Dovisioso Menangi MotoGP Malaysia Gelar Juara Dunia Ditentukan Balapan Terakhir

EpochTimesId – Andrea Dovizioso berhasil memelihara asa menjadi juara dunia MotoGP 2017 setelah memenangi MotoGP seri Malaysia di Sirkuit Sepang, Minggu (29/10/2017). Walau, butuh cukup banyak keajaiban untuk mewujudkan target pebalap tim Ducati ini.

Setidaknya, Dovizioso berhasil membuat pebalap Repsol Honda Marc Marquez gagal mengunci gelar juara dunia. Dia menyelesaikan balapan seri Malaysia dengan finis terdepan dan menorehkan catatan waktu 44 menit 51,497 detik.

Pebalap Italia itu disusul rekan setimnya, Jorge Lorenzo tepat dibelakangnya. Lorenso tertinggal selisih waktu 0,743 detik.

Sementara itu, podium ke-tiga dinaiki oleh Johann Zarco, dari tim Yamaha Tech 3. Dia tertinggal cukup jauh, yaitu 9,738 detik dari catatan waktu Dovizioso.

Marquez yang gagal memastikan gelar juara dunia harus puas finis ke empat. Dia disusul oleh Dani Pedrosa, Danilo Petrucci, dan Valentino Rossi.

Masalah cuaca sepertinya memberikan kendala bagi sebagian pebalap, termasuk Valentino Rossi. Pebalap Veteran asal Italia itu mengaku ban nya tidak memiliki daya cengkeram yang maksimal ketika memacu motornya pada lintasan sirkuit yang basah.

“Saya khawatir di lintasan basah, saya memiliki beberapa masalah. Yamaha tidak memiliki pegangan. Sangat sulit mengendarai motor ini dalam kondisi hujan. Jika dipaksakan (ngebut maksimal), risikonya terlalu besar,” ujar Rossi, seperti dilansir situs Crash.net, Senin (30/10/2017).

Dengan hasil MotoGP Malaysia, kini Marc Marquez masih memimpin klasemen sementara guna menuju gelar juara dunia. Marquez memimpin dengan 282 poin.

Sementara itu, Andrea Dovizioso mengekor dengan 261 poin. Dovi kini terpaut 21 poin, sehingga peluang untuk menggagalkan gelar juara dunia bagi Marquez masih terbuka cukup lebar.

Maverick Vinales menyusul di peringkat tiga dengan koleksi 226 poin. Sedangkan Juara dunia sembilan kali, Valentino Rossi hanya mampu membayangi dari posisi keempat, dengan koleksi 197 poin.

Seri terakhir MotoGP akan menjadi penentu perebutan gelar juara dunia 2017. Balapan pamungkas itu akan digelar di Sirkuit Ricardo Tormo Valencia, Spanyol, pada 12 November 2017 mendatang. (waa)

Teroris Menyerang Hotel di Somalia, Korban Jiwa Setidaknya Sudah Mencapai 29 Jiwa

Epochtimes.id- Serangan militan pada sebuah hotel di Mogadishu berakhir pada hari Minggu setelah 29 orang tewas dalam pengepungan yang berlangsung hampir 12 jam.

Serangan tersebut sekali lagi membuktikan bahwa gerilyawan dapat melakukan serangan mematikan di jantung ibukota Somalia.

Dua bom kembar di Mogadishu dua pekan lalu menewaskan lebih dari 350 orang, serangan terburuk dalam sejarah negara tersebut.

Kelompok teror al Shabaab mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut padaSabtu. Kelompok tersebut ingin menggulingkan pemerintah yang dituding lemah dan didukung PBB serta memaksakan pemberlakuan syariat Islam yang lebih ketat.

“Sejauh ini saya yakin 29 orang meninggal – jumlah korban tewas bisa bertambah,” kata Abdullahi Nur, seorang perwira polisi kepada Reuters.

Sedikitnya 12 orang tewas adalah petugas polisi. Seorang saksi melihat tujuh mayat terbaring di dalam hotel.

Keterangan seorang polisi menambahkan, tiga teroris ditangkap hidup-hidup dan dua lainnya meledakkan diri setelah mereka ditembak. Beberapa teroris mungkin menyamar dan melarikan diri dengan penduduk yang diselamatkan dari hotel.

Serangan dimulai sekitar jam 5 sore. pada Sabtu saat sebuah bom mobil menabrak gerbang Nasahablod Two Hotel, yang dekat dengan istana kepresidenan. Serangan itu menghancurkan pertahanan hotel. Kemudian orang-orang bersenjata menyerbu gedung itu.

Ledakan tersebut menghancurkan bagian depan hotel bertingkat tiga dan merusak hotel di sebelahnya.

Abdikadir Abdirahman, direktur ambulans Amin, mengeluhkanlayanan darurat telah ditolak aksesnya terhadap ledakan tersebut.

“Setelah operasi hotel selesai, kami ingin mengangkut korban … semua pintu masuk tempat kejadian diblokir oleh pasukan keamanan.”

Al Shabaab mengatakan 40 orang telah terbunuh, termasuk tiga pejuangnya yang menyerbu hotel tersebut. Pemerintah dan al Shabaab biasanya memberikan angka yang berbeda untuk korban dalam serangan tersebut.

Pemboman kembar di Mogadishu pada 14 Oktober menewaskan sedikitnya 358 orang, serangan terburuk dalam sejarah negara tersebut, memicu kemarahan nasional.

Al Shabaab tidak mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. Namun cara dengan sebuah bom truk besar merupakan senjata yang sering digunakan kelompok ini. (asr)

Oleh Abdi Sheikh dan Feisal Omar untuk Reuters

Terungkap Ini Penyebab Kebakaran Pabrik Petasan di Tangerang, Polisi Tetapkan 3 Orang Tersangka

Epochtimes.id– Polda Metro Jaya menetapkan tiga orang tersangka terkait dengan kebakaran mematikan di pabrik kembang petasan di Kosambi, Tangerang, Banten yang menewaskan 48 pekerja. kebakaran ini disebabkan oleh percikan api dari peralatan pengelasan.

Pabrik di luar Jakarta baru beroperasi selama enam minggu saat kebakaran ganas tersebut terjadi pada Kamis lalu. Tragedi ini menewaskan hampir setengah dari karyawan perusahaan tersebut.

Kantor berita AFP dalam laporannya menyebutkan, peristiwa ini juga melukai sekitar 45 pekerja lainnya yang merupakan kecelakaan industri terburuk di Indonesia baru-baru ini.

