Pengadilan Eropa Punya Kewenangan Untuk Membatalkan Kesepakatan Brexit

EpochTimesId – Pengadilan Tinggi Uni Eropa memiliki wewenang untuk memveto atau membatalkan kesepakatan yang saat ini dinegosiasikan antara Inggris dan Uni Eropa. Demikian dikatakan oleh Pakar Ekonomi Uni Eropa, Sir Konrad Schiemann, seperti dikutip dari TheEpochTimes, Jumat (13/10/2017).

Konrad Schiemann adalah mantan perwakilan Inggris di Pengadilan Tinggi Uni Eropa atau European Court of Justice (ECJ) sampai tahun 2012. Dia mengatakan jika Komite Brexit menyetujui sebuah kesepakatan, maka kesepakatan tersebut akan tunduk dan dapat diadili pada Pengadilan Tinggi Uni Eropa/ECJ.

Schiemann memberikan pandangan tersebut kepada komite lintas partai dari anggota Parlemen Uni Eropa yang sedang mengkaji implikasi hukum dan rancangan Undang-Undang Brexit, sebuah dasar hukum Blue Print untuk meninggalkan Uni Eropa. Dia mengatakan bahwa ECJ dapat menilai apakah kesepakatan antara Uni Eropa dan Inggris dapat tetap diberlakukan.

Peran pengadilan pada masa depan, sebuah simbol yang disegani di Uni Eropa, dianggap melampaui batas kewenangan telah menjadi perdebatan baru-baru ini. Uni Eropa (UE) telah mengatakan bahwa ECJ mungkin akan mempertahankan beberapa kewenangan UE atas Inggris dalam hal kesepakatan transisi. Sebab, perbedaan pendapat telah membuat negosiasi kedua pihak tampak melambat.

Negosiator Utama Uni Eropa, Michel Barnier, mengatakan bahwa perundingan telah menemui jalan buntu, diantaranya mengenai berapa besar Inggris harus membayar saat meninggalkan UE. Sikap UE saat ini adalah bahwa negosiasi mengenai hubungan masa depan antara Inggris dan Uni Eropa tidak dapat dimulai sampai adanya kesepakatan mengenai masalah keuangan.

“Dalam kondisi seperti ini, minggu depan saya tidak dapat mengusulkan pada Dewan Eropa agar diskusi dimulai. Saya berharap akan ada kemajuan yang menentukan sebelum Konfrensi Tingkat Tinggi (KTT) Dewan Eropa Desember mendatang,” kata Barnier kepada wartawan setelah perundingan Brexit edisi 5 di Brussels.

Sekretaris Brexit Inggris, David Davis mendesak para pemimpin Uni Eropa untuk membangun semangat kerja sama dan memberi Barnier sebuah mandat untuk memulai perundingan perdagangan.

Barnier menambahkan bahwa ada dua isu lain di mana UE tidak dapat membuat konsesi, yaitu hak warga negara dan perbatasan Irlandia Utara dengan Inggris Raya. Barner mengatakan bahwa kemajuan hanya tercapai pada masalah perbatasan Irlandia Utara.

Terkait kemungkinan Inggris keluar tanpa melalui kesepakatan, Barner mengatakan bahwa UE siap menghadapi kemungkinan apapun. Namun dia menambahkan, “Tidak ada kesepakatan akan menjadi kesepakatan yang sangat buruk.”

Awal pekan ini Presiden Dewan Eropa, Donald Tusk mengatakan bahwa perundingan perdagangan pasca-Brexit kemungkinan besar tidak akan dimulai sampai Awal Desember 2017. (waa)

 

Indonesia Kandas Di Babak Delapan Besar Kejuaraan Dunia Junior

EpochTimesId – Indonesia gagal melaju ke babak semifinal Yonex Sunrise BWF World Junior Championships 2017. Indonesia kalah 1-3 dari Tiongkok pada turnamen bulutangkis beregu junior paling bergengsi dunia.

Ganda putra Indonesia, Adnan Maulana/Muhammad Shohibul Fikri yang berlaga pada pertandingan pertama kalah rubber game dari Fan Qiuyue/Wang Chan, 21-13, 18-21, dan 15-21. Tunggal putri Gregoria Mariska Tunjung membuka harapan dengan menang atas Han Yue, 21-17, dan 21-17.

Sayangnya tunggal putra Gatjra Piliang harus menyerah dari Yupeng Bai. Indonesia gagal merebut poin di partai keempat melalui Jauza Fadhila Sugiarto/Ribka Sugiarto. Sehingga Indonesia gagal memperpanjang nafas dengan memainkan pertandingan ke-5, dalam laga di GOR Among Rogo, Yogyakarta.

“Game pertama kami main ketekan terus, dari awal mereka sudah menekan sehingga kami berkembangnya jadi lama. Karena kami masih mencari-cari cara untuk keluar dari tekanan,” kata Jauza, dalam keterangan tertulis PBSI, Jumat (13/10/2017).

Tim junior Indonesia selanjutnya akan melakoni laga berikutnya untuk memperebutkan peringkat lima hingga delapan.

