Kasus Orang Hilang di Tiongkok Terus Meningkat, Tim Pencari Keluarga Semakin Bertambah

EtIndonesia. Belakangan ini, berbagai wilayah di daratan Tiongkok melaporkan peningkatan signifikan kasus orang hilang. Jumlah remaja dan anak-anak yang dilaporkan hilang terus bertambah, sementara kelompok masyarakat yang mencari anggota keluarga mereka juga semakin meluas.

Sejumlah analis menilai bahwa di balik meningkatnya kasus orang hilang dalam jumlah besar tersebut, terdapat dugaan praktik sistematis pengambilan organ secara paksa oleh rezim Partai Komunis Tiongkok (PKT).

Sejak awal 2026, laporan mengenai hilangnya warga di berbagai daerah masih terus bermunculan. Berdasarkan data yang belum sepenuhnya lengkap, dalam kurun waktu setengah bulan saja tercatat puluhan orang dilaporkan hilang.

Informasi lain menunjukkan bahwa dalam 22 hari pada Oktober 2025, lebih dari 107 orang dinyatakan hilang, dengan korban termuda berusia hanya 5 tahun. Sementara itu, antara 20 hingga 31 Desember 2025, dalam rentang 11 hari saja, sedikitnya 136 orang dilaporkan hilang, dengan usia termuda 8 tahun.

Dalam sebuah video yang beredar, seorang warga mengungkapkan kekhawatirannya:

“Saya dan suami bahkan tidak berani keluar rumah. Rasanya akhir-akhir ini semakin tidak aman. Bukan hanya anak-anak, orang dewasa yang hilang juga tidak sedikit. Di sekitar saya ada kejadian seorang ibu yang membawa putrinya—anak itu masih siswa SMP—baru saja keluar dari sebuah supermarket dekat rumah kami, lalu diculik oleh sebuah mobil van di jalan. Sampai sekarang belum ditemukan.”

Semakin meningkatnya jumlah orang hilang telah memicu kekhawatiran luas di kalangan masyarakat. Pada saat yang sama, berbagai kelompok pencari keluarga di banyak daerah Tiongkok terus berkembang dan bertambah anggotanya.

“Pada tahun 2025, sekitar 1,15 juta orang dilaporkan hilang. Kini korbannya semakin muda. Teknologi pengambilan organ paksa oleh PKT sudah sangat matang. Organ dari orang yang lebih muda dianggap memiliki kualitas terbaik,” kata Wakil Ketua Federasi Demokrasi Tiongkok di Jerman, Wang Shoufeng. 

“Cengkeraman mereka bahkan telah menjangkau anak-anak yang masih sangat kecil. Dari siswa sekolah yang mulai diambil sampel darahnya untuk dimasukkan ke dalam basis data organ, hingga siswa SMA yang disebut harus menjalani pengambilan darah untuk masuk ke database sebelum bisa mengikuti ujian masuk universitas,” tambahnya.  

Wang Shoufeng menegaskan bahwa di balik banyaknya kasus orang hilang terdapat praktik sistematis transplantasi organ yang dilakukan oleh rezim.

“Transplantasi organ memberikan dua keuntungan besar bagi pemerintah PKT. Pertama, keuntungan ekonomi dengan pendapatan yang sangat besar. Kedua, menyediakan donor gratis bagi para pejabat tinggi dan politisi di seluruh dunia. Organ-organ ini bisa dijadikan alat suap kepada tokoh-tokoh dunia. Bahkan memungkinkan generasi elite dan pejabat tinggi hidup hingga usia 150 tahun.”

Ia juga mempertanyakan mengapa kasus orang hilang sulit terungkap di negara yang dipenuhi sistem pengawasan ketat.

“Di Tiongkok, kamera pengawas ada di mana-mana. Pelanggaran lalu lintas kecil pun tidak bisa lolos. Mengatakan sesuatu yang anti-PKT di internet bisa langsung ditangkap. Lalu mengapa orang hilang tidak bisa ditemukan? Karena PKT sendiri adalah dalang di baliknya—akar utama dari hilangnya populasi ini.” (jhon)

Ketika Pakistan Bombardir Afghanistan, Nyatakan “Perang terhadap Afghanistan”; Hingga Kedua Pihak Saling Serang di Perbatasan

Pada Jumat (27 Februari), Pakistan menyatakan perang terhadap Afghanistan dengan melancarkan serangan udara ke sejumlah kota utama yang menjadi basis Taliban. Islamabad menyebut langkah tersebut sebagai aksi balasan atas serangan malam sebelumnya. Taliban segera melakukan serangan balasan dalam skala besar, menandai pecahnya konflik terbuka antara kedua pihak.

EtIndonesia. Pada 27 Februari dini hari, militer Pakistan melancarkan serangan udara dan darat terhadap target-target Taliban di wilayah Afghanistan. Operasi tersebut mencakup ibu kota Kabul, Kandahar, serta sejumlah wilayah di Provinsi Paktia. Sasaran yang disebutkan meliputi markas Taliban, pusat komando, dan beberapa gudang amunisi di kawasan perbatasan.

Warga Kabul dilaporkan terbangun oleh suara ledakan dan tembakan. Rumah sakit di wilayah perbatasan timur Afghanistan juga dilaporkan menerima banyak korban luka akibat serangan tersebut.

Seorang warga Kabul mengatakan :  “Waktu itu sekitar pukul dua dini hari. Kami sedang bersama teman-teman. Mereka mengatakan suara itu terdengar seperti ledakan atau gempa. Kami tidak langsung turun ke bawah. Tak lama kemudian terdengar suara tembakan samar. Kami menunggu beberapa saat sebelum akhirnya keluar rumah.”

Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Asif, kemudian mengumumkan bahwa negaranya berada dalam kondisi “perang terbuka” dengan pemerintahan Taliban Afghanistan. Dalam unggahannya di platform X, ia menulis, “Kesabaran kami sudah mencapai batasnya. Antara kami dan kalian kini adalah pertempuran terbuka.”

Seorang warga Pakistan menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut:
“Pakistan melakukan hal yang benar. Afghanistan terus menyerang kami, jadi wajar jika Pakistan membalas. Mereka membunuh warga Pakistan, dan akhirnya kami bangkit.”

Dalam beberapa bulan terakhir, Pakistan telah beberapa kali melancarkan serangan udara ke wilayah Afghanistan, disertai bentrokan di perbatasan. Militer kedua negara menyebutkan bahwa dalam gelombang kekerasan terbaru di wilayah perbatasan, puluhan personel dari kedua belah pihak dilaporkan tewas. Operasi terbaru ini dinilai sebagai eskalasi paling serius dalam periode belakangan.

Kedua pihak sama-sama melaporkan kerugian besar. Taliban menyatakan telah melancarkan serangan balasan terhadap instalasi militer Pakistan sebagai bentuk respons.

Pihak Pakistan menyebut operasi ini sebagai balasan atas serangan lintas batas yang dilakukan dari wilayah Afghanistan. Islamabad juga telah lama menuduh Kabul melindungi kelompok bersenjata yang melancarkan serangan ke wilayah Pakistan—tuduhan yang dibantah oleh Taliban.

