PM Malaysia Bertujuan Merundingkan Proyek ‘One Belt One Road’ Saat Mengunjungi Tiongkok

0

KUALA LUMPUR / BEIJING – Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad tiba di Tiongkok pada 17 Agustus, berusaha untuk menegosiasikan ulang, dan mungkin membatalkan, miliaran dolar proyek-proyek investasi Tiongkok yang terjerat dalam penyelidikan korupsi dalam negeri.

Hubungan antara kedua negara tersebut telah tegang sejak kemenangan pemilihan yang menakjubkan mengembalikan Mahathir ke kekuasaan pada Mei ketika ia menangguhkan proyek-proyek Tiongkok yang tidak disukai yang disahkan oleh mantan perdana menteri Najib Razak.

Selama pemerintahannya yang berlangsung selama satu dekade, Najib merayu investasi Tiongkok dan menjadi pemandu untuk “One Belt One Road” inisitif Tiongkok (OBOR, juga dikenal sebagai Sabuk dan Jalan) di Asia Tenggara.

Namun Mahathir telah berjanji untuk membahas kesepakatan “tidak adil” tersebut pada kunjungannya.

“Di mana kita dapat menghentikan proyek itu, kita akan melakukannya,” kata Mahathir kepada wartawan minggu ini. “Tapi kita mungkin harus menunda beberapa karena kita telah membuat perjanjian, dan melanggar perjanjian akan sangat merugikan kita.”

Inti dari dorongan infrastruktur Tiongkok di Malaysia adalah proyek East Coast Rail Link (ECRL) senilai $20 miliar, yang telah menangguhkan pembangunan menunda diskusi tentang harga dan tuduhan korupsi.

Terpukul oleh biaya yang menggelembung, kurangnya transparansi, dan risiko itu bisa melumpuhkan Malaysia dengan utang besar yang tidak menyenangkan, proyek 688 km ini telah melambangkan pemerintahan Najib yang penuh skandal.

Najib, yang dituduh melakukan pencucian uang dan korupsi atas dana negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB), telah membantah melakukan kesalahan dan mengaku tidak bersalah atas semua tuduhan.

Selama kampanye pemilihannya, Mahathir telah mengkritik keuntungan dari proyek-proyek Tiongkok tersebut, yang membuatnya menang dalam pemilu.

Pemerintahannya juga menghentikan pekerjaan pada dua proyek senilai lebih dari 2,3 miliar dolar yang diberikan kepada biro pipa minyak Tiongkok, China Petroleum Pipeline Bureau, yang telah dikaitkan dengan korupsi pada 1MDB.

Perjalanan Mahathir direncanakan akan berlangsung hingga 21 Agustus, tetapi ia akan terlebih dahulu mengunjungi kota timur Hangzhou untuk bertemu dengan raksasa e-commerce Tiongkok, pimpinan Alibaba Jack Ma sebelum terbang ke Beijing, kata sumber tersebut.

Membuka Ide

Keinginan Tiongkok untuk menyelamatkan OBOR dari kemunduran yang memalukan lainnya membuat beberapa analis percaya bahwa mungkin terbuka untuk menyerang pengungkapan reputasi pragmatis dengan Malaysia.

“Mereka tidak ingin kegagalan mencemarkan nama mereka,” kata seorang sumber Malaysia yang terlibat di dalam tinjauan ulang kontrak tersebut. “Mereka tidak ingin terlibat dalam proyek yang jelas-jelas korupsi.”

Proyek-proyek besar lainnya yang telah terbentur rintangan termasuk jaringan kereta api dari ibukota Indonesia Jakarta ke bagian tenggara Bandung dan pelabuhan Hambantota di Sri Lanka, dan Gwadar di Pakistan.

“Orang Tiongkok membuka ide dan negosiasi di banyak negara OBOR di mana proyek mengalami masalah,” kata Abdul Majid Ahmad Khan, presiden Persatuan Persahabatan Malaysia-Tiongkok Kuala Lumpur.

“Tetapi Malaysia harus jelas pada apa yang diinginkannya.”

Mahathir telah mendekati Jepang dalam beberapa pekan terakhir, mengumumkan rencana untuk pinjaman dalam denominasi yen ketika dia mengunjungi Tokyo. (ran)

Sebelum Berkunjung ke Tiongkok Mahathir Membatalkan Proyek OBOR

oleh Xu Jian

Epochtimes.id- Perdana Menteri Malaysia pada Senin (13/08/2018) mengatakan bahwa sebelum melakukan kunjungan pertamanya ke Beijing sejak Mahathir menjabat lagi kedudukan perdana menteri, akan berusaha untuk membatalkan proyek OBOR (One Belt One Road).

Proyek ini ditandatangani oleh perdana menteri sebelumnya dengan pihak Tiongkok senilai USD. 22 miliar. Ini dikarenakan Malaysia tidak ingin jatuh ke dalam perangkap utang yang dibuat PKT.

Mahathir Mohamad akan berada di Beijing pada 17 hingga 21 Agustus. Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke Tiongkok sejak 3 bulan lalu menduduki kembali kursi perdana menteri setelah berusia 93 tahun.

Pada hari Senin Mahathir menerima wawancara Associated Press, dia mengatakan akan mengajukan permintaan kepada Tiongkok untuk membatalkan 2 proyek pembangunan infrastruktur yang didanai mereka yang disetujui oleh mantan Perdana Menteri Najib Razak.

Ini adalah pernyataan paling serius yang dibuat oleh pemerintah Malaysia yang baru terhadap proyek OBOR.

Sebelumnya media Tiongkok memuji dukungan pemerintah Malaysia terhadap inisiatip OBOR di wilayah tersebut. Namun pernyataan publik Mahathir di tingkat internasional kali ini merupakan ironi besar bagi Tiongkok.

Mahathir mengatakan dia berharap untuk tetap menjaga hubungan baik dengan Beijing dan menyambut investasinya, tetapi itu harus menjadi proyek yang menguntungkan Malaysia.

“Kami percaya bahwa kami belum membutuhkan dua proyek ini karena kami pikir proyek infrastruktur tersebut tidak layak, jadi jika dimungkinkan, kami ingin melepas kedua proyek ini” katanya.

Pemerintah Malaysia yang baru telah menangguhkan proyek yang dibangun oleh perusahaan BUMN Tiongkok dan menghimbau pengurangan biaya yang terus membengkak, tetapi beberapa dari pekerjaan tersebut sudah dibayar oleh pemerintah Malaysia, bahkan jika berhasil ditangguhkan akan sulit untuk meminta kembali dananya.

“Jika pembatalan sepenuhnya proyek-proyek ini tidak dimungkinkan, Malaysia akan menangguhkannya sampai di masa depan jika ada permintaan (baru akan dikemukan lagi)” kata Mahathir.

BUMN Tiongkok dicurigai melakukan pencucian uang, “Seluruh proyek itu seperti penipuan”

Selama berkuasa, mantan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak menunjukkan sikap pro-Tiongkok, dan Beijing pun memasukkan Malaysia sebagai bagian penting dari inisiatif OBOR untuk perdagangan global dan mitra utama.

Najib dan Beijing pada 2016 menyepakati pelaksanaan proyek OBOR, membangun infrastruktur sepanjang 688 kilometer (430 mil) jalur kereta api pantai timur dan pemasangan 2 pipa gas, yang melibatkan lebih dari USD. 20 miliar dana. Setelah ganti pemerintahan, kedua proyek tersebut ditangguhkan.

Najib sendiri diduga menggelapkan ratusan juta dolar dana milik 1MDB, pemerintah baru pada 5 Juli menuntut pertanggungjawaban Najib atas keempat kejahatan yang ia lakukan, termasuk pengalihan tidak sah dana milik 1MDB sebesar USD. 10 juta ke rekeningnya sendiri.

