Serangan Rusia di Ukraina Menewaskan 12 Orang, Menargetkan Kereta Penumpang

EtIndonesia. Pasukan Rusia di Ukraina menewaskan 12 orang dan menyerang infrastruktur energi serta sebuah kereta penumpang pada Selasa malam, kata pihak berwenang, beberapa hari setelah para negosiator dari kedua belah pihak mengadakan pembicaraan langsung yang bertujuan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung hampir empat tahun.

Di wilayah Kharkiv timur laut, sebuah drone menghantam gerbong kereta yang mengangkut hampir 200 penumpang, menewaskan sedikitnya lima orang, Perdana Menteri Ukraina ,Yulia Svyrydenko mengunggah di X.

“Tidak ada dan tidak mungkin ada pembenaran militer untuk membunuh warga sipil di dalam gerbong kereta,” kata Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy di Telegram.

Jaksa mengunggah gambar gerbong yang terbakar di media sosial, yang kemudian dipadamkan oleh layanan darurat regional.

Serangan lebih dari 50 drone Rusia menewaskan tiga orang dan melukai lebih dari 30 orang di Kota Odesa selatan, kata pejabat regional.

Kota di Laut Hitam yang penting bagi ekspor Ukraina ini telah berulang kali dihantam oleh pasukan Rusia.

Gubernur regional Oleg Kiper mengatakan seorang wanita, yang sedang hamil 39 minggu, dan dua anak perempuan termasuk di antara korban luka.

Seorang jurnalis AFP di lokasi kejadian melihat fasad bangunan perumahan yang runtuh dan para pekerja penyelamat mencari korban di reruntuhan.

Zelenskyy mengatakan pemboman tersebut merusak upaya perdamaian dan mendesak sekutu untuk meningkatkan tekanan pada Moskow untuk mengakhiri perang.

“Setiap serangan Rusia seperti itu mengikis diplomasi yang masih berlangsung dan merusak upaya para mitra yang membantu mengakhiri perang ini,” tulisnya di media sosial.

Serangan mematikan terhadap infrastruktur energi yang menyebabkan banyak warga Ukraina tanpa listrik di tengah suhu beku terus berlanjut sejak para negosiator Rusia dan Ukraina bertemu di Uni Emirat Arab pekan lalu untuk pembicaraan yang dimediasi AS yang bertujuan untuk mengakhiri konflik.

Putaran selanjutnya diperkirakan akan berlangsung pada 1 Februari, menurut Zelenskyy.

Jutaan Orang Tanpa Listrik

Perusahaan energi swasta Ukraina DTEK mengatakan pasukan Rusia telah menimbulkan kerusakan “sangat besar” pada salah satu fasilitasnya di wilayah Odesa semalam.

Kiper mengatakan puluhan bangunan tempat tinggal, sebuah gereja, taman kanak-kanak, dan sekolah telah rusak akibat serangan tersebut.

Sepasang suami istri berusia 45 dan 48 tahun tewas di Sloviansk di wilayah Donetsk timur, yang diklaim Kremlin telah dianeksasi. Putra mereka yang berusia 20 tahun selamat dari serangan itu, kata jaksa setempat.

Di wilayah selatan Zaporizhzhia, seorang pria berusia 58 tahun tewas dalam serangan pesawat tak berawak. Seorang wanita berusia 72 tahun tewas di rumahnya akibat penembakan Rusia di wilayah Kherson selatan.

Serangan pesawat tak berawak dan rudal Rusia telah melumpuhkan listrik, penerangan, dan pemanas bagi jutaan warga Ukraina di seluruh negeri.

Angkatan udara Ukraina mengatakan Rusia telah meluncurkan 165 pesawat tak berawak serang semalam, dan para pejabat mengatakan sebuah fasilitas infrastruktur di wilayah Lviv barat telah terkena serangan.

Perusahaan gas negara Naftogaz mengatakan serangan itu telah menyebabkan salah satu fasilitasnya terbakar di Ukraina barat, dan menggambarkannya sebagai serangan kelima jenis ini bulan ini.

Pasukan Rusia perlahan-lahan maju di sepanjang garis depan. Kementerian pertahanan Rusia mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka telah merebut dua desa lagi di wilayah Zaporizhzhia dan Kharkiv. (yn)

Untuk Kedua Kalinya Tahun Ini, Korea Utara Luncurkan Dua Objek yang Diduga Rudal Balistik

Pemerintah Jepang menyatakan bahwa Korea Utara pada Selasa (27/1/2026) meluncurkan dua objek yang diduga sebagai rudal balistik ke arah Laut Jepang (disebut Laut Timur oleh Korea Selatan). Sementara itu, militer Korea Selatan menyebutkan bahwa Korea Utara meluncurkan setidaknya satu proyektil tak dikenal ke arah Laut Timur.

EtIndonesia. Kantor Berita Jiji Press Jepang, mengutip sumber dari Kementerian Pertahanan Jepang, melaporkan bahwa kedua objek tersebut jatuh di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Jepang.

Menurut laporan Kantor Berita Yonhap Korea Selatan, berdasarkan keterangan Kepala Staf Gabungan Korea Selatan, Korea Utara hari ini meluncurkan proyektil dengan jenis yang belum diketahui ke perairan timur. Saat ini pihak militer Korea Selatan masih menganalisis parameter spesifik serta jarak terbangnya.

Diketahui, objek yang diluncurkan Korea Utara tersebut kemungkinan merupakan rudal balistik. Jika dikonfirmasi, ini akan menjadi peluncuran rudal balistik kedua Korea Utara sepanjang tahun ini. (Hui)

Semangkuk Sup

EtIndonesia. Sauron baru saja kembali dari luar negeri. Suatu hari, dia diundang menghadiri sebuah jamuan makan dan dijadwalkan menjadi pembicara utama selama tiga puluh menit di tengah acara. Karena belum begitu mengenal jalan-jalan di Taipei, dia tiba terlalu awal dan turun dari kendaraan di sekitar lokasi acara, lalu berjalan-jalan santai di sekitarnya.

Ketika dia melewati sebuah kios yang menjual makanan kotak, dia berniat berhenti sejenak untuk melihat-lihat. Tiba-tiba, dari dalam toko berlari keluar seorang gadis bertubuh besar, berambut panjang, mengenakan celana jins, dan menabraknya dengan keras.

Kantong plastik yang dibawa gadis itu pun menghantam tubuh Sauron. Sebuah mangkuk plastik berisi sup di dalamnya terlepas, tutupnya terbuka, dan semangkuk sup asam pedas tumpah seluruhnya ke celana jas Sauron. Bukan hanya membuat kakinya tersiram panas, tetapi juga merusak celananya.

Kejadian itu begitu mendadak hingga Sauron benar-benar terkejut. Dia belum sempat bereaksi, hanya berdiri terpaku.

Namun ketika melihat celana jas barunya yang berwarna terang kini penuh noda, mau tak mau dia merasa sayang dan kecewa.

