Bencana HAM Terbaru Tiongkok Jutaan Warga Uighur Disekap Rezim komunis

0

EpochTimesId – Komite PBB tentang Penghapusan Diskriminasi Rasial pada 10 Agustus menyebutkan bahwa, pemerintah Tiongkok masih menempatkan lebih dari 1 juta orang warga Uighur dalam kamp tahanan rahasia.

Sebanyak 44 sarjana Tiongkok dalam dan luar negeri, termasuk para pembangkang, mengeluarkan himbauan bersama. Mereka meminta kepada masyarakat internasional untuk membantu mengatasi bencana HAM yang sedang dialami oleh warga Xinjiang.

Gay McDougall dari Komite PBB untuk Penghapusan Diskriminasi Rasial mengutip laporan yang dapat dipercaya. Laporan menjelaskan bahwa masih terdapat sekitar 2 juta orang warga etnis Uighur dan minoritas Muslim lainnya dipaksa mendekam dalam kamp-kamp indoktrinasi politik yang dibangun oleh PKT di daerah Xinjiang.

“Kami telah menerima sejumlah besar laporan yang dapat diandalkan, menuduh pemerintah Tiongkok (PKT) yang mengatasnamakan pemeliharaan stabilitas, memerangi ekstremisme agama telah mengubah Xinjiang sebagai kamp penahanan besar. Membuat wilayah besar itu jadi zona tanpa hak asasi manusia, kami sangat prihatin tentang ini,” ujar Gay McDougall dalam pertemuan.

Wang Dan dan Teng Biao, bersama Xia Yeliang, Meli, Fu Zhengming, Hu Ping dan aktivis demokrasi asal Tiongkok lainnya yang berada di luar negeri telah bersama-sama merilis dokumen pernyataan, pada 10 Agustus 2018. Mereka bersama komunitas dan warga Tionghoa se-dunia merujuk pada protes terhadap pemerintah Tiongkok yang mendirikan ‘Xinjiang reeducation camps’ (Pusat pendidikan ulang bagi warga Uighur) di daerah Xinjiang.

Kompleks sejenis penjara ilegal tersebut digunakan untuk menampung warga Uighur dan etnis minoritas lainnya yang beragama Islam. Mereka umumnya ditangkap secara sewenang-wenang atau ilegal.

Dokumen pernyataan tersebut mengatakan, pusat pendidikan ulang itu secara umum adalah tempat penyiksaan. Sering terdengar kabar tentang tahanan yang disiksa sampai mati di tempat itu.

Banyak anak-anak menjadi yatim piatu karena orangtuanya ditahan di pusat pendidikan ulang. Mereka akhirnya dikirim ke panti asuhan dengan kondisi perawatan yang sangat buruk.

Pemerintah Tiongkok diminta untuk segera menghentikan penindasan politik terhadap warga etnis Uighur dan etnis minoritas lainnya. Rezim penguasa juga diminta menutup pusat-pusat pendidikan ulang dan membebaskan para tahanan hati nurani.

Dokumen tersebut juga mendesak pemerintah AS untuk melanjutkan pembelaannya terhadap suara hak asasi manusia di Xinjiang, dan mengambil langkah-langkah efektif untuk menekan pemerintah Tiongkok. Mereka juga meminta PBB untuk melakukan penyelidikan, sekaligus mengutuk perilaku buruk pemerintah Tiongkok.

Hu Ping, Editor Kehormatan majalah ‘Beijingspring’ yang juga merupakan salah satu pihak sponsor kegiatan tersebut kepada Radio Free Asia mengatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya warga Tiongkok etnis Han menyuarakan dukungan terhadap perjuangan wrga etnis Uighur.

“Baru-baru ini, situasi hak asasi manusia di Daerah Otonomi Xinjiang Uighur benar-benar memburuk. Pusat pendidikan ulang itu sebenarnya adalah sebuah kamp konsentrasi pemerintah Tiongkok juga sebagai upaya untuk mengasimilasi paksa etnis Uighur melalui berbagai cara. Tindakan-tindakan yang diambil oleh pihak berwenang dan keganasan cara yang diimplementasikan melebihi imajinasi orang kebanyakan. Kami merasa kita semua wajib untuk bersuasa, tidak seharusnya untuk terus berdiam diri,” ujarnya.

Ketua LSM ‘Asosiasi Uighur Amerika’ mengatakan bahwa pernyataan tersebut dikeluarkan tepat waktu. Dia mengucapkan terima kasih kepada warga Tiongkok pemberani yang terlibat dalam menandatangani dokumen pernyataan itu.

“Karena suara mereka untuk membantu etnis Uighur pada saat yang paling sulit sangat dibutuhkan, membantu Uighur mengutuk kekerasan. Jika orang tidak mengekspresikan perlawanan mereka terhadap pusat pendidikan ulang yang muncul di Xinjiang, lembaga-lembaga politik semacam ini mungkin saja akan muncul di bagian lain dari Tiongkok,” ujarnya.

“Saya berharap semakin banyak organisasi pro-demokrasi dan individu tergerak untuk membantu kami mengkritik pemerintah Beijing. Turut mengecam kekejaman PKT yang anti kemanusiaan.” (Wen Pu/ET/Sinatra/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

Barcelona Raih Trofi Piala Super Spanyol ke Tigabelas

EpochTimesId – Barcelona berhasil meraih trofi Piala Super Spanyol 2018. Lionel Messi CS berhasil mengalahkan Sevilla dalam laga yang digelar di Stadion Ibn Batouta, Maroko, Senin (13/8/2018) dini hari WIB.

Gol dari Gerard Piqué dan Ousmane Dembélé memastikan kemenangan Barcelona. Gerard Pique menjebol gawang Sevilla pada menit ke-42 dan Ousmane Dembele pada menit 78.

Barcelona nyaris saja pulang dengan tangan hampa. Sebab mereka tertinggal terlebih dahulu. Pablo Sarabia menjebol gawang Barcelona ketika laga babak pertama belum genap 10 menit.

Sevilla sempat punya peluang untuk menyamakan kedudukan. Jelang ‘injury time’, Kiper Barcelona Marc-Andre Ter Stegen melanggar Aleix Vidal di kotak terlarang.

Namun, Ter Stegen berhasil menebus kesalahan. Stegen berhasil menahan tendangan penalti Wissam Ben Yedder.

Lionel Messi yang menjadi kapten tim dalam laga kali ini gagal mencetak gol. Namun, Messi berhasil mencatatkan assist untuk gol ke dua Barcelona.

Bagi Messi, kemenangan ini menjadi sangat istimewa. Messi kini menjadi pemain yang memenangkan gelar terbanyak dalam sejarah klub. Messi sudah mengantongi 33 gelar juara bersama Blaugrana.

Piala Super Spanyol kini ada 8 trofi di lemari pemain asal Argentina itu. Selain itu, dia juga menjuarai 9 musim La Liga bersama Barcelona. Messi menjuarai 4 kali Liga Champions, 3 Piala Dunia Klub, 6 Copa del Rey, dan 3 Super Cup bersama klub Katalan itu.

Piala Super Spanyol pertama kali digelar pada 1982. Mulai musim ini, Piala Super Spanyol berubah format dengan hanya pertandingan tunggal. Pada laga tahun-tahun sebelumnya, juara La Liga dan Copa del Rey memperebutkan tropi ini dengan format kandang-tandang. (ary/waa)

Video Rekomendasi :

Kontingen dan Ofisial Peserta Asian Games Mulai Tempati Wisma Atlet

Epochtimes.id- Menjelang pembukaan Asian Games 2018, para atlet dan ofisial telah berdatangan ke Indonesia. Pada Jumat (10/08/2018), sekitar 300 kamar di Athletes Villages Kemayoran, Jakarta ini telah dihuni oleh kontingen dari 20 negara.

