Berterima Kasih kepada Dua Pohon

EtIndonesia. Seorang pemuda sejak kecil dikenal sebagai anak yang cerdas dan disukai semua orang. Di sekolah ia selalu menjadi siswa teladan dan pengurus kelas. Saat kelas dua SMP, ia mengikuti Olimpiade Matematika tingkat nasional dan meraih juara pertama.

Belum genap 17 tahun, ia sudah diterima tanpa tes di sebuah universitas ternama.

Namun pada musim panas sebelum kuliah dimulai, takdir memberinya pukulan yang nyaris tak tertahankan. Saat menyeberang jalan, sebuah mobil melaju kencang dan menabraknya. Ia kehilangan kedua kakinya dan tangan kirinya.

Bagi seorang remaja yang selalu berprestasi dan memiliki harga diri tinggi, peristiwa itu seperti kiamat. Ia merasa hidupnya hancur. Ia tak lagi melihat tujuan ataupun makna hidup. Bahkan sempat terlintas keinginan untuk mengakhiri hidupnya.

Suara klakson mobil yang terdengar dari kejauhan saja sudah cukup membuatnya gelisah dan marah. Emosinya tak stabil.

Setelah keluar dari rumah sakit, keluarganya mengirimnya ke desa tempat bibinya tinggal, agar ia bisa beristirahat dan menenangkan diri.

Di sanalah ia bertemu dua pohon yang mengubah hidupnya.


Dua Pohon yang Aneh

Desa itu tenang, jauh dari hiruk-pikuk kota. Hari-harinya berlalu tanpa semangat. Ia hanya makan dan tidur, tidur dan makan. Setengah tahun berlalu dalam keputusasaan.

Suatu sore, saat semua orang pergi ke ladang dan sekolah, ia sendirian di rumah. Karena bosan, ia mendorong kursi rodanya keluar halaman kecil itu.

Sekitar lima puluh meter dari rumah bibinya, ia melihat dua pohon elm yang tampak aneh. Batangnya terpelintir seperti tali, namun tetap berdiri tegak ke atas.

Di antara kedua pohon itu terbentang kawat besi sepanjang tujuh atau delapan meter. Ujung-ujung kawat itu tertanam dalam batang pohon—seolah-olah kawat itu tumbuh menyatu dengan pohon.

Tetangga yang melihatnya penasaran lalu menjelaskan:

Beberapa tahun lalu, seseorang memasang kawat itu untuk menjemur pakaian ketika kedua pohon masih kecil. Seiring waktu, batang pohon tumbuh membesar. Bagian yang terikat kawat tidak bisa berkembang bebas dan terluka dalam. Orang-orang mengira kedua pohon itu akan mati.

Namun setelah satu musim dingin yang basah, pohon-pohon itu justru menumbuhkan tunas baru. Tahun demi tahun, batangnya makin membesar hingga akhirnya “menelan” kawat besi itu ke dalam tubuhnya.

Kawat yang dulu melukai, kini menjadi bagian dari batangnya.


Titik Balik

Hatinya terguncang.

Pohon kecil saja tahu melawan tekanan dan bertahan hidup. Lalu mengapa ia, seorang manusia, menyerah begitu saja pada nasib?

Ia merasa malu.

Dengan satu-satunya tangan yang tersisa, ia berusaha berdiri dari kursi roda. Dengan susah payah, ia membungkuk hormat kepada dua pohon yang sederhana namun luar biasa itu.

Tak lama kemudian, ia meminta untuk kembali ke kota. Ia membuka kembali buku-bukunya, melanjutkan kuliah secara otodidak, dan membangun hidupnya dari nol.

Bertahun-tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan sendiri, memiliki aset bernilai jutaan, dan terpilih sebagai salah satu “Sepuluh Pemuda Berprestasi” di kotanya.

Saat ditanya siapa yang paling ingin ia ucapkan terima kasih, ia menjawab tanpa ragu:

“Saya ingin berterima kasih kepada dua pohon.”


Renungan

Hidup penuh kejutan. Kadang kita dijatuhkan begitu dalam tanpa peringatan. Namun kebangkitan tidak selalu datang dari nasihat panjang atau teori besar. Terkadang ia lahir dari hal sederhana—sebuah peristiwa kecil, sepotong kalimat, atau dua pohon di tepi jalan.

Kisah ini mengingatkan kita:

  • Tidak ada yang bisa menjamin hidup akan selalu mulus.
  • Kegagalan dan musibah bukan akhir dari segalanya.
  • Keteguhan hati sering kali lebih penting daripada kesempurnaan fisik.

Manusia sering menyebut dirinya makhluk paling mulia. Namun saat menghadapi kesulitan, kita kadang kalah tangguh dibanding makhluk lain.

Dua pohon itu tidak bisa memilih takdirnya. Mereka hanya memilih untuk terus tumbuh.

Begitu pula kita. Kita mungkin tidak bisa memilih semua yang terjadi dalam hidup. Tetapi kita selalu bisa memilih sikap kita terhadapnya.

Dan satu lagi pelajaran penting:

Jangan pernah merasa diri terlalu kecil untuk memberi dampak.
Mungkin satu kata yang Anda ucapkan, satu tindakan sederhana yang Anda lakukan, bisa menjadi “dua pohon” bagi seseorang yang hampir menyerah pada hidupnya. (jhon)

Pembagian Dua Koin

EtIndonesia. Oktober 1945, seorang bayi laki-laki lahir di sebuah keluarga petani miskin di Pernambuco, Brasil.

Karena kemiskinan, sejak usia 4 tahun ia sudah berjualan kacang di jalanan. Namun tetap saja, ia sering kekurangan makan dan pakaian.

Saat masuk sekolah dasar, ia dan dua sahabatnya mengisi waktu sepulang sekolah dengan menyemir sepatu di jalan. Jika hari itu tak ada pelanggan, mereka harus menahan lapar.

Suatu senja ketika ia berusia 12 tahun, seorang pemilik usaha laundry datang untuk menyemir sepatu. Ketiga bocah itu langsung mengerubunginya.

Sang pemilik usaha melihat mata mereka yang penuh harap, lalu berkata,
“Siapa yang paling membutuhkan uang? Saya hanya akan membayar satu orang, dua real.”

Padahal, biasanya menyemir sepatu hanya dibayar 20 sen. Dua real adalah sepuluh kali lipat—seperti rezeki jatuh dari langit.

Salah satu anak berkata,
“Sejak pagi saya belum makan. Kalau tidak dapat uang, saya bisa kelaparan.”

Yang lain berkata,
“Di rumah sudah tiga hari tidak ada beras. Ibu sakit. Kalau saya tidak membawa makanan, saya bisa dimarahi.”

Anak ketiga—yang kelak dikenal dunia—menatap dua koin di tangan pria itu. Ia terdiam sejenak, lalu berkata,

“Jika uang itu benar-benar saya yang mendapatkannya, saya akan membagi masing-masing satu real untuk mereka.”

Jawaban itu membuat si pemilik laundry dan kedua sahabatnya terkejut.

Ia melanjutkan,
“Mereka sahabat terbaik saya. Mereka belum makan seharian. Saya tadi siang masih sempat makan kacang, jadi saya masih punya tenaga untuk menyemir sepatu. Biarkan saya yang bekerja. Saya akan melakukannya dengan baik.”

Pria itu tersentuh. Setelah sepatu selesai disemir, ia benar-benar membayar dua real. Dan si anak menepati janjinya—langsung membagi uang itu kepada dua temannya.

Beberapa hari kemudian, pemilik laundry itu mencari anak tersebut dan menawarkan pekerjaan sebagai murid magang sepulang sekolah, sekaligus makan malam gratis.

Upahnya kecil, tetapi jauh lebih baik daripada menyemir sepatu di jalan.

Anak itu sadar: kesempatan itu datang karena ia bersedia berbagi, bahkan saat dirinya sendiri serba kekurangan.


Dari Jalanan ke Istana Presiden

Ia tumbuh menjadi buruh pabrik. Pada usia 21 tahun, ia bergabung dengan serikat pekerja untuk memperjuangkan hak buruh. Di usia 45 tahun, ia mendirikan Partai Buruh.

Pada 2002, ia mencalonkan diri sebagai presiden dengan janji sederhana namun kuat:

“Setiap orang di negeri ini harus bisa makan tiga kali sehari.”

