Senator Amerika Ditangkap Polisi Karena Diduga Nyetir Sambil Teler

0

EpochTimesId – Seorang Senator South Carolina, Amerika Serikat, Paul Campbell, ditangkap polisi karena melanggar hukum lalu lintas. Dia diduga mengemudikan mobil sambil mabuk.

Politisi berusia 71 tahun itu dalam sebuah rekaman video tampak terhuyung sempoyongan ketika petugas polisi memasang borgol di tangannya, seperti dikutip The Epoch Times dari The Post and Courier.

Ketika ditangkap, kendaraan Campbell usai menabrak mobil seorang mobil pemuda yang berusia 21 tahun. Michaela Caddin yang ditabrak pada jalan Interstate 26, meminta polisi melanjutkan kasus penabrakan yang dialaminya.

Ketika polisi datang, Campbell ditemukan duduk di kursi penumpang mobilnya. Sementara sang Istri, Vicki Campbell, berada di belakang kemudi mobil tersebut, seperti pengakuan sejumlah pejabat.

Namun korban, Caddin menuduh bahwa senator negara itu berganti kursi dengan istrinya setelah menabrak dirinya.

Ketika polisi meminta Campbell untuk keluar dari mobil, politisi itu diyakini sedang teller. Dia diduga sedang mabuk dan dibawah pengaruh alkohol atau obat-obatan.

Ketika ditanya polisi, Campbell mengatakan bahwa dia menderita diabetes. Dia juga berdalih salah satu kakinya lebih pendek dari yang lain. Karena itulah dia tidak dapat berjalan lurus dan terjatuh ketika diborgol, seperti dikutip dari New York Daily News.

“Ini mungkin resiko profesi saya. Anda tahu itu, menurut saya,” katanya kepada petugas di video tersebut. “Ini tidak menyenangkan. Ini agak menyebalkan. Aku akan mengubah hukum tentang ini … aku tidak teler. Aku juga tidak menyetir mobil,” katanya.

Walau membantah, Campbell tetap ditahan polisi karena melanggar pasal mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan obat-obatan. Petugas mendapati, bahwa kandungan alkohol dalam darahnya melebihi batas yang diijinkan oleh Undang-Undang lalu lintas Amerika. Dia dijadwalkan menjalani persidangan pada 8 Januari 2018. (waa)

Tujuh Orang Tertembak di Sebuah Klub Malam Indiana

0

EpochTimesId – Sedikitnya tujuh orang menjadi korban penembakan pada sebuah klub malam. Satu orang tersangka sudah berhasil ditangkap oleh polisi di Gary, Indiana, Amerika Serikat.

Polisi belum merinci kondisi para korban penembakan. Polisi juga masih menyelidiki penyebab pasti insiden itu, seperti dikutip The Epoch Times dari The Associated Press.

“Kejadian tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.30 Minggu (11/12/2017) dinihari. Dimana petugas dari Departemen Kepolisian Gary menerima laporan via telpon, terkait penembakan di blok 4600 Melton Road di East Side, Gary di dekat I-90,” ujar Letnan Dawn Westerfield, juru bicara kantor polisi Gary, kepada Chicago Tribune.

“Yang satu berada dalam tahanan sekarang dan yang lainnya akan diidentifikasi; Aku sedang mengerjakannya sekarang juga. Belum ada informasi soal motif untuk saat ini,” sambung Detektif Sersan William Fazekas.

Korban penembakan dilaporkan empat pria dan tiga perempuan. Mereka ditemukan di dalam klub malam di sebelah utara kota Indiana yang terletak di dekat Chicago.

Orang kedelapan terluka saat mencoba melarikan diri, kata polisi. Polisi percaya bahwa dua orang bertanggung jawab atas penembakan tersebut.Satu orang pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas kepolisian. (waa)

Gal Gadot Tolak Perankan Sequel Wonder Woman Jika Brett Ratner Tidak Didepak

0

EpochTimesId – Bintang film Hollywood pemeran Wonder Woman, Gal Gadot menegaskan akan menolak untuk memerankan sekuel film tersebut. Dia menolak untuk kembali membintangi film itu jika Brett Ratner yang dituduh sebagai pelaku pelecehan seksual tidak dikeluarkan dari konsorsium.

Gal Gadot adalah bintang dari film blockbuster yang menghasilkan lebih dari $US 400 juta, dari seluruh dunia. Ratner turut serta membiayai film tersebut dan mendapat keuntungan dari hasil penjualan tiket bioskop dan film-nya.

Gadot mengambil sikap terhadap prinsip-prinsipnya dan menuntut agar Ratner dipecat dari konsorsium. Sehingga, dia tidak mendapatkan keuntungan dari apa yang Gadot kerjakan, menurut seorang sumber Hollywood yang berbicara kepada Page Six.

https://www.instagram.com/p/BbSwf_tg5zl/

“Brett menghasilkan banyak uang dari kesuksesan ‘Wonder Woman’, berkat perusahaannya yang telah membantu membiayai film pertama. Sekarang, Gadot mengatakan bahwa dia tidak akan menandatangani sekuel kecuali Warner Bros mendepak Brett keluar dari kesepakatan pembiayaannya dan menyingkirkannya,” ujar orang dalam Warner Bros, kepada Page Six.

Bulan lalu, Gadot menolak menghadiri makan malam untuk menghormati Ratner. Ratner dituduh melakukan pelecehan seksual oleh sejumlah aktris Hollywood, termasuk Olivia Munn dan Natasha Henstridge.

Warner Bros memutuskan hubungan dengan Produser itu setelah tuduhan terpublikasi. Ratner sendiri sudah membantah semua tuduhan tersebut melalui pengacaranya.

Ratner adalah pemilik RatPac-Dune Entertainment, yang mendanai film Wonder Woman bersama Warner Bros. Dia menerima bagian dari pendapatan box office senilai $US 400 juta.

“Dia tangguh dan berpegang teguh pada prinsip-prinsipnya. Dia juga tahu cara terbaik untuk memukul orang seperti Brett Ratner, ada di dalam dompet,” kata sumber tersebut kepada Page Six.

“Dia juga tahu bahwa Warner Bros harus berpihak padanya tentang masalah ini. Mereka tidak dapat memiliki film yang berakar pada pemberdayaan perempuan menjadi bagian yang dibiayai oleh seorang pria yang dituduh melakukan kesalahan seksual terhadap wanita,” imbuh sang sumber.

Menurut IMDB, RatPac Entertainment telah meraup $US 9,3 miliar dari tiket box office di seluruh dunia. Film yang dibiayai oleh RatPac sendiri telah dinominasikan (sebagai pemenang) dalam 51 kategori pada Academy Awards, 20 di Golden Globes dan 39 BAFTAs. Mereka memenangkan 21 Academy Awards, 7 Golden Globes dan 17 BAFTAs.

Gadot lahir di Israel dari keluarga Yahudi Ashkenazi. Debutnya di layar lebar dimulai dari seri keempat film Fast & Furious.

“Bullying dan pelecehan seksual tidak bisa diterima! Saya berdiri di samping semua wanita pemberani yang menghadapi ketakutan dan keluar untuk berbicara. Kami berdiri bersama,” tulis Gal Gadot di Instagram awal bulan ini. (waa)

Amerika Tetapkan 29 Maret Sebagai Hari Veteran Vietnam

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani surat keputusan bahwa 29 Maret ditetapkan sebagai ‘Hari Veteran Perang Vietnam Nasional’. Keputusan yang ditandatangani pada 10 November 2017 lalu, didedikasikan untuk menghormati hampir 500.000 tentara Amerika yang bertempur di Vietnam.