Pemerintah baru juga menemukan bahwa ia telah membayar 88% dari jumlah kontrak teknik kepada perusahaan Tiongkok China National Petroleum Corporation, tetapi proyek tersebut baru diselesaikan sebanyak 13%.

BBC melaporkan bahwa pejabat senior Malaysia mengatakan bahwa perusahaan milik negara Tiongkok diduga membantu Najib untuk mencuci uang. Pemerintah baru percaya bahwa skandal perampasan dana milik 1MDB melibatkan perusahaan-perusahaan Tiongkok. Tony Pua, pejabat khusus Kementerian Keuangan Malaysia mengatakan : “Seluruh proyek itu seperti penipuan, jelas melibatkan pencucian uang”.

Skandal korupsi menyebabkan Aliansi Front Nasional Najib kalah secara mengejutkan dalam pemilihan pada bulan Mei lalu. Sejak kemerdekaan Malaysia pada tahun 1957, Front Nasional tidak pernah kalah dalam pemilihan. (Sin/asr)

Amerika Kumpulkan 20 Triliun dari Tarif Impor Baja dan Aluminium

0

EpochTimesId – Sebuah laporan terbaru yang dipersiapkan untuk anggota Kongres Amerika Serikat menunjukkan besarnya pemasukan dari perang tarif. Dalam kurun waktu kurang dari empat bulan, pemerintahan Trump telah memperoleh pendapatan baru untuk kas negara senilai 1,4 miliar dolar AS atau sekitar 20 triliun rupiah.

Pemasukan tersebut diperoleh dari pungutan dalam kenaikan tarif atas produk baja dan aluminium.

Situs web CNBC Finance pada 13 Agustus melaporkan bahwa Congressional Research Service (CRS) memperkirakan pemasukan itu diperoleh antara 23 Maret dan 16 Juli 2018. Amerika Serikat memperoleh pajak atau bea masuk atas produk baja dan aluminium luar negeri masing-masing sebesar 1,1 miliar dan 344,2 juta dolar AS.

Menurut CRS, berdasarkan kalkulasi jumlah impor tahun lalu, tarif baru akan memberikan pemasukan untuk Amerika Serikat sekitar 7,5 miliar dolar. Pemasukan diperoleh dari produk baja senilai 5,8 miliar dan almunium sebanyak 1,7 miliar dolar.

Pada tahun 2017, AS mengimpor produk baja dari luar negeri total mencapai 29 miliar, dan produk almunium 17.4 miliar.

Trump mengatakan bahwa pengenaan tarif dapat membawa manfaat tambahan, yaitu mengurangi defisit kas pemerintah federal.

Melalui Twitter Trump menulis pesannya pada 5 Agustus lalu yang menyatakan, “Tarif telah memberikan dampak positif yang besar pada industri baja AS. Pabrik-pabrik AS telah mulai berproduksi, dan para pekerja industri baja mulai bekerja lagi, selain itu ada sejumlah besar uang yang mengalir ke kas negara.”

“Tarif akan membawa negara kita pada kemakmuran di masa mendatang. Kami menggunakannya untuk negosiasi yang menuju perdagangan adil. Jika negara (lain) masih enggan untuk bernegosiasi, mereka akan membayar kepada kita sejumlah besar uang dalam bentuk tarif.”

“Dalam situasi apapun kita semua adalah pemenang,” tulis Trump di Twitter.

Tujuan jangka panjang AS adalah perdagangan bebas, adil dan saling menguntungkan.

Ketika CNBC ‘Squawk Box’ bertanya tentang pendapatan yang dapat dihasilkan lewat pengenaan tambahan tarif atas barang impor, Menkeu AS Steven Mnuchin mengatakan, “Kami masih berada di tahap awal, jadi saya tidak akan memberikan angka spesifik. Namun, tarif bukanlah menjadi target jangka panjang kami, tetapi kami berharap pada perdagangan yang bebas, adil dan saling menguntungkan dapat terealisasi.”

Menteri Perdagangan AS, Wilbur Ross juga mengatakan, “Apa yang pada akhirnya diinginkan oleh presiden adalah mengurangi penghalang yang ditimbulkan dari tarif. Kurangi hambatan dari tarif, persaingan yang adil, subsidi nol.”

“Tetapi untuk mencapainya, kita harus mengambil cara yang menyakitkan untuk menghentikan perilaku buruk, mendorong dilakukannya reformasi. Inilah yang dilakukan Presiden Trump.”

Pusat Layanan Penelitian Kongres AS mengakui bahwa pendapatan tarif akan ‘terkena dampak dinamis’, misalnya, jumlah perusahaan yang disetujui oleh Departemen Perdagangan untuk membebaskan tarif, serta pengembalian uang kepada beberapa perusahaan yang telah membayar bea masuk.

Hingga 6 Agustus, Kementerian Perdagangan telah menerima 33.099 kasus permohonan bebas tarif. Mereka menyetujui 1.428 kasus permintaan, dan menolak 702 kasus permintaan lainnya.

Saat ini, Korea Selatan, Argentina, Australia dan Brazil telah memperoleh pengecualian permanen. Amerika mengganti pajak (bea impor) produk baja dan aluminium dengan kuota atau pembatasan kuantitas. Korea Selatan hanya memperoleh pembebaskan tarif atas produk baja saja. (Xia Yu/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Anak dan Orangtua Tewas Kejatuhan Papan Nama Toko di Jalan Shanghai yang Ramai

0

Papan nama toko tiba-tiba terjatuh di trotoar yang ramai di distrik bisnis Shanghai pada 12 Agustus, menewaskan tiga orang dan melukai enam orang.

Video pengawasan polisi saat ketika papan tersebut jatuh telah dirilis, menunjukkan papan tebal dengan teks warna kuning putus dan jatuh ke bawah kerumunan di tengah hujan lebat.

Para saksi mengatakan kepada media setempat bahwa tiga korban tewas tersebut adalah seorang anak muda, seorang wanita, dan seorang pria.

“Satu (orang tewas) masih kecil, sekitar lima tahun, maksimal enam tahun. Dan ada seorang wanita sekitar 30 tahun, mungkin ibunya. Satu lagi adalah seorang pria berusia 40-an tahun. Semuanya masih sangat muda,” kata seorang saksi.

Pihak berwenang mengatakan bahwa ada tambahan enam orang yang kejatuhan namun tidak menyebabkan luka yang mengancam jiwa, dilaporkan Channel News Asia. Papan tersebut diangkat oleh 16 orang dari atas tubuh korban.

Sebagian pantai timur Tiongkok telah dihantam oleh Topan Yagi, membutuhkan evakuasi lebih dari 200.000 orang, lapor Reuters.

Investigasi atas insiden itu telah diluncurkan.

Kematian Disebabkan oleh Peralatan yang Rusak

Pada bulan Juni, setidaknya empat orang tewas akibat sengatan listrik di jalan-jalan Tiongkok selatan di tengah hujan lebat karena peralatan listrik yang rusak atau kurang terawat.

Empat kematian semuanya terjadi pada 8 Juni, di lokasi yang berbeda.

Seorang pria ditemukan tewas, terbaring tak bergerak di jalan banjir di Kota Zhaoqing di Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan, melaporkan portal berita Tiongkok, Sohu. Dia kemungkinan meninggal karena kebocoran listrik dari sumber yang tidak diketahui.

Sekitar jam 5 sore, seorang pelajar berusia 17 tahun di sekolah kejuruan transportasi lokal meninggal karena sengatan listrik saat berjalan dalam hujan di Distrik Baiyun di Guangzhou, ibu kota Provinsi Guangdong, melaporkan media pemerintah, Xinhua.

