Ketika Gerakan Kertas Putih terjadi di banyak tempat di daratan Tiongkok, mahasiswa Universitas Wuhan juga menggelar unjuk rasa besar-besaran yang menuntut kebebasan untuk pulang ke kampung halaman.
Dalam unjuk rasa pada 4 Desember, mahasiswa Universitas Wuhan meneriakkan motto : “Proses Terbuka, informasi transparan !”
TKP unjuk rasa di Universitas Wuhan. (foto Internet)TKP unjuk rasa di Universitas Wuhan. (foto Internet)TKP unjuk rasa di Universitas Wuhan. (foto Internet)TKP unjuk rasa di Universitas Wuhan. (foto Internet)TKP unjuk rasa di Universitas Wuhan. (foto Internet)
Menurut informasi yang dikeluarkan oleh departemen pencegahan epidemi Wuhan, telah terjadi penambahan jumlah kasus infeksi baru sebanyak 300 orang di Wuhan pada 3 Desember. Namun, dunia luar umumnya tidak percaya terhadap data epidemi resmi yang dirilis ke publik, karena angkanya selalu diperkecil.
Menurut rekaman percakapan mahasiswa Universitas Wuhan, bahwa situasi epidemi di Kota Wuhan masih serius dalam beberapa hari terakhir, setiap hari ada penambahan 100 kasus baru, begitu pula situasi dalam kampus Universitas Wuhan. Tetapi pihak Universitas Wuhan selain belum bersedia mengatur kepulangan mahasiswa, malahan mahasiswa diminta tetap tinggal untuk melanjutkan pengajaran offline. Padahal universitas lainnya yang berada di Kota Wuhan sudah mengumumkan kepulangan bersama seluruh mahasiswanya demi mencegah penularan.
Mahasiswa mengklaim bahwa mereka telah berulang kali mendatangi Komite Partai di universitas dan kantor universitas untuk mempertanyakan ihwal kepulangan mahasiswa ke rumah masing-masing karena pandemi telah sangat mengganggu kehidupan mereka, termasuk dihentikannya pengiriman ekspres, kesulitan mendapatkan makanan, sebagian asrama mahasiswa tidak berair panas, dan sebagainya. Tetapi staf terkait hanya “saling melempar bola” dan tidak memberikan solusi. Di bawah tekanan ganda dari epidemi dan studi, mental para mahasiswa tersiksa. Namun pihak universitas masih menutup telinga terhadap himbauan mahasiswa dan tidak mau mendengarkan saran mereka.
Percakapan mahasiswa (angkapan layar)
Seorang meninggalkan pesan di Weibo : “Para mahasiswa tidak bermaksud memaksa pihak universitas untuk memulangkan siswa, tetapi akibat semua toko ditutup kecuali yang dikelola oleh kampus. Dan terhentinya layanan pengiriman ekspres, sehingga banyak mahasiswa tidak dapat membeli pakaian hangat secara online. Di tambah lagi staf terkait tidak menanggapi secara positif, mereka hanya saling “melempar bola”. Beberapa gosip yang beredar di kampus cukup membingungkan dan meresahkan para mahasiswa”.
Ada yang cemas mengatakan : “Mahasiswa di Kota Wuhan menaruh perhatian soal pengaturan kepulangan, karena tidak mudah untuk bisa membeli tiket angkutan umum, semakin mendekati akhir tahun, atau menjelang hari raya Imlek harga tiket semakin mahal. Selain itu, mahasiswa khawatir jika mereka belum bisa pulang lalu terjadi perubahan sehingga mereka terpaksa harus bertahun baru di kampus”.
Percakapan mahasiswa (angkapan layar)
Selain itu, mahasiswa Akademi Kejuruan dan Teknik Wuhan juga secara online menuntut pihak universitas lain untuk mengatur kepulangan siswa, tetapi karena ada mahasiswa di universitas tersebut yang dinyatakan positif terinfeksi, sehingga ada satu gedung universitas tersebut yang diblokir, tetapi pelajaran tetap berjalan seperti biasa hanya saja dilakukan lewat jaringan internet. (sin)
Mendapatkan atap berwarna terang akan menghemat biaya listrik Anda di cuaca atau kota yang lebih hangat, karena warna atap Anda dapat mengurangi suhu dalam ruangan, menurut studi perkotaan Prof. Sebastian Pfautschat, dari Western Sydney University.
Setelah lima tahun mendokumentasikan panas di Sydney barat, yang dapat melampaui 50°C di musim panas, ia memperingatkan bahwa atap berwarna gelap dapat menghasilkan suhu yang lebih tinggi daripada atap yang lebih terang, meningkatkan suhu internal rumah hingga enam derajat Celcius di musim panas.
“Anda akan membutuhkan biaya energi 50 persen lebih tinggi untuk benar-benar mendinginkan rumah Anda hingga sekitar 26°C,” katanya kepada 2GB.
Namun, sebagian besar orang masih memilih warna atap yang lebih gelap.
“Saya memperkirakan sekitar 90 persen rumah memiliki atap abu-abu gelap, hitam, bahkan biru tua di (Australia) barat,” katanya.
“Orang-orang yang pergi ke pinggiran kota baru ini hanya akan melihat atap yang gelap, dan kemudian mereka berpikir, yah, begitulah cara Anda tinggal di sini, dan mereka juga memilih atap yang gelap.”
Dia mengatakan bahwa bahkan ketika Anda memiliki atap berwarna terang, atap yang lebih gelap di lingkungan Anda juga dapat memengaruhi suhu di dalam rumah Anda.
“Itu masih menguranginya, tetapi suhu sekitar di sekitar rumah Anda masih tetap lebih tinggi dari yang seharusnya hampir dua derajat,” kata Pfautsch.
“Jadi jika kita semua memiliki atap berwarna terang, kita dapat menurunkan suhu udara musim panas hampir dua derajat celsius. Itu bisa menjadi perbedaan besar ketika Anda melewati hari 40 derajat yang tiba-tiba menjadi hanya 38 derajat Celcius.”
Sebuah studi pemodelan baru-baru ini juga menemukan bahwa atap berwarna gelap di gedung-gedung di sekitarnya, sekolah dan gedung apartemen, dapat mengubah bagian barat Sydney menjadi lebih panas.
“Sydney Barat sangat berisiko mengalami panas berlebih di perkotaan; rumah tangga lebih cenderung menghabiskan lebih banyak energi untuk pendinginan atau dipaksa untuk menanggung stres terkait panas di dalam ruangan. Ini masalah yang sangat serius,” kata kepala studi dan profesor di bidang arsitektur, Mattheos Santamouris.
Hambatan untuk Adopsi
Namun, ada banyak faktor yang mencegah perubahan ini terjadi, termasuk dewan kota yang tidak mengizinkan atap berwarna terang karena silau atau tidak menyatu dengan palet warna yang ingin mereka pertahankan.
“Jika Anda memiliki seseorang yang tinggal di bawah Anda, Anda tidak ingin atap mereka memantulkan cahaya ke balkon atau rumah Anda,” kata Pfautsch.
Untuk orang-orang dengan atap gelap di rumah mereka, pelapis reflektif bisa menjadi solusi hemat biaya.
“Anda bisa melakukannya hanya dengan menggunakan lapisan reflektif ke atap Anda, yang seharusnya dapat bertahan sekitar 20 tahun,” katanya.
“Itu tentang hasil dari investasi dalam tiga tahun.” “Jadi benar-benar ada perubahan mendasar yang perlu terjadi. Akan sangat bagus untuk melihat peraturan masuk ke kode bangunan kami seperti yang dimiliki negara lain di mana wajib untuk menggunakan atap reflektif di bangunan tempat tinggal. (zzr)
Kisah Mpu Gandring yang ditusuk Ken Arok dengan keris buatannya sendiri yang tak kunjung rampung sesuai yang dijanjikan, menjadi sebuah kisah yang menandakan pentingnya sebuah keris dalam sejarah politik di Jawa.
Kisah Unfinished Keris yang berujung kutukan mengingatkan kita tentang kisah Pedang Damocles di budaya Barat. Pesannya tidak jauh-jauh tentang kekuasaan. Mpu Gandring sebagai seorang arif dan waskita memahami betul tentang sifat-sifat kekuasaan. Mungkin bisa saja ia menyelesaikan keris itu dengan segera dan memenuhi permintaan Ken Arok. Mpu Gandring mengerti benar apa maksud Ken Arok memesan keris tersebut yang tidak lain ingin memuluskan jalannya untuk menggapai tahta kerajaan. Ini mungkin sejenis cara Mpu Gandring untuk buying time. Dengan kearifan dan kewaskitaan seorang yang menekuni “laku” (kultivasi/pertapaan), pandangan melihat masa depan pasti sangat gamblang. Ia menyadari bahwa ketika mahakarya keris itu diciptakan ia akan bertanggung jawab atas ciptaannya di hadapan Sang Pencipta.