Banyak pihak di Amerika menilai bahwa mereka yang berjuang di Vietnam tidak dihargai dengan sepatutnya atas pengorbanan mereka.

“Sepanjang Peringatan 50 tahun Perang Vietnam ini, dan setiap 29 Maret, kita akan menghormati semua orang yang menjawab seruan kita untuk bertugas,” kata Trump dalam surat proklamasi tersebut.

“Kami berjanji untuk tidak lagi mengacaukan ketidaksetujuan pribadi terhadap perang dengan prasangka terhadap mereka yang dengan terhormat mengenakan seragam Angkatan Bersenjata kami,” katanya. “Dengan keyakinan, Negara kami menjanjikan rasa hormat kami yang terus-menerus, kepedulian kami yang terus berlanjut, dan komitmen abadi kami kepada semua veteran Vietnam,” katanya.

Trump membuat pengumuman tersebut setelah tiba di Vietnam, sebagai bagian dari tur Asia-nya. Dia mengadakan konferensi pers dengan tujuh veteran Vietnam di mana dia mengucapkan terima kasih atas pelayanan mereka menjelang Hari Veteran.

Dia mengatakan dalam sebuah pernyataan tertulis bahwa, “Para veteran kami adalah harta nasional, dan saya berterima kasih atas semua pelayanan, pengorbanan, dan patriotisme mereka.”

Dalam pertemuan di sebuah ruangan di Hyatt Regency di Da Nang, menurut sebuah pengumuman di taman kolam renang, Trump mengundang para veteran untuk berbicara. Saat salah satu dari mereka tercekat saat berbicara, Trump memeluknya.

“Untuk kalian semua yang menemaniku hari ini, kalian adalah pahlawan yang memenuhi kewajibanmu untuk bangsa kita,” kata Trump. “Dan Anda semua, dalam kondisi yang paling sulit, melakukan apa yang harus Anda lakukan, dan Anda melakukannya dengan baik.”

“Saya merasa terhormat untuk mewakili negara kita, dan saya akan mengatakan bahwa, ketika Anda berbicara tentang penghormatan, salah satu penghormatan terbesar saya adalah mempresentasikan orang-orang yang berdiri tepat di belakang saya, para pejuang hebat dan veteran Perang Vietnam,” sambung Trump.

Veteran Vietnam membawa beban berat di pundak mereka. Setelah perang, di mana lebih dari 58.000 orang Amerika kehilangan nyawa mereka, mereka kembali ke sebuah negara di mana mereka malah dijauhi.

“Hari ini, saya menandatangani sebuah pengumuman untuk menghormati veteran Perang Vietnam,” kata Trump.

Proklamasi 10 November 2017 adalah bagian dari peringatan 13 tahun yang dimulai pada tahun 2012 untuk peringatan 50 tahun Perang Vietnam. Di dalamnya, Trump berkata, “Kami memberi hormat kepada veteran Vietnam kami yang berani, yang melayani Bangsa dan membela kebebasan, berjuang melawan penyebaran komunisme dan membela kebebasan orang-orang Vietnam.”

Trump mencatat bahwa 50 tahun yang lalu, pada tahun 1967, hampir 500.000 tentara Amerika berjuang bersama 850.000 pasukan sekutu untuk mempertahankan Vietnam Selatan. Dia mengatakan bahwa selama Bulan Veteran dan Keluarga Militer, dan sementara Amerika Serikat merayakan Hari Veteran, dia berada di Vietnam dengan pemimpin bisnis dan politik untuk memajukan kepentingan Amerika, sekaligus untuk mempromosikan perdamaian dan stabilitas di wilayah ini dan di seluruh dunia.

“Saya menghargai kesempatan ini untuk mengingat, dengan kerendahan hati, pengorbanan yang dilakukan veteran untuk kebebasan dan kekuatan Bangsa kita,” katanya.

“Selama Peringatan Peringatan 50 tahun Perang Vietnam ini, kami menerima tanggung jawab kami untuk membantu veteran Vietnam dan keluarga mereka sembuh dari luka perang yang mendalam,” imbuhnya.

Trump mengatakan bahwa bagi pemerintahannya, “Saya berjanji untuk terus melakukan upaya terkoordinasi untuk mengenali semua veteran Perang Vietnam atas pengabdian dan pengorbanan mereka, dan untuk memberi mereka pengakuan dan rasa terima kasih yang tulus yang mereka dan keluarga mereka sangat pantas mendapatkannya.”

Dia juga telah menyatakan janji ini dalam rilis lain, yang diterbitkan oleh kantor sekretaris pers Gedung Putih pada 9 November 2017, di mana Trump membawa perhatian pada skandal di dalam Departemen Urusan Veteran (VA), dan mengatakan ini telah menunjukkan kebutuhan akan memberi para veteran lebih banyak dukungan.

Untuk membantu memperbaiki departemen, pemerintah Trump menegakkan standar akuntabilitas baru untuk personel VA, kan dengan memberhentlebih dari 1.163 karyawan VA. Guna menciptakan perlindungan baru untuk pelapor agar memudahkan identifikasi karyawan VA yang tidak memenuhi standar, dan memperluas layanan VA untuk membuatnya lebih dapat diakses oleh veteran, serta sejumlah perbaikan lainnya.

Pengumuman tersebut mengulangi ucapan Trump di sebuah acara VA pada 3 Agustus, di mana dia menyatakan, “Kami tidak akan beristirahat sampai semua veteran besar Amerika dapat menerima perawatan yang sangat layak mereka dapatkan. Kemajuan yang luar biasa telah dicapai dalam waktu singkat.” (waa)

Zhao Leji Menyinggung Soal Kehancuran Partai Usai Menangkap dan Memeriksa ‘Harimau’ Pertama Pasca Kongres Nasional PKT

oleh Zhang Dun

Epochtimes.id- Sekretaris Komite Tetap untuk Inspeksi Disiplin Nasional, Zhao Leji,  yang baru dilantik melalui Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke 19, baru-baru ini berhasil menangkap dan melengserkan “harimau” pertama yang masih menjabat usai Kongres.

Zhao Leji mengemukan pendapatnya tentang Partai Komunis Tiongkok yang sudah berada dalam posisi diambang kehancuran pada hari berikutnya.

Zhao melalui situs Komisi Inspeksi Disiplin pada 10 November memberitakan bahwa Anggota Wakil Direktur Urusan Perlindungan Lingkungan Hidup dan Konservasi Sumber Daya Kongres Rakyat Nasional, mantan dekan Akademi Penelitian Ilmu Lingkungan Hidup Tiongkok bernama Meng Wei sedang menjalani pemeriksaan oleh yang berwenang.

Meng Wei menjadi “harimau” pertama yang ditangkap oleh Zhao pada 25 Oktober lalu setelah ia dilantik.

Pada 11 November, Zhao Leji menerbitkan artikel panjang di Harian Rakyat yang isinya sampai 17 kali menyebut nama Xi Jinping dengan membuka kalimat yang menyerukan kepada semua anggota Partai Komunis Tiongkok untuk mempertahankan tingkat konsistensi yang tinggi berintikan pimpinan Xi Jinping.