Atlet dan ofisial tersebut telah diterima dengan baik dan saat ini telah tinggal di Athletes Villages hingga Asian Games 2018 berakhir.

Saat ini, kontingen dari Iran merupakan yang terbanyak dari 20 negara yang telah hadir, yakni sebanyak 251 atlet dan ofisial.

Sebagaian atlet dari 20 negara yang telah hadir saat ini adalah Filipina, Malaysia, Thailand, Syria, Kyrgiztan, Uzbekistan, Iran, Palestina, Tiongkok, Jepang, Hong Kong, Republik Rakyat Demokratik Korea, Irak, Republik Korea, Uni Emirat Arab, Bahrain, Indonesia, Taiwan, Timor Leste dan Vietnam.

Dalam minggu ini, rombongan atlet dan ofisial dari negara peserta akan terus berdatangan dan akan menempati Athletes Village yang memang telah dipersiapkan dengan baik.

Namun untuk atlet yang akan bertanding diluar Jakarta akan langsung menuju penginapan yang telah disiapkan dan lebih dekat dengan lokasi pertandingan. Seperti para atlet sepak bola akan tinggal di hotel sekitar lokasi pertandingan di area Jawa Barat.

“Selamat datang para atlet dan ofisial di Indonesia, kami akan berupaya secara maksimal guna memberikan mereka keamanan dan kenyamanan sehingga dapat menampilkan performa yang terbaik untuk negaranya,” kata Erick Thohir, Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018 dalam siaran persnya. (asr)

Kolaborasi Indonesia dan Malaysia Kembangan Industri Otomotif Kompetitif di Pasar ASEAN

Epochtimes.id- Indonesia dan Malaysia sepakat untuk berkolaborasi dalam upaya pengembangan industri otomotif yang kompetitif di pasar ASEAN. Upaya ini sekaligus memperdalam struktur manufaktur dan melengkapi kebutuhan komponen di kedua negara.

“Indonesia bersama Malaysia ingin menjadi pelopor di ASEAN, karena kita menyadari bahwa ASEAN merupakan satu kekuatan ekonomi yang cukup besar,” kata Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, dalam siaran persnya, Jumat (10/8/2018).

Langkah sinergi kedua negara tersebut ditandai melalui pertukaran Memorandum of Agreement (MoA) antara Presiden Institut Otomotif Indonesia (IOI) I Made Dana Tangkas dengan CEO Malaysia Automotive Institute (MAI) Dato Mohamad Madani Sahari yang disaksikan oleh Menteri Perdangangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking dan Dirjen KPAII Kemenperin. Pada kesempatan itu, Dirjen KPAII juga melakukan pertemuan dengan Menteri Darell Leiking.

Putu mengatakan, kerja sama yang akan dilakukan meliputi pengembangan kompetensi sumber daya manusia, penguatan rantai pasok, peningkatan daya saing industri komponen serta melakukan kegiatan penelitian dan pengembangan (R&D).

“Kami memberikan apresiasi kepada IOI dan MAI untuk memacu industri otomotif bersama,” tuturnya.

Menurut Putu, Indonesia dan Malaysia memliki kekuatan bersama dengan tersedianya jumlah 2000 industri komponen. Mereka telah siap menghasilkan produk bernilai tambah tinggi guna mendukung industri otomotif seusai tren global dan selera konsumen saat ini.

“Jadi, diharapkan nantinya, membuat komponen bersama yang kritikal dan nonkritikal untuk diproduksi dan dipasarkan di ASEAN,” ujarya.

Apalagi, ASEAN menjadi salah satu pasar yang potensial untuk memasarkan produk kendaraan. “Dengan populasi yang sangat besar hingga mencapai 650 juta jiwa, menjadi potensi market khususnya bagi industri otomotif,” imbuhnya.

Putu menjelaskan, Pemerintah Indonesia tengah fokus memacu pengembangan dan daya saing industri otomotif. Pasalnya, sektor ini menjadi satu dari lima industri yang akan menjadi pionir dalam penerapan revolusi industri generasi keempat sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Bentuk dukungan kebijakannya, antara lain pemberian insentif berupa tax holiday dan tax allowance untuk investasi baru atau perluasan dalam rangka menarik investasi dan membina industri nasional,” ungkap Putu.

Kemenperin menargetkan, produksi kendaraan di Indonesia akan mencapai 1,5 juta unit pada tahun 2020 dan naik menjadi 4 juta unit di tahun 2035. Sedangkan target untuk ekspor kendaraan pada tahun 2020 sebanyak 250 ribu unit dan meningkat 600 persen di tahun 2035 sehingga menjadi 1,5 juta unit.

Sementara itu, sesuai peta jalan pengembangan industri otomotif nasional, pada tahun 2020 sebesar 10 persen dari 1,5 juta mobil yang diproduksi di dalam negeri adalah golongan kendaraan beremisi karbon rendah atau low carbon emission vehicle (LCEV). Kemudian, di tahun 2035, dibidik naik sampai 30 persen saat produksi mencapai 4 juta unit mobil.

Presiden IOI I Made Dana Tangkas menyampaikan, IOI dan MAI mendorong joint venture antara perusahaan komponen otomotif di Indonesia dan Malaysia agar dapat memenuhi kebutuhan principal yang banyak berada di kedua negara. Selain itu, bakal menginisiasi terbentuknya ASEAN Automotive Institute Federation.

“Hal ini agar kita bisa mengelola pasar ASEAN dengan mandiri,” ujarnya.

Menteri Perdagangan dan Industri Internasional Malaysia Darell Leiking menyampaikan, gagasan mobil ASEAN disampaikan oleh Perdana Menteri Mahathir Mohamad.

Melalui kerja sama institut otomotif kedua negara, diharapkan ada perluasan pasar bagi vendor-vendor kedua negara. Menteri Leiking menambahkan, hasil dari kerja sama ini ditindaklanjuti menjadi sesuatu yang terukur.

CEO MAI Dato Mohamad Madani Sahari mengatakan, kedua belah pihak akan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang bisa melakukan kerja sama dan didorong untuk memproduksi komponen untuk kendaraan internal combustion engine (ICE), kemudian melakukan riset bersama untuk mempelajari semua teknologi baru, seperti kendaraan listrik atau hybrid.

“Hasil riset itu bisa digunakan oleh perusahaan yang ikut joint venture dengan didukung pula pada pengembangan SDM dan supply chain untuk perusahaan joint venture tersebut,” jelasnya.

Madani meyakini, kemampuan industri komponen kedua negara sudah mencapai 90 persen.

“Kami juga ingin adanya kerja sama mengenai biofuel karena sawit merupakan komoditas penting untuk kedua negara. Tidak menutup kemungkinan kerja sama dilakukan dengan negara ASEAN lain seperti Thailand atau Filipina. Diharapkan joint venture ini dapat memproduksi kendaraan sendiri,” imbuhnya. (asr)

 

Pemberontak Kolombia Diduga Serang Pipa Minyak dengan Bom Puluhan Kali

0

EpochTimesId – Sisa-sisa komplotan pemberontak diduga melakukan serangan terhadap puluhan titik pipa saluran minyak mentah di Kolombia. Korban terbaru, adalah pipa minyak milih perusahaan minyak milik negara Kolombia, Ecopetrol SA.

Ecopetrol pun menghentikan pemompaan di pipa Cano Limon-Covenas karena serangan bom, baru-baru ini. Perusahaan mengeluarkan pengumuman resmi pada 11 Agustus 2018.

Serangan terbaru itu terjadi pada Jumat malam, 10 Agustus 2018, waktu setempat. Bom meledak di daerah pedesaan di kota Saravena, di provinsi Arauca, dekat perbatasan dengan Venezuela.