Sebelumnya, melalui mediasi Qatar dan Turki, kedua negara sempat mencapai kesepakatan gencatan senjata sementara dan menggelar beberapa putaran perundingan. Namun, upaya tersebut gagal menghasilkan kesepakatan damai jangka panjang. 

Sejak konflik pada Oktober tahun lalu yang menewaskan lebih dari 70 orang dari kedua pihak, sebagian besar pos perlintasan darat di perbatasan kedua negara telah ditutup (jhon)

Sumber : NTDTV.com

Lebih Jauh Tentang PKT yang Meningkatkan Gangguan terhadap Pertunjukan Shen Yun Hingga Enam Pemimpin Negara Terima Ancaman

EtIndonesia. Shen Yun Performing Arts, kelompok seni yang telah mendunia, saat ini memiliki delapan rombongan yang tengah melakukan tur pertunjukan di berbagai negara. Melalui bentuk seni yang memukau dan berkualitas tinggi, Shen Yun menampilkan keindahan budaya tradisional Tiongkok serta meraih pujian luas dari kalangan arus utama di banyak negara.

Namun, Partai Komunis Tiongkok (PKT) disebut terus meningkatkan upaya penekanan lintas negara terhadap Shen Yun. Melalui pengiriman sejumlah besar email berisi ancaman bom dan ancaman kematian, pihak yang diduga terkait berupaya mengintimidasi penyelenggara lokal maupun para pemimpin negara, dengan tujuan mengganggu jalannya pertunjukan. Tindakan tersebut memicu perhatian dan kecaman internasional.

Menjelang pertunjukan Shen Yun di Australia pada 25 Februari, pihak penyelenggara setempat menerima beberapa email berbahasa Mandarin yang menuntut pembatalan acara. Salah satu email bahkan mengklaim secara palsu bahwa bahan peledak telah ditempatkan di sekitar kediaman Perdana Menteri Anthony Albanese, dan mengancam bahwa ledakan bisa terjadi jika pertunjukan tetap digelar.

Setelah dilakukan pemeriksaan, kepolisian Australia menyatakan tidak menemukan adanya ancaman nyata terhadap komunitas maupun keselamatan publik.

“Sudah pasti ini dilakukan oleh PKT, tidak diragukan lagi. Di Tiongkok daratan, PKT terus melakukan penindasan terhadap Falun Gong, bahkan memperluasnya hingga ke luar negeri. Shen Yun sebagian besar terdiri dari seniman yang merupakan praktisi Falun Gong. Nilai ‘Sejati, Baik, Sabar’ yang dipromosikan Shen Yun serta upaya menghidupkan kembali budaya tradisional jelas membuat PKT marah dan tersinggung, sehingga mereka terus mengganggu dan melecehkan Shen Yun,” kata Profesor Xie Tian dari Aiken School of Business, University of South Carolina, Amerika Serikat.

Menurut laporan The Epoch Times, sejak Januari tahun ini, sejumlah pemimpin dunia juga menerima email ancaman bom dan ancaman kematian, termasuk Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Republik Tiongkok (Taiwan) Lai Ching-te, Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung, Presiden Italia Sergio Mattarella, dan Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen.

Semua email tersebut ditulis dalam bahasa Mandarin, berisi ancaman serius dengan nada yang seragam: menuntut pembatalan pertunjukan Shen Yun, atau konsekuensi akan ditanggung.

Xie Tian menilai bahwa langkah tersebut menunjukkan kebuntuan strategi.

“Menurut saya, PKT tampaknya salah langkah atau sudah kehabisan cara. Sebelumnya mereka mencoba mengganggu melalui tindakan seperti merusak ban kendaraan, mengirim surat ancaman anonim, atau ancaman bom. Namun upaya itu tidak berhasil menghentikan pertunjukan Shen Yun. Sekarang tampaknya mereka mencoba meningkatkan tekanan dengan mengancam para kepala negara untuk menambah efek intimidasi,” katanya. 

Pengamat isu-isu aktual Lan Shu menyatakan: “Gangguan PKT terhadap Shen Yun, serta tindakan intimidasi terhadap pemerintah dan pemimpin berbagai negara, justru membuat masyarakat Barat semakin jelas melihat hakikat rezim tersebut.”

Menanggapi ancaman terhadap Perdana Menteri Australia yang diduga bertujuan menghalangi pertunjukan Shen Yun, pada 26 Februari Ketua Family First Party Australia, Lyle Shelton, dalam sebuah pernyataan menegaskan bahwa Australia adalah negara berdaulat dan tidak akan membiarkan perdana menterinya diancam oleh kekuatan asing, maupun membiarkan kebebasan seni dibatasi.

Ia menekankan bahwa respons yang tepat terhadap ancaman dan intimidasi bukanlah mundur, melainkan semakin tegas. Ia juga menyerukan kepada masyarakat Australia untuk mendukung dan menyaksikan pertunjukan Shen Yun.

Sementara itu, Shen Yun New Era Company dari Amerika Serikat tampil selama dua hari berturut-turut di Gold Coast Arts Centre, Australia, dan mendapat apresiasi serta sambutan hangat dari kalangan penonton arus utama.

Mantan pengacara militer, Arun Lambert, mengatakan: “Saya sudah ingin menonton pertunjukan ini selama lebih dari 20 tahun. Sekarang, setelah pensiun, akhirnya saya memiliki kesempatan untuk mewujudkannya. Rasanya luar biasa. Bisa merasakan langsung budaya dan tradisi Tiongkok benar-benar pengalaman yang sangat mengesankan.”

Ke depan, Shen Yun dijadwalkan menggelar lebih dari dua puluh pertunjukan di berbagai kota di Australia. (jhon)

Keindahan yang Tersembunyi dari Dunia

EtIndonesia. Seorang tukang kayu dan muridnya berjalan melewati sebuah hutan. Di sana, mereka melihat sebatang pohon yang tinggi, besar, dan berdiri dengan gagah.

Sang guru bertanya,
“Tahukah kamu mengapa pohon ini bisa berdiri dengan begitu anggun dan indah di sini?”

Murid itu memandang pohon tersebut dan menjawab,
“Tidak tahu, Guru.”

Sang guru berkata,
“Karena batang dan cabangnya bengkok dan berliku-liku. Ia tidak cocok dijadikan kursi, tidak cocok menjadi meja, dan tidak pula layak dijadikan balok penyangga bangunan. Justru karena ‘kekurangannya’ itulah, ia terhindar dari kapak para penebang. Maka hari ini kita masih bisa duduk di bawahnya, berteduh, dan menikmati keindahannya.”

Ternyata keberadaan pohon yang indah itu telah melewati banyak ujian. Ia lolos dari berbagai penilaian meremehkan para penebang kayu. Karena dianggap tidak berguna, ia justru selamat, dan keindahannya bisa dinikmati oleh generasi setelahnya.

Kisah lain datang dari ibu mantan Presiden Amerika Serikat, Dwight D. Eisenhower. Ketika ia diwawancarai di kampung halamannya, seorang wartawan bertanya,

“Anda pasti sangat bangga memiliki putra yang begitu luar biasa, bukan?”

Sang ibu tersenyum dan menjawab,
“Ya, tentu. Tapi saya bahkan lebih bangga pada putra saya yang lain. Ia sekarang sedang bertani di luar sana.”

Di mata seorang ibu, baik anak yang menjadi petani maupun anak yang menjadi presiden, keduanya sama-sama luar biasa.