Gadis itu pun terdiam sejenak. Wajahnya memerah. Dia terus-menerus meminta maaf sambil tergesa-gesa mengeluarkan tisu dari tas selempangnya, hendak membersihkan celana Sauron.

Sauron mengangkat tangan menghentikannya sambil berkata : “Tidak apa-apa, tidak apa-apa.”

Gadis itu bertanya cemas: “Lalu bagaimana?”

Sauron menjawab: “Saya akan mengatasinya sendiri.”

Dengan wajah gelisah, gadis itu berkata : “Pak, tolong maafkan saya, ya? Saya harus mengejar ujian. Saya belum makan siang, jadi saya membeli makanan kotak untuk dimakan di luar ruang ujian. Sekarang tinggal kurang dari dua puluh menit, saya hampir terlambat. Bolehkah Bapak memberi saya kartu nama, supaya besok saya bisa mencari cara untuk mengganti kerugian? Untuk sekarang, bolehkah saya pergi dulu?”

Sauron berkata:  “Kalau begitu, cepatlah pergi. Ujian itu penting.”

Gadis itu mengulurkan tangan: “Kartu nama Bapak?”

Sauron tersenyum dan berkata: “Sudahlah, sudahlah. Kamu cepat pergi saja.”

Gadis itu mengucapkan terima kasih berkali-kali, lalu berlari pergi sambil membawa kantong plastik yang kini hanya berisi satu kotak makan. Rambut panjangnya berkibar tertiup angin.

Sauron menepuk-nepuk sisa makanan yang menempel di celananya. Dengan celana yang masih basah, dia memanggil taksi, pulang untuk berganti pakaian, lalu kembali ke lokasi jamuan dan berhasil menyampaikan pidatonya dengan lancar.

Sebulan kemudian, Sauron hendak pergi ke Kaohsiung untuk menghadiri rapat. Karena terlalu sibuk, dia tidak sempat memesan tiket pesawat lebih awal dan berencana membelinya langsung di bandara. Namun setibanya di sana, dia mendapati bahwa penerbangan yang ingin ia naiki sudah penuh.

Dengan cemas, dia berkata kepada petugas loket maskapai—seorang wanita berseragam dengan rambut panjang:  “Apa yang harus saya lakukan? Satu setengah jam lagi saya harus sudah berada di Kaohsiung untuk rapat.”

Petugas tiket itu berkata dengan tenang: “Bapak jangan khawatir. Saya akan membantu mencarikan jalan.”

Dia menelepon dua kali. Pada panggilan kedua, dia mengucapkan terima kasih ke arah telepon, lalu tersenyum kepada Sauron dan berkata: “Maskapai di seberang sana masih punya satu kursi kosong. Pesawatnya berangkat dua puluh menit lagi. Silakan ke sana untuk membeli tiket. Bapak pasti sempat.”

Sauron sangat berterima kasih. Dia menyampaikan terima kasih dengan sungguh-sungguh, lalu bercanda: “Kalau bukan karena bantuan Anda, saya harus terbang sendiri ke sana.”

Petugas tiket itu pun tertawa, lalu berdiri dan berkata: “Pak, mungkin Bapak sudah lupa dengan saya. Saya adalah gadis yang sebulan lalu menumpahkan semangkuk sup asam pedas ke seluruh celana Bapak. Kalau hari itu Bapak tidak bermurah hati membiarkan saya pergi, saya pasti akan terlambat dan gagal mengikuti ujian.”

Sauron terkejut sekaligus gembira :  “Lalu, apakah kamu lulus ujian itu?”

Petugas tiket itu tersenyum dan menjawab: “Ujian yang saya ikuti adalah untuk menjadi petugas tiket di maskapai ini.”

Bisikan Hati – Memaafkan

Memaafkan kesalahan orang lain disebut “pengampunan”. Pengampunan bukanlah hal yang mudah; hanya orang yang berhati lapang yang mampu melakukannya.

Orang yang berhati lapang memahami bahwa setiap manusia pasti pernah berbuat salah—termasuk dirinya sendiri.

Saat kita melakukan kesalahan, penyesalan dan rasa bersalah sering muncul di hati. Kita berharap orang lain mau memaafkan kita dan memberi kesempatan untuk memperbaiki diri. Jika kita menginginkan pengampunan seperti itu, bukankah orang lain pun memiliki harapan yang sama?

Bila kita mampu menempatkan diri pada perasaan orang lain—merasakan kerinduan mereka akan pengampunan—kita akan memahami makna dan nilai sejati dari memaafkan.

Pengampunan bukan hanya menghapus penyesalan dan kegelisahan di hati orang yang berbuat salah, tetapi juga membuka jalan bagi perbaikan.

Ada seorang anak laki-laki berusia sembilan tahun. Suatu hari, dia tidak sengaja memecahkan sebuah patung Avalokitesvara dari batu giok putih setinggi belasan sentimeter di ruang kerja pamannya. Dia sangat ketakutan dan menyesal, karena dia tahu patung itu adalah benda kesayangan pamannya.

Sambil menangis dan dengan suara gemetar, dia meminta maaf.

Namun pamannya berkata dengan lembut:  “Tidak apa-apa, tidak apa-apa. Itu hanya sebuah patung. Nanti kita masih bisa menemukan yang lebih baik. Jangan bersedih.”

Anak itu sangat bersyukur atas pengampunan pamannya. Hatinya menjadi tenang, dan dia tetap bisa menjalani hari-harinya dengan gembira. Sejak saat itu, dia pun memiliki kebiasaan mengunjungi toko barang antik dan toko giok untuk mengagumi patung-patung Avalokitesvara.

Ketika dia berusia tiga puluh sembilan tahun, dia menghadiahkan sebuah patung Avalokitesvara yang sangat indah kepada pamannya yang genap berusia enam puluh tahun, sebagai hadiah ulang tahun.

Pengampunan lahir dari niat baik.  Dan niat baik itulah yang membangun dunia yang indah dan penuh kebaikan.

Hikmah cerita:

Niat baik ibarat sebuah bola. Ketika kita melemparkannya keluar dari tangan kita, suatu hari dia akan memantul kembali dari dinding lain dan kembali kepada kita. Bersikap lapang dan penuh pengertian kepada orang lain sejatinya adalah cara kita menabung kebaikan bagi diri sendiri.(jhn/yn)

Berita Eksklusif dari Orang Dalam : Jenderal Zhang Youxia Dibawa Pergi di Tempat Saat Mengikuti Rapat Internal di Gedung Delapan Satu (Bayi Dàlóu) di Beijing 

Belakangan ini, Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jenderal Zhang Youxia dan sejumlah pihak lainnya secara resmi diumumkan “sedang menjalani penyelidikan”. Sumber di Beijing mengungkapkan bahwa Zhang Youxia dibawa pergi di tempat sebelum menghadiri sebuah rapat internal di Gedung Delapan Satu (Bayi Dàlóu), markas besar Komisi Militer Pusat di Beijing.  Dinamakan Delapan Satu” merujuk 1 Agustus sebagai hari berdirinya PLA. Saat itu, pengamanan di lokasi telah disesuaikan terlebih dahulu. Zhang Youxia tidak melakukan perlawanan,  hingga kini media resmi PKT belum mengungkap rincian kejadian tersebut

EtIndonesia. Seorang sumber yang mengetahui kejadian penangkapan Jenderal Zhang Youxia mengatakan kepada Epoch Times edisi bahasa mandarin bahwa pengamanan di lokasi telah dikerahkan sebelumnya. Zhang Youxia tidak membawa senjata, dan pengawal pribadinya tidak diizinkan memasuki ruang rapat. 