Ecopetrol, memiliki jaringan saluran pipa melalui anak perusahaannya, Cenit. Mereka tidak menghubungkan serangan itu dengan kelompok bersenjata tertentu.

Namun, menurut sumber militer, saluran pipa telah diserang hampir 60 kali tahun ini. Pelaku serangan adalah Tentara Pembebasan Nasional (ELN), kelompok gerilya aktif yang tersisa di negara itu.

“Insiden ini menyebabkan tumpahan minyak mentah menjadi vegetasi dan mencemari tanah, tanpa mempengaruhi sumber air. Tumpahan minyak mencapai bagian dari jalan tersier yang menyediakan akses alternatif dari Saravena ke kota Tame,” kata Ecopetrol dalam sebuah pernyataan.

Meskipun mengakibatkan penghentian pengoperasian pipa, yang dapat mengangkut hingga 210.000 barel minyak mentah per hari, produksi dan ekspor dari lapangan Cano Limon, tidak terpengaruh. Lapangan Cano Limon dioperasikan oleh Occidental Petroleum Corp.

Pipa sepanjang 485 mil (780 km) itu juga sempat dihentikan operasinya selama enam bulan sejak awal tahun ini, karena serangan berulang dan pencurian minyak mentah. Pengoperasian jaringan pipa baru dibuka kembali pada 10 Juli 2018 lalu.

ELN, yang dianggap sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat dan Uni Eropa, memiliki sekitar 1.500 pejuang. Mereka menentang operasional perusahaan multinasional. Perusahaan asing dituding merebut sumber daya alam tanpa menguntungkan warga Kolombia. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

FBI Dalami Motif Pekerja Airline Curi dan Tabrakkan Pesawat

0

EpochTimesId – Otoritas penyidik federal Amerika Serikat (FBI) mengatakan akan berusaha untuk mempelajari apa yang mendorong seorang pekerja penerbangan mencuri pesawat penumpang kosong dari bandara Seattle, pada hari Sabtu (11/8/2018) waktu setempat. Insiden itu menimbulkan ketakutan dan gangguan keamanan yang menyebabkan pengerahan jet tempur AS.

Insiden berakhir ketika pesawat itu jatuh ke sebuah pulau yang berpenduduk jarang. Pencurian pesawat itu dilakukan oleh seorang agen ‘layanan darat’ (ground service) maskapai Horizon Air.

Pelaku, Richard Russell, masuk ke pesawat turboprop Bombardier Q400 pada Jumat malam di sebuah area perawatan, di Bandara Internasional Seattle-Tacoma. Maskapai yang juga group usaha Horizon, Alaska Airline mengatakan pria 29 tahun itu mencuri dan menerbangkan pesawat kosong di Bandara Internasional Seattle-Tacoma, Amerika Serikat.
Pegawai yang biasanya bertugas membantu petugas bagasi itu memindahkan pesawat ke landasan pacu (runway) bandara dengan menggunakan ‘traktor pushback’. Dia berhasil take off tanpa ijin otoritas bandara (ATC) sekitar pukul 8 malam, pada 10 Agustus 2018.

Dia terbang serampangan selama sekitar satu jam. Pesawat bahkan nyaris jatuh ke air ketika bermanuver ‘jungkir balik’, sebelum menabrak pepohonan di hutan Pulau Ketron di Puget Sound, sekitar 25 mil sebelah barat daya bandara Seattle.

Pelaku diduga mencuri pesawat untuk bunuh diri dan tampaknya bertindak seorang diri, menurut Departemen Sheriff Pierce County. Sheriff mengatakan karyawan itu diyakini tewas dalam kecelakaan itu.

“Melakukan stunts (atraksi akrobat) di udara atau kurangnya keterampilan terbang, menyebabkan kecelakaan di Pulau,” kata Departemen Sheriff di Twitter.

Dalam potongan rekaman dari percakapannya dengan pengendali lalu lintas udara (petugas ATC) yang dipublikasikan secara online oleh Broadcastify.com, pria itu mengaku menyesal. Dia meminta maaf karena mengecewakan orang-orang yang peduli padanya. Pelaku juga sempat menggambarkan dirinya sebagai ‘orang yang rusak’.

“(Saya) punya beberapa sekrup longgar, saya kira,” dia terdengar mengatakan dalam rekaman. “(Saya) tidak pernah benar-benar mengetahuinya sampai sekarang.”

Federal Aviation Administration, Biro Investigasi Federal, dan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional sedang menyelidiki insiden itu.

“Sampai FBI memiliki kesempatan untuk mendapatkan latar belakang yang lebih baik pada orang tersebut, mencari tahu motif apa yang mereka miliki, terlalu dini untuk menentukan apa tujuannya,” kata Debra Eckrote, kepala wilayah Pasifik Barat NTSB, dalam sebuah konferensi pers.

Dua jet tempur F-15 dikerahkan terbang dari pangkalan militer di Portland, Oregon. Keduanya berhasil mengejar pesawat curian dalam beberapa menit.

“Jet-jet itu dipersenjatai tetapi tidak melepaskan tembakan,” kata jurubicara Komando Angkatan Udara Amerika Serikat, Cameron Hillier, melalui sambungan telepon.

“Sebagai gantinya, pilot F-15 dan pengendali lalu lintas udara mencoba untuk memandu pesawat ke arah barat, menjauhi daerah yang berpenduduk. Tidak ada yang terluka di darat,” sambung kata Hillier.

Tidak jelas bagaimana pegawai itu bisa lolos dari pengawasan sehingga dapat menaiki pesawat di landasan pacu dan lepas landas tanpa izin.

“Kami bekerja untuk mencari tahu apa yang bisa kami lakukan tentang apa yang terjadi,” Brad Tilden, chief executive Alaska Air Group, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Bombardier Q400 turboprop dirancang untuk penerbangan jarak pendek dan dapat mengangkut hingga 76 penumpang. (Reuters/The Epoch Times/waa)

Simak juga, Pengakuan Dokter yang Dipaksa Panen Organ Hidup :

https://youtu.be/0x2fRjqhmTA

12 Jam Jalani Tes Kesehatan dan Kejiwaan Capres-Cawapres, Ini Kata Jokowi-Maruf

Epochtimes.id- Setelah 12 jam menjalani tes kesehatan dan kejiwaan sebagai bakal pasangan calon presiden dan calon wakil presiden di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Minggu (12/08/2018) Joko Widodo dan Ma’ruf Amin mengatakan diri mereka masih segar bugar seperti sediakala.

Alhamdulillah saya dengan Kiai Ma’ruf Amin telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan kami,  beliau masih segar bugar, saya juga masih segar bugar dari pagi sampai malam ini,” kata Jokowi.

Meski demikian, Jokowi mengatakan tes kesehatan yang dialaminya lebih cepat dari Maruf Amin. Ini dikarenakan Jokowi menyebut dirinya mengikuti tes kesehatan seperti ini bukan hal yang pertamakalinya.

Jokowi menuturkan dirinya sudah 5 kali melakukan pemeriksaan kesehatan dari wali kota dua kali, saat calon gubernur, calon presiden dan kembali mengikutinya kali ini.

“Jadi sudah 5 kali. Tidak usah diberesin lagi oleh tim dokter sudah hapal,” katanya.

Jokowi mengungkapkan meski berlangsung lama, dirinya tak mengalami kelelahan selama diperiksa tim gabungan IDI dan RSPAD.   “Tidak ada yang melelahkan,” ujarnya.

Jawaban serupa disampaikan oleh KH Maruf Amin yang menyatakan dirinya tak mengalami kelelahan sama sekali saat diperiksa walaupun dirinya kini sudah menginjak pada usia 75 tahun. Justru, kata Maruf, pelaksanaan rangkaian ibadah haji lebih melelahkan.