Setiap orang memiliki keindahan dan bakatnya sendiri. Tidak ada yang lebih tinggi atau lebih rendah. Selama itu lahir dari diri sendiri, maka itu adalah sesuatu yang baik dan berharga.

Namun, bakat dan keindahan itu harus disiram dengan keyakinan. Jika tidak dirawat dan tidak dipercaya, ia akan terus tersembunyi jauh di dalam hati, tak pernah benar-benar muncul ke permukaan.


Hikmah Cerita

Sering kali manusia mengeluhkan dirinya yang biasa-biasa saja dan merasa memiliki banyak kekurangan. Ironisnya, justru “kebiasaan” dan “kekurangan” itulah yang kadang membawa keselamatan dan ketenangan.

Seperti pohon dalam cerita tadi. Karena dianggap tidak sempurna, ia justru tetap hidup dan berdiri kokoh di antara langit dan bumi.

Dari sudut pandang tukang kayu, pohon yang bengkok itu tidak berguna karena tak bisa dijadikan furnitur. Namun bagi orang lain, pohon itu adalah karya seni alam yang indah.

Begitu pula dalam persahabatan. Mampu menerima dan bahkan menghargai kekurangan orang lain, itulah tanda persahabatan sejati.

Karena pada akhirnya, yang membuat seseorang berharga bukanlah kesempurnaannya—melainkan keberadaannya yang unik dan tak tergantikan. (jhon)

Sehari Satu Kebaikan

EtIndonesia. Ada seorang pria yang ayahnya dahulu adalah seorang tuan tanah besar di Havana, Kuba. Sebelum usia tujuh tahun, ia hidup dalam kemewahan. Namun pada dekade 1960-an, negara kepulauan tempat ia tinggal tiba-tiba dilanda revolusi. Dalam sekejap, keluarganya kehilangan segalanya.

Saat mereka mendarat di Miami, Amerika Serikat, seluruh harta yang tersisa hanyalah setumpuk uang kertas di saku sang ayah—uang yang sudah dinyatakan tidak berlaku lagi.

Untuk bisa bertahan hidup di negeri orang, sejak usia 15 tahun ia sudah ikut bekerja bersama ayahnya.

Setiap kali hendak keluar rumah, sang ayah selalu berpesan,
“Selama ada orang yang bersedia mengajarimu bahasa Inggris dan memberimu makan satu kali, tinggallah dan bekerjalah dengan sungguh-sungguh.”

Pekerjaan pertamanya adalah menjadi pelayan di sebuah restoran kecil di tepi pantai.

Karena rajin dan mau belajar, ia cepat mendapat kepercayaan dari pemilik restoran. Bahkan demi membantunya belajar bahasa Inggris dengan lebih baik, sang pemilik membawa ia ke rumahnya agar bisa bermain bersama anak-anaknya.

Suatu hari, pemilik restoran memberitahunya bahwa perusahaan pemasok bahan makanan untuk restoran sedang membuka lowongan tenaga pemasaran. Jika ia berminat, sang pemilik bersedia memberikan rekomendasi.

Begitulah ia mendapatkan pekerjaan keduanya—sebagai tenaga penjual sekaligus sopir truk di sebuah perusahaan makanan.

Sebelum berangkat bekerja, ayahnya kembali menasihati,
“Dulu di kampung halaman, leluhur kita bisa membangun usaha besar karena berpegang pada empat kata: sehari satu kebaikan. Sekarang kamu akan merantau. Ingatlah itu.”

Mungkin karena empat kata itulah, ketika ia mengantarkan sereal gandum ke toko-toko kecil di berbagai sudut kota, ia selalu melakukan kebaikan-kebaikan kecil yang mampu ia lakukan. Misalnya, membantu pemilik toko mengantarkan surat ke kota lain, atau memberi tumpangan kepada anak-anak yang pulang sekolah.

Ia menjalani pekerjaannya dengan penuh semangat selama empat tahun.

Pada tahun kelima, ia menerima pemberitahuan dari kantor pusat. Ia diminta pindah ke Meksiko untuk memimpin pemasaran di seluruh Amerika Latin.

Alasannya jelas:  “Dalam empat tahun terakhir, penjualan pribadinya mencapai 40% dari total penjualan di negara bagian Florida. Ia layak mendapat tanggung jawab lebih besar.”

Setelah berhasil membuka pasar di Amerika Latin, ia kembali dipindahkan ke Kanada dan kawasan Asia-Pasifik.

Tahun 1999, ia dipanggil kembali ke kantor pusat di Amerika Serikat dan diangkat menjadi Chief Executive Officer (CEO).

Ketika namanya masuk dalam daftar kandidat CEO untuk perusahaan-perusahaan besar dunia seperti Coca-Cola dan Colgate, Presiden Amerika Serikat saat itu, George W. Bush, setelah memenangkan masa jabatan keduanya, mengumumkan pencalonan Carlos Gutierrez sebagai Menteri Perdagangan untuk pemerintahan berikutnya.

Itulah namanya.

Nama Gutierrez kemudian menjadi simbol dari “American Dream”.

Dalam wawancaranya dengan The Washington Post, ia mengatakan satu kalimat yang sangat sederhana namun mendalam:
“Nasib seseorang tidak selalu ditentukan oleh satu tindakan besar yang luar biasa. Lebih sering, ia ditentukan oleh kebaikan-kebaikan kecil yang dilakukan setiap hari.”

Sehari satu kebaikan—terdengar sangat sederhana. Namun sekaligus, tidak sesederhana itu.

Seperti tetesan air yang mampu melubangi batu, kekuatan kecil yang dilakukan terus-meneruslah yang akhirnya menciptakan perubahan besar.


Hikmah Cerita

Keberhasilan seseorang bukanlah kebetulan semata. Kalaupun ada unsur kebetulan, itu hanya sementara dan tidak akan bertahan lama.

Jika seseorang mampu konsisten melakukan satu kebaikan setiap hari, ia pasti memiliki hubungan sosial yang baik. Dan orang yang disukai banyak orang, ketika menghadapi kesulitan, akan lebih mudah mendapat bantuan. Kesempatan baik pun cenderung datang dan dibagikan kepadanya.

Orang seperti ini memiliki peluang sukses jauh lebih besar dibandingkan kebanyakan orang.

Namun, meski terdengar sederhana, menjalankan prinsip “sehari satu kebaikan” bukanlah hal yang mudah.

Jika kebaikan dilakukan demi tujuan tertentu atau kepentingan pribadi, ia akan terasa melelahkan. Orang lain pun dapat merasakan ketulusan atau kepura-puraannya. Pada akhirnya, bukan keberhasilan yang datang, melainkan hasil yang sia-sia—bahkan bisa berbalik menjadi dampak negatif.

Kebaikan seharusnya dilakukan dengan hati yang tulus dan tenang. Dengan begitu, melakukannya terasa ringan dan membahagiakan.

Jangan meremehkan kebaikan kecil, dan jangan pula menganggap remeh keburukan kecil. Kebaikan kecil yang terus dikumpulkan akan menjadi kebaikan besar. Begitu pula keburukan kecil yang terus dilakukan, akan berkembang menjadi keburukan besar.