Dalam artikel tersebut Zhao juga menyinggung soal kehancuran partai, ia menulis : Masalah di Tiongkok semua bersumber dari dalam Partai Komunis Tiongkok. Jika pengontrolan terhadap partai melemah dan disiplin menurun, tidak heran kalau PKT akan hancur dan dihapus oleh sejarah.

Di masa lalu, baik Hu Jintao, Xi Jinping, Wang Qishan dan pejabat senior lainnya sering mengatakan bahwa justru di era PKT berkuasa itu konflik sosial muncul cukup menonjol, korupsi merajalela hingga mengantarkan partai pada jalan kematian.

Kasus usaha kudeta yang dilakukan Bo Xilai, Zhou Yongkang, Jiang Zemin, Zeng Qinghong dan lainnya sudah terungkap sebelum berlangsungnya Kongres Nasional ke 18.

Hu Jintao yang akan mengakhir jabatannya dalam pidato pembukaan Kongres menyebutkan, situasi anti-korupsi masih cukup serius dan membutuhkan penanganan yang berkelanjutan. Jika hal tersebut kurang mendapat perhatian, partai akan hancur.

Setelah Xi Jinping menjabat, Bo Xilai, Zhou Yongkang, Xu Caihou, Lin Jihua, Guo Boxiong, Sun Zhengcai dan sejumlah ‘harimau besar’ lainnya ditangkap.

Pihak berwenang berulang kali mengatakan, keenam ‘harimau’ itu selain rakus kekayaan dengan melakukan korupsi dalam jumlah besar, juga melakukan persekongkolan untuk merebut kekuasaan dari pemerintah yang sah.

Akibat kasus mengerikan dan mengejutkan itu, pihak berwenang di Zhongnanhai bertindak tegas untuk “menghilangkan bahaya politik utama yang tersembunyi.”

Zhao dalam artikelnya juga menyinggung soal kasus-kasus kejahatan yang dilakukan oleh kelompok Jiang Zemin, ia kemudian menegaskan perlunya untuk membasmi korupsi sampai ke akar-akarnya, memperjuangkan anti korupsi hingga mencapai kemenangan, dan lainnya.

Selama Wang Qishan menjabat Sekretaris Komite Tetap untuk Inspeksi Disiplin Nasional ia telah membantu Xi Jinping untuk menyelesaikan sejumlah kasus kejahatan yang dilakukan oleh lebih dari 40 orang anggota Komite Sentral, lebih dari 440 orang pejabat menengah untuk membantu kelancaran dalam pengembalian kekuatan militer yang digenggam oleh antek-antek Jiang Zemin.

Pada 6 November Wang Qishan menerbitkan sebuah artikel di media resmi yang menyebut bahwa  kelompok kepentingan sedang berupaya untuk mengambil secara paksa kekuasaan partai dan pemerintah yang sah.

Pihak berwenang kemudian menangkap dan menyelidiki kasus kejahatan yang dilakukan Zhou Yongkang, Bo Xilai, Guo Boxiong, Xu Caihou, Sun Zhengcai, Ling Jihua demi memberantas korupsi politik dan korupsi ekonomi yang saling terkait dengan kelompok kepentingan itu.

Sedangkan orang yang berada di belakang keenam penjahat kelas ‘harimau’ itu adalah Jiang Zemin. Zhou Yongkang menguasai Angkatan Kepolisian Bersenjata, Dinas Keamanan Publik dan sistem peradilan Tiongkok. Guo Boxiong, Xu Caihou menguasai Angkatan Bersenjata dan menjadi ‘jurubicara’ Jiang Zemin di militer. Sedangkan Bo Xilai, Sun Zhengcai adalah pewaris kekuasaan binaan Jiang Zemin.

Namun, sebelum Kongres Nasional ke 18 dan 19, pihak berwenang Tiongkok berhasil mencopot Bo Xilai dan Sun Zhengcai. Dunia luar umumnya percaya bahwa dengan keberhasilan mencopot Sun Zhengcai dari jabatan anggota politbiro Pusat berarti pihak berwenang telah berhasil mematahkan jalan belakang Jiang Zemin.

Meskipun rezim Xi Jinping telah berhasil mencopot sejumlah besar antek Jiang Zemin, tetapi Jiang Zemin dan Zeng Qinghong justru masih belum diselidiki dan dimintai pertanggungjawaban.

Epochtimes sebelumnya pernah melaporkan bahwa, Jiang Zemin, Zeng Qinghing dan lainnya masih tanpa henti-henti mengadakan pengacauan yang merongrong pemerintahan Xi Jinping, bahkan meluncurkan berbagai bentuk kudeta dalam banyak kesempatan. (Sinatra/asr)

Sumber : Epochtimes.com

Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Kabur dari Irak ke Syria dengan Taksi Kuning

Epochtimes.id– Kantor berita Media Irak melaporkan, pemimpin tertinggi Daesh atau Islamic State (IS) Abu Bakr al-Baghdadi dilaporkan melarikan diri ke Suriah dengan taksi kuning.

“Setelah pasukan Irak menyerang Qaim, Baghdadi sadar bahwa kehadirannya di Rawa mengancam hidupnya,” kata kantor berita tersebut mengutip seorang sumber intelijen pada Minggu malam.

Baghdadi mendesak militan-militan yang tersisa di Qaim untuk “melanjutkan pertempuran, namun mereka membiarkannya turun dan melarikan diri dari kenderaan pribadi mereka ke Syria.”

“Dengan taksi kuning, Baghdadi melarikan diri dari Irak dan menuju ke Syria. Dia diyakini menetap di Deir al-Zor, ” kata sumber tersebut.

“Pemimpin IS meminta naik taksi kuning agar tidak menimbulkan kecurigaan.”

Pada Oktober lalu, Pentagon mengatakan bahwa Baghdadi masih hidup.

Kantor berita Turki, Anadolu Agency mengutip juru bicara Pentagon, Eric Pahon, mengatakan dinas intelijen Ameriak Serikat memverifikasi keaslian rekaman audio Baghdadi yang diedarkan sebelumnya.

Juru Bicara Kementerian Pertahanan Irak, Saad al-Jayashi, mengatakan pada sebuah wawancara di televisi Sabtu lalu bahwa tentara Irak tidak memiliki perintah untuk mengejar militan IS di Suriah.

Laporan berita telah menyebutkan Popular Mobilization Unit (PMF), unit paramiliter yang beranggotakan kelompok Syiah bersama dengan pasukan Irak lainnya, memasuki daerah Deir al-Zor di Suriah dan bahwa jet-jet Irak menembus wilayah udara Suriah.

Banyak militan IS dilaporkan melarikan diri dari kota Qaim, di Anbar barat, menuju ke al-BuKamal di Suriah, setelah beberapa pemimpin melarikan diri dan terbunuh dalam serangan udara oleh jet koalisi Irak dan AS.

Perdana Menteri Haidar al-Abadi mengumumkan pada Jumat lalu penguasaan wilayah Qaim secara keseluruhan dalam waktu singkat. Operasi ini dimulai pada akhir Oktober lalu. (asr)

Sumber : Iraqinews.com

Penyelidikan Penyebab Kematian Misterius Teori Konspirasi Polandia Ditangguhkan

EpochTimesId – Seorang Pria, Max Spires tewas secara misterius saat menghadiri konferensi teori konspirasi di Polandia. Max Spires mengklaim bahwa dia telah diprogram secara diam-diam oleh NSA untuk menjadi ‘prajurit super’.

