Sepotong Tiket Setengah Harga — Ironi di Tengah “Dinginnya Hati Manusia”

EtIndonesia. Di sebuah kereta menuju Xi’an, seorang pramugari yang cantik menatap tajam seorang pria paruh baya berpakaian sederhana seperti buruh bangunan.

“Periksa tiket,” katanya dengan suara keras.

Pria itu panik, meraba-raba seluruh tubuhnya, akhirnya menemukan tiketnya, tetapi ia menggenggamnya erat di telapak tangan.

Pramugari itu tersenyum sinis.
“Ini tiket anak-anak.”

Wajah pria itu memerah. Ia berkata pelan,
“Bukankah harga tiket anak-anak sama dengan harga tiket penyandang disabilitas?”

Pramugari memandangnya dari atas ke bawah.
“Apakah Anda penyandang disabilitas?”

“Saya penyandang disabilitas.”

“Tunjukkan kartu disabilitas Anda.”

Pria itu semakin gugup.
“Saya tidak punya kartu. Saat membeli tiket, petugas juga meminta kartu itu. Karena saya tidak punya, saya terpaksa membeli tiket anak-anak.”

Pramugari mencibir.
“Tanpa kartu, bagaimana membuktikan Anda penyandang disabilitas?”

Tanpa berkata apa-apa, pria itu perlahan melepas sepatunya, lalu menggulung celana. Ia hanya memiliki setengah telapak kaki.

Pramugari melirik sekilas dan berkata dingin,
“Saya mau lihat dokumen resmi, bukan kaki Anda. Harus ada stempel resmi dari dinas terkait.”

Pria itu menjelaskan dengan wajah penuh kesulitan,
“Saya bukan penduduk setempat, jadi tidak bisa mengurus kartu. Saya juga bekerja di proyek swasta. Setelah kecelakaan, bos saya kabur. Saya tidak punya uang untuk menjalani pemeriksaan resmi di rumah sakit…”

Kepala kondektur datang menghampiri. Setelah mendengar penjelasan yang sama, ia hanya bertanya satu hal:
“Di mana kartu Anda?”

Pria itu kembali menunjukkan kakinya.
Namun sang kondektur bahkan tidak melihatnya.

“Kami hanya mengakui dokumen, bukan orangnya. Ada kartu berarti penyandang disabilitas. Tidak ada kartu, Anda harus membayar selisih.”

Pria itu panik. Ia mengeluarkan semua isi sakunya—hanya beberapa lembar uang kecil. Tidak cukup untuk menambah tiket.

Dengan suara bergetar ia berkata,
“Sejak kaki saya tergilas mesin, saya tidak bisa bekerja lagi. Saya bahkan tidak punya uang untuk pulang kampung. Tiket ini pun dibelikan hasil patungan teman-teman sekampung. Tolonglah…”

“Tidak bisa,” jawab kondektur tegas.

Pramugari menyela,
“Suruh saja dia ke depan untuk menyekop batu bara sebagai kerja paksa.”

Kondektur mengangguk.

Saat itulah seorang lelaki tua yang duduk di seberangnya berdiri.

Ia menatap kondektur dan bertanya,
“Apakah Anda seorang pria?”

Kondektur bingung.
“Tentu saja. Apa hubungannya?”

“Kalau begitu, buktikan. Tunjukkan kartu pria Anda.”

Penumpang lain mulai tertawa.

Kondektur tersendat.
“Saya berdiri di sini sebagai pria, apakah itu belum cukup?”

Lelaki tua itu menggeleng.
“Saya seperti Anda—hanya mengakui dokumen, bukan orangnya. Ada kartu pria berarti pria. Tidak ada kartu, berarti bukan.”

Kondektur terdiam.

Pramugari mencoba membela,
“Saya bukan pria. Katakan saja pada saya!”

Lelaki tua itu menunjuknya dan berkata,
“Kalau begitu, Anda bahkan bukan manusia.”

Pramugari marah besar.
“Apa maksud Anda?!”

Dengan tenang lelaki tua itu menjawab,
“Kalau Anda manusia, tunjukkan kartu manusia Anda.”

Kereta kembali dipenuhi tawa.

Namun ada satu orang yang tidak tertawa—pria dengan setengah telapak kaki itu. Air matanya mengalir. Entah karena rasa malu, rasa terharu, atau rasa pahit yang selama ini ia telan.


Antara Aturan dan Nurani

Dari sudut pandang petugas kereta, mereka hanya menjalankan aturan. Tanpa aturan, administrasi bisa kacau. Jika setiap orang membawa alasan pribadi, sistem bisa runtuh. Dan pelaksana aturan pun bisa terkena sanksi jika melanggar.

Namun dari sudut pandang pria itu—apakah kenyataan kehilangan setengah kakinya kalah sah dibanding selembar kertas?

Kartu disabilitas seharusnya dibuat untuk melindungi martabat penyandang disabilitas, agar mereka tidak perlu membuktikan luka mereka di depan umum. Tetapi ketika aturan diterapkan tanpa hati, justru martabat itu kembali terinjak.

Aturan dibuat untuk menyelesaikan masalah.
Namun aturan yang kaku bisa menciptakan masalah baru.


Siapa yang Salah?

Kadang yang terlihat salah bukanlah pelaksana di lapangan. Mereka hanya berada di antara dua tekanan: aturan di atas dan realitas di depan mata.

Masalahnya sering kali ada pada sistem yang tidak sempurna.

Jika aturan tidak memberi ruang kebijaksanaan, maka orang-orang baik pun bisa terpaksa menjadi keras.

Di sinilah pertanyaan moral muncul:

Jika Anda berada di posisi pelaksana, dan aturan jelas-jelas tidak sesuai dengan kenyataan di depan mata—apa yang akan Anda lakukan?

Apakah Anda akan tetap patuh demi keamanan diri?
Ataukah berani mengambil risiko demi keadilan?
Atau mencari jalan lain untuk memperbaiki sistem itu?

Tidak ada jawaban yang mudah.

Namun satu hal pasti:
Hukum tanpa rasa kemanusiaan akan terasa dingin.
Dan kemanusiaan tanpa aturan akan menjadi kacau.

Kebijaksanaan terletak di antara keduanya.

Karena pada akhirnya, selembar dokumen memang penting.
Tetapi di atas segalanya, yang paling penting tetaplah: manusia itu sendiri. (jhon)

Guru yang Tidak Bisa Membaca

EtIndonesia. Pada masa itu, mahasiswa asing di Amerika hanya bisa bertahan kuliah dengan bekerja keras saat liburan musim panas. Penulis pun demikian. Mengandalkan tenaga muda dan tubuh yang kuat, penulis menerima pekerjaan bergaji tinggi sebagai penebang kayu di Colorado.

Mandor memperkenalkan penulis pada seorang rekan kerja—seorang pria kulit hitam tua, bertubuh besar dan kekar, mungkin sudah lebih dari enam puluh tahun. Semua orang memanggilnya “Luther”.

Sepanjang musim panas, ia tak pernah memanggil nama penulis. Di antara bibir tebalnya, penulis selalu menjadi:
“Anakku.”

Awalnya penulis sedikit takut padanya. Namun ketika terpaksa berinteraksi, penulis menemukan sesuatu yang tak terduga—di balik kulit gelap dan tubuh kokohnya, tersimpan hati yang lembut dan penuh pengertian.

Seiring waktu, penulis mulai mengaguminya. Dan ketika musim panas berakhir, ia menjadi salah satu orang yang paling membekas dalam hidup penulis—seorang tua yang membimbing jiwa muda yang masih naif untuk melihat dunia dengan cara yang berbeda.