Berbuat baik sebenarnya sangat sederhana. Selama kita mampu membawa kebahagiaan dan kemudahan bagi orang lain, itu sudah termasuk kebaikan.

Misalnya, tersenyum dan menyapa orang yang lebih tua dengan ramah. Senyum menghadirkan kehangatan, dan sapaan membuat seseorang merasa dihargai. (jhon)

Mengubah Lawan Menjadi Sahabat adalah Kemenangan yang Sempurna

EtIndonesia. Seekor tikus adalah hewan kesayangan Dewa Gunung. Suatu hari, ia memohon kepada sang Dewa agar diizinkan turun ke dunia dan hidup sebagai hewan biasa untuk sekali saja.

Dewa Gunung berkata, “Di dunia hewan, gajah adalah makhluk yang paling kuat. Jika kamu turun ke sana, kamu harus mampu mengalahkan gajah. Hanya dengan begitu kamu berhak kembali ke sisiku. Jika tidak, kamu akan selamanya tinggal di dunia hewan.”

Tikus menyetujui syarat tersebut.

Namun, begitu tiba di dunia hewan, ia langsung menyadari bahwa janjinya kepada Dewa Gunung terlalu gegabah. Ia hanyalah hewan kecil dan lemah. Mengalahkan gajah terasa seperti mimpi yang mustahil. Ia mulai menyesal.

Meski demikian, tikus tetap memutuskan untuk mencoba.

Ia berpikir, mungkin ia bisa masuk ke dalam belalai panjang gajah, menyumbat saluran napasnya, dan membuat gajah kesulitan bernapas hingga menyerah.

Suatu hari, ketika gajah sedang makan daun, tikus diam-diam menyelinap masuk ke dalam belalainya untuk menjalankan rencananya.

Namun baru masuk sedikit saja, gajah merasa sangat gatal dan langsung bersin keras. Tikus hanya mendengar dentuman besar, lalu tubuhnya terlempar ke udara seperti peluru meriam. Saat jatuh ke tanah, seluruh tubuhnya terasa seperti hancur berkeping-keping karena sakit.

Saat itulah tikus benar-benar menyadari betapa kuatnya gajah.

Sementara itu, gajah berpikir, “Tikus kecil ini tubuhnya kecil, tapi nyalinya besar sekali. Menyebalkan!”

Sejak saat itu, setiap kali melihat tikus, gajah selalu mencoba menginjaknya dengan kaki besarnya. Tikus pun selalu menghindar sejauh mungkin. Ia tidak ingin mencari celaka.

Namun hidup tak selalu berjalan sesuai rencana.

Suatu hari, gajah terperangkap dalam jaring besar yang dipasang oleh pemburu. Ia berjuang keras, tetapi tetap tidak bisa melepaskan diri.

Melihat itu, tikus berpikir, “Ini kesempatan emas! Gajah sekarang tak berdaya. Jika aku menggigit beberapa bagian penting tubuhnya, ia pasti mati. Bukankah itu berarti aku telah mengalahkannya?”

Namun ketika melihat kondisi gajah yang begitu menyedihkan, tikus tidak tega melakukannya. Hatinya berkata bahwa ia harus menolong gajah.

Akhirnya, tikus mulai menggigit jaring dan tali dengan gigi tajamnya. Entah berapa lama waktu berlalu, sampai akhirnya jaring besar itu berlubang cukup besar. Gajah mengerahkan seluruh tenaganya dan berhasil keluar dari perangkap tersebut.

Dari peristiwa itu, gajah melihat sisi mulia dalam diri tikus. Ia memutuskan untuk menjalin persahabatan dengannya. Tikus pun dengan senang hati menerima persahabatan dari gajah yang berhati baik itu.

Sejak saat itu, tikus dan gajah mengakhiri permusuhan dan hidup berdamai.

Tak lama kemudian, Dewa Gunung datang menemui tikus.

Tikus berkata,
“Aku belum berhasil mengalahkan gajah. Sepertinya itu memang mustahil.”

Dewa Gunung tersenyum dan berkata,
“Kamu telah mengubah lawanmu menjadi sahabat. Adakah kemenangan yang lebih sempurna dari itu?”


Hikmah Cerita

Kemenangan tidak selalu berarti menaklukkan atau menghancurkan lawan. Jika kita mampu mengubah lawan menjadi rekan, itu justru akan menjadi kekuatan besar yang membawa kemenangan yang lebih agung.

Namun, selain pesan sederhana tersebut, cerita ini juga mengandung beberapa makna mendalam:

1. Jangan Terlalu Berpuas Diri

Di alam para dewa, tikus hidup nyaman tanpa musuh, seperti bunga di rumah kaca. Tetapi ketika ia turun ke dunia nyata yang keras dan penuh persaingan, ia merasakan betapa terbatas kemampuannya.

Demikian pula manusia. Mereka yang belum pernah menghadapi badai kehidupan harus lebih rendah hati dan terus belajar. Hanya dengan terus menambah pengetahuan dan pengalaman, kita bisa menghadapi dunia yang penuh ketidakpastian.

2. Jangan Mudah Berjanji, tetapi Jika Sudah Berjanji, Tepatilah

Janji yang diucapkan tanpa memahami situasi bisa membawa penderitaan. Namun orang yang menjaga janjinya adalah pribadi yang setia dan berintegritas. Dan orang yang berintegritas biasanya akan mendapat pertolongan dari banyak pihak.

3. Waktu Lebih Penting daripada Kekuatan

Orang yang kuat belum tentu menang. Orang yang lemah belum tentu kalah. Namun mereka yang mampu membaca situasi dan memanfaatkan momentum sering kali meraih kemenangan yang tak terduga. (jhon)

Trump Peringatkan Rezim Iran: Letakkan Senjata atau Mati 

EtIndonesia. Pada pagi 28 Februari, militer Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran. Seorang pejabat Gedung Putih menyatakan bahwa Trump memantau jalannya operasi udara tersebut dari Mar-a-Lago.

Dalam sebuah pidato video, Trump mendesak rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka, sekaligus memperingatkan rezim Iran dengan tegas: “Letakkan senjata, maka kalian bisa selamat; jika tidak, kalian pasti akan mati.”

Trump mempublikasikan video berdurasi delapan menit melalui platform Truth Social, mengonfirmasi bahwa militer AS telah memulai sebuah operasi militer besar terhadap Iran.

Ia mengecam pemerintahan Iran saat ini sebagai “organisasi yang sangat jahat dan sangat mengerikan, yang aktivitas-aktivitasnya secara langsung mengancam Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan-pangkalan kami di luar negeri, serta sekutu-sekutu kami di seluruh dunia.”

Trump kemudian memperingatkan rezim Iran:  “Letakkan senjata, maka kalian bisa selamat; jika tidak, kalian pasti akan mati.”

Pada saat yang sama, ia menyerukan kepada rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan mereka.
“Ini adalah kesempatan Anda untuk bertindak. Jangan lewatkan,” ujarnya.

“Kebebasan Anda telah tiba. Tetaplah berada di tempat yang aman dan jangan keluar rumah. Situasi di luar sangat berbahaya—bom akan jatuh di berbagai tempat. Setelah kami menyelesaikan operasi ini, ambillah alih pemerintahan Anda—itu akan menjadi milik Anda,” kata Trump.