Ia pasti mengerti dengan jelas bagaimana watak Ken Arok yang pernah menjalani dunia gelap sebagai perampok, walaupun dengan bumbu-bumbu bahwa hasil rampasan itu dibagi-bagikan untuk orang tak mampu, semacam Robinhood ala Jawa.
Mpu Gandring yang seorang ahli keris pasti menghadapi dilema profesi. Menyelesaikannya tepat waktu atau menundanya selama mungkin. Tapi jalan takdir tak bisa terbendung, ia harus menjadi korban dari mahakaryanya sendiri yaitu keris Mpu gandring, melalui tangan Ken Arok, seorang yang mempunyai visi politik yang ambisius untuk meraih takhta. Dan visi ambisius itu didukung kehadiran Ken Dedes yang merupakan sosok wanita yang memiliki pertanda akan melahirkan banyak raja-raja di tanah Jawa, yang kala itu diperistri oleh Tunggul Ametung. Visi Ken Arok meraih takhta, Ken Dedes wanita bertanda, dan sebuah keris sebagai tosan aji adalah sebuah modal politik saat itu untuk mewujudkan impiannya menjadi raja. Harta, Takhta, dan Wanita, itulah paket komplet yang mungkin ada dalam pikiran Ken Arok.
Tapi seperti yang dikarakterkan dalam kisah Pedang Damocles tentang sifat kekuasaan yang rapuh dan diperebutkan banyak orang, tapi dibalik itu mengandung tanggung jawab besar. Mpu Gandring sadar betul bahwa keris yang ia ciptakan diperuntukkan untuk menjadi piandel guna meraih kekuasaan. Sebagai bentuk tanggung jawabnya maka ia melakukan buying times yang itu akhirnya mengakhiri hidupnya sebagai bentuk pembayaran di muka (penebusan) atas tanggung jawab dari mahakarya yang ia bikin (buah kunci meraih kekuasaan). Bukan hanya itu, untuk memberi pelajaran bagi generasi berikutnya ia melontarkan sumpah kutukan bahwa Unfinished Keris (keris Mpu Gandring) akan sempurna setelah dicuci dengan 7 darah para raja keturunan Ken Arok. Memberi pesan bahwa kekuasaan itu ada tanggung jawab yang dipikul dan ditunaikan, atau kalau itu diingkari maka ia harus membayar dengan darah dan nyawanya sendiri. Dan pesan yang lain lagi bahwa kekuasaan harus diperoleh dengan jalan yang benar.
Untungnya tidak sampai tujuh raja yang menjadi korban Unfinished Keris itu, karena demi menghindari tulah kutukan itu konon keris itu dilarung di Gunung Kelud. Kutukan Mpu Gandring bisa dimak- nai adalah kutukan dari kekuasaan. Jika kekuasaan yang di baliknya mengandung tanggung jawab yang besar tidak ditunaikan, maka kekuasaan akan menghempaskan para penggandrungnya dari takhta atau mencuci dengan darah mereka bahkan keturunannya.
Keris sangat sering berkaitan dengan fragmen peristiwa di masa lampau. Kisah tentang Arya Penangsang misalnya.
Konon, ketika bertarung melawan Sutawijaya, ususnya terburai akibat tikaman tombak. Bersikeras tak mau kalah, usus yang keluar dia lilitkan pada gagang keris dan terus melawan. Namun sial, berniat menghabisi Sutawijaya, ususnya malah terpotong saat mencabut kerisnya, Brongot Setan Kober. Akibatnya, Arya Penangsang pun tewas. Dan masih banyak lagi.
Menguak Kekayaan Filosofis Sebilah Keris
Bangsa Indonesia patut merasa bangga ketika Keris Indonesia diakui oleh UNESCO sebagai Karya Agung Budaya Dunia pada 25 November 2005, yang kemudian terinskripsi dalam Representative List of Humanity UNESCO pada 2009. Namun sudut pandang orang Indonesia tentang keris belum banyak berubah. Sesuatu yang mistik, berkaitan dengan perdukunan, dan stereotip negatif lainnya. Penampakan bendawi sebuah keris, mungkin anak sekarang memandangnya hanyalah sebuah logam tua yang karatan, tapi di balik itu semua bisa dikuak beberapa hal penting.
Saat pernikahan Gus Dur dan Shinta Nuriyah, Gus Dur tidak bisa menghadiri pernikahannya karena sedang kuliah di Irak. Akhirnya Gus Dur digantikan dengan sebilah keris. Kenapa ini terjadi? Mungkin banyak orang yang heran. Itu tidak lain karena persepsi terhadap keris begitu tinggi bahkan ia bisa menjadi simbol yang menggantikan seseorang. Keris dipandang mempunyai makna tinggi dan mendalam dalam budaya dan falsafah Jawa. Sebagaimana pernikahan itu sakral, keris dianggap juga sebagai sesuatu yang sakral juga. Maka ia layak menjadi representasi dari seseorang di momen sakral dalam kehidupan seperti pernikahan. Bahkan sebuah keris mempunyai sebutan kyai sebagaimana sebutan bagi orang yang dihormati. Dalam budaya Jawa Klasik, kesempurnaan seorang pria ketika ia memiliki 5 hal, yaitu wisma (rumah), curiga atau keris, kukila (burung peliharaan), wanita, dan turangga (kendaraan).
Selain itu sebilah keris lengkap dengan warangka-nya sebenarnya bisa melambangkan filosofi dasar filsafat Jawa yaitu Manunggaling kawula Gusti yang sering diungkapan dengan ungkapan curiga manjing warangka, warangka manjing curlga (keris memasuki warangka, warangka memasuki keris) atau, kodok ngemuli lenge (katak menyelimuti lubangnya) yang merupakan mono dualitas makrokosmos dan mikrokosmos. Bukan hanya itu, bila dimaknai secara sosio-politis, ini melambangkan konsep sinergi antara patron dan klien, raja dan rakyatnya, serta pemimpin dan yang dipimpin. Filosofi ini sebenarnya menggambarkan pandangan manusia Jawa tentang bagaimana manusia Jawa mencapai kesempurnaan hidup baik secara individu dalam hubungannya dengan Tuhan sebagai sumber nilai, maupun secara sosio-politik antara pemimpin dan yang dipimpin. Yang ending-nya bisa memujudkan visi Ketuhanan “memayu haying bawono langgeng”. Dan filosofi ini jika diterjemahkan dalam dimensi sosio-politik menghasilkan konsep “negara integralistik”, yakni antara rakyat (kawula) dan gusti (pemimpin resmi), menyatu secara rukun dan selaras. Sebagai contoh, nama yang dipakai atau dipilih oleh Sultan Yogyakarta yang pertama, mencerminkan kewajiban yang disadari karena kedudukannya yang penting. Sebagai pangeran, dia diberi gelar “Mangkubumi”, yang artinya “memangku dunia ini”. Tetapi sebagai sultan atau raja, dia memakai gelar “Hamengkubuwono”, orang yang melindungi alam semesta.
Nama ini memberi tanda kewajiban raja yang utama, yaitu menyatukan kerajaannya dengan alam semesta dengan perantaraan dirinya. Dengan tekanan pada kewajiban ini pertimbangan terpenting kenegaraan ada pada tercapainya persatuan antara kawula atau rakyat dan rajanya, atau manunggaling kawula- gusti. Walaupun keris memiliki nilai-nilai ekonomis dan pertahanan diri. Tapi yang utama adalah nilai filosofis di baliknya.
Selain keris merupakan lambang maskulinitas, juga melambangkan kekuasaan. Di dalam sistem budaya keraton Jawa (Surakarta dan Yogyakarta) keris sebagai lambang kekuasaan ditunjukkan oleh adanya keris pusaka yang khusus diberikan kepada raja pengganti dan digunakan dalam penobatannya. Di Bali, kekuatan dan legitimasi ke-“raja”-an dan kerajaan terletak pada kepemilikan keris. Keris tersebut, sebagaimana diuraikan di dalam Babad Buleleng digambarkan sebagai “pasupati astra” yaitu senjata sakti yang diberikan oleh Dewa Siwa kepada Arjuna (Worsley, 1972).