“Tidak ada yang mengalahkan, yang melelahkan adalah kalau keliling ke daerah-daerah, haji itu lebih berat saat sa’i,” ujarnya.

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ilham Oetama Marsis mengungkapkan mengapa adanya perbedaan waktu lebih lama dengan Jokowi dan Maruf Amin.

Menurut dia, Jokowi sudah melakukan tes kesehatan seperti sebelumnya. Sedangkan, kata dia, bagi Maruf Amin merupakan yang pertama kalinya.

Ilham merinci, orang yang pernah mengikuti tes kesehatan ini akan lebih siap dan lancar dibandingkan orang yang pertama kali menjalaninya. Hanya saja, kata dia, tes kesehatan  capres dan cawapres menggunakan alat-alat modern yang lebih cepat.

Adapun rincian jenis dan lamanya pemeriksaan terhadap Jokowi-Ma’ruf yakni tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) atau psikometri 90 menit, penyakit dalam 30 menit, bedah 20 menit, neurologi 60 menit, dan wawancara psikiatri 90 menit.

Tes lainnya adalah pemeriksaan mata berlangsung 30 menit, THT-KL (Telinga Hidung Tenggorokan-Kepala Leher) audiometri nada murni 30 menit, jantung dan pembuluh darah 45 menit, echokardiografi 20 menit, paru dan tes lain 20 menit, radiologi thoraks 10 menit, MRI kepala 30 menit, dan pengambilan sample laboratorium 10 menit.

Jokowi-Maruf Amin mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan sebagai syarat pencalonan di pilpres 2019 sebagaimana diatur oleh Undang-Undang. Tes keduanya dimulai pada pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar pukul 20.25 WIB. (asr)

Meksiko Temukan Kerangka Suku Maya Berusia Tujuh Ribu Tahun

0

EpochTimesId – Kerangka kuno milik tiga individu suku Maya ditemukan di Meksiko. Mereka diperkirakan meninggal pada 7.000 tahun yang lalu.

Arkeolog pada konferensi pers di Mexico City mengungkapkan bahwa sisa-sisa leluhur peradaban suku Maya ditemukan di sebuah gua. Kerangka itu ditemukan di gua Puyil di Tacotalpa, di negara bagian Tabasco, sebelah selatan Meksiko.

“Bagi bangsa Maya, itu adalah gua leluhur. Gua ini digunakan oleh bangsa Maya, mereka menghormati sisa-sisa kerangka yang sudah ada di sana dan meninggalkan sisa-sisa mereka di dalam. Jadi ini memiliki jangka waktu pendudukan gua hingga 7.000 tahun hingga hari ini,” kata arkeolog Alberto Martos, dari Institut Nasional Antropologi dan Sejarah.

Para ilmuwan sudah memajang kerangka, tengkorak, gigi, dan sisa-sisa suku Maya kuno lainnya.

“pPeninggalan dari tujuh ribu tahun adalah apa yang baru saja kita temukan, yang merupakan periode transisi dari pemburu menjadi sedentarisme,” kata Martos.

“Ada kelompok berbeda selama waktu ini yang menggunakan gua. Jelas itu bukan gua domestik. Di masa prasejarah itu mungkin digunakan untuk ritual dan kuburan untuk membuang jenasah manusia.”

Bangsa Maya mengambil tempat tinggal di Mesoamerika, yang sekarang adalah Meksiko dan Amerika Tengah, pada sekitar 1800 SM. Peradaban Maya mencapai puncaknya sekitar 250 M. Populasi suku Maya mungkin telah mencapai 2 juta, dan peradaban Maya kemudian menyebar ke sekitar 40 kota.

Sekitar tahun 900 Masehi, bangsa Maya secara misterius menghilang dari kota-kota mereka, setelah sekitar 200 tahun melakukan dominasi regional. Para ilmuwan masih bingung bagaimana sebuah peradaban yang sedang berkembang, tiba-tiba menghilang.

Pada saat orang Spanyol tiba, peradaban Maya terkubur di bawah hutan hujan. Suku Maya biasanya tinggal di desa-desa pertanian yang tersebar. (Colin Fredericson/NTD.tv/waa)

Video Pilihan :

https://youtu.be/fTKcu82AtsA

Tiongkok Mencabut Minyak Mentah AS dari Daftar Tarif Balas Dendam

oleh Qin Yufei

Ketika Beijing mengumumkan daftar tarif impor atas komoditas dari AS senilai USD. 16 miliar, tidak tampak lagi ada minyak mentah yang sebelumnya tercantum dari draft daftar tarif impor.

Wall Street Journal melaporkan bahwa minyak mentah terdaftar dalam daftar tarif atas komoditas impor dari AS yang akan dinaikkan oleh Tiongkok pada bulan Juni lalu bila AS menerapkan kenaikan tarif barang impor dari Tiongkok senilai USD. 16 miliar.

Tapi ini jelas adalah tindakan bunuh diri : Dalam 2 tahun terakhir, Tiongkok telah menjadi pembeli terbesar minyak mentah AS yang besarnya sekitar 20 % dari jumlah minyak mentah yang diekspor Amerika Serikat.

Hari Rabu (8 Agustus) orang-orang menemukan bahwa minyak mentah AS menghilang dari daftar tarif baru. Kementerian Perdagangan Tiongkok tidak menjelaskan perubahan ini. Tarif balas dendam Tiongkok terhadap Amerika Serikat akan berlaku pada 23 Agustus sama seperti yang dilakukan AS terhadap Tiongkok dalam nilai dan waktunya.

Analis dan orang dalam industri mengatakan, perubahan ini mungkin terjadi akibat ekonomi Tiongkok yang menunjukkan pelambanan dan AS tak terpengaruh oleh kenaikan tarif Tiongkok karena tidak sulit dalam menemukan pembeli baru, sehingga otoritas perlu mempertimbangkan kembali cara pembalasannya.

Namun, penyebab yang lebih berperan tampaknya karena tingginya ketergantungan Tiongkok terhadap minyak mentah impor. 70 % kebutuhan energi Tiongkok tergantung pada impor. Badan Energi Internasional memperkirakan bahwa persentase tersebut akan meningkat menjadi 80 % pada tahun 2040.

“Jika Beijing memungut pajak atas impor minyak mentah dari AS lebih tinggi, itu akan sama saja seperti mengangkat batu yang akan menimpa kaki sendiri” kata analis AMP Capital Markets, Shane Oliver. “Perekonomian Tiongkok sangat bergantung pada minyak”.

Meskipun impor minyak mentah Tiongkok dari Amerika Serikat melonjak 200 kali lipat dalam 2 tahun terakhir, namun minyak mentah AS hanya menyumbang 3 % dari total komoditas yang diimpor oleh Tiongkok. Pemasok minyak mentah terbesar Tiongkok adalah Rusia dan Arab Saudi.

Dalam beberapa tahun terakhir, negara-negara Asia termasuk Tiongkok telah mulai merenovasi pabrik untuk beradaptasi dengan varietas minyak asal AS. Jika Tiongkok mendorong keluar minyak mentah AS dari pasarnya, negara-negara Asia lainnya dapat dengan mudah menampungnya.

“Minyak mentah ringan AS tidak akan hilang dari pasar” kata ekonom CME Group, Erik Norland. “Jika tidak diekspor ke Tiongkok, minyak AS akan diekspor ke negara lain, mereka itu mungkin ke negara Asia lainnya atau seluruh dunia”.

Para eksekutif industri berspekulasi bahwa alasan lain untuk Tiongkok menghapus minyak mentah AS dari daftar tarif baru adalah bahwa Tiongkok sedang membuka jalan untuk mengimpor minyak mentah dari Iran. Sanksi AS terhadap Iran akan mulai berlaku pada bulan November tahun ini, tetapi Amerika Serikat mungkin dapat memberikan pengecualian terhadap beberapa negara untuk membeli minyak Iran.