Ia menang.

Pada 2006, ia terpilih kembali. Dalam delapan tahun kepemimpinannya, sekitar 93% anak-anak dan 83% orang dewasa di Brasil memperoleh jaminan makanan harian.

Brasil yang dulu dianggap negara berkembang yang lemah, bangkit menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Anak penyemir sepatu itu adalah Luiz Inácio Lula da Silva—Presiden Brasil yang masa jabatannya berakhir pada 2010.


Renungan: Apa yang Kita Pertaruhkan untuk Sebuah Kesempatan?

Kisah dua koin ini memunculkan pertanyaan mendalam:

  • Jika ada peluang sukses di depan mata, apa yang berani kita pertaruhkan?
  • Sifat seperti apa yang membuat seseorang layak dibantu oleh “orang besar”?
  • Dalam persaingan, bagaimana kita tampil berbeda?

Kesuksesan bisa datang melalui banyak jalan: kerja keras, kemampuan, jaringan, keberuntungan, bahkan strategi.

Dari sudut pandang yang sinis, mungkin ada yang berkata bahwa anak itu “cerdik”—ia melihat pria itu dermawan dan memilih mengorbankan keuntungan sesaat demi meninggalkan kesan mendalam.

Jika berhasil, ia mendapat tiket menuju masa depan.
Jika tidak, ia tetap menjadi pahlawan di mata sahabatnya.

Namun apakah itu murni strategi? Atau memang ketulusan?

Terlepas dari motif awalnya, yang membuat kisah ini bermakna bukan hanya tindakan membagi dua koin—melainkan konsistensinya sepanjang hidup.

Ia terus membela mereka yang tertindas. Ia memperjuangkan hak orang miskin. Ia menepati semangat yang ia tunjukkan saat berusia 12 tahun.


Nilai yang Menarik “Orang Baik”

Orang besar sering kali tidak hanya mencari orang pintar. Mereka mencari karakter.

Kejujuran.
Empati.
Keberanian untuk berbagi meski diri sendiri kekurangan.

Tindakan kecil bisa membuka pintu besar.

Dua koin mungkin tampak sepele.
Tetapi di dalamnya ada keputusan: memilih kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Dan sering kali, dunia memberi jalan bagi mereka yang berani mendahulukan kebaikan.

Karena kesempatan memang bisa datang karena kemampuan.
Namun kepercayaan—itulah yang membawa seseorang jauh melampaui garis awal kehidupannya. (Jhon)

Hidup Bukan untuk Marah

EtIndonesia. Coba tanyakan kepada seseorang, “Untuk apa kamu hidup?”

Ada yang menjawab: untuk bahagia.
Ada yang berkata: untuk keluarga.
Ada yang mengejar sukses, mimpi, atau makna.

Namun hampir tidak ada orang yang menjawab:
“Aku hidup untuk marah.”

Tidak ada yang sengaja ingin marah setiap hari. Tetapi anehnya, banyak orang justru mudah tersulut emosi—kadang karena hal kecil, kadang tanpa alasan besar.

Sebenarnya bukan karena hidup terlalu banyak masalah.
Sering kali karena kita lupa, untuk apa kita menjalani hidup ini.


Kisah Seorang Guru Zen

Pada masa Dinasti Jin, ada seorang guru Zen yang sangat gemar menanam anggrek. Di sela-sela mengajar dan berdharma, ia meluangkan waktu merawat bunga-bunganya.

Suatu hari ia harus bepergian untuk memberikan ceramah. Sebelum berangkat, ia berpesan kepada seorang biksu muda untuk menjaga anggrek-anggrek di halaman kuil.

Biksu muda itu merawatnya dengan sungguh-sungguh. Namun suatu hari, saat menyiram tanaman, ia terpeleset dan tanpa sengaja menabrak rak bunga. Semua pot jatuh dan pecah. Anggrek berserakan di tanah, banyak yang rusak.

Biksu itu ketakutan. Ia tidak bisa makan dan tidak bisa tidur. Ia membayangkan kemarahan sang guru.

Beberapa hari kemudian, guru Zen kembali. Dengan gemetar, biksu itu meminta maaf sambil menangis.

Di luar dugaan, sang guru tidak marah. Ia justru menenangkannya dengan lembut.

“Guru… apakah Anda benar-benar tidak marah?” tanya si biksu dengan ragu.

Sang guru tersenyum dan berkata,

“Aku menanam anggrek untuk dipersembahkan kepada Buddha. Aku bukan menanam bunga untuk marah.”


Mengingat Niat Awal

Guru itu tidak menanam bunga sekadar karena mencintai bunga. Ia menanamnya sebagai bentuk ibadah. Itulah niat awalnya.

Ketika anggrek-anggrek itu rusak, ia tidak marah, karena ia tidak lupa tujuan semula. Jika tidak ada anggrek, ia masih bisa memetik bunga liar untuk dipersembahkan. Yang penting adalah niatnya, bukan bunganya.

Berapa banyak dari kita yang lupa pada niat awal?

Kita bekerja bukan untuk marah pada rekan kerja.
Kita menikah bukan untuk bertengkar.
Kita mencintai bukan untuk saling melukai.
Kita hidup bukan untuk menyimpan amarah.

Namun saat sesuatu tidak berjalan sesuai harapan, kita langsung dikuasai emosi.


Marah karena Tidak Sesuai Harapan

Sering kali kita marah karena orang lain, keadaan, atau hasil tidak sesuai dengan bayangan kita.

Orang yang mampu melepaskan akan berkata,
“Hidup memang tidak selalu sesuai rencana. Jika setiap hal membuatku marah, aku akan habis oleh amarahku sendiri.”

Sebaliknya, orang yang sulit melepaskan akan menyimpan dendam dan hidup dalam ketidakpuasan.

Padahal, memaafkan orang lain sebenarnya membebaskan diri sendiri.

Jika kita terus mengingat kesalahan orang lain, kita seperti mengurung diri dalam penjara kebencian. Bukan orang lain yang terbelenggu—kita sendiri yang kehilangan ketenangan.


Ucapkan pada Diri Sendiri

Ketika emosi mulai naik, cobalah berhenti sejenak dan bertanya:

“Aku melakukan ini untuk apa?”

Lalu katakan pada diri sendiri:

  • Aku bekerja bukan untuk marah.
  • Aku mencintai bukan untuk marah.
  • Aku menikah bukan untuk marah.
  • Aku hidup bukan untuk marah.

Saat kita kembali pada tujuan awal, masalah yang tadi terasa besar sering kali mengecil dengan sendirinya.

Hidup memang penuh ketidaksempurnaan. Tetapi jika setiap ketidaksempurnaan dibalas dengan kemarahan, yang paling lelah adalah hati kita sendiri.

Ingatlah selalu:
Kita tidak hidup untuk marah.

Kita hidup untuk tumbuh, untuk mencintai, untuk belajar, dan untuk merasakan keindahan yang masih tersisa di tengah segala kekurangan. (Jhon)

Situasi Memanas! Rudal Iran Mengarah ke Pangkalan NATO di Turkiye, UEA Mulai Bersiap Perang

EtIndonesia. Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat tajam setelah Iran dilaporkan menembakkan rudal balistik ke arah wilayah Turkiye pada Senin, 9 Maret 2026 pagi. Insiden ini dinilai sebagai salah satu perkembangan paling serius sejak pecahnya konflik militer antara Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel pada awal Maret 2026.

Menurut laporan sejumlah media internasional, rudal balistik tersebut diduga diarahkan menuju Pangkalan Udara Incirlik, sebuah fasilitas militer strategis di Turkiye yang digunakan bersama oleh Turkiye, NATO, dan Amerika Serikat. Pangkalan ini merupakan salah satu pusat operasi militer paling penting bagi aliansi NATO di kawasan Timur Tengah.

Namun sebelum mencapai targetnya, rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara NATO, sehingga tidak menimbulkan kerusakan maupun korban di wilayah Turkiye.

Peristiwa ini segera memicu kekhawatiran internasional, karena serangan terhadap wilayah Turkiye secara tidak langsung menyentuh kepentingan NATO, yang mana dapat memperluas konflik regional menjadi konfrontasi militer lebih luas.