Dalam pandangan orang Jawa, sebuah keris bisa menyimpan sebuah wahyu berdasarkan hirarki sosial yang ada. Yang artinya, di zamannya ada industri perkerisan yang mempunyai pasar dan segmentasi sendiri-sendiri. Para empu pembuat keris melafalkan doa-doa dan mantra-mantra yang sesuai permintaan dan status pemesan. Maka bisa ditemukan keris dengan yoni dan wahyu yang berbeda-beda, misalnya wahyu ratu, wahyu patih, wahyu pendeta, wahyu wiku, wahyu begawan, wahyu prameswari, wahyu senapati, wahyu duta, wahyu empu, wahyu adipati, wahyu dalang, wahyu lurah, wahyu tumenggung, dan masih banyak lagi. Dan intinya, tiap sebuah keris pusaka menjadi wadah sebuah wahyu.
Dengan ditetapkannya keris sebagai warisan budaya UNESCO ada banyak dimensi yang perlu digali dari sebilah keris misalnya aspek arkeologi, arkeo metalurgi, antropologi, sejarah, filsafat, sastra, teknik tempa, seni pamor, simbolisme, sosiologi, dan lain-lain. Dari sebilah keris sejatinya kita bisa meneropong ke masa lalu, pencapaian apa yang sudah diraih oleh para leluhur kita.
Untuk menjadi bangsa yang besar tidak harus dimulai dari nol atau sekadar mencontek negara lain, tapi bisa beraliansi dengan masa lalu. Ada banyak mutiara peradaban yang layak dipentaskan di panggung kekinian. Leluhur mempunyai jalan utama untuk mencapai kejayaan, kita tak harus membuat jalan baru, tapi hanya tinggal meneruskannya saja. (et)
ETIndonesia- Pascaluncuran awan panas guguran (APG) Gunung Semeru yang merupakan gunung tertinggi di Pulau Jawa pada Minggu (4/12) dini hari, beredar kabar yang menyebutkan bahwa letusan Gunung Semeru dapat membangkitkan tsunami hingga ke negara Jepang.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, mengatakan ada beberapa alasan kenapa berita tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan, antara lain, Gunung Semeru merupakan gunung api darat dengan jarak cukup jauh dari laut sehingga potensi letusan / _pyroclastic_ / _partial collapse_ tidak sampai ke laut dan tidak bisa membangkitkan tsunami.
Kemudian, posisi Gunung Semeru berada di Selatan Jawa, jika terjadi longsoran di Pantai Selatan Jawa akibat aktivitas vulkanik, kecil kemungkin tsunami yang terjadi bisa menjangkau negara Jepang karena terhalang gugusan pulau-pulau di Indonesia.
Berdasarkan analisa tersebut, kabar yang beredar tentang letusan Gunung Semeru akan menyebabkan tsunami hingga ke negara Jepang, dapat dipastikan tidak tepat.
BNPB mengimbau kepada seluruh masyarakat agar mempercayai kabar yang berasal dari lembaga yang berwenang di Indonesia, baik itu dari BNPB, BMKG, PVMBG, BPBD dan lembaga-lembaga yang dimandatkan oleh pemerintah. (BNPB/asr)
Jiang Zemin, mantan pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), meninggal dunia karena sakit di Shanghai pada 30 November 2022, pada usia 96 tahun, menurut pengumuman resmi. Jiang memegang kendali yang cukup besar atas Tiongkok selama lebih dari 20 tahun, meninggalkan legacy (warisan) politik abadi yang ditandai dengan kejahatan dan korupsi.
Dugaan Mata-Mata untuk Jepang dan Uni Soviet
Menurut catatan sejarah dan penelitian oleh mendiang scholar sipil dan sejarawan Tiongkok Lyu Jiaping, ayah Jiang bukan hanya pengkhianat selama pendudukan Jepang di Tiongkok pada Perang Dunia II, tetapi Jiang sendiri juga merupakan mata-mata intelijen militer kekaisaran Jepang.
Jiang Shijun, ayah kandung Jiang, bergabung dengan “Kongres Penyelamatan Perdamaian” yang diselenggarakan oleh pasukan pendudukan Jepang dan kolaborator Tiongkok pada tahun 1938. Setelah jatuhnya Nanjing, dia bekerja untuk kolaborator “Asosiasi Pemeliharaan Sementara Nanjing” dan untuk Jepang.
Presiden Rusia Boris Yeltsin (kiri) dan pemimpin Tiongkok Jiang Zemin saling bersulang setelah penandatanganan perjanjian perbatasan antara kedua negara, di Beijing pada 9 Desember 1999. (AFP via Getty Images)
Mengandalkan koneksi ayahnya, Jiang mendaftar di Departemen Teknik Elektro di Perguruan Tinggi Teknik Universitas Pusat di Nanjing. Selama waktu itu, ia bergabung dengan kelas pelatihan kader pemuda perguruan tinggi yang didirikan oleh kepala mata-mata Jepang di Tiongkok, dan dilatih sebagai mata-mata untuk memantau mahasiswa Tiongkok lainnya, menurut Lyu.
Jiang pergi ke Pabrik Mobil Stalin Moskow di Uni Soviet untuk magang dari tahun 1955 hingga 1956. Badan intelijen Komitet Gosudarstvennoy Bezopasnosti (KGB) atau Komite Keamanan Negara menemukan sejarah Jiang sebagai pengkhianat dan mengembangkannya menjadi mata-mata KGB dari Biro Timur Jauh, menurut sejarawan. Setelah kembali ke Tiongkok, Jiang menjalin hubungan dengan KGB dan menjadi mata-mata Soviet yang bersembunyi di PKT. Untuk menutupi sejarah kelam ini, Jiang menandatangani perjanjian rahasia dengan Rusia dan menjual wilayah Tiongkok.
Pada Desember 1999, Jiang dan Presiden Rusia Boris Yeltsin yang sedang berkunjung menandatangani “Protokol tentang Protokol Naratif antara Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok dan Pemerintah Federasi Rusia di Bagian Timur dan Barat dari Batas Tiongkok-Rusia” di Beijing. Dia menandatangani perjanjian lain dengan Presiden Rusia Vladamir Putin pada tahun 2001, “Perjanjian Sino-Rusia tentang Tetangga Baik, Persahabatan, dan Kerja Sama.”
Dalam perjanjian tersebut, Jiang menjual setidaknya 1,5 juta kilometer persegi wilayah milik Tiongkok ke Rusia, termasuk Wulianghai, Pulau Sakhalin, dan Vladivostok, yang setara dengan puluhan Taiwan. Jiang juga mengalokasikan muara Sungai Tumen ke Rusia, menutup akses timur laut Tiongkok ke Laut Jepang.
Berkuasa Setelah Pembantaian Tiananmen
Obituari resmi PKT menyebutkan peran Jiang selama pembantaian Tiananmen pada 4 Juni 1989, mengatakan bahwa Jiang “mendukung dan menerapkan sikap PKT melawan kerusuhan” dan “secara efektif menjaga stabilitas Shanghai.”
Selama gerakan demokrasi dan protes massa pada tahun 1989, Jiang dipanggil ke Beijing karena dia membersihkan publikasi “World Economic Herald” di Shanghai, yang mendukung gerakan mahasiswa, dan mendapat dukungan dari mantan pemimpin PKT Deng Xiaoping. Setelah gerakan tersebut ditekan dengan keras oleh militer rezim, Jiang diangkat sebagai pemimpin baru PKT.
Seorang pria berdiri sendirian untuk memblokir barisan tank yang menuju ke timur di Jalan Perdamaian Abadi Beijing selama pembantaian Lapangan Tiananmen pada 5 Juni 1989. (Jeff Widener/AP Photo)
Setelah pembantaian Tiananmen, PKT menghadapi sanksi dan blokade dari dunia demokrasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat. Jiang berjanji untuk meningkatkan hak asasi manusia dengan imbalan keuntungan perdagangan dengan Barat, sebuah janji yang tak akan terpenuhi.
Sementara itu, dia meluncurkan kampanye pendidikan dan propaganda nasionalistik untuk memanipulasi opini dan sentimen publik Tiongkok terhadap Barat.
Jiang menempatkan loyalisnya dari Shanghai di banyak posisi penting sejak dia berkuasa, termasuk Zeng Qinghong, yang kemudian menjadi faksi Jiang nomor 2 di dalam partai, juga dikenal sebagai faksi Shanghai, dan wakil presiden negara.