SPires mengaku telah menemukan bukti tentang sebuah lingkaran kasus pelecehan anak yang melibatkan politisi dan selebriti terkenal. Lalu dia mengirim pesan samar kepada ibunya, “Anak laki-laki Anda bermasalah. Jika terjadi sesuatu pada saya, selidiki!”

Dia meninggal dalam keadaan yang tidak dapat dijelaskan di Polandia setelah muntah dua liter cairan hitam, lapor BBC.

Sekarang, dalam sebuah langkah yang mengejutkan, pemeriksaan petugas pemeriksa mayat yang telah lama dinanti-nantikan dalam kematian Max telah dihentikan.

“Ini menguras emosi tapi saya sudah lama menunggu dan tidak keberatan jika butuh waktu lebih lama jika akhirnya kita bisa mengetahui kebenaran apa yang terjadi pada Max,” kata ibunya, menurut KentOnline.

Jawaban atas penyebab kematian Max Spires diperkirakan akan diungkapkan saat pemeriksaan pemeriksa mayat pada hari Kamis, 9 November 2017. Namun menurut KentOnline, asisten koroner Alan Blundson mengumumkan bahwa dia belum memiliki cukup informasi untuk mencapai sebuah kesimpulan dan menunda persidangan sampai tahun depan.

Max Spires menghabiskan momen terakhirnya di rumah penulis fiksi ilmiah Monika Duval pada bulan Juli 2016 lalu, kata BBC. Pejabat Polandia mengatakan Spires meninggal karena sebab alami, namun mereka gagal melakukan postmortem di tubuh dan Duval menolak untuk berbicara dengan media.

Sebuah foto jenasah Max, ditunjukkan kepada wartawan BBC India Rakusen, menunjukkan tanda gelap di dahi yang terlihat seperti lecet darah. Namun tidak disebutkan adanya kontroversi yang ditemukan dalam catatan layanan darurat. Pemeriksaan keluarga terhadap mayat tersebut pada saat kedatangannya di Inggris semakin meningkatkan keraguan, lapor BBC.

“Bagian wajahnya yang bisa dia lihat begitu gelap sehingga tidak bisa dikenali lagi,” kata Vanessa Bates, ibu Spires.
Inilah yang dikatakan putrinya setelah memeriksa mayat tersebut, kata BBC. Bates mengatakan bahwa dirinya sendiri terlalu sedih untuk melihat.

“Tapi putriku melakukannya dan dia sangat, sangat kesal,” imbuhnya.

Bates juga berbicara dengan Monika Duval melalui telepon segera setelah kematian anaknya. Dia melaporkan mendengar cuplikan latar belakang percakapan yang membingungkan, menunjukkan sesuatu yang tidak biasa sedang terjadi.

“Mereka membicarakan hal-hal aneh seperti cangkir susu dan cangkir cuka,” kata Bates.

Miles Johnston, seorang teman Spires, mengatakan kepada BBC bahwa beberapa kenalannya di komunitas teori konspirasi percaya pada prosedur misterius untuk menghidupkannya kembali.

“Max sudah meninggal, tapi mereka berhasil menemukannya. Mereka bekerja di jiwanya. Anda punya waktu enam jam untuk melakukan itu, sementara mayatnya mati,” klaim Johnston.

Polisi Kent melakukan penyelidikan bersama dengan polisi di Polandia sampai kematian dan sebuah pemeriksaan dibuka di Canterbury pada bulan Desember 2016. Selama persidangan, petugas investigasi koroner Caroline O’Donnell membuat pernyataan berikut ke pengadilan, lapor Mirror.

Ketika mereka kembali, Spires sakit dengan suhu badan tinggi dan lemah. Keesokan harinya, Spires memuntahkan dua liter cairan hitam. Teman itu memanggil dokter yang mencoba resusitasi sebelum dia dipastikan meninggal dunia.

Pemeriksaan tersebut kemudian ditunda, untuk dilanjutkan pada hari Kamis, 9 November 2017 di Maidstone, Kent. Dan sekarang, dengan suspensi yang baru diumumkan, misteri seputar kematian Max masih belum terselesaikan. (waa)

Petani di Korut Diperintahkan Menghasilkan Pemasukan Uang Asing untuk Rezim yang Kekurangan Uang

Epochtimes.id- Produk makanan Korea Utara yang biasanya tidak dijual ke luar negeri, kini dikirim ke Tiongkok untuk diekspor kembali sebagai pundi-pundi uang bagi rezim yang terkena sanksi-sanksi.

Hal demikian disampaikan sumber-sumber di negara tersebut. Sumber ini berada di seberang perbatasan dengan Tiongkok.

Laporan ini disampaikan oleh Joonho Kim untuk layanan Radio Free Asia di Korea.

Sanksi PBB yang diberlakukan pada Agustus lalu oleh badan dunia sebagai hukuman karena uji coba senjata nuklir dan rudal, melarang negara tersebut mengekspor batubara, besi, makanan laut, dan barang lainnya.

Meski demikian, keterangan dari sumber untuk RFA menyebutkan masih banyak yang masih dijual ke luar negeri untuk mendapatkan uang asing.

Petani Korea Utara yang bekerja di bawah perintah pemerintah sekarang memanen untuk penjualan barang pertanian yang sebelumnya tidak dipromosikan untuk diperdagangkan.

Informasi ini dibeberkan seorang sumber yang tinggal di kota perbatasan di Tiongkok.

“Korea Utara sebelumnya telah mengekspor kacang pinus, namun negara tersebut sekarang mengekspor produk pertanian apapun yang dimilikinya, termasuk daun lobak kering dan batang ubi jalar kering,” kata sumber RFA, yang berbicara tanpa menyebut nama.

Makanan jenis ini lebih disukai oleh warga etnis Korea yang tinggal di Tiongkok. Bagi warga Korea Selatan, kata sumber tersebut menambahkan, “Orang Tiongkok tidak menikmati makanan mereka.”

“Saya tidak berpikir bahwa orang-orang Tiongkok akan membeli produk ini, jadi mereka mungkin diekspor kembali ke Korea Selatan setelah disamarkan berasal dari Tiongkok,” kata sumber tersebut.

Perintah Rezim Korut

Sumber yang berbicara kepada RFA ini mengatakan bahwa perdagangan baru jenis daun dan batang sedang dilakukan di bawah arahan pihak berwenang.

“Daun lobak kering dan batang ubi jalar kering sekarang dikumpulkan karena petani telah diperintahkan oleh pemerintah untuk terlibat dalam menghasilkan uang asing,” kata sumber tersebut tak ingin disebutkan namanya.

“Daun lobak digunakan untuk membuat kimchi dan sawi putih serta batang ubi jalar juga merupakan makanan di Korea Utara.”

“Namun para petani Korea Utara sekarang ‘menawarkannya’ ke negara mereka sebagai cara untuk meningkatkan pendapatan mata uang asing.”

Seorang pengusaha Korea Selatan yang bekerja dalam perdagangan impor kepada RFA mengatakan barang-barang makanan ini sudah banyak tersedia di Tiongkok dan Korea Selatan.