“Kami akan mempersiapkan lagi, dan akan mengejar rangking tertinggi. Karena dari delapan besar ini kekuatannya rata semua. Kami akan mempersiapkan siapa yang akan turun, bergantung kesiapan dan kebutuhan,” kata manajer tim junior Indonesia, Susy Susanti.

Perebutan rangking lima hingga delapan juga diikuti oleh India dan Perancis. Sementara itu, empat negara yang lolos ke semifinal adalah Korea Selatan, Tiongkok, Jepang dan Malaysia. (waa)

Donald Trump Keluarkan Instruksi Presiden Tentang Perawatan Kesehatan

0

EpochTimesId – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menandatangani sebuah Executive Order atau Instruksi Presiden yang bertujuan menurunkan biaya perawatan kesehatan. Instruksi tersebut juga diharapkan dapat memberikan jutaan orang Amerika pilihan perawatan kesehatan yang lebih banyak.

Perintah Eksekutif itu memperluas akses usaha kecil terhadap Rencana Asosiasi Kesehatan (Association Health Plans). Aturan baru ini akan meningkatkan daya beli mereka serta posisi tawar yang lebih kuat dalam negosiasi dengan perusahaan asuransi. Asosiasi antara usaha kecil tersebut dapat dibentuk antar perusahaan antar Negara Bagian.

“Ini akan berpotensi membuat pengusaha lebih mudah bergabung, para pekerja dapat memiliki akses ke pilihan asuransi yang lebih luas dengan harga lebih rendah dari pasar kelompok besar,” kata Presiden Trump dalam sebuah pernyataan resmi Gedung Putih.

Instruksi Presiden itu juga meminta Departemen Keuangan, Tenaga Kerja, dan Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan untuk mempertimbangkan perluasan cakupan melalui asuransi jangka pendek dengan jangka waktu terbatas (STLDI).

Jenis asuransi ini tidak dikenakan pungutan Undang-Undang Perawatan Terjangkau (Affordable Care Act/ACA), sehingga memungkinkan mereka memasang tarif lebih rendah. Menurut Gedung Putih, rencana tarifnya rata-rata hanya 1/3 dari biaya rencana harga terendah Obamacare.

“Meskipun harganya rendah, STLDI biasanya memiliki jaringan penyedia yang luas dan batas cakupan yang tinggi,” kata Gedung Putih.

Bagian lain Instruksi Presiden juga bertujuan untuk menurunkan biaya perawatan kesehatan dengan mengubah Pengaturan Penggantian Kesehatan saat ini (HRAs), yang memungkinkan karyawan untuk mengganti uang dengan biaya perawatan kesehatan bebas pajak mereka. Perluasan HRA akan memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada karyawan tentang bagaimana membiayai kebutuhan perawatan kesehatan mereka.

Pada saat penandatanganan perintah eksekutif, Trump menggambarkan Obamacare sebagai mimpi buruk. Dia mengatakan bahwa instruksi ini hanya permulaan dari perbaikan kebijakan asuransi kesehatan.

Sejak Undang-Undang ACA diimplementasikan, pilihan perawatan kesehatan menurun tajam di seluruh negeri. Sementara harga meningkat secara signifikan. Tahun lalu negara bagian di seluruh negeri rata-rata mengalami kenaikan sebesar 25 persen pada premi perawatan kesehatan. Di Arizona, kenaikannya mencapai 116 persen.

Wakil Presiden AS, Mike Pence menggambarkan Executive Order ini sebagai langkah penting untuk menurunkan biaya kesehatan bagi para pekerja Amerika.

“Bertambah satu hari Obama Care berlaku, maka bertambah satu hari penderitaan rakyat Amerika. Dengan Perintah Eksekutif ini, maka orang Amerika akan memiliki lebih banyak pilihan harga untuk perawatan kesehatan yang terjangkau,” tegas Pence.

Kebijakan Trump diambil setelah Kongres gagal menyetujui kebijakan perawatan kesehatan baru. Sebuah RUU yang diajukan oleh Partai Republik di Senat yang bertujuan untuk menolak dan mengganti ACA gagal di Senat pada bulan Juli 2017, setelah tiga senator Republik memilih untuk tidak mendukungnya.

Sebuah pemilihan pada RUU terpisah yang diperkenalkan oleh senator Lindsey Graham (R-S.C.) Dan Bill Cassidy (R-La) ditarik pada bulan September 2017 setelah menjadi anggota Senat meyakini tidak akan dapat mengumpulkan dukungan suara yang dibutuhkan.

Trump mengatakan bahwa akan ada pemungutan suara mengenai apa yang disebut hibah blok yang merupakan bagian penting dari RUU Graham-Cassidy. Karena semua Senat Demokrat telah mengindikasikan bahwa mereka akan memberikan suara menentang undang-undang tersebut, Partai Republik menggunakan proses rekonsiliasi untuk menyampaikan undang-undang tersebut.