Korupsi
Sejak era Jiang, semua tingkat PKT dan militernya dipenuhi dengan tingkat korupsi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sudah menjadi praktik umum untuk mengumpulkan kekayaan dengan panik melalui segala cara dari level atas ke bawah. Korupsi sistemik menjadi ciri khas pemerintahan PKT.
Pada 2018, miliarder Tiongkok di pengasingan di Amerika Serikat, Miles Guo mengklaim bahwa keluarga Jiang adalah yang terkaya di dunia, dan aset yang “dicuri dari negara” oleh Jiang dan keluarganya mencapai $500 miliar, yaitu dipegang oleh cucunya Jiang Zhicheng atas nama keluarga Jiang.
Penasihat mantan pemimpin Tiongkok Zhao Ziyang, Dr. Wu Guoguang mengatakan kepada Voice of America bahwa di bawah pemerintahan Jiang, korupsi pejabat individu berkembang menjadi korupsi kelompok skala besar dari keluarga pejabat tingkat tinggi, tingkat menengah, dan tingkat rendah. “Tingkat korupsi PKT pada periode ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah manusia. Tentu saja, telah menciptakan sejumlah besar kepentingan pribadi.”
Menganiaya Falun Gong
Ketika Jiang berkuasa, dia dengan keras menindas para pembangkang, terutama penganiayaan terhadap Falun Gong pada 1999, yang dikutuk oleh komunitas internasional.
Falun Gong, latihan spiritual tradisional berdasarkan prinsip-prinsip Sejati, Baik, dan Sabar, dengan cepat mendapatkan popularitas di Tiongkok pada 1990-an setelah diperkenalkan di publik. Praktik ini telah dipuji secara luas karena meningkatkan kebugaran fisik dan moralitas sosial. Falun Gong memiliki banyak pengikut di semua strata sosial di Tiongkok, yang memicu kemarahan Jiang.
Pada 1999, meskipun ditentang oleh anggota lain dari Komite Tetap PKT, Jiang melancarkan kampanye penganiayaan secara nasional terhadap Falun Gong, bahkan memerintahkan pengambilan organ praktisi Falun Gong secara hidup-hidup. Sejalan dengan itu, industri transplantasi organ di Tiongkok mulai berkembang pesat pada saat itu, menurut laporan the World Organization to Investigate the Persecution of Falun Gong (WOIPFG).
Praktisi Falun Gong mengambil bagian dalam parade yang menandai ulang tahun ke-22 dimulainya penganiayaan rezim Tiongkok terhadap Falun Gong, di Washington pada 16 Juli 2021. (Samira Bouaou/The Epoch Times)
Penganiayaan masih berlanjut hingga hari ini. Menurut data dari minghui.org, jumlah praktisi Falun Gong yang dianiaya hingga meninggal dunia dan namanya telah diidentifikasi telah mencapai 4.828 orang dan ratusan ribu praktisi telah ditahan secara ilegal dan disiksa di pusat penahanan, kamp kerja paksa, dan penjara.
Jiang mengundurkan diri dari posisi pemimpin PKT pada 2002, dan digantikan oleh Hu Jintao. Namun, para ahli percaya bahwa Jiang telah mengendalikan situasi politik Tiongkok dari balik layar. Banyak pejabat dari faksi Jiang yang sebenarnya memegang kendali menerima perintah dari Jiang, yang menjadikan Hu sebagai boneka.
Praktisi Falun Gong memeragakan adegan pengambilan organ di Tiongkok. (Xiaoyan Sun / The Epoch Times)
Setelah Xi Jinping berkuasa pada tahun 2012, dia telah berperang sengit dengan faksi Jiang. Dalam masa jabatan pertamanya, Xi menurunkan sejumlah besar pejabat dari faksi Jiang atas nama antikorupsi. Namun, dia tidak menyentuh Jiang dan Zeng Qinghong.
Meninggal dalam Malu
Chen Yonglin, mantan diplomat PKT, mengatakan kepada The Epoch Times pada 30 November, “Sebagai penjagal manusia, Jiang Zemin meninggal dengan penghinaan dan rasa malu.” Dia percaya bahwa tidak hanya Jiang tetapi juga PKT harus bertanggung jawab atas kejahatan yang telah mereka lakukan. “Karena meskipun Jiang sudah mati, ini belum berakhir. Selama Partai Komunis masih ada, penganiayaan terhadap agama dan hak asasi manusia tak akan berhenti. Tak hanya Falun Gong yang dianiaya, sekarang kebijakan ‘nol-COVID’ rezim telah menyebabkan orang-orang di seluruh negeri sangat menderita.”
Feng Chongyi, profesor asosiasi di Studi Tiongkok di Universitas Teknologi, Sydney, menunjukkan: “Penindasan Jiang Zemin terhadap Falun Gong telah tercatat dalam sejarah, dengan rasa malu, dan dia tak akan pernah lepas dari kejahatan ini. Dia telah melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.”
Wang Xing, mantan insinyur dari perusahaan milik negara di daratan Tiongkok, mengatakan bahwa kematian adalah jalan keluar yang mudah bagi Jiang, karena “akhir terbaik adalah membawa Jiang Zemin ke pengadilan.”
Li Yuanhua, seorang sejarawan yang berbasis di Australia, mengatakan kepada The Epoch Times: “Jiang berkuasa setelah pembantaian Tiananmen, yang pada dasarnya memalukan. Dia mulai memerintah negara dengan korupsi, dan menghasilkan banyak uang secara diam-diam. Selama pemerintahannya, dia membawa malapetaka bagi negara dan rakyat, terutama penganiayaan yang tak manusiawi terhadap Falun Dafa, yang pada akhirnya merugikan bangsa Tiongkok.” (asr)
Ning Haizhong, Luo Ya, Li Yun, dan Zhou Xiaohui berkontribusi pada laporan ini.
Baru-baru ini, sebuah berita menghebohkan tersiar dari Korea Utara menyebutkan bahwa ada 3 orang murid sekolah menengah atas dieksekusi mati di depan umum oleh otoritas Kim Jong-un. Satu diantaranya dituduh membunuh ibu tirinya, sedangkan dua orang lainnya dijatuhi hukuman mati karena menyebarkan film drama TV Korea Selatan.
Radio Free Asia (RFA) yang mengutip informasi dari sumber terpercaya pada 3 Desember melaporkan, bahwa 3 orang murid SMA berusia hanya 16 atau 17 tahun di Hyesan, Provinsi Ryanggang, Korea Utara yang dekat dengan perbatasan Tiongkok, telah menjalani hukuman mati yang dilakukan oleh aparat Komando Gabungan Angkatan Darat ke-82 dari Tentara Rakyat Korea Utara di landasan pacu pesawat terbang pada bulan Oktober tahun ini.
Aparat setempat juga secara khusus memanggil warga kota datang ke lokasi untuk menyaksikan proses eksekusi. Salah satu murid sekolah menengah atas itu dieksekusi karena didakwa membunuh ibu tirinya. Sedang 2 murid lainnya didakwa terlibat dalam kegiatan anti-sosialis, karena menyebarkan film drama Korea Selatan.
Sumber itu mengatakan bahwa “pertunjukan sadis” ini adalah taktik umum yang digunakan oleh rezim Kim Jong-un untuk mengintimidasi orang dan memaksa mereka berperilaku seperti yang diinginkan pemerintah. Sedangkan dalam rangka untuk memberantas apa yang mereka sebut sebagai “ideologi dan budaya reaksioner”, pihak berwenang Korea Utara telah mengadopsi langkah-langkah kontrol dan penindasan yang ketat. Namun demikian, anak-anak muda Korea Utara masih diam-diam menonton drama film Korea Selatan atau acara TV Korea Selatan, karena itu warganya diteror oleh pihak berwenang dengan cara melakukan eksekusi publik.
Sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa lembaga penegak hukum Korea Utara telah memerintahkan agar mereka yang dituduh memiliki atau mendistribusikan rekaman dan publikasi yang bukan original harus segera diadili.
Menurut laporan, otoritas Korea Utara telah merumuskan “Hukum Pembasmian Terhadap Ideologi dan Budaya yang Reaksioner” pada Desember 2020. Hukum tersebut dengan jelas menetapkan bahwa siapa pun yang menyebarkan video Korea Selatan akan dihukum mati, dan penonton akan dihukum maksimal 15 tahun penjara.