CEO perusahaan Canary, Dan Eberhart mengatakan bahwa tarif atas minyak mentah AS dapat mengurangi probabilitas AS memberikan kelonggaran pada pemerintah Tiongkok. “Itu bisa semakin membuat marah Amerika Serikat” katanya.

Bloomberg melaporkan bahwa penghapusan minyak mentah dari daftar tarif baru  menunjukkan bahwa peran minyak mentah Amerika Serikat di pasar minyak global sudah tidak dapat diabaikan.

“Amerika Serikat telah menjadi dan akan terus menjadi sumber utama produksi minyak tambahan di dunia” Analis konsultan FGE, Den Syahril mengatakan : “Dengan adanya beberapa kilang baru yang akan dioperasikan dalam 2 tahun ke depan, Tiongkok menghindari untuk membuat keputusan yang secara serius dapat merugikan industri penyulingan domestik.”

Sebelum perang tarif, ekspor minyak mentah AS ke Tiongkok mencapai 15 juta barel pada bulan Juni, ini adalah tingkat tertinggi sejak tahun 1996. Karena itu ia menjadi pembeli terbesar minyak mentah AS.

Bulan lalu, booming minyak shale meningkatkan produksi minyak mentah AS ke 11 juta barel per hari yang belum pernah terjadi sebelumnya. Peningkatan output telah menurunkan harga minyak AS dan meningkatkan daya tarik minyak AS kepada negara-negara Asia. Asia adalah konsumen minyak terbesar di dunia. (Sin/asr)

Gangster Rencanakan Penyelundupan Imigran Gelap dengan Jet Ski di Selat Inggris

EpochTimesId — Selat Inggris, lautan luas sejauh sembilan belas mil dari daratan, dengan kedalaman ratusan meter. Kanal itu dilalui 400 kapal sehari. Selat Inggris adalah kutukan para pedagang dan calon migran yang berkumpul di pantai timur Perancis, dengan pemandangan menuju Inggris.

Berbeda dengan para migran yang melintasi Laut Tengah secara massal untuk mencapai pantai-pantai Eropa, hanya sedikit yang mencoba perjalanan berbahaya melintasi jalur penyeberangan dengan perahu. Kebanyakan dari mereka, mencoba menyelinap ke truk yang menaiki banyak feri.

Tapi, sebuah gengster perdagangan orang mengambil langkah yang lebih ekstrim. Mereka tidak hanya menyelundupkan orang menyeberangi perairan melalui jalur pelayaran tersibuk di dunia melalui kapal tapi menggunakan cara super ekstrim. Mereka menyiapkan jet ski untuk imigran gelap menyeberangi lautan sejauh dan sedalam itu.

Rencana mereka terungkap dalam persidangan di Old Bailey London, baru-baru ini. Pengadilan menyatakan mereka bersalah pada 7 Agustus 2018 lalu, karena bersekongkol untuk melanggar undang-undang imigrasi.

Imigran ilegal diyakini membayar sekitar 5.500 (sekitar 90 juta rupiah) untuk perjalanan berbahaya itu. Perjalanan yang dikatakan sama berbahayanya dengan perlintasan Mediterania, dari Afrika ke Eropa, di mana ribuan orang telah tewas tenggelam dalam beberapa tahun terakhir.

Sebuah geng perdagangan orang asal Albania telah bekerja dengan sebuah kelompok dari Kent di Inggris. Semuanya dengan pengalaman berlayar minimal, bekerja untuk membawa orang-orang menyeberangi lautan dengan perahu kecil dalam kegelapan.

Secara total, enam pria telah divonis bersalah.

Pada sebuah kesempatan, gengster itu juga pernah membawa 18 orang menyeberangi kanal itu dengan perahu karet kecil. Perahu karet yang dipaksakan membawa enam orang.

Badan Kejahatan Nasional telah mengawasi awak itu dari Mei 2016. Mereka menanam alat pendengar di salah satu kapal karet mereka.

Diselamatkan Dari Jalur Penyeberangan
Gengster itu pernah mengalami serangkaian kecelakaan. Diantaranya termasuk serempetan dengan kapal penangkap ikan dan kapal kargo, dan memotong jalur pelayaran. Mereka juga pernah kehabisan bahan bakar dan harus diselamatkan dari tengah samudera.

Polisi melakukan penangkapan sebulan kemudian, ketika tiga anggota geng terlihat tengah membeli jet ski.

Kepala penyelidikan regional Badan Kejahatan Nasional Brendan Foreman mengatakan dalam sebuah pernyataan mengatakan, “Orang-orang ini terlibat dalam rencana yang sangat sembrono untuk membawa migran ke Inggris secara ilegal dan dengan cara yang sangat berbahaya.”

Foreman menambahkan, “Mereka siap mempertaruhkan nyawa demi keuntungan, memperlakukan orang sebagai komoditas untuk dikirim melintasi jalur pelayaran tersibuk di dunia menggunakan perahu kecil dan bahkan jet ski.”

Rose-Marie Franton dari Kejaksaan Agung mengatakan dalam sebuah pernyataan, “Ini adalah perusahaan yang profesional dan menguntungkan dan dilakukan dengan sedikit perhatian untuk risiko yang terlibat atau kehidupan yang bersangkutan.”

Mayoritas migran ilegal di Inggris adalah mereka yang memiliki visa jatuh tempo, gagal menerima suaka, atau telah mendapatkan visa secara ilegal.

Daya tarik Inggris sebagai tujuan akhir bagi imigran gelap menyebabkan berkembangnya sebuah kamp pengungsian 10.000 orang di pelabuhan Perancis, Calais. Kawasan yang dikenal sebagai The Jungle, di mana beberapa imigran gelap bahkan tinggal selama bertahun-tahun.

Kamp tersebut, yang dihancurkan pada tahun 2016, berfungsi sebagai pangkalan dalam upaya harian untuk menaiki, berbondong-bondong menaiki truk dan kendaraan lain yang sedang naik kapal feri.

Pengemudi truk menghadapi denda di tempat hingga hingga 2.000 Euro (sekitar 33 juta rupiah) untuk setiap imigran gelap yang ditemukan di dalam kendaraan mereka.

Hanya ada sedikit informasi tentang tingkat migrasi ilegal. Sebuah laporan oleh London School of Economics pada 2007 memperkirakan jumlah migran gelap adalah 533.000, sedikit di bawah 1 persen dari populasi.

Pada tanggal 15 Mei, di Pengadilan Kriminal Pusat, George Powell mengajukan pembelaan bersalah atas keterlibatannya dalam konspirasi. Anggota lain kelompok itu, Wayne Bath, Saba Dulaj, Artur Nutaj, Albert Letchford, Leonard Powell, dan Alfie Powell, mengaku tidak bersalah. Akan tetapi, mereka dinyatakan bersalah pada 7 Agustus 2018. (Simon Veazey/Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Politisi AS Usul Pangkas Bantuan Luar Negeri untuk Bangun Tembok Perbatasan

0

EpochTimesId – Seorang anggota Kongres Amerika Serikat memperkenalkan sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang akan membantu pendanaan pembangunan tembok perbatasan. RUU itu mengusulkan untuk memangkas bantuan asing ke negara-negara asal imigran ilegal yang masuk ke Amerika Serikat.

Politisi Partai Republik, Andy Biggs yang memperkenalkan RUU itu, memberi judul RUU usulannya sebagai, “RUU Pendanaan dan Penyelesaian Tembok Perbatasan. RUU itu mengusulkan hukuman pemangkasan bantuan senilai 2.000 dolar AS (28 juta rupiah) untuk setiap imigran yang secara ilegal menyeberang ke tanah Amerika. Uang dari hukuman ini kemudian akan diarahkan kembali untuk membangun tembok perbatasan.