Turkiye Mengeluarkan Peringatan Keras kepada Iran

Menanggapi insiden tersebut, Kementerian Pertahanan Turkiye segera mengeluarkan pernyataan resmi yang memperingatkan Iran agar tidak mengulangi tindakan serupa.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa setiap ancaman terhadap kedaulatan Turki akan ditanggapi dengan respons militer yang tegas.

Pernyataan resmi tersebut menegaskan: “Setiap ancaman terhadap wilayah darat maupun udara Turkiye akan ditanggapi dengan respons yang tegas dan tanpa ragu.”

Nada peringatan yang lebih keras juga disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Turkiye, yang menegaskan bahwa pemerintah Ankara tidak akan mentoleransi provokasi berulang dari Iran.

Ia menyatakan secara langsung: “Sekali masih bisa ditoleransi. Jika terjadi lagi, jangan salahkan kami.”

Pernyataan tersebut dipandang para analis sebagai sinyal bahwa Turki siap meningkatkan respons militer apabila wilayahnya kembali menjadi sasaran serangan.


Amerika Serikat Evakuasi Staf Diplomatik di Kawasan

Tidak lama setelah insiden rudal tersebut, Amerika Serikat segera mengambil langkah keamanan darurat untuk melindungi personel diplomatiknya di kawasan.

Pemerintah di Washington memutuskan untuk:

  • Menutup sementara layanan konsulat Amerika Serikat di wilayah selatan Turkiye
  • Mengevakuasi staf diplomatik non-esensial dari fasilitas tersebut

Selain itu, pemerintah AS juga memerintahkan seluruh staf non-darurat beserta keluarga mereka untuk meninggalkan Arab Saudi, sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas di kawasan Teluk.

Langkah ini menunjukkan bahwa Washington menilai situasi keamanan regional telah memasuki fase yang sangat sensitif dan berpotensi memburuk dengan cepat.


Iran Meluncurkan Serangan ke Negara-Negara Teluk

Serangan rudal ke Turkiye terjadi hanya sehari setelah Iran meluncurkan serangkaian serangan ke negara-negara Teluk pada 8 Maret 2026.

Menurut laporan militer regional, Iran menembakkan kombinasi rudal balistik dan drone tempur ke sejumlah target di kawasan Teluk.

Sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab (UEA) dilaporkan berhasil mencegat sebagian besar serangan tersebut, termasuk:

  • 16 rudal balistik Iran
  • 113 drone tempur

Meski sebagian besar berhasil dihancurkan di udara, beberapa drone tetap berhasil menembus sistem pertahanan.

Sedikitnya empat drone dilaporkan menghantam wilayah UEA, menyebabkan 12 orang mengalami luka-luka, meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut.

Serangan ini menandai meluasnya konflik dari Iran melawan Israel dan Amerika Serikat menjadi ketegangan regional yang melibatkan negara-negara Teluk.


UEA Melancarkan Serangan Balasan ke Iran

Sebagai respons atas serangan tersebut, Uni Emirat Arab untuk pertama kalinya melakukan serangan militer langsung terhadap wilayah Iran sejak konflik ini meletus.

Menurut laporan media Israel, operasi militer UEA menargetkan sejumlah infrastruktur vital di Iran, termasuk:

  • fasilitas pengolahan air
  • instalasi penyaringan air
  • fasilitas penyimpanan air

Serangan ini menandai eskalasi besar dalam konflik regional, karena UEA menjadi negara pertama di Timur Tengah—di luar Amerika Serikat dan Israel—yang secara terbuka melancarkan serangan langsung terhadap Iran.

Para pengamat menilai langkah ini menunjukkan bahwa konflik yang awalnya terbatas kini mulai berubah menjadi konfrontasi regional yang lebih luas.


Arab Saudi Mengeluarkan Peringatan Ketiga kepada Iran

Sementara itu, Arab Saudi juga meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Iran.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengeluarkan peringatan keras ketiga kepada Teheran.

Pemerintah Riyadh menyatakan bahwa negara tersebut memiliki:

“hak untuk mengambil semua langkah yang diperlukan guna menghentikan agresi.”

Menurut laporan Reuters, pada 8 Maret 2026, Menteri Luar Negeri Arab Saudi telah melakukan percakapan telepon dengan pejabat tinggi Iran.

Dalam pembicaraan tersebut, pihak Saudi menyampaikan peringatan bahwa:

  • jika Iran kembali meluncurkan serangan
  • maka Arab Saudi akan membalas dengan kekuatan yang setara

Negara-Negara Arab Pertimbangkan Pembentukan Pasukan Gabungan

Pada hari yang sama, situasi regional semakin memanas ketika Mesir mengusulkan pembentukan pasukan militer gabungan Arab.

Usulan tersebut diajukan dalam pertemuan darurat Liga Arab yang dipimpin oleh Uni Emirat Arab.

Pasukan gabungan tersebut direncanakan memiliki dua tujuan utama:

  • menghadapi potensi ancaman militer Iran
  • melindungi kedaulatan negara-negara Arab di kawasan

Jika rencana ini benar-benar direalisasikan, maka konflik yang awalnya melibatkan beberapa negara dapat berkembang menjadi aliansi militer regional yang lebih luas melawan Iran.


Timur Tengah Memasuki Titik Kritis

Serangkaian perkembangan pada 8–9 Maret 2026 menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah kini memasuki fase yang jauh lebih berbahaya.

Beberapa faktor yang memperbesar risiko eskalasi antara lain:

  • keterlibatan langsung negara-negara Teluk
  • ancaman terhadap wilayah negara anggota NATO seperti Turkiye
  • meningkatnya mobilisasi militer regional

Para analis keamanan internasional memperingatkan bahwa jika serangan lintas negara terus berlanjut, konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang regional berskala besar yang melibatkan banyak negara di Timur Tengah dan sekutunya.

Situasi tersebut menjadikan kawasan Timur Tengah saat ini berada di salah satu titik paling tegang dalam beberapa tahun terakhir. (***)

AS Tunjukkan Kartu Terakhir: “Pesawat Hari Kiamat” Dikerahkan Saat Ribuan Target Iran Dihancurkan

EtIndonesia. Ketegangan perang di Timur Tengah terus meningkat setelah Amerika Serikat mengambil sejumlah langkah militer besar yang menunjukkan eskalasi konflik dengan Iran. Salah satu sinyal paling kuat muncul pada 9 Maret 2026, ketika Washington dilaporkan mengerahkan pesawat komando nuklir yang dikenal sebagai “Doomsday Plane” atau “Pesawat Hari Kiamat” ke kawasan Timur Tengah.

Langkah ini dipandang oleh para analis militer sebagai indikasi bahwa konflik yang sedang berlangsung telah memasuki fase yang sangat sensitif, bahkan berpotensi melibatkan skenario perang strategis skala besar.


Amerika Kerahkan Pesawat Komando Nuklir

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengerahan pesawat komando nuklir tersebut sebagai bagian dari langkah pencegahan strategis terhadap Iran.

Pesawat yang dijuluki “Doomsday Plane” memiliki peran yang sangat penting dalam sistem pertahanan Amerika Serikat. Dalam situasi ekstrem seperti perang nuklir atau kehancuran pusat komando militer di darat, pesawat ini berfungsi sebagai pusat kendali bergerak yang dapat memastikan pemerintahan dan militer tetap beroperasi.

Fungsi utama pesawat ini meliputi:

  • Mengendalikan sistem senjata nuklir Amerika Serikat
  • Menjaga kesinambungan rantai komando militer
  • Mengoordinasikan operasi militer global dalam kondisi darurat
  • Menghubungkan komunikasi antara pangkalan militer, kapal selam nuklir, dan unit tempur lainnya

Pesawat komando nuklir seperti ini biasanya hanya diaktifkan ketika risiko eskalasi konflik besar mulai meningkat dan opsi penggunaan senjata nuklir mulai dipertimbangkan dalam skenario militer.

Pengerahan pesawat tersebut menandai meningkatnya kekhawatiran Washington terhadap kemungkinan meluasnya konflik Iran di kawasan Timur Tengah.


Trump: Iran Arahkan 1.200 Rudal ke Timur Tengah

Dalam pernyataan yang disampaikan pada 9 Maret 2026, Presiden Trump juga mengungkapkan informasi intelijen mengenai aktivitas militer Iran selama beberapa bulan terakhir.