Namun, penindasan yang kejam masih belum mampu membunuh kecintaan rakyat Korea Utara terhadap karya film dan televisi Korea Selatan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah penduduk Korea Utara yang dapat menggunakan komputer meningkat secara signifikan, dan perangkat penyimpanan seperti USB dan kartu SD yang mudah disembunyikan kian populer. Banyak warga Korea Utara diam-diam menggunakan perangkat ini untuk menonton film drama Korea Selatan dan karya televisi lainnya yang berbahasa Korea.
Konon drama Korea Selatan yang paling populer di kalangan masyarakat Korea Utara adalah “Crash Landing on You”. Untuk menonton 8 episode sekaligus, Anda perlu membayar 90.000 hingga 100.000 chon (Won Korea Utara). Saat ini, rata-rata gaji bulanan warga Korea Utara adalah sekitar 5.000,- chon, yang setara dengan membayar gaji 20 bulan untuk menonton seluruh episode “Crash Landing on You”. (sin)
Pada Minggu (4/12) aliansi produksi minyak OPEC+ memutuskan untuk mempertahankan produksi minyaknya pada level saat ini. Hal ini membuat Amerika Serikat dan sekutu Barat yang berupaya untuk mengekang harga minyak yang tinggi kembali terhambat.
Kelompok 23 negara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya telah mengadakan pertemuan online selama sekitar 20 menit pada Minggu, dan memutuskan untuk menangguhkan penilaiannya terhadap ekonomi global yang terguncang oleh penurunan permintaan dari Tiongkok serta ketidakpastian atas pasokan minyak Rusia. Di pasar minyak, kesepakatan untuk memangkas produksi sebesar 2 juta barel per hari yang baru saja dicapai pada pertemuan bulan Oktober akan tetap dipertahankan.
OPEC+ menegaskan kembali bahwa keputusan Oktober untuk memangkas produksi adalah “tindakan yang tepat” tetapi tidak menguraikan apakah akan terjadi perubahan lebih lanjut di waktu mendatang.
Dampak penuh dari pemotongan produksi ini tidak jelas di tengah volatilitas harga yang liar. Namun setelah pada 28 November, harga minyak mencapai level terendahnya di bulan September, harga minyak mentah Brent akhirnya membukukan kenaikan mingguan terbesarnya dalam sebulan.
Naik turunnya harga minyak dunia didorong oleh sanksi dari Uni Eropa dan batasan harga yang diberlakukan oleh blok Barat pada ekspor minyak mentah dari Rusia, yang mulai diberlakukan pada Senin (5 Desember).
Sementara itu, Tiongkok secara tentatif melonggarkan langkah-langkah penguncian COVID-19 yang telah mengikis tingkat konsumsi Tiongkok, negara terbesar dunia yang mengimpor minyak mentah.
Keputusan koalisi produsen minyak yang dipimpin oleh Arab Saudi dan Rusia ini (OPEC+) muncul setelah aliansi Barat pada hari Jumat mengumumkan pemberlakuan batasan harga untuk minyak mentah Rusia.
Negara-negara anggota Uni Eropa mencapai kesepakatan pada hari Jumat untuk menetapkan batas atas terhadap harga minyak mentah Rusia sebesar USD. 60,- per barel. Kelompok Tujuh (G7) dan Australia kemudian menyatakan dukungannya terhadap pendekatan tersebut.
Pada Senin (5 Desember), Uni Eropa akan mulai mengenakan embargo minyak Rusia, sementara Kelompok Tujuh dan sekutunya akan mengenakan batas harga USD. 60,- per barel pada minyak mentah Rusia.
Karena minyak mentah perlu dipesan berminggu-minggu sebelumnya, jadi pemotongan produksi yang diumumkan pada Oktober baru mulai terjadi di pasar selama beberapa minggu terakhir. Selain itu, pelepasan minyak dari stok strategis AS secara bertahap terus menurun.
Langkah Barat tersebut membuat marah pihak Moskow. Seorang juru bicara dari otoritas berwenang Rusia mengatakan bahwa Rusia tidak akan menerima adanya batas harga atas. Ia menuduh Barat dengan mengatakan bahwa ini semata-mata untuk memotong dana perang Rusia yang bertujuan menghambat kemampuan negara dalam berperang di Ukraina.
OPEC+ telah menolak upaya AS untuk memblokir keputusan yang dibuat pada bulan Oktober terkait pemangkasan produksi.
Presiden AS Joe Biden melakukan perjalanan ke Arab Saudi musim panas ini untuk bertemu dengan Mohammed bin Salman, putra mahkota Arab Saudi di tengah melonjaknya harga bensin di Amerika Serikat.
Pada pertemuan Oktober tahun ini, OPEC+ memangkas produksi minyak mentah sebagai tanggapan atas kekhawatiran terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi AS dan Eropa.
Sekarang, situasi wabah di Tiongkok dan protes rakyatnya telah menciptakan lebih banyak ketidakpastian.
Pada Jumat (2 Desember) harga minyak mentah di pasar turun ke USD. 85,42 per barel dari USD. 98,- sebulan yang lalu.
Menurut American Automobile Association (AAA), harga bensin di AS turun menjadi USD. 3,41. (sin)
Badai PHK menerjang perusahaan besar Amerika Serikat, kini telah menyebar ke industri berita. Perlambatan periklanan, masalah ekonomi, dan tekanan untuk pindah ke streaming membuat banyak media besar dan studio film dalam mode pemotongan biaya dan PHK.
The Wall Street Journal melaporkan pada 3 Desember bahwa organisasi berita, jaringan televisi, studio film dan televisi, dan raksasa hiburan telah memberhentikan ratusan karyawan dalam seminggu terakhir saja, termasuk konglomerat media massa dan hiburan Warner Bros, bagian produksi televisi Paramount Global.
Langkah tersebut dilakukan setelah banyak perusahaan hiburan berinvestasi secara besar-besaran dalam layanan streaming selama beberapa tahun terakhir, yang kini menyeret turun hasil keuangan perusahaan. Pada saat yang sama, siaran tradisional dan TV kabel terus mengalami kehilangan pemirsa dan pelanggan. Ditambah dengan ketakutan akan resesi dan perlambatan belanja iklan, dan industri yang bertahan dan dalam beberapa kasus berkembang pesat di tengah lonjakan jumlah penonton selama pandemi COVID-19 kini sudah berbalik arah.
Dalam kuartal terakhir saja, Disney, Warner Bros. Discovery, dan Paramount Worldwide secara kolektif telah kehilangan $2,5 miliar dalam streaming. Oleh sebab itu, mereka sekarang berjuang untuk mengendalikan biaya.
Selasa 29 November, Jaringan Televisi AMC (AMC Networks Inc.) mengatakan akan memberhentikan 20% tenaga kerjanya di AS.
Sebagai bagian dari upaya pemotongan biaya, unit CBS Paramount Worldwide baru-baru ini merestrukturisasi bisnis hiburannya, yang mana mengakibatkan dua eksekutif senior di PHK. PHK juga dilakukan dalam penjualan dan produksi iklan di CBS dan Paramount.
NBC Universal Comcast Corp juga memangkas pekerja sebagai bagian dari pemotongan biaya di seluruh divisi. NBCUniversal baru saja menyelesaikan rencana pensiun sukarela.
Roku, produsen perangkat streaming terbesar di AS, mengatakan pada bulan lalu berencana memberhentikan sekitar 200 pekerja.
Di CNN, peringkat rendah, masalah periklanan, dan tantangan dengan perusahaan induk Warner Bro. Discovery menyebabkan PHK pada minggu lalu. Channel saluran yang dimiliki oleh CNN, Headline News, akan berhenti menayangkan program langsung sebagai bagian dari upaya penghematan biaya, kata CEO CNN Chris Licht dalam sebuah memo kepada karyawan.
CNN belum secara terbuka mengungkapkan jumlah total karyawan yang di-PHK, tetapi “ratusan” karyawan pada akhirnya akan terkena imbasnya, menurut Puck News.
Raksasa surat kabar Amerika Serikat, Gannett pada Kamis (1 Desember) mulai memberhentikan lebih dari 200 orang, dan awal tahun ini perusahaan telah memberhentikan 400 orang. Gannett menerbitkan surat kabar seperti USA Today dan The Des Moines Register.
The Washington Post mengatakan pada Rabu (30 November) bahwa mereka akan berhenti menerbitkan majalah cetak hari Minggu, yang mengakibatkan sekitar 10 orang kehilangan pekerjaan.