Pemilik pabrik IL ditetapkan polisi sebagai tersangka beserta direktur operasional perusahaan AH dan operator peralatan pengelasan SE.

Tersangka bisa menghadapi hukuman lima tahun penjara maksimal dan denda sebesar Rp 500 juta atas pelanggaran kelalaian kerja yang mengakibatkan kematian.

“Kesaksian saksi dan uji forensik mengungkapkan penyebab kebakaran itu adalah alat las ke percikan api yang menyebar ke bahan kembang api,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono dalam jumpa pers di Jakarta, Sabtu (28/10/2017).

Dua tersangka IL dan AH telah diinterogasi oleh polisi sementara keberadaan SE tidak diketahui.

Polisi juga mengatakan bahwa perusahaan tersebut, Panca Buana Cahaya Sukses, mempekerjakan setidaknya tiga anak di bawah umur.

Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) mengatakan Indonesia perlu meningkatkan jumlah inspektur ketenagakerjaannya, yang jumlahnya kurang dari 2000 orang. ILO juga meminta Indonesia meningkatkan kesadaran keselamatan di kalangan pekerja. (asr)

Krisis Kemanusiaan Mulai Pangan Hingga Epedemi Kolera Melanda Yaman di Tengah Pertikaian dan Pertempuran

Epochtimes.id– Kepala Bantuan PBB atau United Nations Under-Secretary-General for Humanitarian Affairs and Emergency Relief, Mark Lowcock menyampaikan kekhawatiran pada kondisi kemanusiaan mengejutkan di Yaman yang tengah dilanda konflik dan pertempuran.

Dia meminta kepada pihak-pihak yang berperang untuk menghormati hukum internasional.

Berdasarkan kunjungan kerja misi selama lima hari di Yaman, dia mengatakan bahwa perang di negara Arab ini harus diakhiri melalui sebuah proses politik.

“Saya datang ke Yaman untuk lebih memahami krisis kemanusiaan yang memburuk, termasuk epidemi kolera yang paling cepat berkembang yang pernah ada di dunia, kerawanan pangan terbesar di dunia dan kondisi perpindahan populasi yang meluas,” kata Lowcock.

“Sangat mengejutkan melihat dampak mengerikan dari konflik buatan manusia ini,” katanya sebelum meninggalkan Sanaa.

“PBB meminta semua pihak untuk menegakkan standar tertinggi hukum humaniter internasional dan menghormati hak asasi manusia berkenaan dengan semua orang termasuk tahanan dan wartawan,” tambahnya.

Dia menegaskan sungguh mengejutkan melihat dampak mengerikan dari konflik buatan manusia ini. Dia berada di Aden dan Sana’a serta mengelar kunjungan ke gubernur Lahj, Hudadydah, Hajjah, dan Amran.

“Saya telah bertemu dengan ratusan orang Yaman, dan mendengarkan kisah penderitaan mengerikan mereka, “katanya dalam siaran pers UN Relief.

Lowcock mengaku telah mengadakan diskusi ​​dengan Pemerintah di Aden dan mereka yang memiliki wewenang di Sana’a untuk meringankan penderitaan penduduk.

Lowcock mengatakan dia melihat anak-anak dengan gizi buruk, mengunjungi rumah sakit tanpa listrik dan air dan menemui petugas kesehatan yang belum dibayar selama berbulan-bulan.

“Di Aden saya meminta Perdana Menteri, antara lain, untuk memastikan kemajuan dalam membayar gaji kepada petugas kesehatan, guru dan pegawai negeri lainnya, agar bandara Sana’a dibuka kembali untuk penerbangan komersial dan kemanusiaan serta memperbaiki pengoperasian pelabuhan, terutama AlHudaydah,” katanya.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan bantuan langsung kepada tujuh juta orang Yaman, namun program tersebut perlu dilakukan lebih banyak dan memerlukan lebih banyak dukungan.

Selanjutnya, Lowcock dijadwalkan menggelar pertemuan tingkat tinggi mengenai respon kemanusiaan terhadap krisis Yaman di Riyadh, Arab Saudi.

Sejak tahun 2014, sebuah aliansi pemberontak milisi Houthi yang didukung Iran dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh berperang melawan pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi.

Sebuah koalisi militer yang dipimpin oleh Arab Saudi melakukan intervensi di Yaman untuk mendukung pemerintah Hadi pada Maret 2015. Lebih dari 8.650 orang terbunuh dalam konflik tersebut dan sekitar 58.600 lainnya luka-luka, banyak di antaranya adalah warga sipil. (asr)

Lensa Bionic Hanya Butuh Sepuluh Menit untuk Bebas dari Kacamata

0

EpochTimesId – Bagi sebagian orang menggunakan kacamata sangat tidak nyaman. Bahkan ada pula yang merasa sangat terganggu, terutama dari segi penampilan.

Terinspirasi dari kondisi tersebut sebuah perusahaan berhasil menemukan sebuah lensa bionik. Dengan lensa ini, mata bisa terbebas dari penggunaan kacamata atau lensa kontak.

Dr. Garth Webb, pendiri Ocumetics Technology Corp asal Kanada mengaku butuh waktu delapan tahun penelitian untuk menemukan lensa ajaib ini. Mereka sudah menghabiskan 94 juta dolar Taiwan atau sekitar Rp. 40,4 miliar untuk mengembangkan produk yang disebut, ‘Ocumetics Bionic Lens’.

Lensa ini sekilas terlihat seperti kancing baju. Tapi Dr Webb meyakini produknya memiliki kekuatan yang revolusioner.

Menurut ulasan situs resminya, lensa bionik ini bisa ditanamkan pada mata hanya dalam waktu 8 menit.

Sementara proses pembedahannya seperti operasi katarak. Pasien terlebih dahulu melepas lensa di mata, lalu menanamkan lensa bionic ini.

Proses operasi tidak akan membuat pasien merasa sakit. Bahkan mereka tidak perlu suntikan anestesi dan rawat inap!

Setelah penanaman lensa bionik, secara otomatis akan membantu pasien menyesuaikan penglihatan dalam tempo 10 detik. Lensa ini akan membuat penglihatan pasien hingga 3 kali lebih baik dari sebelumnya. Lensa yang dipasang tidak perlu lagi diganti seumur hidup.

Meski situs resminya tidak memublikasikan prinsip kerja lensa ini, namun Dr. Webb mengatakan tidak perlu khawatir dengan masalah keamanan, karena lensa bionic ini tidak akan mengubah struktur fisiologis mata.

