Laporan HAM PBB : Kesengsaraan Perempuan Korea Utara Jadi Korban Diskriminasi, Pemerkosaan dan Malnutrisi

Epochtimes.id- Laporan HAM PBB menyebutkan Wanita Korea Utara kehilangan pendidikan, kesempatan kerja, sering mengalami kekerasan di rumah tangga dan menjadi korban kekerasan seksual di tempat kerja.

Setelah mengkaji rekam jejak Pyongyang, Komite Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan di PBB menyuarakan keprihatinan atas pemerkosaan atau penganiayaan terhadap perempuan yang berada dalam tahanan terutama setelah dipulangkan atau melarikan diri ke luar negeri.

Wanita Korea Utara “kurang terwakili atau kurang beruntung” dalam pendidikan, badan peradilan, keamanan dan kepolisian serta posisi kepemimpinan apalagi manajerial “di semua area kerja non-tradisional,” kata panel ahli independen.

“Masalah utamanya adalah yang pertama dari semua kekurangan informasi. Kami tidak memiliki akses ke sebagian besar Undang-Undang, elemen dan informasi mengenai sistem nasional, “kata anggota panel Nicole Ameline kepada Reuters.

Korea Utara mengatakan kepada panel pada 8 November mengklaim bahwa pihaknya bekerja untuk menegakkan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender. Namun sanksi yang diberlakukan oleh kekuatan utama atas program nuklir dan misilnya merugikan ibu dan anak-anak.

Kekerasan dalam rumah tangga lazim terjadi dan ada “kesadaran yang sangat terbatas” mengenai masalah ini. Apalagi kurangnya layanan hukum, dukungan psiko-sosial dan tempat penampungan tersedia untuk korban.

Dikatakan sanksi ekonomi memiliki dampak yang tidak proporsional terhadap perempuan. Wanita Korea Utara menderita “kekurangan gizi tinggi”, dengan 28 persen wanita hamil atau menyusui terkena dampak.

“Kami telah meminta pemerintah untuk bersikap sangat memperhatikan situasi makanan dan gizi. Karena kami menganggap itu adalah kebutuhan dasar dan bahwa pemerintah harus berinvestasi dan memikul tanggung jawabnya di bidang ini, “kata Ameline.

“Sayangnya saya tidak yakin situasinya akan membaik dengan sangat cepat.”

Laporan tersebut menemukan bahwa hukuman untuk pemerkosaan di Korea Utara tidak sepadan dengan tingkat parahnya kejahatan bahkan pelaku sama sekali tidak dihukum.

Perubahan hukum pada tahun 2012 menurunkan hukuman untuk beberapa bentuk pemerkosaan, termasuk pemerkosaan anak-anak, pemerkosaan oleh atasan kerja dan pemerkosaan berulang-ulang.

Hal ini menyebabkan pengurangan hukuman karena memaksa “seorang wanita dalam posisi subordinat” untuk melakukan hubungan seksual dari empat tahun sampai tiga tahun.

Laporan tim panel menyebutkan perempuan yang diperdagangkan ke luar negeri dan kemudian kembali ke Korea Utara, dilaporkan dikirim ke kamp kerja paksa atau penjara.

Wanita-wanita ini dituduh melakukan “penyeberangan perbatasan ilegal”, dan mungkin terkena pelanggaran lebih lanjut atas hak mereka, termasuk kekerasan seksual oleh petugas keamanan dan aborsi paksa. (asr)

https://www.youtube.com/watch?v=EKbnyLKLHbo

Sumber : Reuters/The Epochtimes

Pihak yang Bertanggung Jawab atas Pemulihan Gempa Sichuan 2008 Akhirnya Dihukum karena Korupsi

0

Sembilan tahun setelah gempa dahsyat di Propinsi Sichuan, Tiongkok barat daya, pada tahun 2008, masih ada cerita tentang korban yang berjuang untuk bangkit kembali. Sekarang saat kampanye anti korupsi Tiongkok terus berlanjut di bawah pemimpin Tiongkok Xi Jinping, menjadi jelas bahwa korupsi telah menahan pemulihan di wilayah tersebut.

Pada 15 November, Zhang Min, kepala seksi Industrial Park Construction Group, sebuah badan di dalam pemerintah Propinsi Shandong yang didirikan untuk mendukung upaya pemulihan di wilayah yang dilanda gempa di Kabupaten Beichuan di Propinsi Sichuan utara, dijatuhi hukuman sampai 11 tahun di penjara dan didenda 300.000 yuan (sekitar US$45.290), melaporkan Daily Daily yang dikelola pemerintah.

Pengadilan Rakyat di Distrik Lixia, yang terletak di ibu kota Shandong di Kota Jinan, menemukan Zhang bersalah karena menyalahgunakan kekuasaan dan menerima sogokan. Sahabatnya, Yang Yingneng, seorang pengusaha, dihukum karena menawarkan suap dan dijatuhi hukuman 11 tahun.

Industrial Park Construction Group Shandong, bekerja sama dengan otoritas lokal Beichuan, ditugaskan untuk mendorong perusahaan berinvestasi di kawasan industri di Beichuan. Badan tersebut menawarkan perusahaan-perusahaan yang berada di dalam taman tersebut untuk mengembangkan, bebas biaya, dan juga dana keuangan sebesar 20 persen dari nilai investasi aset tetap mereka.

Yang telah mendekati Zhang dengan uang tunai 300.000 yuan (sekitar US$45.200). Zhang setuju untuk membantu Yang memanfaatkan skema konstruksi insentif. Pertama, Yang mendirikan perusahaan shell, dengan bantuan pacar Zhang, dan mendapat persetujuan untuk membangun pabrik di dalam kawasan industri, untuk menggunakan 14.540 meter persegi (sekitar 3.59 hektar) tanah secara gratis. Kemudian, Yang memperoleh dari Zhang hibah finansial sebesar 6,85 juta (sekitar US$1,03 juta) setelah membangun pabrik kosong yang dilengkapi dengan beberapa item peralatan produksi untuk pertunjukan. Bersama-sama, keduanya mengulangi trik yang sama beberapa kali, sementara Yang menyedot 10 juta yuan (sekitar US$1,5 juta) dari peti simpanan agensi tersebut. Sebagai gantinya, Zhang mengantongi uang suap sebesar 1.57 juta yuan (sekitar US$237.035) dari Yang.

Zhang mengizinkan tiga perusahaan lain melakukan skema yang sama, dan sebagai gantinya dia menerima suap sebesar 550.000 yuan (sekitar US$83.035).

Korupsi Zhang kemungkinan sebagian kecil dari total yang terjadi. Menurut sebuah laporan oleh portal berita Tiongkok Sina yang diterbitkan pada bulan Mei 2016, dari 65,2 miliar yuan (sekitar US$9,8 miliar) yang terkumpul dari sumbangan dalam negeri untuk gempa Sichuan, rincian tentang bagaimana uang itu dibelanjakan untuk publik hanya sebesar 15,1 miliar yuan (sekitar US$2,2 miliar). Tidak ada catatan publik tentang bagaimana sisa 50,1 miliar (sekitar US$7,56 miliar) dikeluarkan.

Banyak korban gempa terus berjuang untuk bertahan hidup, karena bantuan keuangan dari pihak berwenang Tiongkok telah terjadi dengan sangat lambat. Menurut artikel surat kabar Hong Kong HK01 pada bulan Mei, Wu Xianqiong, seorang penduduk di Kota Dujiangyan di Sichuan akhirnya ditempatkan di sebuah rumah oleh pemerintah setempat setelah menghabiskan sembilan tahun terakhir tinggal di tempat penampungan darurat.

Lin Chaojun, warga Dujiangyan lainnya, menjelaskan bahwa pihak berwenang setempat telah sibuk mendapatkan tanah dari korban setelah gempa tersebut. Setelah harta benda mereka hancur dalam gempa, pihak berwenang telah membeli tanah dari penduduk setempat, lalu menjualnya kembali ke pengembang real estat untuk mendapatkan keuntungan.

Warga dibayar rata-rata 15.000 yuan (sekitar US$2.264), hampir tidak cukup untuk melanjutkan hidup mereka.