Di bawah prosedur legislatif, sebuah undang-undang bisa lewat dengan mayoritas sederhana, 51 suara di Senat, dan bukan yang biasanya dibutuhkan. Periode berikutnya memungkinkan rekonsiliasi tidak perlu menunggu tahun depan.

Trump mengatakan bahwa dalam beberapa bulan mendatang, situasi lebih lega dan lebih bebas akan datang untuk warga Amerika. (waa)

FBI Investigasi Skandal Seksual Produser Hollywood Harvey Weinstein

0

EpochTimesId – Polisi Federal Amerika Serikat (FBI) membuka penyelidikan terhadap Produser Film Hollywood, Harvey Weinstein dalam kasus dugaan skandal seksual. Dia dituduh melakukan sejumlah penyerangan seksual selama rentang waktu tiga dekade terakhir.

Perintah penyelidikan dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman seperti diperintahkan oleh Jaksa Agung Jeff Sessions, Seperti dikutip TheEpochTimes dari Daily Mail.

Keputusan Jaksa Agung tersebut diambil ketika rumor bahwa Weinstein berencana untuk kabur ke luar negeri menyeruak. Weinstein dikabarkan bersiap melakukan perjalanan ke Eropa untuk menghindari tuntutan. Sebuah langkah yang serupa dengan sutradara Roman Polanski yang melarikan diri ke Eropa setelah dinyatakan bersalah melakukan pemerkosaan.

Produser The Lord of The Rings itu memang belum kabur ke Eropa. Dia baru-baru ini malah pergi ke Arizona untuk mengobati kecanduan seks di pusat rehabilitasi The Meadows.

Sementara itu, Departemen Kepolisian New York (NYPD) juga ikut memulai penyelidikan. Kepala Detektif NYPD, Robert Boyce memerintahkan Divisi Korban Khusus untuk mengidentifikasi, mencari dan mewawancarai para korban Weinstein.

“Dia itu predator, pemangsa super. Tingkah lakunya menunjukkan bahwa dia sudah lama berada dalam dunia itu, dan dia seorang profesional dalam hal itu. Tidak mungkin tidak ada korban lain di luar sana. Bayangkan berapa banyak janji yang dia berikan pada para wanita muda yang mencoba masuk ke industri film,” ujar seorang polisi seperti dikutip EpochTimes dari New York Post.

Penyelidikan FBI dan NYPD menyusul banyaknya berita investigasi yang bermunculan. Pertamakalinya diterbitkan oleh The New York Times dan kemudian oleh The New Yorker. Laporan tersebut mengisahkan tuduhan penyerangan seksual selama beberapa puluh tahun.

Dalam laporan New York Post, setidaknya delapan korban berhasil diwawancara sebagai korban selama bertahun-tahun. Sedangkan The New Yorker berhasil mewawancarai tiga belas wanita yang diduga kuat korban penyerangan seksual pekerja seni itu.

Weinstein sempat lolos dari tuntutan di New York pada tahun 2015. Dia dituduh mencoba memperkosa model Asia, Argento. Jaksa Wilayah Cyrus Vance Jr membatalkan tuntutan hukum tersebut karena dinilai susah untuk dibuktikan.

Seorang polisi mengaku kesal karena keputusan Vance pada saat itu. Namun, kini penyidik itu yakin sang Produser Rambo tidak akan bisa lagi mengelak dari tuntutan hukum.

Kantor Lapangan FBI di Prancis dan Inggris juga pernah menerima laporan pelecehan seksual oleh sang Produser ketika dia mempromosikan film di dua negara Eropa itu.

Daily Mail menghitung setidaknya ada 30 wanita yang telah mengajukan tuntutan pada Weinstein sejauh ini. Sayangnya, para korban harus menghadapi pengacara kriminal terkemuka, Blair Berk dan David Chesnoff yang disewa oleh Harvey Weinstein. (NTD.TV/EpochTimes/waa)

Taliban Lepas Sandra Satu Keluarga Setelah Lima Tahun Disekap

0

EpochTimesId – Seorang wanita Amerika dan keluarganya berhasil dibebaskan dari kelompok separatis yang berafiliasi dengan Taliban di Timur Tengah. Namun suami wanita itu menolak naik pesawat untuk dipulangkan ke Amerika Serikat.

Keluarga tersebut masih berada di Pakistan hingga Kamis siang (12/10/2017), seperti dikutip TheEpochTimes dari Fox News. Ibu 32 tahun itu hamil tujuh bulan saat dia dan suaminya, Josh Boyle, diculik di Afghanistan pada tahun 2012 oleh jaringan Haqqani.

Pasangan tersebut dan ketiga anak yang semuanya lahir dalam tawanan, dibebaskan pada hari Kamis pagi dalam sebuah operasi negosiasi pembebasan. Sang Suami menolak naik pesawat militer Amerika yang akan membawa mereka pulang dari Pakistan, dia khawatir akan dipenjara setibanya di Amerika.

“Mereka hidup dalam lubang bunker selama lima tahun,” ujar Kepala Staf Gedung Putih, John Kelly.

