Pertempuran Antara Tentara Mesir dan Teroris di Sinai Utara, 24 Militan dan Enam Tentara Tewas

Epochtimes.id- Tentara mesir melakukan perlawanan atas serangan teror di sebuah pos pemeriksaan keamanan di daerah Kawadis, Sinai Utara, Mesir, Minggu.

Berdasarkan pernyataan oleh juru bicara militer Mesir, Tamer El-Refaei seperti ditulis ahram.org, pertempuran ini menewaskan 24 gerilyawan.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa enam personil tentara tewas dalam pertempuran tersebut.

El-Refaie menambahkan bahwa dua kendaraan 4×4 yang digunakan oleh militan untuk melakukan serangan tersebut dihancurkan.

Serangan Minggu ini di Kawadis terjadi hanya satu hari setelah tentara mengatakan telah berhasil menggagalkan serangan besar ke sebuah pos pemeriksaan keamanan di Al-Arish, Sinai Utara.

Pada Jumat lalu, enam personil tentara tewas dalam serangan lain di sebuah pos pemeriksaan keamanan juga di Al-Arish. Sejumlah militan tewas dan terluka saat personil tentara membalas tembakan tersebut.

Sementara laporan associated press menyebutkan, helikopter tempur Apache dikerahkan untuk mengusir penyerang. Daerah itu juga disisir oleh tentara untuk mengejar militan.

Pasukan keamanan Mesir telah bertahun-tahun berjuang melawan militan di Sinai utara, yang berbatasan dengan Jalur Gaza dan Israel. Pemberontakan di sana telah mendapat momentum sejak militer Mesir menggulingkan seorang presiden terpilih pada tahun 2013. Pemberontakan dipimpin oleh warga lokal berafiliasi dangan Islamic State (IS). (asr)

Diplomasi Dengan Korea Utara Baru Berhenti Setelah Bom Pertama Dijatuhkan

0

EpochTimesId – Menteri Sekretaris Negara, Rex Tillerson mengatakan Presiden Donald Trump telah memerintahkan dirinya untuk melanjutkan usaha diplomatik guna mengendalikan ketegangan dengan Korea Utara. Walau demikian, bukan berarti upaya militer tidak bisa dilakukan sewaktu-waktu.

“Presiden mengatakan bahwa saya boleh melanjutkan usaha diplomatik saya. Upaya diplomatik akan berlanjut sampai bom pertama dijatuhkan,” ujar Rex Tillerson pada hari Minggu (15/10/2017) seperti dikutip TheEpochTimes dari reuters.

Komentar Tillerson disampaikan ditengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Korea Utara. Ketegangan meningkat menyusul serangkaian ujicoba senjata oleh Pyongyang dan perang kata-kata antara kedua pemimpin negara tersebut.

Menteri yang juga bertanggungjawab atas segala urusan Luar Negeri Amerika Serikat itu pada sebuah acara bertajuk ‘State of the Union’ milik CNN, mengesampingkan untuk sementara waktu pesan yang sebelumnya disampaikan oleh Presiden Trump di Twitter.

Pesan itu mengatakan bahwa Tillerson telah menyia-nyiakan waktunya untuk mencoba bernegosiasi dengan ‘Little Rocket Man’ sebuah julukan dari Trump untuk menghina diktator komunis Korea Utara, Kim Jong Un. Korea Utara telah melakukan serangkaian uji coba nuklir dalam beberapa pekan terakhir dan lalu dan meluncurkan dua rudal di Jepang.

Tillerson mengaku telah melakukan pembicaraan dengan Tiongkok. Dia meminta Tiongkok untuk turut menekan Korea Utara agar menghentikan ujicoba nuklir. Dia mengklaim Presiden Tiongkok, Xi Jinping memahami posisi Amerika.

“Yakinlah bahwa orang Tiongkok tidak kebingungan dengan jalan yang kita tempuh, tentang kebijakan Amerika terhadap Korea Utara,” imbuhnya.

Misil Hwasong-12 yang dirilis oleh kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA). (KCNA via REUTERS/TheEpochTimes)

 

Amerika Tetap Ingin Negosiasi Nuklir Dengan Iran

0

EpochTimesId – Amerika Serikat (AS) untuk sementara waktu akan tetap berada dalam komunitas negara yang membuat kesepakatan nuklir internasional dengan Iran. Demikian dikatakan oleh Duta Besar AS untuk PBB, Nikki Haley Minggu (15/10/2017) waktu setempat, atau Senin (16/10/2017) dinihari waktu Indonesia.

Namun, Haley menekankan bahwa Pemerintahan Donald Trump ingin mempertimbangkan respons proporsional terhadap tindakan Teheran di panggung dunia. Statemen itu dikeluarkan menanggapi ujicoba balistik Iran akhir September 2017 lalu, serta penjualan senjata internasional dan terorisme yang diduga disponsori oleh Iran.

“Saya pikir saat ini, Anda akan melihat kami bertahan dalam kesepakatan ini. Karena harapan kami yakin, kami dapat memperbaiki situasi, dan itulah tujuannya,” kata Haley, seperti dikutip TheEpochTimes dari Reuters.

Haley mengatakan alasan Amerika Serikat mengkaji ulang kesepakatan nuklir sejumlah negara dengan Iran salah satunya karena meningkatnya ketegangan mengenai pengembangan senjata nuklir Korea Utara. “Apa yang perlu kita diskusikan sekarang adalah agar Iran jangan sampai menjadi seperti Korea Utara.”

Presiden Donald Trump sebelumnya dilaporkan menolak untuk secara resmi menyetujui kembali persyaratan kesepakatan internasional 2015 yang ditujukan untuk memantau dan mengendalikan program nuklir Iran. Kongres AS sekarang memiliki waktu 60 hari untuk memutuskan apakah akan mengajukan sanksi ekonomi kepada Teheran yang dicabut berdasarkan kesepakatan tersebut.