“Selain bencana alam, kita disakiti untuk kedua kalinya, tapi buatan manusia kali ini,” kata Lin. (ran)

Beijing Mengusulkan 3 Tahapan untuk Atasi Krisis Rohingya

Epochtimes.id- Menanggapi krisis kemanusiaan yang terjadi di Negara Bagian Rakhine Myanmar, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi Minggu (19/11/2017) mengusulkan 3 tahapan mengatasi masalah yakni, gencatan senjata, mendorong pemerintah Myanmar dan Bangladesh untuk meningkatkan komunikasi dan merundingkan pemecahan masalah inti.

Wang Yi mengatakan bahwa gagasan tersebut telah dapat  disetujui oleh pihak Bangladesh dan mendapat ‘Tanggapan positif’ dari pihak Myanmar.

Akibat kerusuhan yang terjadi pada akhir bulan Agustus di Negara Bagian Rakhine, ratusan ribu Muslim Rohingya menyelamatkan diri dengan mengungsi ke Bangladesh. Di mana pada saat itu ada sejumlah militan yang melancarkan serangan terhadap pasukan pemerintah Myanmar. Karena pemerintah Myanmar mengkategorikan serangan itu sebagai serangan teroris, maka mengirim kekuatan militer untuk menindasnya. Meskipun tindakan ini menyulut  kritikan dari PBB.

Krisis Rohingya ini menyebabkan pemenang hadiah Nobel Aung San Suu Kyi mendapat kritikan media internasional. Pada saat pemerintah Myanmar menerima banyaknya tekanan dari luar, Beijing telah berulang kali menyatakan dukungannya dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar.

Menurut sebuah siaran pers yang dikeluarkan oleh situs resmi Kementerian Luar Negeri pagi ini, Wang Yi dalam pertemuannya dengan Aung San Suu Kyi di ibukota Myanmar, Naypyidaw pada 19 November mengatakan bahwa isu Rohingya memiliki latar belakang yang rumit dan hanya dapat diselesaikan dengan benar melalui perundingan yang bersahabat antara Myanmar dan Bangladesh.

Komunitas internasional perlu menciptakan “kondisi yang dibutuhkan dan lingkungan yang baik” demi tujuan tersebut.

Wang Yi dan Aung San Suu Kyi saat jumpa pers mengatakan bahwa pemerintah Tiongkok mengusulkan penyelesaian isu Rohingya melalui 3 tahapan.

Tahapan pertama yaitu melakukan gencatan senjata demi terciptanya kembali tatanan yang stabil, sehingga masyarakat tidak perlu lagi mengungsi. Tujuan dari tahap ini pada dasarnya telah tercapai. Poin utamanya adalah jangan sampai peperangan muncul kembali.

Kedua ialah semua pihak termasuk komunitas internasional perlu bersama-sama mendorong baik pemerintah Myanmar dan pemerintah Bangladesh untuk memelihara dan meningkatkan komunikasi antar mereka dan menemukan cara yang layak untuk menyelesaikan masalah melalui perundingan.

Terakhir adalah langsung menghadapi dan mencari solusi untuk mengatasi inti masalahnya. Pihak Tiongkok menghimbau masyarakat internasional untuk meningkatkan dukungan terhadap upaya etnis Rohingya di Negara Bagian Rakhine keluar dari kemiskinan demi terciptanya  stabilitas keamanan.

Wang Yi mengatakan, gagasan tersebut telah disetujui oleh pihak Bangladesh, juga ‘Tanggapan positif’ dari pihak Myanmar pada 18 Nopember.

Menurut siaran pers, Aung San Suu Kyi mengatakan bahwa Myanmar menghargai pemahaman yang diberikan pemerintah Tiongkok terhadap pemerintah Myanmar mengenai isu krisis Rohingya, dan setuju dengan rencana tiga tahapan yang diajukan oleh Tiongkok.

Myanmar akan berusaha untuk menegakan hukum demi ketertiban di Negara Bagian Rakhine dan memulai pekerjaan repatriasi sesegera mungkin melalui dialog dan perundingan dengan pemerintah Bangladesh untuk mendorong penyelesaian masalah ini.

Seiring dengan melemahnya pengaruh AS di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir, dan Aung San Suu Kyi menjadi pemimpin de facto di Myanmar, hubungannya dengan Beijing kian kental. Ia sudah dinilai sebagai figur yang pro-Tiongkok dan menjauhi AS.

Seorang pakar urusan Tiongkok di AS yang bernama Robert Lawrence Kuhn pernah mengatakan, pemerintah Tiongkok dalam isu Rohingya memilih mendukung pemerintah Myanmar.

Langkah demikian terutama karena mempertimbangkan pengaruhnya terhadap proyek Sabuk Ekonomi Jalur Sutera yang sedang digarap pemerintah Tiongkok serta memperhitungkan kekuatan pengaruh Myanmar di organisasi ASEAN. (Sinatra/asr)

Sumber : CNA

Kereta MRT Singapura Disambar Petir, Seorang Pria Terluka

Epochtimes.id- Seorang kapten kereta Singapura berusia sekitar 20-an terluka, setelah petir menyambar kereta mass rapid transit (MRT) yang dikendarainya menuju stasiun Bedok pada Senin (20/11/2017) malam.

Pria itu sadar saat dibawa ke Rumah Sakit Umum Changi oleh Singapore Civil Defense Force (SCDF).

Pihak SMRT mengatakan dalam menanggapi pertanyaan media bahwa kapten kereta api tersebut mendapat perawatan medis.

Namun demikian tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang luka-luka yang menderanya. Kejadian tersebut terjadi setelah pukul 16:00.

Menurut operator kereta api, kereta tersebut mendekati stasiun MRT Bedok ketika terhenti.

Penumpang diminta turun di stasiun Bedok, dan kereta kemudian ditarik dari operasional untuk penyelidikan.

“Kapten kereta, yang mengatakan bahwa dia tidak sehat, mendapat perhatian medis,” tambah SMRT.

“Sebagai tanggapan atas pertanyaan media, saat ini kami sedang menyelidiki insiden ini sebagai kemungkinan sambaran petir,” lanjut pihak SMRT.

Pada tanggal 11 Mei 2016, sebuah kereta SMRT di Jalur Utara-Selatan juga dilanda petir, mengganggu layanan selatan dari Yishun ke stasiun Yio Chu Kang.

SMRT mengatakan bahwa kereta apinya dilindungi sistem yang dibentuk oleh bahan konduktif dan dinilai mampu menghalangi medan listrik dan arus listrik seperti sambaran petir.

“Jika sambaran petir, arus listrik akan mengalir melalui cangkang luar kereta, bukan melalui kabin, dan melewati roda ke lintasan,” jelas keterangan SMRT. (asr)

Sumber : Todayonline.com

Utusan Khusus Xi Jinping Berikan Bingkisan Misterius pada Kim Jong-un Setiba di Korut

0

EpochTimesId – Menteri Penghubung Internasional Tiongkok, Song Tao yang diutus Xi Jinping untuk mengunjungi Korea Utara telah tiba pada 17 Nopember 2017. Song Tao melakukan pertemuan dengan Orang nomor dua Korea Utara, Choe Ryong-hae di Pyongyang.

Menurut Kantor Berita Pusat DPRK, KCNA bahwa pada 17 Nopember anggota Komite Tetap Biro Politik Pusat Partai Buruh Korea Utara, Wakil Ketua Komite Tetap DPRK Choe Ryong-hae telah bertemu dengan Song Tao di Pyongyang. Dalam pertemuan itu, Song Tao ‘memberikan laporan’ hasil keputusan Kongres Nasional PKT ke 19 yang baru usai dilangsungkan pada bulan Oktober. Song menyampaikan sikap Tiongkok dalam mengembangkan persahabatan antar kedua negara.

Laporan menyebutkan bahwa melalui kesempatan itu Song Tao memberikan sebuah bingkisan untuk Kim Jong-un yang diserahkan kepada Choe Ryong-hae. Tetapi KCNA tidak mengungkap apa isi bingkisan itu.

Associated Press juga mengklaim kebenaran pemberian bingkisan buat Kim Jong-un tetapi juga tidak mengungkapkan apa isi bingkisan itu.