Matahari Pasti Terbenam

Suatu hari, pagi-pagi dahi penulis terbentur batang besi truk hingga membengkak. Siang harinya, ibu jari penulis tertimpa alat berat. Namun di bawah terik matahari sore, saya tetap harus menebang pohon.

Ia mendekati penulis. Penulis menggeleng sambil mengeluh,
“Hari ini benar-benar sial dan menyakitkan.”

Ia menunjuk matahari dan berkata lembut,
“Jangan takut, anakku. Seberat apa pun satu hari, benda itu pasti akan terbenam. Dan dalam kenangan, tidak ada lagi kesialan dan rasa sakit.”

Kami pun kembali bekerja. Tak lama, matahari benar-benar tenggelam di ufuk barat.


Selangkah dari Neraka

Suatu ketika, dua pekerja bertengkar hebat. Mereka sudah menggulung lengan baju, siap berkelahi. Luther berjalan mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga masing-masing.

Entah apa yang ia katakan, keduanya perlahan menurunkan tangan dan akhirnya saling berjabat tangan.

Saya penasaran dan bertanya,
“Apa yang kau katakan pada mereka?”

Ia tersenyum tipis.
“Aku hanya bilang: kalian berdiri tepat di tepi neraka. Mundurlah satu langkah.”


Roti yang Dibagi

Saat makan siang, ia selalu membawa roti panjang. Ia memanggil penulis untuk mematahkan sepotong.

Suatu hari penulis berterima kasih dengan sungkan. Ia mengangkat bahu sambil tertawa,
“Roti dibuat panjang-panjang, mungkin supaya mudah dibagi. Dengan begitu rasanya lebih enak.”

Sejak itu, setiap potongan roti yang kami bagi bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghangatkan hati.


Kata-kata yang Dikunyah Ulang

Para penebang kayu sering bercanda kasar dan saling mengejek. Namun Luther selalu berbicara lembut dan manis.

Penulis bertanya mengapa.

Ia menjawab,
“Kalau orang mau mengunyah ulang kata-kata yang mereka ucapkan siang hari saat malam sunyi tiba, mereka pasti akan memilih kata-kata yang lebih lembut dan manis.”

Kebiasaan itu masih penulis praktikkan hingga hari ini.


“Aku Tidak Bisa Membaca”

Suatu hari ia membawa sepucuk surat dan meminta penulis membacakannya.

Ia tersenyum malu,
“Aku tidak bisa membaca.”

Saya terkejut. Setelah membacakan surat itu, saya bertanya,
“Bagaimana mungkin Anda tidak bisa membaca, tetapi memahami begitu banyak kebenaran hidup?”

Ia menengadah ke langit dan berkata pelan,

“Anakku, Tuhan tahu tidak semua orang bisa membaca huruf. Selain Kitab Suci, Ia juga menuliskan kebenaran di langit dan bumi. Selama kamu bisa bernapas, kamu bisa membacanya.”


Renungan

Mungkin penulis telah melupakan banyak nama orang hebat di dunia. Namun penulis tidak pernah melupakan Luther.

Ia mungkin buta huruf, tetapi tidak buta kebijaksanaan.

Ia mengajarkan bahwa kebenaran tidak selalu datang dari buku tebal atau gelar tinggi. Alam, pengalaman, dan hati yang jernih juga bisa menjadi guru.

Kita bisa belajar dari tiram tentang kesabaran.
Dari ikan badut dan anemon tentang hidup berdampingan.
Dari burung tentang terbang lebih tinggi saat melawan angin.
Dari semut tentang ketekunan.

Kebijaksanaan bukan tentang menaklukkan alam, melainkan memahami dan menyesuaikan diri dengannya.

Air bah tak bisa ditahan selamanya dengan bendungan tinggi. Namun jika diarahkan dengan bijak, ia bisa menjadi sumber tenaga.

Begitu pula hidup.

Tak semua orang bisa membaca huruf.
Namun siapa pun yang mau membuka hati, bisa membaca makna yang tertulis di setiap hari yang ia jalani. (jhon)

Melewatkan Kesempatan

EtIndonesia. Seorang pemuda sangat ingin menikahi putri cantik seorang peternak. Ia pun datang melamar.

Sang peternak memandangnya dari atas hingga bawah, lalu berkata,
“Kita pergi ke ladang. Saya akan melepaskan tiga ekor banteng secara berurutan. Jika kamu berhasil menangkap ekor salah satunya, kamu boleh menikahi putriku.”

Mereka pun menuju ladang. Pemuda itu berdiri dengan tegang, menunggu banteng pertama dilepaskan.

Tak lama kemudian, pintu kandang terbuka. Seekor banteng berukuran sangat besar dan tampak garang berlari lurus ke arahnya.

Pemuda itu terkejut. “Ini banteng terbesar dan terburuk yang pernah kulihat. Mungkin banteng berikutnya akan lebih mudah,” pikirnya. Ia pun membiarkannya lewat.

Pintu kandang terbuka lagi. Banteng kedua keluar—lebih besar dan lebih ganas dari yang pertama.

“Ini mengerikan! Banteng ketiga pasti lebih baik,” katanya dalam hati. Ia buru-buru meloncat ke balik pagar dan membiarkan banteng kedua lewat.

Tak lama kemudian, pintu kandang terbuka untuk ketiga kalinya.

Kali ini, wajah pemuda itu berseri. Banteng ketiga kecil dan kurus. Tampak lemah dan jauh lebih mudah ditangkap.

“Inilah kesempatan yang tepat!” pikirnya.

Saat banteng itu berlari mendekat, ia bersiap, menghitung waktu, lalu melompat untuk meraih ekornya.

Namun—banteng itu tidak memiliki ekor.


Kesempatan Datang, Lalu Pergi

Setiap orang dalam hidup pasti diberi kesempatan. Namun kesempatan sering kali tidak datang dalam bentuk yang nyaman atau sempurna.

Kadang ia tampak besar dan menakutkan.
Kadang ia terasa berisiko.
Kadang ia terlihat “terlalu sulit”.

Karena berharap ada pilihan yang lebih baik, kita menunda.
Karena menunggu yang lebih ideal, kita melepas yang ada di depan mata.

Namun ketika kesempatan yang “sempurna” akhirnya datang, bisa jadi ia sudah tidak memiliki “ekor” untuk kita raih.


Terlalu Banyak Pilihan, Justru Kehilangan

Sering kali kegagalan bukan karena tidak ada peluang.
Justru karena terlalu banyak pilihan.

Kita menjadi ragu.
Kita ingin yang paling mudah, paling aman, paling sempurna.

Padahal hidup jarang memberi yang sempurna. Ia memberi yang cukup—asal kita berani mengambilnya.

Kesempatan sering kali tidak kembali dua kali.
Dan waktu tidak pernah menunggu sampai kita benar-benar siap.


Renungan

Terkadang kesempatan pertama memang sulit.
Kesempatan kedua mungkin lebih menakutkan.
Tetapi yang ketiga—yang terlihat paling mudah—bisa jadi sudah tidak lagi lengkap.

Belajarlah menilai peluang bukan dari tampilannya saja, tetapi dari keberanian diri sendiri.

Karena hidup bukan tentang menunggu kesempatan yang paling ideal,
melainkan tentang berani menangkap kesempatan yang ada, sebelum ia berlalu.