Keluarga tersebut dibebaskan oleh kerja sama intelijen AS dengan pasukan keamanan Pakistan. Negosiasi berlangsung selama hampir lima tahun sejak pertama kali mereka ditangkap sebagai sandera, seperti dilaporkan CNN.

Tentara Pakistan mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa badan intelijen AS telah melacak para sandera saat keluarga itu tiba di Pakistan. Pejabat AS juga mengkonfirmasi laporan intelijen tentang lokasi mereka dalam beberapa hari terakhir, yang disampaikan kepada pihak Pakistan.

Sang suami, Boyle sebelumnya pernah menikah dengan saudara perempuan Omar Khadr. Omar adalah seorang pria Kanada yang menghabiskan 10 tahun di Teluk Guantanamo setelah ditangkap pada tahun 2002 di sebuah kompleks al-Qaeda di Afghanistan.

Omar baru berusia 15 tahun pada 2002 saat dia melemparkan sebuah granat dalam baku tembak yang menewaskan Sersan Angkatan Darat A.S. 1st Class Christopher Speer, petugas kesehatan khusus. Karena sejarah ini Boyle mengaku khawatir akan ditangkap.

Namun Washington mengatakan tidak ada kaitan antara latar belakang Boyle dan penangkapannya oleh jaringan Haqqani. Pada tahun 2016 lalu, sebuah video yang dirilis menunjukkan keluarga Boyle dan Coleman mendesak agar pemerintah mereka campur tangan untuk pembebasan mereka.

Gedung Putih dalam keterangan tertulis sudah mengumumkan pembebasan para sandra ini. “Kemarin, pemerintah Amerika Serikat, bekerja sama dengan Pemerintah Pakistan, menjamin pembebasannya keluarga Boyle-Coleman dari penawanan di Pakistan. Hari ini mereka bebas,” ujar Presiden Donald Trump, dalam keterangan tertulis Gedung Putih, Kamis (12/10/2017).

Menurut Trump, upaya pembebasan ini adalah momen positif bagi hubungan AS dengan Pakistan. Pemerintah Pakistan dinilai menghormati keinginan Amerika untuk berbuat lebih banyak dalam memberikan keamanan di wilayah mereka.

“Kami berharap untuk melihat jenis kerja sama dan kerja sama tim dalam membantu menjamin pelepasan sandera yang tersisa dan dalam operasi kontraterorisme gabungan masa depan kita,” tutup pernyataan tersebut. (CNN/Fox/NTDTV/EpochTimes/waa)

Beijing Siaga Tinggi Menjelang Kongres Nasional Partai Komunis Tiongkok Ke-19

0

Dengan hanya tinggal beberapa hari lagi sampai Kongres Nasional 19 diadakan di Beijing untuk memilih generasi elit penguasa Partai Komunis Tiongkok (PKT) yang akan datang, kota ini dalam siaga keamanan tinggi.

Sebelum kongres pada 18 Oktober, semua 300 anggota Komite Sentral, yang terdiri dari pejabat tinggi Partai, diminta untuk menghadiri sesi paripurna di Hotel Jingxi.

Hotel ini tidak terbuka untuk umum. Dijalankan oleh militer, ini adalah tempat pertemuan tingkat tinggi PKT. Media Hong Kong melaporkan bahwa hotel tersebut saat ini dijaga ketat, dengan detektor logam ditempatkan di daerah terdekat.

Sementara itu, polisi bersenjata berpatroli di area-area perdagangan publik yang padat, seperti lapangan umum, jalan-jalan utama, halte bus, dan bandara. Seseorang pengguna internet memasang Weibo, setara dengan Twitter, foto pengawal militer yang menemani orang-orang di lift di stasiun kereta bawah tanah Chaoyangmen.

Supermarket juga berhenti menjual pisau, sudah dikeluarkan dari rak di banyak toko. Seorang pengguna Internet memasang video staf di sebuah supermarket Beijing yang juga menyingkirkan gunting dan pisau cukur.

Banyak aspek kehidupan sehari-hari yang terganggu. Dimulai pada 12 Oktober, pengiriman paket ke Beijing telah berhenti.

Reuters melaporkan bahwa saat searching Airbnb, menemukan bahwa properti di Beijing tidak tersedia sampai 31 Oktober.

Di pompa bensin kota, orang tidak diperbolehkan membeli bensin dengan kaleng, Radio Free Asia melaporkan. Warga harus melapor ke kantor polisi untuk mengkonfirmasi pembelian mereka, dan hanya bisa mendapatkan jumlah terbatas.

Dalam beberapa pekan terakhir, pihak berwenang Tiongkok juga siaga tinggi di Xinjiang, sebuah wilayah di mana ketegangan etnis telah meningkat menjadi kekerasan di masa lalu. Mereka juga meningkatkan penyensoran di Internet, dan menahan warga yang mengajukan petisi atas keluhan mereka. Menurut beberapa pemohon, sebanyak 500 orang ditahan di sebuah penjara hitam di Jiujingzhuang, Beijing. (ran)

Bertahun-tahun Tak Menggeliat, Gunung Berapi di Jepang Ini Meletus Hingga Menghujani Abu di Empat Kota

Epochtimes.id– Sebuah gunung berapi, Gunung Shinmoedake, di Jepang meletus dan memberikan dampak hujan abu di empat kota.