“Kami tidak mengatakan bahwa mereka melanggar kesepakatan. Namun, kami melihat dan akan meminta pertanggungjawaban mereka karena terus mendukung terorisme di seluruh dunia. Mereka juga tidak boleh terus menguji rudal balistik, yang akan mengarah ke senjata nuklir. Mereka juga tidak boleh terus menerus melakukan penyelundupan senjata.

Diplomat senior itu juga menyayangkan sikap negara lain yang seolah tutup mata terhadap kegiatan ilegal Iran. Sikap itu justru memberi angin segar bagi Rezim Iran. (waa)

Pejabat Buruh Unggulan Tiongkok Dihukum Penjara

0

Setelah 13 tahun sebagai buronan, mantan pejabat Tiongkok Yang Xiuzhu dijatuhi hukuman pada 13 Oktober selama 8 tahun penjara dan denda 800.000 yuan (sekitar US$ 121.400). Asetnya, senilai lebih dari 26 juta yuan (sekitar US$ 4 juta), juga disita.

Menurut pengadilan Tiongkok, dari tahun 1996 sampai 1999 saat bertindak sebagai wakil walikota Kota Wenzhou (terletak di pantai tenggara) dan wakil kepala biro konstruksi Provinsi Zhejiang, dia menggelapkan lebih dari 19 juta yuan dan menerima lebih dari 7 juta yuan suap .

Yang berada di puncak daftar buronan Tiongkok yang paling dicari saat Interpol mengeluarkan peringatan ‘merah’ untuknya pada tahun 2015. Dia dianggap sebagai pejabat korup perempuan terkemuka di negara itu.

Yang melarikan diri ke luar negeri pada tahun 2003, pindah dari Hong Kong ke Singapura, kemudian ke Eropa. Dia mencari suaka di Prancis dan Belanda, namun permohonannya ditolak. Pada tahun 2014, dia melarikan diri ke Amerika Serikat. Pada bulan November 2016, dia dipulangkan kembali ke Tiongkok. Pihak berwenang Tiongkok menyatakan bahwa dia telah menyerah dan kembali ke negara tersebut secara sukarela.

Kalimat Yang memberi isyarat kepada pejabat korup lain di luar negeri tentang nasib mereka yang bisa mereka hadapi – meskipun perlu dicatat bahwa media pemerintah Tiongkok mengatakan Yang diberi hukuman ringan karena dia mengaku bersalah dan menyatakan penyesalan atas tindakannya.

Media Tiongkok sebelumnya mengutip seorang mantan pejabat Wenzhou yang merinci bagaimana Yang mengumpulkan kekuatan dan kekayaannya. Dia mencari sekutu di kalangan pejabat di setiap tingkat, dari tingkat provinsi sampai ke polisi. Dengan kader partai sebagai pendukungnya, Yang menempatkan pembantu dan kerabatnya di posisi tingkat tinggi di perusahaan lokal, yang membantunya mengumpulkan uang.

Media Hong Kong juga melaporkan bahwa Yang adalah rekan Zhang Dejiang sementara Zhang adalah ketua partai Provinsi Zhejiang antara tahun 1998 dan 2002. Yang juga memegang jabatan di kantor provinsi saat itu.

Zhang kemudian menjadi pejabat tinggi di dalam Partai Komunis Tiongkok (PKT), naik ke Komite Tetap Politbiro, karena sebagian besar dibawah kekuatan dan kontrol politik mantan pemimpin PKT Jiang Zemin. Jiang dan fraksi di dalam Partai sedang dalam perebutan kekuasaan dengan pemimpin PKT Xi Jinping dan pendukungnya saat ini. (ran)

Ada Apa Pasukan Angkatan Laut Filipina dan Australia Latihan Perang Bersama?

Epochtimes.id– Pasukan angkatan laut Filipina dan Australia melesat menyeberangi lautan dan mendarat di dermaga Filipina pada sebuah latihan disebut sebagai tanggap bencana Minggu (15/10/2017).

Melansir dari Associated Press, latihan perang ini dinilai mencerminkan hubungan keamanan antar kedua negara semakin mendalam di wilayah yang rentan terhadap bencana, pembajakan dan perpecahan teritorial.

Letnan Kolonel Daniel Turner dari Angkatan Pertahanan Australia mengatakan bahwa manuver angkatan laut di Subic Bay, barat laut Manila, akan memperkuat kemampuan kedua negara untuk bersama-sama menghadapi angin topan dan bencana lainnya saat jalanan, jembatan dan pelabuhan rusak atau hancur.

Latihan tersebut mencerminkan penguatan hubungan keamanan antara kedua sekutu Amerika Serikat itu meskipun sikap Presiden Filipina Rodrigo Duterte sering bertentangan dengan kebijakan keamanan Amerika.

Selama manuver, lebih dari 100 marinir Filipina dan personil angkatan laut Australia berangkat dari sebuah kapal angkatan laut Australia, HMAS Adelaide. Pasukan ini kemudian menuju pelabuhan di Subic Bay, sebuah bekas pangkalan angkatan laut A.S.

Ketika topan dan banjir terjadi, “infrastruktur tradisional rusak dan satu-satunya cara kita bisa sampai ke daerah yang terkena dampak adalah melalui helikopter dan kapal pendarat,” kata Turner.

Australia menandatangani sebuah kesepakatan pada 2007 yang memungkinkan pasukannya untuk berlatih di Filipina. Australia adalah satu-satunya negara selain Amerika Serikat yang memiliki kesepakatan ini dengan Filipina.