Jangan sampai suatu hari kita menyadari bahwa yang hilang bukanlah peluang—
melainkan keberanian kita untuk mengambilnya. (jhon)

Wisma Jerman Buka Peluang Studi dan Karier di Jerman Lewat Media Gathering Surabaya

Surabaya, 11 Maret 2026 – Wisma Jerman menggelar Media Gathering bersama sejumlah jurnalis di Surabaya pada Rabu (11/3) sebagai upaya memperkenalkan berbagai program bahasa, layanan konsultasi pendidikan, serta peluang karier di Jerman kepada masyarakat luas.

Acara yang berlangsung interaktif ini menjadi ajang bagi Wisma Jerman untuk memaparkan beragam jenis kursus bahasa Jerman yang tersedia untuk umum. Tak hanya itu, lembaga yang berfokus pada promosi bahasa dan budaya Jerman ini juga menyediakan layanan konsultasi mengenai studi di Jerman dan program Ausbildung—program pendidikan vokasi yang menggabungkan pelatihan kerja di perusahaan dengan pendidikan di sekolah kejuruan Jerman.

Melalui program Ausbildung, terbuka peluang pekerjaan di berbagai sektor seperti perhotelan, gastronomi, teknik, hingga bidang kesehatan. Wisma Jerman pun aktif melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah, kampus, dan komunitas untuk memberikan informasi langsung mengenai bahasa Jerman, kesempatan studi, serta prospek karier di Jerman. Sebaliknya, institusi pendidikan maupun komunitas juga dapat mengunjungi Wisma Jerman untuk mengenal lebih dalam program-program yang ditawarkan.

Selain program bahasa dan konsultasi, Wisma Jerman secara rutin menyelenggarakan kegiatan budaya dan edukasi, seperti konser musik klasik, Open House, serta pemutaran film dalam rangka festival Europe on Screen dan Kinowochenende.

Dalam rangkaian Media Gathering tersebut, para jurnalis berkesempatan mengikuti Schnupperkurs—kursus kilat bahasa Jerman secara gratis—untuk merasakan pengalaman belajar bahasa Jerman secara langsung. Suasana semakin akrab dengan adanya permainan ringan yang melibatkan seluruh peserta dan tim Wisma Jerman.

Melalui kegiatan ini, Wisma Jerman berharap dapat memperluas penyebaran informasi mengenai peluang belajar, studi, dan karier di Jerman kepada masyarakat melalui kerja sama dengan media.

Menabung Air Foundation Sebagai Panitia Nasional Jambore KTI Kota Madiun 2026 Audiensi dengan Zulkifli Hasan

Jakarta Selatan, 27 Februari 2026 — Menabung Air Foundation (MAF) bersama Panitia Nasional Jambore Kampung Tematik Indonesia (KTI) 2026 melakukan audiensi dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Jakarta Selatan. Audiensi ini membahas dukungan pemerintah terhadap penyelenggaraan Jambore Kampung Tematik Indonesia (KTI) 2026 yang akan digelar di Madiun pada 30 Mei–1 Juni 2026.

Dalam kegiatan ini, MAF terlibat sebagai bagian dari Panitia Nasional Jambore KTI 2026 bersama berbagai komunitas dari Jaringan Kampung Tematik Indonesia. Selain itu, MAF juga akan berperan sebagai narasumber yang membawakan materi konservasi air dalam rangka mendorong penguatan pengelolaan sumber daya air di tingkat komunitas.

Audiensi dihadiri oleh Koordinator Nasional Jaringan Kampung Tematik Indonesia Bambang Irianto, Ketua Panitia Nasional Jambore KTI 2026 Hariyadi Eko Romadon, Wakil Bendahara Panitia Bella Resma, serta Community Organizer Menabung Air Foundation Syifa Aura.

Dalam pertemuan tersebut, Zulkifli Hasan menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif penyelenggaraan Jambore Kampung Tematik Indonesia yang dinilai mampu memperkuat kolaborasi antar komunitas serta mendorong pengembangan potensi daerah berbasis pemberdayaan masyarakat.

“Kegiatan ini baik untuk memperkuat kolaborasi antar komunitas dan mendorong potensi daerah. Saya menyambut baik undangan ini dan insyaallah siap menghadiri pembukaan,” ujar Zulkifli Hasan.

Ketua Panitia Nasional Jambore Kampung Tematik Indonesia 2026, Hariyadi Eko Romadon, menyampaikan bahwa audiensi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan pemerintah terhadap pengembangan kampung tematik di Indonesia.

“Kami harap kehadiran Bapak Menko Pangan dalam pembukaan Jambore Kampung Tematik Indonesia 2026 dapat memberikan semangat dan dukungan bagi berbagai komunitas kampung tematik agar terus berinovasi dalam pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, panitia berharap Jambore Kampung Tematik Indonesia 2026 dapat menjadi momentum memperkuat jejaring antar komunitas sekaligus menghadirkan berbagai praktik baik pemberdayaan masyarakat, termasuk inovasi konservasi air yang akan dibawakan oleh Menabung Air Foundation dalam rangkaian kegiatan jambore.

Di Momentum Ramadhan, IHGMA Jawa Timur Ajak Ngabuburit dan Bukber Anak Panti Asuhan

SURABAYA – Bulan suci Ramadan menjadi momentum tepat untuk berbagi kebahagiaan. Dewan Pimpinan Daerah Indonesian Hotel General Manager Association (DPD IHGMA) Jawa Timur mewujudkannya melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mengajak puluhan anak panti asuhan buka puasa bersama dan menonton bioskop di Ciputra World Surabaya, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah ini diikuti jajaran anggota IHGMA Jawa Timur bersama anak-anak dari sejumlah panti asuhan di Surabaya. Acara diawali dengan kebersamaan, nonton bioskop bersama, bermain di lokasi permainan dilanjutkan buka puasa bersama, dan ditutup dengan bagi-bagi angpao yang menjadi momen istimewa bagi anak-anak.

Ketua DPD IHGMA Jawa Timur sekaligus General Manager ARTOTEL Cabin Bromo, Sugiono Turwibowo, CHIA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen organisasi dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

“Bulan Ramadan adalah momen yang sangat baik untuk memperkuat nilai kepedulian dan kebersamaan. Melalui kegiatan CSR ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan adik-adik dari panti asuhan serta memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi mereka. Semoga kegiatan sederhana ini dapat memberikan kenangan indah dan membawa semangat positif bagi kita semua,” ujar Sugiono.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi, tetapi juga mempererat silaturahmi antar anggota IHGMA Jawa Timur yang berasal dari berbagai hotel di wilayah Jawa Timur. Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, IHGMA berkomitmen untuk terus menjalankan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

Sebagai organisasi yang menaungi para General Manager hotel di Indonesia, IHGMA tidak hanya berperan dalam pengembangan industri perhotelan, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

Armada Kapal Hantu Ditemukan di Selat Hormuz, 1.100 Kapal Tanker Minyak Dilanda Kerusakan Navigasi

EtIndonesia. Jalur utama transportasi energi dunia, Selat Hormuz, baru-baru ini mengalami gangguan elektronik serius. Jalur pelayaran yang biasanya sangat sibuk itu terlihat kacau dalam tampilan pelacakan satelit. Layar dipenuhi ribuan kapal “hantu” yang tampak aneh.

Pada saat yang sama, harga minyak global pada Selasa turun tajam, terutama karena pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump yang meredakan kekhawatiran pasar tentang kemungkinan konflik Timur Tengah yang berkepanjangan.

Menurut laporan Bloomberg, data pelacakan terbaru menunjukkan bahwa di sekitar Selat Hormuz muncul setidaknya 12 kelompok kapal, dan beberapa kelompok bahkan berisi lebih dari 200 kapal berbagai jenis.

