Video: Pemilik Meninggal di Salju Himachal, Anjing Pitbull Peliharaannya Menjaga Selama 4 Hari

0

EtIndonesia. Sebuah kisah yang memilukan muncul dari Bharmaur di distrik Chamba, Himachal Pradesh, India, yang menunjukkan kesetiaan seekor anjing yang tak tergoyahkan. Dalam kondisi yang begitu keras sehingga bahkan keluar rumah pun menjadi sulit bagi manusia, seekor pitbull yang setia menolak untuk meninggalkan sisi pemiliknya yang telah meninggal selama empat hari, meskipun salju turun lebat dan cuaca sangat dingin.

Perlu dicatat, dua pemuda yang diidentifikasi sebagai Viksit Rana dan Piyush hilang di dekat kuil Bharmani di Bharmaur. Mereka kemudian ditemukan telah meninggal setelah terjebak di salju di tengah kondisi cuaca yang buruk.

Ketika tim penyelamat dan penduduk desa setempat akhirnya mencapai tempat tersebut empat hari kemudian, pemandangan yang mereka saksikan membuat semua orang terharu. Tubuh Piyush terkubur di bawah lapisan salju, tetapi tepat di sampingnya duduk anjing peliharaannya.

Selama empat hari, sahabat yang tak bersuara itu tidak makan makanan maupun bergerak dari tempat itu. Berjuang melawan angin dingin dan badai salju, anjing itu berjaga, melindungi tubuh pemiliknya bukan hanya dari cuaca buruk tetapi juga dari hewan liar yang berkeliaran di wilayah tersebut.

Ketika tim penyelamat mencoba mengambil jenazah, anjing itu awalnya menjadi agresif. Dia tampak percaya bahwa orang asing itu ada di sana untuk menyakiti pemiliknya. Setelah upaya yang cukup besar, bujukan lembut, dan jaminan, anjing itu akhirnya menyadari bahwa mereka datang untuk membantu. Baru kemudian dia menyingkir, membiarkan tim tersebut menjalankan tugas mereka.

Kisah yang mengharukan ini telah membuat banyak orang meneteskan air mata, menjadi pengingat yang kuat bahwa hewan dapat menunjukkan kesetiaan dan kasih sayang yang melampaui kematian sekalipun. (yn)

Trump : Venezuela Mempercepat Pembebasan Tahanan Politik

EtIndonesia. Presiden AS, Donald Trump mengatakan Venezuela sedang membebaskan tahanan politiknya dengan kecepatan yang dipercepat dan proses tersebut akan semakin dipercepat dalam waktu dekat, menurut unggahan Trump di platform Truth Social.

“Saya senang melaporkan bahwa Venezuela membebaskan tahanan politiknya dengan cepat, dan kecepatan ini akan meningkat dalam waktu dekat. Saya ingin berterima kasih kepada kepemimpinan Venezuela karena telah menyetujui tindakan kemanusiaan yang luar biasa ini!” tulis Trump.

Sebelumnya, media, mengutip organisasi hak asasi manusia Venezuela, Foro Penal, melaporkan bahwa lebih dari 100 tahanan politik telah dibebaskan dalam beberapa minggu terakhir di tengah tekanan dari Amerika Serikat.

Hingga Minggu, 19 Januari, setidaknya 104 orang telah dibebaskan dari tahanan. Mereka dilaporkan ditangkap karena ikut serta dalam protes.

Pembebasan tiga warga negara Ukraina yang ditahan secara ilegal di Venezuela telah dilaporkan sebelumnya.

Menurut Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha, hal ini dimungkinkan berkat upaya terkoordinasi dari para diplomat Ukraina dan dukungan dari Amerika Serikat dan mitra-mitra Eropa.

Hubungan AS–Venezuela

Sementara itu, penjabat presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, mengatakan negara itu lelah dengan campur tangan AS selama persiapan reformasi di sektor minyak dan pembebasan tahanan politik.

Berbicara kepada para pekerja industri minyak di negara bagian Anzoátegui, Rodríguez menekankan bahwa “politisi Venezuela harus memutuskan sendiri masalah kita.”

Pada tanggal 3 Januari, Amerika Serikat melakukan operasi khusus skala besar di Venezuela, melancarkan serangan udara di ibu kota, Caracas. Operasi tersebut bertujuan untuk menahan diktator Venezuela Nicolás Maduro, yang dilaporkan dibawa oleh pasukan AS ke Amerika Serikat bersama istrinya, Cilia Flores. (yn)

Pria yang Tak Mampu Menumbuhkan Kecambah Kacang Hijau

EtIndonesia. Karakter dan integritas memang merupakan fondasi terpenting dalam menjalani hidup dan berinteraksi dengan sesama. Belakangan ini, Kementerian Pendidikan pun kembali gencar mengampanyekan pendidikan karakter.

Namun ironisnya, ketika para pemegang kekuasaan sendiri tidak memahami apa itu karakter dan etika, seberapa banyak pun slogan yang diteriakkan, semuanya tak lebih dari sekadar sandiwara.

Berapa banyak sekolah yang benar-benar menekankan pembentukan karakter? Yang lebih diutamakan tampaknya tetap soal kelulusan dan prestasi akademik. Memikirkannya saja sudah terasa begitu menyedihkan.

“Pria yang Tak Mampu Menumbuhkan Kecambah Kacang Hijau” adalah sebuah kisah indah yang berkaitan erat dengan etika kerja dan integritas moral—dan kisah ini pernah sangat menyentuh hati saya.

Kisah ini terjadi sebagai sebuah episode kecil dalam proses rekrutmen di sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia.

Dikisahkan, setelah ujian tertulis selesai, perusahaan tersebut membagikan sekantong biji kacang hijau kepada setiap kandidat yang lolos seleksi awal. Mereka diminta untuk menanam biji tersebut dan, pada waktu yang telah ditentukan, kembali membawa kecambah kacang hijau yang telah tumbuh.

Siapa yang menghasilkan kecambah paling subur dan sehat, dialah yang akan memperoleh pekerjaan bergengsi itu—sebuah posisi yang sangat kompetitif dengan gaji dan fasilitas yang menggiurkan.

Saat hari yang ditentukan tiba, hampir semua kandidat datang membawa pot besar berisi kecambah kacang hijau yang tumbuh subur, hijau, dan penuh kehidupan. Hanya satu orang yang tidak hadir.

Direktur utama perusahaan pun secara pribadi menelepon pria tersebut dan menanyakan alasan ketidakhadirannya. Dengan suara yang bercampur antara rasa bersalah, kecewa, dan kebingungan, pria itu meminta maaf. Dia mengatakan bahwa biji kacang hijaunya belum juga bertunas. Padahal, selama waktu yang diberikan, dia telah merawatnya dengan sepenuh hati dan usaha maksimal. Namun tetap saja, biji-biji itu tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan.