Menurut Trump, selama empat bulan terakhir, Iran telah mengarahkan sekitar 1.200 rudal ke berbagai target di kawasan Timur Tengah, termasuk fasilitas militer Amerika Serikat.

Target potensial yang disebutkan meliputi sejumlah negara penting di kawasan, antara lain:

  • Uni Emirat Arab
  • Qatar
  • Oman
  • Arab Saudi

Trump menilai strategi tersebut merupakan bagian dari ambisi Iran untuk memperluas pengaruh dan dominasi militernya di Timur Tengah.

Namun ia menegaskan bahwa situasi geopolitik kini telah berubah.

“Dulu negara-negara ini takut kepada Iran. Sekarang mereka tidak takut lagi,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Menurut Washington, beberapa negara di kawasan kini mulai secara terbuka bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sekutu Barat dalam menghadapi ancaman Iran.


Ribuan Target Militer Iran Diklaim Telah Dihancurkan

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga memaparkan hasil operasi militer Amerika Serikat terhadap Iran sejak konflik meningkat pada awal Maret 2026.

Menurut klaim pemerintah Amerika Serikat, operasi militer tersebut telah memberikan kerugian besar bagi kemampuan tempur Iran.

Trump menyatakan bahwa pasukan Amerika sejauh ini telah:

  • Menenggelamkan 51 kapal militer Iran
  • Menghancurkan lebih dari 5.000 target militer Iran

Target-target tersebut disebut mencakup:

  • pangkalan militer
  • fasilitas radar
  • depot logistik
  • pusat peluncuran rudal
  • fasilitas produksi drone

Selain itu, militer Amerika Serikat juga mengklaim telah mengidentifikasi hampir seluruh jaringan produksi drone Iran dan kini sedang menghancurkannya secara sistematis.

Namun Trump juga mengungkapkan bahwa beberapa target strategis Iran masih belum diserang karena disimpan sebagai opsi militer terakhir.

Salah satu target yang disebutkan adalah fasilitas listrik nasional Iran.

Trump memperingatkan bahwa jika fasilitas tersebut diserang, dampaknya terhadap Iran akan sangat besar.

“Jika kami menyerangnya, Iran mungkin membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk membangunnya kembali,” kata Trump.


Pembom B-52 Dikerahkan ke Inggris

Eskalasi militer juga terlihat dari pergerakan pesawat tempur strategis Amerika Serikat.

Pada 9 Maret 2026, tiga pesawat pembom strategis B-52 Stratofortress milik Angkatan Udara Amerika Serikat mendarat di Pangkalan Udara RAF Fairford di Inggris.

Pengerahan tersebut menandai langkah penting dalam kesiapan militer Amerika di kawasan Eropa.

Pesawat B-52 tersebut bergabung dengan pembom B-1B Lancer yang sebelumnya telah ditempatkan di wilayah tersebut.

Para analis militer menilai bahwa kehadiran pembom jarak jauh ini dapat menjadi sinyal bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan operasi pengeboman strategis skala besar terhadap target-target penting di Iran.

Pembom B-52 memiliki kemampuan membawa berbagai jenis persenjataan, termasuk:

  • bom berpemandu presisi
  • rudal jelajah jarak jauh
  • senjata nuklir strategis

Kemampuan tersebut membuatnya menjadi salah satu aset militer paling penting dalam operasi udara jarak jauh.


Intelijen Barat Cari Senjata Kimia Iran

Di sisi lain, laporan eksklusif juga mengungkap adanya operasi rahasia yang dilakukan oleh badan intelijen Barat di wilayah Iran.

Operasi tersebut bertujuan untuk menemukan dan mengamankan persediaan senjata kimia dan racun saraf yang diduga dimiliki oleh Iran.

Menurut laporan intelijen, agen-agen dari:

  • Amerika Serikat
  • Inggris
  • Prancis

dilaporkan bekerja sama dalam operasi rahasia untuk melacak lokasi penyimpanan senjata tersebut.

Iran sebelumnya pernah dituduh:

  • mentransfer teknologi senjata kimia kepada Suriah
  • memasok racun saraf kepada kelompok Houthi di Yaman

Isu senjata kimia kembali menjadi perhatian internasional setelah tragedi serangan kimia di Ghouta Timur, Suriah, yang menewaskan lebih dari 1.700 orang dan menjadi salah satu insiden paling mematikan dalam konflik Suriah.


Perang Diperkirakan Berakhir dalam Lima Minggu

Sementara itu, media Israel Channel 12 melaporkan bahwa operasi militer terhadap Iran diperkirakan dapat diselesaikan dalam waktu sekitar lima minggu.

Tujuan utama dari operasi militer tersebut adalah menghancurkan dua kemampuan strategis Iran, yaitu:

  • sistem rudal balistik
  • fasilitas program nuklir Iran

Keputusan akhir mengenai kapan operasi militer akan dihentikan disebut berada di tangan dua pemimpin utama koalisi militer tersebut, yakni:

  • Presiden Amerika Serikat Donald Trump
  • Perdana Menteri Israel

Para analis militer menilai bahwa keberhasilan operasi tersebut akan sangat menentukan keseimbangan kekuatan di Timur Tengah dalam beberapa dekade ke depan.


Rusia Diduga Memberikan Dukungan Intelijen

Di tengah konflik yang semakin memanas, laporan intelijen Barat juga menunjukkan adanya upaya Iran untuk menarik dukungan dari Rusia dan Tiongkok.

Beberapa laporan bahkan menyebutkan bahwa Rusia diduga telah memberikan informasi intelijen sensitif kepada Iran terkait pergerakan militer Barat.

Menanggapi kabar tersebut, pemerintah Amerika Serikat melalui utusan diplomatiknya memperingatkan Moskow agar tidak membagikan data intelijen militer kepada Teheran.

Washington menilai bahwa langkah tersebut berpotensi memperluas konflik menjadi konfrontasi global yang jauh lebih besar.

Para pengamat geopolitik memperingatkan bahwa jika negara-negara besar seperti Rusia atau Tiongkok mulai terlibat secara langsung, konflik di Timur Tengah dapat berkembang menjadi krisis internasional yang lebih luas. (***)

Trump : Iran Sudah Lumpuh Total, Perang Akan Segera Berakhir

EtIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, pada Senin (9 Maret), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan dalam wawancara dengan CBS News bahwa perang kemungkinan akan segera berakhir.

Ketika ditanya tentang pemimpin tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, Trump mengatakan: “Saya tidak punya apa pun untuk dikatakan kepadanya.” Ia juga menyatakan bahwa dirinya sudah memiliki kandidat dalam pikirannya untuk menggantikan Ali Khamenei.

Pada saat yang sama, Trump terus mendorong pengesahan “Save America Act” (Undang-Undang Menyelamatkan Amerika). Selain mewajibkan verifikasi identitas pemilih, rancangan undang-undang ini juga secara jelas melarang laki-laki mengikuti kompetisi olahraga perempuan. Trump bahkan menyatakan bahwa sebelum undang-undang tersebut disahkan, ia tidak akan menandatangani undang-undang lain.

Berikut laporan dari koresponden kami di Washington, Zhang Liang dan Ren Hao.

Trump: Perang Iran Akan Segera Berakhir, Sudah Ada Kandidat Pemimpin Iran

Pada Senin, Trump mengatakan kepada CBS bahwa kemajuan militer AS di Iran jauh melampaui perkiraan sebelumnya. Angkatan laut, angkatan udara, dan sistem komunikasi Iran disebut sudah lumpuh, sehingga perang kemungkinan akan segera berakhir.

“Kami melakukan operasi militer singkat, karena kami merasa harus melakukannya untuk menyingkirkan kekuatan jahat tertentu (rezim Iran). Dan saya pikir Anda akan melihat bahwa ini hanyalah operasi yang singkat. Militer kami luar biasa hebat,” katanya. 

Mengenai kemungkinan putra Khamenei menjadi pemimpin Iran, Trump mengatakan ia tidak memiliki pesan untuknya, tetapi ia sudah memiliki kandidat pemimpin baru Iran dalam pikirannya. Ia juga memperingatkan otoritas Iran agar tidak mencoba melakukan tipu muslihat, jika tidak mereka akan “bermain dengan api dan membakar diri sendiri.”