Teluk Subic langsung berhadapan dengan Laut Cina Selatan, di mana Tiongkok, Filipina dan empat pemerintah lainnya memiliki perselisihan teritorial yang hingga kini belum terselesaikan.

Namun pejabat Australia menekankan bahwa latihan pada Minggu ini ditujukan hanya meningkatkan kemampuan pasukan Australia dan Filipina untuk menangani bencana alam. (asr)

Gara-gara Seekor Anjing Lari ke Landasan Pacu Pesawat, 14 Penerbangan di Bandara Jepang Ini Ditunda

Epochtimes.id- Belum lama ini bandara di Jepang heboh gara-gara seekor anjing kabur lalu berlari di runway bandara. Akibatnya belasan penerbangan dari bandara ini ditunda.

Ceritanya, anjing jenis pudel milik seorang penumpang melarikan diri dari kandangnya. Saat itu anjing akan dibawa melalui kargo maskapai Japan Airlines (JAL).

Seperti ditulis The Asahi Shimbun, akibatnya sejumlah penerbangan dari Bandara Haneda Tokyo pada 9 Oktober 2017 ditunda karena para staf berusaha menangkap anjing itu.

Pejabat Kementerian Transportasi di Bandara itu mengatakan sebanyak 14 penerbangan tertunda setelah pudel dewasa itu kabur dari kandangnya sekitar pukul 08.50 pagi waktu setempat.

Setelah kabur dari kandangnya anjing ini lalu melintasi landasan pacu dan memasuki lapangan rumput.

Saat itu si pemilik anjing sudah naik pesawat Japan Airlines ke Naha, Okinawa. Si pemilik akhirnya diminta untuk membantu menangkap anjing tersebut.

Anjing itu pada akhirnya berhasil tertangkap setelah pukul 9.30 pagi.

Runway sempat ditutup selama 6 menit. Bahkan, tiga pesawat yang ingin mendarat diinstruksikan oleh menara kontrol untuk menunda pendaratan. (asr)

Astaga! Hilang Sembilan Tahun Seorang Kakek Ditemukan Dalam Kolam Bersama Mobilnya

0

EpochTimesId – Seorang pria jompo berhasil ditemukan setelah dilaporkan hilang selama sembilan tahun. Dia ditemukan oleh seniman pohon natal dan bantuan citra satelit Google Maps, seperti dikutip EraBaruNet dari laman WOOD TV8.

David Lee Niles (76) dilaporkan menghilang bahkan mobil yang dia kendarai pada 11 Oktober 2006. Almarhum Niles sedang menghabiskan malam dengan temannya di sebuah pub lokal, Jake’s Bar, di Byron Center, Michigan, AS.

David meninggalkan pub itu terlebih dahulu. Namun, almarhum yang mengidap kanker dikabarkan tidak pernah tiba di rumahnya.

Baru-baru ini, seorang seniman yang sedang memasang lampu Natal melihat sesuatu yang aneh di pinggir kolam. Brian Houseman yang sedang mendekorasi sebuah pohon natal di luar Taman Pemakaman Cook di Byron Center, tiba-tiba dikejutkan dengan sebuah benda di pinggir kolam yang terlihat seperti mobil.

Houseman bersama warga sekitar lalu memastikannya dengan bantuan citra satelit Google. Houseman juga segera menghubungi polisi yang bergegas menuju lokasi.

“Tiba-tiba, saya berteriak, ‘Whoa, ada mobil di dalam kolam.’ Tidak ada yang bisa melihatnya. Air kolam itu keruh dan bergelombang,” tutur Houseman.

Kendaraan itu pun berhasil diangkat dari dalam kolam. Kerangka David berhasil ditemukan di dalam mobil tua berkarat dan berlendir itu. Kolam ini ditemukan terletak kurang dari satu mil dari tempat pria tua itu terakhir terlihat.

Keluarga dan kerabat David pun segera datang dan berkumpul di lokasi mobilnya ditemukan. Menantu laki-laki David bernama Scott Hathaway mengaku terharu.

“Bagi kami, hari ini adalah hari penutupan pencarian yang panjang. Mengapa Tuhan membiarkan kita menunggunya selama sembilan tahun, saya tidak tahu. Tapi kita bahagia jasad ayah mertua saya ditemukan. Dan kami akan membawanya pulang. Memakamkan dengan layak,” ujar Hathaway.

Saat penguburan jasad David, keluarganya menuliskan pada batu nisannya, “Davie Lee Niles, usia 72, dari Wyoming, AS telah meninggal dunia, dan hanya Tuhan yang mengetahui waktu dan tempat ia meregang nyawa”.

Sekarang keluarga akhirnya bisa tenang, begitu pun David Lee Niles yang lega telah dikebumikan dengan layak oleh keluarganya.(int/yant/waa)

 

Wartawan Kriminal Kaget Polisi Teman Kuliahnya Tewas Ditembak Penjahat

0

EpochTimesId – Seorang kameraman kriminal yang bertugas untuk berita WWL-TV New Orleans, terkejut melihat mantan teman sekamarnya di perguruan tinggi, Marcus McNeil terbaring tewas di tempat kejadian kasus penembakan. Marcus McNeil adalah petugas Kepolisian New Orleans, seperti dikutip NTD.tv dari WWL-TV.

“Saat aku bangun pagi ini, aku mendapat informasi baku tembak yang melibatkan NOPD, Pasukan Negara. Ketika melihat itu Marcus, jantungku berhenti berdetak. Sahabatku baru saja tewas,” kata Lewis.

McNeil ditembak mati pada dini hari, 13 Oktober 2017 ketika berpatroli. Dia dan empat petugas lainnya turun dari mobil patroli saat mereka melihat ada yang mencurigakan.