Song Tao menjadi pejabat resmi Tiongkok pertama yang mengunjungi Korea Utara pada tahun ini. juga sebagai pejabat Tiongkok pertama yang mengunjungi Korea Utara pasca pertemuan Xi Jinping dengan Donald Trump usai Kongres Nasional ke 19.

Dalam pernyataan atau laporan baik Tiongkok maupun Korea Utara tidak menyinggung soal program nuklir, senjata rudal dan sanksi PBB. Namun secara umum diyakini bahwa misi utama yang dibawa Song Tao adalah untuk membahas bersama Korea Utara atas isu krisis nuklir negara itu yang sudah menjadi semakin serius.

Kantor Berita Korea Selatan ‘Yonhap News’ melaporkan, meskipun Song Tao juga memanfaatkan kesempatan untuk melaporkan hasil dari Kongres Nasional ke 19. Namun tujuan utama sebenarnya adalah untuk mencari jalan keluar bagi penyelesaian isu internasional terbesar saat ini, yakni program nuklir Korea Utara.

Presiden Trump melalui akun Twitter menyebut kunjungan Song Tao adalah sebuah ‘Langkah besar’ dan mengatakan, “Mari kita lihat apa yang akan terjadi”.

“Saya tidak berpikir bahwa itu hanya sebuah kebetulan. Mereka mengutus pejabat tersebut (Song Tao) tak lama setelah kunjungan Trump ke Tiongkok,” komentar mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS yang ahli dalam urusan Asia Timur, Robert Manning kepada Newsweek.

“Dalam kunjungan Trump kali ini, ia dan Xi Jinping telah mencapai beberapa konsensus mengenai isu Korea Utara. tapi kita tidak tahu konsensus apa yang mereka capai,” imbuhnya.

Amerika Serikat percaya bahwa Tiongkok dapat memainkan peran penting dalam isu nuklir DPRK, karena Tiongkok merupakan mitra ekonomi dan perdagangan utama DPRK. Tiongkok menyumbang lebih dari 90 persen total transaksi perdagangan dan ekonomi DPRK.

Jadi Tiongkok bisa memainkan peran kunci, tetapi soal keberhasilannya, tergantung pada Tiongkok apakah secara sungguh-sungguh membantu PBB dan Amerika Serikat dalam mengeterapkan sanksi kepada negara itu atau hanya sekedar mencari muka belaka. Menurut sumber Yonhap, bahwa Song Tao mungkin akan diterima King Jong-un pada hari Minggu (19 Nopember 2017). (Sinatra/waa)

Telah Lahir Paham Otoriter Elektronik yang Dipelopori PKT dengan Sistem “Sorot Wajah”

Guo Yaorong, melaporkan

Telepon pintar teranyar dari Apple yakni iPhone X hari Selasa (3/11) telah dirilis di seluruh dunia, fitur yang paling menarik perhatian adalah sistem Face ID-nya, yang diprediksi akan menjadi tren “era pengenalan wajah”. Akan tetapi sebelum Kongres Nasional ke-19 PKT, sistem pengenalan wajah cerdas milik PKT yakni “Skynet (Tiongkok)” telah digunakan di beberapa kota besar, yang merekam informasi wajah setiap orang yang lalu lalang di tempat umum lewat kamera pengintai yang tersebar guna mengawasi gerak gerik mereka. Para akademisi menyimpulkan, inilah momentum bangkitnya “paham otoritarian eletronik”.

Epochtimes.id- Pusat Riset Ilmu Sosial dan Humamiora dari Institut Riset Pusat Taiwan Selasa (3/11/2017) menggelar seminar bertajuk “Tiongkok Yang Telah Kehilangan Arah.”

Seminar ini dengan mengundang pembicara utama Profesor Zhang Lun dari Universitas Cergy Pontoise Prancis, dengan narasumber Profesor Chen Zhijie dari Universitas Zhongshan dan Xu Sijian selaku Ketua Pelaksana Yayasan Demokrasi Taiwan.

Pengenalan Wajah, Awasi Gerak Gerik Oposan Lewat Internet

Pada seminar tersebut Chen dari Universitas Zhongshan mengemukakan, Partai Komunis Tiongkok (PKT) mencanangkan di tahun 2020 sistem kredibilitas sosial telah mencakupi seluruh negeri.

Saat ini di kota Shanghai, Hangzhou, Guangzhou dan Otonomi Uighur Xinjiang telah diterapkan.

Sebenarnya PKT ingin menerapkan “paham digital Lenin”, ingin memanfaatkan teknologi modern untuk merampungkan proyek politiknya dari zaman dahulu. Harapan ini bisa langsung menangkap warga yang berniat menentang pemerintah sebelum aksinya terlaksana.

Chen menjelaskan, dari perilaku transaksi e-commerce, PKT akan menilai ideologi masyarakat, terkait segala perkataannya pro pemerintah atau anti pemerintah.

Pemerintah juga mengeluarkan dana besar menghubungkan semua gudang data untuk menentukan sikap politik masyarakat lewat perilaku belanjanya.

Begitu didapati ada “pemikiran anti pemerintah” yang kental dan melampaui batasan, maka polisi akan datang berkunjung.

Ia selanjutnya menjelaskan, saat ini Departemen Propaganda dan mesin pemikir PKT sedang melaksanakan proyek ini.

Tak hanya PKT ingin mewujudkan program ini, pemerintah negara lain yang berpikiran sama dengan PKT juga menantikannya. Seperti Departemen Propaganda Vietnam sangat mengagumi proyek di atas dan berharap sistem kalkulasi ini dapat segera tercipta agar bisa segera digunakan.

Kontrak Berjangka Bitcoin Demi Wall Street Berhasil Menjinakkan Kripto

0

By Valentin Schmid

EpochTimesId – Pelaku ekonomi awam selalu memandang bitcoin dengan kecurigaan, dan beberapa orang seperti CEO JPMorgan, Jamie Dimon bahkan menganggapnya sebagai penipuan. bitcoin ada hanya demi agar penjahat dapat menggunakannya untuk bertransaksi narkoba dan senjata api ilegal.

Kini, bursa derivatif terbesar di dunia, Chicago Mercantile Exchange (CME), telah mengakhiri teori konspirasi ini. Mereka mengumumkan peluncuran kontrak berjangka bitcoin, dan dijadwalkan untuk memulai perdagangan sebelum akhir tahun, sehingga melegitimasi kripto sebagai instrumen keuangan.

“Itu langkah yang sangat penting untuk sejarah bitcoin. … Kami akan mengatur, membuat bitcoin tidak liar, atau menjadi liar. Kami akan menjinakkannya menjadi instrumen perdagangan biasa dengan peraturan,” ujar Ketua CME, Emeritus Leo Melamed seperti dikutip The Epoch Times dari Reuters.

Jadi, bitcoin akan diperdagangkan sebagai turunan derivatif bersama emas, tembaga, euro, dan ‘perut babi’ pada sistem perdagangan elektronik CME. Hedge fund senang karena mereka sekarang dapat berpartisipasi dalam pergerakan harga bitcoin tanpa harus mengubah undang-undang mereka untuk perdagangan yang rumit yang terjadi pada pertukaran bitcoin tradisional.

Beberapa bitcoin-ers menganggap uang Wall Street akan mendongkrak harga. Sebagian lainnya berpikir bahwa Wall Street sekarang bisa memanipulasi harga dan menjatuhkannya, karena banyak yang percaya bahwa hal itu telah dilakukan terhadap harga emas.

Tidak ada kemungkinan akan terjadi, dan kita perlu memahami mekanisme kontrak futures untuk memahami alasannya.

Pendahulu CME, the Chicago Board of Trade, didirikan pada tahun 1848 dengan tujuan untuk memajukan kemakmuran komunitas komersial dan perdagangan.

Kontrak berjangka dapat melayani tujuan tersebut dengan memberi produsen kemampuan untuk menjual produksi di masa depan kapan saja dan mengunci harga. Misalnya, jika Anda adalah petani gandum dan berharap bisa panen 10 bushel dalam waktu tiga bulan tapi butuh uang sekarang untuk membeli peralatan modal, Anda bisa menjual 10 gantang tersebut terlebih dahulu.

Meskipun produsen bisa melakukan tawar menawar dengan pihak lawan kapan saja, pertukaran seperti CME membakukan kontrak dan juga menyediakan backstop jika salah satu penandatangan kontrak bangkrut.