Sumber tersebut menyebutkan bahwa pengawal Zhang telah mengalami penyesuaian oleh pihak berwenang beberapa bulan sebelumnya. Pada hari kejadian, pos penjagaan di pintu masuk rapat meminta para pengawal tetap berada di luar, meskipun mereka bersenjata api.

Menurut informasi tersebut, saat Zhang Youxia dibawa pergi, sempat terjadi kontak fisik singkat antara petugas di lokasi dan pengawalnya. Namun Zhang Youxia sendiri tidak melawan dan kemudian segera dibawa meninggalkan lokasi. Klaim ini belum dikonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang PKT.

Laporan terbuka menunjukkan bahwa kemunculan publik terakhir Zhang Youxia adalah pada 12 Januari, saat menghadiri Sidang Pleno Kelima Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKT. 

Pada hari itu, Zhang Youxia dan anggota Komisi Militer Pusat Liu Zhenli sama-sama hadir. Setelah itu, keduanya tidak lagi muncul dalam laporan resmi. Enam hari kemudian, Zhang Youxia dan Liu Zhenli dilaporkan ditangkap.

BACA JUGA : Jenderal Zhang Youxia Sedang Diselidiki: Kekacauan di Zhongnanhai, Semua orang Hidup Dalam Ketakutan

BACA JUGA : Zhongnanhai Sedang Dilanda Kekacauan, Hasil Perebutan Kekuasaan antara Xi Jinping dan Zhang Youxia Memicu Spekulasi dari Berbagai Pihak

BACA JUGA : Video Suasana Mencekam Menyelimuti Beijing; Langkah-langkah Keamanan Diperketat di Zhongnanhai dan Lapangan Tiananmen 

Setelah Pengumuman Penangkapan Zhang Youxia, Beijing Dijaga Ketat “Setiap Beberapa Langkah Ada Pos”

Sumber lain yang mengetahui situasi tersebut mengatakan bahwa penyelidikan rahasia terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli telah berlangsung selama beberapa bulan.

 Ketika tingkat Komite Tetap Politbiro PKT memutuskan untuk mengambil tindakan penangkapan, pihak internal telah menilai bahwa perilaku keduanya menyentuh persoalan politik serius, dan secara internal diklasifikasikan sebagai “menyimpang dari pusat dan terlibat dalam aktivitas pemecahan”.

Sejumlah warga Beijing juga menyampaikan kepada wartawan bahwa setelah pengumuman tindakan terhadap Zhang Youxia, tingkat pengamanan di pusat kota Beijing dan jalur keluar-masuk utama meningkat tajam. 

BACA JUGA : Tersiar Kabar Partai Komunis Tiongkok Tutup Gerak Seluruh Zona Militer, Pembersihan Besar-Besaran Picu Guncangan

BACA JUGA : Jenderal Zhang Youxia dan Liu Zhenli Diselidiki, Pakar: Kekacauan Internal Militer Tak Terelakkan

Seorang warga mengatakan bahwa sepanjang Jalan Chang’an, dari Stasiun Beijing hingga Xidan, penjagaan diperketat, dan polisi terlihat memeriksa kartu identitas di jalan serta di dalam stasiun metro.

Seorang warga Beijing bermarga Shi mengatakan bahwa suasana keamanan di kota belakangan ini jelas semakin ketat.

“Pada hari Minggu saya berjalan dari Dongdan ke Stasiun Beijing. Sepanjang jalan hampir seperti ‘setiap beberapa langkah ada pos, setiap jarak pendek ada penjaga’. Arus orang dan kendaraan juga lebih sedikit dari biasanya, dan suasananya terasa tegang,” ujarnya.

Tentara Bersenjata Dikerahkan di Sejumlah Ruas Jalan Beijing

Shi juga menyebutkan bahwa ia memperhatikan sejumlah pejabat tinggi PKT tidak muncul di depan publik dalam beberapa waktu terakhir.

 “Mereka sedang melakukan apa, sebenarnya pihak luar juga tidak tahu,” katanya.

Warga lain melaporkan bahwa di beberapa ruas jalan menuju arah Changping, terlihat tentara bersenjata berjaga di pos-pos keamanan. Perubahan ini menarik perhatian sebagian warga, namun belum terjadi penutupan lalu lintas besar-besaran atau gangguan perjalanan yang signifikan.

Sejumlah pengguna internet melaporkan pada 26 Januari di media sosial bahwa pada Minggu (25 Januari) dan Senin pagi (26 Januari), beberapa komunitas melakukan pemeriksaan terpusat terhadap data penduduk sewaan. Di dalam metro, terlihat polisi memeriksa kartu identitas serta anjing polisi berpatroli di area stasiun. 

Para pengunggah menyebutkan bahwa lalu lintas dan mobilitas pada hari itu relatif normal, tanpa dampak besar pada waktu perjalanan. Namun ada pula netizen yang menyatakan bahwa kepadatan personel keamanan di metro dan lingkungan permukiman meningkat nyata dalam dua hari terakhir.

Cara Penyampaian Informasi Resmi Picu Perhatian

Dalam hal penyampaian informasi resmi, cara penanganan kasus ini juga menarik perhatian publik. Seorang akademisi Beijing bermarga Chen mengatakan kepada wartawan bahwa di situs resmi Komisi Pusat Inspeksi Disiplin PKT, CCTV “Xinwen Lianbo”, dan People’s Daily, pemberitaan terkait penyelidikan Zhang Youxia terlihat relatif minim.

 “Iklan berita CCTV menyiarkan kabar ini sekali pada siang hari, namun tidak disebutkan lagi pada siaran malam Xinwen Lianbo. Laporan di People’s Daily dimuat di halaman dalam (halaman 4), dan beberapa halaman publik tampak telah disesuaikan,” katanya.

Daftar Pimpinan Tidak Berubah, Timbulkan Pertanyaan

Chen menyatakan bahwa di situs resmi PKT, nama Zhang Youxia masih tercantum sebagai anggota Politbiro, dan dalam daftar anggota Komisi Militer Pusat, nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli juga masih ada.

“Dalam situasi di mana penyelidikan sudah diumumkan, kondisi seperti ini terbilang jarang, dan memunculkan lebih banyak pertanyaan tentang bagaimana pimpinan PKT akan menangani kasus Zhang dan Liu,” ujarnya.