Tersangka penembakan diidentifikasi berusia 30 tahun, Darren Bridges. Pelaku pernah ditangkap polisi sekitar sepuluh tahun silam. Dia sedang menjalani pembebasan bersyarat ketika memberondong petugas kepolisian yang menewaskan McNeil.

https://twitter.com/AlwaysActions/status/919206740562006016

McNeil yang berusia 29 tahun meninggalkan seorang istri dan dua anak perempuan, masing-masing berusia 5 dan 2 tahun.

Teman sekolah McNeil lainnya, Chris Quest, juga tidak percaya sahabatnya meninggal pada usia yang sangat muda. Mereka bermain dalam grup marching band bersama. Quest sekarang menjadi guru di SMA yang sama, dan adik laki-laki McNeil adalah muridnya.

“Awal tahun ini, kami bercanda tentang fakta bahwa kami adalah teman sekelas dan bahwa saya sekarang sedang mengajar saudaranya. Dia menyuruh saya untuk mengawasi adiknya, memastikan dia melakukan yang terbaik di sekolah. Dan saya meyakinkannya, itu sebabnya kami ada di sini,” kata Quest kepada WWL.

Quest mengatakan kematian McNeil membuat sedih seisi sekolah. “Ini adalah persaudaraan. Ini adalah ikatan yang tidak dapat dipisahkan. Dan untuk kehilangan satu dalam kapasitas apapun… Ini membuat kami sangat terpukul,” sambung Quest.

Setelah menembaki petugas, tersangka sempat mengurung diri di sebuah apartemen sebelum menyerahkan diri kepada polisi. Dia dibawa ke rumah sakit dengan pengawalan ketat aparat polisi karena luka tembak yang dia dapatkan ketika baku tembak dengan polisi. (waa)

 

Berkat Liverpool Manchester City Kokoh Di Puncak Klasemen

EpochTimesId – Super Big Match Liga Inggris akhir pekan ini berakhir tanpa gol. Liverpool ditahan imbang oleh Manchetser United di Anfield, Sabtu (14/10/2017).

Liverpool yang menjamu Setan Merah tampil mendominasi pada lagi ini. Sedikitnya 16 peluang untuk mencetak gol dibuat oleh The Reds. Lima peluang diantaranya mengarah langsung ke gawang Red Devils.

Sementara itu, Manchester United hanya berhasil membuat tiga peluang. Satu diantaranya mengarah tepat ke pelukan Simon Mignolet.

Dengan hasil ini, Liverpoll tertahan di peringkat delapan klasemen sementara pekan ke-8 Liga Inggris. Sementara Manchester United gagal mengimbangi Manchester City di puncak klasemen.

Berkat hasil tersebut juga, Manchester City makin kokoh di puncak klasemen. The Citizens sebelumnya menang besar atas Stoke City.

City pesta gol ketika menjamu Stoke di Etihad Stadium dengan skor 7-2. Tujuh Gol Manchester Biru dibukukan oleh Gabriel Jesus (menit 17′ dan 55′), Raheem Sterling (19′), David Silva (27′), Fernandinho (60′), Leroy Sane (62′) dan Bernardo Silva (79′). Sementara Stoke mencoba mengimbangi dengan gol-gol Mame Biram Diouf pada menit 44′ dan gol bunuh diri bek Kyle Walker menit ke-47.

City kini kokoh di puncak klasemen sementara dengan mengoleksi 22 poin. Manchester merah menguntit pada peringkat dua dengan koleksi 20 poin, atau tertinggal dua poin dari rival sekotanya. (waa)

Amerika Perketat Sistem Suaka Dan Pengungsi Selama Ini Dianggap Sangat Longgar

0

EpochTimesId — Jaksa Agung Jeff Sessions mengatakan sistem suaka Amerika penuh masalah. Masalah penyelundup manusia bahkan marak terjadi selama bertahun-tahun. Sistem suaka yang ada bahkan seolah menganjurkan para imigran gelap untuk datang ke Amerika untuk mencari suaka.

“Rasa takut yang kredibel dimaksudkan untuk menjadi peluang hidup bagi orang-orang yang menghadapi penganiayaan serius. Tapi di sini, justru menjadi tiket murah untuk masuk secara ilegal ke Amerika Serikat,” kata Jeff Sessions di kantor pusat Imigrasi Amerika (Executive Office for Immigration Review/EOIR), Virginia, Amerika Serikat baru-baru ini.

Sangat mudah sekali bagi imigran untuk melintasi perbatasan Amerika secara ilegal. Ketika mereka ditangkap oleh agen imigrasi, mereka dapat mengklaim bahwa mereka memiliki ‘ketakutan yang kredibel’ untuk kembali ke negara asal mereka.

Kemudian, karena kebijakan era Obama 2009, otoritas imigrasi berkewajiban melepaskan individu tersebut untuk tinggal di wilayah Amerika Serikat. Mereka boleh tinggal sambil menunggu sidang pengadilan penuh, yang bisa berlangsung selama bertahun-tahun.

Tidak perlu biaya untuk mengajukan permohonan suaka. Ketika permohonan menjadi pengungsi ditunda selama enam bulan, pemohon boleh menjadi pekerja lepas tanpa perlu diawasi.

Begitu memasuki negara Paman Sam, pencari suaka memiliki waktu setahun untuk mengajukan klaim suaka. Sessions mengatakan setengah dari mereka yang mengaku memiliki ‘rasa takut yang kredibel’ ketika memasuki perbatasan, bahkan tidak mengajukan permohonan sebagai pengungsi.

“Ini menunjukkan bahwa mereka tahu bahwa formulir suaka mereka tidak memiliki kelebihan. Dan klaim ketakutan mereka hanyalah tipu muslihat untuk memasuki negara kita secara ilegal,” imbuh Sessions.