“Sepertinya saya telah kehilangan kesempatan kerja ini,” ujar pria itu, tepat sebelum dia menutup telepon.

Namun sang direktur justru berkata kepadanya: “Justru kamu adalah satu-satunya orang yang kami terima sebagai karyawan baru.”

Ternyata, semua biji kacang hijau yang dibagikan sebelumnya telah melalui proses khusus dan tidak mungkin bisa berkecambah.

Fakta bahwa pria tersebut tidak mampu menumbuhkan kecambah justru membuktikan bahwa dia tidak memalsukan hasil. Manajemen perusahaan menilai bahwa seseorang yang jujur dalam situasi seperti ini pasti juga merupakan pribadi yang memiliki integritas dan etika moral yang tinggi.

“Dan itulah,satu-satunya standar kami dalam memilih karyawan,”  kata sang direktur.

Ada sebuah pepatah Barat yang mengatakan: “Jika keunggulan adalah ikan, maka integritas adalah pengawetnya.”

Artinya, mengejar prestasi dan kinerja yang luar biasa memang penting. Namun tanpa etika dan integritas, semua itu bisa runtuh dalam sekejap.

Seperti seekor ikan—betapapun lezatnya—tanpa pengawet, pada akhirnya tetap akan membusuk.

Demikian pula para pelamar yang begitu berambisi meraih pekerjaan tersebut. Kecambah kacang hijau yang mereka bawa memang tampak indah dan subur. Namun karena mereka tidak menjadikan kejujuran sebagai “pengawet” karakter diri, pada akhirnya mereka tetap kehilangan pekerjaan yang telah mereka perjuangkan mati-matian dan impikan selama ini.

Hikmah cerita / Renungan

Integritas, karakter, dan etika—di tengah masyarakat modern yang sering menjadikan keuntungan sebagai tujuan utama dan kemewahan semu sebagai tolok ukur—terdengar seperti sindiran yang pahit.

Namun bayangkan sebuah prinsip ini: Integritas adalah fondasi kehidupan, sedangkan kemampuan hanyalah tingkat bangunan.

Hanya dengan fondasi yang kokoh, sebuah bangunan megah bisa berdiri. Jika seseorang dipilih semata-mata karena kemampuan, tanpa mempertimbangkan karakter, maka ketika orang tersebut tidak lagi sejalan dengan kepentingan perusahaan—atau bahkan melakukan hal yang merugikan—dampak kerusakan yang ditimbulkan justru akan jauh lebih besar.

Tentu saja, para pelamar dalam cerita ini yang berusaha keras memenangkan persaingan tidak bisa serta-merta dicap sebagai orang yang tidak beretika. Mereka hanyalah individu yang berjuang mencari jalan keluar di tengah persaingan hidup yang begitu ketat.

Kesimpulan: 

Kisah ini bukan untuk menghakimi siapa pun, melainkan untuk mengingatkan diri kita sendiri: sehebat apa pun kemampuan seseorang, jika tidak digunakan untuk kebaikan bersama dan kepentingan yang benar, maka kemampuan itu justru dapat membawa kerugian besar bagi masyarakat.

Semoga sharing hari ini berkenan di hati para pembaca. Selamat menikmati akhir pekan, dan semoga hidup selalu bisa dijalani dengan senyum.(jhn/yn)

Pasukan Rusia Mundur dari Bandara Qamishli di Tengah Serangan Pemerintah Suriah ke Wilayah yang Kikuasai Kurdi

EtIndonesia. Rusia telah mulai menarik pasukan dari bandara Qamishli di Suriah di tengah serangan pemerintah terhadap wilayah yang dikuasai Kurdi, lapor Reuters.

Menurut sumber-sumber Suriah, beberapa pasukan dipindahkan ke pangkalan udara Hmeimim di Suriah barat, sementara yang lain kembali ke Rusia.

Proses penarikan telah berlangsung sejak pekan lalu. Selama dua hari terakhir, peralatan militer dan senjata berat telah diangkut dari Qamishli ke Hmeimim.

Koresponden Reuters mencatat bahwa bendera Rusia masih berkibar di Bandara Qamishli, dan pesawat-pesawat dengan tanda Rusia masih berada di landasan pacu.

Kementerian Pertahanan Rusia belum berkomentar tentang situasi tersebut.

Sebelumnya, sumber-sumber Suriah mengatakan pemerintah mungkin akan meminta Rusia untuk meninggalkan bandara sepenuhnya setelah pasukan Kurdi mundur, dengan mengatakan bahwa “tidak ada yang bisa mereka (pasukan Rusia – red.) lakukan di sana.”

Hubungan Rusia-Suriah

Rusia, sekutu mantan Presiden Bashar al-Assad, terus mendukung pemerintahan Al-Sharaa, yang berkuasa sekitar 14 bulan lalu. Tahun lalu, Al-Sharaa mengatakan kepada pemimpin Rusia, Vladimir Putin bahwa dia akan mengikuti semua perjanjian sebelumnya antara Damaskus dan Moskow, memastikan keamanan dua pangkalan militer utama Rusia di Suriah.

Pada bulan Januari, pasukan pemerintah di bawah Presiden Ahmed Al-Sharaa merebut wilayah penting di Suriah utara dan timur yang sebelumnya dikuasai oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi. Setelah bentrokan ini, gencatan senjata yang rapuh antara kedua pihak diperpanjang selama 15 hari lagi.

Pada Desember 2025, para ahli ISW memperkirakan masa depan pangkalan militer Rusia di Suriah. Menurut analisis mereka, Rusia telah lama memutuskan untuk menarik pasukan dari pangkalan utama terakhirnya di Suriah utara, Qamishli, karena Turki dan berbagai kelompok yang beroperasi di Suriah, termasuk Hayat Tahrir al-Sham dan Tentara Nasional Suriah, tampaknya tidak bersedia membiarkan Rusia tetap berada di sana.

Selain itu, pada tanggal 17 Desember, media Suriah melaporkan bahwa pasukan Rusia telah mundur dari pangkalan udara Tiyas (sebelah barat Palmyra di Provinsi Homs) menuju pangkalan udara Hmeimim.

Sebelumnya, intelijen Ukraina melaporkan bahwa pasukan Rusia di pelabuhan Tartus, pangkalan udara Hmeimim, dan kapal-kapal di sekitarnya menghadapi masalah pasokan, termasuk kekurangan air minum dan makanan. (yn)

Aneh! Muncul Lubang Besar di Kolam Ikan di Hunan, Tiongkok, Ratusan Kilogram Ikan “Menghilang” Seketika

EtIndonesia. Belakangan ini, dasar kolam ikan milik seorang pembudidaya di Shaoyang, Hunan, secara mengejutkan muncul sebuah lubang besar. Akibatnya, ratusan kilogram ikan di kolam tersebut hanyut bersama air yang mengalir keluar, menyebabkan pemilik kolam mengalami kerugian besar.