Mengenai Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, Trump mengatakan bahwa kapal-kapal sudah mulai kembali melintas. Ia juga mempertimbangkan mengendalikan jalur air strategis tersebut untuk memastikan keselamatan pelayaran.

Trump: Tidak Akan Menandatangani UU Lain Sebelum “Save America Act”

Koresponden New Tang Dynasty Television di Washington melaporkan bahwa Presiden Trump saat ini menjadikan Save America Act sebagai prioritas legislasi.

Menurut jajak pendapat terbaru:

  • 95% pemilih Partai Republik mendukung undang-undang tersebut
  • 76% pemilih Partai Demokrat juga mendukungnya

Namun para legislator Demokrat menggunakan filibuster di Senat untuk menghambat proses legislasi.

Pada Senin, Trump secara khusus memposting penjelasan tentang isi undang-undang tersebut, yang mencakup:

  • Verifikasi identitas pemilih
  • Kewajiban menunjukkan identitas saat memilih
  • Melarang pemungutan suara melalui pos kecuali dalam keadaan khusus
  • Melarang laki-laki mengikuti kompetisi olahraga perempuan
  • Melarang operasi perubahan jenis kelamin pada anak-anak

Pada Minggu, Trump menyatakan:  “Sebagai presiden, sebelum undang-undang ‘Save America Act’ versi lengkap disahkan, saya tidak akan menandatangani undang-undang lainnya.”

Dewan Perwakilan Rakyat AS telah meloloskan rancangan undang-undang tersebut pada Februari. Namun di Senat, filibuster memerlukan 60 suara untuk dihentikan, sementara Partai Republik hanya memiliki 53 kursi, sehingga undang-undang tersebut sulit untuk maju.

Trump: Kuba Sedang Bernegosiasi dengan AS

Pada akhir pekan, Trump mengatakan bahwa setelah Amerika Serikat pada Januari memutus pasokan minyak dari Venezuela ke Cuba, pemerintah di Havana kini berada dalam posisi sulit dan sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Trump mengatakan:  “Mereka (pemerintah Kuba) tidak punya uang, tidak punya minyak. Ideologi mereka buruk. Rezim mereka juga buruk, dan sudah buruk sejak lama.”

Trump menilai bahwa mencapai kesepakatan dengan Kuba seharusnya tidak terlalu sulit.

Peluncuran Balap Indy untuk Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan AS

Pada Senin, Menteri Dalam Negeri AS Doug Burgum, Menteri Transportasi AS Sean Duffy, Kepala Protokol Monica Crowley, serta Wali Kota Washington, D.C., Muriel Bowser, meresmikan mobil balap IndyCar Series di National Mall sebagai bagian dari perayaan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat.

Mobil balap dengan desain “Freedom 250 Grand Prix” tersebut akan berlomba di jalanan Washington pada 21–23 Agustus.

Doug Burgum mengatakan:  “Kami mengundang semua warga Amerika untuk datang mengunjungi ibu kota kami. Di sini kita akan merasa sangat bangga, karena belum pernah sebelumnya kota ini seaman dan seindah sekarang.”

Reporter NTD Television, Zhang Liang dan Ren Hao, melaporkan dari Washington, D.C., Amerika Serikat.

Mendukung Militer AS, Zelenskyy Mengirim Pakar Drone dan Peralatan ke Yordania

EtIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, otoritas Amerika Serikat baru-baru ini mengeluarkan peringatan kepada lembaga penegak hukum. Berdasarkan peringatan federal tersebut, pejabat intelijen telah mencegat komunikasi terenkripsi yang kemungkinan berasal dari Iran.

Komunikasi tersebut diduga dapat memicu tindakan dari agen rahasia atau personel tidur (agen yang menyamar) yang berada di luar negeri dan terkait dengan rezim Iran.

Pihak berwenang menekankan bahwa peringatan ini tidak menyebutkan lokasi ancaman secara spesifik, namun mereka mendesak lembaga penegak hukum untuk meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas frekuensi radio yang mencurigakan.

Sementara itu, Presiden Ukraine, Volodymyr Zelenskyy, pada Senin (9 Maret) dalam sebuah wawancara menyatakan bahwa Ukraina telah mengirim peralatan pencegat drone serta tim ahli terkait ke Jordan di Timur Tengah untuk membantu melindungi pangkalan militer United States.

Perang di Timur Tengah masih terus berlangsung, dan Iran menggunakan sejumlah besar drone untuk menyerang pangkalan militer AS.

Pekan lalu, militer AS meminta Ukraina memberikan dukungan pertahanan udara, karena sistem pencegat drone Ukraina telah terbukti efektif dalam perang Rusia–Ukraina.

Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina akan memberikan bantuan militer maupun bantuan kemanusiaan. (hui)

Sumber : NTDTV.com

Perang Iran Mendekati Akhir, Pembom B-2 AS Hancurkan Situs Peluncur Rudal (Beberapa Video)

EtIndonesia. Menurut laporan New Tang Dynasty Television, Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengatakan bahwa perang antara Amerika Serikat dan Iran hampir berakhir. Kini operasi militer telah mencapai kemajuan besar. Militer AS telah menghancurkan hampir seluruh kekuatan militer Iran. Pembom Northrop B-2 Spirit menjatuhkan puluhan bom seberat 2.000 pon untuk menghancurkan pangkalan peluncur rudal Iran yang tersembunyi jauh di bawah tanah.

Mengenai situasi perang AS-Iran, pada Senin (9 Maret) sore, Trump mengatakan dalam wawancara telepon dengan CBS News bahwa:  “Saya pikir perang ini berlangsung sangat menyeluruh, dan hampir selesai.”

“Iran tidak memiliki angkatan laut, tidak memiliki fasilitas komunikasi, juga tidak memiliki angkatan udara. Hampir semua rudal mereka telah dihancurkan. Drone mereka juga dihancurkan di mana-mana, termasuk pabrik pembuat drone mereka,” kata Trump.

 “Tidak banyak yang tersisa dari mereka. Dari sudut pandang militer, hampir tidak ada yang tersisa.”

Trump sebelumnya memperkirakan perang terhadap Iran akan berlangsung sekitar 4 hingga 5 minggu. Ia mengatakan kepada CBS bahwa kemajuan militer AS saat ini jauh lebih cepat dari rencana semula.

Pada 9 Maret, dalam konferensi pers di negara bagian Florida, Trump mengatakan:
“Kami telah mencapai kemajuan besar dalam mencapai tujuan militer kami.”

Ia menambahkan bahwa militer AS telah menghancurkan hampir semua kekuatan militer Iran. Sebagian besar kekuatan angkatan laut Iran telah dihancurkan; militer AS telah menenggelamkan 51 kapal. AS juga terus menyerang kemampuan drone dan rudal Iran.

Menurut Trump, jumlah drone Iran telah turun drastis. Semua lokasi pembuatan drone mereka diserang satu per satu. Kemampuan rudal Iran telah turun hingga sekitar 10% atau bahkan lebih rendah. Pada saat yang sama, fasilitas produksi dan jalur transportasi rudal juga telah diserang.

“Sejauh ini kami telah menyerang lebih dari 5.000 target, beberapa di antaranya adalah target yang sangat penting,” katanya.

 “Pembom B-2 kami baru-baru ini menjatuhkan puluhan bom seberat 2.000 pon untuk menghancurkan instalasi peluncur rudal yang terkubur jauh di dalam tanah di Iran… Kami menghancurkan basis produksi drone dan rudal rezim tersebut dengan kecepatan yang luar biasa.”

Ia juga mengatakan :  “Kami jauh lebih cepat dari rencana awal. Kami tidak menyangka dalam waktu satu bulan bisa mencapai hasil seperti ini.”

Ketika ditanya apakah operasi militer AS akan berakhir minggu ini atau dalam beberapa hari ke depan, Trump menjawab “tidak”, tetapi ia menambahkan bahwa perang tersebut akan “segera berakhir.”

Ia juga mengatakan bahwa Amerika Serikat akan “mengambil langkah lebih lanjut.”

Trump menegaskan bahwa setelah operasi militer AS terhadap Iran berakhir, rezim Iran tidak akan memiliki kemampuan untuk mengancam Amerika Serikat, Israel, maupun sekutunya dengan senjata dalam waktu yang lama.