Pencari suaka seharusnya memenuhi kriteria yang sama dengan pengungsi. Perbedaannya adalah suaka berlaku di dalam Amerika Serikat, dan pengungsi biasanya berlaku saat berada di negara kedua, setelah melarikan diri dari negara asalnya.

Jaksa Agung mengatakan banyak dari mereka yang dilepaskan ke Amerika Serikat setelah determinasi ‘rasa takut yang kredibel menghilang dan tidak pernah muncul di hadapan hakim imigrasi. Jika seseorang gagal untuk tampil dalam audiensi imigrasi, mereka secara otomatis ditolak sebagai pencari suaka secara in absentia (tanpa kehadiran).

“Sistem kita sedang dipermainkan. Tidak ada keraguan tentang itu. Undang-undang suaka kita dimaksudkan untuk melindungi orang-orang yang datang karena karakteristik seperti ras, agama, kewarganegaraan, atau opini politik dan tidak dapat menemukan perlindungan di negara asal mereka. Undang-Undang tidak pernah bermaksud memberikan suaka kepada semua orang yang takut akan kekerasan, kejahatan, dendam pribadi, atau kurangnya prospek pekerjaan,” beber Sessions.

Sessions mengatakan bahwa dengan kecurangan dan penyalahgunaan yang merajalela, sistem jadi kebanjiran klaim palsu. Sistem tidak akan mampu menangani permohonan secara efektif hanya dengan selembar formulir. “Lonjakan dalam persidangan, dengar pendapat, banding, proses persidangan sangat banyak,” kata Jaksa Agung pilihan Donald Trump ini.

Dia berpendapat bahwa kebijakan era Obama, bersama dengan kasus hukum, telah memperluas konsep suaka yang jauh melampaui maksud konstitusi. Kebijakan tersebut menciptakan lebih banyak insentif untuk imigran ilegal.

“Konsekuensinya hanya seperti yang Anda harapkan. Klaim rasa takut untuk kembali telah meroket, dan persentase klaim yang benar-benar terpercaya telah merosot,” sambung Sessions.

Pada tahun 2009, Departemen Keamanan Dalam Negeri (Department of Homeland Security/DHS) melakukan lebih dari 5.000 tinjauan ‘ketakutan yang kredibel’ menurut data Departemen Kehakiman. Pada 2016, jumlah tersebut meningkat menjadi 94.000 klaim.

Jumlah pencari suaka yang ditempatkan dalam proses permohonan kurang dari 4.000 di tahun 2009 menjadi lebih dari 73.000 pada tahun 2016. Jumlah tersebut meningkat hampir 19 kali lipat. Jumlah itu mengalahkan sistem dan membiarkan formulir dari mereka yang hanya mengklaim tertumpuk.

Kenaikan tersebut terutama terjadi di perbatasan. Dari tahun 2009 sampai 2016, klaim ketakutan yang kredibel di perbatasan beralih dari sekitar 3.000 kasus menjadi lebih dari 69.000 orang. Pengadilan imigrasi tingkat pertama menangani lebih dari 600.000 kasus, naik tiga kali lipat dari tahun 2009.

Tahun lalu, ada tujuh perintah penolakan yang dikeluarkan secara in absentia untuk kasus-kasus yang dimulai dengan klaim ketakutan yang kredibel dari tahun 2009. Sebenarnya, perintah penghapusan yang dikeluarkan secara in absentia dalam semua kasus imigrasi telah berlipat ganda sejak 2012, dengan hampir 40.000 dikeluarkan selama tahun 2017. Setiap tahun, sejak tahun 2001, Amerika Serikat telah memberikan rata-rata 26.000 status imigran resmi bagi pencari suaka (umumnya berupa Green Card).

Presiden Donald Trump mengeluarkan kebijakan imigrasi pada 8 Oktober 2017. Salah satunya adalah memperbaiki sistem suaka. Penyalahgunaan sistem suaka akan diatasi dengan memperketat standar dan persyaratan, menjatuhkan hukuman atas kecurangan, dan memastikan penahanan sementara ketika klaim sedang diverifikasi. Jumlah hakim yang diperbantukan juga akan ditambah guna membantu mengurangi penumpukan permohonan suaka di pengadilan.

“Kecurangan suaka dan celah suaka kronis memungkinkan imigran gelap untuk masuk Amerika dengan cepat dan mudah. Keputusan pengadilan yang salah telah menghambat pencegahan terhadap imigran yang berniat melakukan kejahatan,” ujar Trump, ketika mengumumkan kebijakan baru Imigrasi Amerika. (waa)

Produsen Pesawat Tempur Inggris PHK Hampir Dua Ribu Pegawai

EpochTimesId – Kontraktor pertahanan terbesar Inggris, BAE Systems, mengurangi hampir 2.000 pekerja. PHK terbanyak akan terjadi pada industri penerbangan. Sebanyak 1.400 pekerjaan akan hilang dalam cabang usaha penerbangan militer selama tiga tahun ke depan.

Selain itu, BAE juga akan memberhentikan 375 pekerja pada divisi bisnis angkatan laut. Sebanyak 150 pekerja pada divisi bisnis Intelijen Cyber juga akan dikurangi.

Keputusan tersebut diambil ketika perusahaan mengurangi produksi pesawat tempur jenis Typhoon. Sebanyak 750 pegawai diberhentikan pada cabang Warton dan Samlesbury. Pekerja di Brough, Yorkshire timur akan dikurangi sebanyak 400 orang, dan total 180 koresponden perusahaan akan ditutup di London, Guilford, dan lokasi lainnya.

Perusahaan tersebut sebelumnya mengharapkan pesanan dari pemerintah Qatar. Sayangnya, kedua pihak belum mencapai kata sepakat dalam proses negosiasi pemesanan.