Pukul 7 malam, seorang ibu berusia 30 tahun dan putrinya yang berumur 10 tahun, keduanya tersengat listrik di Distrik Chancheng di Kota Foshan yang terletak di Provinsi Guangdong, melaporkan situs berita Hong Kong, Initium Media. Listrik berasal dari kotak saklar listrik di halte bus terdekat. Mereka berbaring tanpa bergerak di dalam air selama sekitar 30 menit sebelum pihak berwenang tiba. (ran)

Korban Pinjaman Peer to Peer (P2P) di Tiongkok Bicara Kemalangan, Krisis yang Direncanakan?

0

Krisis pinjaman peer-to-peer (P2P) di Tiongkok saat ini telah menyebabkan banyak keluarga kelas menengah menderita kerugian finansial besar.

Seorang pria yang mengidentifikasi dirinya sebagai Li mengatakan dia telah kehilangan investasinya di Yindou, platform P2P, setelah pihak yang mengoperasikan perusahaan tersebut hilang dan platform ditutup pada bulan Juli. Dia menceritakan, dalam sebuah wawancara dengan Epoch Times versi bahasa Mandarin, tentang kapan dia bersama dengan sekitar 60 korban lainnya, dan pengacara mereka, pergi ke Bank Jiangxi untuk protes.

Pinjaman peer to peer merupakan kegiatan yang dilakukan secara online melalui platform situs web dari berbagai perusahaan pinjaman P2P. Berbagai macam platform, produk, dan teknologi untuk menganalisa kredit. Peminjam dan pendana tidak bertemu secara fisik dan tidak saling mengenal.

P2P memungkinkan orang meminjamkan uang satu sama lain sambil mendapatkan suku bunga tinggi, lebih tinggi daripada yang ditawarkan oleh bank. Perusahaan yang mengoperasikan platform P2P menghubungkan para investor yang haus akan hasil dengan individu-individu yang kekurangan uang atau usaha-usaha kecil.

Yindou memiliki saldo pinjaman 4,4 miliar yuan (sekitar US$640 juta) per akhir Juni, menurut Yicai, surat kabar bisnis utama Tiongkok. Setelah Yindou menghentikan operasinya pada bulan Juli, para investor perusahaan tersebut dibiarkan tanpa kemampuan untuk menarik investasi mereka.

Menurut media Tiongkok, Yindou telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Jiangxi Bank pada April 2016, bersama bank tersebut menahan dana yang dikumpulkan oleh Yindou. Jiangxi Bank adalah bank swasta yang berlokasi di Kota Nanchang, Provinsi Jiangxi; lembaga keuangan kota tersebut adalah salah satu pemegang saham mayoritas.

Sejak platform ditutup, investor Yindou telah beralih ke bank dengan harapan mendapatkan kembali investasi mereka.

Li mengatakan bahwa ketika dia dan para korban lainnya tiba di Jiangxi Bank pada 12 Agustus untuk mengajukan petisi pengembalian investasi mereka, mereka bertemu sekitar 120 petugas polisi. Li mengatakan bahwa empat dari para pemohon ditangkap oleh polisi, sementara dua lainnya secara paksa dikirim pulang.

Li menjelaskan bahwa ia telah menginvestasikan sekitar 300.000 yuan ($43.645) atas nama orang tuanya.

“Orang tua saya belum mengatakan apa-apa kepada saya, tetapi saya belum berhenti merasa bersalah tentang hal itu,” katanya. “Sekarang saya hanya tidur sekitar dua hingga tiga jam setiap hari. Ketika saya bangun di tengah malam, saya memiliki perasaan tidak berdaya yang kuat.”

Li menambahkan bahwa dia tidak lagi percaya bahwa pihak berwenang Tiongkok akan melakukan apa pun untuk membantu para korban.

“Saya tidak mempercayai pemerintahan ini lagi,” kata Li.

Baru-baru ini, korban dari produk keuangan lain yang juga bermasalah telah turun ke jalan. Tahun ini, total 170 dana swasta, 70 persen di antaranya merupakan dana ekuitas swasta atau modal ventura, telah gagal atau ditutup tanpa penjelasan. Hal ini telah menimbulkan banyak protes, terutama di Beijing pada 7 Agustus, di mana polisi setempat memadamkan para pemrotes sebelum mereka dapat mengajukan kasus mereka ke regulator bank Tiongkok, Komisi Regulator Perbankan Tiongkok (CBRC).

Banyak yang berpendapat bahwa rezim Tiongkok dalam banyak hal bertanggung jawab atas krisis baru-baru ini. Dalam artikel 9 Agustus, Radio Free Asia (RFA), mengutip komentar oleh ahli keuangan, menunjukkan bahwa banyak platform P2P dijalankan oleh pihak-pihak berwenang Tiongkok.

He Qinglian, seorang ekonom Tiongkok yang terkenal, menulis dalam sebuah artikel opini yang diterbitkan di situs berita Taiwan, Upmedia, pada bulan Juli, bahwa pejabat Tiongkok tidak memenuhi janji mereka pada tahun 2015 untuk memberlakukan langkah-langkah untuk mengatur industri P2P. Kurangnya regulasi telah mengakibatkan kolusi antara pejabat-pejabat pemerintah dengan perusahaan-perusahaan keuangan, tulisnya.

Selain itu, otoritas Tiongkok terus mencetak mata uang selama 27 tahun terakhir, menyebabkan inflasi yang serius. Hal itu menciptakan konsekuensi dalam menggerakkan banyak investor Tiongkok untuk menempatkan uang mereka dalam pilihan investasi yang lebih berisiko, seperti P2P, dengan harapan untuk menghasilkan investasi terhadap nilai depresiasi tabungan mereka, tulis He.

Sementara itu, stok uang beredar M2 Tiongkok, atau total tabungan perusahaan dan penduduk, meningkat lebih dari seratus kali lipat dari tahun 1990 hingga 2017, menurut Dia, pada tingkat yang lebih cepat daripada pertumbuhan PDB. Sementara stok uang yang stabil, atau kredit, dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, kredit yang berlebihan, dalam hubungannya dengan PDB, dapat menyulut gelembung dan menyebabkan inflasi.

Pada tahun 1990, M2 Tiongkok mencapai 1,39 triliun yuan (sekitar $202 miliar) sementara PDB pada saat itu adalah $360,8 miliar, menurut He. Pada tahun 2017, M2 telah meningkat menjadi 167,68 triliun yuan (sekitar $24,4 triliun) sementara PDB bernilai $12,24 triliun.

Tan Zuoren, seorang aktivis hak asasi manusia di Chengdu, ibu kota Provinsi Sichuan Tiongkok barat daya, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan The Epoch Times, bahwa krisis saat ini adalah bencana yang direncanakan.

“Tujuan [krisis] tersebut adalah untuk melemahkan kelas menengah [di Tiongkok],” kata Tan. (ran)

Menikahi Warga Biasa, Putri Ayako Melepaskan Status Bangsawan dari Kekaisaran Jepang

Mimy Nguyen Ly-The Epochtimes

Epochtimes.id- Putri kekasiaran Jepang, Ayako secara resmi bertunangan dengan warga biasa Kei Moriya setelah upacara pertunangan secara tradisional pada 12 Agustus.

Ayako dan ibunya, Puteri Hisako, menghadiri upacara, yang disebut ‘Nosai no Gi’ (upacara pertunangan), di Imperial House Tokyo.

Putri Ayako secara resmi menerima lamaran dan daftar hadiah, termasuk sake Jepang dan kain untuk pakaian. Hadiah itu disampaikan oleh seorang utusan yang dikirim oleh Moriya.