Di layar pemantauan, kapal-kapal tersebut membentuk pola yang aneh. Misalnya, muncul formasi lingkaran di wilayah daratan Abu Dhabi, sementara di lepas pantai Ruwais terlihat susunan kapal berbentuk huruf “Z terbalik”.

Yang lebih aneh lagi, kecepatan kapal yang dilaporkan menunjukkan data yang “tidak masuk akal”. Contohnya, kapal tanker “Aspruda” pada 9 Maret tercatat memiliki kecepatan 102,2 knot, sekitar 190 km/jam, padahal kecepatan maksimum normal kapal tanker jenis ini hanya sekitar 16 knot atau sekitar 30 km/jam.

Perusahaan intelijen maritim Windward menyatakan bahwa gangguan elektronik telah muncul sejak awal konflik dan sejauh ini telah mempengaruhi lebih dari 1.100 kapal di Teluk Persia.

Para ahli mengatakan bahwa anomali tersebut kemungkinan besar disebabkan oleh gangguan elektronik, yang biasanya terjadi ketika ketegangan geopolitik meningkat dan militer melakukan perang elektronik. Ketika sistem navigasi terganggu, posisi dan kecepatan kapal pada platform pelacakan bisa menampilkan data yang tidak wajar.

Seiring meningkatnya konflik di Timur Tengah, industri pelayaran semakin khawatir terhadap risiko di kawasan tersebut. Baru-baru ini beberapa kapal telah diserang rudal atau senjata lainnya, menyebabkan premi asuransi melonjak tajam, bahkan beberapa perusahaan asuransi besar menolak memberikan perlindungan bagi kapal-kapal tersebut.

Untuk memulihkan ketertiban pelayaran, pemerintah Amerika Serikat sedang mempertimbangkan menyediakan asuransi kapal dan pengawalan angkatan laut guna mendorong kapal kembali berlayar di jalur tersebut.

Pada Senin (9/3/2026), Presiden Donald Trump juga mengatakan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran hampir berakhir, dan Washington sedang mempertimbangkan untuk “mengambil alih” pengawasan Selat Hormuz.

Sementara itu, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) Iran menyatakan dengan tegas bahwa jika serangan Amerika Serikat dan Israel terus berlanjut, Teheran tidak akan mengizinkan “bahkan satu liter minyak pun” keluar dari kawasan Timur Tengah.

Presiden Donald Trump kemudian memperingatkan bahwa jika Iran menghalangi ekspor minyak, Amerika Serikat akan melancarkan serangan yang lebih keras terhadap Iran.

Pada saat yang sama, beberapa sumber menyebutkan bahwa pemerintah Trump juga sedang mempertimbangkan melonggarkan sanksi terhadap minyak Rusia serta melepaskan cadangan minyak darurat untuk menekan lonjakan harga minyak.

Pada Selasa, dua kontrak utama minyak mentah sempat turun hingga 11% dalam perdagangan intraday, setelah sehari sebelumnya mencapai level tertinggi dalam tiga tahun.

Hingga pukul 12:30 siang waktu Pantai Timur AS (10 Maret):

  • Minyak mentah Brent turun 10,30% menjadi US$88,77 per barel.
  • Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 10,09% menjadi US$85,21 per barel.

Pada Selasa, dalam wawancara dengan Fox News, Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia mungkin akan berdialog dengan Iran.

Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan bahwa hari Selasa akan menjadi “hari dengan serangan paling intens” dalam operasi militer terhadap Iran saat ini.

Namun, JPMorgan Chase memperingatkan bahwa jika keamanan pelayaran di Selat Hormuz tidak dapat dipastikan, maka kebijakan-kebijakan tersebut mungkin hanya memiliki dampak terbatas terhadap harga minyak, karena dalam dua minggu ke depan pasokan global bisa berkurang hingga 12 juta barel per hari.

Laporan oleh wartawan NTDTV, Liu Jiajia, dari Amerika Serikat.

Latihan Militer Gabungan AS–Korea “Freedom Shield” Dimulai, Ada Pergerakan Pasukan AS di Korea Selatan

Mulai minggu ini, Amerika Serikat dan Korea Selatan menggelar latihan militer tahunan “Freedom Shield 26” selama 11 hari untuk meningkatkan kesiapan tempur bersama. Ada tanda-tanda bahwa sebagian kekuatan militer AS yang ditempatkan di Korea Selatan kemungkinan telah dipindahkan ke kawasan Timur Tengah. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung juga memperhatikan adanya pergerakan tersebut.

EtIndonesia. Demi memperkuat postur pertahanan bersama, Amerika Serikat dan Korea Selatan sejak Senin (9 Maret) menggelar latihan militer gabungan musim semi tahunan Freedom Shield selama 11 hari. Latihan ini mencakup program latihan lapangan yang disebut “Warrior Shield.”

Menurut Yonhap News Agency, sekitar 18.000 tentara Korea Selatan ikut serta dalam latihan tersebut. Sementara laporan dari Associated Press menyebutkan bahwa ribuan tentara AS juga berpartisipasi, meskipun jumlah pastinya belum diumumkan.

Dalam siaran pers United States Indo-Pacific Command, disebutkan bahwa Angkatan Udara Ketujuh AS dan Angkatan Udara Korea Selatan membentuk komando operasi gabungan untuk mengkoordinasikan kekuatan udara. Latihan tersebut mencakup latihan tembakan langsung dan simulasi, serta operasi yang berfokus pada pencegahan (deterrence) guna meningkatkan kesiapan tempur di seluruh Semenanjung Korea.

Pada saat yang sama, United Nations Command (UNC), yang didirikan pada tahun 1950, juga ikut serta dalam latihan ini dan bertanggung jawab mengkoordinasikan bantuan dari negara-negara anggota jika terjadi krisis atau konflik di Semenanjung Korea.

Menurut rencana saat ini, pemerintah Korea Selatan menargetkan pengambilalihan kembali komando militer dari pihak AS sebelum tahun 2030. Latihan kali ini juga akan melakukan evaluasi terkait proses tersebut.

Selain itu, menurut laporan media Korea Selatan, terdapat indikasi bahwa sebagian kekuatan militer AS yang ditempatkan di Korea Selatan mungkin telah dipindahkan ke kawasan Timur Tengah.

Pada Selasa (10 Maret), Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengkonfirmasi bahwa Amerika Serikat memang sedang menyebarkan ulang beberapa senjata yang ditempatkan di Korea Selatan dan memindahkannya keluar dari negara tersebut.

 “Baru-baru ini, pemindahan beberapa senjata oleh pasukan AS di Korea Selatan—seperti artileri dan sistem pertahanan udara—ke luar Korea tampaknya memicu perdebatan,” katanya. 

 “Jika Anda bertanya apakah hal ini akan secara serius melemahkan strategi pencegahan kami terhadap Korea Utara, saya dapat dengan tegas mengatakan: tidak,” ujarnya. 

Laporan oleh wartawan NTDTV, Guo Yuexi, dari Amerika Serikat.

Arab Saudi Peringatkan Iran Akan Menjadi “Pihak yang Paling Merugi” Jika Meningkatkan Serangan

Serangan Iran lebih lanjut akan dianggap sebagai eskalasi yang dapat berdampak buruk terhadap hubungan Iran–Arab Saudi, demikian peringatan Kerajaan Arab Saudi.