“Negosiasi terus berlanjut untuk menyetujui sebuah kontrak dengan pemerintah Qatar, yang jika dijamin akan mempertahankan pekerjaan produksi Typhoon dan manufaktur sampai dekade berikutnya,” tulis BAE dalam pernyataan tertulis.

Serikat pekerja yang memiliki sekitar 1,42 juta anggota di berbagai cabang mengatakan bahwa mereka akan menggugat keputusan perusahaan yang dianggap berpikir pendek.

“Serikat tidak akan berhenti berjuang menyampaikan pembelaan, kita akan mempersatukan kekuatan dari seluruh cabang. Kebijakan-kebijakan sumbu pendek ini akan membahayakan masyarakat, pekerjaan dan keterampilan rakyat. Serikat akan berjuang untuk setiap pekerjaan dan mendukung setiap komunitas yang berada dalam ancaman PHK pada divisi penerbangan dan laut BAE,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Berbicara di Parlemen, Menteri Bisnis Claire Perry menegaskan bahwa keputusan PHK tersebut adalah kebijakan bisnis yang wajar. “Akan keliru jika Pemerintah mencampuri proses bisnis,” katanya.

Dia juga mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak terkait dengan keputusan anggaran pertahanan Inggris. Pelanggan utamanya adalah Kementerian Pertahanan, yang telah dikritik oleh serikat pekerja karena mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli senjata dan pesawat terbang dari Amerika Serikat, daripada membeli dari industri dalam negeri.

Pemerintah Inggris menegaskan bahwa BAE Systems telah mengambil keputusan restrukturisasi internal. Namun, pemerintah siap membantu pekerja yang terkena dampak.

Direktur Utama BAE yang baru menjabat, Charles Woodburn mengatakan bahwa restrukturisai akan mempercepat evolusi perusahaan menjadi lebih ramping dan gesit. Dia berharap BAE segera memiliki daya saing yang lebih tinggi karena adanya efisiensi, yang dibantu oleh penggunaan teknologi untuk menggantikan peran pekerja. (waa)

Dua Percobaan Mengungkapkan Mengapa Bayi Tidak Takut Ular (Video)

0

Rasa takut pada ular adalah salah satu fobia yang paling umum dan kuat terjadi pada manusia, dengan satu dari tiga orang dewasa di seluruh dunia menderita ‘ophidiophobia’.

Para ahli sebelumnya menjelaskan respons tersebut sebagai mekanisme bertahan hidup untuk melindungi kita dari reptil yang berpotensi mematikan.

Namun sebuah video yang menakjubkan menunjukkan bahwa bayi tidak memiliki ketakutan alami pada ular, mendukung gagasan bahwa banyak fobia kita dipelajari selama masa kanak-kanak.

Klip video berikut menunjukkan bahwa anak-anak muda tanpa rasa takut bermain dengan ular, yang tampaknya tidak mempedulikan bahaya yang mungkin ditimbulkan binatang tersebut.

Video BBC Earth berbunyi: ‘Selama beberapa bulan pertama kehidupan kita, kita benar-benar tidak takut.”

Kemampuan kita untuk mengidentifikasi hal-hal yang dapat mengancam kelangsungan hidup kita adalah sesuatu yang kita pelajari dari orang-orang di sekitar kita.

“Itulah sebabnya beberapa ketakutan kita rasional tapi ada juga yang tidak.”

Klip ini didasarkan pada sebuah studi tahun 2015 yang menunjukkan bahwa anak-anak berusia 11 bulan dapat menonton ular tanpa menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan.

Dalam penelitian tersebut, tim peneliti menggunakan semburan cahaya tiba-tiba sebagai ‘penyelidikan mengejutkan’ untuk menguji tanggapan bayi.

Anak-anak menonton video ular dan gajah yang digabungkan dengan suara gembira atau ketakutan.

Kilatan cahaya kemudian bersinar untuk melihat betapa takutnya para peserta, dengan respon yang lebih besar yang diharapkan dari mereka yang tegang dan ketakutan.

Namun penelitian tersebut menemukan bahwa bayi yang menonton video ular menunjukkan respons yang rendah dan denyut jantung rata-rata rendah.

Tanggapan ini memberi kesan bahwa bayi tidak takut dengan ular sebelum pemeriksaan diaktifkan.

Penelitian tersebut menemukan bahwa bayi tersebut menonton ular lebih lama saat suara takut dimainkan, namun ini bukan karena takut, kata periset.

“Sebaliknya, mereka memiliki kecenderungan untuk mendeteksi dan merespon dengan cepat terhadap ular,” kata rekan penulis Dr Vanessa LoBue, dari Rutgers University di New Jersey, kepada BBC pada tahun 2015.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa anak-anak dapat dengan cepat melihat ular di foto di antara banyak foto non-ular lainnya.

Monyet juga telah terbukti lebih tertarik pada ular, menunjukkan bahwa reptil entah bagaimana istimewa, namun para periset tidak yakin mengapa.

Alih-alih ketakutan ini terprogram, Dr LoBue mengklaim bahwa ketakutan akan ular atau laba-laba dikondisikan secara kultural.

“Sementara kami menemukan tanggapan diferensial terhadap ular sejak dini, yang berarti mereka istimewa, tampaknya tidak terkait dengan ketakutan di awal perkembangan,” katanya kepada BBC.

‘Mungkin saja memberi lebih banyak perhatian pada sesuatu bisa membuat rasa takut belajar lebih mudah nantinya. (ran)

https://youtu.be/iehfH6vEQ5s

Donald Trump Keluarkan Kebijakan Baru Bagi Program Nuklir Iran

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump mengumumkan kebijakan baru dalam mencegah rezim Iran mengembangkan senjata nuklir. Trump tidak akan menyetujui kembali kesepakatan nuklir Iran untuk dikirim kepada kongres. Dia juga mengancam akan membatalkan sepenuhnya kesepakatan nuklir Iran jika tidak ada perbaikan.