Ia menambahkan:  “Mungkin ini satu-satunya kesempatan Anda. Selama beberapa generasi dan bertahun-tahun, Anda telah meminta bantuan Amerika, tetapi tidak pernah mendapatkannya. Tidak ada presiden yang bersedia melakukan seperti yang saya lakukan malam ini. Kini Anda memiliki seorang presiden yang memberikan apa yang selama ini Anda dambakan. Sekarang, mari kita lihat bagaimana Anda merespons.”

Trump juga menyatakan bahwa Amerika Serikat telah mengambil semua langkah yang memungkinkan untuk meminimalkan risiko terhadap personel AS di kawasan tersebut. Namun, ia tidak menutup kemungkinan bahwa akan ada korban jiwa dari pihak Amerika.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, tujuh rudal menghantam area di sekitar kompleks kepresidenan serta kediaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Israel, yang turut serta dalam serangan mendadak tersebut, mengumumkan status darurat nasional. Sirene peringatan berbunyi serentak di berbagai wilayah. Militer Israel menyatakan bahwa peringatan itu dikeluarkan secara proaktif guna mempersiapkan masyarakat menghadapi kemungkinan serangan rudal balasan yang mungkin diarahkan ke wilayah Israel. (Jhon)

Setelah Mengetahui Kabar Kematian Khamenei, Warga Iran Nyalakan Kembang Api dan Turun ke Jalan Bersorak Gembira

EtIndonesia. Pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Iran dan mengonfirmasi kabar kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Setelah kabar tersebut beredar, sejumlah wilayah di Iran dilaporkan dipenuhi perayaan. Warga menyalakan kembang api dan turun ke jalan pada malam hari, sambil mengibarkan bendera era Kerajaan Iran sebelum revolusi 1979.

Beberapa unggahan di media sosial menunjukkan suasana perayaan di berbagai kota:

  • Saat kabar kematian Khamenei dinyatakan kredibel oleh AS dan Israel, warga Iran terlihat menyalakan kembang api dan merayakannya secara terbuka.
  • Komunitas warga Iran di Italia juga terekam merayakan peristiwa tersebut. Salah satu unggahan berbunyi, “Saya tak percaya ini benar-benar terjadi. Mungkin kita semua akan segera pulang ke tanah air.”
  • Di Shahinshahr, terdengar massa meneriakkan, “Hidup Shah! Hidup Shah! Hidup Shah!”
  • Di Nurabad, Mamasani, terlihat bendera bergambar Singa dan Matahari—simbol nasional Iran sebelum Revolusi Islam—dikibarkan pada malam itu.
  • Di Fuladshahr, Provinsi Isfahan, banyak warga turun ke jalan dan meneriakkan “Hidup Shah.”

Beberapa unggahan di media sosial juga memuat komentar bernada keras terhadap sejumlah tokoh publik internasional, sambil menyatakan bahwa malam itu “inilah Iran.”

Sementara itu, ketika serangan udara terhadap pemerintahan Iran dimulai pada 28 Februari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato dan menyerukan kepada rakyat Iran agar bersiap mengambil alih negara mereka setelah operasi militer berakhir. (jhon)

Iran Luncurkan Serangan Balasan ke 8 Negara di Timur Tengah, Sejumlah Fasilitas Sipil Dilaporkan Terdampak

EtIndonesia. Setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran, pemerintah Iran melakukan serangan balasan ke sedikitnya delapan negara di kawasan. Selain menargetkan Israel dan pangkalan militer Amerika, sejumlah fasilitas nonmiliter dilaporkan ikut terdampak.

Menurut laporan media, negara-negara yang disebut terkena serangan Iran mencakup Israel, Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab, Irak, dan Yordania. Negara-negara tersebut diketahui memiliki fasilitas militer AS. Sejumlah negara Timur Tengah segera meningkatkan status kewaspadaan.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam pernyataannya mengatakan telah melancarkan operasi balasan menggunakan rudal dan drone, dengan sasaran antara lain markas Armada Kelima Angkatan Laut AS di Bahrain, pangkalan militer AS di Qatar dan Uni Emirat Arab, serta pusat militer dan keamanan Israel.

Namun berbagai laporan menyebutkan bahwa target serangan Iran tidak terbatas pada instalasi militer.

Ledakan dilaporkan terdengar di Riyadh (Arab Saudi), Abu Dhabi dan Dubai (UEA), serta Manama (Bahrain). Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengonfirmasi adanya serangan Iran terhadap Riyadh dan wilayah timur negara tersebut. 

Qatar, UEA, dan Yordania melaporkan telah mencegat sejumlah rudal Iran. Kuwait juga menyatakan telah menjadi sasaran serangan. Di Erbil, ibu kota Wilayah Otonomi Kurdi di Irak utara, beberapa ledakan besar juga terdengar.

Sejumlah video yang beredar memperlihatkan bangunan nonmiliter yang dilaporkan terdampak, termasuk hotel, bandara sipil, dan gedung hunian. Hingga saat ini, belum ada angka resmi mengenai korban jiwa maupun luka-luka.

Beberapa unggahan di media sosial menuding bahwa pemerintah Iran diduga melakukan serangan yang tidak terarah, sementara pihak lain menyatakan bahwa situasi masih berkembang dan memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Laporan media menyebutkan bahwa selain rudal, juga terdapat penggunaan drone peledak dalam serangan tersebut.

Dalam salah satu unggahan, disebutkan bahwa rudal balistik Iran menghantam kawasan Palm Jumeirah di Dubai—wilayah yang dikenal dengan hotel-hotel mewah dan bukan target militer. Disebutkan pula adanya serangan di pusat kota Dubai serta terhadap Bandara Kuwait.

Di Yordania, juga dilaporkan adanya serangan, menjadikannya negara ketujuh yang disebut terdampak. Beberapa komentar di media sosial membandingkan pola serangan antara kedua pihak.

Ada pula unggahan yang menyebut rudal Iran hampir mengenai Burj Khalifa di Dubai, gedung tertinggi di dunia, meskipun informasi tersebut belum terverifikasi secara independen.

Pada 28 Februari, fasilitas minyak di Arab Saudi juga dilaporkan terkena serangan, dengan api besar terlihat membakar area tersebut. Kondisi ini memicu kekhawatiran pasar energi akan kenaikan harga minyak.

Video lain memperlihatkan seorang warga di Qatar yang merekam momen jatuhnya rudal Iran tidak jauh dari lokasinya.

Tahap Awal Serangan AS–Israel

Pada pagi hari yang sama, serangan udara AS dan Israel terutama difokuskan pada target militer Iran dan pejabat tingkat tinggi. Beredar pula informasi bahwa bom penghancur bunker digunakan untuk menyerang target yang diduga tersembunyi di bawah tanah, meskipun berada di kawasan nonmiliter.

Sumber dari Israel mengungkapkan bahwa fase pertama operasi ini direncanakan berlangsung selama empat hari. Seorang pejabat pertahanan menyatakan bahwa operasi tersebut telah dikoordinasikan dengan pihak Amerika selama berbulan-bulan, dan tanggal pelaksanaannya telah ditentukan beberapa minggu sebelumnya. (jhon)

Trump : Khamenei, “Salah Satu Orang Paling Jahat dalam Sejarah” Telah Tewas

EtIndonesia. Pada Sabtu dini hari (28 Februari), Amerika Serikat dan Israel melancarkan operasi militer besar-besaran terhadap Iran. Pada pukul 15.00 sore hari yang sama, baik Israel maupun Amerika Serikat menyatakan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah tewas dalam gelombang serangan pertama.