Radio Publik Nasional (NPR) mengatakan Rabu bahwa sehubungan dengan “goncangan ekonomi global,” pengurangan sponsor perusahaan berarti perusahaan harus memotong setidaknya US$10 juta dari anggaran tahun ini dan pada dasarnya berhenti mempekerjakan. Perusahaan mengklaim akan berusaha menghindari PHK.
Mengutip sumber, Axios mengatakan operator berita video sayap kiri The Recount telah memberitahukan kepada karyawan bahwa pihaknya berencana untuk menutup sementara operasional Jumat depan. “The Recount” tidak memiliki komentar. Axios menambahkan bahwa eksekutif perusahaan masih bernegosiasi dengan pembeli dan mungkin mencoba untuk tetap beroperasi, jika mereka dapat mencapai kesepakatan sebelum batas waktu pada Jumat depan.
“Bulan lalu, sebagian besar staf Recount di-PHK, mengurangi total tenaga kerjanya sekitar 12 orang,” lapor Axios.
Perusahaan hiburan menghadapi tekanan yang melampaui lingkungan ekonomi makro. Taruhan besar mereka pada streaming terlihat semakin goyah, karena pasar langganan streaming di AS semakin matang dan persaingan di antara banyak saingan menambah pelanggan semakin ketat.
Netflix adalah salah satu perusahaan streaming pertama yang memberhentikan staf dan memangkas biaya, memangkas lebih dari 400 pekerjaan awal tahun ini. Beberapa eksekutif media mengatakan langkah Netflix telah mendorong perusahaan streaming lain untuk lebih fokus pada pengendalian biaya dan berusaha meningkatkan profitabilitas.
Memo internal yang dikeluarkan oleh eksekutif Disney pada bulan lalu mengungkapkan, rencana untuk memberhentikan pekerja, membekukan perekrutan dan membatasi perjalanan bisnis untuk memangkas biaya.
Di tengah pengetatan kebijakan moneter dan meningkatnya ketakutan akan resesi, induk Facebook Meta, Twitter, Amazon, Microsoft Corp., Lyft, Intel, Snap, Seagate Technology, Phillips 66, Perusahaan Daging Lainnya seperti Beyond Meat, Salesforce Inc., Stripe, Chime , Johnson & Johnson, Citigroup dan Morgan Stanley semuanya telah melaporkan PHK atau rencana untuk memberhentikan karyawan. (hui)
ETIndonesia- Sebanyak 1.979 jiwa mengungsi di 11 titik setelah terjadi Awan Panas Guguran (APG) dan peningkatan aktivitas vulkanik Gunungapi Semeru, Minggu (4/12/2022). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah menaikkan status Gunungapi Semeru dari level III (siaga) menjadi level IV (awas).
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, merilis bahwa Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci 11 titik pengungsian itu meliputi; 266 jiwa di SDN 4 Supiturang, 217 jiwa di Balai Desa Oro-oro Ombo, 119 jiwa di SDN 2 Sumberurip, 228 jiwa di Balai Desa Sumberurip, 131 jiwa di Balai Desa Penanggal, 52 jiwa di Pos Gunung Sawur, 216 jiwa di Balai Desa Pasirian, 150 jiwa di Lapangan Candipuro, 600 jiwa di Kantor Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur dan sisanya di SMP N 2 Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Sementara itu, wilayah yang terdampak APG Gunungapi Semeru meliputi Desa Capiturang dan Sumberurip di Kecamatan Pronojiwo, Desa Sumbersari di Kecamatan Rowokangkung, Desa Penanggal dan Desa Sumberwuluh di Kecamatan Candipuro dan Desa Pasirian di Desa Pasirian.
Hingga siaran pers ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai jatuhnya korban jiwa. Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Lumajang, Basarnas, TNI, Polri, relawan dan lintas instansi terkait terus melakukan upaya penyelamatan, pencarian dan evakuasi.
Sebanyak 10.000 lembar masker kain, 10.000 lembar masker medis dan 4.000 masker anak telah dibagikan untuk mengurangi dampak risiko kesehatan pernafasan akibat abu vulkanik.
Sementara itu pendirian dapur umum sedang dalam proses oleh PMI dan Dinas Sosial. (BNPB/asr)
Setelah kematian Jiang Zemin, dia meninggalkan catatan paling memalukan di dunia. Dia dituduh dan dilaporkan ke seluruh dunia karena penganiayaannya terhadap Falun Gong, yang juga mendatangkan malapetaka besar bagi bangsa Tionghoa.
Jiang Zemin, meninggal dunia pada usia 96 tahun, menjadi pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang paling banyak menerima tuduhan dan laporan di dunia karena kejahatannya menganiaya Falun Gong.
Kelompok Kerja Pengacara Hak Asasi Manusia mengeluarkan pernyataan lima poin pada 1 Desember, yang menyatakan: Dalam dua dekade terakhir, Jiang Zemin telah dituduh melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan, genosida, dan penyiksaan terhadap praktisi Falun Gong di 18 negara di seluruh dunia. Hampir 4 juta orang di 37 negara melaporkan kejahatannya terhadap Falun Gong, dan ratusan ribu praktisi Falun Gong di Tiongkok menggugat Jiang Zemin dengan nama asli mereka.
Rekor memalukan ini dimulai pada 1999. Pada saat itu, secara internal PKT menghitung ada hampir 100 juta orang berlatih Falun Gong di seluruh negeri, melebihi jumlah anggota PKT. Kecemburuan Jiang hingga membuat ia mengabaikan opini publik dan penentangan dari enam anggota Komite Tetap Politbiro pada saat itu. Ia bersikeras melancarkan penganiayaan terhadap Falun Gong, membawa negara Tiongkok ke dalam bencana yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Pengacara hak asasi manusia Daratan Tiongkok, Zhang Min (nama samaran) berkata : “Terutama Jiang Zemin melakukan ini setelah apa yang disebut “reformasi dan keterbukaan” PKT telah dilakukan begitu lama. Anti-aturan hukum semacam ini harus dikatakan bersalah , dan dia harus bertanggung jawab. Ini adalah tanggung jawab sejarah.”
Jiang Zemin memerintahkan pembentukan organisasi ilegal “610”, yang berada di atas semua lembaga pemerintah dan didedikasikan untuk menganiaya Falun Gong. Dia merumuskan kebijakan penganiayaan “Cemarkan Reputasinya, Bangkrutkan Ekonominya, dan Hancurkan Fisiknya”. Jiang Zemin juga menginstruksikan orang-orang untuk mengarang kasus bakar diri palsu di Lapangan Tiananmen pada Malam Tahun Baru 2000 untuk mendiskreditkan Falun Gong. Belakangan, International Educational Development (IED) mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa insiden bakar diri direncanakan dan diarahkan oleh otoritas PKT.
Selama 20 tahun terakhir, praktisi Falun Gong yang tak terhitung jumlahnya telah dianiaya hingga tewas. Ada ribuan foto di sini yang masing-masing menjadi korban.
Kasus pertama, Chen Ying, baru berusia 17 tahun. Dia pergi ke Beijing untuk memohon pada hari dimulainya penganiayaan. Dia diculik, dipukuli dan dipermalukan oleh polisi, dan meninggal dunia 26 hari kemudian.
Dr Liu Haibo disiksa sampai mati dalam semalaman oleh polisi pada 13 Maret 2002. Polisi saksi mata mengatakan dalam pernyataan mereka: Dua polisi menggunakan tongkat listrik bertegangan tinggi untuk menyetrum anus Liu Haibo.
Wang Bin adalah seorang insinyur komputer di Research Institute of Exploration and Development of Daqing Oilfield. Selama berada di kamp kerja paksa, dia tetap teguh pada keyakinannya dan dipukuli sampai mati, dan organ dalamnya diambil secara brutal.
Dalam beberapa tahun terakhir, ada sebanyak seratus jenis penyiksaan yang diekspos oleh PKT untuk menyiksa praktisi Falun Gong. Termasuk berbagai kejutan listrik, digantung, diborgol, pelecehan seksual dan sebagainya.