EtIndonesia. Arab Saudi pada Senin (9/3/2026) mengeluarkan peringatan baru kepada Iran setelah serangan Iran menewaskan dua warga negara Bangladesh di wilayah kerajaan Saudi.

Pemerintah Arab Saudi mengecam keras “serangan-serangan Iran terhadap Kerajaan dan negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk, serta sejumlah negara Arab, Islam, dan negara sahabat, yang tidak dapat diterima atau dibenarkan dalam keadaan apa pun,” menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi pada Senin yang dipublikasikan di X.

“Kerajaan menegaskan bahwa pihaknya mempertahankan hak penuh untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna melindungi keamanan, kedaulatan, serta keselamatan warga negara dan penduduknya, dan untuk mencegah agresi.”

Kementerian Saudi menyatakan bahwa serangan lanjutan dari Iran akan dianggap sebagai bentuk eskalasi yang akan berdampak negatif terhadap hubungan Iran–Arab Saudi.

“Iran akan menjadi pihak yang paling merugi,” demikian peringatan yang disampaikan pada akhir pernyataan.

Pernyataan dikeluarkan ketika Kementerian Pertahanan Arab Saudi mengumumkan pada Senin dini hari bahwa pihaknya telah mencegat drone di wilayah utara Al-Jawf dan di ladang minyak Shaybah yang sangat luas. Pada Minggu malam, sebuah serangan di kota Al-Kharj di wilayah tengah menewaskan dua warga Bangladesh dan melukai 12 orang lainnya. Semua korban, kecuali satu orang, berasal dari Bangladesh.

Kementerian Pertahanan Qatar yang berada di dekatnya juga mengatakan pada Senin bahwa pihaknya telah mencegat seluruh 17 rudal dan enam drone yang diluncurkan Iran menuju negara Teluk tersebut pada hari Senin. Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan, kata kementerian itu.

Sejak 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye perang udara terhadap Iran dan menewaskan sejumlah pemimpinnya, termasuk mantan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Putra Khamenei, Mojtaba Khamenei, ditunjuk oleh rezim Iran sebagai penerusnya pada akhir pekan lalu.

Sebagai tanggapan atas serangan udara AS–Israel, Iran menembakkan rudal dan drone ke negara-negara tetangga, termasuk Israel dan mitra dagang Amerika Serikat di kawasan seperti Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Iran juga menembakkan drone atau rudal ke wilayah Azerbaijan dan Turki pekan lalu, dengan pejabat Azerbaijan memperingatkan bahwa mereka dapat merespons Iran jika negara itu tidak melakukan penyelidikan.

Pada saat yang sama, Departemen Luar Negeri AS pada Minggu memerintahkan staf kedutaan yang tidak memiliki tugas darurat untuk meninggalkan Arab Saudi karena masalah keamanan, dengan alasan meningkatnya risiko terorisme, konflik bersenjata, serta serangan drone atau rudal dari Iran dan Yaman. Ini merupakan pertama kalinya pemerintah AS mengeluarkan perintah evakuasi bagi Arab Saudi sejak konflik tersebut dimulai.

Militer AS pada Minggu juga mengumumkan bahwa seorang prajurit Amerika ketujuh meninggal akibat luka yang dideritanya dalam serangan Iran terhadap pasukan yang ditempatkan di Arab Saudi. Enam korban pertama adalah anggota cadangan Angkatan Darat yang tewas dalam serangan pada 1 Maret di sebuah pelabuhan di Kuwait.

Harga minyak melonjak pada Senin, memicu kekhawatiran baru bahwa biaya energi yang lebih tinggi akan mendorong inflasi dan mengurangi belanja konsumen Amerika Serikat, yang merupakan mesin utama perekonomian. Indeks acuan Nikkei 225 di Tokyo sempat anjlok hingga 7 persen pada awal perdagangan Senin, sementara pasar Asia lainnya juga merosot.

American Automobile Association (AAA) melaporkan pada Senin bahwa harga rata-rata bensin reguler per galon mencapai 3,478 dolar AS, meningkat tajam dibandingkan rata-rata sepekan sebelumnya yang berada di angka 2,997 dolar AS per galon.

Associated Press turut berkontribusi dalam laporan ini.

Sumber : Theepochtimes.com

Pemudik Lebaran 2026 Diperkirakan Mencapai 143,91 Juta Jiwa, Turun  1,75% dari Tahun Lalu

EtIndonesia. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pemudik lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,91 Juta Jiwa. Angka ini mengalami penurunan 1,75% dibandingkan dari tahun lalu.

“Berdasarkan hasil survei, pergerakan masyarakat pada angkutan Lebaran 2026 setara dengan 143,91 juta orang,” katanya. Hal demikian disampaikan Menhub Dudy dalam  rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Rabu (11/3/2026). 

Dikutip dari situs Kemenhub, Dudy juga mengatakan pemerintah telah melakukan berbagai kesiapan, meliputi kesiapan sarana dan prasarana transportasi meliputi darat, laut, udara dan penyeberangan dan pemeriksaan kelaikan setiap moda transportasi. Tak hanya itu, kata dia, pemerintah juga pemberlakuan stimulus ekonomi melalui pemberian diskon tarif tiket pesawat, kapal laut, kereta api dan penyeberangan.

Selain itu, pemerintah juga penyelenggaraan mudik gratis, memberlakukan work from anywhere (WFA), kebijakan rekayasa lalu lintas, penyediaan armada tambahan, hingga pengaturan operasional kendaraan angkutan barang.

Langkah lainnya, Kementerian Perhubungan juga melakukan operasi berbasis digital dalam pemantauan angkutan lebaran, yakni melalui pelaporan simpul dan jaringan transportasi, surveillance pergerakan sarana, live streaming drone, pantauan kecelakaan, hingga pengaduan masyarakat. 

“Pemantauan juga meliputi cuaca dan peringatan dini dari BMKG serta pantauan 7.159 CCTV bekerjasama dengan Pemerintah Daerah, BUMN, dan swasta,” lanjut Menhub Dudy.

Adapun untuk memperlancar lalu lintas menuju pelabuhan penyeberangan, pemerintah telah menyiapkan skema buffer zone secara berlapis di pelabuhan Merak. Buffer zone jalan tol disiapkan dengan memanfaatkan rest area mulai dari KM 13, KM 43, hingga KM 63.

Buffer zone pelabuhan juga disediakan di kawasan Pelabuhan Merak, Indah Kiat, BBJ, dan Ciwandan, serta beberapa titik di jalan arteri sebagai langkah tambahan untuk menjaga kelancaran arus dan mencegah penumpukan kendaraan di titik pelabuhan.

Di samping itu, Kementerian Perhubungan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait menyiapkan 5 jalur penyeberangan dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera pada Angkutan Lebaran 2026, yang terdiri dari Merak – Bakauheni, Ciwandan – PT. Wijaya Karya Beton, Ciwandan – Bakauheni, BBJ Bojonegara – BBJ Muara Pilu, serta PT. Krakatau Bandar Samudera – Panjang sebagai contingency plan.

Untuk lintas penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali dan NTB pada Angkutan Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan bekerjasama dengan berbagai pihak terkait menyiapkan Jalur Penyeberangan, yaitu Ketapang – Gilimanuk dan Jangkar – Lembar.

