arah strategi Ukraina.

Zelenskyy secara terbuka memperingatkan bahwa semakin banyak drone Ukraina akan berada di langit Rusia. Sementara itu, gangguan penerbangan pada awal September memperlihatkan bahwa ancaman drone saja sudah cukup untuk memaksa bandara membatasi operasi, menunda ratusan penerbangan, dan membuat sebagian maskapai asing meninjau kembali jadwal mereka.

Inilah salah satu bentuk baru perang modern.

Ukraina tidak perlu menghancurkan seluruh landasan pacu Moskow untuk menghasilkan dampak besar. Jika drone terus bermunculan dan sistem pertahanan udara Rusia terus diaktifkan di sekitar jalur penerbangan sipil, maskapai serta perusahaan asuransi dengan sendirinya akan menghadapi keputusan sulit: tetap terbang dan menerima risiko yang semakin tinggi, atau mengurangi operasi ke Rusia.

Empat tahun setelah perang besar dimulai, pertempuran Rusia-Ukraina dengan demikian tidak lagi hanya berlangsung di parit dan garis depan.

Pertempuran kini merambah jauh ke belakang wilayah Rusia—ke pusat logistik, fasilitas energi, hingga jaringan transportasi udara yang menghubungkan Moskow dengan dunia.

Dan apabila Ukraina mampu mempertahankan tekanan tersebut dalam jangka panjang, persoalan yang dihadapi Kremlin bukan lagi sekadar berapa banyak drone yang berhasil ditembak jatuh, melainkan seberapa besar biaya ekonomi, keamanan, dan psikologis yang harus ditanggung Rusia setiap kali drone-drone itu muncul di langit ibu kotanya. (***)