Dan lebih menakjubkan lagi, anda tidak perlu takut lagi lagi akan terserang katarak setelah menanamkan lensa bionic ini!

Penyebab katarak adalah karena penggunaan lensa kontak yang bisa melukai kornea mata. Namun penderita tidak perlu khawatir lagi setelah menanamkan lensa bionic ini.

Sayangnya, lensa bionik ini akan diuji dulu pada hewan dan orang buta. Fungsi dan hasilnya diharapkan mendapat izin dari Kanada dan negara lain, sehingga bisa segera dipasarkan.

Meski banyak dokter mata mengatakan bahwa lensa bionic ini terlalu naif, operasi intraokular mustahil bisa lebih aman daripada operasi laser kornea. Namun banyak komunitas pengguna kacamata tetap saja merasa gembira dengan kabar ini.

Jika lensa bionik ini benar-benar aman untuk digunakan, maka segera lah ucapkan selamat tinggal pada kacamata. (jhn/rp)

13 Orang Tewas, Lebih dari 16 Terluka dalam Ledakan di Somalia

Epochtimes.id- Sebuah bom mobil bunuh diri meledak di luar sebuah hotel terkenal di ibu kota Somalia, Mogadishu, Sabtu (28/10/2017) waktu setempat.

Ledakan ini menewaskan sedikitnya 13 orang dan melukai lebih dari 16 orang, sementara tembakan senjata terdengar di dalam. Sebuah ledakan kedua terdengar di daerah tersebut beberapa menit kemudian.

Kapten Mohamed Hussein mengatakan tembakan tersebut terdengar di dalam hotel Nasa-Hablod, yang dekat dengan istana kepresidenan dan sering dikunjungi oleh politisi dan anggota elit Mogadishu lainnya.

Seorang kolonel polisi senior Somalia dan seorang mantan anggota parlemen termasuk di antara korban tewas.

Ledakan hari ini terjadi dua minggu setelah lebih dari 350 orang tewas saat bom truk di jalanan padat Mogadishu dalam serangan terburuk di negara itu.

Al-Shabab, kelompok ekstremis paling mematikan di Afrika, dengan cepat mengklaim bertanggung jawab atas serangan Sabtu dan mengatakan bahwa pejuangnya ada di dalam hotel.

Saat malam tiba, tembakan sporadis terdengar di sekitar hotel karena kedua tentara dan ambulans merespon serangan tersebut.

Mohamed Dek Haji mengatakan, dia selamat dari pemboman tersebut saat dia berjalan di samping sebuah mobil parkir yang sebagian besar hancur akibat ledakan tersebut.

Dia mengatakan bahwa dia melihat setidaknya tiga orang bersenjata dengan seragam militer berlari ke hotel setelah bom bunuh diri di gerbangnya.

“Saya pikir mereka adalah pejuang al-Shabab yang mencoba menyerbu hotel,” katanya, terbaring di ranjang rumah sakit. Ia menderita luka ringan di bahunya dan bagian kepala terkena lemparan serpihan kaca.

Saksi dalam beberapa serangan sebelumnya mengatakan pejuang al-Shabab menyamar dengan mengenakan seragam militer.

Al-Shabab sering menargetkan daerah dengan tingkat tinggi di Mogadishu.

Sejak ledakan dua pekan lalu, Presiden Mohamed Abdullahi Mohamed telah mengunjungi negara-negara regional untuk mencari lebih banyak dukungan untuk perang melawan kelompok ekstremis tersebut.

Pasukan Uni Afrika multinasional beranggota 22.000 di Somalia diperkirakan akan menarik pasukannya dan menyerahkan keamanan negara tersebut kepada militer Somalia pada akhir tahun 2020.

Pejabat militer AS dan beberapa lainnya dalam beberapa bulan terakhir telah menyatakan kekhawatiran terkait ketidaksiapan pasukan Somalia melawan ekstremsime. (asr)

Sumber : AFP/al-ahram

Tiga Makna Berlapis Hadirnya “Manula Politik” di Kongres Nasional PKT ke-19

Reporter Epoch Times: Fang Xiao, melaporkan

Epochtimes.id- Beberapa hari lalu, Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok (PKT) ke-19 telah dibuka, banyak “manula politik” PKT yang telah pensiun hadir bersama dalam acara tersebut dan duduk bareng di mimbar ketua.

Komentator politik ternama Chen Pokong dan Hu Ping telah menganalisa makna fenomena ini terhadap PKT dan Xi Jinping.

Menurut Chen Pokong, pada hari pembukaan “Kongres Nasioanal PKT ke-19” itu yang paling patut dicermati adalah hadirnya para “manula politik” secara bersamaan dan duduk di mimbar ketua.

Termasuk dalang penindasan Falun Gong: Jiang Zemin, berikut penasihat bidang militernya: Zeng Qinghong, pelaku pembantaian Tiananmen: Li Peng, juga koruptor nomor wahid: Jia Qinglin dan lain-lain.

Semuanya telah hadir dalam upacara tersebut.  Bisa dikatakan empat generasi elite PKT telah berkumpul semua”, hal ini menarik perhatian media massa dunia, juga di luar dugaan banyak pihak.

Cheng Pokong menyatakan, munculnya “manula politik” secara bersamaan pada upacara pembukaan “Kongres Nasioanal PKT ke-19” memiliki tiga tingkatan makna.

Sedangkan bagi Xi Jinping hanya memiliki dua tingkatan makna, pada satu tingkatan tidak menguntungkan dan pasif, di tingkatan lainnya menguntungkan dan pro-aktif.

Yang dimaksud “pasif dan tidak menguntungkan” adalah Xi Jinping tidak bisa menyingkirkan pengaruh dari para “manula politik” itu, sebagai akibat tekanan dari berbagai faksi “manula politik” itu.

Akhirnya Xi Jinping terpaksa harus menerima kehadiran mereka di mimbar utama untuk kemudian duduk di sampingnya.

Sementara Jiang Zemin yang berada di podium utama itu sama sekali tidak melihat laporan Xi. Jiang melainkan hanya terkantuk-kantuk, melihat jam, dan berekspresi tidak sabaran, ini tidak menguntungkan bagi Xi Jinping.

Yang dimaksud dengan “pro-aktif dan menguntungkan” ialah ada kemungkinan Xi Jinping yang meminta agar para “manula politik” itu hadir untuk mendukung kekuasaannya, “Kongres Nasioanal PKT ke-19” adalah penobatan kekuasaan bagi Xi Jinping.