Presiden AS Donald Trump pada Sabtu mengatakan kepada NBC, “Kami yakin” bahwa Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei telah meninggal dunia. “Kami percaya itu adalah fakta.”

Tak lama kemudian, Trump menulis di platform Truth Social bahwa Khamenei — “salah satu orang paling jahat dalam sejarah” — telah tewas. Ia menyebut peristiwa tersebut sebagai bentuk keadilan, tidak hanya bagi rakyat Iran, tetapi juga bagi rakyat Amerika dan warga dari banyak negara lain yang menjadi korban tewas atau cacat akibat tindakan Khamenei dan kelompoknya yang ia sebut sebagai “gerombolan haus darah.”

Fox News juga mengutip seorang pejabat Amerika yang mengatakan bahwa pemerintah AS meyakini Khamenei serta lima hingga sepuluh pemimpin senior Iran lainnya tewas dalam gelombang pertama serangan Israel.

Serangan Balasan Iran

Setelah operasi militer bertajuk “Operation Epic Fury” dilancarkan oleh AS dan Israel, Iran melakukan serangan balasan dengan menembakkan rudal ke wilayah Israel. Di Tel Aviv, kota terbesar kedua Israel, ledakan terlihat menerangi langit malam.

Iran juga menembakkan rudal ke sejumlah kota di kawasan Teluk. Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Yordania menyatakan bahwa mereka berhasil mencegat rudal-rudal tersebut.

Di Palm Jumeirah, Dubai, kebakaran dilaporkan terjadi di dekat sebuah hotel, dengan asap tebal mengepul dan suara ledakan terdengar berulang kali.

Penasihat Panglima Tertinggi Garda Revolusi Iran, Ebrahim Jabbari, menyatakan bahwa Iran memiliki persenjataan paling canggih dan cukup kuat untuk menghadapi konflik dalam jangka panjang. Ia juga mengatakan bahwa sejumlah “rahasia yang selama ini tidak pernah diungkapkan” akan segera dipublikasikan.

Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengklaim telah menyerang “pusat keamanan dan militer penting” Israel serta 14 pangkalan militer Amerika, dan menyatakan bahwa ratusan tentara AS tewas dalam serangan tersebut.

Dukungan dari Pihak Oposisi Iran

Di sisi lain, Kepala Staf Putra Mahkota Iran di pengasingan, Reza Pahlavi, yakni Cameron Khansarinia, memuji tindakan militer AS–Israel terhadap rezim Iran.

 “Pesan penting lain yang disampaikan Pahlavi kepada rakyatnya adalah bahwa bantuan yang telah lama dinantikan akhirnya tiba. Banyak pemimpin dunia pernah berjanji mendukung rakyat Iran, tetapi hampir semuanya gagal menepati janji. Presiden Trump berbeda. Ia menepati ucapannya. Ia mendukung rakyat Iran dalam perjuangan ini. Namun pada akhirnya, kemenangan harus diraih oleh rakyat Iran sendiri,” katanya. (jhon)

One Global Capital Garap Proyek Mixed-Use Senilai Rp19 Triliun di Sydney

Sydney, 2 Maret 2026 – One Global Capital, platform pengembangan dan investasi properti global berbasis di Sydney yang bernaung di bawah Iwan Sunito Family Office, mengumumkan penyelesaian akuisisi lahan di kawasan Five Dock senilai Rp1,5 triliun. Langkah ini menjadi fondasi bagi pengembangan proyek berskala kota dengan nilai total mencapai AUD1,6 miliar atau setara Rp19 triliun.

Lahan seluas 1,4 hektare yang telah dikuasai sepenuhnya pada Desember 2025 tersebut akan dikembangkan menjadi kawasan terpadu yang mencakunit hunian residensial, pusat perbelanjaan, dan hotel. Proyek ini dirancang dengan pendekatan kota-dalam-kota (city-within-a-city) dan menargetkan pasar properti premium di Australia.

Iwan Sunito, Pendiri One Global Capital, menyatakan bahwa penguasaan penuh atas lahan ini memungkinkan perusahaan mengoptimalkan potensi pengembangan secara menyeluruh. Proyek ini disebutnya sebagai yang terbesar dalam 25 tahun kariernya di industri properti, dengan skala tiga kali lipat lebih besar dibandingkan proyek Infinity di Green Square, Sydney.

Lokasi proyek berada di kawasan Inner West Sydney yang termasuk dalam wilayah pemerintah daerah Canada Bay dan Leichhardt. Kawasan ini tengah mengalami pertumbuhan nilai properti seiring dengan pembangunan infrastruktur, termasuk stasiun metro di Five Dock dan Burwood. Stasiun Five Dock Metro berjarak sekitar 1,1 kilometer dari lokasi, sementara Burwood Metro Station berjarak 800 meter, memperkuat konektivitas menuju pusat bisnis Sydney.

Proyek ini akan menghadirkan 750 unit apartemen premium yang tersebar di lima menara, hotel dengan 250 kamar dan pusat konvensi seluas 3.000 meter persegi, serta ruang ritel dan gaya hidup seluas 10.000 meter persegi. Fasilitas penunjang mencakup pusat kebugaran, ruang terbuka hijau, serta ekosistem hunian sewa (build-to-rent) yang terintegrasi.

Dalam pengembangan desain, One Global Capital menggandeng arsitek Koichi Takada yang sebelumnya merancang sejumlah proyek hunian ikonik di Sydney. Turut terlibat pula PTI Architect Indonesia dan Buchan Australia dalam penyusunan master plan.

Pengajuan persetujuan perencanaan dijadwalkan pada Juni 2026, disusul dengan penjajakan minat investor melalui skema Expressions of Interest pada kuartal II 2026. Pemasaran unit apartemen direncanakan pada kuartal III 2027, dan konstruksi dijadwalkan mulai pada kuartal II 2028.

Samuel Sunito, Direktur One Global Capital, menyatakan bahwa pihaknya tengah menjajaki peluang kerja sama dengan calon investor dari Indonesia, Amerika Serikat, China, Singapura, Vietnam, dan Dubai. Beberapa investor dari Timur Tengah disebut melakukan pendekatan melalui jaringan di Indonesia.

Proyek ini juga mencerminkan arus investasi dua arah antara Indonesia dan Australia. Menurut data yang dirilis dalam siaran pers, investor Indonesia secara konsisten berada di peringkat sepuluh besar pembeli properti residensial asing di Australia, dengan nilai transaksi di atas AUD100 juta per kuartal sepanjang 2023.

Fitri Hilman, Director – Commercial Services Savills Indonesia, menilai bahwa pengembangan ini memperkuat hubungan investasi kedua negara. Menurutnya, infrastruktur seperti Five Dock dan Burwood Metro akan terus mendorong pertumbuhan nilai properti di kawasan Inner West.

“Konektivitas yang unggul, intensitas pengembangan yang optimal, dan pertumbuhan kawasan yang berkelanjutan akan mendorong penciptaan nilai jangka panjang bagi investor maupun pengguna akhir,” ujarnya.