“Kami gagal mengamankan dana untuk dinding perbatasan. Sementara itu, agen Patroli Perbatasan kami menderita demoralisasi kerugian sumber daya dan personel,” kata Biggs dalam sebuah pernyataan. “Kita harus membiayai, memulai, dan menyelesaikan tembok perbatasan tanpa penundaan lebih lanjut.”

Pada tanggal 23 Maret, Trump menandatangani RUU pengeluaran 1,3 triliun dolar AS yang termasuk 654 miliar dolar dalam pendanaan untuk pertahanan. Akan tetapi hanya 1,6 miliar dolar dalam bentuk dana untuk tembok perbatasan, salah satu janji kampanye Trump.

Nilai tersebut jauh lebih sedikit dari perkiraan kebutuhan 25 miliar untuk penyelesaian tembok beserta sistem pengamanan perbatasan. Pentingnya tembok itu membuat Trump mengancam akan memveto RUU Pengeluaran Negara.

Undang-undang yang baru diperkenalkan juga mengusulkan pengembalian upah lembur untuk karyawan Patroli Perbatasan dengan tarif yang sama seperti semua lembaga penegak hukum Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) lainnya. Selain itu, RUU akan menginstruksikan sekretaris DHS untuk mengambil tindakan dalam memasang hambatan fisik dan teknologi untuk mencegah penyeberangan ilegal, yang dianggap perlu.

“Itu adalah bantuan asing, itu bukan mencuri uang. Ini adalah uang yang kami sediakan dan banyak dari orang-orang ini menyeberang bukan di pelabuhan masuk, mereka tidak datang meskipun secara hukum berusaha masuk ke negara kami—mereka membobol negara kita,” ujar Biggs.

Pada bulan Juli, lebih dari 31.300 imigran gelap ditangkap oleh Patroli Perbatasan pada kawasan sekitar pintu masuk resmi di perbatasan barat daya, menurut statistik Kepabeanan dan Perlindungan Perbatasan (CBP). Pada bulan Juni sekitar 34.100 imigran ilegal tertangkap.

Pada tahun 2017, sekitar 303.916 orang secara total ditangkap oleh patroli perbatasan. Dengan menggunakan angka-angka itu, RUU baru pada dasarnya bisa mengumpulkan sekitar 600 juta dolar setiap tahun. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan untuk mengomentari undang-undang baru.

Tembok perbatasan sudah ada di perbatasan AS-Meksiko tetapi hanya di beberapa tempat. Kebanyakan penyeberangan ilegal terjadi di Lembah Rio Grande Texas, di mana Sungai Rio Grande yang berliku menjadi perbatasan alami antara Amerika Serikat dan Meksiko. (Bowen Xiao/The Epoch Times/waa)

Video Pilihan :

Prabowo-Sandiaga Deklarasi Capres Cawapres di Pilpres 2019

Epochtimes.id- Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto dan Wakil Gubernur DKI Jakarta SandiagaUno resmi mendeklarasikan diri sebagai pasangan bakal calon presiden-bakal calon wakil presiden dalam Pilpres 2019.

Kedua bakal pasangan calon ini didukung oleh tiga partai politik yakni Gerindra, PKS, PAN. Sedangkan Demorkat tak hadir saat deklarasi.

“Pada saat ini baru saja pimpinan dari tiga parpol yaitu Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional dan Partai Gerakan Indonesia Raya telah memutuskan dan memberi kepercayaan kepada saya Prabowo Subianto dan saudara Sandiaga Salahudin Uno untuk maju sebagai calon presiden dan calon wakil presiden RI untuk masa bakti 2019-2024,” kata Prabowo saat berpidato di rumah kediamannya di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (09/08/2018).

Prabowo mengatakan kepercayaan yang diberikan kepada mereka berdua adalah suatu kepercayaan yang sangat besar.

Prabowo mengatakan mereka berdua sebagai anak bangsa sebagai insan hamba Tuhan akan memohon kekuatan dari yang maha kuasa, agar tidak mengecewakan kepercayaan yang diberikan kepada mereka berdua ini.

Prabowo mengakui proses penentuan capres dan cawapres ini tidak mudah dan melelahkan. Prabowo mengakui terus berunding dengan tokoh-tokoh politik dari PKS, PAN dan Partai Demokrat.

Prabowo menuturkan, membangun suatu koalisi tidak mudah karena banyak yang harus dipertemukan antara koalisi.

Prabowo mengatakan sejak awal dirinya bersama Gerindra, PKS dan PAN telah membentuk satu koalisi de facto sejak lama. Prabowo mengakui terus berusaha menjalin kepercayaan dan kebersamaan dengan semua pihak.

“Saya ketemu dengan mbak Puan Maharani, saya ketemu dengan senior saya presiden Susilo Bambang Yudhoyono, saya terus berusaha untuk membangun suatu koalisi yang besar,” ujar Prabowo.

“Untuk memberi solusi pada kesulitan-kesulitan rakyat Indonesia dan kesulitan bangsa Indonesia yang kita hadapi sekarang,” lanjut Prabowo.

Nama Sandiaga Uno  menguat setelah Ketua Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ditolak sebagai cawapres.

Penentuan cawapres Prabowo ini memanas setelah Wasekjen Demokrat, Andi Arief menuding Prabowo sebagai “jenderal kardus”. Bahkan, Andi Arief menuduh Sandiaga Uno memberi PAN dan PKS masing-masing Rp 500 miliar. (asr)

AS Telah Bedakan PKT dengan Tiongkok, Beijing Jangan Anggap Remeh

Zhou Xiaohui

Menurut berita di media massa AS tanggal 24 Juli lalu, terhadap ambisi Beijing untuk meluaskan kekuasaan ke seluruh dunia, Michael Collins selaku asisten deputi direktur Pusat Misi Asia Timur CIA tanggal 20 Juli lalu pada suatu rapat keamanan menyatakan, “Secara mendasar Partai Komunis Tiongkok (PKT) sedang mencari cara untuk menggantikan Amerika dan menjadi kekuatan kepemimpinan global. Sekitar 10 hingga 15 tahun lalu, kita tidak akan berkata seperti ini.” Collins juga memperingatkan, RRT tengah menggunakan segala sumber daya yang ada berupaya untuk menggeser posisi kepemimpinan AS di seluruh dunia.

Yang patut diperhatikan adalah, Asisten Deputi Direktur Pusat Misi Asia Timur CIA Michael Collins secara jelas menyatakan akan memisahkan antara sebuah negara Tiongkok dengan Partai Komunis Tiongkok yang telah menguasai Tiongkok sejak tahun 1949.

“Ketika kita melihat ancaman dari PKT secara objektif, kita tidak perlu memandang negeri Tiongkok, maupun kebangkitan Tiongkok dan rakyat Tiongkok sendiri sebagai ancaman. Yang perlu kita khawatirkan adalah orientasi PKT dan sasaran yang ingin dicapai oleh Partai Komunis Tiongkok yang tengah mengupayakannya dengan cara yang kian hari kian keras.”

Ia juga menambahkan, pasca peristiwa teror 11 September WTC, PKT memanfaatkan kesempatan beralihnya perhatian AS dan masyarakat internasional yang terfokus pada memberantas terorisme untuk mengembangkan kekuatannya sendiri.

Ini sudah bukan kalai pertama dalam waktu dekat ini pejabat pemerintah AS secara jelas membedakan negeri Tiongkok dengan PKT. Sejak bulan Mei lalu, PKT memaksa 36 maskapai penerbangan termasuk milik AS untuk mengubah data di situs internet dan data promosi mereka terkait identifikasi terhadap “Taiwan”, juga “Hongkong” dan “Makao”, sekretaris pers Gedung Putih dalam pernyataannya menyebutkan: “Presiden Donald Trump menentang pembenaran politik (Political Correctness) AS, ia juga akan mendukung rakyat AS untuk memboikot Partai Komunis Tiongkok yang melakukan pembenaran politik secara paksa terhadap perusahaan dan warga AS.