Di kemudian hari ia dapat berujar bahwa para “manula politik” itulah yang mendukungnya dan menilai kinerjanya yang bisa diterima untuk lima tahun sebelumnya, serta masa jabatannya lima tahun mendatang juga telah diakui.

Kekuasaan Xi Jinping tidak hanya berasal dari para pemimpin sekarang dan seluruh anggota partai PKT, tapi juga berasal dari dukungan dan pengakuan para “manula politik”, ini adalah pengukuhan dan pengesahan atas kekuasaan Xi Jinping.

Tingkatan makna ketiga: dari sudut pandang makro, kehadiran para “manula politik” ini justru mengungkap krisis besar partai komunis  yakni krisis perpecahan.

Namun PKT ingin menutupi perpecahan internal ini dari mata dunia, dari luar seolah tampak bersatu, maka itu semua “manula politik” dihadirkan.

Munculnya para “manula politik” secara bersamaan tidak berarti PKT akan bisa melalui masa krisis ini.

Sejak “Kongres Nasioanal PKT ke-18” lima tahun lalu, PKT sudah terpecah, para “manula politik” dan pemimpin saat ini sedang berseteru sengit, setiap kubu saling jegal, terutama antara kubu Xi Jinping melawan kubu Jiang Zemin, ini terlihat sangat jelas dalam lima tahun terakhir.

Chen Pokong mengatakan, pada “Kongres Nasioanal PKT ke-18” lalu, Guo Boxiong dan Xu Caihou hanya berjarak setengah langkah dari sel penjara Qin Cheng, tapi masih dihadirkan di podium utama.

Jadi setelah “Kongres Nasioanal PKT ke-19” ini berlalu, tidak tertutup kemungkinan orang-orang yang muncul di podium utama, entah berapa orang yang nantinya juga akan dijebloskan ke dalam penjara Qin Cheng.

Chen Pokong menyatakan, kekuasaan Xi Jinping memang lebih besar daripada beberapa generasi pimpinan sebelumnya.  Namun dari upacara pembukaan dan laporan Xi pada “Kongres Nasioanal PKT ke-19” ini, terlihat bahwa pengukuhan kekuasaan Xi tidak seperti yang diharapkan.

Hampir 99% isi laporannya hanya lagu lama, yang menunjukkan masih adanya bayang-bayang dari para “manula politik”, diperkirakan para petinggi pada Komite Tetap Politbiro kali ini diduduki oleh setiap kubu untuk mencapai stabilitas bersama.

Sementara itu komentator politik Hu Ping menyatakan, keseluruhan “Kongres Nasioanal PKT ke-19” ini didominasi oleh Xi Jinping.

Konflik internal PKT sangat runcing dan sengit, terutama antara para pemimpin sekarang ini dengan para veteran yang telah mundur terjadi konflik yang sangat dalam.

Digelarnya “Kongres Nasioanal PKT ke-19” ini menandakan konflik kekuasaan tingkat tinggi seperti ini terhenti untuk sementara, antara Xi dan sejumlah veteran akan terjadi kompromi yang tak bisa dielakkan.

Tapi pada dasarnya bisa dilihat, “Kongres Nasioanal PKT ke-19” didominasi oleh Xi, hal ini juga bisa terlihat dalam Tujuh Sesi Sidang Paripurna.

Selain itu dengan cara ini juga dapat menimbulkan efek jera bagi para pejabat yang tidak puas yang menghadiri kongres nasional partai tersebut.

Artikel Wang Ning, Panglima Kepolisian Bersenjata yang telah menyatakan kesetiaannya pada Xi Jinping, juga menyebutkan, Xi Jinping telah menyelamatkan PKT dan militer.

Selanjutnya Hu Ping menganalisa, ini sama saja dengan mengumpat Jiang Zemin yang hampir membinasakan PKT dan militer. Dan bisa dibayangkan betapa kikuknya Jiang Zemin yang duduk di podium utama kali ini.

Hu Ping juga menyatakan, untuk melindungi “Kongres Nasioanal PKT ke-19” ini PKT telah mengamankan seluruh kota Beijing dengan sangat ketat.

Di satu sisi ini juga menunjukkan lemahnya PKT, yang harus melakukan sedemikian rupa untuk menggertak masyarakat, sekaligus juga menakuti kekuatan antipati yang tersembunyi di dalam partai.

Dulu saat digelarnya Olimpiade Beijing 2008 dan KTT G20 di Hangzhou juga demikian. Setiap ada kegiatan dan juga rapat akbar, PKT akan mengerahkan segala daya upaya dan dana tak terhingga untuk tindakan pengamanan yang sesungguhnya tidak perlu, inilah tabiat PKT.

Hal ini juga sangat jelas membuktikan beginilah karakteristik rezim PKT, sikapnya yang jauh dari rakyat dan mengancam rakyat terungkap dengan sendirinya.

Berbicara soal ucapan selamat dari Korea Utara pada PKT terkait ajang “Kongres Nasioanal PKT ke-19” ini, yang ditujukan pada PKT, dan bukan kepada Xi Jinping, ini berarti konflik antara Kim dan Xi masih akan terus berlanjut.

Bagi Chen Pokong, setelah “Kongres Nasioanal PKT ke-19”, bersekutunya RRT-AS untuk menghadapi Korut akan semakin besar kemungkinannya .  (Sud/whs/asr)

NASA Temukan Benda Langit Aneh Masuk dari Luar Galaksi Bima Sakti

0

EpochTimesId – Benda langit yang sulit untuk diidentifikasi tertangkap teleskop Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) di Hawaii. Benda yang tidak memiliki ciri-ciri seperti kebanyakan benda angkasa lainnya, tertangkap teleskop pada 19 Oktober 2017 lalu.

Objek itu terlihat berjalan di bawah orbit Bumi oleh teleskop Pan-STARRS 1 Hawaii di pulau Haleakala. Rob Weryk, seorang peneliti postdoctoral di University of Hawaii Institute for Astronomy (IfA), adalah orang pertama yang menemukannya.

Weryk lalu mengirim gambar dari benda seluas sekitar 437 yard ke Pusat Planet Minor di Cambridge, Massachusetts, kemudian memeriksa gambar sebelumnya yang diambil oleh teleskop tersebut.

Benar saja, pada malam sebelumnya, sebuah asteroid atau komet yang dia percaya berasal dari luar tata surya kita memasuki tata surya.

“Gerakannya tidak bisa dijelaskan dengan menggunakan pola gerakan asteroid atau orbit komet yang normal,” kata Weryk, seperti dikutip dari NTD.tv.