Serangan ke Iran : Militer AS Pertama Kali Kerahkan “Task Force Scorpion Strike”

EtIndonesia. Komando Pusat Militer Amerika Serikat (US Central Command/CENTCOM) pada 28 Februari menyatakan bahwa dalam operasi tempur terhadap Iran kali ini, untuk pertama kalinya dikerahkan satuan khusus drone bunuh diri bernama “Task Force Scorpion Strike”.

CENTCOM juga menegaskan bahwa meskipun pada hari yang sama Iran melakukan serangan balasan, hingga kini tidak ada laporan korban jiwa di pihak militer AS. Kerusakan pada fasilitas militer Amerika disebut ringan dan tidak mengganggu kelanjutan operasi.

Konsentrasi Kekuatan Militer Terbesar dalam Generasi Ini

Dalam beberapa waktu terakhir, militer AS melakukan pengerahan besar-besaran di kawasan Timur Tengah. CENTCOM menyebut bahwa “Operation Epic Fury” melibatkan konsentrasi kekuatan militer regional terbesar Amerika dalam satu generasi terakhir.

Dalam unggahan di platform X pada 28 Februari sore, CENTCOM menyatakan bahwa pasukan AS dan mitranya memulai serangan pada pukul 01.15 dini hari waktu Pantai Timur AS. Tujuan utama operasi ini adalah melumpuhkan sistem keamanan rezim Iran, dengan prioritas menyerang lokasi-lokasi yang dinilai menimbulkan ancaman langsung.

Target serangan meliputi:

  • Fasilitas komando dan kendali Garda Revolusi Islam Iran (IRGC)
  • Sistem pertahanan udara Iran
  • Lokasi peluncuran rudal dan drone
  • Pangkalan udara militer

Komandan CENTCOM, Laksamana Brad Cooper, menyatakan bahwa operasi dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump. Ia menegaskan bahwa personel Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Korps Marinir, Angkatan Antariksa, dan Penjaga Pantai AS “menjawab panggilan tugas dengan keberanian.”

Serangan Balasan Iran Gagal Menimbulkan Korban

Setelah gelombang serangan awal dilancarkan oleh pasukan AS dan sekutunya, Iran melakukan ratusan serangan balasan menggunakan rudal dan drone. Namun CENTCOM menyatakan bahwa seluruh serangan tersebut berhasil dipertahankan.

Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa di pihak militer AS. Kerusakan fasilitas militer dinilai ringan dan tidak memengaruhi operasi lanjutan.

CENTCOM juga mengungkapkan bahwa dalam beberapa jam awal operasi, militer AS menggunakan amunisi presisi yang diluncurkan dari udara, darat, dan laut secara simultan.

Pertama Kali Gunakan Drone Bunuh Diri Berbiaya Rendah

Dalam operasi ini, Task Force Scorpion Strike untuk pertama kalinya menggunakan drone bunuh diri berbiaya rendah dalam pertempuran nyata.

CENTCOM juga membantah sejumlah klaim Iran di media sosial:

  • ❌ Klaim bahwa 50 personel militer AS tewas — Tidak benar.
    ✅ Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan.
  • ❌ Klaim bahwa kapal Angkatan Laut AS terkena serangan rudal — Tidak benar.
    ✅ Tidak ada kapal Angkatan Laut AS yang terkena serangan. Armada tetap beroperasi penuh.

Sistem Drone LUCAS

Salah satu sistem yang digunakan adalah Low-Cost Uncrewed Combat Attack System (LUCAS), yakni drone serangan satu arah (one-way attack drone). Bentuknya hampir identik dengan drone buatan Iran tipe Shahed, yang sebelumnya banyak digunakan Rusia dalam perang di Ukraina dan kini telah dikembangkan menjadi versi produksi dalam negeri Rusia.

Drone LUCAS dikembangkan oleh perusahaan rekayasa Amerika, SpektreWorks. Sistem ini dapat diluncurkan dari peluncur katapel, kendaraan, maupun stasiun darat bergerak. Menurut Angkatan Laut AS, drone ini memiliki kemampuan lepas landas dengan dorongan roket dan jangkauan operasional yang “sangat jauh.” (Jhon)

Serangan Udara AS–Israel Picu Harapan Perubahan Kekuasaan, Warga Iran Turun ke Jalan dan Bersorak

EtIndonesia. Pada Sabtu (28 Februari), berdasarkan laporan sejumlah media dan video yang beredar di media sosial, sebagian warga Iran turun ke jalan untuk menari dan merayakan sebagai bentuk dukungan terhadap serangan udara Amerika Serikat. Sejak “Revolusi Islam” tahun 1979, aktivitas menari di ruang publik dianggap melanggar hukum. Aksi perayaan terbuka kali ini dinilai mencerminkan akumulasi ketidakpuasan terhadap pemerintahan yang telah mencapai titik tinggi.

Di beberapa wilayah Iran, termasuk Teheran dan Karaj, sejumlah warga terlihat turun ke jalan, menari dan bersorak, merayakan serangan gabungan AS–Israel terhadap rezim Iran. Peristiwa ini disebut-sebut membangkitkan kembali harapan sebagian masyarakat akan perubahan politik.

Tidak hanya di dalam negeri, komunitas diaspora Iran di berbagai negara Eropa juga menggelar aksi serupa.

Di Madrid dan Barcelona, Spanyol, para demonstran mengibarkan bendera Iran era sebelum revolusi, serta bendera Amerika Serikat dan Israel, sambil meneriakkan slogan-slogan penentangan terhadap pemerintahan saat ini.

Seorang demonstran bernama Mohammad mengatakan:  “Presiden Trump pernah berkata, ‘Bantuan sedang dalam perjalanan,’ dan kini bantuan itu akhirnya tiba. Ini adalah bantuan militer, bukan sekadar serangan militer. Kami berkumpul hari ini untuk merayakan, karena kami akhirnya semakin dekat dengan kebebasan.”

Di London, Inggris, para demonstran juga menggelar aksi dan menyerukan pergantian rezim di Iran.

Sementara itu, di Berlin dan Hamburg, Jerman, ribuan warga Iran di pengasingan berkumpul di jalan-jalan dan menari untuk merayakan.

Seorang peserta aksi bernama Sarah mengatakan:  “Saya merasa bahagia. Tidak ada yang menginginkan perang. Amerika dan Israel tentu memiliki kepentingan mereka sendiri. Namun jika rakyat Iran ingin meraih kebebasan, tampaknya tidak ada jalan lain. Hal itu hanya bisa terwujud melalui intervensi dari luar.”

Sebelumnya, otoritas Iran melaporkan adanya kemajuan dalam putaran terbaru perundingan nuklir dengan Amerika Serikat di Jenewa. Namun setelah serangan udara terjadi, seorang warga Teheran menyatakan secara terbuka:  “Mereka mengatakan negosiasi berjalan baik, tetapi sekali lagi mereka membohongi kami.” (jhon)

Sumber : NTDTV.com

AS dan Israel Luncurkan Serangan Mendadak ke Iran, Analis: Operasi Telah Lama Dipersiapkan

EtIndonesia. Pada Sabtu (28 Februari), Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan udara siang hari yang jarang terjadi terhadap ibu kota Iran, Teheran. Seorang analis militer menilai bahwa operasi ini telah dipersiapkan sejak lama, sementara kemungkinan serangan balasan Iran ke depan diperkirakan akan didominasi penggunaan rudal jelajah dan drone.