Karena kontrak bitcoin adalah uang tunai, efek pada bitcoin, apakah positif atau negatif, kemungkinan kecil.
Di sisi lain perdagangan akan menjadi konsumen gandum yang ingin mengunci harga dan kuantitas sebelum mereka benar-benar membutuhkan produk tersebut, atau spekulator yang akan membeli gandum tersebut dengan harapan dapat menjualnya dengan harga lebih tinggi di kemudian hari.

Penting untuk dicatat bahwa posisi terbuka di pasar berjangka hanya bisa tercipta jika ada sisi panjang (pembeli) dan sisi pendek (penjual), sama seperti kontrak lainnya membutuhkan setidaknya dua pihak untuk membuatnya berlaku.

Dan sementara spekulator murni berada di dalamnya untuk mendapatkan keuntungan, mereka menyediakan likuiditas bagi produsen dan konsumen, dan produk nyata berpindah tangan pada akhir kontrak, jika mencakup pengiriman fisik, yang kontrak komoditas paling banyak dilakukan. Beberapa di antaranya juga termasuk opsi untuk penyelesaian tunai.

Dengan adanya financialisasi ekonomi, perdagangan futures lebih banyak dilakukan di mata uang asing dan indeks saham. Sebagian besar didominasi oleh spekulan, dan tidak satu pun perdagangan ini memiliki penyelesaian fisik, karena tidak praktis dan terkadang tidak mungkin dilakukan.

Pada akhir kontrak, pembeli dan penjual hanya menghitung kerugian atau keuntungan, dan uang tersebut berpindah dari pihak yang kalah ke pihak yang menang. Semua ini dilakukan dengan leverage yang dipasok oleh bursa, sehingga spekulan bisa mengendalikan banyak aset tanpa menambah modal. Begitu modal awal habis, pertukaran akan memaksa pedagang yang kalah untuk menambah modal atau melikuidasi posisi, sebuah proses yang disebut ‘margin call’.

Karena kontrak bitcoin adalah uang tunai, efek pada bitcoin, apakah positif atau negatif, kemungkinan kecil.

Pertama, impian banyak bipolar, bahwa triliunan uang Wall Street sekarang akan mendorong harga lebih tinggi, tidak lain hanyalah mimpi.

Tentu, dana lindung nilai dan institusi besar lainnya yang diizinkan untuk melakukan perdagangan di CME sekarang dapat membeli futures bitcoin untuk spekulasi. Namun, mereka hanya akan mencetak dan menukar bitcoin satu sama lain di CME, daripada pergi keluar untuk membeli bitcoin di bursa seperti Coinbase.

Pada akhir kontrak, counterparty akan melunasi secara tunai berdasarkan pada CME’s Bitcoin Reference Rate, yang merupakan rata-rata beberapa pertukaran bitcoin, juga disebut harga spot.

Jadi Anda bisa memiliki hedge fund untuk membeli bitcoin bernilai $US 1 triliun pada CME dan, karena perlu ada penjual kertas yang sesuai untuk setiap kontrak berjangka, tidak ada satu pun coin akan berpindah tangan.

Sebenarnya, karena CME memudahkan Wall Street untuk berpartisipasi dalam kenaikan bitcoin atau berspekulasi mengenai kematiannya, kepindahan tersebut kemungkinan akan mengalihkan sumber daya dari permintaan beli dan permintaan riil. Alih-alih melalui prosedur rumit untuk membeli bitcoin secara langsung di bursa, manajer dengan uang besar hanya bisa membeli kontrak berjangka.

Di sisi lain, argumen skeptis bahwa sekarang Wall Street bisa membajak harga bitcoin, seperti yang mereka duga telah dilakukan dengan emas, juga cacat karena alasan yang sama.

Jika seseorang ingin menekan harga futures dengan segera menjual, pasti ada pembeli di sisi lain. Dan meskipun sejumlah besar penjualan kertas bisa menekan harga futures, tidak akan berpengaruh pada harga sebenarnya, kecuali tekanan psikologis.

Ada satu teknik, bagaimanapun, yang akan memastikan harga futures dan harga referensi tidak menyimpang terlalu liar dan akan menyebabkan permintaan sementara untuk bitcoin pada bursa sebenarnya. Ini disebut arbitrase.

Mari asumsikan uang Wall Street mendorong harga futures ke premium 50 persen dari harga spot.

Seorang spekulan bisa menjual futures dan membeli bitcoin di bursa, lalu menunggu sampai kontrak mengendap dengan harga spot.

Jika harga bergerak lebih tinggi, keuntungan spekulan pada kepemilikan sebenarnya dan kehilangan kontrak futuresnya. Jika harga bergerak lebih rendah, ia kehilangan kepemilikannya yang sebenarnya namun keuntungan pada kontrak berjangka. Dalam kedua kasus tersebut, keuntungan bersihnya dari pergerakan harga sinkron harus nol.

Jika lebih banyak orang melakukan perdagangan arbitrase ini, harga futures harus turun dan harga spot harus naik lebih tinggi sehingga kemenangan arbitrase pada kedua kakinya. Harga harus bertemu menjelang tanggal penyelesaian.

Jika premium 50 persen tetap bertahan sampai kontrak mengendap untuk harga spot referensi yang lebih rendah, spekulan akan menjual sahamnya yang sesungguhnya dan memenangkan taruhan di pasar berjangka, yang ia jual dengan harga 50 persen lebih tinggi mengantongi premium sejak awal. dari perdagangannya.

Tentu saja, peluang untuk keuntungan bebas risiko tidak akan membiarkan premi menjadi sebesar ini, dan khususnya contoh ini akan menghasilkan beberapa permintaan sementara untuk bitcoin.

Namun, penekanan di sini bersifat sementara, karena arbitrase akan menutup kakinya yang panjang (bitcoin yang dia pakai di bursa) setelah perdagangan berakhir.

Permintaan riil yang mendorong kenaikan harga dalam jangka panjang berasal dari investor yang membeli dan menahan dan tidak menjual sebelum target harga tercapai.

Di sisi lain, jika futures CME diperdagangkan di bawah harga referensi, ada insentif untuk membeli futures dan menjual bitcoin nyata, sekali lagi menutup celah tersebut. Adalah mungkin untuk short-sell bitcoin pada bursa utama, namun posisi short harus ditutup pada akhir perdagangan arbitrase, yang menghasilkan volume bersih nol. Ada kemungkinan bahwa ini adalah metode sementara yang dapat digunakan aktor jahat untuk menekan harga. (waa)

Mugabe Diultimatum Hingga Senin untuk Mundur sebagai Presiden Zimbabwe

Epochtimes.id- Partai berkuasa Zimbabwe memecat Robert Mugabe sebagai pemimpinnya pada Minggu waktu setempat.

Melansir dari Reuters, pria berusia 93 tahun diberi waktu kurang dari 24 jam untuk berhenti sebagai kepala negara atau menghadapi pemakzulan.

Pengunduran diri Mugabe sekaligus mengakhiri 37 tahun kekuasaan Mugabe setelah digelar kudeta de facto.

Mugabe, satu-satunya pemimpin Zimbabwe yang dikenal sejak kemerdekaan dari Inggris pada 1980 silam.

Seorang pejabat senior partai tersebut dalam sebuah konferensi pers menyebutkan Mugabe akan digantikan Emmerson Mnangagwa yang dipecat Mugabe sebagai wapres.

Pengumuman pencopotan Mugabe dari partai berkuasa disambut meriah dari 200 delegasi dari Partai ZANU-PF di kantor pusat untuk menentukan nasib Mugabe. Keputusan ini sekaligus menghentikan dukungan terhadap Mugabe hanya hitungan empat hari sejak tentara merebut kekuasaan.

Istrinya Louis Mugabe yang berusia 52 tahun juga dikeluarkan dari partai tersebut. Dia juga sebelumnya berambisi untuk menggantikan posisi suaminya sebagai presiden.

Berbicara sebelum pertemuan tersebut, pemimpin veteran perang Chris Mutsvangwa mengatakan Mugabe kehabisan waktu untuk menegosiasikan kepergiannya. Mugabe diminta untuk meninggalkan negara tersebut selama dia bisa melakukannya.