Laporan media Jepang TBS menunjukkan murid-murid sekolah memakai helm dan masker, demikian laporan Associated Press, Kamis (12/10/2017).

Warga juga mengatakan bahwa mereka mendengar suara gemuruh dari gunung berapi tersebut sementara hujan abu terjadi di empat kota di Prefektur Miyazaki.

Pembersih jalanan sibuk menyapu abu dari jalan-jalan kota.  Sementara petani menggunakan blower untuk membersihkan tumpukan abu.

Gunung berapi yang terletak di prefektur Kagoshima dan Miyazaki mulai meletus Rabu untuk pertama kalinya dalam enam tahun.

https://www.facebook.com/ChannelNewsAsia/videos/10155044356472934/

“Abu mengepul mencapai ketinggian 300 meter saat gunung berapi meletus,” kata Badan Meteorologi Jepang kepada AFP.

Badan tersebut memperingatkan bahwa endapan abu akan menyebar lebih dari satu mil dari kawah gunung berapi tersebut.

Lembaga ini meningkatkan tingkat kewaspadaan vulkanik dari 2 menjadi 3 pada skala 5. Artinya, pada tingkat 3 ini memperingatkan semua orang dilarang mendekati gunung berapi tersebut. (asr)

Apakah Kesepakatan Perdagangan Bebas dengan Tiongkok Berharga Bagi Kanada ?

Retorika dari pemerintahan Trump telah memilih Tiongkok sebagai ancaman tunggal terbesar di panggung global.

Presiden A.S. Donald Trump ingin mengembalikan manufaktur yang hilang terutama karena Tiongkok. Mantan kepala ahli strategi Steve Bannon mengatakan dalam sebuah wawancara pada 10 September dalam 60 Minutes, “Tiongkok berada dalam perang ekonomi dengan kita.” Perwakilan Perdagangan A.S. Robert Lighthizer menyebut Tiongkok sebagai “ancaman bagi sistem perdagangan dunia.”

Reputasi Tiongkok yang dipertanyakan di kalangan perdagangan internasional berasal dari akuisisi teknologi luar negeri melalui pemaksaan perusahaan asing melakukan kemitraan dengan bisnis lokal, mencuri kekayaan intelektual (IP) melalui mata-mata dan cybercrime, membatasi akses dan investasi asing di pasar Tiongkok, dan tidak sepenuhnya mematuhi kebijakan Organisasi Perdagangan Dunia (WHO).

Selain itu, mengingat Tiongkok adalah mitra dagang terbesar kedua di Kanada dan dengan keengganannya untuk membuka pasarnya terhadap persaingan luar negeri, kita harus bertanya-tanya: Apakah benar layak bagi Kanada untuk mendapatkan sebuah perjanjian perdagangan bebas dengan Tiongkok?

Kehilangan Pekerjaan Manufaktur

Sebuah laporan yang ditulis di bawah pengawasan Andrew Sharpe, pendiri dan direktur eksekutif Pusat Studi Standar Hidup, menunjukkan bahwa lonjakan impor Tiongkok – “China shock” – menghasilkan kerugian bersih 105.000 pekerjaan-pekkerjaan manufaktur Kanada dari tahun 2001 sampai 2011. Merupakan 20,7 persen dari penurunan dalam pekerjaan manufaktur selama waktu itu.

“Pasar tenaga kerja lokal yang lebih tak terlidungi akibat persaingan dari impor Tiongkok juga menunjukkan pengurangan upah rata-rata yang lebih besar,” menurut laporan tersebut.

Secara umum, perdagangan bilateral antara Kanada dan Tiongkok membuat Kanada mengirimkan sumber daya alam sebagai imbalan atas produk manufaktur kelas bawah.

Dampak bersih terhadap ekonomi adalah keseimbangan yang baik antara hilangnya lapangan kerja versus konsumen Kanada yang mendapat keuntungan dari harga yang lebih rendah karena impor Tiongkok dan beberapa bisnis Kanada memperoleh keuntungan dari harga ekspor yang lebih tinggi.

Pada saat Kanada memikirkan perjanjian perdagangan bebas bilateral dengan Tiongkok, tidak jelas berapa banyak perdagangan yang bisa diperoleh, kata Sharpe.

“Ini mungkin relatif kecil karena kita sudah memiliki perdagangan yang signifikan dengan Tiongkok,” Sharpe mengatakan dalam sebuah wawancara telepon.

“Tiongkok memiliki keuntungan harga yang signifikan atas barang-barang manufaktur dan juga kami sudah mengimpor banyak dari Tiongkok,” tambahnya.

Kekhawatiran Ekonomi Lainnya

Bannon terkenal karena mengambil isu tentang ambisi militer Tiongkok di Laut Tiongkok Selatan, namun dia juga mengungkapkan keprihatinannya tentang ancaman Tiongkok terhadap kewiraswastaan ​​Amerika dalam wawancara 60 Minutes-nya.