Ini adalah omong kosong ala Orwell (Sastrawan Inggris yang terkenal dengan karyanya Nineteen Eighty-Four dan Animal Farm), yang juga merupakan bagian dari perluasan pengaruh Partai Komunis Tiongkok yang memaksakan pandangan politiknya pada perusahaan swasta dan warga AS. Tekanan PKT terhadap internet sudah terkenal di seluruh dunia. Upaya PKT dalam menyebarkan sistem sensor dan pembenaran politiknya bagi orang Amerika dan dunia bebas lain akan diboikot.”

Dalam pernyataannya, jarang terjadi pemerintahan Trump menyentil “PKT” sebanyak dua kali, menyampaikan sikap terhadap pembenaran politik PKT, pandangan politiknya, serta sistem pengendalian seluruh rakyat dan negaranya oleh partai, dan secara jelas membedakan antara “Tiongkok” dengan “PKT”, juga memastikan industri pemerintahan AS telah mengenali siapa yang tengah menyerang Amerika, siapa yang mencelakakan Amerika, dunia serta Tiongkok, yakni PKT.

Tidak diragukan, pernyataan ulang pembedaan tersebut oleh Collins telah menjadi kesepahaman di kalangan pejabat pemerintahan Trump. Pembedaan seperti ini sebenarnya juga tengah memberitahu warga Tiongkok juga dunia, bahwa pemerintah AS bersedia berpihak di sisi rakyat Tiongkok, karena jika PKT sebagai rezim runtuh, Tiongkok tetap akan bisa berkembang, dan dengan tidak adanya kekuasaan otoritarian PKT, rakyat Tiongkok akan hidup dengan bahagia.

Dalam artikel sebelumnya penulis menyebutkan, selain membedakan “PKT” secara jelas dengan “Tiongkok”, Trump juga membedakan antara Xi Jinping dengan “PKT”, Trump sempat beberapa kali menyebut Xi Jinping sebagai “temannya”.

Dalam hal ini, beberapa hari lalu seorang “generasi kedua pejabat tinggi PKT (Mandarin: Hong Erdai)” di Beijing saat membuat Analisa situasi politik kepada surat kabar Epoch Times juga sempat menyinggung alasan Trump menyebut Xi Jinping sebagai “teman”.

“Hong Erdai” itu mengatakan, karena Xi Jinping menguasai militer, rumor tidak akan mampu mengobarkan ombak besar, sementara isu tentang para sesepuh PKT di Beidaihe akan mengobarkan kekacauan juga tidak mungkin. Sementara ‘pejabat senior hitam’ yang menyasarnya, “Hong Erdai” itu mengatakan, Xi Jinping sendiri juga telah menyadarinya, maka dilakukanlah mencopot potret, dan menghentikan proyek Liangjiahe (Upaya pengkultusan Xi tapi dengan agenda terselubung untuk menjatuhkan Xi) dan lain sebagainya.

Menurutnya, Xi Jinping tidak akan terlalu menggubris adanya rumor, ia akan mencari cara untuk mengatasi pejabat senior hitam yang menghantuinya. “Hong Erdai” ini juga menyatakan, lawan terbesar Xi Jinping adalah Jiang Zemin dan Zeng Qinghong, “mereka seharusnya diadili”, tapi “di tingkat atas apa langkah pertama, apa langkah berikutnya; apa yang harus lebih dulu dilakukan, apa yang baru dilakukan kemudian, ini adalah semacam teknik khusus, tidak semudah itu”.

Hong Erdai berkata lugas, “Xi Jinping sekarang harus melangkah maju, melakukan reformasi keterbukaan secara besar-besaran, dan tidak bisa mundur lagi. Jika tidak demikian, ia sendiri tidak ada jalan keluar lain, jika ia melangkah kembali hanya akan menemui jalan buntu, menerapkan diktator tunggal juga jalan mati.”

Menurut informasi, saat berkunjung ke Amerika, Xi Jinping berdialog empat mata sangat lama dengan Trump sampai melebihi batas waktu yang dijadwalkan. Setelah pertemuan itu, Trump menyatakan telah meraih “perkembangan yang sangat penting”, dan telah membangun hubungan “yang sangat baik” dengan Xi Jinping.

Bisa dibayangkan, kedua pihak pasti telah melakukan dialog yang saling terbuka, Trump memahami sisi gelap PKT yang tidak diketahui dunia luar dan memahami pemikiran Xi Jinping, jika tidak, Trump tidak akan mengeluarkan pernyataan seperti itu.

Maksud Amerika “membedakan” secara jelas, dari pernyataan “Hong Erdai” ini bisa disimpulkan, pejabat tinggi PKT tahu betul, kuncinya terletak pada orang yang terlibat di dalamnya apakah pada waktu yang sangat terbatas bersedia menyelaraskan dengan pembedaan seperti ini, menyelaraskan diri terhadap kehancuran PKT yang tidak akan luput dari takdir, meninggalkan PKT yang penuh kejahatan, dan memilih masa depan cerah untuk dirinya sendiri, demi negaranya, demi rakyatnya.

Dan rekomendasi dari “Hong Erdai” ini telah mewakili suara hati mayoritas rakyat Tiongkok yang berakal sehat, Beijing tidak bisa menganggap remeh. (SUD/WHS/asr)

Jokowi Umumkan Maju Capres di Pilpres 2019 dengan Cawapres KH.Maruf Amin

Epochtimes.id- Presiden Jokowi resmi menyatakan bersedia mencalonkan kembali sebagai calon presiden bersama dengan KH.Maruf Amin sebagai Calon Wakil Presiden pada Pemilu Presiden 2019 mendatang.

“Mendengarkan masukan-masukan dari para ulama, dari ketua umum partai, pengurus-pengurus partai, dari relawan di seluruh Tanah Air dan tentunya aspirasi dari masyarakat luas, maka dengan mengucap bismillahirohmanirohim, saya memutuskan untuk mencalonkan diri sebagai capres periode 2019-2024,” kata Jokowi saat pengumuman yang disampaikannya di Restoran Plataran Menteng, Jl HOS Cokroaminoto No 42, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8/2018) malam.

Jokowi menjelaskan pencalonan kembali dirinya sebagai capres untuk melanjutkan program-program sebelumnya untuk kemajuan bangsa Indonesia.

“Keputusan ini adalah tanggung jawab besar, erat kaitannya dengan cita-cita untuk meneruskan mimpi besar Indonesia maju dalam melanjutkan pembangunan dan berkeadilan di seluruh pelosok,” ujar Jokowi.

Selanjutnya Jokowi menyatakan pada pilpres mendatang dirinya akan maju bersama KH.Maruf Amin.

“Mungkin ada beberapa pertanyaan dari masyarakat luas mengapa Maruf Amin yang dipilih. Beliau adalah sosok utuh sebagai tokoh agama. Beliau sebagai anggota DPRD, DPR RI, MPR RI, dan Wantimpres, Rais Am PBNU dan juga ketua MUI,”lanjutnya.”Dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai elemen masyarakat, maka saya putuskan dan telah mendapatkan persetujuan dari parpol Koalisi Indonesia Kerja bahwa yang akan mendampingi saya sebagai cawapres 2019-2024 Profesor Ma’ruf Amin,” imbuhnya.