“Dia mencoba menawarkan berhenti yang bermartabat,” katanya.

Beberapa saat setelah pemungutan suara dilakukan untuk menyingkirkan Mugabe, delegasi partai berkuasa bersorak ria menyambut keputusan akhir.

“Presiden sudah pergi. Tinggal presiden baru,” kata Mutsvangwa, yang telah memimpin kampanye 18 bulan untuk menyingkirkan Mugabe, menurut rekaman ponsel yang diunggah di internet.

Mnangagwa, mantan kepala keamanan negara yang dikenal dengan nama “Buaya,” sekarang bersiap untuk memimpin sementara pemerintahanan. Ini diputskan pasca pelengseran Mugabe.

Kejatuhan Presiden Mugabe hanya hitungan empat hari kemungkinan akan mengirim gelombang kejut ke seluruh Afrika.

Tekanan serupa sejumlah orang kuat dari Yoweri Museveni dari Uganda sampai Republik Demokratik Kongo Joseph Kabila, menghadapi desakan serupa untuk mundur dari jabatan mereka. (asr)

Sumber : Reuters/The Epochtimes

Pesawat Ringan Tabrakan dengan Helikopter Tewaskan Empat Orang

EpochTimesId – Sebuah Helikopter bertabrakan dengan pesawat latih ringan di Eropa. Sebanyak empat orang dikabarkan tewas dalam insiden di Buckinghamshire, Inggris, pada Sabtu (18/11/2017) akhir pekan kemarin.

“Kecelakaan itu terjadi sesaat setelah tengah hari. Reruntuhan pesawat berupa dua tempat duduk dan serpihan helikopter berhamburan di Upper Winchendon, dekat kawasan pertanian milik bangsawan Rothschild family’s,” kata polisi dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari situs NTD.tv, Senin (20/11/2017).

Tiga dari empat korban kini telah diidentifikasi. Kapten Mike Green, seorang instruktur penerbangan senior, sedang menerbangkan helikopter dengan dua tempat duduk, yang lepas landas dari Wycombe Air Park.

Dia sedang membawa seorang penumpang dalam sebuah ‘wisata melihat hadiah,’ seperti dilaporkan media MailOnline. Banyak mantan rekan dan teman Green memberikan penghormatan kepada pilot yang sangat mereka cintai.

Mantan rekannya, Captain Phil Croucher mengatakan, “Saya berbagi secangkir teh dengannya hanya, pada hari Kamis pagi. Dia adalah seorang pria sejati. Dia mungkin adalah instruktur yang paling dihormati di negara ini. Ia meraih posisi yang sangat tinggi di kalangan tentara sebagai instruktur.”

“Dia adalah instruktur yang benar-benar berdedikasi. Jika Anda menginginkan seorang instruktur pelatihan tidak ada orang yang berkualifikasi tinggi. Hampir semua orang di negara itu telah diinstruksikan olehnya. Kebanyakan instruktur telah dilatih olehnya. ”

Sementara itu, pesawat yang terlibat kecelakaan adalah jenis Cessna 152. Cessna itu sedang digunakan untuk pelatihan penerbangan, juga meninggalkan Wycombe Air Park sekitar 15 menit sebelum kecelakaan.

Pesawat itu membawa siswa penerbang, Saavan Mundae dan instruktur penerbang, Jaspal Barha. Keduanya tewas secara tragis. Mundae, 18 tahun, dari Isleworth, belajar Aeronautika di Kingston College dan sedang berlatih untuk menjadi pilot komersial.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=567886766702051&set=a.326827184141345.1073741826.100004421986603&type=3

Penyidik kecelakaan khusus saat ini sedang berusaha mencari tahu apa sebenarnya yang terjadi. Pesawat ini dilengkapi dengan perekam data kotak hitam, yang biasanya ditemukan di pesawat komersial.

“Petugas sedang dalam proses bekerja untuk mencari dan mendukung keluarga terdekat mereka. Cabang Investigasi Kecelakaan Udara, AAIB, telah diberitahu dan staf mereka berada di tempat kejadian,” kata polisi dalam sebuah pernyataan. “Ini adalah tahap awal penyelidikan, namun Polisi Thames Valley akan terus bekerja sama dengan penyidik saat mereka menetapkan kronologi insiden.”

 

Seorang warga setempat mengatakan kepada MailOnline bahwa ayahnya mendengar suara ledakan keras. “Dia berlari ke tempat kejadian. Sudah cukup jelas bahwa tidak ada yang selamat,” katanya. (waa)

Argentina Deteksi Sinyal Panggilan Satelit Diduga dari Kapal Selam yang Hilang

0

EpochTimesId – Argentina berharap bahwa 44 awak kapal kapal selam angkatan laut Argentina yang hilang ditemukan dalam kondisi hidup. Harapan tersebut muncul menyusul kementerian pertahanan mengatakan bahwa kapal tersebut kemungkinan mencoba untuk berkomunikasi melalui satelit, akhir pekan kemarin.

Misi pencarian sedang dilakukan di Atlantik Selatan yang dipenuhi badai, seperti dikutip The Epoch Times dari Reuters. Kementerian Pertahanan negeri Samba mengatakan sebanyak tujuh panggilan telepon satelit gagal yang masuk, diyakini berasal dari kapal selam ARA San Juan.

Kemungkinan tanda kru mencoba untuk membangun kembali saluran komunikasi. Sinyal, pada akhir pagi dan sore hari, berlangsung antara empat dan 36 detik, kata kementerian tersebut, Sabtu (18/11/2017) waktu setempat.

Argentina bekerja untuk melacak lokasi tersebut dengan bantuan perusahaan Amerika Serikat yang tidak disebutkan namanya. Namun mereka mengatakan bahwa perusahaan AS itu memang mengkhususkan diri pada komunikasi satelit.

Tidak segera jelas jenis panggilan apa yang mungkin telah coba dilakukan kapal selam yang hilang. Namun kapal selam yang terkena serangan di bawah air, biasanya mengambangkan suar lokasi yang dikenal sebagai EPIRB ke permukaan yang kemudian dapat mengeluarkan sinyal darurat melalui satelit.

Sayangnya, angin ribut dan gelombang setinggi lebih dari 20 kaki di Atlantik Selatan menghalangi pencarian internasional untuk kapal selam Argentina itu. Lokasi terakhir yang dikonfirmasi dari kapal buatan Jerman adalah 432 km (268 mil) dari pantai Atlantik selatan Argentina pada hari Rabu (15/11/2017) lalu.

Angkatan Laut AS mengatakan bahwa pihaknya telah mengerahkan misi penyelamatan laut ke Argentina dari California untuk mendukung usaha tersebut. Dengan kendaraan yang dioperasikan dari jarak jauh dan dua kapal yang mampu menyelamatkan orang-orang dari kapal selam sampai tiba dalam beberapa hari mendatang.

Negara-negara lain seperti Chile hingga Afrika Selatan telah menawarkan bantuan, kapal laut dan pesawat Argentina juga sudah menjelajahi laut selatan.

“Namun badai yang melanda dengan diiringi angin kencang dan ombak setinggi lebih dari 6 meter (20 kaki) telah mengganggu visibilitas dan pergerakan di daerah tersebut. Warna dan desain kapal selam, yang bertujuan untuk menyamarkan kapal di permukaan laut, juga menimbulkan kesulitan,” kata juru bicara Angkatan Laut, Enrique Balbi.

“Rencana pencarian adalah terus berlanjut sepanjang malam dan pagi hari, tergantung kondisi cuaca,” kata Balbi kepada wartawan. Cuaca diperkirakan akan membaik pada hari Minggu, katanya.

Pencarian 80 persen wilayah yang awalnya ditargetkan untuk operasi tersebut tidak menghasilkan tanda-tanda kapal tersebut, namun awak kapal harus memiliki persediaan makanan dan oksigen yang cukup, Balbi menambahkan.

Pencarian dramatis telah memikat bangsa dari 44 juta orang, yang baru-baru ini berkabung atas tewasnya lima warga mereka karena terbunuh saat seorang supir truk sewaan menabrak jalur sepeda di New York City.

Di resor dan kota nelayan Mar del Plata, di mana kapal selam itu dijadwalkan untuk tiba sebelum menghilang, sebuah Misa Katolik diadakan untuk menghormati para awak kapal.