Berdasarkan kesepakatan yang dicapai oleh pemerintahan Obama pada tahun 2015, Iran yakin dapat mengembangkan senjata nuklir pada tahun 2026. Tahun itu kesepakatan pembatasan Program Nuklir Iran akan berakhir.

Trump mengatakan sejarah telah menunjukkan bahwa sebuah masalah akan menjadi lebih berbahaya, jika kebijakan yang diambil hanya bersifat menunda penyelesaian masalah. Dia menunjuk masalah nuklir Korea Utara sebagai contoh nyata.

“Kami akan menghadapi tindakan bermusuhan Iran untuk memastikan Iran tidak pernah memiliki senjata nuklir. Saya tidak pada posisi membiarkan Iran memiliki senjata nuklir untuk kemudian mengendalikan dan mengakuisisinya,” ujar Trump, di Gedung Putih, Jumat (13/10/2017) waktu setempat.

Tiga kebijakan utama baru yang diambil oleh Trump adalah tidak menyetujui kembali kesepakatan dengan Kongres terkait Kesepakatan Program Nuklir Iran. Kedua adalah mencoba menegosiasikan kembali bagian dari kesepakatan yang lama sebelum disetujui kembali. Dan yang ketika adalah, Dia juga ingin Amerika dan dunia memberikan sanksi tambahan kepada Garda Revolusi Iran.

Amerika Serikat turut serta menandatangani perjanjian pembatasan nuklir dengan Iran dengan sejumlah negara. Bagi sistem politik Amerika, perjanjian dengan tajuk Iran Nuclear Agreement Review Act of 2015 (INARA) itu harus disetujui kembali oleh presiden dan mengirim sertifikat nya kepada Kongres Amerika, setiap 90 hari sekali.

Langkah-langkah persetujuan kembali atau sertifikasi ulang biasanya didasari oleh kajian tentang apakah sanksi yang diberikan kepada rezim Iran sebanding dengan upaya negara tersebut untuk membatasi pengembangan senjata nuklirnya.

Trump mengatakan setelah melakukan kajian selama berbulan-bulan bahwa sangsi yang diberikan tidak sanggup membatasi Program Nuklir Iran.

“Berdasarkan catatan faktual yang telah saya sampaikan, saya mengumumkan bahwa kita tidak dapat, dan tidak akan, menyetujui kembali sertifikasi ini,” kata Trump.

Dengan Trump tidak menyetujui perjanjian INARA, sekarang saatnya Kongres memutuskan bagaimana kelanjutannya. Mereka kini dihadapkan pada tiga pilihan: Tidak melakukan apa-apa dan menjaga Amerika Serikat tetap dalam kesepakatan; Kembali memberlakukan sanksi terhadap rezim Iran; atau Tetap pada perjanjian INARA namun mengajukan klausul baru dengan menambahkan ‘titik pemicu’ tertentu, yang jika dilanggar, secara otomatis akan menjatuhkan sanksi kepada Iran.

Penasihat Keamanan Nasional AS, H.R. McMaster mengatakan bahwa pemerintahan Trump telah berbicara dengan para pemimpin kongres. Menurutnya ada banyak dukungan dari kedua partai yang ada mengenai masalah ini. Trump juga akan menangani beberapa masalah mendasar dengan kesepakatan nuklir itu sendiri, yang terpisah dari sertifikasi INARA dan akan segera diajukan kepada Kongres.

Berdasarkan kesepakatan tersebut, yang secara resmi disebut Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), Iran menghentikan sementara program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi dan pemberian bantuan lebih dari dari US$ 100 miliar.

Namun, setelah 10 tahun, pada 2026, Iran diizinkan untuk memasang ribuan sentrifugal canggih. Menurut para ahli, ini akan membuat Iran mampu mengembangkan senjata nuklir hanya dalam waktu enam bulan.

“Jamnya berdetak; kita tahu kapan tanggal pemicunya,” ujar Sekretaris Negara, Rex Tillerson dalam sebuah acara baru-baru ini.

Trump mengatakan bahwa pemerintahannya akan mengambil tindakan untuk mengatasi batas waktu sanksi, serta pengembangan teknologi rudal balistik Iran. Ini akan dilakukan melalui renegosiasi ulang bagian kesepakatan atau dengan mencapai kesepakatan terpisah. Jika pemerintahannya tidak dapat mencapai kesepakatan dengan Iran serta dengan para penandatangan perjanjian nuklir lainnya, dia akan menghentikan kesepakatan tersebut.

“Bisa diakhiri oleh saya setiap saat. Mereka adalah rezim fanatik yang merebut kekuasaan pada tahun 1979. Mereka enyebarkan kematian, kehancuran, dan kekacauan di seluruh dunia,” tegas Trump.

Dia menagaskan bahwa Iran tetap menjadi salah satu negara terkemuka yang menjadi sponsor terorisme. Ini memberi rezim Suriah senjata dan bantuan militer lainnya, menyediakan dana untuk kelompok teror Hizbullah, dan mendukung pejuang radikal lainnya di seluruh wilayah Timur Tengah.

“Agresi kediktatoran Iran berlanjut hingga hari ini, “kata Trump, menunjuk pada penindasan rezim terhadap rakyat dan permusuhannya terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Trump merujuk pada seringnya teriakan ‘death to America’ dan ‘death to Israel’ yang digunakan oleh rezim tersebut. Dia mengatakan bahwa dia telah menginstruksikan Menteri Keuangan Steven Mnuchin untuk menjatuhkan sanksi baru kepada Garda Revolusi Iran atas dukungannya terhadap terorisme. Sanksi tersebut secara khusus akan menargetkan individu dan aset Iran, seperti ahli senjata dan cyberactivity yang mendukung terorisme.

