EtIndonesia. Pada 28 Februari, Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan udara terhadap Iran dan mengonfirmasi kabar kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Setelah kabar tersebut beredar, sejumlah wilayah di Iran dilaporkan dipenuhi perayaan. Warga menyalakan kembang api dan turun ke jalan pada malam hari, sambil mengibarkan bendera era Kerajaan Iran sebelum revolusi 1979.
💥在美以两国证实哈梅内伊去世的消息可靠之际,伊朗民众燃放烟火大肆庆祝。 pic.twitter.com/yJCsptefAI
— 希望之聲TV-官方推特 (@SOHTV_NEWS) February 28, 2026
Iranians in Italy tonight.
— 𝐍𝐢𝐨𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐠 🇮🇷 ✡︎ (@NiohBerg) February 28, 2026
I can't believe this is real life.
We might all be going home soon. pic.twitter.com/Tft3DQ19Tf
📍 Shahinshahr now:
— 𝐍𝐢𝐨𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐠 🇮🇷 ✡︎ (@NiohBerg) February 28, 2026
"Long Live the Shah,
Long Live the Shah,
Long Live the Shah" pic.twitter.com/ibqonvGQIh
LION AND SUN FLAGS ARE UP ALL ACROSS IRAN TONIGHT.
— 𝐍𝐢𝐨𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐠 🇮🇷 ✡︎ (@NiohBerg) February 28, 2026
Here in Nurabad, Mamasani.
pic.twitter.com/rDoYGrZllE
🔴 Fuladshahr, Esfahan Province.
— 𝐍𝐢𝐨𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐠 🇮🇷 ✡︎ (@NiohBerg) February 28, 2026
Everyone is out.
Many of them chanting "Long Live the Shah". pic.twitter.com/lx99I1Hw0W
While Mehdi Hasan and Cenk Uyghur and Dave Smith and Tucker Carlsen and Hasan Piker and Bushra Shaikh and Calla Walsh and all the other miserable demons are crying,
— 𝐍𝐢𝐨𝐡 𝐁𝐞𝐫𝐠 🇮🇷 ✡︎ (@NiohBerg) February 28, 2026
This is Iran tonight.
I hope you all cry and seethe forever.
pic.twitter.com/LhJD8BTlvf
Beberapa unggahan di media sosial menunjukkan suasana perayaan di berbagai kota:
- Saat kabar kematian Khamenei dinyatakan kredibel oleh AS dan Israel, warga Iran terlihat menyalakan kembang api dan merayakannya secara terbuka.
- Komunitas warga Iran di Italia juga terekam merayakan peristiwa tersebut. Salah satu unggahan berbunyi, “Saya tak percaya ini benar-benar terjadi. Mungkin kita semua akan segera pulang ke tanah air.”
- Di Shahinshahr, terdengar massa meneriakkan, “Hidup Shah! Hidup Shah! Hidup Shah!”
- Di Nurabad, Mamasani, terlihat bendera bergambar Singa dan Matahari—simbol nasional Iran sebelum Revolusi Islam—dikibarkan pada malam itu.
- Di Fuladshahr, Provinsi Isfahan, banyak warga turun ke jalan dan meneriakkan “Hidup Shah.”
Beberapa unggahan di media sosial juga memuat komentar bernada keras terhadap sejumlah tokoh publik internasional, sambil menyatakan bahwa malam itu “inilah Iran.”
Sementara itu, ketika serangan udara terhadap pemerintahan Iran dimulai pada 28 Februari, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan pidato dan menyerukan kepada rakyat Iran agar bersiap mengambil alih negara mereka setelah operasi militer berakhir. (jhon)