Pada hari yang sama, AS dan Israel memulai operasi militer besar bertajuk “Operation Epic Fury”. Menurut laporan terbaru media Israel, Menteri Pertahanan Iran dan Komandan Garda Revolusi Islam (IRGC) termasuk di antara korban tewas dalam serangan udara tersebut. Namun hingga kini, otoritas Teheran belum memberikan konfirmasi resmi.

Analisis: Serangan Tahap Awal Targetkan Pejabat Tinggi

Seorang blogger militer ternama bernama Mark menjelaskan bahwa gelombang pertama serangan difokuskan pada pejabat tinggi Iran.

“Serangan tahap pertama terutama menyasar pejabat tinggi Iran. Angkatan Udara Israel menyerang ratusan target di wilayah Iran. Saat itu, tiga pertemuan pejabat senior Iran sedang berlangsung. Dalam serangan mendadak tersebut, tujuan utamanya adalah melakukan ‘pemenggalan kepemimpinan’. Dengan demikian, rantai komando Iran akan terputus, sehingga pemerintah Iran dan Garda Revolusi Islam akan mengalami kekacauan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatan Amerika Serikat sejauh ini terutama melalui peluncuran rudal jelajah Tomahawk untuk mendukung serangan presisi Israel.

“AS pada dasarnya berpartisipasi dengan menembakkan rudal Tomahawk untuk membantu Israel melakukan serangan presisi. Dalam beberapa minggu terakhir, sekitar 6.500 ton logistik telah dikirim ke Israel melalui lebih dari 90 penerbangan dan kapal angkut,” katanya. 

“Ini menunjukkan bahwa operasi militer kali ini telah direncanakan dalam waktu lama oleh Israel dan Amerika Serikat. Israel mengerahkan sejumlah besar jet tempur dan melakukan serangan jarak jauh. ‘Blue Sparrow’ adalah rudal balistik udara-ke-darat Israel yang mampu menjangkau seluruh wilayah Iran,” tambahnya. 

Iran Luncurkan Serangan Balasan

Setelah serangan udara AS–Israel, Iran membalas dengan menembakkan rudal ke Israel serta ke sejumlah pangkalan militer AS di Bahrain, Al Udeid (Qatar), dan lokasi lainnya.

Mark menilai bahwa Israel, Amerika Serikat, serta sekutu Arab mereka telah mempersiapkan sistem pertahanan udara dan pertahanan rudal untuk menghadapi skenario tersebut.

“Di antara serangan itu, hanya pangkalan militer AS di Bahrain yang terkena rudal balistik secara langsung. Namun sejak Januari, militer AS telah mulai memindahkan kapal-kapal perang penting dari pangkalan Bahrain tersebut. Bandara internasional di Qatar dan Kuwait juga terkena serangan drone, menimbulkan kerusakan ringan, tetapi tidak ada korban jiwa,” ujarnya. 

Ia menambahkan bahwa karena wilayah Iran sangat luas, masih terdapat banyak peluncur rudal dan fasilitas peluncuran drone yang mungkin tersembunyi di lokasi bawah tanah atau tempat yang belum terdeteksi.

“Serangan balasan kemungkinan masih akan berlanjut. Kini tinggal melihat apakah operasi militer AS dan Israel mampu secara efektif menekan atau menghancurkan peluncur rudal dan fasilitas drone tersebut,” katanya. (jhon)

Detail Kematian Khamenei: Operasi Serangan Dimajukan Berdasarkan Info CIA, Tewas Saat Rapat, Sekaligus Bersama Kerabat dan Sejumlah Pejabat Tinggi 

EtIndonesia. Pemerintah Iran pada 1 Maret mengonfirmasi bahwa dalam serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, Pemimpin Tertinggi Iran yang berusia 86 tahun, Ali Khamenei, telah tewas. Sejumlah anggota keluarganya serta beberapa pejabat inti tingkat tinggi juga dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut.

Khamenei dan Empat Anggota Keluarga Tewas

Kantor berita resmi Iran pada hari yang sama membenarkan kabar kematian Ayatollah Ali Khamenei. Disebutkan bahwa putrinya, menantunya, serta cucu perempuannya turut tewas dalam serangan udara yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

Sejumlah Pejabat Inti Iran Ikut Tewas

Ilustrasi oleh The Epoch Times, Domain Publik

Selain Khamenei dan anggota keluarganya, Israel menyatakan bahwa sejumlah tokoh inti pemerintahan dan militer Iran juga tewas dalam serangan udara tersebut. Di antaranya:

  • Penasihat utama Khamenei, Ali Shamkhani
  • Komandan Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Jenderal Mohammad Pakpour
  • Kepala intelijen Markas Komando Darurat Militer Iran, Salah Asadi
  • Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh
  • Kepala Kantor Militer Pemimpin Tertinggi, Mohammad Shirazi

Tewas Saat Bertemu Lingkaran Inti

Reuters, mengutip dua sumber Amerika dan seorang pejabat AS yang mengetahui peristiwa tersebut, melaporkan bahwa serangan udara dilancarkan ketika Khamenei sedang mengadakan pertemuan dengan anggota lingkaran inti kepemimpinannya. Seorang pejabat senior Israel mengatakan kepada Reuters bahwa jenazah Khamenei telah ditemukan.

Menurut sumber dari pihak Israel, Khamenei tewas bersama sejumlah pembantu seniornya, termasuk mantan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional yang sangat berpengaruh, Ali Shamkhani, serta Komandan IRGC Mohammad Pakpour.

Dua sumber dari Iran mengatakan kepada Reuters bahwa sesaat sebelum serangan udara Amerika dan Israel dimulai, Khamenei tengah bertemu di sebuah lokasi rahasia dengan Shamkhani dan Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi, Ali Larijani.

Presiden AS Donald Trump melalui platform Truth Social menyatakan bahwa setelah badan intelijen berhasil melacak pergerakan Pemimpin Tertinggi Iran, target tersebut kemudian dilumpuhkan.

Trump menulis:  “Ia tidak dapat menghindari sistem intelijen dan pelacakan presisi tinggi kami. Kami bekerja sangat erat dengan Israel. Dia (Khamenei) dan para pemimpin lain yang tewas bersamanya tidak dapat berbuat apa-apa.”

Serangan Dimajukan, Target Utama Khamenei

Dua sumber Amerika dan seorang pejabat AS yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa setelah dikonfirmasi Khamenei sedang bertemu para penasihat senior, Israel dan Amerika segera meluncurkan operasi udara dan laut.

Seorang pejabat AS menjelaskan bahwa untuk menjaga unsur kejutan, serangan terhadap Khamenei harus dilakukan terlebih dahulu. Hal ini menunjukkan kekhawatiran bahwa jika memiliki kesempatan, Khamenei akan melarikan diri ke tempat persembunyian.

Salah satu sumber Amerika menyebutkan bahwa Khamenei semula dijadwalkan mengadakan pertemuan pada Sabtu malam (28 Februari) di Teheran. Namun, intelijen  menemukan bahwa pertemuan tersebut dimajukan menjadi Sabtu pagi, sehingga serangan udara juga dipercepat untuk menyesuaikan waktu tersebut. (Jhon)