“Kami berdoa untuk masa depan di mana orang muda, Amerika dan Iran … dapat tumbuh dalam dunia yang bebas dari kebencian. Sampai saat itu tiba, kita akan melakukan apa yang harus kita lakukan agar Amerika tetap aman,” tutup Trump.

Inggris Enggan Anggarkan Uang Jika Tidak Ada Kesepakatan Brexit

EpochTimesId – Menteri Keuangan Inggris Philip Hammond menolak anggapan bahwa persiapan atau penganggaran keuangan akan memperkuat posisi tawar Inggris dalam bernegosiasi dengan Uni Eropa. Dia mengatakan kepada sebuah komite parlemen bahwa pemerintah Inggris merencanakan semua kemungkinan, namun menolak untuk mengurangi anggaran untuk kesehatan atau pendidikan.

“Ada yang mendesak saya untuk mengeluarkan uang hanya untuk mengirim pesan ke UE untuk menunjukkan keseriusan kita. Saya pikir Uni Eropa tahu bahwa kita sangat serius. Saya tidak mau kita harus menganggarkan sesuatu yang sia-sia, kita harus menunggu hingga semuanya menjadi pasti,” kata Hammond.

Tidak ada uang yang dianggarkan untuk membiayai keluarnya Inggris dari Uni Eropa jika tidak ada kesepakatan yang tercapai hingga batas waktu perundingan.

David Jones, seorang mantan Menteri mengatakan Uni Eropa akan menilai Inggris tidak memiliki uang sehingga tidak akan mau memberikan kesepakatan. Kondisi itu hanya akan membuat situasi negosiasi menjadi makin runyam. Tapi Hammond tetap bersikukuh bahwa dia sama sekali tidak perlu mengalokasikan anggaran.

“Kita memang harus selalu memastikan di setiap hal pada titik terakhir. Kita juga harus memperhatikan pengeluaran rutin yang sudah dianggarkan, kita juga harus siap jika suatu saat tidak ada kesepakatan dengan Uni Eropa,” kata sang Bendahara Negara.

Menteri Hammond dianggap sebagai salah satu menteri paling pro-Uni Eropa. Dia juga dinilai lebih memilih untuk tetap berada di UE. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran di antara para Pendukung Brexit, yang menuding Hammond tidak sepenuhnya mendukung agenda pemerintah.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May sendiri kini masih memilih untuk tetap memperjuangkan hasil referendum, keluar dari Uni Eropa. Namun, dia harus bisa meyakinkan masyarakat Inggris dan menyampaikan dengan tegas apakah dia akan memilih untuk tetap tinggal atau membawa negaranya pergi meninggalkan kerajaan ekonomi Uni Eropa.

Baru-baru ini dalam sebuah wawancara di radio LBC dia sekarang akan memilih dalam sebuah referendum, dia dinilai ragu-ragu dan tidak dapat memberikan jawaban yang meyakinkan.

“Ya dan saya adalah perdana menteri, yang wajib memastikan untuk memperjuangkan Brexit untuk orang-orang Inggris. Saya terbuka dan jujur ​​dengan Anda. Apa yang telah saya lakukan, saya telah melakukan sebisanya, dan saya sampai pada sebuah keputusan Saya akan tetap melanjutkan apa yang sudah saya lakukan. Tapi kita tidak mengadakan referendum lain dan itu sangat penting,” ujar Theresa.

Anggota Parlemen dari Partai Konservatif, Bernard Jenkin, mendukung Theresa Mey untuk tetap pada hasil jajak pendapat. Salah satu juru kampanye dan pendukung utama brexit itu mengatakan kepada BBC, agar Theresa tidak membawa rakyat Inggris menuju perpecahan. “Dia benar sekali untuk menghindari upaya untuk memecah belah,” komentarnya.

 

Perdana menteri memang secara normatif masih memilih untuk menjalankan hasil jajak pendapat. Namun, Penasehat Senior PM, Damian Green mengatakan kepada BBC Newsnight bahwa dia yakin, akan lebih baik bagi Inggris jika memilih untuk tetap tinggal di UE.

“Tidak ada yang berjuang lebih keras dari saya untuk tetap tinggal. Saya tidak membantah pandangan saya,” ujarnya.

Namun, Green menegaskan bahwa dia masih yakin dirinya bisa mebjalankan tugas untuk memperjuangkan keinginan masyarakat. “Publik mengambil pandangan mereka, saya seorang demokrat. Saya percaya bahwa jika rakyat mengatakan sesuatu, maka ini adalah tugas politisi demokratis untuk melakukan yang terbaik guna mewujudkan apa yang diinginkan oleh mayoritas rakyat.” (waa)

Pekerja Menunjukkan Jalan Cerdik untuk Menghaluskan Beton dengan Cepat (Video)

0

Setiap hari, Anda berjalan di atasnya, karena trotoar sangat penting untuk jalan, di jalanan, dan kehidupan perkotaan pada umumnya.

Membuat trotoar semen bukanlah pekerjaan yang paling gemilang. Anda harus menuangkan material beton dan air ke dalam mesin pengaduk sebelum menuangnya ke bingkai. Maka Anda harus membuatnya halus dan sejajar.

Tapi satu orang telah membuat prosesnya menarik.

Tidak jelas apakah metode ini lebih efisien, namun membutuhkan tiga orang, orang dengan kekuatan tubuh bagian atas yang baik, dan dua alat finishing beton.

Menurut Daily Mail, ini terjadi di Australia November lalu. (ran)