“Saya senang mengikuti ‘Nosai no Gi’ dengan lancar,” kata Ayako dalam sebuah pernyataan melalui Badan Rumah Tangga Kekaisaran seperti dilaporkan Asahi Shimbun.

Ayako, 27, adalah putri ketiga dari sepupu Kaisar Jepang Akihito, mendiang Pangeran Takamado.

Dia saat ini bekerja sebagai peneliti di Josai International University di Prefektur Chiba, di Fakultas Studi Pekerjaan Sosial.

Moriya, 32, bekerja di Nippon Yusen KK, sebuah perusahaan pelayaran. Dia juga anggota dewan nirlaba yang mendukung anak-anak di negara berkembang.

Pasangan itu diperkenalkan satu sama lain oleh ibu Ayako pada Desember lalu.

“Aku tidak tahu apa niat ibuku dalam memperkenalkannya kepadaku, tetapi ketika kami berdua pergi ke berbagai tempat bersama dan berbagi waktu dan kenangan kami, kami menjadi tertarik satu sama lain,” kata Ayako kepada Express.co.uk.

Dia menambahkan bahwa calon suaminya memiliki kepribadian “baik, cerdas, dan tegas.”

Menurut Japan Today, ibu Ayako berharap dia akan mengembangkan minat dalam inisiatif kesejahteraan internasional melalui pertemuan Moriya.

Pasangan ini berencana untuk menggelar pernikahan mereka pada 29 Oktober di Kuil Meiji Jingu.

Dengan menikahi orang biasa, Putri Ayako akan meninggalkan keluarga kekaisaran dan kehilangan status kebangsawanannya, sesuai Peraturan Rumah Tangga Kekaisaran. Namun demikian, Undang-undang tersebut tak berlaku untuk anggota pria.

Ini adalah jalan yang sama ditempuh oleh sepupu Ayako, Putri Mako, 26, telah merencanakan untuk bertunangan dua tahun lalu.

Tahun lalu, Mako mengumumkan bahwa pernikahannya dengan pacarnya Kei Komuro, akan ditunda hingga 2020, setelah kakeknya, Kaisar Akihito, turun tahta tahun depan.

Putri Noriko, kakak Ayako, juga menikahi seorang warga biasa, Kunimaro Senge, pada tahun 2014. (asr)

Tiongkok Deportasi Mahasiswa Universitas Tsinghua Asal Jerman

EpochTimesId – Seorang mahasiswa pascasarjana asal Jerman, David Missal, dideportasi oleh pihak berwenang Beijing, pekan lalu. Peserta program pertukaran mahasiswa itu diusir dari Tiongkok karena mewawancarai pengacara HAM Tiongkok dan perekaman video.

Kegiatan mahasiswa itu rupanya telah menyinggung saraf sensitif dari kontrol ketat berita oleh Partai komunis Tiongkok. Mahasiswa berusia 24 tahun itu adalah mahasiswa pascasarjana jurusan jurnalistik di Universitas Tsinghua Beijing.

Visa Missal akan berakhir pada 6 September 2018 mendatang. Dia seharusnya masih dapat belajar selama 2 tahun lagi sesuai dengan program pertukaran beasiswa bermasa 3 tahun.

Namun, permohonan perpanjangan visanya ditolak dan bahkan cenderung diperpendek paksa oleh pihak berwenang Tiongkok. Rezim komunis menghendaki David segera keluar dari Tiongkok dalam 10 hari. Jadi dia hanya bisa tinggal sampai 12 Agustus lalu.

Sejumlah media Jerman memberitakan kejadian yang dialami Missal. Menurut laporan, alasan pengusiran otoritas Beijing adalah kegiatan mahasiswa itu yang tidak termasuk dalam visa pelajar.

Ketika Missal menanyakan alasan spesifik, dia hanya mendapatkan jawabannya, “Kamu sendiri yang tahu.”

Mewawancarai dan mengambil gambar video pengacara HAM Tiongkok
Pemuda asal Osnabrucker itu sudah hampir 1 tahun kuliah di Universitas Tsinghua. Dia sebelumnya berencana untuk menyelesaikan tiga tahun studi pascasarjana di Beijing. Namun, karena judul tesisnya sensitif, dia kemudian masuk dalam daftar orang yang paling diawasi oleh polisi Tiongkok.

Menurut DIE WELT, Missal diusir karena memilih tesis dengan topik yang sensitif bagi penguasa Tiongkok. Dia akan meneliti tentang pelaksanaan tugas pengacara hak asasi manusia Qi Qilei dan kesulitan yang dialami para pengacara hak asasi manusia Tiongkok dalam menegakkan hukum acara.

Dosen pembimbingnya menerima topik yang diajukan, dan Universitas Tsinghua juga menyediakan peralatan seperti kamera. Namun, topik ini jelas berada di luar garis ‘kebebasan akademik’ Tiongkok.

Jadi, apa yang dilakukan Missal? Dia menemani Qi Qilei dalam urusan pekerjaannya. Dia diundang ke rumah pengacara itu selama 2 hari. Mereka membuat film tentang risiko kerja pengacara Tiongkok. Missal juga mewawancarai keluarga pengacara itu.

Pada bulan Mei tahun ini, Missal mengikuti Qi Qilei ke sebuah penjara di Wuhan dan mengunjungi kliennya, Qin Yongmin, seorang aktivis demokrasi. Qin dituduh melakukan tindakan subversi dan dijatuhi hukuman penjara selama 13 tahun pada bulan Juli tahun ini.

Missal tidak ikut masuk ke dalam sel. Dia hanya mengambil rekaman video bagaimana Qi Qilei menjalani proses berbelit-belit. Dia menggambarkan dirinya bersemangat pada saat itu dan tidak mudah untuk memegang kamera dengan stabil.

Seluruh topik film berlangsung selama 9 menit. Kemudian, hasil rekaman itu dipostingnya di situs web pribadi, serta di Twitter dan YouTube.

Video : https://www.youtube.com/watch?v=FtVNyU9bIv0

Ditahan Polisi Selama 3 Jam
Pada saat menanti pengacara Qi di luar penjara itu Missal tiba-tiba dibawa oleh polisi untuk diinterogasi selama 3 jam. Dan ia hanya memberitahu polisi bahwa ia seharusnya tidak bersalah karena hanya mengambil gambar video bagian luar dari rumah tahanan dan menolak untuk menghapus rekaman.

Qi kemudian turun tangan untuk menjelaskan bahwa siswa tersebut didampingi olehnya. Setelah itu, polisi baru mau membebaskan Missal.

Sejak saat itu, dia menjadi target pengawasan polisi. Dosen pembimbing juga mulai mengajukan keberatan. Pada bulan Juni tahun ini, ketika Missal mengajukan permohonan untuk memperpanjang visanya, dia diberitahu untuk menunggu selama 2 bulan, tetapi kemudian Dia terkejut karena harus meninggalkan Tiongkok dalam waktu 10 hari.

Menurut laporan, Missal tidak menyesal terhadap apa yang Dia lakukan selama ini. Dia tahu bahwa kebebasan pers Tiongkok sangat terbatas.

“Saya pikir akan ada lebih banyak kebebasan di bidang akademik. Ketika saya belajar jurnalistik di sini, saya perlu mencoba untuk memahami garis bawah di sini.”

Sebelumnya, Li Wenzu, istri pengacara HAM Wang Quanxuan menjadi target perhatian Missal. Melalui Wenzu, Missal kemudian berhasil bertemu dengan Qi Qilei.

Pada 9 Juli 2015, pihak berwenang Tiongkok menangkap hampir 300 orang pengacara dan aktivis. Masalah ini dikenal sebagai Kasus 709. Wang Quanzhen juga ada di antara mereka.