Wartawan kemudian mengakses situs-situs resmi terkait dan memverifikasi keterangan tersebut. Chen juga mengatakan bahwa sejumlah orang dalam sistem, termasuk pejabat tinggi yang ia kenal, belum dapat memberikan penilaian yang jelas dan konsisten.
“Tak seorang pun benar-benar tahu. Situasi internal sangat kompleks,” katanya. Ia menilai bahwa kekacauan informasi saat ini mungkin mencerminkan bahwa elite masih berada dalam tahap penyesuaian kekuasaan yang belum sepenuhnya jelas.

Perubahan Personel Militer Bisa Menyeret Rantai Jabatan yang Panjang

Seorang sumber yang dekat dengan militer menganalisis dari sudut struktur internal bahwa perubahan mendadak pada personel militer tingkat tinggi di Beijing ini sangat signifikan, dan menunjukkan bahwa rezim PKT sedang berada dalam masa transisi yang krusial.

“Ini bukan transisi yang baik, bukan menuju arah yang lebih terbuka, melainkan kemunduran yang jelas. Gelombang pembersihan terhadap militer kemungkinan akan segera dimulai,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa Zhang Youxia dan Liu Zhenli telah lama menjabat dan berada di level tinggi, sehingga dampak personelnya tidak terbatas pada beberapa posisi puncak, melainkan melalui mekanisme promosi dan rekomendasi jangka panjang, menjalar ke banyak tingkatan di bawahnya.

“Ini bukan sekadar mengganti beberapa orang. Satu rantai personel bisa terseret. Perwira mulai dari tingkat batalion ke atas mungkin akan diganti,” ujarnya.

Menurutnya, penanganan terpusat terhadap pimpinan Komisi Militer Pusat pasti akan berdampak berkelanjutan pada perwira menengah dan atas di militer.

 “Banyak orang mungkin tidak bekerja langsung dengan mereka, tetapi dalam riwayat jabatan, sulit untuk tidak terkait. Begitu penilaian politik berubah, orang-orang di bawahnya akan ikut terdampak, setidaknya dalam penilaian karier,” katanya.

Ia menambahkan bahwa ketidakpastian personel dari atas ke bawah ini, dalam jangka pendek, mungkin akan mendorong pengetatan disiplin dan tuntutan kepatuhan di tubuh militer. Namun dampak jangka panjangnya masih sulit diprediksi.

“Sekarang lebih kepada menekan agar tidak terjadi kekacauan, tetapi apakah benar-benar bisa dibereskan, tak seorang pun yakin,” ujarnya.

Berita ini terbit dengan  judul dalam bahasa mandarin : 【Eksklusif】Zhang Youxia Dibawa Pergi dari Gedung Delapan Satu, Pos Penjagaan Menyebar di Beijing

Tiga Wilayah Italia Masuk Status Darurat, Longsor Mengerikan Guncang Pulau Sisilia

Pemerintah Italia pada Senin (26 Januari) mengumumkan bahwa akibat hantaman Badai Harry dan cuaca ekstrem, Pulau Sisilia, Sardinia, serta wilayah Calabria di Italia selatan mengalami kerusakan besar dengan perkiraan kerugian mencapai 1,24 miliar euro. Pemerintah telah menetapkan tiga wilayah tersebut dalam status darurat dan mengalokasikan 100 juta euro sebagai dana tanggap darurat.

EtIndonesia. Badai Harry menyebabkan banjir besar dan longsor serius di Pulau Sisilia. Warga setempat mengunggah banyak rekaman di media sosial yang memperlihatkan kondisi di lokasi yang sangat mengerikan.

Menurut laporan televisi Italia SKY, longsor lereng bukit berskala besar terjadi di kota kecil Niscemi di Pulau Sisilia. Saat ini sekitar 1.500 warga telah dievakuasi. Banyak rumah warga terseret hingga berada di tepi jurang, dan sebagian besar penduduk sementara ditempatkan di gedung olahraga setempat.

 “Di depan kami terdapat setidaknya empat kilometer longsoran, dan area tersebut terus melebar,” kata Wali Kota Niscemi, Massimiliano Conti. 

Longsor itu juga memutus akses jalan yang menghubungkan ke jalan provinsi Gela–Catania.

Berdasarkan rekomendasi Menteri Perlindungan Sipil dan Kebijakan Kelautan Italia, Nello Musumeci, pemerintah Italia memutuskan untuk menetapkan Calabria, Pulau Sardinia, dan Pulau Sisilia dalam status darurat, dengan masa berlaku hingga 12 bulan.

Kantor Perdana Menteri Italia menyatakan bahwa untuk melaksanakan langkah tanggap awal sebelum dampak nyata bencana dievaluasi sepenuhnya, pemerintah telah mencairkan 100 juta euro dari Dana Darurat Nasional, yang akan dibagi rata kepada tiga wilayah. Para kepala daerah dari ketiga wilayah tersebut juga diundang untuk menghadiri rapat kabinet.

Partai oposisi Italia menilai dana tersebut tidak mencukupi, dan mengkritik pemerintah karena dianggap meremehkan tingkat keparahan situasi serta menunjukkan kurangnya kesungguhan dalam upaya penanggulangan bencana.

SKY melaporkan bahwa kerugian akibat badai dan cuaca ekstrem di wilayah terdampak Italia diperkirakan mencapai 1,24 miliar euro. 

Dana awal sebesar 100 juta euro terutama akan digunakan untuk menutup biaya tahap awal, termasuk pembersihan puing-puing dan pemulihan layanan dasar. Setelah masing-masing wilayah menyerahkan laporan kerusakan yang lebih rinci, Departemen Perlindungan Sipil Italia baru dapat menyalurkan dana tambahan untuk proses rekonstruksi. 

Sumber : NTDTV.com

Lapangan Sepak Bola di Meksiko Diserang, Penembakan Tewaskan 11 Orang dan Lukai 12 Orang

EtIndonesia. Pada 25 Januari, di Kota Salamanca, Negara Bagian Guanajuato, Meksiko, terjadi insiden penembakan besar sesaat setelah sebuah pertandingan sepak bola berakhir. Sekelompok pria bersenjata menembaki kerumunan warga, menyebabkan sedikitnya 11 orang tewas dan 12 orang lainnya terluka.

 “Beberapa jam yang lalu, sebuah serangan yang sangat tragis dan keji terjadi di kawasan Loma de Flores, menewaskan 11 orang. Sepuluh orang meninggal di tempat kejadian, sementara satu orang meninggal dunia di rumah sakit. Selain itu, 12 orang mengalami luka-luka, termasuk seorang perempuan dan seorang anak di bawah umur,” ujar Wali Kota Salamanca, César Prieto. 