Video yang beredar di internet memperlihatkan bahwa air yang tersisa di kolam telah terkuras habis, dan di dasar kolam tampak jelas sebuah lubang besar. Media daratan Tiongkok melaporkan bahwa pada 22 Januari, dasar kolam ikan milik seorang warga di sebuah desa di Kecamatan Gaoqiao, Kabupaten Xinning, Kota Shaoyang, mengalami ambles dan membentuk lubang runtuhan, sehingga ikan-ikan di kolam tersebut hanyut bersama aliran air.

Pada 23 Januari, pihak yang bersangkutan, Tuan He, mengatakan bahwa kolam tersebut awalnya merupakan lahan pertanian yang kemudian diubah menjadi kolam ikan. Bagian dasarnya hanya dilapisi sedikit semen dan telah digunakan untuk memelihara ikan selama tiga hingga empat tahun. 

Ia baru menyadari adanya lubang di dasar kolam setelah air benar-benar habis bocor. Lubang tersebut ternyata terhubung langsung dengan sebuah sungai di bawahnya, sehingga ikan-ikan mengalir keluar melalui lubang itu.

Menurut laporan, lubang tersebut kemudian digali hingga lebarnya sekitar satu meter untuk menangkap kembali ikan. 

Dari total sekitar 500–600 kilogram ikan, hanya sekitar 300–400 kilogram yang berhasil diselamatkan, sementara sekitar 100–200 kilogram ikan terlanjur hanyut. 

Insiden ini disebabkan oleh aliran air tanah yang dalam jangka panjang menggerus dasar kolam hingga runtuh dan membentuk kebocoran. 

Untuk penimbunan dan perbaikan kolam serta kerugian ikan, total kerugian ekonomi diperkirakan mencapai lebih dari puluhan ribu yuan.

Warganet di daratan Tiongkok berkomentar:
“Kasihan sekali pemilik kolamnya.”
“Ini seperti lokasi pelarian massal.”
“Kolam yang diubah dari lahan sawah, lapisan semen dasarnya terlalu tipis.”
“Masih berani turun menangkap ikan, tidak takut runtuh lagi?”

(Hui)

Trump: AS Akan Menguasai Kedaulatan atas Sebagian Wilayah Greenland

Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa Amerika Serikat akan memperoleh kedaulatan atas sebagian wilayah Greenland, khususnya kawasan tempat pangkalan militer AS berada. Sementara itu, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Sabtu (24 Januari) juga melakukan pembicaraan via telepon dengan Trump untuk membahas penguatan keamanan di kawasan Arktik serta pentingnya terus mendukung Ukraina dalam mendorong tercapainya gencatan senjata.

EtIndonesia. Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat akan mengambil alih kedaulatan atas sebagian wilayah Greenland, terutama area di pulau tersebut yang menjadi lokasi pangkalan militer AS. Menurut laporan, pada  Jumat Trump menerima wawancara eksklusif dengan New York Post di Gedung Putih dan menyatakan bahwa Amerika Serikat “akan mendapatkan semua yang diinginkannya”, serta mengungkapkan bahwa negosiasi terkait hal tersebut sedang berlangsung.

Salah satu usulan yang saat ini sedang dibahas, meskipun belum mencapai target Amerika Serikat untuk sepenuhnya memiliki Greenland, akan memungkinkan AS memiliki “kedaulatan” atas pangkalan-pangkalan militernya di pulau tersebut, seperti Pangkalan Antariksa Pituffik. 

Sumber yang mengetahui masalah ini mengkonfirmasi kepada New York Post bahwa pengaturan tersebut akan meniru model “wilayah pangkalan berdaulat” di Siprus, di mana pangkalan militer Inggris di sana dianggap sebagai wilayah kedaulatan Inggris.

Trump juga beberapa kali secara terbuka menyinggung isu Greenland selama kunjungannya ke Davos, Swiss, pekan ini. Setelah bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, Trump lebih lanjut menyatakan bahwa kedua pihak telah membangun sebuah “kerangka perjanjian” terkait isu tersebut.

Selain itu, dilaporkan bahwa Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Sabtu juga berbicara melalui telepon dengan Trump. Kedua pemimpin membahas pentingnya memperkuat keamanan di kawasan Arktik. 

Mereka juga sepakat bahwa komunitas internasional harus terus mendukung Ukraina untuk mendorong proses gencatan senjata yang berkelanjutan, serta membantu Ukraina menghadapi serangan Rusia.

Laporan gabungan oleh reporter NTD Television, Yi Xin dan Zhang Ruiqi

Memberi Kesempatan kepada Orang Lain Sama dengan Menyediakan Jalan Mundur bagi Diri Sendiri

EtIndonesia. Orang yang berhati lapang akan selalu memiliki dunia yang lebih luas dibanding orang lain, dan peluang yang dimilikinya pun akan selalu lebih banyak.

Saya masih ingat, tiga tahun lalu ketika perusahaan kami menghadapi krisis operasional yang sangat berat. Tiba-tiba bagian keuangan memberi tahu bahwa sebuah perusahaan Jepang menolak membayar biaya iklan sebesar 250.000 dolar Taiwan. Alasannya, alamat yang tercantum dalam materi iklan salah. Staf pemasaran lalai melakukan pengecekan akhir, dan setelah klien menyatakan penolakan pembayaran, staf tersebut malah mengundurkan diri begitu saja.

Saya pun segera mendatangi perusahaan Jepang itu untuk meminta maaf kepada pimpinan mereka, Tuan Ono.

Saat bertemu dengannya, raut wajahnya tampak serius. Dia mengajukan tuntutan ganti rugi iklan, termasuk surat permintaan maaf dan rencana kompensasi. Jika tidak, dia bersikeras tidak akan melakukan pembayaran.

Sikap dan Ketulusan dalam Menyelesaikan Masalah

Di tengah krisis keuangan perusahaan, ditambah klien menolak membayar biaya iklan, rasanya benar-benar seperti tertimpa musibah bertubi-tubi. Dalam hati saya sempat berpikir: kehilangan satu klien saja sudah cukup berat, mengapa harus sampai merendahkan diri demi 250.000 dolar Taiwan?

Namun kemudian muncul pemikiran lain: jika satu per satu klien pergi, maka bisnis pun akan runtuh. Untuk menyelesaikan kesulitan perusahaan, yang terpenting adalah mengembalikan kepercayaan klien.