Pada hari ke 999 ketika keberadaannya tidak diketahui masyarakat, yakni pada 4 April tahun ini, Li Wenzu menggelar aksi ‘Ribuan Mil untuk Mencari Suami’. Missal menaruh perhatian tinggi terhadap aksi tersebut dan memfilmkan proses unjuk rasa damai itu.

Menurut laporan, setelah lulus dari sekolah menengah di Jerman, Missal datang ke Nanjing sebagai sukarelawan untuk membantu di kelas bahasa Jerman. Saat itu dia jadi tertarik dengan Tiongkok, kemudian mulai belajar sendiri bahasa Mandarin. Bermula dari Würzburg, kemudian di Universitas Peking.

Setelah berhasil meraih gelar sarjana dari Freie Universität Berlin, dia menerima beasiswa DAAD untuk belajar di Universitas Tsinghua, Beijing.

Kabarnya, kantor perwakilan DAAD Beijing pernah mencoba untuk membantu Missal, tetapi tidak berhasil. Christian Müller, wakil sekretaris jenderal DAAD mengatakan bahwa, masa berlaku beasiswa belum berakhir dan pihaknya masih sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan Missal melanjutkan studinya di universitas lain.

Universitas Tsinghua saat ini tidak mengomentari masalah ini. Missal untuk sementara berencana untuk kembali ke Freie Universität Berlin dan bermaksud untuk menyelesaikan studinya di Taiwan.

DIE WELT melaporkan, hal yang membuat Missal sedih adalah dia mungkin tidak akan pernah bisa mendapatkan visa ke Tiongkok di masa depan. Namun, dia mengatakan bahwa dia telah belajar banyak dari kejadian tersebut, dan merasa senang bisa bertemu dengan para pemberani seperti para pengacara HAM itu. (Zhu Lan/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Kejahatan Mantan Jaksa Contoh Bagaimana Investasi Penipuan Melumpuhkan Masyarakat Tiongkok

0

Seorang pensiunan jaksa dari Provinsi Henan, Tiongkok, dieksekusi pada 7 Agustus karena membunuh dan melukai belasan siswa di sekolahan setempat dua tahun lalu. Ceritanya mencontohkan bagaimana skema keuangan yang curang dapat mendorong warga negara biasa menjadi ekstrem.

Ma Gaochao, seorang pensiunan jaksa di Kota Nanyang, mengendarai mobil menuju Sekolah Menengah Pertama Nanyang No. 1 saat para siswa meninggalkan sekolah pada bulan Februari 2016. Dia diduga ngebut untuk menabrak para siswa saat mereka menyeberang jalan, menewaskan satu siswa dan melukai 11 lainnya.

Setelah Ma pensiun sebagai kepala Kejaksaan Kota Nanyang, ia mulai bekerja sebagai tenaga penjual untuk sebuah perusahaan investas Daxin Real Estate di Nanyang. Namun ketika perusahaan tersebut mengalami kesulitan keuangan dan bosnya melarikan diri, Ma terpojok oleh para investor yang menuntut dikembalikannya uang mereka.

Ma mengatakan pada Pengadilan Menengah Nanyang pada 25 April 2017, apa yang telah terjadi. Dia mengatakan perusahaannya telah membuat penawaran: dengan berinvestasi di perusahaan tersebut, akan mendapatkan bunga 2 persen setelah satu bulan. Jadi, Ma investasi 3 juta yuan (US$440.000) dari kantongnya sendiri dan meyakinkan seorang teman untuk investasi 9 juta yuan (US$1,3 juta) pada perusahaan Daxin tersebut.

Karena perusahaan menjalankan skema piramida, Ma, seperti halnya banyak investor lain, tidak mendapatkan pengembalian dan juga kehilangan investasinya. Dia mengatakan kebenciannya terhadap perusahaan dan pimpinannya yang membuatnya marah sehingga ingin membalas dendam terhadap masyarakat dan melakukan kejahatan yang mengerikan.

Ma mengatakan dia memilih sekolah sebagai targetnya karena Nanyang No. 1 High School adalah sekolah menengah terbaik di kota tersebut, dan insiden itu akan menimbulkan banyak perhatian.

Pada bulan Mei 2016, majalah bisnis, Caixin, berkomentar bahwa perbuatan Ma adalah hasil dari jatuhnya tiba-tiba pasar properti Nanyang, serta keberadaan skema piramida ilegal yang produktif.

Ma dijatuhi hukuman mati pada bulan Juli 2017 oleh Pengadilan Menengah Rakyat Nanyang, dan tidak berhasil naik banding ke Pengadilan Tinggi Provinsi Henan, sebelum dieksekusi oleh pengadilan. (ran)

Google Lacak Pergerakan Pengguna Melalui Ponsel Walau Nonaktif

0

EpochTimesId – Google ternyata mengumpulkan data lokasi melalui ponsel pengguna. Bahkan, google tetap melakukannya ketika pengguna secara khusus menonaktifkan lokasi GPS pada ponsel.

Temuan hasil investigasi ‘the Associated Press’ (AP) ini, dikonfirmasi oleh para peneliti di Universitas Princeton. Investigasi menjelaskan bagaimana layanan Google di perangkat Android dan iPhone menyimpan data lokasi pengguna.

Google juga tetap melakukannya ketika pengguna memilih pengaturan privasi. Pengaturan yang dimaksudkan untuk memblokir Google dari pelacakan.

Laman dukungan perusahaan pada subjek memang menyatakan, “Anda dapat menonaktifkan riwayat lokasi kapan saja. Dengan riwayat lokasi yang tidak aktif, tempat-tempat yang Anda kunjungi tidak lagi disimpan.”

Akan tetapi, tampaknya bagi google tidak masalah jika perangkat dimatikan. Karena Google masih akan menyimpan data lokasi yang dikunjungi oleh pengguna.

“Bahkan dengan riwayat lokasi dijeda, beberapa aplikasi Google secara otomatis menyimpan data lokasi yang diberi label tanpa waktu,” kata laporan itu.

Beberapa contoh yang tercantum dalam laporan termasuk bagaimana Google menyimpan cuplikan lokasi pengguna hanya untuk membuka aplikasi Maps. Pembaruan cuaca harian juga melacak di mana pengguna berada.

Sementara penelusuran Google yang tidak memiliki lokasi yang disebutkan, masih menunjukkan tepat lintang dan bujur pengguna. Ponsel juga menyimpannya ke akun Google pengguna.

Temuan ini menyoroti masalah privasi utama yang mempengaruhi sekitar dua miliar pengguna Android dan ratusan juta pengguna iPhone di seluruh dunia.

“Jika Anda akan mengizinkan pengguna untuk mematikan sesuatu yang disebut ‘riwayat lokasi’, maka semua tempat di mana Anda mempertahankan riwayat lokasi harus dimatikan. Sepertinya itu posisi yang cukup sederhana untuk dimiliki,” Jonathan Mayer, seorang ilmuwan komputer di Universitas Princeton, mengatakan kepada AP.

Dalam sebuah pernyataan, Google membela pelacakan yang mereka lakukan, “Ada sejumlah cara yang berbeda bahwa Google dapat menggunakan lokasi untuk meningkatkan pengalaman orang, termasuk riwayat lokasi, web, dan aktivitas aplikasi. Melalui layanan lokasi tingkat-perangkat. Kami memberikan deskripsi yang jelas tentang alat ini, dan kontrol yang kuat sehingga orang dapat mengaktifkan atau menonaktifkannya, dan menghapus histori mereka kapan saja.”