Banyak anggota keluarga anggota kru menunggu kabar di pangkalan angkatan laut kota tersebut. “Kami berharap ini akan segera berakhir hanya sebagai kenangan buruk,” ujar Maria Morales, ibu anggota kru Luis Esteban Garcia, kepada wartawan.

Pesan dukungan dituangkan dari seluruh dunia. Paus Francis, seorang Argentina, berdoa ‘dengan sungguh-sungguh’ agar kru segera ditemukan.

Angkatan laut Argentina mengatakan pemadaman listrik pada kapal mungkin telah menurunkan komunikasinya. Protokol memanggil kapal selam ke permukaan jika komunikasi hilang.

Jika pencarian berakhir dengan tragedi, episode tersebut bisa membuat catatan keselamatan negara itu menjadi sorotan, dengan potensi implikasi politis bagi Presiden Mauricio Macri.

Pemerintah kanan-tengah itu telah menetapkan target ambisius untuk memotong pengeluaran pemerintah. Dia mengatakan kepada Reuters pada bulan Maret bahwa mereka memiliki sedikit dana untuk mengganti armada militer yang sudah ketinggalan zaman, tanpa membeli pesawat terbang untuk melatih pilot.

ARA San Juan diresmikan penggunaannya pada tahun 1983. Fakta ini menjadikannya yang terbaru dari tiga kapal selam di armada angkatan laut.

Dibangun di Jerman oleh Nordseewerke, kapal itu menjalani perawatan paruh waktu pada tahun 2008 di Argentina yang mengharuskan pemotongan lambungnya menjadi dua dan mengelasnya kembali, menurut kantor berita negara, Telam.

Nordseewerke sekarang termasuk dalam kelompok industri Jerman Thyssenkrupp AG, yang tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar di luar jam kerja reguler.

Carlos Zavalla, seorang komandan angkatan laut, mendesak orang-orang yang dicintai agar tidak menyerah. “Sejauh ini, satu-satunya hal konkrit adalah kurangnya komunikasi,” kata Zavalla di saluran TV A24. “Itu saja.” (waa)

Pejabat Guizhou Larang Pemasangan Foto Resmi dan Penggunaan Sebutan Pemimpin Besar untuk Xi Jinping

0

EpochTimesId – Ketika hampir seluruh wilayah Tiongkok sedang ramai mempelajari spirit Xi Jinping dan laporan hasil Kongres Nasional Partai komunis Tiongkok (PKT) ke-19, sebuah media di Guizhou justru memperlihatkan gelagat yang berbeda dengan yang lain.

Selama beberapa hari berturut-turut di halaman depan media ini terus bermunculan artikel-artikel yang berisikan sanjungan kepada Xi Jinping. Namun, entah dengan sengaja atau tidak selalu menggunakan sebutan ‘Pemimpin Besar’.

Baru-baru ini, pejabat Guizhou mengeluarkan sebuah surat edaran yang berisikan larangan untuk menggunakan sebutan ‘Pemimpin Besar’ dan mendesak semua pihak untuk tidak memajang potret resmi Xi Jinping selaku kepala negara.

Media corong PKT prefektur Qianxinan di provinsi Guizhou yakni ‘Harian Qianxinan’ adalah media yang dimaksud. Sebutan Pemimpin Besar, Sekretaris Jenderal Xi Jinping …. terus menghiasi halaman depan dari media ini selama beberapa hari sejak 10 November.

Sebagaimana biasanya, Potret Xi Jinping selaku kepala negara yang diresmikan memang banyak dipajang di atas dinding sejumlah lokasi kantor partai, instansi pemerintah, sekolah dan rumah-rumah warga Qianxinan.

Tindakan ini telah menarik perhatian dan diskusi masyarakat. Karena dalam sejarah Partai Komunis Tiongkok, gelar Pemimpin Besar hanya pernah digunakan oleh mantan Ketua PKT, Mao Zedong.

Namun, dalam artikel panjang berjudul ‘Profil Tokoh’ yang dipublikasikan media resmi pada 16 November 2017, Istilah ‘juru mudi’, ‘arsitek utama’ dan sebagainya juga digunakan untuk menggambarkan kemampuan Xi Jinping. Pada 17 Nopember 2017, pejabat Qianxinan mengeluarkan surat edaran yang meminta semua pihak tidak memajang lagi potret Xi Jinping selaku kepala negara yang diresmikan dan melarang media menggunakan sebutan Pemimpin Besar.

Media Hongkong ‘Mingpao’ mengutip ucapan sumber pada 19 Nopember 2017 memberitakan bahwa surat edaran itu dikeluarkan melalui rapat kerja anggota Dinas Propaganda Qianxinan beberapa waktu lalu. Mereka memutuskan untuk tidak menggunakan sebutan ‘Pemimpin Besar, Sekretaris Jenderal Xi Jinping’ di berbagai dokumen. Termasuk media pemerintah, swasta dan slogan-slogan yang sudah menggunakan sebutan tersebut wajib segera diganti.

Potret Xi Jinping selaku kepala negara yang diresmikan juga tidak diperkenankan lagi untuk dipajang di muka umum atau muncul di halamanan-halaman situs internet.

Laporan mengutip ucapan pengamat politik Beijing, Zhang Lifan mengatakan, tindakan itu merupakan tindakan inisiatif berlebihan yang dilakukan sendiri oleh Pemerintah Daerah Qianxinan sebagai upaya untuk menunjukkan prestasi kerja mereka. Namun dianggap telah melangkah terlalu jauh, karena ini akan memanggil kembali ingatan pada era pengkultusan pribadi Mao Zedong.
Pejabat tersebut mungkin saja memiliki inisiatif untuk menyeragamkan sebutan sehingga perlu diatur lewat Surat Edaran. Saat ini, media resmi Qianxinan telah selesai melakukan penyesuaian sebagaimana yang diatur dalam surat edaran tersebut. (Sinatra/waa)

Dijemput dari RSCM, Ini Pernyataan Novanto Setelah Resmi Ditahan di Rutan KPK

Epochtimes.id- Wajah murung adalah penampakan pertama kali Ketua DPR RI Setya Novanto saat tiba Gedung KPK RI untuk ditahan di Rutan KPK RI Minggu (19/11/2017) malam.

Setnov sebelumnya dirawat di RSCM, Jakarta Pusat setelah mengalami kecelakaan setelah mobil yang ditumpanginya menabrak tiang lampu.

Saat keluar dari mobil tahanan KPK, Setnov menggunakan kursi roda untuk memasuki gedung KPK. Setnov mengenakan baju orange sebagai pertanda resmi tahanan KPK dengan pengawalan ketat dari petugas keamanan.

Beberapa waktu kemudian, Setnov keluar dari gedung KPK. Saat memberikan keterangan dengan tak mengenakan kursi roda, Novanto mengaku telah meminta perlindungan ke Presiden, Kapolri dan Jaksa Agung atas kasus yang dideranya.

Berikut pernyataan lengkap kepada wartawan di Gedung KPK :

Saya sudah menerima. Tadi dalam kondisi saya yang masih sakit, masih vertigo karena tabrakan. Dan saya tadi juga tidak nyangka bahwa malam ini. Saya pikir masih diberi kesempatan untuk recovery tapi ya saya mematuhi hukum.

Dan saya sudah melakukan langkah-langkah dari mulai melakukan SPDP di kepolisian dan mengajukan surat kepada perlindungan hukum kepada Presiden, maupun kepada Kapolri, Kejaksaan Agung, dan saya sudah pernah praperadilan.

Dan saya belum pernah mangkir. Yang tiga kali saya diundang saya selalu memberikan alasan, jawaban karena ada tugas-tugas. Yaitu menyangkut saksinya saudara Anang.

Dan saya dipanggil menjadi tersangka baru sekali, tahu-tahu sudah dijadikan sebagai penangkapan tersangka. Dan saya dari kemarin memang sudah niat untuk datang bersama-sama DPD 1 jam 8, tapi saya diminta untuk wawancara di Metro.

Dan di luar dugaan saya, ada kecelakaan sehingga saya selain terluka, terluka berat, dan juga di kaki, di tangan, dan juga di kepala masih memar. Tetapi saya tetap mematuhi masalah hukum dan apa pun saya tetap menghormati.