“Tapi biaya tenaga kerja untuk memotong dan mengeringkan produk ini tinggi di kedua negara, sehingga mereka cenderung mengimpor produk murah daripada memproduksinya sendiri,” katanya. (asr)

Sumber : Radio Free Asia

Pengusutan Skandal Korupsi, Bank-bank Arab Saudi Bekukan Ribuan Rekening Bank

Epochtimes.id– Pihak berwenang Arab Saudi telah melakukan penangkapan lebih lanjut dalam tindakan anti-korupsi terhadap elit politik dan bisnis kerajaan tersebut. Hal demikian disampaikan seorang sumber yang mengetahui masalah tersebut dilansir Reuters pada Rabu lalu.

Kini puluhan anggota keluarga kerajaan, pejabat dan eksekutif bisnis telah ditahan dalam pengusutan korupsi yang diumumkan pada Sabtu akhir pekan lalu.

Mereka yang ditahan menghadapi tuduhan pencucian uang, penyuapan, pemerasan dan pemanfaatan jabatan publik untuk keuntungan pribadi.

Mereka yang baru-baru ini ditahan termasuk orang-orang yang memiliki hubungan dengan keluarga dekat Pangeran Mahkota dan Menteri Pertahanan Pangeran Sultan bin Abdulaziz, yang meninggal pada 2011 silam. Hal demikian dibeberkan oleh sumber tersebut.

Mereka yang ditahan lainnya termasuk sejumlah manajer dan pejabat tingkat rendah.

Banyak pihak memuji upaya pembersihan tersebut sebagai pemberantasan terhadap pencurian uang oleh orang kaya, dan Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa mereka yang ditangkap telah “memerah susu ‘negara mereka selama bertahun-tahun.”

Tetapi beberapa pejabat Barat menyatakan kegelisahan atas kemungkinan reaksi dalam politik dan masa depan eksportir minyak terbesar di dunia.

Pasar saham Arab Saudi terus turun pada awal perdagangan Rabu lalu karena kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari pembersihan anti-korupsi.

Selasa lalu Putra Mahkota Mohammed bin Salman dan Bank Sentral Saudi berusaha meredakan kekhawatiran tentang penyelidikan tersebut.

Mereka mengatakan bahwa sementara orang-orang yang ditargetkan dan membuat rekening bank mereka dibekukan, perusahaan nasional dan multinasional – termasuk yang sebagian atau seluruhnya dimiliki oleh orang-orang yang sedang diselidiki – tidak akan terganggu.

Otoritas anti-korupsi juga membekukan rekening bank Pangeran Mohammed bin Nayef, salah satu anggota paling senior dari penguasa Al Saud, dan beberapa anggota keluarganya.

Jumlah rekening bank domestik yang dibekukan sebagai hasil pembersihan meningkat lebih dari 1.700 rekening, bertambah lebih dari 1.200 rekening yang dilaporkan pada Selasa lalu. (asr)

Sumber : Reuters/AP

Opini: Kisah Tiga Skandal Rusia

Seorang informan untuk FBI mengumpulkan sejumlah besar catatan keuangan, rekaman rahasia, dan email yang menunjukkan sebuah perusahaan nuklir negara Rusia mengompromikan perusahaan Amerika dengan sogokan, suap, dan ancaman di tanah Amerika, menurut The Hill.

Pembelian oleh perusahaan Rusia sebesar 20 persen dari cadangan uranium Amerika telah disetujui oleh pemerintahan Obama. Kenyataan bahwa kesepakatan itu berjalan tidak ada yang luar biasa. Rusia adalah musuh geopolitik, dan uranium adalah bahan dasar untuk membuat bom atom.

Senate Judiciary Committee, Komite Kehakiman Senat, telah meluncurkan sebuah penyelidikan kasus penyuapan Rusia, dan Jaksa Agung Jeff Sessions mengisyaratkan dalam dengar pendapat kongres pada 18 Oktober bahwa Department of Justice (DOJ), Departemen Kehakiman, mungkin telah memulai penyelidikannya sendiri.

Sebelum skandal penyuapan Rusia terungkap, ada dua skandal terkait Rusia dimana media arus utama berusaha mati-matian untuk tetap hidup, meski tidak memiliki bukti yang kredibel. Keduanya dikatakan berpusat di sekitar Presiden Donald Trump.

Penyuapan nuklir adalah skandal Rusia dengan jenis yang berbeda: Trump dan rekan-rekannya tidak terlibat, dan mungkin yang lebih penting, hal itu terjadi di era Obama, dengan Hillary Clinton menjadi salah satu tokoh sentral yang terlibat dalam dugaan kelakuan buruk (lagi).

Untuk alasan ini, media arus utama Amerika tiba-tiba kehilangan nafsu mereka untuk melaporkan usaha-usaha kurang ajar Rusia dalam merongrong keamanan nasional Amerika Serikat.

Sebuah Kisah Tanpa Bukti

Dalam narasi kolusi Trump-Rusia No. 1, Trump dikatakan berkolusi dengan Rusia untuk melemahkan Partai Demokrat dan Clinton. Oleh karena itu, kemenangan pemilihan Trump adalah sebuah penipuan, dan dia harus dikeluarkan dari jabatannya. Dalam skenario ini, Clinton akan menjadi presiden Amerika Serikat yang terpilih.

Bukti yang diajukan oleh organisasi media termasuk satu berkas dokumen, transkrip panggilan telepon yang dibocorkan secara ilegal, dan pertemuan antara orang-orang di lingkaran dalam Trump dan orang-orang Rusia.

Dokumen tersebut secara luas dicela sebagai operasi polesan yang diatur oleh Fusion GPS, sebuah perusahaan riset oposisi yang sesuai dengan kepentingan Demokrat. Di antara karya terkenalnya, Fusion GPS dipekerjakan oleh Demokrat selama pemilihan presiden 2012 untuk menggali kotoran di Mitt Romney. Perusahaan tersebut juga merupakan bagian dari upaya Planned Parenthood untuk membatalkan video menyakitkan yang membuat organisasi tersebut terlihat buruk.

Pada saat yang sama, Fusion GPS menugaskan berkas tersebut, perusahaan tersebut terlibat dalam kampanye lobi pro-Rusia yang bertujuan menanggalkan Undang-Undang Magnitsky, yang memberi sanksi kepada pejabat pemerintah asing yang dicurigai melakukan pelanggaran hak asasi manusia. Bagaimanapun Fusion GPS telah mengerjakan ini setidaknya selama dua tahun, setelah dipekerjakan oleh pengacara Rusia terkait Kremlin, Natalia Veselnitskaya, firma tersebut tidak mendaftar sebagai agen asing, yang mungkin melanggar hukum A.S.

Dalam sebuah pertemuan yang dihadiri oleh putra Trump, Donald Trump Jr., Veselnitskaya mengklaim memiliki informasi mengenai Clinton namun gagal menyampaikannya. Kemudian terungkap bahwa pengacara tersebut diberikan masuk ke Amerika Serikat oleh DOJ Obama di bawah “keadaan luar biasa.”

Pendiri dan mitra Fusion GPS, Peter Fritsch dan Thomas Catan, dipanggil oleh komite intelijen Gedung Putih. Seperti yang diharapkan, pada 18 Oktober pasangan tersebut memohon Amandemen Kelima untuk menghindari tuduhan yang memberatkan sendiri, menolak menjawab pertanyaan apapun yang berkaitan dengan berkas tersebut.