Pada 10 Maret, militer Israel Defense Forces (IDF) menyatakan melalui platform X (Twitter) bahwa setelah melakukan serangan besar terhadap pusat kekuatan rezim Iran, puluhan jet tempur Israel menyerang Tehran, Isfahan, dan Shiraz, menggunakan lebih dari 170 amunisi untuk menghantam infrastruktur militer Iran.

Di Tehran, markas Islamic Revolutionary Guard Corps Quds Force diserang. Markas ini bertanggung jawab mengendalikan jaringan proksi Iran, menjalankan operasi rahasia, serta merencanakan dan mendukung pemindahan senjata dan aksi teror di seluruh Timur Tengah.

Selain itu, di Isfahan, sebuah lokasi produksi dan penyimpanan rudal juga diserang. Di Shiraz, militer Israel menargetkan infrastruktur militer Iran lainnya.

Pada 10 Maret, United States Central Command menyatakan bahwa rezim Iran mungkin mencoba menyembunyikan peluncur rudal mereka, tetapi militer AS tidak akan berhenti mencarinya.

“Begitu kami menemukannya, kami akan menghancurkannya,” demikian pernyataan tersebut.

Laporan disusun oleh Tang Zixuan / Editor Li Quan

Harga BBM di Tiongkok Naik Empat Kali Berturut-turut Tahun Ini, Antrian Panjang Terjadi di SPBU

Menurut laporan New Tang Dynasty Television, seiring harga minyak internasional yang mendekati 120 dolar AS per barel, harga eceran bensin dan solar di Tiongkok  mengalami kenaikan besar. Ini juga merupakan kenaikan keempat berturut-turut harga BBM olahan sejak awal tahun ini. Pada 9 Maret 2026 malam, antrean panjang terlihat di berbagai SPBU di seluruh Tiongkok.

EtIndonesia. Perang di Iran menyebabkan lonjakan harga minyak. Untuk pertama kalinya dalam hampir empat tahun, harga minyak melampaui 100 dolar per barel. Pada 9 Maret, harga minyak internasional sempat melonjak hingga 119,50 dolar per barel, sementara minyak mentah berjangka New York juga menyentuh 119,48 dolar per barel. Meski kenaikan kemudian sedikit mereda, harga penutupan hari itu tetap melonjak sekitar 7%.

Seiring kenaikan harga minyak mentah internasional, harga BBM di Tiongkok daratan juga mengalami penyesuaian besar. Mulai 9 Maret pukul 24.00 , harga eceran bensin dan solar domestik masing-masing naik 695 yuan dan 670 yuan per ton.

Secara rata-rata nasional:

  • Bensin RON 92 naik 0,55 yuan per liter
  • Bensin RON 95 naik 0,58 yuan per liter
  • Solar 0# naik 0,57 yuan per liter

Sebagai contoh, jika mengisi penuh tangki 50 liter bensin RON 92, pengendara harus mengeluarkan sekitar 27,5 yuan lebih banyak, sehingga biaya perjalanan meningkat.

Ini merupakan kenaikan keempat berturut-turut harga BBM pada tahun 2026.

Menurut laporan media Tiongkok daratan, pada 9 Maret malam kalimat “92, isi penuh! 98, isi penuh!” menjadi ucapan yang paling sering terdengar di berbagai SPBU di Chengdu. Banyak SPBU di kota tersebut bahkan mengeluarkan pengumuman sebelumnya untuk mengingatkan pengendara agar memanfaatkan waktu terakhir sebelum harga naik.

Beberapa jam sebelum penyesuaian harga pukul 24.00, antrean panjang kendaraan terlihat di depan pompa bensin di berbagai SPBU.

Di sebuah SPBU Shell di Jalan Lingkar Kedua Chengdu, seorang warga bermarga Wang mengatakan bahwa setelah mengetahui kabar kenaikan harga BBM, kebetulan tangki mobilnya hampir kosong, sehingga ia sengaja datang untuk mengisi penuh agar bisa menghemat belasan yuan.

Seorang staf di SPBU China National Petroleum Corporation Wànnián di Chengdu mengatakan bahwa sejak sore hari jumlah kendaraan yang datang untuk mengisi BBM meningkat tajam. Arus pelanggan jauh lebih ramai dibanding hari biasa, karena banyak pengemudi mengetahui kenaikan harga minyak internasional cukup besar dan ingin mengisi penuh sebelum harga naik. Bahkan diperkirakan setelah pukul 20.00, ketika pembatasan kendaraan dicabut, jumlah kendaraan yang datang akan bertambah lebih banyak lagi.

Pada  9 Maret  pukul 20.00, di sebuah SPBU di wilayah utara Kunming, lebih dari sepuluh staf berseragam biru muda terlihat sibuk melayani kendaraan yang datang tanpa henti.

Pada malam yang sama, antrean panjang juga terjadi di SPBU Sinopec di Suzhou, di mana para pengemudi berbondong-bondong mengisi bahan bakar sebelum kenaikan harga yang berlaku setelah tengah malam.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa meskipun mengisi satu tangki penuh hanya bisa menghemat sekitar belasan yuan, banyak orang tetap datang. Ada pepatah yang menggambarkan situasi itu: “meskipun kecil seperti kaki nyamuk, tetap saja daging.” Pemandangan orang-orang yang bersama-sama berhemat ini mencerminkan kerasnya kehidupan sehari-hari.

Selain itu, antrean panjang juga terlihat di SPBU di kota-kota seperti Beijing, Shanghai, Hangzhou, dan Wuhan. Seorang warganet dari Hangzhou menulis bahwa malam itu ia harus mengantre sekitar setengah jam untuk mengisi BBM.

Seorang warga desa di Kabupaten Fangzheng, Harbin, Provinsi Heilongjiang, mengatakan kepada The Epoch Times bahwa untuk bertani mereka perlu mengisi bahan bakar mesin pertanian. Namun demikian, orang yang datang ke SPBU terlalu banyak sehingga harus mengambil nomor antrian.

“Pada hari pertama ambil nomor antrean, baru hari kedua bisa mengisi BBM. Sekarang harga minyak naik setiap hari, benar-benar sulit. Di sini kami biasanya membawa drum untuk mengisi BBM. Dalam dua hari harga sudah naik 80 yuan,” katanya.

Seorang warga desa di Kabupaten Xixian County, Provinsi Henan, juga mengatakan:
“Di sini hampir tidak bisa mengantre untuk mengisi BBM. Pagi dan sore hari selalu banyak orang, antrean ada dua baris panjang. Kami benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi. Harga BBM naik lagi!”

Editor : Hong Yu

Ledakan Besar di Tehran! Depot Minyak Iran Dibombardir, Negara-Negara Teluk Ikut Terseret Konflik

EtIndonesia. Operasi militer gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran kini telah memasuki minggu kedua sejak konflik besar di kawasan Timur Tengah pecah pada 28 Februari 2026. Dalam perkembangan terbaru, Israel melancarkan salah satu serangan udara terbesar sejak perang dimulai dengan menargetkan infrastruktur energi strategis di ibu kota Iran.

Serangan Udara Besar-besaran di Teheran

Menurut pernyataan resmi militer Israel pada 8 Maret 2026, lebih dari 80 pesawat tempur dikerahkan dalam operasi udara besar yang berlangsung sejak dini hari hingga pagi hari untuk menyerang sejumlah target strategis di Teheran.

Serangan kali ini menandai perubahan strategi penting, karena untuk pertama kalinya operasi udara Israel secara terang-terangan menargetkan fasilitas penyimpanan minyak dan infrastruktur energi Iran, yang juga berperan sebagai pusat logistik militer.

Beberapa lokasi utama yang menjadi sasaran serangan antara lain:

  • Depot minyak Shahran, salah satu fasilitas penyimpanan bahan bakar terbesar di Teheran
  • Beberapa gudang penyimpanan bahan bakar di wilayah timur laut ibu kota

Citra satelit yang beredar setelah serangan menunjukkan ledakan besar disertai kebakaran hebat di sejumlah fasilitas tersebut. Asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi ke langit dan dapat terlihat dari berbagai wilayah di kota.

Pemerintah Iran mengonfirmasi bahwa sebagian kebakaran berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran. Namun pihak berwenang juga mengakui bahwa fasilitas-fasilitas yang terkena serangan memang memiliki fungsi logistik yang berkaitan dengan operasi militer.