KPK Sejak Jumat (17/11/2017) Setya Novanto oleh penyidik KPK resmi ditahan sebagai tersangka kasus korups e-KTP. Penahanan dilakukan untuk 20 hari ke depan terhitung mulai Jumat di Rumah Tahanan Negara Kelas I Jakarta Timur Cabang KPK. (asr)

Pemimpin Serba Bisa Pinera Favorit Juara Pemilihan Presiden Chile

0

EpochTimesId – Rakyat Chile tengah memilih presiden baru. Miliarder konservatif, Sebastian Pinera menjadi favorit untuk menang. Meskipun, kompetitornya dari oposisi sayap kini mulai disukai oleh pemilih.

Jajak pendapat menunjukkan Pinera, yang merupakan presiden antara 2010 dan 2014 dan memimpin blok Vamos Chile, memiliki keunggulan suara atas tujuh rival utamanya dari kiri-tengah. Namun dia diprediksi akan kesulitan meraih 50 persen suara yang dibutuhkan untuk kemenangan langsung dalam satu putaran.

Mantan pembawa acara TV, Senator Alejandro Guillier diprediksi akan menjadi saingan terberat sang Miliarder. Guillier adalah pemimpin koalisi Nueva Mayoria pimpinan Presiden Michelle Bachelet yang retak.

Dia ada di tempat kedua dari hasil survei, dengan sekitar 21 persen dari kemungkinan dukungan pemilih. Sementara 42 persen suara untuk Pinera, menurut jajak pendapat CEP bulan lalu.

Pemilu ini adalah yang pertama di Amerika Selatan, dimana mempertemukan pemimpin sayap kiri melawan kaum konservatif yang diprediksi akan mengambil alih kekuasaan.

Ini juga menandai titik balik koalisi Chile dari partai-partai kiri-tengah, yang sebelumnya dikenal dengan Concertacion. Pakta tersebut, yang selama berpuluh-puluh tahun telah mendominasi politik Chile, tercoreng di bawah Bachelet, terbelah oleh ketidaksepakatan mengenai kebijakan seperti melonggarkan undang-undang aborsi ketat Chile dan memperkuat serikat pekerja.

Bachelet, yang dilarang tampil dalam pemilihan ini dengan batas waktu, akan turun dengan persetujuan peringkat mendekati 30 persen. Karena warisan kebijakan sosial dan ekonominya tidak menentu.

Banyak orang Chile memandang pemilihan sebagai referendum pada masa jabatan keduanya, yang berfokus pada pengurangan ketidaksetaraan dengan membuat pendidikan lebih terjangkau dan merombak Undang-Undang Pajak.

Pinera, adalah favorit pasar keuangan, dia berkampanye di platform penskalaan dan menyempurnakan undang-undang perpajakan dan perburuhannya. Kampanyenya dilihat oleh banyak orang di kalangan bisnis karena telah mengerutkan investasi pada saat merosotnya harga tembaga, telah mendorong pertumbuhan ekonomi di dunia.

Guillier, yang secara ideologis selaras dengan Bachelet, telah berjanji untuk memperdalam pembaruannya dan berusaha memanfaatkan ketakutan bahwa kembalinya Pinera akan menandai kemunduran untuk keuntungan yang dibuat bagi siswa, wanita dan pekerja.

Pinera mengumpulkan perhatian internasional dan pujian domestik atas penanganan penyelamatan dramatis 33 penambang yang terperangkap selama masa jabatannya di tahun 2010. Dia juga dipandang sebagai sepasang tangan yang aman oleh investor.

Tapi pemerintahannya dirusak oleh demonstrasi mahasiswa besar-besaran yang mencari perbaikan pendidikan. Tanggapannya sering terlihat karena tidak tersentuh dan kelompok akar rumput masih menentangnya.

Pinera dan Guillier akan tetap mempertahankan model ekonomi pasar bebas yang sudah ada sejak lama di salah satu negara Amerika Latin yang paling maju.

Pada malam menjelang pemungutan suara, suasana di ibukota Chile Santiago sangat sunyi. Pembatasan baru dalam kampanye telah membuat kota ini tidak berantakan dengan poster politik dan perasaan bahwa kemenangan Pinera tak terelakkan telah menenangkan debat politik yang biasa terjadi di kafe dan bar.

Selain itu, orang Chile telah menjadi kecewa dengan politik setelah pembiayaan kampanye dan skandal cash-for-influence lainnya yang telah melibatkan politisi baik dari partai sayap kiri maupun kanan.

Tapi jumlah pemilih yang memilih untuk menggunakan hak suara mereka akan berfungsi sebagai penentu.

Sebuah pertunjukkan yang kuat dari para pemilih dapat membantu milisi kiri cukup suara untuk mengalahkan Pinera di babak kedua. Sementara sikap apatis dan pertengkaran terus berlanjut di antara partai-partai kiri akan membuka jalan bagi kemenangan Pinera.

Pemerintahan Bachelet telah menawarkan wahana bebas ke pusat pemungutan suara di angkutan umum, bagian dari kampanye pemungutan suara yang dikritik oleh kampanye Pinera sebagai manuver politik yang bertujuan untuk memperkuat Guillier.

Pemilu pada pemilihan setelah transisi Cile dari pemungutan suara sukarela pada 2012 telah merosot hingga 42 persen pemilih, menurut International Institute for Democracy and Electoral Assistance.

“Saya tidak akan memilih karena pada akhirnya tidak mengubah apapun,” kata penduduk Santiago Catalina Avedano, 38 tahun, saat mengantri di sebuah pusat kesehatan masyarakat minggu ini. (waa)

Benarkah Artikel di Media Resmi Tiongkok Sebagai Sinyal Xi Jinping Berniat Memperpanjang Masa Jabatan ?

oleh Zhang Dun

Epochtimes.id- Setelah Xi Jinping kembali dikukuhkan sebagai kepala negara Tiongkok melalui  Kongres Nasional ke 19. Media resmi baru-baru ini mempublikasikan sebuah artikel panjang yang isinya memicu spekulasi masyarakat. Tulisan tersebut mungkin berkaitan dengan rencana persiapan Xi Jinping untuk mengekstensi jabatan pada pemilihan mendatang.

Dalam artikel panjang yang diberi judul ‘Profil Tokoh’, penulis menggunakan istilah-istilah seperti ‘juru mudi’, ‘arsitek utama’ dan sebagainya untuk melukiskan kemampuan seorang Xi Jinping.

Di antaranya terdapat sebuah kalimat untuk menilai prestasi kerja Xi selama 5 tahun lalu dengan tulisan berikut : Beliau berhasil memecahkan banyak masalah jangka panjang yang harus dipecahkan namun tidak terpecahkan, juga telah mewujudkan banyak hal yang di masa lalu ingin diwujudkan namun belum terwujud …

Termasuk kampanye memerangi korupsi. Menangkap para koruptor kelas ‘harimau’ seperti Zhou Yongkang, Bo Xilai, Guo Boxiong, Xu Caihou, Sun Zhengcai, Lin Jihua dan lainnya.

Sebelumnya, banyak warga Tiongkok yang tidak percaya apakah pemerintah akan berhasil meminta pertanggungjawaban hukum atas kasus-kasus kejahatan yang dibuat oleh para pemimpin atas setingkat Komite Tetap Politbiro PKT ?

Selain itu, artikel memuji terjadinya ‘Pertemuan Xi – Ma’ kedua pemimpin antar selat pada tahun 2014, dan membuat tuntutan atas Arbitrase Laut Tiongkok Selatan yang dikeluarkan Mahkamah Internasional Den Haag tahun 2016 tidak terlaksana.

Artikel juga menyebut bahwa Inti kepemimpinan Xi Jinping telah ditetapkan dan dipastikan karena sudah teruji melalui perjuangan besar selama 5 tahun.

Dunia luar menangkap sinyal dalam tulisan artikel yang menyinggung soal gagasan ‘2 Langkah’ yang dikemukakan Xi Jinping.

Langkah pertama yaitu mewujudkan modernisasi Tiongkok selambat-lambatnya pada tahun 2035. Kemudian artikel menulis — Xi Jinping akan memimpin Tiongkok untuk mempercepat perwujudannya.