Penyelidikan Rusia secara konsisten gagal menghasilkan bukti faktual yang melibatkan Trump, dan bahkan media sekutu Clinton yang paling canggih dan setia hanya bisa mengalahkan seekor kuda mati begitu lama. Agar narasi kolusi Rusia tetap hidup, mereka membuka front kedua.

Kisah ‘Troll’ Rusia yang Sangat Kuat  

Dalam narasi No. 2, peternakan troll (tukang cari masalah/konflik) Rusia yang dikontrol atau dikaitkan dengan Kremlin memulai perang misinformasi pada platform media sosial Amerika selama pemilihan 2016. Satu-satunya tujuan troll Rusia dikatakan menyebarkan sentimen anti-Clinton, dengan memberikan suaranya kepada Trump. Akibatnya, kemenangan Trump dikatakan tidak sah.

Kenyataannya jauh lebih rumit dari yang media tersebut menginginkan Anda untuk mempercayai. Ada beberapa akun media sosial palsu yang mempromosikan pandangan dunia pro-Rusia, dan beberapa tampaknya mendukung Trump. Tapi ada juga beberapa akun profil tinggi yang memuat pesan bertema Demokrat.

Salah satu akun palsu di Facebook yang dinyatakan keras adalah sebuah group bernama United Muslims of America. Kelompok ini juga memiliki akun Twitter dengan nama @muslims_in_usa dan akun Instagram, @muslim_voice.

Group Facebook tersebut menyanyikan puji-pujian tinggi untuk Clinton, dengan mengatakan bahwa dia adalah “satu-satunya kandidat presiden yang menolak untuk ‘menjelekkan’ Islam setelah penembakan klub malam di Orlando.” Ia menambahkan, “Dengan orang seperti itu di Gedung Putih Amerika akan dengan mudah mencapai masa depan multikultural yang cerah.”

Kelompok tersebut telah mengumpulkan sekitar 260.000 pengikut dan telah di-share sebanyak 71,4 juta sebelum akun tersebut ditutup oleh Facebook.

Akun palsu lain yang terkait dengan Rusia, Blacktivist, hadir di Facebook dan Twitter. Satu tweet dari @Blacktivist terbaca, “Orang kulit hitam harus bangun sesegera mungkin.” Yang lain berkata, “Keluarga hitam terbagi dan hancur oleh penahanan massal dan kematian orang kulit hitam.”

Akun Facebook Blacktivist menerima 360.000 like sebelum ditutup, mengalahkan akun Black Lives Matter yang terverifikasi di Facebook.

Akun ini cenderung mencoba menabur perselisihan dan mempromosikan perpecahan rasial di Amerika. Namun, untuk mengatakan Trump dan pencalonannya mendapat manfaat dari aktivitas mereka tidak beralasan. Jika ada, Demokrat dan Clinton tampaknya adalah penerima manfaat yang diharapkan.

Sejauh ini, Facebook telah mendeteksi 470 akun yang diduga terkait dengan Rusia; Twitter telah mengidentifikasi sekitar 200. Dibandingkan dengan Facebook 2 miliar dan Twitter 328 juta pengguna aktif bulanan, dugaan akun palsu adalah setetes di dalam ember.

Menurut The New York Times, Facebook memperkirakan bahwa kurang dari 0,1 persen dari semua pos terkait dengan pemilihan 2016 dihasilkan dari “operasi informasi” seperti kampanye Rusia. Selain itu, pos-pos dari dugaan akun Rusia seringkali kasar dan tidak aktif. Banyak pos-pos tersangka mendapat sedikit perlawanan.

Facebook mengatakan bahwa 470 akun palsu membeli sekitar $100.000 periklanan antara bulan Juni 2015 dan Mei 2017. Tetapi sebagian besar iklan tidak mendukung kandidat tertentu, namun berfokus pada masalah sosial seperti ras, hak gay, kontrol senjata, dan imigrasi.

Itu semua bukti yang ada. Menurut media arus utama, orang-orang Rusia, yang dipersenjatai dengan beberapa ratus akun media sosial (beberapa di antaranya mendukung maksud Demokratik), membuat impoten pemberitaan-pemberitaan kader dari media sekutu Clinton, termasuk The New York Times. Dengan anggaran yang lemah, orang-orang Rusia berhasil mengungguli kampanye kampanye Clinton senilai $1,1 miliar.

Jika ini adalah kampanye pengaruh Rusia, mungkin inilah perang informasi yang paling aneh dan paling membosankan yang pernah ada. Ini tanpa tujuan, tidak didanai dengan baik, tidak rapi, dan tidak efektif.

Penyelidikan kolusi Rusia pada akhirnya akan menjadi tidak berguna, meskipun ada perburuan penyihir besar-besaran oleh Demokrat. Bukan karena mereka belum berusaha cukup keras; Itu karena Trump tidak berkolusi dengan Rusia atau Putin.

Tujuan sebenarnya dari penyelidikan tersebut adalah tangkap dua. Salah satunya adalah dengan mendapatkan Trump dan keluarganya dengan cara apa pun, secara hukum, politis, dan finansial. Tujuan lainnya adalah membungkam Trump dan memperlambat agenda reformasinya. Demokrat mungkin bisa memenangkan beberapa pertempuran, namun bisa kalah dalam peperangan tersebut. (ran)

Gereja Korban Penembakan Texas Ditutup Permanen

0

EpochTimesId – Pendeta Frank Pomeroy yang menjadi lokasi penembakan massal di kota Sutherland Springs, Texas, Amerika Serikat, berencana menutup First Baptist Church, yang dibimbingnya. Gereja tempat tewasnya 26 jemaat itu mengatakan kepada para pemuka Southern Baptist Convention awal pekan ini, mungkin gereja tersebut tidak akan dibuka lagi.

Pendeta Pomeroy mengatakan terlalu pilu untuk terus menggunakan gereja tersebut sebagai tempat beribadah. Seperti dikutip dari VOA, Minggu (12/11/2017).

Pomeroy yang kehilangan putrinya yang berumur 14 tahun dalam pembantaian itu. Dia juga mengusulkan agar di lokasi gereja itu dibangun tugu peringatan dan gereja pengganti dibangun lain di tempat lain.

Motif pembantaian itu masih belum jelas. Namun pelakunya Devin Kelley memilih gereja itu sebagai sasaran karena keluarga istrinya menjadi anggota di gereja itu. Dia sendiri tewas bunuh diri setelah meninggalkan gereja itu ketika dikejar dan ditembaki oleh polisi dan penduduk setempat.

Sementara itu, pejabat kesehatan di negara bagian Texas, Amerika, menjelaskan ada 11 korban yang masih dirawat di rumah sakit. Mereka mengalami luka tembak dalam insiden penembakan masal di sebuah gereja hari Minggu (5/11/2017) lalu yang menewaskan puluhan orang.

Rumah sakit Brooke Army Medical Center di San Antonio mengatakan masih ada korban dalam kondisi kritis. Namun, ada juga yang hampir sembuh.

Rumah sakit Brooke Army sendiri merawat tujuh dari 11 korban yang belum diperbolehkan pulang. Mereka terdiri dari 5 pasien dewasa dan 2 anak-anak. (waa)

Pohon Penangkap Burung Ini Hanya Ada di Karibia

0

EpochTimesId – Sejumlah ilmuwan menemukan dua jenis pohon predator di Kepulauan Karibia. Pohon tersebut gemar menjebak dan memangsa burung.