Akhirnya, saya memutuskan untuk merebut kembali kepercayaan Tuan Ono.

Keesokan harinya, saya menyerahkan surat permintaan maaf dan rencana kompensasi ke kantornya.

Setelah membacanya, Tuan Ono tersenyum tipis, mempersilakan saya masuk ke ruang tamu khusus, lalu berkata: “Perusahaan Jepang sangat menjunjung tinggi sikap dalam bekerja. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, tetapi yang terpenting adalah mampu menyadari dan memperbaikinya.

Dari sikap seseorang, kita bisa menilai apakah dia benar-benar menyesali kesalahan dan mau berubah.

Perusahaan Anda adalah usaha kecil menengah yang sedang berkembang. Karyawan masih muda dan kurang pengalaman, sehingga kesalahan penulisan iklan memang sulit dihindari sepenuhnya. Namun ketika masalah muncul, yang penting adalah bagaimana mendidik karyawan untuk menghadapi klien dengan sikap yang benar dan menyelesaikan masalah.

Yang saya pedulikan bukanlah besar kecilnya kompensasi, melainkan ketulusan dan sikap dalam menyelesaikan masalah. Kami mencari mitra jangka panjang—jika Anda berkembang, kami pun ikut berkembang.

Berdasarkan prinsip hidup berdampingan dan berkembang bersama, kami tetap berharap dapat terus bekerja sama dengan Anda. Surat permintaan maaf dan rencana kompensasi ini saya terima. Terima kasih atas usaha Anda.”

Ucapan singkat itu membuat saya sangat menghormati filosofi manajemen perusahaan multinasional Jepang.

Saat hendak meninggalkan ruang tamu, asisten Tuan Ono memberikan saya sebuah suvenir perusahaan dan sepucuk surat. Dalam hati saya berpikir, orang Jepang memang sangat sopan. Masalah terselesaikan, klien tetap bertahan, dan beban di hati terasa jauh lebih ringan.

Namun ketika saya kembali ke kantor dan membuka hadiah itu—sebuah pulpen—lalu membuka amplopnya, saya terkejut. Di dalamnya terdapat cek tunai senilai 250.000 dolar Taiwan!

Saya benar-benar tak menyangka. Dengan segera saya menelepon Tuan Ono untuk mengucapkan terima kasih.

Di telepon, dia berkata dengan nada tenang: “250.000 dolar Taiwan sangat berarti bagi perusahaan majalah yang sedang merintis usaha. Saya menghargai sikap dan ketulusan Anda dalam menyelesaikan masalah. Semoga usaha Anda sukses—teruslah berjuang!”

Setelah menutup telepon, air mata saya mengalir deras. Itu adalah air mata haru yang tak akan pernah saya lupakan seumur hidup.

Walaupun Tuan Ono telah dipindahkan kembali ke Tokyo dua tahun lalu, saya tidak pernah melupakan pelajaran berharga darinya. Dalam perjalanan mengelola perusahaan setelah itu, saya berusaha meneladani semangat Ono—lebih sedikit menyalahkan, lebih banyak bersikap lapang—dalam memperlakukan mitra kerja dan orang lain.

Menjaga Fleksibilitas Kerja untuk Meningkatkan Daya Saing

Dalam dunia kerja, sering kali atasan memberi tugas di luar tanggung jawab kita. Lalu bagaimana sebaiknya menyikapinya? Langsung menolak, atau menerima semuanya?

Belum lama ini, seorang mahasiswa menelepon saya dengan kebingungan yang sama. Jawaban saya adalah: ada beberapa kemungkinan mengapa atasan memberi Anda tugas di luar job description.

Pertama, untuk melatih Anda. Misalnya, Anda bertugas di bidang SDM, tetapi suatu hari diminta menangani keuangan atau audit. Anda mungkin mengeluh karena pekerjaan sudah banyak. Padahal, bisa jadi atasan ingin mengembangkan kemampuan Anda di bidang lain dan sekaligus menilai potensi Anda.

Kedua, sebagai pengakuan atas kemampuan Anda. Atasan mungkin merasa orang yang sebelumnya menangani tugas tersebut tidak mampu menyelesaikannya dengan baik, sehingga mempercayakannya kepada Anda—karena Anda dinilai kompeten.

Ketiga, sebagai pengakuan atas karakter Anda. Terkadang tugas itu remeh dan merepotkan, sehingga semua orang menghindar. Namun karena Anda dikenal rajin, tidak banyak mengeluh, dan tidak perhitungan, atasan meminta bantuan Anda.

Tentu saja, ada kalanya atasan hanya menganggap Anda “mudah dimanfaatkan” dan menumpukkan pekerjaan yang tidak diinginkan orang lain kepada Anda.

Dalam situasi seperti ini, apakah kita harus terus menebak-nebak niat atasan?

Menurut saya, apa pun motivasi atasan, kita sebaiknya berpikir positif dan menganggapnya sebagai kesempatan menambah pengalaman serta memperluas wawasan di luar bidang kerja kita.

Dengan pola pikir seperti ini, fleksibilitas Anda dalam organisasi akan jauh lebih besar dibanding orang lain.

Seorang pimpinan biasanya lebih menyukai karyawan yang fleksibel. Di tengah persaingan yang ketat, sebuah organisasi ibarat organisme hidup yang harus cepat beradaptasi dengan perubahan pasar. Semakin fleksibel Anda, semakin besar peluang Anda untuk diakui dan dipromosikan. Sebaliknya, jika kaku, atasan akan menganggap Anda sebagai “bidak yang sulit dimainkan”.

Karena itu, ketika atasan memberi pekerjaan tambahan, anggaplah sebagai tantangan. Cobalah terlebih dahulu apakah Anda mampu menanggungnya. Prosesnya memang penuh tekanan dan tidak nyaman, tetapi hanya melalui tekananlah seseorang bisa bertumbuh.

Tentu, jika beban sudah benar-benar melampaui kemampuan, tetap perlu menyampaikannya secara tepat waktu agar tidak mengganggu kinerja.

Kesempatan untuk meningkatkan daya saing diri sebenarnya ada di mana-mana. Saat pekerjaan utama sudah selesai, Anda bisa menawarkan bantuan kepada rekan kerja dan belajar dari proses tersebut. Dalam rapat, meskipun topik yang dibahas bukan bidang Anda, mendengarkan dengan saksama bisa memberi wawasan baru.

Semua itu adalah kesempatan emas untuk melatih diri dan membangun kemampuan.

Karena itu, baik menerima tugas tambahan dari atasan maupun terlibat dalam pekerjaan di luar tanggung jawab, jika disikapi dengan pikiran positif, akan meningkatkan fleksibilitas kerja dan sangat bermanfaat bagi karier di masa depan.