Prieto menjelaskan bahwa serangan terjadi di sebuah lapangan sepak bola, ketika warga sedang mengikuti acara berkumpul setelah pertandingan. Tiba-tiba, sekelompok pria bersenjata menerobos masuk dan langsung melepaskan tembakan. Motif penyerangan masih belum diketahui.

César Prieto menambahkan:  “Peristiwa ini semakin memperparah gelombang kekerasan yang kami alami di negara bagian ini, khususnya di Salamanca. Kemarin, lima orang tewas di kawasan Altamira, dan satu orang dibunuh di kawasan San Vicente de Flores. Minggu lalu, kami juga menerima ancaman bom di fasilitas federal, khususnya di Kilang Minyak Pemex Nomor 4.”

Meskipun Guanajuato merupakan pusat industri penting sekaligus destinasi wisata di Meksiko, kekerasan akibat perebutan wilayah antar-geng kriminal telah menjadikan negara bagian ini sebagai salah satu wilayah dengan angka kematian akibat kekerasan tertinggi di Meksiko.

Pihak berwenang telah secara resmi memulai penyelidikan dan berkoordinasi dengan aparat keamanan tingkat lokal, negara bagian, dan federal untuk memperketat pengamanan serta memburu para pelaku yang masih buron.

Walaupun Presiden Meksiko Sheinbaum baru-baru ini menyatakan bahwa berkat strategi keamanan nasional, tingkat pembunuhan nasional pada 2025 turun ke level terendah dalam sepuluh tahun, kondisi keamanan di tingkat daerah masih belum stabil.

Tahun ini, Meksiko akan bersama Amerika Serikat dan Kanada menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA 2026. Tiga stadion di Meksiko, termasuk Stadion Azteca di Mexico City, akan menjadi lokasi sejumlah pertandingan penting. Menjelang ajang internasional besar tersebut, keamanan di fasilitas olahraga publik pun menjadi sorotan utama. (Hui)

Reporter NTD Television Liu Jiajia, laporan dari Amerika Serikat.

Pejabat Tinggi Kementerian Kesehatan Iran: Dalam 48 Jam, Jumlah Korban Tewas Aksi Protes Bisa Lebih dari 30.000 Orang

Sejak 28 Desember tahun lalu, rakyat Iran turun ke jalan. Aksi yang awalnya menuntut pemerintah mengatasi krisis ekonomi, kemudian berkembang menjadi tuntutan untuk menggulingkan rezim Islam. Protes mencapai puncaknya pada 8 dan 9 Januari, setelah pemerintah diktator memutus listrik dan internet, lalu melakukan pembantaian massal terhadap warga. Informasi terbaru menunjukkan bahwa dalam waktu hanya 48 jam, lebih dari 30.000 warga Iran diduga dibunuh oleh aparat.

EtIndonesia. Dua pejabat senior Kementerian Kesehatan Iran mengatakan kepada majalah TIME, bahwa hanya dalam dua hari, 8 dan 9 Januari, jumlah korban tewas di jalanan Iran kemungkinan mencapai 30.000 orang. 

Mereka menyatakan bahwa aparat keamanan Iran membunuh begitu banyak orang hingga kapasitas negara untuk menangani jenazah kewalahan: persediaan kantong jenazah habis, dan ambulans bahkan digantikan oleh truk trailer 18 roda untuk mengangkut mayat.

Data internal pemerintah mengenai jumlah korban tewas—yang sebelumnya tidak dipublikasikan—jauh melampaui angka resmi 3.117 orang yang diumumkan oleh Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei pada 21 Januari. Angka 30.000 korban tewas ini juga jauh lebih tinggi dibandingkan catatan para aktivis HAM. 

ingga Sabtu (24 Januari), organisasi berbasis di AS Human Rights Activists News Agency menyatakan telah mengkonfirmasi 5.459 kematian, sementara 17.031 kasus lainnya masih dalam proses penyelidikan.

Majalah TIME melaporkan bahwa angka kematian dua hari yang disampaikan Kementerian Kesehatan Iran secara umum sejalan dengan data yang dikumpulkan oleh para dokter dan petugas medis darurat, lalu diberikan kepada TIME. Menurut Dr. Amir Parasta, seorang dokter mata keturunan Iran-Jerman yang menyusun laporan data tersebut, hingga Jumat (23 Januari), jumlah kematian rahasia yang tercatat di rumah sakit mencapai 30.304 orang.

Dr. Parasta menegaskan bahwa angka tersebut belum mencakup korban tewas terkait aksi protes yang tercatat di rumah sakit militer, karena jenazah mereka langsung dikirim ke kamar jenazah, serta belum mencakup korban dari wilayah-wilayah yang tidak terjangkau penyelidikan. Dewan Keamanan Nasional Iran menyebutkan bahwa sekitar 4.000 lokasi di seluruh negeri mengalami aksi protes.

Dr. Parasta mengatakan:  “Kami semakin mendekati angka yang sebenarnya, tetapi saya menduga jumlah riilnya pasti jauh lebih tinggi dari ini.”

Pembantaian dalam skala sebesar ini yang terjadi hanya dalam 48 jam merupakan sesuatu yang sangat jarang terjadi dalam sejarah.

Majalah TIME juga menunjukkan bahwa satu-satunya kasus serupa yang tercatat dalam basis data daring adalah Holokaus Nazi. Pada 29–30 September 1941, di jurang Babyn Yar di pinggiran Kyiv, pasukan pembunuh Nazi menembak mati 33.000 warga Yahudi Ukraina.

Selain itu, menurut laporan The Epoch Times, sebuah statistik internal dari Markas Besar Staf Umum Tiongkok menyebutkan bahwa dalam peristiwa pembantaian Tiananmen “4 Juni” tahun 1989, jumlah korban tewas antara 1–10 Juni 1989 mencapai 31.978 orang, sementara data sebenarnya hingga kini masih tidak diketahui.

Jumlah korban dalam pembantaian di Iran ini sangat mengejutkan. Namun di balik angka-angka tersebut terdapat kehidupan nyata dan kisah-kisah manusia yang menyentuh hati. Majalah TIME melaporkan salah satu di antaranya.

Pada 9 Januari, seorang seniman animasi muda yang penuh cita-cita, Sahba Rashtian, berjalan bersama teman-temannya di jalanan kota Isfahan, Iran tengah.

“Sebelum semua orang mulai meneriakkan slogan, Sahba terlihat tergeletak di tanah. Adiknya menyadari ada darah di tangannya,” kata seorang temannya.

 Temannya mengenang: “Dia sering bercanda tentang nama indahnya. Dia akan tertawa dan berkata, ‘Sahba artinya anggur, dan aku adalah sesuatu yang dilarang di Republik Islam.’”

Temannya juga mengatakan bahwa dalam pemakaman Sahba, ritual keagamaan dilarang. Ayah Sahba, mengenakan pakaian putih, berkata kepada para pelayat:  “Putriku telah menjadi martir di jalan menuju kebebasan.”