Objek yang saat ini diberi-nama A/2017 U1 itu berasal dari arah konstelasi Lyra. Menurut NASA, benda langit itu kini meluncur dengan kecepatan 27 mil per detik menuju rasi Pegasus.

“Ini adalah orbit paling ekstrem yang pernah saya lihat. Ini melaju sangat cepat dan sepertinya lintasan itu menunjukkan benda ini sedang dalam perjalanan meninggalkan tata surya kita dan tidak akan kembali lagi,” kata Davide Farnocchia, seorang ilmuwan dari NASA’s Near for Earth Object Studies (CNEOS).

NASA mengaku membutuhkan lebih banyak data untuk mengkonfirmasi jenis benda yang ditangkap oleh teleskop itu. Mereka meminta para astronom di seluruh dunia untuk mengarahkan teleskop mereka pada objek tersebut.

Dengan harapan, mereka memiliki lebih banyak gambar untuk dianalisis. Sehingga mereka bisa tahu lebih banyak tentang asal dan komposisi benda langit misterius itu.

“Kami telah lama menduga bahwa benda-benda ini memang ada, karena selama proses pembentukan planet banyak material terlempar dari sistem tata surya. Yang paling mengejutkan adalah kita belum pernah melihat benda antar bintang lewat ke dalam galaksi kita sebelumnya,” kata Karen Meech, astronom di IfA yang mengkhususkan diri pada benda langit kecil dan hubungannya dengan pembentukan sistem tata surya.

“Kami telah menunggu untuk hari ini selama beberapa dekade,” timpal Manager CNEOS, Paul Chodas.

Karena ini adalah objek pertama sejenis itu yang bisa ditemukan, tidak ada aturan untuk menamainya. Uni Astronomi Internasional sepertinya harus membuat konvensi untuk pemberian nama benda sejenis itu. (waa)

Kamboja Deportasi 61 Warga Asing Tersangka Penipuan Melalui Telepon dan Internet

Epochtimes.id- Polisi Kamboja pada Sabtu (28/10/2017) mendeportasi 61 warga Tiongkok. Mereka juga diburu Tiongkok karena dicurigai memeras uang melalui internet dan melalui telepon.  Namun Taiwan mengatakan sebanyak 19 orang tersebut berasal dari Taiwan.

Ratusan tersangka penipu telah ditangkap di Kamboja, yang merugikan korban miliaran dolar.

Gambar yang dikirim ke Reuters pada Sabtu menunjukkan tersangka mengenakan kaos merah dengan pergelangan tangan mereka saling berhadapan menjelang deportasi.

Uk Heisela, kepala penyelidikan di departemen imigrasi Kamboja, mengatakan polisi Tiongkok telah tiba untuk menangkap tersangka.

“Departemen Imigrasi mendeportasi 61 tersangka, termasuk 13 wanita, yang terlibat dalam pemerasan di internet,” kata Uk Heisela kepada Reuters.

Uk Heisela mengatakan bahwa mereka telah ditahan dalam penggerebekan pada 17 Oktober dan 21 Oktober di ibukota, Phnom Penh, dan di provinsi Kandal dan Preah Sihanouk.

Pemerintah Taiwan mengatakan 19 di antaranya berasal dari Taiwan. Pihak Taiwan telah mengajukan nota protes dengan Tiongkok mengenai deportasi tersebut.

Taiwan merasa tidak senang karena tersangka pemerasan Taiwan telah dideportasi ke Tiongkok. Taiwan menuduh Phnom Penh bertindak atas perintah Beijing.

Tiongkok menganggap wilayah kedaulatan Taiwan adalah wilayahnya sendiri. Kamboja adalah salah satu sekutu terdekat Tiongkok di Asia Tenggara. (asr)

Dilaporkan oleh Prak Chan Thul

Tiga Tahapan Keseriusan Ancaman Nuklir Korut Terhadap Dunia

Reporter Epoch Times: Wu Ying, melaporkan

Epochtimes.id- Seluruh dunia menyoroti situasi tegang di Semenanjung Korea, diktator Korut Kim Jong-Un yang bersikeras mengembangkan senjata nuklir itu sesumbar akan menembakkan rudal (berhulu ledak bom hidrogen) hingga mencapai pesisir timur Amerika Serikat.

Adanya ancaman nuklir Korut dan tingkat keseriusannya mungkin bisa ditelaah tuntas lewat proses upaya rezim dinasti Kim yang berupaya membangun negara nuklir dan perkembangannya baru-baru ini.

AS Tidak Abaikan Kemungkinan Serang Korut, Pyongyang Sesumbar Tembakkan Rudal

Baru-baru ini Kim Jong-Un terus memprovokasi dengan menembakkan rudal balistik jarak jauh ke Samudera Pasifik dan melakukan uji coba nuklir.

DK PBB sampai harus dua kali membuat resolusi untuk memperketat sanksi terhadap Pyongyang.

Pemerintah Australia menyatakan, Kemenlu Korut beberapa hari lalu juga di luar kebiasaan tanpa melalui perantara media massa corong partainya, langsung melayangkan surat terbuka pada Dewan Multinasional yang menyatakan pihaknya “tidak akan melepaskan senjata nuklir, dan jika AS ingin menghalangi, maka akan terjadi bencana nuklir yang mengerikan.”

Sebelumnya Trump menulis di Twitter, kebijakan AS terhadap Korut (perundingan diplomatik) selama 25 tahun terakhir sangat tidak efektif, “Hanya ada satu hal bisa dirampungkan”.

Tanggal 15 Oktober lalu, saat Menteri Sekretaris Negara Tillerson diwawancarai oleh media massa AS menyatakan, Trump menuntut “sebelum bom pertama dijatuhkan”, AS akan terus mengupayakan cara diplomatik untuk menyelesaikan krisis Korut.

Selain opsi diplomatik dan juga militer, minggu lalu saat diwawancara oleh stasiun TV Fox (22/10) Trump menyatakan, pada Kongres Nasional PKT ke-19 kali ini pemimpin negara RRT Xi Jinping telah meraih status kekuasaan yang belum pernah diraih oleh beberapa generasi pemimpin sebelumnya.

“Saya harap setelah Kongres tersebut ia akan melakukan aksi besar-besaran untuk menyelesaikan masalah Korut.”

Ancaman Senjata Nuklir Korut Mencemaskan

ABC News memberitakan, tahun ini Korut untuk kali pertama telah sukses menguji coba rudal balistik antar benua (ICBM).