Fenomena ini pun menambah nuansa mistis dan rahasia alam yang jawabannya masih misterius. Seperti dikutip dari EraBaru.Com.My, penemuan ini juga membuat para peneliti kesulitan menentukan penyebab dan latar belakang kebiasaan pohon tersebut.

Pohon predator itu ditemukan tersembunyi di hutan yang rimbun di Puerto Rico. Dua jenis pohon itu dijuluki pohon penangkap burung.

Walaupun tanaman besar ini menunjukkan ciri-ciri aneh, para pakar juga terpesona dengan fakta bahawa mereka tidak menemui spesimen-spesimen yang luar biasa seperti ini lebih cepat.

Dengan penemuan mereka, para saintis menjadi bingung ketik mereka mendapati bahawa pada batang pokok itu penuh dengan tulang-tulang dan bangkai burung yang membusuk.

Untuk menangkap mangsanya, pohon penangkap burung akan menghasilkan buah-buahan lengket yang penuh dengan duri seperti pengait.

Buah-buahan ini biasanya menempel di punggung burung yang datang tak diundang. Para ahli percaya bahwa tujuan utama dari kejadian tersebut adalah menyebarkan benih di tempat lain.

Namun dalam beberapa kasus, proses ini berakhir buruk bagi burung kecil. Serangga yang mencoba menarik burung yang terjebak, akhirnya juga terperangkap pada buah lengket itu.

Akibatnya burung akan mati kelaparan karena tidak dapat melepaskan diri. Bangkainya pun akan menjadi makanan berupa pupuk untuk pohon yang mengerikan itu.

Meski penelitian masih berlangsung terhadap jenis pohon penangkap burung ini, para ahli sudah memberikan nama untuk dua spesies pohon ini. Mereka menamainya Pisonia Horneae dan Pisonia Roqueae, yang diambil dari nama wanita terkenal, Frances W Horne dan Dr Ana Roque De Duprey.(yant)

Pasukan Irak Meluncurkan Serangan untuk Merebut Kembali Kota Terakhir yang Dikendalikan oleh ISIS

Epochtimes.id- Pasukan Irak melancarkan serangan pada Sabtu untuk merebut kembali Kota Rawa sebagai kota terakhir yang tersisa di bawah kendalikan oleh Daesh atau ISIS.

Perebutan ini membuat kekhalifahan ISIS yang memproklamirkan dirinya sendiri berada di ambang kekalahan total.

Saat kota Rawa berhasil direbut menandai berakhirnya era pemerintahan teritorial ISIS yang diproklamirkan pada 2014 silam di seluruh wilayah Irak dan Suriah.

Tentara Suriah mengumumkan kemenangan atas para teroris pada Kamis lalu, setelah merebut kota besar terakhir di perbatasan dengan Irak.

Tentara dan sekutu Suriah masih melakukan perlawan terhadap ISIS di daerah gurun dekat Albu Kamal, kota terakhir yang dikendalikan militan ISIS di daerah Suriah.

Dua divisi infantri Irak dan militan Sunni berpartisipasi dalam serangan tersebut untuk merebut kembali kota kecil Rawa serta daerah sekitarnya di sepanjang perbatasan dengan Suriah.

Hal demikian disampaikan oleh Komando Operasi Gabungan dalam sebuah pernyataan yang dilansir Reuters.

Pekan lalu, pasukan Irak merebut kota yang lebih besar dari al-Qaim, Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi menyebutkan “catatan waktu”, hanya menyisakan beberapa kantong kecil tanah di tangan ISIS.

Irak telah melaksanakan kampanye terakhirnya untuk menghancurkan kekhalifahan ISIS. Sementara Irak juga melakukan serangan militer di utara terhadap kelompok Kurdi yang menggelar referendum kemerdekaan pada September.

Kekalahan ISIS bertubi-tubu setelah pasukan koalisi berhasil merebut kota Raqqa di Suriah yang sebelumnya diproklamirkan sebagai ibu kota kekhalifahan ISIS setelah digelar pertempuran selama berbulan-bulan. Kekalahan ISIS di Raqqa terjadi hanya beberapa bulan setelah juga kalah pada awal Juli di Mosul, Irak. (asr)

Sumber : Reuters

Perang Dagang Amerika Tiongkok Bisa Bikin Trump Banting Setir

0

EpochTimesId – Beijing memang mengadakan upacara penyambutan ‘sekelas kaisar’ untuk menerima kunjungan kenegaraan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, baru-baru ini. Namun perlakuan tersebut belum tentu akan mempengaruhi kebijakan perdagangan Trump terhadap Tiongkok.

Lingkaran perdagangan AS memprediksikan bahwa, kecuali pemerintah Tiongkok bersedia mengambil tindakan dramatis terhadap isu Korea Utara, jika tidak, Trump bisa saja melakukan aksi banting setir dalam menangani kebijakan perdagangan dengan Tiongkok.

Xi Jinping dan Donald Trump telah menyaksikan penandatangan perjanjian komersial yang bernilai total $US 250 miliar. Beberapa jam setelah Trump meninggalkan Beijing, pihak berwenang Tiongkok telah mengumumkan sebuah kebijakan baru yang terkait pelonggaran pembatasan kepemilikan saham asing di sektor keuangan Tiongkok.

Langkah ini sudah lama ditunggu perusahaan keuangan asing. Pejabat berwenang Tiongkok mengatakan, Beijing sudah melakukan upaya maksimal untuk memenuhi aspirasi Washington, bahkan mengorbankan hubungan dengan Korea Utara. Namun, mereka berharap mudah-mudahan Trump tidak meminta lebih banyak.

Reuters melaporkan, Beijing secara keliru percaya bahwa mereka sudah melakukan upaya maksimal dalam merespon kekhawatiran pemerintah AS. Namun, para pendukung Trump mungkin tidak akan puas dengan perkembangan dari pembukaan pasar Tiongkok dan tindakkan anti nuklir Korea Utara.

Direktur Kebijakan Global dari Carnegie – Tsinghua, Han Lei (Paul Haenle) mengatakan kepada Reuters bahwa pemerintah AS dapat beralih ke posisi yang jauh lebih ketat, yang akan mengejutkan Tiongkok.

Dalam akun Twiter Trump yang ditulis beberapa saat sebelum meninggalkan Beijing untuk menghadiri KTT APEC, dia kembali menegaskan bahwa ia tidak menyalahkan Tiongkok menyangkut difisit perdagangan AS-Tiongkok yang cukup besar.

“Saya tidak menyalahkan Tiongkok, karena itu terjadi atas ketidakmampuan pemerintah terdahulu yang memungkinkan Tiongkok berada di posisi yang lebih unggul dalam perdagangan dengan AS. Hal ini yang membuat Amerika Serikat kehilangan ratusan miliar dolar AS. Bagaimana Anda menyalahkan pihak Tiongkok yang berhasil mengungguli orang-orang bodoh itu? Dan saya pun demikian!” Tulis Trump.

Seorang sumber industri AS kepada Reuters mengatakan bahwa dari substansi ucapan Trump itu bisa disimpulkan bahwa dirinya tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Sekaligus memperingati Tiongkok bahwa dia tidak akan menyerah kalah.

Sumber itu mengatakan, “Kecuali Tiongkok mengambil tindakan dramatis terhadap Korea Utara, jika tidak maka kebijakan perdagangan AS-Tiongkok bisa berbelok tajam, karena Amerika akan membanting setir”.