Disusun dan diterjemahkan oleh reporter Jin Hong / Lin Qing 

Feri Filipina Tenggelam, 316 Orang Diselamatkan, 15 Tewas dan  28 Orang Hilang

Sebuah feri yang membawa lebih dari 350 orang dan melayani rute antarpulau di Filipina tenggelam pada 26 Januari pukul 01.50 dini hari di wilayah selatan Filipina. Tim penyelamat sebelumnya menyatakan telah mengevakuasi sedikitnya 215 penumpang dan menemukan 7 jenazah. Data terbaru menunjukkan, dalam insiden feri ini sebanyak 316 orang berhasil diselamatkan, jumlah korban tewas meningkat menjadi 15 orang, dan 28 orang lainnya masih hilang.

EtIndonesia. Menurut laporan Associated Press, Penjaga Pantai Filipina menyatakan bahwa feri penumpang-kargo M/V Trisha Kerstin 3 membawa 332 penumpang dan 27 awak, dan tenggelam dalam perjalanan dari kota pelabuhan Zamboanga menuju Provinsi Sulu dan Pulau Jolo, diduga akibat gangguan teknis.

Komandan Penjaga Pantai Filipina, Laksamana Ronnie Gil Gavan, mengatakan bahwa feri yang membawa lebih dari 300 penumpang tersebut tidak dalam kondisi kelebihan muatan. 

Pihak berwenang menyatakan bahwa Penjaga Pantai Filipina dan Angkatan Laut telah mengerahkan pesawat pengintai serta bekerja sama dengan kapal-kapal nelayan sipil untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan secara maksimal, memanfaatkan kondisi cuaca cerah di perairan lepas Provinsi Basilan.

Gubernur Provinsi Basilan, Mujiv Hataman, mengatakan kepada Associated Press di Pelabuhan Isabela bahwa, “Saya menerima 37 orang di pelabuhan ini. Sayangnya, dua di antaranya telah meninggal dunia.”

Hataman membagikan gambar dari lokasi kejadian di Facebook, yang memperlihatkan para penumpang yang selamat diarahkan turun dari kapal. Sebagian mengenakan selimut penghangat, sementara yang lain di evakuasi menggunakan tandu.

Dalam wawancara dengan radio DZBB, Hataman mengatakan bahwa sebagian besar korban selamat berada dalam kondisi baik, namun beberapa penumpang lanjut usia memerlukan bantuan medis darurat. Ia menambahkan bahwa pihak berwenang masih mencocokkan daftar penumpang dan melanjutkan operasi pencarian.

Komandan Penjaga Pantai Distrik Mindanao Selatan, Romel Dua, mengatakan melalui sambungan telepon kepada media bahwa kondisi cuaca relatif tenang, sehingga membantu mempercepat upaya pencarian dan penyelamatan. Saat ini, 28 orang masih dinyatakan hilang.

Dua menambahkan bahwa militer telah mengerahkan pesawat dan kapal untuk membantu operasi pencarian. Penyelidikan telah dimulai guna mengungkap penyebab kecelakaan.

Kecelakaan laut cukup sering terjadi di Filipina akibat badai yang kerap melanda, perawatan kapal yang buruk, praktik kelebihan muatan, serta lemahnya penegakan peraturan keselamatan. 

Pada Desember 1987, feri Dona Paz tenggelam setelah bertabrakan dengan sebuah kapal tanker minyak, menewaskan lebih dari 4.300 orang, menjadikannya kecelakaan laut terburuk di dunia pada masa damai. (Hui)

Zhongnanhai Sedang Dilanda Kekacauan, Hasil Perebutan Kekuasaan antara Xi Jinping dan Zhang Youxia Memicu Spekulasi dari Berbagai Pihak

Kasus penyelidikan terhadap Wakil Ketua Komisi Militer Pusat Partai Komunis Tiongkok (PKT) Jenderal Zhang Youxia serta Kepala Staf Gabungan Komando Pusat Militer Liu Zhenli menyingkap bahwa internal elite kekuasaan sedang berada dalam kondisi kekacauan serius. Sejumlah analis menilai, pemimpin PKT Xi Jinping dan Zhang Youxia sebelumnya “duduk di mobil yang sama”. Kini, ketika Xi menyingkirkan Zhang, kehancuran “mobil PKT” itu—baik kendaraan maupun penumpangnya—hanyalah masalah waktu.

EtIndonesia. Pada  24 Januari malam, media militer PKT menerbitkan editorial terkait kasus Zhang Youxia dan Liu Zhenli, menggunakan lima tuduhan “serius” untuk memberi label politik kepada Zhang Youxia. Di antaranya: “secara serius mengkhianati kepercayaan dan amanah Komite Pusat Partai dan Komisi Militer Pusat”, “secara serius menginjak-injak dan merusak sistem tanggung jawab ketua Komisi Militer”, serta “membahayakan fondasi kekuasaan partai”.

Xi Jinping dan Zhang Youxia berasal dari daerah yang sama. Ayah mereka pernah menjadi rekan seperjuangan yang sangat dekat, dan keduanya sejak kecil dikenal sebagai teman masa kecil. 

Pada Kongres Nasional PKT ke-20 tahun 2022, Xi Jinping memecahkan preseden dengan mengupayakan masa jabatan ketiga, dan hal itu mendapat dukungan Zhang Youxia. Kini, ketika wakil ketua komisi militer yang memegang kekuasaan nyata justru disingkirkan oleh Xi, opini publik pun terkejut.

Pada 26 Januari, seorang blogger di platform X bernama Wen Rui menulis bahwa hubungan Xi Jinping dan Zhang Youxia ibarat mereka duduk di mobil yang sama melaju di jalan tol dengan kecepatan 100 mil per jam. Xi memegang setir sebagai pengemudi, sementara Zhang duduk di kursi penumpang depan.

 “Xi Jinping bertaruh bahwa Zhang Youxia sama sekali tidak berani bergerak melawannya, karena jika tidak, mobil akan hancur dan semua penumpang binasa. Zhang Youxia juga bertaruh bahwa Xi Jinping tidak berani melepaskan setir untuk menyerangnya, karena hasilnya akan sama-sama tragis, sambil berkhayal bahwa pada Kongres ke-21 Xi akan turun sendiri dari mobil,” tulisnya. 

“Namun Zhang salah perhitungan. Xi Jinping benar-benar menjadi nekat, melepaskan setir dan mulai bertarung habis-habisan dengan Zhang Youxia serta kekuatan di belakangnya. Sejak saat itu, kehancuran mobil PKT ini tinggal menunggu waktu,” tambahnya. 

Setelah Kongres ke-20 PKT, pada 8 November 2022 sore, Xi Jinping bersama jajaran pimpinan Komisi Militer mengunjungi Pusat Komando Operasi Gabungan, termasuk Zhang Youxia, He Weidong, Li Shangfu, Liu Zhenli, Miao Hua, dan Zhang Shengmin. Dari tujuh anggota Komisi Militer Pusat, kini hanya tersisa Xi Jinping dan Zhang Shengmin.