Media Hongkong ‘Mingpao’ menyebutkan bahwa kalimat Xi Jinping akan memimpin Tiongkok untuk mempercepat perwujudannya ini mungkin yang memicu dugaan masyarakat tentang Xi Jinping bermaksud memperpanjang masa jabatan.

Sebenarnya isu mengekstensi jabatan sudah banyak dibahas dalam laporan-laporan terdahulu.

Laporan ‘Wall Street Journal’ menyebutkan, seorang petugas yang menjadi anggota panitia kerja persiapan Kongres Nasional yang hadir di acara pembukaan kongres pada 18 Oktober mengungkapkan bahwa isu memperpanjang jabatan Xi Jinping akan dibahas dalam sidang di Kongres Nasional ke 19.

Dalam Sidang Paripurna Pertama Kongres Nasional ke 19 yang dilangsungkan pada 25 Oktober terlihat 7 orang anggota Komite Tetap Politbiro yang rata-rata berusia 50-an muncul bersama dalam acara jumpa pers. Sedangkan 2 orang kandidat paling populer yakni Hu Chunhua dan Chen Miner yang berusia 60-an justru tidak masuk daftar.

Jika dilihat dari praktek-praktek Kongres Nasional sebelumnya, Seorang pejabat tertinggi negara setelah mengakhiri masa jabatan pertamanya akan mengangkat ‘penerus’ menjadi anggota kabinet (menjadi anggota komite tetap) dengan tujuan memberikan kesempatan kepadanya untuk menunjukkan keterampilannya dalam memimpin.

Tetapi kali ini, Xi Jinping tidak melakukan hal ini. Oleh karena itu, media asing umumnya menduga bahwa ‘terobosan’ yang dilakukan Xi Jinping ini jangan-jangan adalah isyarat bahwa ia berniat terus menjabat.

Bisa jadi Xi Jinping kembali ditunjuk sebagai kepala negara Tiongkok, tetapi kedudukan itu ia peroleh setelah terjadi penyempurnaan konstitusi yang berkaitan dengan sistem pemilihan kepala negara, apakah itu mau dilakukan ala partai atau ala presidensial. Kita tunggu ! (Sinatra/asr)

Sumber : epochtimes.com

Trump Tambahkan Lima Nama Baru ke Dalam Daftar Calon Hakim Agung

0

EpochTimesId – Gedung Putih mengumumkan bahwa Presiden Donald Trump menambahkan lima nama lagi ke dalam daftar calon calon Hakim Agung pada Mahkamah Agung Amerika Serikat (AS), pada 18 November 2017, seperti dikutip The Epoch Times dari Reuters.

Meskipun saat ini tidak ada kekosongan di Mahkamah Agung, namun tiga dari sembilan hakim tersebut berusia 79 tahun atau lebih tua. Trump pertama kali merilis daftar nominasi potensial selama kampanye presiden 2016. Setelah terpilih, dia menunjuk Neil Gorsuch sebagai Hakim Agung.

Berbicara di sebuah konferensi Federalist Society mengenai pendukung hukum konservatif, Penasihat Gedung Putih Donald McGahn mengatakan bahwa, “Trump sangat berkomitmen untuk menunjuk hakim yang memiliki idealisme dan ahli dalam Undnag-Undang. Mengacu pada sebuah filosofi hukum yang bergantung pada kata-kata sebenarnya dari undang-undang dan makna asli dari Konstitusi AS.”

“Kelima ahli hukum tersebut, diyakini memiliki kepercayaan konservatif yang kuat, sehingga dimasukkan ke dalam daftar dengan masukan dari para pemimpin konservatif. Jika ada kursi Hakim Agung yang kosong, Trump akan mencalonkan kandidat dari daftar 25 yang diperbarui,” kata Gedung Putih.

Leonard Leo, penasehat presiden atas nominasi Mahkamah Agung, mengatakan bahwa Trump sudah waktunya untuk menyegarkan daftar aslinya. “Ketika Anda berkomitmen untuk memilih dari daftar, Anda ingin memastikannya selengkap mungkin,” kata Leo.

Catherine Glenn Foster, presiden kelompok Advokasi anti-Aborsi Amerika Serikat untuk Kehidupan, mengatakan bahwa dia senang dengan pilihan baru ini. “Dari catatan mereka yang diketahui mereka cenderung kuat dalam mengenali perlindungan seumur hidup,” katanya kepada Reuters.

Here is the complete list of Trump’s potential Supreme Court picks:

Amy Coney Barrett of Indiana, U.S. Court of Appeals for the Seventh Circuit
Keith Blackwell of Georgia, Supreme Court of Georgia
Charles Canady of Florida, Supreme Court of Florida
Steven Colloton of Iowa, U.S. Court of Appeals for the Eighth Circuit
Allison Eid of Colorado, U.S. Court of Appeals for the Tenth Circuit
Britt Grant of Georgia, Supreme Court of Georgia
Raymond Gruender of Missouri, U.S. Court of Appeals for the Eighth Circuit
Thomas Hardiman of Pennsylvania, U.S. Court of Appeals for the Third Circuit
Brett Kavanaugh of Maryland, U.S. Court of Appeals for the District of Columbia Circuit
Raymond Kethledge of Michigan, U.S. Court of Appeals for the Sixth Circuit
Joan Larsen of Michigan, U.S. Court of Appeals for the Sixth Circuit
Mike Lee of Utah, United States Senator
Thomas Lee of Utah, Supreme Court of Utah
Edward Mansfield of Iowa, Supreme Court of Iowa
Federico Moreno of Florida, U.S. District Court for the Southern District of Florida
Kevin Newsom of Alabama, U.S. Court of Appeals for the Eleventh Circuit
William Pryor of Alabama, U.S. Court of Appeals for the Eleventh Circuit
Margaret Ryan of Virginia, U.S. Court of Appeals for the Armed Forces
David Stras of Minnesota, U.S. Court of Appeals for the Eighth Circuit
Diane Sykes of Wisconsin, U.S. Court of Appeals for the Seventh Circuit
Amul Thapar of Kentucky, U.S. Court of Appeals for the Sixth Circuit
Timothy Tymkovich of Colorado, U.S. Court of Appeals for the Tenth Circuit
Robert Young of Michigan, Supreme Court of Michigan (Ret.)
Don Willett of Texas, Supreme Court of Texas
Patrick Wyrick of Oklahoma, Supreme Court of Oklahoma

Inilah daftar lengkap kandidat utama Hakim Mahkamah Agung pilihan Trump:

– Amy Coney Barrett dari Indiana, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Ketujuh
– Keith Blackwell dari Georgia, Mahkamah Agung Georgia
– Charles Canady dari Florida, Mahkamah Agung Florida
– Steven Colloton dari Iowa, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Kedelapan
– Allison Eid dari Colorado, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Kesepuluh
– Britt Grant dari Georgia, Mahkamah Agung Georgia
– Raymond Gruender dari Missouri, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Kedelapan
– Thomas Hardiman dari Pennsylvania, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Ketiga
– Brett Kavanaugh dari Maryland, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit District of Columbia
– Raymond Kethledge dari Michigan, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Keenam
– Joan Larsen dari Michigan, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Keenam
– Mike Lee dari Utah, Senator Amerika Serikat
– Thomas Lee dari Utah, Mahkamah Agung Utah
– Edward Mansfield dari Iowa, Mahkamah Agung Iowa
– Federico Moreno dari Florida, Pengadilan Negeri A.S. untuk Distrik Selatan Florida
– Kevin Newsom dari Alabama, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Kesebelas
– William Pryor dari Alabama, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Kesebelas
– Margaret Ryan dari Virginia, Pengadilan Banding A.S. untuk Angkatan Bersenjata
– David Stras dari Minnesota, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Kedelapan
– Diane Sykes dari Wisconsin, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Ketujuh
– Amul Thapar dari Kentucky, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Keenam
– Timothy Tymkovich dari Colorado, Pengadilan Banding A.S. untuk Sirkuit Kesepuluh
– Robert Young dari Michigan, Mahkamah Agung Michigan (Purn.)
– Don Willett dari Texas, Mahkamah Agung Texas
– Patrick Wyrick dari Oklahoma, Mahkamah Agung Oklahoma
(waa)