“Kami juga melihat perlu dilakukan antisipasi terhadap potensi pembatasan operasional pelabuhan penyeberangan dari Pulau Jawa ke Bali karena Perayaan Nyepi dan Idul Fitri pada waktu yang berdekatan,” ungkap Menhub. (Kemenhub)

Putra Khamenei yang Terluka Menggantikan Kepemimpinan, Krisis Meningkat – Trump Mengeluarkan Peringatan

EtIIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, pada 9 Maret 2026  otoritas Iran mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei, putra kedua dari Ali Khamenei, akan mewarisi posisi dan menjadi Pemimpin Tertinggi Iran.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyampaikan ucapan selamat, sementara kelompok Hezbollah menyatakan kesetiaannya.

Mojtaba Khamenei Dikabarkan Terluka

Pembawa acara kemudian menghubungi koresponden di Washington untuk menanyakan tanggapan Gedung Putih dan perkembangan terbaru konflik yang telah berlangsung selama 10 hari.

Menurut laporan koresponden, otoritas Iran pada 9 Maret mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun telah dipilih sebagai pemimpin tertinggi Iran.

Namun media resmi Iran juga mengkonfirmasi bahwa Mojtaba terluka akibat serangan dalam konflik antara AS dan Iran.

Di media sosial, beberapa warganet Iran bahkan berspekulasi bahwa Mojtaba mungkin telah meninggal dunia sebelumnya, dan penunjukan dirinya hanya merupakan “pengalihan perhatian” agar pihak lawan tidak mengetahui siapa sebenarnya pengambil keputusan di balik rezim tersebut.

Spekulasi juga menyebut bahwa kabar “luka-luka” tersebut bisa menjadi alasan bagi pemerintah Iran untuk tidak menampilkannya di depan publik.

Trump: “Kita Lihat Saja”

Ketika diwawancarai oleh The Times of Israel, Presiden Donald Trump tidak memberikan tanggapan langsung terhadap penunjukan tersebut dan hanya mengatakan:  “Kita lihat saja nanti.”

Dalam wawancara sebelumnya, Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat seharusnya memiliki suara dalam menentukan pengganti pemimpin Iran. Ia menyatakan bahwa jika tanpa persetujuan Amerika Serikat, pemerintahan tersebut tidak akan bertahan lama.

Trump juga mengatakan bahwa ia tidak ingin pasukan Kurdi terlibat dalam perang, dan tanpa alasan yang cukup ia juga tidak akan mengirim pasukan darat AS ke Iran, karena tidak ingin melihat korban dari militer AS maupun sekutunya.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini tidak perlu bagi Inggris mengirim kapal induk.

Trump mengatakan: “Kami juga tidak ingin kembali setiap lima atau sepuluh tahun untuk melakukan hal yang sama lagi. Jadi kami ingin memilih seorang pemimpin yang tidak akan membawa negaranya ke dalam perang. Mereka mengusulkan untuk mengirim dua kapal induk, mungkin saja, mungkin saja. Tapi saya sudah menjawab bahwa kami tidak memerlukannya sekarang. Sekarang bukan waktunya. Jika dua minggu lalu kapal induk bisa dikirim, mungkin itu akan lebih baik.”

Serangan Udara Masih Berlanjut

Saat ini Amerika Serikat dan Israel masih terus melakukan serangan udara skala besar terhadap Iran, sementara Iran tetap melancarkan serangan rudal dan drone ke negara-negara tetangganya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menuduh Iran telah menyandera dunia melalui serangan balasan, dan menyatakan bahwa Amerika Serikat sedang mencapai tujuan perang sesuai rencana.

Pembicaraan Trump dengan PM Inggris

Pembawa acara juga menyinggung perhatian besar masyarakat internasional terhadap konflik tersebut, termasuk percakapan telepon antara Trump dan Perdana Menteri Inggris.

Koresponden menjelaskan bahwa pada 8 Maret, Trump berbicara melalui telepon dengan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer. Mereka membahas perkembangan terbaru di Timur Tengah dan kerja sama pertahanan regional, termasuk penggunaan pangkalan Royal Air Force milik Inggris untuk mendukung operasi pertahanan.

Pada Senin (9 Maret), Starmer mengatakan bahwa diskusi dengan Amerika Serikat mencakup berbagai aspek. Terkait Iran, AS menggunakan pangkalan udara Inggris dan berbagi intelijen, sementara militer Inggris membantu negara-negara Teluk meningkatkan kemampuan pertahanan mereka.

Tujuh Tentara AS Tewas

Pada akhir pekan, jenazah tentara Amerika pertama yang meninggal dunia dalam konflik tersebut telah dipulangkan ke Amerika Serikat.

Presiden Donald Trump bersama Ibu Negara Melania Trump menghadiri upacara pemulangan jenazah di Dover Air Force Base, di negara bagian Delaware.

Saat ini telah dipastikan bahwa tujuh tentara AS tewas ketika Iran menyerang pangkalan militer Amerika di Kuwait.

Trump Minta Australia Beri Suaka Tim Sepak Bola Wanita Iran

Pada Senin, Trump juga menyatakan dalam sebuah unggahan bahwa Australia seharusnya memberikan suaka kepada tim nasional sepak bola wanita Iran, karena mereka mungkin menghadapi risiko kematian jika kembali ke Iran.

Ia juga mengatakan bahwa jika Australia tidak dapat menerima mereka, maka Amerika Serikat akan memberikan suaka.

Saat ini tim sepak bola wanita Iran sedang berada di Australia untuk mengikuti AFC Women’s Asian Cup 2026, dan baru saja menyelesaikan pertandingan fase grup. (Hui)

Momen Mencekam di Depan Kediaman Wali Kota New York: Bom Dilempar ke Arah Kerumunan Demonstran

EtIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, pada 7 Maret 2026 siang, terjadi bentrokan sengit antara kelompok pendukung Muslim dan kelompok anti-Muslim di luar kediaman resmi walikota New York City, Gracie Mansion.

Dua pria pendukung Muslim ditangkap karena melempar perangkat peledak rakitan, namun beruntung bahan peledak tersebut tidak menyebabkan korban jiwa.

Reporter NTD melaporkan dari lokasi kejadian (NTD)

Menurut keterangan New York City Police Department, sekitar pukul 12.30 siang pada  7 Maret, di persimpangan East 87th Street dan East End Avenue di Manhattan, dekat Gracie Mansion, sekitar 20 demonstran anti-Muslim dan sekitar 125 demonstran pendukung Muslim terlibat bentrokan fisik yang sengit.

Tak lama kemudian, seorang pria berusia 18 tahun menyalakan dan melempar dua benda yang diduga perangkat peledak rakitan, sehingga memicu kepanikan dan membuat orang-orang di lokasi berlarian. Untungnya, kedua benda tersebut padam sebelum meledak, sehingga tidak menimbulkan korban.

Pada pagi hari berikutnya, Wali Kota Zohran Mamdani mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan kejadian tersebut.

Wali Kota Zohran Mamdani menggelar konfrensi pers (tangkapan layar NTD)

Demonstrasi anti-Muslim tersebut dipimpin oleh Jack Lang, seorang aktivis sayap kanan yang cukup aktif di internet. Ia datang untuk memprotes apa yang ia sebut sebagai “pengambilalihan New York oleh Islam” serta kegiatan doa publik umat Muslim.

Sementara kelompok yang mendukung Muslim bernama “New York City General Strike.”

Wali Kota Mamdani mengatakan:  “Ini adalah aksi protes yang penuh kebencian, yang berakar pada supremasi kulit putih, dengan slogan ‘Hentikan Islam mengambil alih New York City’. Kita adalah masyarakat yang bebas, dan hak untuk melakukan protes secara damai adalah sesuatu yang sakral. Kota New York tidak akan menoleransi kekerasan, baik dari pihak demonstran maupun pihak yang menentang demonstrasi.”