Belajarlah melakukan hal-hal yang tidak ingin dilakukan orang lain—maka Anda bisa melangkah menuju kesuksesan seperti Yan Changshou, yang dikenal sebagai “CEO berhati singa”.

Renungan

Berbuat salah adalah hal yang wajar. Seperti pepatah lama: orang sakti pun kadang keliru, manusia mana yang tak pernah salah langkah. Menghindari masalah hanya akan membuatnya semakin besar. Sebaliknya, keberanian untuk menghadapi dan memperbaiki kesalahan akan meminimalkan kerugian bagi semua pihak—dan sekaligus meninggalkan kesan baik di hati klien.(jhn/yn)

Dikabarkan Sebulan Lalu Zhang Youxia Sempat Bertengkar Sengit dengan Xi Jinping Sebelum Ditangkap

EtIndonesia. Kasus penangkapan Wakil Ketua Pertama Komisi Militer Pusat PKT Zhang Youxia dan Kepala Staf Departemen Staf Gabungan KMP Liu Zhenli terus memanas. Beragam kabar bocoran beredar luas dan sulit dibedakan kebenarannya. 

Pengamat independen Cai Shenkun mengungkapkan bahwa sebelum ditangkap, Zhang Youxia pernah secara langsung menegur Xi Jinping, menudingnya bertanggung jawab atas pembersihan berkelanjutan di tubuh militer dalam beberapa tahun terakhir yang menyebabkan moral pasukan runtuh.

Pada 26 Januari, Cai Shenkun dikutip NTDTV.com mengatakan dalam program media mandirinya bahwa ia memperoleh kabar terbaru dari seorang teman di Beijing. Sekitar sebulan lebih yang lalu, dalam sebuah pertemuan berskala kecil, Zhang Youxia tiba-tiba berhadap-hadapan secara langsung dengan Xi Jinping.

Saat itu, Zhang mempertanyakan Xi dengan berkata kira-kira: “Kami sekarang tidak tahu Anda hendak membawa negara ini ke arah mana. Sudah bertahun-tahun terus diguncang, militer pun terluka parah, moral pasukan tercerai-berai. Apakah situasi seperti ini tidak ada akhirnya?”

Menurut bocoran tersebut, keduanya terlibat pertengkaran sengit. Di akhir perdebatan, Zhang Youxia dikabarkan berkata :  “Kalau hari ini saya tidak membiarkan Anda meninggalkan tempat ini, apakah itu bisa disebut kudeta?”

Cai Shenkun mengatakan bahwa skenario seperti ini sangat dramatis dan tentu sulit dipercaya. Ia menegaskan bahwa informasi tersebut tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Namun, jika benar, hal itu menunjukkan bahwa hubungan keduanya telah benar-benar pecah. Siapa yang akhirnya mampu menguasai kendali menjadi kunci, dan dengan demikian tidak sulit memahami mengapa Xi Jinping terburu-buru menyingkirkan Zhang Youxia beserta orang-orang di sekitarnya.

Seiring kasus Zhang Youxia terus berkembang, berbagai bocoran informasi pun terus bermunculan.

Sebelumnya, Cai Shenkun juga mengungkapkan bahwa penangkapan terhadap Zhang Youxia dan Liu Zhenli bukan keputusan mendadak, melainkan hasil perencanaan matang. Pada 19 Januari, penangkapan dilakukan di Sekolah Partai Pusat oleh Biro Pengawal Pusat. Komisi Disiplin Pusat berada di bawah komando Liu Jinguo. Informasi penangkapan tersebut diberitahukan pada malam yang sama kepada para pejabat setingkat wakil nasional, dan keesokan harinya disampaikan kepada pejabat setingkat menteri penuh.

“Alasan mengapa pengumuman resmi dan penetapan kasus dilakukan begitu cepat dan begitu keras adalah karena ada ketakutan bahwa penundaan akan memicu perubahan di tubuh militer. Editorial yang terbit bersamaan dengan pengumuman resmi dimaksudkan untuk memperingatkan partai, pemerintah, dan militer agar tidak bertindak gegabah,” ujar Cai Shenkun.

Pada 26 Januari, pembawa acara YouTube ‘Zhen Guandian’, Zhen Fei, mengutip informasi dari seorang mantan perwira Tentara Grup ke-31 PLA yang menyebutkan bahwa diduga terjadi baku tembak di lokasi penangkapan Zhang Youxia. 

Pasukan kepolisian di bawah pimpinan Wang Xiaohong disebut menekan pasukan pengawal elit Snow Leopard Commando milik Zhang Youxia. Saat ini, para komandan tentara grup dikabarkan menolak menyatakan dukungan kepada Xi Jinping, dan militer berada dalam kondisi “perlawanan pasif.”

Mantan perwira tersebut mengungkapkan bahwa saat ini militer PKT berada dalam kekacauan, dan Xi Jinping tidak lagi mampu memimpin pasukan secara efektif; moral tentara runtuh. 

Disebutkan juga, para perwira setingkat batalyon hingga resimen ramai-ramai mengajukan pengunduran diri atau alih status, sementara para komandan setingkat tentara enggan menyatakan dukungan kepada Xi Jinping. Ia memperkirakan bahwa dalam 10 hari hingga setengah bulan ke depan, kemungkinan besar akan terjadi peristiwa besar di tubuh militer PKT.

Akademisi yang bermukim di Amerika Serikat, Wu Zuolai, dalam program Man Shan Man Tan, mengatakan bahwa perpecahan antara Zhang Youxia dan Xi Jinping memang nyata, dan Xi Jinping kemungkinan memilih untuk lebih dulu bertindak. (Hui)

Identitas Digital sebagai Pengganti Anonimitas: Rusia Berupaya Mengontrol Setiap Gerak di Dunia Maya

EtIndonesia. Di Rusia, telah diajukan usulan untuk memperkenalkan identifikasi paspor wajib bagi pengguna jejaring sosial dan aplikasi pesan, menurut Pusat Pemberantasan Disinformasi di bawah Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina.

Inisiatif ini secara efektif akan mewajibkan setiap tindakan daring untuk “ditandatangani” oleh individu yang dapat diidentifikasi, sehingga memudahkan negara untuk melacak pengguna. Pusat tersebut memperingatkan bahwa langkah ini dapat mengantarkan fase baru kontrol digital dengan slogan “internet yang legal dan aman,” sekaligus memaksa platform untuk menyimpan sejumlah besar data paspor yang pada akhirnya dapat bocor.

Menurut Pusat tersebut, pembatasan anonimitas akan mengurangi akses ke platform asing dan sumber informasi alternatif serta memberi pihak berwenang dasar baru untuk melakukan penindasan, yang secara efektif membangun versi digital dari negara polisi.