Para pakar mengatakan, negara preman ini mungkin memiliki kemampuan menyerang wilayah AS bahkan Australia dan berambisi mempersiapkan diri untuk menghadapi perang nuklir.

Tingkat keseriusan ancaman senjata nuklir Korut ini bisa dicermati lewat tiga perkembangan situasi berikut:

1.Frekwensi Peluncuran Rudal Rezim Kim Kian Intens

Korea Utara berdiri pasca PD-II, rezim keluarga Kim memegang kekuasaan dengan Kim Il-Sung sebagai pemimpin pertamanya, kemudian kekuasaan beralih kepada Kim Jong-Il dan Kim Jong-Un.

Tahun 1984, Kim Il-Sung mulai membuat dan menembakkan rudal, setelah putranya Kim Jong-Il dan cucunya Kim Jong-Un berkuasa.

Keduanya juga terus mengembangkan senjata nuklir, dan frekuensi peluncuran rudal yang dilakukan Kim Jong-Un jauh melebihi uji coba yang dilakukan kakek maupun ayahnya jika dijumlahkan.

Semasa kekuasaan Kim Il-Sung, total telah menembakkan 15 buah rudal, sebanyak 11 buah di antaranya adalah rudal balistik jarak pendek (SRBM), dengan jarak tembak terjauh hanya 500 km.

Ada 1 buah rudal yang sampai saat ini belum diketahui jenisnya. Sedangkan 3 buah lainnya adalah rudal balistik jarak menengah (MRBM) yang salah satunya memiliki jarak tembak 1500 km yang disebut rudal Nodongs.

Setelah Kim Jong-Il memangku jabatan, selama berkuasa telah menembakkan 16 buah rudal, dalam teknologi pengangkut roket juga berhasil meraih kemajuan berarti.

Namun, di tahun 1998 ketika uji coba rudal Taepedong-1 mengalami kegagalan saat melintasi Jepang, telah mengakibatkan krisis diplomatik serius.

Pasca kejadian tersebut, Korut menghentikan sementara peluncuran rudalnya, tapi pada 2006 mulai melakukan uji coba lagi, salah satunya adalah rudal Taepedong-2 yang juga berakhir gagal.

Di tahun 2006 Kim Jong-Un melakukan uji coba nuklir yang pertama kalinya, tahun 2009 kembali melakukan uji coba nuklir. Kedua percobaan tersebut menuai kecaman internasional.

Tahun 2011, Kim Jong-Il meninggal dunia, kekuasaan diwariskan pada putranya Kim Jong-Un. Hingga saat ini, diktator Kim Jong-Un telah meluncurkan 85 buah rudal, dan melakukan 4 kali uji coba nuklir.

2.Percepat Raih Teknologi

Kim Il-Sung dan Kim Jong-Il hanya menembakkan rudal jarak pendek dan jarak menengah, hanya menimbulkan ancaman bagi negara tetangga.

Sejak tahun 2012, rezim Kim meluncurkan rudal balistik jarak menengah (IRBM) dan juga rudal balistik antar benua (ICBM) yang berjarak jangkau lebih jauh.

Jarak tembak terjauh IRBMs adalah 4.500 km, di tahun 2017 ICBM yang ditembakkan Korut berjarak jangkau antara 8.500 hingga 10.000 km, cukup untuk menjangkau wilayah Amerika dan Australia.

Selain itu Korut juga berupaya mengembangkan kemampuan menembakkan rudal dari kapal selam, yakni rudal balistik kapal selam (SLBM) dengan jarak jangkau 1.200 km.

Menurut nara sumber, rudal tersebut dipasangkan pada kapal selam Sinpo berjarak jangkau 2.800 km sehingga jarak jangkaunya menjadi 4.000 km.

3.Korut Mungkin Persiapkan Perang Nuklir

Tidak hanya menambah frekuensi uji coba, Kim Jong-Un juga menambah lokasi uji cobanya. Lokasi uji rudal di masa kakek dan ayahnya sebagian besar berada di wilayah timur yakni di Tonghae Satellite Launching Ground, sedangkan lokasi uji cobanya tersebar di seluruh negeri.

Menurut NTI (Nuclear Threat Initiative) AS, Kim Jong-Un telah melupakan lokasi peluncuran Tonghai tersebut dan melakukan uji coba di seluruh negeri, ini adalah suatu perubahan sangat besar, yang menandakan Kim akan mengubah “uji coba rudal” menjadi “latihan nyata” (operational training).

Menurut analisa NTI, Korut terus uji coba rudal, mudah ditebak dan yang mencemaskan adalah, kondisi ini sejalan dengan ambisi rezim Kim yang berniat menempatkan senjata nuklir di seluruh negeri.

Intinya, rezim ini sedang melatih pasukannya untuk menghadapi kemungkinan terjadinya perang nuklir. (Sud/whs/asr)

Gemar Minuman Berkarbonasi Setiap Hari, Remaja Ini Divonis Diabetes Sejak 5 Tahun Lalu

Epochtimes.id– Baru-baru ini, sebuah laporan tentang seorang remaja dari Melaka menjadi viral dan menarik perhatian warga Malaysia.

Status kesehatannya kini menjadi perhatian besar saat dia disebut menderita diabetes kronis dalam lima tahun terakhir.

Mahathir Mohammad (13) gemar  minuman berkarbonasi setiap hari sejak masih kecil.

Kesehatannya memburuk saat ia terpaksa putus sekolah dan bahkan tidak bisa mengikuti tes ujian tahun lalu. “Saya suka minum minuman berkarbonasi sejak masih kecil.”

“Ada toko di dekat rumah saya di mana saya akan membeli minuman itu setiap hari. Namun, saya tidak tahu ini akan terjadi pada saya beberapa tahun kemudian, “kata Mahathir kepada media Malaysia, Sinar Harian.

“Pada awalnya, saya hanya menderita luka kecil di telapak kaki saya, tapi kemudian kaki saya bengkak dan mengalami infeksi. Kemudian mulai membusuk dan berbau. ”

Ibu Mahathir, Zaliha Mohd Zabidi (44) mengatakan bahwa ketika anak laki-lakinya yang berusia 12 tahun, kakinya hampir diamputasi oleh dokter untuk mencegah agar tidak terjadi infeksi parah.

“Ketika dokter memberitahu kami tentang usulan amputasi pada kakinya, saya tidak ingin melihat anak yang lahir normal, kehilangan kakinya.”