Selain itu, seorang sumber yang dekat dengan delegasi bisnis yang berkunjung ke Tiongkok mengatakan bahwa dalam beberapa minggu ke depan, Trump mungkin akan mengambil langkah lebih ketat dalam urusan perdagangan dengan Tiongkok.

Kekuatan para hawkish dalam pemerintah Trump menghadapi Tiongkok meningkat. The Washington Post melaporkan bahwa pemerintahan Trump secara perlahan tapi pasti akan membentuk posisi yang lebih militan sejalan dengan tradisi Partai Republik.

Selama kunjungan Trump ke Asia, ia akan melepaskan beberapa tanda perubahan, dan setelah kembali ke Washington nanti, ia akan melakukan tindakan nyata.

Para pejabat mengatakan bahwa melalui pemantauan selama berbulan-bulan, pemerintahan Trump sedang membentuk konsep diplomatik Indo-Pasifik untuk menanggapi ancaman Tiongkok.

Pejabat dan para ahli yang dekat dengan delegasi Trump mengatakan bahwa perubahan tersebut merupakan hasil dari peningkatan pengaruh hawkish dalam pemerintahan Trump untuk menghadapi Tiongkok. Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kelompok tradisional dalam Partai Republik terus mengupayakan pengaruh mereka agar kebijakan Trump yang lebih tegas dan keras terhadap Tiongkok, terealisasi.

Beberapa kebijakan baru telah diintegrasikan Trump dalam pidatonya saat berkunjung di Asia. Di KTT APEC Da Nang, Vietnam, dalam menggambarkan visinya untuk mencapai wilayah Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka mengatakan, “Wilayah ini adalah wilayah dari beragam negara berdaulat dan independen dengan beragam budaya dan impian yang diharapkan dapat berkembang dalam situasi yang bebas dan damai”.

Pejabat Gedung Putih kepada Washington Post mengatakan, konsep diplomatik Indo-Pasifik itu menyatakan bahwa, “Kita baik dari Jepang sampai Samudera Hindia semuanya memiliki kepentingan yang sama, dan tidak pernah berubah”.

Tetapi konsep ini juga secara lebih eksplisit menjawab tantangan-tantangan yang ditimbulkan oleh Tiongkok.

AS akan melakukan pertemuan dengan Jepang, India dan Australia. Perdana Menteri Shinzo Abe menyebut aliansi keempat negara ini, adalah ‘Demokratik Berlian’.

Baru-baru ini, Trump banyak menempatkan para figur penyuka perang ke dalam tim kebijakan Asia-nya. Seperti Randall Schiriver, mantan pejabat pemerintahan Bush, kini dinominasikan sebagai pejabat puncak Pentagon untuk urusan Asia. Harry Harris dinobatkan sebagai duta besar untuk Australia.

Kemudian Mantan pejabat Gedung Putih Victor Cha bersiap untuk dinobatkan sebagai duta besar untuk Korea Selatan. Matthew Pottinger, direktur Dewan Keamanan Nasional Asia yang menganjurkan kebijakan yang lebih ketat terhadap Tiongkok, sedang memimpin peninjauan strategi Indo-Pasifik.

Rex Tillerson baru-baru ini juga telah mengambil sikap lebih keras terhadap Tiongkok. Ia dalam pidatonya di Pusat Studi Strategis Internasional bulan lalu mencerminkan pendirian yang lebih tegas daripada saat mengunjungi Beijing tahun ini.

Seorang peneliti dari Komite Hubungan Luar Negeri Urusan Tiongkok bernama Ely Ratner mengatakan, “Jangan tertipu oleh penampilan bahagia yang ditunjukkan Beijing. Administrasi Trump akhirnya berhasil merancang sebuah strategi Asia yang lebih komprehensif. Dan dilihat dari semua aspeknya, strategi ini memiliki sikap yang lebih keras dalam menghadapi Beijing”. (sin/waa)

Seorang Bayi Ditemukan di Kotak Penyelamat Kebakaran

0

EpochTimesId – Ketika petugas pemadam kebakaran di Indiana memasang kotak penyelamat bayi bernama ‘Safe Haven Baby’ tahun lalu, mereka berharap perangkat itu tidak akan pernah digunakan.

Tapi baru-baru ini, seorang bayi ditinggalkan di dalam kotak, dan kotak itu otomatis mengirim signal alarm ke nomor darurat 911. Dalam waktu kurang dari lima menit, responden pertama tiba.

Departemen Pemadam Kebakaran Coolspring Township memasang kotak bayinya pada 28 April 2016, seperti dilaporkan oleh WNDU. Perangkat ini dirancang untuk membuat bayi tetap hangat dan aman sebelum petugas tiba.

Kepala Departemen Pemadam Kebakaran Coolspring Township Coolspring Township, Mick Pawlik adalah orang pertama yang datang, disusul dengan mobil ambulan.

“Ketika kotak ini dipasang, kami berharap itu tidak akan pernah digunakan, namun kami bersyukur bahwa itu ada untuk kasus seperti pada Selasa malam,” kata Pawlik. “Kami bersyukur bahwa ibu bayi ini memiliki pilihan ini dan membuat pilihan ini dan kami tetap memperhatikan kesehatannya.”

Kotak bayi ini adalah yang kedua di Amerika Serikat. Satu-satunya alat serupa terletak di Allen County di Departemen Pemadam Kebakaran Woodburn. Pembuat perangkat berharap, alat ini bisa menyebar luas, dipasang di seluruh Amerika dan bahkan seluruh dunia.

Indiana memiliki undang-undang yang memungkinkan ibu meninggalkan bayi tanpa takut dituntut, WGNTV melaporkan. Gubernur Indiana Eric Holcomb menandatangani sebuah undang-undang awal tahun ini yang mengizinkan agar kotak bayi dipasang di rumah sakit di seluruh negara bagian, WANE melaporkan.

https://twitter.com/mshilary/status/928280731742285828

Pembuat Safe Haven Baby Boxes mengatakan bahwa ada enam kasus bayi tahun ini ditinggal di dalam perangkatnya. Sementara itu, tidak ada kasus di Indiana tentang bayi yang ditinggalkan secara ilegal, WANE melaporkan. Safe Haven Baby Boxes adalah lembaga nirlaba yang membantu ibu dalam krisis, untuk menyerahkan bayi mereka.

Kotak bayi bekerja dengan mengirimkan alarm saat pintu dibuka. Alarm lain dikirim saat pintu tertutup. Di dalamnya ada tikar tahan api dan sistem kontrol iklim yang menjaga suhu sesuai kebutuhan bayi.

Pusat La Porte County 911, menerima alarm dan memberi tahu Departemen Anak-anak dan Layanan Keluarga Indiana dan kantor sheriff.

Pawlik membawa bayi itu ke rumah sakit Fransiskan St. Anthony di Michigan City. Polisi mengatakan bayi itu tampak sehat dan baik-baik saja.

Pencipta kotak itu, Monica Kelsey, punya alasan pribadi untuk membuat perangkat. Dia ditinggalkan di sebuah rumah sakit pada tahun 1973 saat dia baru berusia dua jam, NWI Times melaporkan.

“Hatiku penuh dengan gadis kecil ini yang akan melanjutkan hidupnya,” kata Kelsey. “Hatiku sakit juga bagi ibu ini.” (waa)