“Saya ingin Tiongkok menghentikan penggunaan teknologi kami. Tiongkok, melalui transfer teknologi paksa, dan dengan mencuri teknologi kami adalah mengurangi detak jantung inovasi Amerika,” katanya.

Tidak ada alasan untuk percaya bahwa Kanada seolah-olah tidak begitu rentan dibanding Amerika Serikat terkait pencurian IP, yang dapat timbul dalam beberapa cara.

Mendapatkan keuntungan akses pasar di Tiongkok berarti bersaing dengan perusahaan milik negara, yang membuat perusahaan Kanada mengalami kerugian yang signifikan.

“Perjanjian-perjanian perdagangan yang paling sukses meratakan lapangan bermain untuk negara lain dalam hal mendapatkan akses pasar,” kata Jan De Silva, presiden Dewan Perdagangan Wilayah Toronto, dalam sebuah wawancara telepon.

De Silva, yang bekerja selama lebih dari satu dekade di Hong Kong, berharap bahwa pada prinsipnya, sebuah kesepakatan perdagangan kemungkinan akan menemukan semua pembatasan telah hapus terhadap bisnis-bisnis Kanada termasuk mereka dapat mengajukan tawaran untuk kontrak pemerintah. Tetapi mengingat ekonomi terpusat di Tiongkok, semua bukti menunjukkan bahwa ini tidak mungkin terjadi di bawah rezim komunis.

Analisis awal perjanjian perdagangan bebas Australia dengan Tiongkok (ChAFTA) mengisyaratkan jenis jenis kepentingan ini.

“Satu pertanyaan adalah rintangan-rintangan apa yang mungkin masih ditemukan perusahaan ketika mereka mencoba beroperasi di pasar Tiongkok,” kata Shiro Armstrong, co-director dari Australia-Japan Research Center di Australian National University, dalam sebuah laporan untuk Asia Pacific Foundation of Canada.

Laporan Armstrong ditulis pada bulan April-hampir dua tahun setelah ChAFTA mulai berlaku. “Hanya waktu yang akan mengatakan apakah bisnis dapat memanfaatkan sepenuhnya kesepakatan tersebut,” tulisnya. (ran)

Amerika Tunggu Penjelasan Resmi Penangkapan Staf Kedubes Di Turki

EpochTimesId – Amerika Serikat masih menunggu penjelasan dari Pemerintah Turki mengenai penahanan staf Kedutaan Besar Amerika Serikat yang menyebabkan terhentinya layanan visa dan memicu krisis diplomatik. Duta Besar AS, John Bass mengatakan bahwa keputusan untuk menangguhkan pemberian visa bukan masalah sepele.

Namun penahanan tersebut mengindikasikan adanya gangguan dalam komunikasi antara kedua sekutu NATO tersebut. Hubungan kedua negara memang mengalami ketegangan yang cenderung meningkat.

“Sayangnya, Pemerintah AS masih belum menerima komunikasi resmi dari pemerintah Turki mengenai alasan mengapa staf lokal kami ditahan atau ditangkap,” katanya kepada wartawan di Kantor Kedutaan AS di Ankara, Kamis (12/10/2017).

Washington mengatakan dua staf lokal dipekerjakan di Turki tahun ini. Pada bulan Mei 2017, seorang penerjemah pada kantor konsulat mereka di provinsi Adana Selatan ditangkap. Pekan lalu seorang petugas Drug Enforcement Administration juga ditahan di Istanbul.

Juru bicara Presiden Tayyip Erdogan pekan lalu mengatakan bahwa karyawan Istanbul, Metin Topuz, telah melakukan kontak dengan seorang tersangka dalam kudeta militer yang gagal tahun lalu. Media Turki melaporkan tuduhan serupa terhadap penerjemah tersebut.

“Gagasan bahwa orang-orang di tempat kerja kita menghadapi atau dicurigai tuduhan terorisme di sini, itu adalah tuduhan yang sangat serius. Ini adalah salah satu yang ingin kita anggap serius dan kami ingin lebih memahami bukti nyata yang mendukung tuduhan ini,” ujar Bass.

Kudeta militer gagal menggulingkan Presiden Erdogan pada Juli tahun lalu, di mana setidaknya 240 orang terbunuh sejak saat itu. Lebih dari 50.000 orang telah ditahan dan 150.000 termasuk guru, akademisi, tentara dan wartawan, telah diskors dari pekerjaan mereka.

Sejumlah sekutu Barat khawatir tindakan keras tersebut menunjukkan bahwa negara tersebut tengah terbenam ke dalam pemerintahan otoriter di bawah Erdogan.

Ankara mengatakan bahwa para kritikusnya gagal memahami skala tantangan keamanan di Turki, yang juga menghadapi konflik di perbatasan selatan dengan Irak dan Suriah. Belum lagi masalah pemberontakan di wilayah tenggara Kurdi.