“Saya kemudian mencari bantuan lain untuk membantu anak saya pulih. Syukurlah, saya menemukan dokter lain yang berhasil merawatnya dengan benar, sehingga kakinya tidak harus dipotong. Kami masih membawa Mahathir menemui dokternya untuk menjalani tindak lanjut. ”

Meski anaknya bisa mendapatkan perawatan yang baik dan kakinya aman, gerakannya menjadi terbatas begitu lama dan hanya bisa merangkak perlahan di sekitar rumahnya.

“Jika kita memiliki upacara di luar rumah, atau jika kita perlu membawanya ke klinik, ia membutuhkan kursi roda atau sepatu khusus,” kata ibunya.

“Saya ingin Mahathir pulih sepenuhnya sehingga dia bisa kembali ke sekolah bersama teman-temannya.”

Kesulitan anak tersebut kemudian mendapat perhatian Amir Hamzah Aziz, direktur pusat layanan Barisan Nasional dan Pengadilan Tinggi Serkam, Datuk Zaidi Atan.

“Kami berterima kasih kepada Dewan Agama Islam Melaka (Maim), yang menyumbangkan kursi roda kepada keluarga dan Dinas Pendidikan (PPD), yang memungkinkan Mahathir untuk mengikuti ujian tahun depan,” kata Amir Hamzah kepada Sinar Harian.

“Hari ini, keluarga tersebut sedang menunggu bantuan dari Departemen Kesejahteraan Sosial (JKM) dan sumbangan sepatu khusus. Kami berharap organisasi ini bekerja sama untuk membantu membuat hidup remaja ini lebih mudah,” tambahnya. (asr)

Sumber : Sinar Harian

Krisis Katalonia Makin Meruncing Madrid dan Barcelona Sama-Sama Ngotot

EpochTimesId – Pemerintah Spanyol bersiap untuk menerapkan peraturan langsung mengenai Catalonia. Majelis Tinggi atau Senat Spanyol menggelar sidang untuk menyetujui penggunaan Pasal 155 Konstitusi, Jumat (27/10/2017) waktu setempat.

Dengan persetujuan Senat ini, Pemerintah pusat Spanyol di Madrid mengambil alih pemerintahan daerah otonom Katalonia. Kebijakan ini diambil untuk menghalangi deklarasi kemerdekaan Katalonia, seperti dikutip The Epoch Times dari Reuters, Sabtu (28/10/2017).

“Langkah-langkah luar biasa seharusnya hanya diadopsi jika tidak ada upaya lain yang mungkin dilakukan. Menurut saya sudah tidak ada alternatif lagi,” ujar Perdana Menteri Spanyol, Mariano Rajoy, dalam pidatonya pada Sidang Istimewa Senat Spanyol.

Sementara itu, di Ibukota Katalonia, Barcelona, ​​para pemimpin pro kemerdekaan juga sedang bersiap mendeklarasikan kemerdekaannya. Langkah tersebut juga didukung oleh Parlemen Regional dari Daerah Otonom Katalonia.

Parlemen regional Catalonia mendeklarasikan kemerdekaan dari Spanyol melalui pemungutan suara, Jumat malam waktu setempat. Sidang tersebut memang kemungkinan besar akan dinyatakan ilegal oleh Mahkamah Konstitusi Spanyol.

Mosi kemerdekaan diloloskan oleh dewan perwakilan rakyat yang diisi 135 anggota itu. Lebih dari 50 persen suara diperoleh untuk mendukung deklarasi kemerdekaan. Sebanyak 70 suara mendukung kemerdekaan, 10 anggota menentang dan 2 suara abstain.

Sementara, sisanya mengambil sikap Walk-Out. Mereka adalah wakil rakyat dari Partai Sosialis, Partai Rakyat dan Ciudadanos. Mereka meninggalkan ruang sidang tepat sebelum pemungutan suara digelar.

Madrid langsung menanggapi dengan menggelar rapat kabinet darurat. PM Rajoy lalu mengumumkan pembubarkan parlemen Catalan sekaligus mengumumkan pemilihan ulang pada Desember 2017 mendatang, seperti dilansir CNN dari AFP. (waa)

Terungkap Gambar Satelit Terbaru ‘Gulag Paralel’ di Kamp Penjara Korea Utara

Oleh : Richard Finney

Epochtimes.id- Gambar satelit yang dirilis dalam laporan Kamis (26/10/2017) oleh sebuah LSM yang berbasis di Washington menunjukkan bahwa kamp kerja paksa Korea Utara dikelola terpisah dari sistem kamp untuk menahan tahanan politik.

Laporan ini mengungkapkan jaringan fasilitas yang lebih luas disiapkan bagi orang terkemuka yang dianggap bersalah.

Kamp-kamp tersebut, disebut kyo-hwa-so dioperasikan oleh Kementerian Keamanan Publik Korea Utara atau North Korea’s Ministry of Public Safety (MPS). Kamp menahan orang-orang yang dihukum karena dianggap melanggar tindak pidana dan bukan pelanggaran politik.

Laporan tersebut berjudul Parallel Gulag, oleh Komite Hak Asasi Manusia di Korea Utara atau Commite for Human Rights in North Korea (HRNK).

Istilah Gulag mengambil peristiwa di era Uni Soviet. Saat itu Gulag adalah sebuah sistem kamp kerja paksa yang dipertahankan di bekas negara Uni Soviet dari 1930-1955 di mana banyak orang meninggal dunia.

Tidak seperti tahanan politik yang sering ditahan seumur hidup oleh polisi rahasia Korea Utara di kamp kerja paksa yang tidak diakui secara resmi. Pada kamp ini pelaku yang ditahan dilengkapi dengan fasilitas yang dikelola MPS memberikan ketetapan ketentuan yang akhirnya akan dibebaskan.

Mereka juga dijatuhi hukuman di bawah prosedur peradilan dan diijinkan menerima kunjungan dari anggota keluarga, yang bisa memberi mereka makanan.

Namun, kondisi di kedua sistem kamp itu sama brutalnya dan tidak berperikemanusiaan.

“Perbedaan dalam perlakuan terhadap tahanan yang ditahan seringkali masalah derajat, bukan prinsip,” kata penulis laporan David Hawk.

“Kebijakan yang menggabungkan kerja paksa dengan kelaparan yang disengaja, perawatan medis yang tidak memadai dan kondisi kebersihan yang buruk menyebabkan kematian ribuan narapidana setiap tahunnya,” kata Hawk dalam laporannya.