Polisi menyatakan bahwa pria berusia 18 tahun bernama Emir Balat  diduga menyalakan dan melempar granat rakitan pertama, sementara  Ibrahim Kayumi, berusia 19 tahun, diduga memberikan granat tersebut kepadanya.

Keduanya saat ini telah ditahan oleh polisi. Selain itu, empat orang lainnya juga ditangkap karena terlibat dalam bentrokan kekerasan.

Dari arah lemparan bom tersebut, terlihat bahwa serangan kekerasan berasal dari pihak kelompok yang mendukung Muslim.

Kepala Kepolisian Kota New York Jessica Tisch mengatakan:  “Analisis kami menunjukkan bahwa salah satu perangkat yang dilempar oleh tersangka mengandung triacetone triperoxide (TATP). Ini adalah bahan peledak rakitan yang sangat berbahaya dan sangat mudah menguap, yang pernah digunakan dalam berbagai serangan IED (improvised explosive device) di seluruh dunia.”

Laporan oleh reporter New Tang Dynasty Television, Liu Jiajia dan Meng Yu.

Serangan Cepat AS–Israel, Menlu AS Marco Rubio: Iran adalah Rezim Terorisme

EtIndonesia. Laporan New Tang Dynasty Television, pada 9 Maret 2026, operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran telah memasuki hari ke-10.

Kini, AS dan Israel terus melakukan serangan udara besar-besaran terhadap target militer dan energi di Tehran, sementara Iran melancarkan serangan balasan dengan rudal dan drone terhadap negara-negara di kawasan sekitarnya.

Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyatakan bahwa Iran adalah rezim terorisme, dan Amerika Serikat sedang bergerak menuju tujuan untuk menghancurkan kemampuan terorisme Iran.

AS dan Israel Terus Melancarkan Serangan

Pesawat tempur militer AS terus terbang melintasi wilayah operasi, menunjukkan dominasi udara yang kuat.

Rubio mengatakan:  “Tujuan operasi ini adalah untuk menghancurkan kemampuan mereka (Iran) dalam melanjutkan aksi terorisme. Kami secara mantap bergerak menuju tujuan itu dengan kekuatan yang luar biasa dan serangan yang sangat presisi.”

AS dan Israel terus melancarkan serangan udara terhadap pangkalan militer Iran, posisi Garda Revolusi, serta fasilitas rudal.

Pada akhir pekan yang baru berlalu, setidaknya lima fasilitas penyimpanan minyak di Tehran juga terkena serangan hebat. Api besar menjulang tinggi ke langit, sementara asap hitam tebal menutupi udara.

Israel Serang Hezbollah di Lebanon

Pada Senin, Israel juga melancarkan gelombang baru serangan udara terhadap infrastruktur kelompok proksi Iran, Hezbollah, di Lebanon.

Israel juga mengumumkan akan mengambil tindakan terhadap lembaga keuangan Hezbollah bernama Al-Qard Al-Hassan.

Sementara itu pada 8 Maret, putra Ali Khamenei, yaitu Mojtaba Khamenei, secara resmi mengambil alih kepemimpinan rezim Iran.

Menurut laporan Fox News, Presiden Donald Trump tidak senang dengan perkembangan tersebut. Sebelumnya ia pernah mengatakan bahwa Mojtaba adalah kandidat yang tidak dapat diterima.

Rubio mengatakan:  “Saat ini rezim teokratis tersebut merupakan ancaman bagi kawasan dan bahkan dunia. Ini adalah pemerintah terorisme, sebuah rezim terorisme. Kita menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana mereka menggunakan sarana negara—seperti rudal dan drone serangan satu arah—untuk melakukan terorisme.”

Pada 17 Februari, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tiba di Bandara Internasional Raja Khalid di Arab Saudi dan disambut oleh pejabat Saudi. (Sumber: Evelyn Hockstein/POOL/AFP)

Turkiye Diserang Lagi, NATO Mencegat Rudal Iran

Pada Senin (9 Maret), Iran melancarkan serangan ke wilayah Israel bagian utara dan tengah, yang menyebabkan satu pekerja konstruksi warga negara Tiongkok tewas dan satu lainnya luka berat.

Selain itu, sebuah rudal balistik Iran sempat memasuki wilayah udara Turkey, namun kemudian berhasil dicegat oleh sistem pertahanan NATO.

Ini merupakan serangan kedua dalam lima hari di mana Iran menargetkan wilayah udara negara anggota NATO tersebut.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan mengatakan:  “Kami sekali lagi memperingatkan (Iran) agar mereka tidak bersikeras pada tindakan mereka dan mengulangi kesalahan yang sama.”

Serangan Drone Iran di Bahrain

Pada hari yang sama, drone Iran juga menyerang wilayah Sitra di Bahrain, menyebabkan kilang minyak penting di negara tersebut mengeluarkan asap tebal.

Negara-negara lain di kawasan Teluk seperti Qatar, Saudi Arabia, United Arab Emirates, dan Kuwait juga dilaporkan mencegat rudal dan drone yang datang.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Senin menyatakan bahwa selama Amerika Serikat dan Israel terus melakukan serangan udara, maka “pertahanan diri” Teheran tidak akan berhenti.

Hingga saat ini, tujuh tentara Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam pertempuran. (Hui)

Reporter NTD Television, Yi Jing, melaporkan

Menlu AS Marco Rubio Mengecam Iran “Menyandera Dunia”

EtIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, operasi militer gabungan antara Amerika Serikat dan Israel pada Selasa (10/3/2026) secara resmi memasuki minggu kedua.

Dikarenakan sebagian lembaga pemerintah AS, termasuk Kementerian Keamanan Dalam Negeri, masih mengalami penutupan operasional (shutdown), pada Senin (9 Maret) pagi antrian pemeriksaan keamanan di berbagai bandara di seluruh Amerika Serikat sempat mencapai hingga tiga jam.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyampaikan pidato yang mengecam serangan militer Iran terhadap negara-negara tetangganya di kawasan Teluk. Ia mengkritik keras Iran dengan mengatakan bahwa negara tersebut “menyandera seluruh dunia.”

Selain itu, menurut informasi terbaru, Presiden Donald Trump mengatakan kepada CBS News bahwa perang kemungkinan akan segera berakhir.

Rubio: Iran Menyerang Negara Tetangga dan Infrastruktur Energi

Koresponden NTD di Washington melaporkan bahwa Rubio menghadiri upacara peringatan bagi warga Amerika yang menjadi sandera atau ditahan secara tidak sah, yang diselenggarakan di Kemenlu AS pada Senin (9/3/2026).

Dalam kesempatan itu, ia mengecam Iran karena melalui serangan terhadap negara-negara tetangga, Iran telah menjadikan seluruh dunia sebagai sandera. Ia juga menegaskan kembali bahwa operasi militer yang disebut “Operation Epic Pury” bertujuan untuk menghancurkan kemampuan rezim Iran dalam melanjutkan aktivitas terorisme.

Rubio mengatakan:  “(Rezim Iran) mencoba menyandera seluruh dunia. Mereka menyerang negara-negara tetangga, infrastruktur energi negara tetangga, dan warga sipil di negara tetangga. Mereka juga menyerang kedutaan.”

Ia menekankan bahwa militer AS setiap hari menghancurkan rezim yang ia sebut sebagai rezim teroris Iran dengan kekuatan yang luar biasa dan presisi tinggi.

 “Tujuan operasi ini sangat jelas. Mungkin tidak banyak kamera yang merekam operasi mereka. Tetapi saya ingin semua orang tahu bahwa militer AS melakukan tugasnya dengan sangat baik,” katanya. 