Menurut laporan itu, Google mengizinkan ratusan pengembang perangkat lunak dari luar perusahaan itu untuk memindai kotak masuk Gmail. Google menyerahkan jutaan email pengguna yang mendaftar ke layanan berbasis email itu. (The Epoch Times/NTD/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Sanksi Keras Iran, Trump Lontarkan Sinyal Pada PKT

Cheng Xiaorong

Di tengah suara yang mendukung maupun menentang, Presiden Trump terus bergerak maju, tindakan barunya kembali membuat gempar. Tanggal 7 Agustus, sebagian sanksi yang diterapkan AS terhadap Iran mulai berlaku. Trump menulis cuitan, “Siapa pun yang berbisnis dengan Iran, akan tidak bisa berbisnis lagi dengan Amerika. Yang saya inginkan adalah perdamaian dunia.”

Beberapa jam sebelum sanksi tersebut berlaku, di luar dugaan, Presiden Iran Rohani yang selama ini bersikap keras tiba-tiba melunak. Dalam wawancara di televisi ia menyatakan, “Iran bersedia berunding dengan Amerika, saya tidak mengajukan syarat apa pun. Jika pemerintah Amerika bersedia, sekarang pun bisa kami mulai (berunding)!”

Apa pun maksud Rohani, hanya dari memperlihatkan kelemahannya, sudah bisa dilihat dampak dari aksi keras Trump ini. Pemandangan ini sangat mirip dengan saat Kim Jong-Un meminta untuk bertemu Trump dua bulan lalu. Warganet mengatakan, “Ini membuat para ‘sekutu’ yang baru saja menyatakan menyesali perintah sanksi Presiden Trump merasa kikuk”.

Presiden Trump berkata, “Rezim Iran tengah menghadapi pilihan: mengubah perilaku yang bersifat mengancam dan merusak stabilitas, serta kembali berintegrasi dengan tubuh ekonomi global; atau, seorang diri menapaki jalan ekonomi yang terus menurun.” Trump juga memperingatkan, orang-orang yang tidak mau meninggalkan kerjasama ekonominya dengan Iran “akan menghadapi akibat yang serius”.

Menlu AS Pompeo menyatakan, sanksi Amerika terhadap Iran akan terus berlaku, sampai pemerintah Iran secara tuntas mengubah orientasinya. Saat berkunjung ke Asia Tenggara ia mengatakan, “Mereka harus menunjukkan diri seperti sebuah negara yang normal. Itulah tuntutannya. Sesederhana itu.”

Pernyataan keras pejabat AS ini, memiliki makna lain, setiap kalimatnya mengarah pada PKT.

Setelah Amerika mundur dari Kesepakatan Nuklir Iran bulan Mei lalu, sanksi pada Teheran pun diberlakukan kembali. Terhadap hal ini Beijing pun menyatakan protes.

Di bawah sanksi AS tersebut, perusahaan minyak asing berbondong-bondong hengkang dari Iran, beberapa negara mengurangi pembelian minyak mentah dari Iran, sementara RRT justru memperbanyak pembeliannya. Seorang pejabat Iran mengatakan pada surat kabar “Wall Street Journal”, “Kami menjual minyak bumi (pada RRT) tanpa ada masalah.”

Beijing mengekspor banyak jenis komoditas ke Iran, kedua pihak juga menjalin transaksi senjata. Selain itu, RRT telah mengembangkan banyak proyek jangka panjang di Iran, beberapa perusahaan besar seperti Petro China, China Railway dan lain-lain memiliki kantor perwakilannya di Iran.

Oleh karena itu, sanksi AS terhadap Iran juga sekaligus menekan Beijing, memaksanya menentukan pilihan — terus menjalin hubungan hangat dengan Iran, maka jangan berharap bisa berbisnis dengan Amerika. Faktanya, perang dagang AS-RRT telah membuat PKT pusing tujuh keliling, terpukulnya Iran, membuat situasi semakin tidak menguntungkan bagi RRT.

“Mereka harus menjadi sebuah negara yang normal” — di dunia saat ini, masih adakah negara yang tidak normal? Dalam hal lingkungan hidup dan masyarakat, RRT di bawah kekuasaan PKT bisa dibilang kacau tak tertandingi.

Menurut berita media massa, pemerintah AS mendukung rakyat Iran dan mendukung pengaduan mereka terhadap pemerintahannya sendiri. Penasihat Keamanan Nasional AS Bolton mengatakan, tekanan ekonomi AS tidak berniat “mengubah rezim (Iran)”.

Berkah dan sanksi sama rata, adalah strategi dan toleransi Trump. Ada serangan yang tajam dan menyudutkan, tapi di sisi lain juga mengampuni dan mentoleransi. Demi rakyat, berupaya mewujudkan perdamaian. Perlakuan terhadap Kim Jong-Un maupun terhadap Rohani adalah sama, sementara PKT dibiarkan merenungkan sendiri pesan tersembunyi di baliknya.

Sikap terhadap rakyat Tiongkok, sudah sangat jelas dituangkan dalam Laporan HAM Kemenlu AS, Laporan Kebebasan Beragama, dan konferensi tingkat menteri dunia untuk mewujudkan kebebasan beragama yang digelar baru-baru ini.

Setelah Trump menjabat, telah memperoleh pujian tulus dari sejumlah besar warganet di daratan Tiongkok, bahkan cukup banyak orang yang mendambakan pertolongan dari pemimpin AS tersebut.

Kentara sekali, tindakan yang menghukum yang buruk dan memuji yang baik, pasti memperoleh dukungan rakyat.

Pakar dari AS Matthew Count selaku editor “Washington Freedom Lighthouse” pernah menganalisa, pemerintah Trump ‘tidak memiliki masalah Korut, yang ada hanya masalah PKT’. Direktur FBI Christopher Wray berpendapat, dilihat dari sudut pandang anti-intelijen, PKT membentuk ancaman terbesar terhadap Amerika.

Dalam situasi di Iran, PKT memainkan peran pengacau di balik faktor penyebab tidak stabilnya situasi. Bisa dilihat, baik di dalam maupun luar negeri, yang dilakukan PKT selalu bertentangan dengan parpol berkuasa yang normal di sebuah negara yang normal.

Di dalam negeri, PKT memblokir berita dan informasi, merampas kebebasan, menindas HAM; di luar negeri PKT menyebarkan kebohongan dan kebencian, menyusup dengan ancaman atau menyuap, merusak hubungan normal antar negara, mengancam keamanan regional dan wilayah lebih luas.

Oleh sebab itu, hanya dengan menyingkirkan PKT, penindasan baru bisa dihilangkan, konflik baru bisa diredakan, semua masalah baru bisa terselesaikan.

Trump mahir berstrategi, politik, ekonomi, militer dan keamanan negara, semua dalam satu meja catur. Bersamaan dengan memberi sanksi pada Iran, Amerika memperbesar tekanan terhadap Korut, menggelar perang dagang dengan PKT, serta menjajaki kemungkinan bekerjasama dengan Rusia.

Strategi dan rencananya yang jauh ke depan, telah menempatkan PKT pada posisi terpojok, hal ini sangat mengesankan banyak pihak. Kejahatan pasti akan terkalahkan, kebenaran pasti akan menang. Setiap sinyal adalah peluang. Yang menghadapi pilihan, bukan hanya Iran sepihak saja. (SUD/WHS/asr)

Rumah Sakit Tiongkok Dapat Tamparan Keras Jual Obat Tradisional Palsu

0

Sebuah rumah sakit umum di Provinsi Shandong, Tiongkok, baru-baru ini mendapat denda kecil dari pejabat makanan dan obat-obatan (BPOM) lokal karena menjual obat palsu, dengan hukuman yang memicu kritik dari masyarakat karena dianggap tidak cukup.