Televisi pemerintah Iran melaporkan bahwa setidaknya lima fasilitas terkait minyak terkena dampak langsung serangan udara tersebut. Insiden itu dilaporkan menewaskan empat orang serta menyebabkan kerusakan material yang sangat besar.


Bandara Militer Mehrabad Juga Terus Menjadi Target

Selain infrastruktur energi, militer Israel juga terus menggempur kawasan di sekitar Bandara Internasional Mehrabad di Teheran.

Bandara ini tidak hanya berfungsi sebagai bandara sipil, tetapi juga merupakan salah satu pusat transportasi militer utama Iran, yang digunakan untuk operasi logistik dan pergerakan pesawat militer.

Beberapa laporan menyebutkan bahwa area di sekitar bandara tersebut telah menjadi target serangan berulang dalam beberapa hari terakhir, sebagai bagian dari upaya Israel untuk melemahkan kemampuan mobilisasi militer Iran di ibu kota.


Iran Meluncurkan Gelombang Serangan Balasan

Di tengah meningkatnya tekanan militer, Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Israel.

Dalam 24 jam terakhir hingga 8 Maret 2026, Iran dilaporkan telah meluncurkan setidaknya 12 gelombang rudal balistik yang diarahkan ke wilayah Israel.

Sebagian besar rudal tersebut berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, termasuk sistem Iron Dome dan sistem pertahanan multilapis lainnya.

Namun demikian, sebuah kilang minyak di dekat kota Haifa dilaporkan terkena serpihan rudal yang jatuh, yang kemudian memicu kebakaran lokal di area industri tersebut.


Serangan Drone Iran Meluas ke Negara-Negara Teluk

Selain menyerang Israel, Iran juga memperluas serangan menggunakan drone dan rudal ke beberapa negara di kawasan Teluk Persia.

Beberapa insiden yang dilaporkan antara lain:

Bahrain
Sebuah fasilitas industri yang digunakan untuk pemurnian air laut (desalinasi) mengalami kerusakan akibat serangan drone.

Kuwait
Sebuah gedung tinggi milik Badan Jaminan Sosial Kuwait dilaporkan terkena serangan drone dan terbakar. Gedung tersebut kemudian ditutup sementara untuk publik.

Arab Saudi
Sistem pertahanan udara Saudi dilaporkan berhasil mencegat sejumlah target rudal yang diarahkan ke wilayahnya.

Serangan terhadap negara-negara Teluk ini memperluas potensi konflik regional dan menimbulkan kekhawatiran akan meluasnya perang ke seluruh kawasan Timur Tengah.


Negara-Negara Teluk Mengeluarkan Kecaman Keras

Serangan Iran terhadap fasilitas di negara-negara Teluk segera memicu reaksi keras dari pemerintah setempat.

Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengeluarkan pernyataan yang menyebut tindakan Iran sebagai:

“Agresi terang-terangan terhadap target sipil.”

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Kuwait mengecam keras serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan kriminal yang tidak dapat diterima.

Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Kuwait menegaskan bahwa negara tersebut memiliki hak penuh untuk membela diri serta berhak mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna melindungi kedaulatannya.

Menariknya, serangan tersebut terjadi hanya beberapa jam setelah Presiden Iran menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga, sebuah perkembangan yang memperlihatkan adanya ketegangan internal dalam kepemimpinan Iran.


Presiden Iran Dikritik Keras oleh Garda Revolusi

Pada 7 Maret 2026, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato yang disiarkan di televisi nasional.

Dalam pidato tersebut, ia:

  • menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga
  • menyatakan bahwa Iran tidak akan lagi menyerang negara-negara di kawasan

Namun hanya beberapa jam setelah pidato itu disampaikan, media Raja News, yang dikenal dekat dengan Garda Revolusi Iran (IRGC), secara terbuka mengkritik keras pernyataan presiden.

Media tersebut bahkan menyatakan bahwa:

“Mikrofon harus diambil dari tangan Presiden Pezeshkian.”

Pernyataan ini dianggap sebagai kritik yang sangat tajam dan tidak biasa dalam politik Iran. 

Raja News juga melaporkan bahwa kurang dari satu jam setelah pidato presiden, juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran serta penasihat komandan Garda Revolusi segera tampil di media untuk:

  • mengoreksi pernyataan presiden
  • membatasi dampak politik dari pidato tersebut

Media tersebut bahkan menuduh bahwa memberikan hak bicara kepada presiden adalah kesalahan besar dari Komite Kepemimpinan Sementara Iran, serta menilai bahwa Pezeshkian tidak memiliki kecakapan politik dasar.


Ketegangan Internal dalam Struktur Kekuasaan Iran

Dalam struktur kekuasaan Iran, Garda Revolusi Iran (IRGC) merupakan kekuatan militer yang sangat kuat dan langsung berada di bawah komando Pemimpin Tertinggi, yaitu Ayatollah Ali Khamenei.

Sementara itu, presiden sebagai kepala pemerintahan sipil tidak memiliki kendali langsung atas militer.

Menurut konstitusi Iran, apabila Pemimpin Tertinggi meninggal dunia atau tidak mampu menjalankan tugasnya, maka sebuah Komite Kepemimpinan Sementara akan mengambil sebagian tanggung jawab kepemimpinan negara hingga pemimpin baru dipilih.

Dalam situasi saat ini, sikap media yang mewakili Garda Revolusi yang secara terbuka menantang komite tersebut dianggap sebagai perkembangan yang sangat tidak biasa.

Beberapa analis politik menilai bahwa dinamika ini menunjukkan ketegangan serius di dalam struktur kekuasaan Iran, yang berpotensi memperumit situasi politik domestik di tengah konflik militer yang semakin intens di kawasan Timur Tengah. (***)

KPPU Gelar Sidang Perdana Dugaan Persekongkolan Tender Geomembrane di Pertamina Hulu Rokan

Jakarta, 10 Maret 2026 – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) resmi memulai persidangan perdana kasus dugaan persekongkolan tender pengadaan geomembrane di lingkungan PT Pertamina Hulu Rokan. Sidang perkara Nomor 09/KPPU-L/2025 digelar pada Senin, 9 Maret 2026, dengan agenda pembacaan Laporan Dugaan Pelanggaran (LDP) oleh tim investigator.

Perkara ini menyeret tiga pihak sebagai terlapor, yakni PT Pertamina Hulu Rokan selaku pemilik proyek (Terlapor I), PT Total Safety Energy (Terlapor II), dan PT Mutiaracahaya Plastindo (Terlapor III). Ketiganya diduga terlibat dalam praktik persekongkolan yang melanggar Pasal 22 Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Dalam LDP yang dibacakan di persidangan, investigator mengungkap sejumlah kejanggalan dalam proses tender pengadaan geomembrane—lembaran plastik tebal berbahan HDPE yang berfungsi sebagai lapisan kedap air pada kolam limbah pengeboran minyak. Produk ini krusial untuk mencegah kebocoran limbah yang berpotensi mencemari lingkungan.

Berdasarkan hasil penyelidikan, proses tender diawali dengan tahap request for information (RFI) yang hanya dihadiri dua dari tiga perusahaan yang diundang. Akibatnya, hanya dua peserta yang dilibatkan hingga tahap penawaran. Meskipun kedua peserta dinyatakan lulus evaluasi administrasi, teknis, dan komersial, kejanggalan mulai terlihat pada tahap negosiasi harga. Penawaran dari Terlapor II mengalami penurunan signifikan hingga akhirnya ditetapkan sebagai pemenang.

Investigator menemukan sejumlah fakta mencurigakan lainnya, di antaranya:

  • Penggunaan sertifikat produk yang diduga tidak valid oleh para terlapor;
  • Ketidaklengkapan dokumen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) milik Terlapor II;
  • Belum terverifikasinya surat kemampuan usaha penunjang migas milik Terlapor III.

Lebih lanjut, investigator menduga adanya dua skema persekongkolan dalam tender ini. Persekongkolan vertikal diduga terjadi ketika Terlapor I memfasilitasi Terlapor II untuk menawarkan produk milik Terlapor III. Sementara persekongkolan horizontal diduga terjadi antara Terlapor II dan Terlapor III melalui koordinasi dalam menawarkan produk yang tidak sesuai spesifikasi, sehingga proses kompetisi berlangsung tidak wajar atau dikondisikan.