 

Utusan Menjadi Target

Erdogan telah menyalahkan Bass atas perselisihan terakhir. Dia menilai kebijakan Bass menunjukkan tindakan secara sepihak dalam menangguhkan layanan visa. Erdogan bahkan mengancam bahwa pemerintahannya tidak lagi menganggap Bass sebagai utusan Washington dan tidak akan mengadakan pertemuan dengannya.

Namun, Departemen Luar Negeri AS membantah Bass bertindak sendiri. Bass dipastikan selalu mengkoordinasikan setiap kebijakan dengan para pejabat di Washington.

Saluran televisi Turki baru-baru ini melaporkan bahwa Bass bertemu dengan seorang pejabat kementerian luar negeri Turki. Duta Besar tersebut diberitakan akan meninggalkan Turki dalam beberapa hari mendatang, untuk menempati jabatan baru di Afghanistan.

Ketegangan AS-Turki meningkat dalam beberapa bulan terakhir karena dukungan militer AS untuk pejuang YPG Kurdi di Suriah. Kebijakan Washington itu dianggap oleh Ankara sebagai perpanjangan dari pemberontak PKK yang telah melakukan pemberontakan selama tiga puluh tahun di Turki tenggara.

Turki juga telah mendesak agar Amerika Serikat mengekstradisi ulama Muslim Fethullah Gulen. Ulama itu adalah mantan sekutu Erdogan yang dituding sebagai dalang dibalik kudeta. Namun, desakan Ankara sejauh ini masih sia-sia.

Sumber gesekan lainnya adalah dakwaan Amerika terhadap mantan menteri ekonomi Turki, Zafer Caglayan. Zafer didakwa berkomplot untuk melanggar sanksi AS terhadap Iran. Pengadilan AS juga mendakwa 15 penjaga Erdogan setelah mereka bentrok dengan pemrotes selama kunjungannya ke Washington pada bulan Mei.

Selain dua pekerja konsulat yang ditahan, Turki menahan seorang pendeta AS atas tuduhan menjadi anggota jaringan Gulen.
Bass menyerukan pembebasan misionaris Kristen, Andrew Brunson. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak melihat apa-apa tentang tuduhan terhadapnya.

Pada kesempatan yang sama, Bass membantah laporan bahwa polisi Turki mencoba untuk berbicara dengan pegawai konsulat lain. “Sepengetahuan kami, tidak ada permintaan dari pejabat penegak hukum Turki untuk staf lokal kami untuk datang dan berbicara dengan mereka,” katanya. (Tulay Karadeniz/Gulsen Solaker/Daren Butler/waa)

Jammes Mattis Tegaskan Artikel Nuklir NBC Ngawur Dan Tidak Bertanggungjawab

0

EpochTimesId – Sekretaris Pertahanan Negara Amerika Serikat, Jammes Mattis, membantah sebuah laporan yang diterbitkan oleh NBC News pada hari Rabu (11/10/2017). Berita itu mengklaim bahwa presiden Trump telah mencari lokasi untuk menambah jumlah gudang peluru untuk senjata nuklir hingga sepuluh kali lipat.

Artikel yang mengutip pernyataan pejabat anonim itu diterbitkan hanya seminggu setelah jaringan berita tersebut menerbitkan artikel lain yang juga dipertanyakan keabsahan narasumbernya. Artikel sebelumnya itu mengklaim bahwa Sekretaris Negara, Rex Tillerson tengah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Departemen Pertahanan (DoD), Menteri Pertahanan Amerika itu mengatakan bahwa artikel tersebut ‘sepenuhnya salah’. Dia menegaskan pemberitaan salah dan serampangan seperti itu adalah perbuatan yang tidak bertanggung jawab.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump juga dengan tegas membantah klaim tersebut. Presiden Trump mempertanyakan Kemampuan NBC Dalam menangani pernyataan palsu. Dia menanggapi melalui laman Twitternya bahwa cerita itu adalah ‘kisah dongeng fiksi murni’ dan dibuat dengan sikap merendahkan.

Selama pertemuan dengan Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa gudang senjata nuklir Amerika Serikat saat ini sudah cukup. Tidak ada rencana penambahan yang diperlukan.

“Ketika mereka mengatakan bahwa saya menginginkan sepuluh kali lipat dari apa yang kita miliki sekarang, ini sama sekali tidak perlu. Percayalah pada saya. Karena saya tahu apa yang kita miliki saat ini. Terus terang menjijikkan cara pers bisa menulis apa saja yang ingin mereka tulis,” tegas Trump.

Alih-alih meningkatkan jumlah senjata nuklir, Trump mengatakan bahwa dia ingin gudang senjata saat ini dimaksimalkan dan dimodernisasi. Sehingga senjata yang ada siap digunakan setiap saat.

Sekretaris Negara Rex Tillerson sebelumnya juga membantah sebuah artikel NBC News yang mengklaim bahwa dia telah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri. Tillerson mengatakan bahwa dia tidak pernah mempertimbangkan untuk mengundurkan diri.