Dazhong Net, sebuah situs berita yang dikelola negara, telah melaporkan pada 11 Agustus bahwa Rumah Sakit Rakyat Kota Qingdao Chengyang didenda 692,5 yuan (sekitar US$100) karena menjual kulit jeruk kering, sejenis obat tradisional Tiongkok yang biasa digunakan untuk meringankan batuk dan dahak.

Karena produk tersebut terjual habis, pihak berwenang menyita 167.50 yuan ($24.36) yang diterima rumah sakit dari hasil penjualannya. Kemudian, pihak berwenang mendenda fasilitas tersebut 525 yuan ($76,34), menurut pemberitahuan yang dirilis 20 Juni oleh Administrasi Makanan dan Obat-obatan (BPOM) Kota Qingdao.

Hukuman yang longgar tersebut menarik perhatian dari media dan para netizen.

“Mengapa hanya ada denda? Mengapa tidak ada hukuman bagi orang-orang yang terlibat [dalam rencana itu], adakah penyelidikan lebih lanjut dari saluran-saluran mana rumah sakit itu mendapatkan [obat palsu]? Mengapa hanya didenda 600 yuan?” Yang lain berkata, “Obat palsu itu terjual habis. Jadi distributor dan produsen tidak akan dihukum?”

“Sepertinya memberitahu rumah sakit itu: Kamu boleh terus melakukannya. Tidak apa-apa,” komentar yang lain.

Masalah-masalah kelamatan medis lainnya di Tiongkok baru-baru ini telah terungkap.

Bulan lalu, vaksin yang kadaluwarsa dan tidak memenuhi standar yang diproduksi oleh beberapa perusahaan farmasi Tiongkok telah didistribusikan dan digunakan untuk menyuntik anak-anak, meskipun sepengetahuan dari pemerintah. Sebagai akibat dari tekanan publik yang kuat, pihak berwenang Tiongkok telah menangkap eksekutif di salah satu dari produsen vaksin besar yang memiliki dampak tersebut, Changchun Changsheng Bio-teknologi; perusahaan-perusahaan lain yang terkait dengan masalah vaksin belum dihukum. Sementara itu, anak-anak yang menjadi korban dan para orang tua mereka dilecehkan atau dibungkam oleh pihak berwenang Tiongkok karena mengajukan petisi atas kasus-kasus mereka. (ran)

Tiga Perusahaan Korea Selatan Disebut Mengimpor Batubara Korea Utara Secara Ilegal

Epochtimes.id- Tiga perusahaan Korea Selatan mengimpor batu bara dari Korea Utara yang disamarkan sebagai produk Rusia. Bea Cukai Korut pada 10 Agustus 2018 menyebut cara ini melanggar resolusi PBB yang memberikan sanksi ke Korut.

Seoul telah memeriksa sembilan kasus potensi impor batu bara Korea Utara. Dikarenakan dicurigai melanggar resolusi yang disahkan Agustus lalu oleh Dewan Keamanan PBB untuk menghentikan pendanaan terhadap program rudal nuklir dan balistik Pyongyang.

Dinas bea cukai Korsel tidak mengidentifikasi perusahaan yang terlibat, tetapi mengatakan sekitar 35.000 ton batubara dibawa ke Korea Selatan antara April dan Oktober tahun 2017, senilai 6,6 miliar won ($ 5,8 juta).

“Perusahaan-perusahaan tampaknya telah secara ilegal membawanya dalam mengharapkan margin perdagangan besar setelah harga batu bara Korea Utara turun karena larangan impor,” kata Roh Suk-hwan, wakil komisioner dari Korea Customs Service dalam konferensi pers.

Badan itu mengatakan akan menekan tuduhan terhadap perusahaan dan individu yang terlibat karena melanggar hukum pabean dan pemalsuan dokumen pribadi.

Pemerintah juga berencana untuk mengeksplorasi larangan masuk atau penyitaan 14 kapal yang ditemukan telah mengangkut batubara.

Otoritas setemapt mengatakan tidak ada transaksi keuangan yang dibuat, yang merupakan pelanggaran lain terhadap sanksi PBB. Ini dikarenakan perusahaan-perusahaan mengambil batu bara sebagai imbalan untuk menengahi perdagangan antara Korea Utara dan Rusia.

Dewan Keamanan PBB melarang penjualan batu bara, besi, bijih besi, timbal, bijih timah dan makanan laut Korea Utara dalam upaya untuk memangkas sepertiga pendapatan ekspor tahunan negara sebesar $ 3 miliar, sementara membatasi impor minyak mentah dan produk minyak olahan.

Amerika Serikat telah menggencarkan kampanye sanksi untuk menekan Korea Utara agar menghentikan program nuklir dan rudalnya.

Tetapi di wilayah semenanjung, menunjukkan adanya tanda-tanda bahwa kampanye Presiden AS Donald Trump memberikan “tekanan maksimum” mulai mengendur setelah Pyongyang berusaha meningkatkan hubungan dengan Washington, Seoul dan Beijing.

Para pejabat Korea Utara telah melakukan berkunjung ke Tiongkok untuk membahas perkembangan ekonomi dan spekulan membangun properti di sepanjang perbatasan bersama mereka. Bahkan Korea Selatan sedang mempelajari cara untuk meningkatkan hubungan dengan Korea Utara.

Bulan lalu, Washington memperingatkan terhadap pengenduran sanksi terhadap Pyongyang setelah Rusia dan RRT menyarankan membahas mengatasi sanksi dari PBB.

Oleh Hyonhee Shin/Reuters via The Epochtimes

Apple Kecurian US$1 Juta Lebih oleh Pekerja Pabrik Foxconn di Tiongkok

0

Para pekerja di Foxconn Technology Group, Shenzhen City, Tiongkok, pabrik yang memproduksi produk-produk Apple, dikabarkan telah mencuri lebih dari 200.000 konektor Lightning headphone bersertifikat senilai jutaan yuan, menurut situs berita teknologi Tiongkok, Chongdiantou.com.

Chongdiantou.com melaporkan melalui posting 9 Agustus di Sina Weibo, platform media sosial yang mirip dengan Twitter, bahwa orang dalam yang bekerja di rantai pasokan aksesori Apple mengatakan ada beberapa pekerja di pabrik tersebut telah mencuri Lightning MFi Apple C100 dan C101 (dibuat untuk iPhone, iPod, iPad) konektor untuk headphone. Foxconn kehilangan satu palet (kotak) penuh pengiriman barang, yang jumlahnya sekitar 200.000. Beberapa pekerja Foxconn dilaporkan telah ditangkap sehubungan dengan pencurian tersebut.

Setiap konektor dijual seharga sekitar 40 hingga 45 yuan ($5,85 hingga $6,58), jadi total nilai diperkirakan 8 juta hingga 9 juta yuan ($1,2 hingga $1,3 juta).

Hilangnya barang-barang tersebut menyebabkan kehebohan di pasar Tiongkok.

Sementara itu, kinerja Foxconn di pasar saham telah goyah sejak terdaftar di Bursa Efek Shanghai pada 8 Juni. Investor mengatakan kepada surat kabar Hong Kong, South China Morning Post, pada bulan Juli bahwa mereka tidak optimis tentang kemampuan perusahaan tersebut untuk mengubah diri menjadi pusat perusahaan yang cerdas dari perannya sebagai perakit yang sudah lama berdiri.

Pada penutupan pasar saham A pada 8 Agustus, Foxconn Industrial Internet turun 3,47 persen, ditutup pada 15,01 yuan ($2,19) per saham. Nilai total pasarnya, sementara itu, turun menjadi 295,6 miliar yuan ($43,22 miliar) pada 8 Agustus, dari nilai puncaknya di 519,3 miliar ($75,93 miliar), mewakili kerugian sekitar 223,7 miliar yuan ($32,71 miliar) dalam nilainya.