Dua puluh citra satelit yang dikumpulkan dan dianalisis oleh HRNK termasuk dalam laporan, menunjukkan fasilitas bertembok, asrama, menara penjaga, dan pagar kawat berduri.

Tahanan di kamp ini sering berjalan jauh ke pertambangan, hutan, dan peternakan di mana mereka bekerja, kata laporan tersebut.

Laporan ini juga menambahkan para tahanan bekerja dalam kondisi berbahaya,dilarang makan dan kadang-kadang dipukuli karena gagal memenuhi target produksi.

Citra satelit kamp telah terbukti “penting sebagai bukti pendukung untuk kesaksian yang diberikan oleh mantan tahanan. Ini dikarenakan banyak di antaranya telah melarikan diri ke Tiongkok dan kemudian pindah ke Korea Selatan, setelah dibebaskan, menurut laporan tersebut.

Laporan Kamis mengungkapkan sistem kamp kerja paksa yang lebih luas daripada yang dilaporkan pada 2014 di Komisi Penyelidik Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa di Republik Rakyat Demokratik Korea (COI).

Mantan Ketua Komisi Michael Kirby mengatakan, “Melalui penelitian dan dedikasi David Hawk, kami di dunia luar telah mengetahui tentang gulag apa adanya: instrumen ketakutan dan kontrol oleh Korut.”

“(ini) telah memaksa menjadikan Korea Utara memiliki sistem penahanan yang besar sekali melanggar hukum PBB dan standar-standar universal dan peradaban.” (asr)

Sumber : Radio Free Asia

Seorang Pria Terkunci di Pendingin Bir Semalaman dan Dia Memilih untuk Minum Sepuasnya

0

EpochTimesId – Seorang pria paruh baya terkunci di dalam lemari pendingin sebuah minimarket. Dia memilih untuk minum beberapa sepuasnya dan menghabiskan beberapa botol minuman sebelum melarikan diri beberapa jam kemudian.

Jeremy Van Ert pun akhirnya didakwa melakukan pencurian ringan dan dijebloskan ke balik jeruji besi. Demikian dilaporkan oleh WBAY-TV, dan dikutip The Epoch Times, Sabtu (28/10/2017).

Pria 38 itu masuk ke dalam toko Kwik Trip, di Central Avenue, Marshfield, Wisconsin, Amerika Serikat, pada hari Selasa (24/10/2017), sebelum tengah malam. Pria itu secara otomatis terkunci di dalam lemari pendingin saat tengah malam tiba.

“Pelaku menyadari dirinya terkunci pada pendingin bir. Dia juga tahu bahwa toko Kwik Trip tidak akan menjual bir kepadanya, jadi dia memutuskan untuk tetap berada di pendingin bir,” kata Kepala Polisi Marshfield, Rick Gramza kepada WBAY.

“Seorang pelanggan datang untuk membeli bir dingin sekitar pukul 6 pagi, keesokan harinya. Dia melihat tersangka ada di dalam lemari pendingin,” sambung Gramza.

Lemari pendingin itu memiliki pintu kaca. Jika dia mengetuk pintu kaca dari dalam, karyawan pasti sudah mendengarnya dan membantunya keluar. Namun, Van Ert tidak melakukannya.

Saat dia keluar karena dibukakan pintu dari luar oleh pelanggan lain, dia ngeloyor pergi dan tidak membayar alkohol yang dia minum.

Van Ert dilaporkan mengkonsumsi sebotol Icehouse Beer seharga 18 Pounsterling dan tiga kaleng Four Loko. Dia pun sempat roboh karena mabuk di atas setumpuk Busch Light Cans.

“Ini unik, saya sudah tinggal di sini selama dua puluh tahun. Saya pernah mendengar orang terkunci di dalam gedung, tapi tidak pernah mendengar orang terkunci dalam lemari pendingin bir,” komentar seorang warga, Gramza.

Pelaku akhirnya berhasil ditangkap oleh polisi. Dia pun dijebloskan ke dalam penjara Wood County. Sebab, dia sebelumnya sudah terjerat kasus lain dan sedang menjalani masa percobaan.

Toko Kwik Trip mengatakan bahwa kini mereka meninjau prosedur keamanan toko mereka, berkat kasus yang melibatkan Van Ert. (waa)

Sepasang Seniman Bangun Istana di Pedalaman Kanada Demi Bersahabat dengan Alam

0

EpochTimesId – Sepasang seniman di Kanada, memiliki mimpi yang kuat untuk hidup bahagia tanpa merusak alam. Mereka pun akhirnya membangun rumah di sebuah pulau buatan pada sebuah sungai di pedalaman Kanada.

Wayne Adams dan Catherine King, selama puluhan tahun membenamkan hidup mereka sepenuhnya pada alam. mereka memilih tinggal di sebuah pulau buatan yang lestari.

Mereka menamai istana itu dengan sebutan, Freedom Cove, seperti dikutip EraBaru.Net dari browningpass.com baru-baru ini.

King dan Adams memilih lokasi rumah di Teluk Cypress di Tofino, British Columbia, Kanada. Mereka mengatakan tempat tersebut sudah diteliti sejak lama, dan memungkinkan mereka untuk berinteraksi dengan alam tanpa mengganggu hal-hal alami sedikitpun.

Mereka membangun beragam kebutuhan hidup yang menyenangkan pada surga ekologis itu. Mereka diantaranya membangun galeri seni, dan menara lampu listrik. Sebuah rumah ekologis yang benar-benar ramah lingkungan.

Rumah mereka sengaja dihiasi dengan bahan daur ulang. Bahan-bahan itu pun dilukis dengan nuansa merah muda dan ungu.

Pasangan ini mengonsumsi hasil dari tumbuhan dengan bercocok tanam sendiri. Sebab, mereka membuat kebun yang luas milik mereka sendiri.

Suplai listrik pun menggunakan energi panel surya, pembangkit listrik bertenaga matahari.

“Kami menjalani hidup kami dengan cara yang kami harapkan akan membantu kesehatan lingkungan. Kami berusaha melakukan yang terbaik,” jelas King.

Freedom Cove, sebuah istana alam yang telah dibangun lebih dari 20 tahun, dan masih belum selesai. Mereka membangunnya sejak tahun 1991 sampai 2015.

Kini sang pasangan seniman terus mencari ide kreatif lainnya, untuk menyelesaikan istana teka-teki hutan spektakuler mereka sendiri.

Sungguh, pasangan yang sangat kreatif!

Anda tertarik meniru mereka?!
(Ang/Jul/waa)