Wen Rui mengatakan, penangkapan mendadak terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli relatif tidak sulit. “Namun pertanyaannya adalah, apa langkah Xi Jinping selanjutnya?”

Ia menganalisis bahwa dalam beberapa tahun terakhir, Zhang Youxia berhasil membersihkan para loyalis Xi Jinping di militer. Tanpa berlebihan dapat dikatakan bahwa saat ini militer pada dasarnya berada di bawah pengaruh bekas jaringan Zhang Youxia. Mereka yang masih bertahan adalah orang-orang yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam pembersihan tersebut, atau setidaknya telah menyatakan loyalitas secara lisan.

“Bahkan jika sama sekali tidak terlibat, di mata Xi Jinping, kalian tetap dianggap sebagai pihak Zhang Youxia yang menonton dari seberang sungai, bersikap pasif, atau bahkan bersorak diam-diam. Singkatnya, setelah menjatuhkan Zhang Youxia, Xi Jinping harus melakukan perombakan besar-besaran di tubuh militer, jika tidak, ia tidak akan bisa tidur nyenyak sehari pun.”

Namun Wen Rui mempertanyakan:  “Kalau mau melakukan perombakan besar, dengan apa Xi Jinping melakukannya? Murid-murid, mantan bawahan, dan jaringan Zhang Youxia tersebar di seluruh negeri, di berbagai komando wilayah, distrik militer lokal, dan semua matra angkatan bersenjata. Banyak distrik militer lokal didominasi kelompok lama Zhang Youxia.”

Ia melanjutkan:  “Terhadap orang-orang ini, apa yang bisa dilakukan Xi Jinping? Mengandalkan Biro Pengawal Pusat di bawah Cai Qi? Atau pasukan khusus di bawah Wang Xiaohong?”
Mantan anak buah Zhang mungkin tidak akan datang ke Beijing untuk menyelamatkannya, tetapi jika Xi mencoba membersihkan mereka di daerah-daerah, itu ibarat memasuki ladang ranjau untuk menjinakkan bom—satu langkah salah, Xi sendiri bisa hancur lebih dulu.

Wen Rui menduga:  “Saat ini banyak kekuatan militer daerah sudah mengokang senjata, menunggu orang-orang Xi datang. Pertarungan selanjutnya mungkin justru yang paling menegangkan dan menentukan… tetapi saya yakin kali ini Xi Jinping benar-benar berada di ambang bencana besar.”

Hingga 26 Januari pagi, berdasarkan pengamatan terhadap situs resmi Xinhua, CCTV, People’s Daily, dan situs Pemerintah Tiongkok, dalam bagan kepemimpinan di situs-situs inti tersebut, nama Zhang Youxia dan Liu Zhenli masih tercantum. Wen Rui mengatakan, “Untuk menyatakan siapa yang sudah menang sepenuhnya masih terlalu dini. Pertarungan mematikan di balik layar mungkin jauh melampaui imajinasi kita.”

Mantan pejabat Mongolia Dalam yang kini tinggal di luar negeri, Du Wen, menulis di X bahwa PKT telah terjerumus ke dalam kondisi kacau. Banyak orang tidak memahami mengapa Zhang Youxia dan Liu Zhenli telah diumumkan “jatuh”, tetapi jabatan mereka masih tercantum di Xinhua dan situs Dewan Negara, bahkan berita-berita lama tentang mereka pun tidak dihapus. Ini, menurutnya, menunjukkan disfungsi total sistem PKT.

Du Wen merinci:

  1. Belum diselidiki tapi sudah divonis—baru diumumkan penyelidikan, tuduhan sudah dipublikasikan, ini jelas melanggar hukum;
  2. Hingga kini, secara hukum jabatan mereka masih ada—Zhang Youxia masih merupakan anggota Politbiro, anggota dan wakil ketua Komisi Militer Pusat; mereka belum diberhentikan secara resmi.

Seorang akademisi Beijing bermarga Chen mengatakan kepada Epoch Times bahwa di situs resmi PKT, nama Zhang Youxia masih tercantum sebagai anggota Politbiro, dan dalam daftar Komisi Militer Pusat, nama Zhang Youxia serta Liu Zhenli juga masih terlihat.

 “Dalam kondisi sudah diumumkan penyelidikan, situasi seperti ini sangat jarang terjadi, dan semakin menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pimpinan PKT akan menangani kasus Zhang dan Liu.”

Chen juga menyebutkan bahwa beberapa orang dalam sistem, termasuk pejabat tinggi yang ia kenal, belum dapat memberikan penilaian yang jelas dan konsisten.

 “Tak seorang pun benar-benar tahu. Situasi internal sangat kompleks.” Kekacauan informasi saat ini mungkin mencerminkan bahwa elite masih berada dalam tahap penyesuaian kekuasaan yang belum sepenuhnya jelas.

Sumber lain yang dekat dengan militer menilai dari sudut struktur internal bahwa perubahan mendadak personel militer tingkat tinggi di Beijing ini sangat mencurigakan, menunjukkan rezim PKT sedang berada di masa transisi yang krusial.

“Sekarang lebih pada menekan agar tidak terjadi kekacauan, tetapi apakah benar-benar bisa dibereskan, tak seorang pun yakin,” kata sumber itu. 

Pada 27 Januari, Wen Rui kembali menulis bahwa keheningan ini mungkin memiliki kemungkinan lain: Xi Jinping memerintahkan media besar untuk bungkam, sengaja menciptakan suasana seolah-olah “hanya menangkap dua orang, apa masalahnya?”—pada dasarnya Xi berpura-pura tenang dan bermain sandiwara. Namun, semakin ia berpura-pura tak peduli, semakin itu menunjukkan ketakutan mendalam di dalam hatinya. Bisa jadi, ia sendiri tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari.

Wen Rui menganalisis bahwa empat pilar utama PKT—senjata (militer), pena (propaganda), kantong uang (keuangan), dan pisau (aparat keamanan)—dua di antaranya telah dihancurkan oleh Xi. Kantong uang telah runtuh total, militer pun sekarat. Berapa lama lagi bangunan rapuh PKT ini bisa bertahan?

 Ia memperkirakan bahwa Wang Xiaohong, yang kini menguasai “pisau”, pasti juga sangat tegang, karena Xi telah melanggar hampir semua aturan internal partai. Tak seorang pun aman—semakin dekat dengan Xi dan semakin besar kekuasaan, semakin besar pula risiko terkena sasaran. Sistem PKT telah mulai kehilangan keteraturan, dan Xi Jinping yang berada di pusat pusaran kini menghadapi bahaya yang sangat besar.