Foxconn, yang juga bernama Hon Hai Precision Industry Co., adalah perusahaan manufaktur kontrak elektronik multinasional, yang berkantor pusat di Taipei, Taiwan. Ia membuka pabrik manufaktur pertamanya di Tiongkok di kota Shenzhen selatan pada tahun 1988. (ran)

Skor Dana Ekuitas Swasta Runtuh, Memicu Korban Keuangan Lebih Banyak di Tiongkok

0

Di tengah gelombang protes oleh warga Tiongkok baru-baru ini yang telah kehilangan investasi mereka dalam platform pinjaman peer-to-peer (P2P), ribuan orang mengatakan uang mereka telah hilang di area lain dari sektor keuangan Tiongkok yang mudah menguap: dana ekuitas swasta (private-equity).

Pinjaman peer to peer (P2P Lending) adalah suatu sistem (platform) yang mempertemukan pemberi pinjaman (kreditur) dengan peminjam (debitur) dan kegiatan pinjam-meminjam di P2P Lending dilakukan secara online.

Pada 8 Agustus, Asosiasi Manajemen Aset Tiongkok, sebuah organisasi industri di bawah pengawasan negara, merilis daftar baru tentang lembaga-lembaga yang ia telah “kehilangan kontak” dengan, membawa seluruh dana pribadi lembaga “kehilangan kontak” mencapai 170 sejak awal di tahun ini.

“Kehilangan kontak” berarti mereka telah gagal memperbarui status pendaftaran mereka dengan asosiasi tersebut dalam tiga bulan terakhir sebagaimana yang diperlukan, selain tidak dapat dijangkau oleh nomor telepon atau email terdaftar milik entitas tersebut. Sekitar 70 persen dari lembaga-lembaga ini adalah dana ekuitas swasta atau modal ventura, menurut analisis oleh surat kabar Tiongkok, National Business Daily. Sisanya sebagian besar hedge funds.

Sementara rezim Tiongkok telah memulai tindakan keras terhadap utang dan investasi berisiko tahun ini, upaya-upayanya untuk memperketat peraturan industri keuangan negara tersebut mungkin gagal. Banyak dana ekuitas swasta telah runtuh, sementara beberapa baru-baru ini telah dinyatakan sebagai skema penipuan.

Misalnya, Yazhou Juejin yang berbasis di Beijing diduga menjalankan skema Ponzi, menurut laporan oleh surat kabar China Fund yang dikelola pemerintah dan situs berita keuangan First Financial. Perusahaan tersebut telah menerima lebih dari puluhan miliar yuan dalam pendanaan, sejak didirikan pada Maret 2016, dan pada tahun 2017, investornya menerima pengembalian lebih dari 60 persen.

Namun, pada bulan Juni, para investor menemukan bahwa mereka tidak dapat menarik dana, situs web perusahaan tersebut telah tutup, dan “perwakilan hukum” perusahaan, biasanya kepala perusahaan, Liu Zhiyuan, menjadi tidak dapat ditemui.

Menurut FToutiao, aplikasi berita keuangan, lebih dari 5.000 orang mungkin telah ditipu dari dana yang berjumlah 15 miliar yuan. Banyak staf Liu juga telah berinvestasi di perusahaan tersebut.

Dana ekuitas swasta lain pada daftar “kontak yang hilang”, Zhong Jing Guo Tou, yang berbasis di kota Shenzhen di Tiongkok selatan, menawarkan kontrak yang menjanjikan suku bunga 8,3 persen untuk investasi enam bulan dan 9,3 persen untuk 12 bulan, dengan pembayaran bunga setiap bulan. Bulan lalu, berita pecah bahwa perusahaan tersebut tidak mengalami kemajuan sebanyak yang diinginkan dalam mengeluarkan pembayaran bunga kepada para investor.

National Business Daily telah melaporkan bahwa pemegang saham pengendali perusahaan tersebut adalah Bund Holdings yang berbasis di Shanghai, yang juga berada di bawah tekanan finansial.

Menurut situs berita keuangan, Quanshang Zhongguo, total nilai investasi di perusahaan tersebut sekitar 1,8 miliar yuan, dengan satu investor secara khusus sebesar 780 juta yuan. Investor lain juga mungkin mengalami kerugian dalam jutaan yuan.

Menurut laporan 5 Agustus oleh Financial Times, beberapa dari dana “kehilangan kontak” ini sebenarnya bagian dari kelompok yang lebih luas yang juga mengoperasikan platform P2P bermasalah yang baru-baru ini runtuh dan sekarang di bawah penyelidikan polisi.

Banyak platform baru-baru ini ditutup tanpa penjelasan, mendorong para investor yang kehilangan uang mereka untuk mencari ganti rugi pada Komisi Regulator Perbankan Tiongkok. Namun upaya mereka tidak berhasil, setelah pihak berwenang Beijing mengirim polisi untuk menghentikan unjuk rasa tersebut.

Pada akhir Juli, para investor yang kehilangan uang mereka dalam dana swasta yang diterima oleh Fuxing Group berkumpul di cabang Bank of Shanghai untuk menuntut pembayaran, menurut Financial Times. Pemegang saham pengendali konglomerat tersebut telah melarikan diri, menempatkan 25 miliar yuan ($3,7 miliar) investasi dalam keadaan tidak menentu. (ran)

Prabowo-Sandi Ikuti Tes Kesehatan Capres dan Cawapres, Prabowo : Saya Takut Disuntik

Epochtimes.id- Kini giliran Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mengikuti tes kesehatan sebagai persyaratan bakal calon presiden dan wakil presiden di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (13/8/2018).

Prabowo sempat berkelakar bahwa dirinya sebenarnya taku disuntik oleh dokter. Oleh karena itu, kata Prabowo, dirinya lebih memilih untuk melakukan terjung payung.

“Saya mantan tentara yang takut dokter terutama takut suntik. Lebih baik disuruh terjun saja,” selorohnya.

Prabowo menuturkan dirinya diperiksa secara keseluruhan oleh tim dokter termasuk fisik seperti darah, USG,  gigi, periksa dalam dan periksa kencing.

Mantan Danjen Kopassus itu mengakui dirinya awalnya kesulitan dikarenakan disuruh oleh dokter untuk berpuasa sejak pukul 20.00 WIB sehari sebelumnya.

Prabowo mengakui dirinya sempat kelaparan hingga mengalami kesulitan untuk tidur. Pasalnya, kata Prabowo, dirinya sudah terbiasa makan malam pada pukul 22.00 WIB.

Ketum Partai Gerindra tersebut sempat menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim pemeriksa kesehatan yang merupakan gabungan IDI dan RSPAD. Prabowo menuturkan pelayanan profesional sangat ketat dilakukan oleh tim dokter.

Turut mendampingi pasangan Prabowo-Sandi diusung Gerindra, elite dari Gerindra yakni Waketum Sugiono dan Sekjen Ahmad Muzani dan Rahayu Saraswati Djojohadikusumo. Sedangkan dari Partai Demokrat hadir Kadiv Advokasi dan Bantuan Hukum Ferdinand Hutahaean.

Sehari sebelumnya bakal capres dan cawapres Jokowi-KH.Maruf Amin mengikuti tes kesehatan serupa di tempat yang sama.

Untuk diketahui sebanyak 16 tes kesehatan harus dilalui oleh pasangan capres dan cawapres berupa MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) selama 90 menit, tes penyakit dalam 30 menit, pemeriksaan bedah 20 menit, neurologi 60 menit, wawancara Psikiatri MINI ICD-10, DIP, MMI 90 menit dan pemeriksaan mata 30 menit. (asr)