Pemblokiran Messenger di Rusia

Laporan tersebut mengingatkan bahwa pada Desember 2025, badan pengawas media Rusia memblokir WhatsApp, Roblox, FaceTime, dan Snapchat, dengan alasan “ancaman keamanan,” sekaligus membatasi protokol VPN yang memungkinkan akses ke informasi tanpa sensor.

Para analis mengatakan bahwa dengan dalih memerangi terorisme, Rusia semakin mengisolasi ruang informasinya. Para pengamat mencatat bahwa kontrol daring telah meningkat sejak tahun 2022, ketika pihak berwenang mulai melakukan pembatasan massal pada media sosial, secara teratur mengutip kekhawatiran keamanan nasional. (yn)

Tersiar Kabar Partai Komunis Tiongkok Tutup Gerak Seluruh Zona Militer, Pembersihan Besar-Besaran Picu Guncangan

EtIndonesia. Pada akhir pekan lalu, Partai Komunis Tiongkok (PKT) secara mendadak mengumumkan secara resmi bahwa Wakil Ketua Komisi Militer Pusat (KMP) sekaligus anggota Politbiro Zhang Youxia telah dikenai penyelidikan dan pemeriksaan, dengan penetapan yang menggunakan istilah sangat keras dan jarang terjadi. 

Sebelum pengumuman resmi tersebut, pengamat politik Sheng Xue telah lebih dulu memperoleh informasi bocoran. Ia kemudian menulis artikel panjang yang menganalisis situasi terkini. 

Berikut wawancara khusus NTD.

“Faktanya, di lokasi kejadian, yakni Hotel Jingxi di Beijing Barat, bahkan sempat terjadi baku tembak. Disebutkan bahwa pihak Xi Jinping tampaknya mengalami sekitar sembilan korban, sementara pihak lainnya mengalami lebih dari dua puluh korban,” kata Wakil Ketua Global Federasi Demokrasi Tiongkok, Sheng Xue. 

“Setelah saya mempublikasikan informasi ini, (teman yang membocorkan) mengatakan bahwa banyak sekali orang dari pihak berwenang yang menyerang dan menghina saya. Menurutnya, justru itu menunjukkan bahwa inilah kebenaran yang mereka takuti,” katanya. 

Wakil Ketua Global Federasi Demokrasi Tiongkok, Sheng Xue (tangkapan layar)

Sheng Xue menganalisis bahwa kejatuhan Zhang Youxia dari jajaran tertinggi militer PKT bukanlah sekadar “antikorupsi” di tubuh militer, melainkan sebuah pembersihan politik yang langsung menyasar keamanan kekuasaan tertinggi.

“Pertama, istilah yang digunakan PKT dalam penetapan kasus ini bukan soal korupsi, pelanggaran hukum, atau penyimpangan disiplin biasa. Mereka sepenuhnya menyoroti soal kesetiaan kepada pucuk pimpinan tertinggi—loyalitas politik, posisi politik, dan sikap politik. Ini dituduhkan sebagai anti-partai, anti-negara, anti-panglima tertinggi—ini adalah tuduhan paling berat. (Zhang Youxia) pasti melakukan tindakan tertentu sehingga dikenai tuduhan seperti ini, yaitu konspirasi, pemberontakan, kudeta. Hanya saja, sayangnya, upaya itu tidak berhasil,” kata Sheng Xue. 

Ia juga mengungkapkan:  “Sekarang, di berbagai wilayah militer utama PKT, pada dasarnya personel dilarang bergerak. Para pejabat tingkat tinggi yang semula berencana bepergian atau berlibur, semuanya dibatalkan. Setidaknya ini menunjukkan bahwa situasinya kali ini sangat, sangat serius dan genting.”

Sheng Xue menilai bahwa pembersihan berkelanjutan terhadap jajaran tinggi militer, dengan prinsip “kesetiaan absolut lebih tinggi daripada kemampuan”, telah berulang kali merusak sistem komando, menyebabkan hilangnya para jenderal berpengalaman, dan menurunkan moral serta semangat tempur secara nyata. Menurutnya, PKT sudah tidak memiliki kemampuan untuk menyerang Taiwan.

Ia mengatakan:  “Ketika (Xi, pemimpin PKT) pertama kali naik ke tampuk kekuasaan, langkah demi langkah ia membersihkan orang-orang dari kekuatan lama. Kemudian, secara bertahap, ia malah sepenuhnya membersihkan orang-orang yang justru ia sendiri angkat. Pasukan Roket yang dibangunnya dengan tangannya sendiri, pada akhirnya hampir disapu bersih dalam satu sapuan.”

Sheng Xue menambahkan:  “Pada intinya, tidak ada satu pun orang yang benar-benar ia anggap seratus persen dapat dipercaya. Ada data yang menyebutkan bahwa ia sendiri telah menyingkirkan 79 perwira berpangkat jenderal ke atas. Akibatnya, ia justru telah menghancurkan militer PKT itu sendiri. Karena itu, saya tidak percaya bahwa militer PKT saat ini masih memiliki kemampuan untuk menyerang Taiwan.”

Ia juga menegaskan bahwa PKT adalah rezim diktator otoriter; pembersihan yang terus-menerus akan menumpuk kebencian dan memperparah perebutan kekuasaan, sehingga mempercepat keruntuhan sistem.

Sheng Xue mengatakan:  “Gejolak politik yang ekstrem di seluruh masyarakat Tiongkok, ditambah dengan kemerosotan ekonomi yang cepat, membuat struktur ini runtuh. PKT yang paling jahat dan paling brutal—menurut saya—perubahan besar akan datang dengan relatif cepat.”

Laporan wawancara dari Biro Kanada, Televisi New Tang Dynasty

USS Abraham Memasuki Timur Tengah di Tengah Ketegangan dengan Iran: Semua Tentang Kapal Induk AS

EtIndonesia. Amerika Serikat telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal perang pendukung ke perairan Timur Tengah di tengah ketegangan dengan Iran menyusul tindakan kerasnya terhadap demonstrasi anti-pemerintah. Ketegangan antara Washington dan Teheran tetap tinggi setelah tindakan keras Iran terhadap para demonstran.

USS Abraham Lincoln telah memasuki Timur Tengah, bersama dengan beberapa kapal perusak rudal. Kapal-kapal perang tersebut berada di bawah Komando Pusat militer AS, kata para pejabat kepada Reuters.

Presiden AS, Donald Trump pekan lalu mengancam akan turun tangan untuk membela para demonstran, dengan mengatakan bahwa AS memiliki “armada” yang bergerak menuju Iran, tetapi berharap dia tidak perlu menggunakannya, menurut Reuters.

Apa Itu USS Abraham?