“Setiap hari jumlah rudal Iran berkurang, peluncurnya berkurang, pabrik mereka melambat, dan kekuatan angkatan laut mereka juga sedang dilemahkan. Kami akan terus berupaya tanpa henti sampai setiap warga Amerika yang ditahan secara tidak adil bisa pulang ke rumah,” jelasnya. 

Tim Sepak Bola Wanita Iran Memicu Perhatian

Selain itu, sebuah insiden yang melibatkan tim nasional sepak bola wanita Iran juga menarik perhatian publik.

Tim tersebut sebelumnya tersingkir dari turnamen Piala Asia Wanita di Australia. Para pemain sempat khawatir akan keselamatan mereka jika harus kembali ke Iran.

Presiden Donald Trump sebelumnya secara terbuka meminta Australia untuk memberikan suaka kepada para pemain tersebut.

Trump kemudian mengatakan bahwa Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memberitahunya bahwa lima pemain tim nasional wanita Iran telah ditempatkan dengan aman.

Trump juga menulis dalam pernyataannya bahwa setelah berbicara dengan Albanese, ia mengetahui bahwa pemain lainnya juga sedang diupayakan penempatannya. Namun demikian, beberapa pemain merasa harus kembali ke Iran karena khawatir keluarga mereka mungkin menghadapi ancaman.

Sebelumnya, Trump juga menyatakan kekhawatirannya bahwa para pemain tersebut mungkin menghadapi risiko kematian jika kembali ke Iran. Ia menyerukan kepada Perdana Menteri Australia:  “Berikan mereka suaka. Jika Anda tidak melakukannya, Amerika Serikat akan menerima mereka.”

Menurut FIFPRO (serikat pemain sepak bola profesional internasional), tim tersebut menolak menyanyikan lagu kebangsaan Iran saat bertanding di Piala Asia. Akibatnya, mereka sempat dicap oleh otoritas Iran sebagai “pengkhianat di masa perang.”

Laporan Reuters yang mengutip SBS News menyebutkan bahwa lima pemain tim sepak bola wanita Iran saat ini berada di bawah perlindungan Polisi Federal Australia. (Hui)

Reporter NTD Television Zhang Liang dan Wang Ziyi melaporkan dari Washington, D.C., Amerika Serikat.

Berterima Kasih kepada Dua Pohon

EtIndonesia. Seorang pemuda sejak kecil dikenal sebagai anak yang cerdas dan disukai semua orang. Di sekolah ia selalu menjadi siswa teladan dan pengurus kelas. Saat kelas dua SMP, ia mengikuti Olimpiade Matematika tingkat nasional dan meraih juara pertama.

Belum genap 17 tahun, ia sudah diterima tanpa tes di sebuah universitas ternama.

Namun pada musim panas sebelum kuliah dimulai, takdir memberinya pukulan yang nyaris tak tertahankan. Saat menyeberang jalan, sebuah mobil melaju kencang dan menabraknya. Ia kehilangan kedua kakinya dan tangan kirinya.

Bagi seorang remaja yang selalu berprestasi dan memiliki harga diri tinggi, peristiwa itu seperti kiamat. Ia merasa hidupnya hancur. Ia tak lagi melihat tujuan ataupun makna hidup. Bahkan sempat terlintas keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Suara klakson mobil yang terdengar dari kejauhan saja sudah cukup membuatnya gelisah dan marah. Emosinya tak stabil.

Setelah keluar dari rumah sakit, keluarganya mengirimnya ke desa tempat bibinya tinggal, agar ia bisa beristirahat dan menenangkan diri.

Di sanalah ia bertemu dua pohon yang mengubah hidupnya.


Dua Pohon yang Aneh

Desa itu tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota. Hari-harinya berlalu tanpa semangat. Ia hanya makan dan tidur, tidur dan makan. Setengah tahun berlalu dalam keputusasaan.

Suatu sore, saat semua orang pergi ke ladang dan sekolah, ia sendirian di rumah. Karena bosan, ia mendorong kursi rodanya keluar halaman kecil itu.

Sekitar lima puluh meter dari rumah bibinya, ia melihat dua pohon elm yang tampak aneh. Batangnya terpelintir seperti tali, namun tetap berdiri tegak ke atas.

Di antara kedua pohon itu terbentang kawat besi sepanjang tujuh atau delapan meter. Ujung-ujung kawat itu tertanam dalam batang pohon—seolah-olah kawat itu tumbuh menyatu dengan pohon.

Tetangga yang melihatnya penasaran lalu menjelaskan:

Beberapa tahun lalu, seseorang memasang kawat itu untuk menjemur pakaian ketika kedua pohon masih kecil. Seiring waktu, batang pohon tumbuh membesar. Bagian yang terikat kawat tidak bisa berkembang bebas dan terluka dalam. Orang-orang mengira kedua pohon itu akan mati.

Namun setelah satu musim dingin yang basah, pohon-pohon itu justru menumbuhkan tunas baru. Tahun demi tahun, batangnya makin membesar hingga akhirnya “menelan” kawat besi itu ke dalam tubuhnya.

Kawat yang dulu melukai, kini menjadi bagian dari batangnya.


Titik Balik

Hatinya terguncang.

Pohon kecil saja tahu melawan tekanan dan bertahan hidup. Lalu mengapa ia, seorang manusia, menyerah begitu saja pada nasib?

Ia merasa malu.

Dengan satu-satunya tangan yang tersisa, ia berusaha berdiri dari kursi roda. Dengan susah payah, ia membungkuk hormat kepada dua pohon yang sederhana namun luar biasa itu.

Tak lama kemudian, ia meminta untuk kembali ke kota. Ia membuka kembali buku-bukunya, melanjutkan kuliah secara otodidak, dan membangun hidupnya dari nol.

Bertahun-tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan sendiri, memiliki aset bernilai jutaan, dan terpilih sebagai salah satu “Sepuluh Pemuda Berprestasi” di kotanya.

Saat ditanya siapa yang paling ingin ia ucapkan terima kasih, ia menjawab tanpa ragu:

“Saya ingin berterima kasih kepada dua pohon.”


Renungan

Hidup penuh kejutan. Kadang kita dijatuhkan begitu dalam tanpa peringatan. Namun kebangkitan tidak selalu datang dari nasihat panjang atau teori besar. Terkadang ia lahir dari hal sederhana—sebuah peristiwa kecil, sepotong kalimat, atau dua pohon di tepi jalan.

Kisah ini mengingatkan kita:

  • Tidak ada yang bisa menjamin hidup akan selalu mulus.
  • Kegagalan dan musibah bukan akhir dari segalanya.
  • Keteguhan hati sering kali lebih penting daripada kesempurnaan fisik.

Manusia sering menyebut dirinya makhluk paling mulia. Namun saat menghadapi kesulitan, kita kadang kalah tangguh dibanding makhluk lain.

Dua pohon itu tidak bisa memilih takdirnya. Mereka hanya memilih untuk terus tumbuh.

Begitu pula kita. Kita mungkin tidak bisa memilih semua yang terjadi dalam hidup. Tetapi kita selalu bisa memilih sikap kita terhadapnya.

Dan satu lagi pelajaran penting:

Jangan pernah merasa diri terlalu kecil untuk memberi dampak.
Mungkin satu kata yang Anda ucapkan, satu tindakan sederhana yang Anda lakukan, bisa menjadi “dua pohon” bagi seseorang yang hampir menyerah pada hidupnya. (jhon)