Karena blokade PKT, ada metode penganiayaan yang lebih brutal yang tidak diketahui. Namun, pada tahun 2006, dua saksi mengungkapkan secara internasional bahwa PKT mengambil organ dari praktisi Falun Gong yang masih hidup untuk transplantasi yang menghasilkan keuntungan. Kejahatan ini mengejutkan dunia. David Kilgour, mantan Sekretaris Negara Asia-Pasifik Kanada dan anggota senior parlemen, dan David Matas, seorang pengacara hak asasi manusia internasional, membandingkan dan memverifikasi 52 metode bukti, dan merilis sebuah laporan, dengan alasan bahwa tuduhan PKT pemanenan organ hidup adalah nyata. Ini adalah “kejahatan yang belum pernah terlihat sebelumnya di planet ini”.
Sejauh ini, banyak pengacara Tiongkok telah menunjukkan bahwa penganiayaan Jiang Zemin terhadap Falun Gong tak memiliki dasar hukum.
Pengacara hak asasi manusia Daratan Hua Ming (nama samaran) berkata : “Tentu saja, banyak pengacara yang mempertanyakan. Sejauh ini, saya belum melihatnya, dan tak ada pernyataan resmi bahwa organisasi mana pun memiliki kekuatan untuk mendefinisikan aliran sesat. Yang disebut pernyataan semua rumor. Melalui pernyataan pribadi (Jiang Zemin), dan kemudian memobilisasi media, propaganda fitnah, pernyataan salah yang menurut pejabat diwariskan.”
Pengacara Hak Asasi Manusia Daratan Chen Hua (nama samaran) berkata : “Karena saya telah mewakili banyak kasus Falun Gong. Saya menemukan bahwa mereka sepenuhnya menerapkan Pasal 300 Hukum Pidana untuk menganiaya praktisi Falun Gong dengan tuduhan palsu. Karena kasus Falun Gong yang saya diwakili, saya menemukan bahwa mereka semua orang yang sangat baik dan tidak merugikan masyarakat. Jadi, Jiang Zemin mengadopsi metode ini, dan saya pikir dia adalah pelakunya.
Sejak 2015, ada gelombang tuntutan hukum terhadap Jiang di Tiongkok. Sejauh ini, lebih dari 200.000 praktisi Falun Gong telah menggugat Jiang Zemin ke Kejaksaan Agung PKT dan pengadilan karena melanggar Konstitusi, Hukum Pidana, Hukum Acara Pidana, dan hukum normal internasional.
“Penjahat lintas abad ini tidak hanya merugikan ratusan juta praktisi Falun Gong, kebebasan berkeyakinan, dan semua hak asasi manusia seperti nyawa dan harta benda, tetapi juga melibatkan seluruh Tiongkok selama penganiayaan genosida yang berlangsung lebih dari 20 tahun. Jadi, semua orang Tionghoa, terutama Tiongkok adalah korban terbesar. Meskipun Jiang Zemin telah meninggal dunia, kami tetap menyerukan kepada semua orang Tiongkok dan Tionghoa di mana pun untuk terus mengutuk Jiang Zemin dan terus mengungkapkan kejahatan dan semua kejahatan yang dilakukan Jiang Zemin,” kata Teresa Chu, juru bicara dari Kelompok Kerja Pengacara Hak Asasi Manusia. (hui)
Menurut pejabat Uni Eropa, bahwa dalam pertemuannya dengan Presiden Dewan Eropa Charles Michel baru-baru ini, pemimpin Tiongkok Xi Jinping untuk pertama kalinya menyinggung soal Revolusi Kertas Putih yang terjadi di banyak tempat di Tiongkok. Xi mengatakan bahwa sebagian besar dari pengunjuk rasa yang merupakan mahasiswa telah merasa frustrasi karena epidemi yang sudah berlangsung selama tiga tahun.
Pada 1 Desember, Charles Michel mengunjungi Beijing dan mengadakan pertemuan dengan Xi Jinping, keduanya melakukan pembicaraan selama lebih kurang 3 jam. Selanjutnya, Charles Michel dalam konferensi pers mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan sikap Uni Eropa terhadap isu-isu seperti Revolusi Kertas Putih, hak asasi manusia, dan perang Rusia – Ukraina kepada Xi Jinping.
“Bagi Uni Eropa, hak berkumpul masyarakat adalah hak fundamental penting yang dijamin oleh instrumen internasional yang mengikat secara hukum serta konstitusi nasional”, kata Michel.
Setelah meletusnya Revolusi Kertas Putih, otoritas Beijing mulai menginstruksikan pemerintah di berbagai tempat untuk melacak dan menekan para pengunjuk rasa.
Media “South China Morning Post” pada 2 Desember melaporkan bahwa pejabat senior Uni Eropa yang terlibat dalam pertemuan itu mengungkapkan, Xi Jinping menjelaskan mengapa protes terjadi, “Dia mengklaim bahwa timbul masalah setelah tiga tahun epidemi, sehingga para mahasiswa atau anak-anak muda itu merasa frustrasi”.
Ini adalah pertama kalinya Xi Jinping berbicara tentang Revolusi Kertas Putih. Tetapi di depan umum, otoritas Beijing masih belum bersikap tetapi sangat menekan informasi terkait protes tersebut.
Charles Michel adalah pemimpin Barat pertama yang mengunjungi Beijing sejak pecahnya Revolusi Kertas Putih yang dikatakan sebagai kerusuhan publik terburuk sejak penumpasan berdarah Lapangan Tiananmen pada 4 Juni 1989.
Sejak 26 November, protes besar-besaran terjadi di Beijing, Shanghai, Wuhan, Chengdu, Nanjing, dan kota-kota besar lainnya. Mahasiswa dari 100 lebih universitas di seluruh negeri berpartisipasi dalam protes tersebut. Mereka mengangkat kertas putih sebagai protes terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani epidemi. Para pengunjuk rasa di Shanghai bahkan meneriakkan slogan seperti “Partai Komunis Tiongkok mundur” dan ” Xi Jinping mundur”.
Revolusi Kertas Putih ini dengan cepat menyebar ke luar negeri. Banyak mahasiswa asal Tiongkok yang studi di Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, Kanada, dan negara lain ikut turun ke jalan untuk mendukung kegiatan protes rekan-rekannya di Tiongkok dan menuntut agar “Partai Komunis Tiongkok mundur” dan “Xi Jinping mundur”.
Pejabat Uni Eropa mengutip ucapan Xi Jinping mengatakan bahwa varian virus yang sedang merajalela di Tiongkok saat ini adalah Omicron, sementara sebelumnya, varian Delta jauh lebih mematikan. Pidato Xi ini mengindikasikan bahwa mungkin pemerintah akan mengendurkan beberapa kontrol.
Ada tanda-tanda yang mulai muncul sejak 1 Desember, yakni beberapa pelonggaran sudah berlangsung, seperti tes asam nukleat berskala besar telah ditiadakan di beberapa kota di Tiongkok, dan kasus yang dikonfirmasi serta kontak dekat, seperti lansia dan anak kecil sudah diizinkan untuk menjalani isolasi mandiri di dalam rumah.
Media corong Partai Komunis Tiongkok juga mulai membuat perubahan besar, mereka sekarang mulai mempromosikan : “Kasus penularan oleh Omicron telah menurun drastis”, dan “epidemi tidak lagi mengerikan”.
Yang Dali, seorang profesor ilmu politik di University of Chicago, Amerika Serikat melalui akunnya di Twitter menulis : Protes yang terjadi pada akhir pekan lalu memaksa Xi Jinping mengambil langkah-langkah yang lebih longgar untuk mengendalikan epidemi.
“Xi Jinping sudah menerima pesannya”, tambahnya.
Yaqiu Wang, seorang peneliti senior di Human Rights Watch Tiongkok mengatakan : “Berkat para pengunjuk rasa yang dengan berani turun ke jalan, pemerintah komunis Tiongkok mulai melonggarkan pembatasan COVID-19. Di luar hasil yang terlihat, ikatan dari solidaritas, kekuatan, rasa bersatu yang diperoleh orang dari kejadian ini akan terus terkenang, dirasakan sampai bertahun-tahun ke depan”.
Namun, banyak orang yang percaya bahwa PKT mungkin untuk sementara “menyesuaikan” kebijakan pencegahan epidemi karena tekanan Revolusi Kertas Putih.
Warga Shanghai bermarga Chen mengatakan kepada Radio Free Asia pada 1 Desember bahwa wilayah dimana ia tinggal masih belum ada perubahan yang berarti, bahkan otoritas distrik mengumumkan agar warga menyiapkan untuk 2 bulan barang-barang yang dibutuhkan dalam rangka mencegah penyebaran epidemi. Warga jadi bertanya-tanya apakah kota akan mengalami lockdown kembali.