USS Abraham Lincoln (CVN 72) adalah kapal induk kelas Nimitz kelima milik Amerika Serikat. Dibangun oleh Northrop Grumman Shipbuilding, kapal ini dinamai untuk menghormati presiden AS ke-16 dan merupakan kapal kedua di Angkatan Laut AS yang menyandang namanya, seperti yang dilaporkan oleh Airpac Navy.

Berpangkalan di San Diego, California, USS Abraham memiliki sekitar 2.300 kompartemen, 600 tank, ketapel, sistem tempur, dan berbagai sistem lainnya. Persenjataan di atas USS Abraham Lincoln meliputi dua peluncur rudal permukaan-ke-udara jarak pendek RIM-116 Rolling Airframe Missile, dua peluncur rudal permukaan-ke-udara Mk 57 Mod3 SeaSparrow, dan tiga Sistem Senjata Jarak Dekat (CIWS) Phalanx.

Kapal induk ini dilengkapi dengan sistem penanggulangan torpedo SLQ-25A Nixie dan rangkaian penanggulangan SLQ-32A(V)4. Dua reaktor nuklir kelas Westinghouse A4W menggerakkan empat turbin uap yang mendorong kapal kelas Nimitz ini. USS Abraham dapat mencapai kecepatan maksimum 30 knot.

Dengan panjang 332,8 m, kapal ini memiliki dek penerbangan seluas18210 meter persegi. USS Abraham Lincoln dapat menampung hingga 5.680 orang dan membawa 90 pesawat.

Kapal ini membawa sembilan skuadron, yang terdiri dari satu pesawat sayap tetap peringatan dini E-2 Hawkeye, satu EA-6B Prowler, dua pesawat tempur Super Hornet, dua pesawat tempur Hornet, satu pesawat pendukung logistik Greyhound, dan dua helikopter serang SH-60 Seahawk, menurut Naval Technology.

Apa Alasan di Balik Pengerahan AS?

Amerika Serikat telah mengirim pasukan ke Timur Tengah selama masa ketegangan yang meningkat dalam langkah-langkah yang seringkali bersifat defensif. Namun, militer AS melakukan peningkatan besar-besaran menjelang serangan terhadap program nuklir Iran pada Juni tahun lalu. Selain USS Abraham dan kapal perang, Pentagon juga memindahkan sistem pertahanan udara dan jet tempur ke Timur Tengah.

Apa yang Dikatakan Iran

Esmaeil Baghaei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, memperingatkan akan adanya “tanggapan komprehensif dan yang akan menimbulkan penyesalan terhadap setiap agresi” pada hari Senin. Dalam pernyataan yang tampaknya merujuk pada USS Abraham, dia menyatakan: “Kedatangan kapal perang semacam itu tidak akan memengaruhi tekad dan keseriusan Iran untuk membela bangsa Iran.”

Protes anti-pemerintah di Iran, yang dimulai pada akhir Desember, didorong oleh keluhan ekonomi, tetapi berubah menjadi gerakan massa melawan pemerintah yang berkuasa. Sebuah kelompok hak asasi manusia yang berbasis di AS mengatakan pada hari Senin bahwa hampir 6.000 orang tewas dalam protes yang ditindas oleh pasukan keamanan Iran, menambahkan bahwa jumlah korban sebenarnya bisa beberapa kali lipat lebih tinggi. (yn)

India Dilanda Wabah Virus Nipah dengan Tingkat Kematian 58%,  Berbagai Negara Memperkuat Tes Virus Hingga Mencuat Isu Terkait Air Kelapa

 India baru-baru ini melaporkan kasus infeksi virus Nipah  yang mematikan, termasuk dugaan kejadian penularan berkelompok, sehingga menarik perhatian internasional. Negara-negara sekitar seperti Thailand, karena seringnya lalu lintas wisatawan dari India, telah memperketat pemeriksaan kesehatan di bandara.

EtIndonesia. Menurut laporan media, negara bagian Bengal Barat di India baru-baru ini melaporkan lima kasus terkonfirmasi infeksi virus Nipah, dengan sekitar 100 orang menjalani karantina. Hingga kini, secara global tercatat lebih dari 750 kasus terkonfirmasi virus Nipah, dengan tingkat kematian mencapai 58%.

Harian Bangkok Post melaporkan bahwa pada 25 Januari, Departemen Pengendalian Penyakit Thailand mengumumkan bahwa Bandara Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket mulai memperketat skrining penyakit menular bagi penumpang yang masuk, terutama wisatawan yang datang dari Bengal Barat, India.

Prosedur skrining meliputi pemeriksaan suhu tubuh, serta penilaian di tempat bagi penumpang yang menunjukkan gejala. Menurut pernyataan tersebut, penumpang dengan demam tinggi atau gejala yang dicurigai terinfeksi akan dipindahkan ke lokasi yang ditentukan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.

Pemerintah Thailand juga mengeluarkan peringatan perjalanan, mengimbau warga negaranya yang berencana pergi ke India untuk mengambil langkah pencegahan tambahan.

Sementara itu, Badan Pengendalian Penyakit di bawah Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Taiwan pada 25 Januari menyatakan bahwa peringatan perjalanan untuk negara bagian Kerala, India, tetap berada pada Level 2: Kewaspadaan (Kuning), serta secara resmi mengumumkan rencana untuk memasukkan virus Nipah sebagai penyakit menular Kategori V.

Menurut informasi di situs resmi badan tersebut, inang alami virus Nipah adalah kelelawar, khususnya dari genus Pteropus (kalong), serta ditemukan pula pada spesies kelelawar lainnya. Virus ini dapat menginfeksi berbagai hewan (sebagai inang perantara), seperti babi, kuda, domba, anjing, dan kucing, lalu menular ke manusia.

 Penularan ke manusia umumnya terjadi melalui kontak langsung dengan babi yang sakit, atau melalui droplet pernapasan, kontak dengan sekresi mulut dan hidung hewan yang terinfeksi, atau jaringan tubuhnya. Penularan antarmanusia ada, tetapi terbatas.

Menanggapi kabar yang beredar di internet bahwa badan pengendalian penyakit Taiwan menyarankan “untuk mencegah virus Nipah, hindari minum air kelapa mentah saat ke luar negeri”, pada 25 Januari pihak berwenang secara khusus memberikan klarifikasi, menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak benar.

Badan tersebut menjelaskan bahwa hanya orang yang bepergian atau tinggal di daerah wabah, termasuk Bengal Barat dan Kerala di India serta Bangladesh, yang perlu memperhatikan keamanan makanan dan minuman. Tidak semua wisatawan ke luar negeri harus menghindari minum air kelapa mentah. 