Sidang perkara ini dipimpin oleh Majelis Komisi yang terdiri atas Ketua Majelis Eugenia Mardanugraha bersama Anggota Majelis Hilman Pujana, serta Anggota Majelis Mohammad Reza yang mengikuti persidangan secara daring. Sidang selanjutnya dijadwalkan berlangsung pada 30 Maret 2026 dengan agenda tanggapan para terlapor atas LDP serta pemeriksaan alat bukti dari pihak terlapor.

KPPU mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk terus memantau perkembangan kasus ini sebagai bentuk komitmen lembaga dalam menegakkan persaingan usaha yang sehat dan transparan, khususnya di sektor pengadaan barang dan jasa milik negara.

Militer AS Menyerang Kapal Diduga Pengangkut Narkoba di Pasifik Timur, 6 Orang Tewas

EtIndonesia. Militer Amerika Serikat menyatakan bahwa pada 8 Maret, pasukan AS menyerang sebuah kapal yang diduga terlibat dalam penyelundupan narkoba di wilayah Pasifik Timur. Penyerangan ini mengakibatkan enam pria tewas. Operasi ini merupakan bagian dari upaya pemerintah Donald Trump untuk menindak kelompok yang diduga terlibat dalam perdagangan narkoba.

Komandan United States Southern Command, Francis Donovan, menulis di platform X bahwa:
“Informasi intelijen telah mengkonfirmasi bahwa kapal tersebut sedang berlayar di jalur penyelundupan narkoba yang terkenal di Pasifik Timur dan sedang melakukan aktivitas penyelundupan narkoba.”

Menurut laporan Agence France-Presse (AFP), insiden ini merupakan bagian dari operasi yang diklaim Amerika Serikat untuk memerangi kapal-kapal milik kartel narkoba. Namun pihak AS tidak memberikan bukti mengenai narkoba yang diselundupkan.

Sejak September tahun lalu, operasi penindakan yang dilakukan Amerika Serikat terhadap penyelundupan narkoba dilaporkan telah menyebabkan lebih dari 150 orang tewas.

Pada 7 Maret, Presiden AS Donald Trump dalam pertemuan dengan para pemimpin Amerika Latin mendorong mereka untuk bekerja sama dengan Amerika Serikat dalam melakukan tindakan militer terhadap kartel narkoba dan organisasi kejahatan lintas negara.

Ia menyatakan bahwa kelompok-kelompok tersebut telah menjadi “ancaman yang tidak dapat diterima terhadap keamanan nasional” negara-negara kawasan. (hui) 

Putra Kedua Khamenei Menjadi Pemimpin Tertinggi Iran, Ada Warga Merespons dengan Kemarahan 

Pada 8 Maret, Iran mengumumkan bahwa Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya Ali Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran. Namun pengumuman ini langsung memicu kemarahan sebagian warga Iran yang meneriakkan slogan “Mojtaba mati saja!”.

EtIndonesia. Setelah Ali Khamenei tewas, Iran sempat lama tidak mengumumkan penggantinya. Pada 8 Maret, media resmi Iran akhirnya menyatakan bahwa putra keduanya, Mojtaba Khamenei, secara resmi menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga Iran.

Mojtaba yang kini berusia 56 tahun diketahui memiliki hubungan dekat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Dalam gelombang serangan pertama oleh pasukan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari, kedua orang tuanya serta istrinya dilaporkan tewas.

Video yang beredar di internet menunjukkan warga Iran berdiri di balkon rumah mereka sambil meneriakkan: “Mojtaba mati saja!” sebagai bentuk protes.

Jurnalis Iran Masih Alinejad juga membagikan video di platform X dan mengatakan: “Ini adalah reaksi pertama dari dalam Iran terhadap berita bahwa Mojtaba Khamenei menggantikan ayahnya sebagai ‘pemimpin tertinggi’. Orang-orang berdiri di balkon sambil meneriakkan: ‘Mojtaba mati saja!’ Seluruh rakyat Iran sedang menyampaikan kepada dunia bahwa kami tidak akan menerima rezim diktator turun-temurun lagi.”

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran yang menyebabkan Ali Khamenei tewas. Sejak saat itu, siapa yang akan menjadi penggantinya menjadi fokus perhatian dunia.

Sebelum pengumuman resmi tentang pengangkatan Mojtaba, Presiden AS Donald Trump pada 8 Maret mengatakan bahwa pemimpin tertinggi Iran berikutnya akan sulit mempertahankan kekuasaan tanpa persetujuan Amerika Serikat.

“Dia harus mendapatkan persetujuan kami. Jika tidak, dia tidak akan bertahan lama,” kata Trump. Ia juga secara tegas menyatakan tidak menerima putra Khamenei sebagai penerus.

“Saya tidak ingin lima tahun lagi kita harus melakukan hal yang sama lagi, atau bahkan lebih buruk—membiarkan mereka memiliki senjata nuklir,” tambahnya.

Sebelum Iran mengumumkan putra Khamenei sebagai penerus, militer Israel juga telah memperingatkan bahwa mereka tidak akan ragu menyerang penerus Khamenei maupun siapa pun yang terlibat dalam proses pemilihannya.

Juru bicara Israel Defense Forces, Avichay Adraee, dalam sebuah pernyataan menulis:

“Setelah tiran Khamenei disingkirkan, rezim teror Iran sedang mencoba mengatur kembali diri mereka dan memilih pemimpin tertinggi baru.”

Ia menambahkan bahwa “lengan panjang” Israel akan terus memburu penerus tersebut serta siapa pun yang mencoba menunjuknya.

Adraee juga memperingatkan semua pihak yang berencana menghadiri pertemuan pemilihan penerus bahwa mereka juga dapat dijadikan target serangan.

Laporan gabungan oleh reporter Luo Tingting / Editor: Wen Hui

Salurkan 700 Paket Sembako, BRI Region 12 Surabaya Bukti Hadir untuk Masyarakat

SURABAYA – Memasuki pertengahan Ramadan 1447 Hijriah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus menggencarkan aksi sosial melalui program BRI Peduli. Kali ini, BRI Region 12 Surabaya menyalurkan sebanyak 700 paket sembako kepada warga yang membutuhkan di Kelurahan Embong Kaliasin, Kota Surabaya, Sabtu (7/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekitar wilayah operasional BRI Region 12 Surabaya tersebut menjadi bukti nyata kehadiran perusahaan pelat merah di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga intermediasi keuangan tetapi juga sebagai entitas yang peka terhadap kondisi sosial warganya.

Regional CEO BRI Region 12 Surabaya, Reza Syahrizal Setiaputra, secara langsung turun ke lapangan bersama jajaran manajemen dan karyawan untuk membagikan paket sembako kepada para penerima manfaat. Menurutnya, momen Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat tali silaturahmi sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

“Kami berharap bantuan paket sembako ini dapat meringankan beban masyarakat dan membawa keberkahan bagi kita semua. BRI akan terus hadir dan tumbuh bersama masyarakat,” ujar Reza dalam keterangannya, Senin (9/3/2026).

Paket sembako yang dibagikan berisi bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan beberapa komoditas pangan lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, terutama di tengah gejolak harga pangan yang kerap terjadi menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Penyaluran bantuan sosial ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan BRI dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui berbagai aksi sosial kemasyarakatan. Program BRI Peduli sendiri dirancang sebagai wujud tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang menyasar berbagai kalangan, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Lebih dari sekadar bantuan materi, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan emosional antara korporasi dan komunitas sekitar. Dengan menggandeng warga Kelurahan Embong Kaliasin, BRI Region 12 Surabaya ingin memastikan bahwa kehadiran perusahaan memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh tetangga terdekatnya.

Melalui aksi berbagi di bulan penuh berkah ini, BRI Region 12 Surabaya berharap dapat terus memperluas kontribusi sosial serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Konsistensi program sosial ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BRI dalam memperkuat nilai kebermanfaatan dan membangun kedekatan dengan masyarakat di wilayah kerjanya.

Dengan total 700 paket sembako yang tersalurkan, BRI Region 12 Surabaya optimistis bahwa semangat gotong royong dan kepedulian yang terbangun selama Ramadan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi aksi-aksi sosial serupa di masa mendatang.