Tang Zheng

Zhongnanhai : Kantor pusat dan komplek Partai Komunis Tiongkok di Beijing

Video Suasana Mencekam Menyelimuti Beijing; Langkah-langkah Keamanan Diperketat di Zhongnanhai dan Lapangan Tiananmen 

Setelah penangkapan Wakil Ketua Komisi Militer Pusat PKT Jenderal Zhang Youxia dan anggota Komisi Militer Pusat sekaligus Kepala Staf Gabungan Liu Zhenli  sejumlah analis menilai hal ini berpotensi memicu perebutan kekuasaan yang brutal di internal Partai Komunis Tiongkok. Beredar kabar bahwa pengamanan di sekitar Tiananmen dan Zhongnanhai di Beijing telah diperketat, dengan jumlah personel militer dan polisi meningkat secara signifikan.

EtIndonesia. Pada 26 Januari 2026, informasi yang beredar menyebutkan bahwa kekuatan keamanan di sekitar Lapangan Tiananmen diperkuat secara mencolok. Sepanjang Jalan Chang’an terlihat banyak kendaraan Polisi Bersenjata dan pasukan khusus. Di trotoar serta pintu masuk stasiun metro ditambahkan lapisan pemeriksaan berlapis.

Di Gerbang Xinhua Zhongnanhai serta jalan-jalan sekitarnya seperti Fuyou Street, juga dikerahkan sejumlah besar aparat militer dan polisi. 

Selain itu, beberapa jalan yang mengarah ke kawasan inti Beijing diberlakukan penutupan sementara atau sistem “akses berdasarkan izin”, sehingga membatasi masuknya kendaraan dan orang yang tidak berkepentingan.

Video rekaman jalanan menunjukkan bahwa siang maupun malam, sejumlah besar aparat militer dan polisi ditempatkan di depan Gerbang Xinhua. Bahkan di pembatas jalan di tengah jalan raya, penjagaan dilakukan dengan sangat rapat—digambarkan sebagai “setiap beberapa langkah ada pos, setiap jarak pendek ada penjaga”. Di jalan juga terlihat orang-orang berpakaian hitam dengan penutup kepala berdiri berjaga.

Video lain memperlihatkan bahwa beberapa ruas jalan di sekitar Tiananmen diduga diberlakukan pengendalian sementara, dengan aparat militer dan polisi menghentikan kendaraan untuk pemeriksaan. Terlihat pula sekelompok tentara berlari melewati lokasi.

Ada juga video yang menunjukkan bahwa pada upacara pengibaran bendera merah bintang lima PKT di Tiananmen pada pagi 26 Januari, area di bawah tiang bendera dipenuhi aparat militer dan polisi berpakaian hitam, sementara para wisatawan hanya diperbolehkan menonton dari jarak jauh.

Selain Beijing yang menjadi lokasi sensitif, video lain menunjukkan tank-tank muncul di jalanan Mongolia Dalam, namun kebenaran dan latar belakang kejadian tersebut masih belum jelas. (Hui)

Zhongnanhai : Kantor Pusat dan Komplek Partai Komunis Tiongkok di Beijing 

Trump : AS Mengerahkan Kekuatan Angkatan Laut Besar-besaran di Dekat Iran

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan bahwa Iran berupaya mencapai kesepakatan baru. Pernyataan itu muncul di tengah kedatangan kelompok serang kapal induk AS di wilayah tersebut dan diskusi Gedung Putih tentang kemungkinan serangan militer, lapor Axios.

Tekanan Militer dan Sinyal Diplomatik

Situasi dengan Iran tetap bergejolak. Dalam sebuah wawancara dengan Axios, Trump mengkonfirmasi bahwa dia telah mengirimkan “armada besar” ke wilayah tersebut, yang kekuatannya melebihi pasukan yang sebelumnya dikerahkan ke Venezuela.

Secara khusus, kelompok serang kapal induk USS Abraham Lincoln telah memasuki wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS.

Terlepas dari persiapan militer, Trump percaya bahwa Teheran dengan tulus menginginkan penyelesaian diplomatik.

“Mereka ingin membuat kesepakatan. Saya tahu itu. Mereka telah menelepon berkali-kali. Mereka ingin berbicara,” kata presiden AS.

Syarat dan Opsi Washington

Meskipun protes di Iran sebagian besar telah ditekan, Gedung Putih masih mempertimbangkan kemungkinan melakukan serangan. Minggu ini, Trump akan mengadakan konsultasi tambahan tentang opsi militer. Pada saat yang sama, para pejabat AS menguraikan persyaratan utama untuk kesepakatan di masa depan:

  • Penghapusan total uranium yang diperkaya dari Iran;
  • Pembatasan ketat pada persenjataan rudal jarak jauh;
  • Penghentian dukungan untuk kelompok bersenjata di kawasan tersebut;
  • Larangan pengayaan uranium independen.

Para pejabat Iran mengatakan mereka siap untuk bernegosiasi tetapi tidak menyatakan kesediaan untuk menerima kondisi-kondisi ini.

Konteks Perang 12 Hari

Trump mengingat kembali peristiwa Perang 12 Hari Iran-Israel pada bulan Juni, menyatakan bahwa dukungannya terhadap serangan pencegahan Israel mencegah bencana.

Menurutnya, Iran sedang mempersiapkan serangan dahsyat pada saat itu tetapi kehilangan para pemimpinnya dan sebagian besar potensi rudalnya.

“Mereka akan menyerang… tetapi hari pertama (perang – red.) itu brutal bagi mereka. Mereka kehilangan para pemimpin mereka dan banyak rudal mereka,” kata Trump.

Intelijen AS saat ini menilai bahwa fasilitas nuklir Iran telah rusak parah, tetapi status persediaan uraniumnya masih belum jelas.

Penguatan Kehadiran Militer

Militer AS sedang bersiap untuk menghadapi perintah apa pun. Selain kapal induk, berikut ini telah dikerahkan ke wilayah tersebut:

  • Jet tempur F-15 dan F-35 tambahan;
  • Pesawat pengisian bahan bakar;
  • Sistem pertahanan udara.

Selain itu, komandan Komando Pusat Laksamana Brad Cooper mengunjungi Israel untuk mengoordinasikan rencana jika terjadi serangan balasan dari Iran.

Perlu diingat bahwa protes anti-pemerintah skala besar di Iran dimulai pada akhir tahun 2025. Gelombang protes melanda Teheran setelah penurunan tajam mata uang nasional dan memburuknya situasi ekonomi, yang memaksa pengusaha lokal untuk turun ke jalan.

Dalam beberapa minggu terakhir, penindasan kekerasan terhadap kerusuhan telah menyebabkan kematian ribuan orang.

Sebagai tanggapan atas tindakan Teheran, Presiden AS, Donald Trump secara resmi memperingatkan rezim ayatollah tentang kesiapan untuk mengambil tindakan yang sangat keras jika penindasan terhadap para demonstran terus berlanjut.

Pemimpin Amerika itu menyerukan pembubaran rezim saat ini dan menekankan perlunya perubahan kepemimpinan di negara tersebut. Untuk memperkuat pernyataannya, Trump memerintahkan pengiriman armada angkatan laut yang signifikan ke wilayah tersebut. (yn)