Fokus anjuran yang sebenarnya adalah menghindari konsumsi kurma dan nira kurma yang tidak dimasak, serta menghindari makan atau minum buah-buahan yang mungkin terkontaminasi oleh kelelawar pemakan buah di daerah setempat.

Terakhir, badan tersebut menekankan bahwa klarifikasi ini bertujuan mencegah kepanikan yang tidak perlu terhadap air kelapa, yang justru dapat membuat masyarakat mengabaikan langkah pencegahan yang benar-benar penting. Masyarakat juga diingatkan agar saat bepergian ke daerah endemis tertentu, tetap mematuhi anjuran pencegahan dan keamanan pangan guna menurunkan risiko infeksi. (hui)

Jadikan Kehadiranmu Sebuah Berkah bagi Orang Lain

EtIndonesia. Seekor lebah dan seekor tawon sedang berbincang-bincang. 

Dengan nada kesal, si tawon berkata: “Lucu sekali. Kita berdua punya banyak kesamaan—sama-sama punya sepasang sayap, perut bulat, dan bisa terbang. Tapi mengapa setiap orang menyebut namamu dengan senyum bahagia, sementara saat menyebutku mereka justru berkata aku adalah hama?”

Tawon melanjutkan dengan penuh kekesalan: “Aku bahkan punya mantel kuning yang indah sejak lahir, sementara kamu setiap hari tampak kotor karena sibuk ke sana kemari. Lalu, apa sebenarnya yang kurang dariku dibandingkan dirimu?”

Lebah menjawab dengan tenang :  “Tuan Tawon, apa yang kamu katakan memang benar. Namun menurutku, orang-orang menyukaiku karena aku memberi mereka madu. Lalu, apa yang sudah kamu berikan kepada mereka?”

Tawon menjawab dengan marah:  “Mengapa aku harus membantu manusia? Seharusnya merekalah yang memujaku!”

Lebah pun berkata lagi :  “Bagaimana kamu ingin diperlakukan orang lain, begitulah seharusnya kamu terlebih dahulu memperlakukan mereka.”

Banyak orang sering merasa tidak dihargai, seolah-olah bakat dan kemampuan yang mereka miliki tidak pernah dilihat atau diapresiasi. Mereka merasa punya begitu banyak kelebihan, tetapi selalu diabaikan dan dilupakan.

Padahal, seperti kisah lebah dan tawon tadi, nilai seseorang di dunia ini bukan terletak pada apa yang dia miliki, melainkan pada apa yang dia berikan kepada orang lain. Bukan pada seberapa hebat bakat, keunggulan, dan kemampuan yang dimiliki, tetapi pada bagaimana semua itu digunakan untuk memberi manfaat bagi sesama.

Jika keberadaan seseorang tidak mampu menjadi berkat bagi orang lain, maka sebaik apa pun kondisi yang ia miliki, semuanya menjadi sia-sia.

Jadikan kehadiranmu sebagai berkat bagi orang lain.  Biarkan keberadaanmu membawa keharuman bagi sekitar.

Biarkan hari-hari orang lain menjadi lebih indah karena kehadiranmu—meskipun hanya lewat satu tindakan kecil, satu bantuan sederhana. Sering kali, hal-hal kecil seperti itulah yang justru menghadirkan kejutan dan kehangatan yang tak terduga.

Coba renungkan sejenak: di lingkungan tempatmu berada—di keluarga, sekolah, komunitas, atau kantor—apakah keberadaanmu membuat suasana menjadi lebih baik dan lebih hangat?

Pertanyaan ini layak kita pikirkan bersama, sebagai bahan perenungan dan pengingat diri.

Renungan

Setelah membaca kisah kecil ini, staf redaksi Erabaru ingin bertanya kepada para pembaca dengan senyum: “Apakah kehadiran kami sudah menjadi berkat bagi Anda?”

Jika belum, kami akan berusaha lebih baik lagi. Jika sudah, terima kasih atas perhatian dan dukungan Anda. (jhn/yn)

Tiga Jenis Kehidupan

EtIndonesia. Suatu hari, seorang guru mengajak murid-muridnya naik perahu. Ketika perahu sampai di tengah danau, ia bertanya kepada para murid:

“Ada sesuatu yang kecepatannya melebihi cahaya, dalam sekejap bisa menembus galaksi dan mencapai tempat yang sangat jauh. Apakah itu?”

Para murid berebut menjawab :  “Aku tahu! Aku tahu! Itu adalah pikiran!”

Sang guru mengangguk puas, lalu melanjutkan : “Kalau begitu, ada satu hal lagi. Dia bergerak lebih lambat dari kura-kura. Ketika bunga-bunga musim semi bermekaran, dia masih tertinggal di musim dingin. Saat rambut sudah memutih, dia tetap seperti anak kecil. Apakah itu?”

Para murid tampak bingung dan tak mampu menjawab.

Guru kembali bertanya :  “Dan ada satu lagi—tidak maju, tidak mundur; belum benar-benar hidup, tetapi sudah mati; selamanya melayang di satu titik yang sama. Ada yang tahu ini apa?”

Para murid terdiam, saling berpandangan tanpa jawaban.

Guru pun berkata :  “Jawabannya tetap sama: pikiran. Itu adalah tiga wujud dari pikiran. Jika dilihat dari sudut pandang lain, itu juga bisa diibaratkan sebagai tiga jenis kehidupan.”

Melihat para murid yang menyimak dengan serius, guru melanjutkan penjelasannya:

“Jenis pertama adalah kehidupan yang penuh semangat dan perjuangan. Seseorang yang terus berusaha maju, yang selalu menyimpan harapan dan keyakinan akan hari esok. Jiwa orang seperti ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Dia bagaikan anak panah yang dilepaskan—suatu hari akan melampaui kecepatan cahaya dan berdiri di atas segalanya.”

“Jenis kedua adalah kehidupan yang malas. Dia selalu tertinggal di belakang orang lain, hanya memungut sisa-sisa yang ditinggalkan. Orang seperti ini ditakdirkan untuk dilupakan.”

“Jenis ketiga adalah kehidupan yang terlena dan mati rasa. Ketika seseorang menyerah pada usaha dan memilih hidup seadanya, nasibnya membeku. Tidak ada kesempatan yang mengetuk pintunya. Ia tidak benar-benar bahagia, tetapi juga tak peduli pada penderitaan. Ini adalah kehidupan yang ditakdirkan untuk muram—seperti cangkang ubur-ubur yang kosong, mengapung di dasar laut; tidak benar-benar hidup di dunia nyata, juga tidak hadir dalam mimpi….”

Renungan

Hakikat kehidupan setiap manusia sebenarnya sama. Namun, karena cara masing-masing orang menggunakan hidupnya berbeda, maka cahaya yang dipancarkan pun menjadi berbeda.(jhn/yn)