Ms. Tang, seorang wanita warga Beijing mengungkapkan : “Kemarin diberitakan bahwa hari ini pemblokiran mau dibuka, ternyata bohong. Kemarin diberitakan bahwa staf boleh bekerja setelah melakukan tes asam nukleat. Tetapi tempat kami telah ditutup selama lebih dari setengah bulan”.
Ms. Li, seorang penduduk Distrik Jiang’an Wuhan juga mengatakan bahwa komunitas dimana ia tinggal telah ditutup selama seminggu dan sampai sekarang belum ada berita pencabutannya. Dan teman sekelasnya yang tinggal di Shenzhen masih diwajibkan untuk menjalani tes asam nukleat setiap hari.
Tang Jingyuan, seorang komentator politik di Amerika Serikat mengatakan kepada NTDTV : “PKT selalu menggunakan metode tangan lunak dan tangan keras untuk menangani protes publik, mereka memang memanfaatkan kebijakan Nol Kasus untuk memperkuat kontrol terhadap rakyat dan memelihara stabilitas, jadi jangan berharap mereka mau melepaskan metode ini”. (sin)
Organisasi peretas terbesar di dunia baru-baru ini mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan serangan dunia maya ke situs web, basis data, dan sistem pemantauan pemerintah PKT untuk mendukung Gerakan Kertas Putih warga sipil Tiongkok dalam melawan tirani PKT. Saat ini sudah nama para pejabat polisi Shanghai dan kader di pemerintahan Guangdong yang diekspos.
Organisasi peretas “Anonim” mengumumkan peluncuran Gerakan Kertas Putih. Dan, pada 30 November mereka merilis kartu identitas Kepala Biro Keamanan Nasional Shanghai Huang Baokun, serta daftar nama polisi di Shanghai. Ada juga foto sejarah “4 Juni 1989”.
Li Yuanhua, seorang sejarawan asal Tiongkok yang tinggal di Australia mengatakan : “Biro Keamanan Umum Shanghai yang merupakan otoritas paling pusat dalam menganiaya orang, juga memiliki sejumlah celah, atau dapat dikatakan bahwa apa saja yang mereka lakukan sebenarnya tidak sulit diketahui oleh orang. Saya pikir ini lebih merupakan peringatan dan semacam arti simbolis”.
Organisasi peretas terbesar di dunia ini pertama berdiri pada tahun 2003. Grup peretas yang dibentuk oleh orang-orang yang memiliki ide sama. Pada tahun 2012, organisasi ini terpilih sebagai Person of the Year oleh Majalah Time.
Kelompok peretas ini men-tweet pada 30 November : “Kami mendukung warga sipil Tiongkok dalam melawan tirani rezim komunis !”
Pada hari yang sama, organisasi peretas tersebut mengajukan 5 poin gugatan yang masing-masing berupa : 1. Hentikan tes asam nukleat wajib dan karantina paksa. 2. Memberi hak kebebasan berbicara. Tidak menghapus posting atau blokir akun, dan membongkar firewall jaringan. 3. Melepaskan semua orang yang ditangkap dalam kegiatan kertas putih. 4. Membuka kembali fasilitas pengurusan paspor, membuka pintu negara, dan menghentikan tindakan membujuk warga untuk membatalkan keberangkatan ke luar negeri. 5. Membatalkan masa jabatan seumur hidup bagi ketua.
Pada 1 Desember sore, organisasi tersebut mengumumkan peluncuran serangan DDoS (Distributed Denial of Service) di situs web pemerintah Tiongkok.
Mereka juga mengklaim bahwa pihaknya telah berhasil meretas situs web pemerintah Tiongkok, melumpuhkan beberapa situs web, mendaftarkan 200 tautan situs web pemerintah Tiongkok yang berisiko tertinggi untuk diserang oleh peretas, dan telah mengendalikan beberapa sarana pemantau keamanan .
Wartawan menemukan bahwa Jaringan Inspeksi dan Pengawasan Disiplin Kota Zhaodong, Heilongjiang hingga berita tersebut diturunkan masih belum dapat diakses karena telah dilumpuhkan oleh peretas.
Li Yuanhua mengatakan : “PKT yang diktator ini sebenarnya sudah dibenci oleh rakyat. Saya pikir organisasi peretas menggunakan bentuknya untuk mengekspresikan sikap mereka, yaitu, meskipun PKT doat menyerang atau menganiaya orang lain, tetapi perlu juga diketahui bahwa dirinya pun memiliki banyak kekurangan yang dapat diserang orang lain”.
Pengguna Twitter menyatakan dukungan mereka terhadap tindakan kelompok peretas “Anonim”. “Terima kasih telah membantu rakyat Tiongkok memperjuangkan kebebasan dan hak !” “Bantu kami agar sistem kode kesehatan PKT runtuh”.
Pesan yang disematkan di akun Telegram grup peretas berbunyi : “Ayo Maju Terus Rakyat Tiongkok, Kalian Tidak Sendirian !” (sin)
ETIndonesia- Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan oleh tim PVMBG dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, luncuran Awan Panas Guguran (APG) sudah mencapai 19 kilometer bahkan telah melewati Jembatan Gladak Perak.
“Sudah sampai Gladak Perak,” jelas Joko Sambang, Kabid Kedaruratan BPBD Kabupaten Lumajang dalam Kketerangan disampaikan oleh Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Abu vulkanik gunungapi Semeru yang merupakan tertinggi di Pulau Jawa juga dilaporkan membumbung tinggi berwarna abu dan hitam pekat. Jarak pandang sangat terbatas karena abu sudah mulai turun ditambah turun hujan di sekitar lokasi.
Luncuran abu Semeru (Dok BNPB)
“Situasi saat ini di Kajar Kuning hujan deras dan abu pekat,” kata Joko.
BPBD Kabupaten Lumajang merinci ada sebanyak 93 warga dievakuasi ke pengungsian yang berlokasi di Balai Desa Sumberurip, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan terus berkoordinasi dengan Badan Geologi, PVMBG, BPBD Kabupaten Lumajang, TNI, Polri dan instansi terkait dalam pengembangan data dan informasi terkait erupsi Gunungapi Semeru.
Luncuran abu Semeru (Dok BNPB)
Sehubungan dengan adanya peningkatan status tersebut, maka PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar). (asr)
ETIndonesia- Gunungapi Semeru terus menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang ditunjukkan dengan luncuran Awan Panas Guguran (APG) dan indikator yang lain pada Minggu (4/12/2022). Keterangan disampaikan oleh Abdul Muhari, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB.
Sebagaimana yang dilaporkan sebelumnya, sumber APG berasal dari tumpukan material di ujung lidah lava, yang berada sekitar 800 meter dari puncak (Kawah Jonggring Seloko). Awan Panas Guguran tersebut berlangsung menerus dan hingga pukul 06.00 WIB jarak luncur telah mencapai 7 km dari puncak ke arah Besuk Kobokan.
Aktivitas kegempaan pada 4 Desember 2022 pukul 00.00 – 06.00 WIB terekam 8 kali Gempa Letusan, 1 Gempa Awan Panas Guguran yang masih berlangsung hingga pukul 06.00 WIB. Hal ini menunjukkan aktivitas erupsi dan awan panas guguran di Gunungapi Semeru masih sangat tinggi. Selain berpotensi terjadi awan panas, potensi terjadinya aliran lahar juga masih tinggi mengingat curah hujan yang cukup tinggi di Gunungapi Semeru.
Dengan adanya peningkatan aktivitas vulkanik tersebut, maka Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menaikkan status Gunungapi Semeru dari ‘Siaga’ menjadi ‘Awas’ atau dari Level III menjadi Level IV, terhitung per pukul 12.00 WIB hari ini.
Suasana terdampak Gunugn Semeru (Dok BNPB)
Sehubungan dengan adanya peningkatan status tersebut, maka PVMBG merekomendasikan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
Di luar jarak tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.
Lebih lanjut, masyarakat diminta untuk tidak beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Evakuasi Gunung Semeru (Dok BNPB)
Di samping itu, masyarakat diharapkan agar selalu mewaspadai potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.
Adapun masyarakat juga diimbau untuk tidak terpancing oleh berita-berita yang tidak dapat dipertanggung jawabkan mengenai aktivitas Gunung Api Semeru, dan mengikuti arahan dari Instansi yang berwenang yakni Badan Geologi yang akan terus melakukan koordinasi dengan BNPB dan K/L, Pemda, dan instansi terkait lainnya. (BNPB/asr)