Saat menyampaikan pengumuman pencalonan resmi sebagai capres dan cawapres Jokowi didampingi oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Ketum Parpol pendukung lainnya adalah Ketua Umum PKPI Diaz Hendropriyono, Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar dan Ketua Umum PSI Grace Natalie. (asr)

Amerika Gelar Perang Keempat Tiongkok Bersiap Hadapi Perubahan Besar

EpochTimesId – Dalam seabad terakhir, Amerika Serikat memenangkan perang pertamanya yakni Perang Dunia I. Amerika juga kemudian memenangkan Perang Dunia II. Ketiga, AS memenangkan Perang Dingin menghadapi Uni Soviet.

Perang dagang Tiongkok-AS, kini disebut oleh media sebagai perang besar ke-empat yang mempengaruhi dunia. Besar kemungkinan AS akan mengubah sistem politik Tiongkok dan mengubur sistem komunisme.

Sejumlah artikel media asing mengemukan bahwa Amerika Serikat bukan negara agresor, tetapi terlibat dalam Perang Dunia I dan II. AS terpaksa terlibat, karena dirugikan oleh tindak pelanggaran.

Perang ketiga adalah Perang Dingin dengan Uni Soviet, karena Uni Soviet memusuhi Amerika Serikat, dan mengembangkan senjata nuklir untuk menghadapi Amerika. Sehingga AS terpaksa meladeni, yang akhirnya menyebabkan runtuhnya Uni Soviet.

Kali ini, menghadapi perang ekonomi dan perdagangan dengan Partai komunis Tiongkok, Amerika Serikat juga dipaksa untuk bertindak mendahului. Beijing dalam beberapa tahun terakhir telah belok kiri dalam politik internal, dan memberlakukan kontrol tekanan tinggi. Serta menghadapi dunia luar dengan malakukan ekspansi politik, militer, dan ekonominya. Tiongkok bersaing dengan AS untuk menjadi pemimpin dunia.

Hal ini telah memaksa partai-partai berkuasa dan oposisi di Amerika Serikat, terlepas dari faksi elang atau merpati. Mereka mencapai konsensus untuk mengekang PKT. Bahkan ‘teman lawas PKT’, Henry Kissinger pun telah beralih sikap.

Artikel itu percaya bahwa perang tarif antara Tiongkok dengan AS saat ini hanyalah sebuah permulaan. Perang tarif impor akan memasuki perang ekonomi yang komprehensif dalam beberapa tahun mendatang.

Selain perang dagang dengan AS, PKT kini sedang berada dalam isolasi penuh dalam komunitas internasional. Amerika Serikat dan Eropa akan membentuk anti-komunis gabungan dalam satu atau dua bulan ke depan, dan Trump juga berjuang untuk memperoleh dukungan dari Putin.

Lima kekuatan utama dunia; Amerika Serikat, Eropa, Jepang, Tiongkok dan Rusia. Jepang pasti akan berjalan mengikuti Amerika Serikat, dan hanya Rusia yang mungkin akan bertahan tetap bersikap netral. Adapun negara-negara kecil lainnya, sebagian besar akan memilih Amerika Serikat dan Eropa sebagai sandaran. Baru-baru ini, bahkan Pakistan pun telah berubah dan kemungkinan akan berpaling muka dari Tiongkok.

Di bawah tekanan perang dagang, politik dan ekonomi PKT telah menunjukkan tanda-tanda ketidakstabilan. Baru-baru ini, Politbiro PKT meminta pihak berwenang untuk mewujudkan ‘6 stabilitas’ yang mana telah menandakan ada 6 situasi yang tidak terkendali.

Sedangkan di internal partai, perbedaan suara terus mengganggu menunjukkan bahwa kekuatan tingkat tinggi sedang terongrong. Dalam situasi kekacauan politik, ekonomi dan pikiran orang mulai bercabang, maka hal-hal tak terduga bisa bermunculan di masa mendatang.

Artikel percaya bahwa situasi yang membuat AS bersitegang dengan Tiongkok besar kemungkinannya mirip dengan situasi yang dihadapi AS saat bersitegang dengan Uni Soviet di masa lalu.

PKT kian menghadapi krisis eksistensinya yang disebabkan oleh perubahan kekuasaan yang menyebabkan tingkat tinggi mengubah garis politik. Mungkin juga untuk melangkah lebih jauh seperti Uni Soviet yang cenderung memilih beralih ke konstitusi demokratis dan membuang komunisme.

Artikel menyebutkan, Presiden Trump kini memiliki intensitas jaringan dukungan yang sangat tinggi. Jika Trump kembali terpilih, dan tetap mengekang PKT, ia mungkin berhasil memenangkan perang keempat AS. Seperti mantan presiden AS Ronard Reagan, pengusaha lapangan golf itu menjadi figur yang berhasil meruntuhkan komunisme.

Bahkan, sebelum perang dagang berkobar sudah banyak beredar di internet ramalan mengenai bagaimana Ronard Reagen meruntuhkan Uni Soviet, dan bagaimana Donald Trump meruntuhkan PKT.

Ada media Taiwan yang pro-PKT yang berupaya untuk mencegah nubuat menjadi kenyataan, kemudian menyarankan otoritas Beijing untuk tidak beradu mulut. Menyarankan Tiongkok untuk tidak beradu kekuatan yang berakhir pada ‘merobek muka’ lawan. Mereka bahkan menyarankan PKT untuk berintrospeksi diri demi menghindari adu emosi dengan Trump, perlu menyadari apa saja kesalahan yang pernah dibuat oleh diri sendiri, dan dengan tulus bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Selain itu, mereka menyarankan Tiongkok pada bidang ekonomi merealisasikan liberalisasi pasar sepenuhnya, di bidang politik mewujudkan hak pilih universal yang demokratis, dan mensyaratkan semua pejabat pemerintah untuk mengumumkan kekayaan resmi mereka untuk mencegah korupsi terjadi. Namun, Beijing tampaknya tidak mengadopsi proposal tersebut.

Beberapa hari yang lalu, media corong PKT ‘Renmin Rebao’ edisi luar negeri secara terbuka mengancam akan mencelakakan perusahaan AS di Tiongkok, seperti Apple CS. Ancaman disampaikan dalam rangka untuk mendesak AS menghentikan perang dagang. Media Hongkong pro PKT bahkan menyarankan Tiongkok untuk menghancurkan ekonomi AS, dengan menjual utang AS.

Pada 7 Agustus, AS mengumumkan bahwa pihaknya akan merealisasikan tarif kenaikan 25 persen atas barang Tiongkok senilai 16 miliar dolar AS, mulai 23 Agustus nanti. Sehari kemudian, otoritas Beijing juga melakukan hal yang sama sebagai balas dendam.

Sementara itu, Xinhua News Agency menerbitkan editorial berbau deklarasi yang isinya menyebutkan bahwa, gagasan intimidasi yang bertujuan untuk mendominasi perdagangan (bullying) adalah gagasan yang harus ditentang. Media Hongkong dengan mengacu berita tersebut mengatakan bahwa ini adalah deklarasi perang terbuka kepada Amerika Serikat.

Sejumlah wadah pemikir luar negeri menilai bahwa dibandingkan dengan ekonomi Tiongkok dan penghidupan masyarakat, otoritas Beijing lebih peduli tentang keamanan sistem komunisme atau dengan kata lain hidup matinya PKT.

Sementara itu saran yang diberikan oleh beberapa orang elite di luar negeri justru mengenai reformasi struktural dari politik Tiongkok. Bahkan reformasi struktural ekonomi yang dituntut Amerika Serikat dalam perang dagang akan menjadi ancaman mematikan bagi sistem PKT.

Setelah konflik perdagangan tak terhindarkan, PKT justru mengklaim bahwa yang disebut gagasan ‘to overtake on a bend’ (menyalip di tikungan) dan ‘Made in China 2025’ adalah Kepentingan Inti dari Tiongkok. Untuk itu Tiongkok tidak akan pernah menyerah! (Mu Fengyu/NTDTV/Sinatra/waa)

Video Pilihan :