Menteri Luar Negeri Amerika itu pun mengkritik orang-orang yang mencoba menabur perselisihan demi agenda pribadi mereka. Mereka bahkan dinilai rela memfitnah orang lain demi usaha-usaha mereka dalam menghalangi dan menggagalkan program Presiden Trump.

Trump sendiri sudah menegaskan bahwa hubungannya dengan Tillerson masih sangat baik. Para pekerja media dinilai tidak memahami hubungan personal mereka, namun Trump menegaskan bahwa media harus tahu diantara mereka berdua tidak ada masalah serius.

Trump menambahkan bahwa dia tidak akan membatasi kebebasan pers di Amerika Serikat. Namun, dia meminta agar media massa lebih jujur dalam mengabarkan sehingga tidak menjadi penyebar hoax. Walau demikian, dia tidak menutup kemungkinan bahwa lisensi siaran NBC dan jaringannya akan dievaluasi.

“Pada sebuah titik yang tepat, apakah perlu untuk mengevaluasi Lisensi mereka? Tentu saja, jika apa yang mereka lakukan berdampak buruk untuk Negara!” tulis Trupm baru-baru ini dalam akun Twitter-nya.

Komisi Komunikasi Federal (The FCC), Badan Federal independen yang menangani perijinan siaran televisi di Amerika Serikat umumnya tidak mengeluarkan perijinan untuk jaringan televisi. Namun, perijinan siaran diterbitkan untuk masing-masing stasiun siaran. Perijinan stasiun siaran biasanya wajib diperpanjang setiap delapan tahun sekali.

Comcast Corp, yang memiliki NBC Universal, juga memiliki 11 stasiun penyiaran. Termasuk siaran daerah di New York, Washington, Los Angeles, San Francisco, Boston, Dallas dan Chicago.

Saham perusahaan media tersebut dilaporkan turun setelah tweet Trump. Kondisi ini dinilai berpotensi menghadirkan perang kata-kata. Saham Comcast turun 0,8 persen, sementara Disney turun 1,4 persen. Saham anak usaha lainnya, CBS Corp turun 1,2 persen dan Twenty-First Century Fox turun 2,8 persen. (TheEpochTimes/Reuters/NTDTV/waa)

Sekolah Ohio Minta Orangtua Waspadai Drone Coba Culik Anak-Anak

0

EpochTimesId – Sejumlah warga mengabarkan keberadaan drone yang mencoba memikat anak-anak untuk pergi meninggalkan taman bermain di sebuah sekolah dasar di Akron, Ohio, Amerika Serikat. Sebuah pesawat tanpa berawak yang melayang-layang di sekitar taman bermain, berusaha memancing anak-anak untuk pergi mengikuti panduan heli remote control tersebut.

“Pesawat tak berawak itu pertama kali ditemukan oleh penduduk sekitar Pusat Pembelajaran Komunitas Windemere,” ujar Mark Williamson, direktur komunikasi pemasaran di Akron Public Schools, seperti dikutip NTD.TV dari Fox News, Rabu (11/10/waktu setempat.

Beberapa saksi juga mengaku mendengar suara yang berasal dari pesawat tanpa awak itu. Williamson mengatakan bahwa suara itu berusaha membuat anak-anak meninggalkan taman bermain, tapi apa yang sebenarnya dikatakan oleh drone tersebut tidak jelas terdengar oleh para saksi.

Tidak ada gambar yang berhasil memotret drone itu. Para saksi juga tidak ada yang membuat laporan polisi.

Letnan Rick Edwards dari Departemen Kepolisian Akron mengatakan kepada Fox News bahwa tidak ada orang tua atau pihak sekolah yang datang untuk melaporkan drone heli itu. Namun, mereka sudah mengetahui dan memantau bahwa sekolah tersebut telah mengirimkan sebuah surat himbauan kepada orang tua, agar mereka waspada dalam mengawasi anak-anak.

Pesawat tak berawak itu terlihat tiga atau empat kali akhir pekan lalu, seperti tertuang dalam surat sekolah pada para orangtua. Namun, menurut pihak sekolah drone selalu muncul setelah jam sekolah berakhir. Sekolah Umum Akron pun menyarankan orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka jika mereka berada di tempat bermain di luar sekolah.

Pihak sekolah juga meminta orangtua untuk selalu waspada terhadap orang asing. Terutama jika ada orang asing yang mengamati atau mendekati anak-anak ketika bermain diluar rumah pada saat diluar jam sekolah. (waa)

Xinjiang Diisolir Jelang Kongres Nasional Tiongkok

0

EpochTimesId – Menjelang Sidang Tertutup Pimpinan Tiongkok, Kongres Nasional ke-19, Xinjiang mulai terisolir. Wilayah yang terletak di bagian barat laut Tiongkok ini sejak lama menjadi sasaran penindasan oleh rezim komunis Tiongkok.

Provinsi yang sebagian besar wilayahnya dihuni etnis minoritas juga sering diwarnai kerusuhan antar-suku dalam beberapa tahun terakhir. Kekerasan etnis antara warga Uighur dan Han China telah dimanfaatkan dan sengaja dibiarkan oleh polisi.

Menjelang pertemuan politik besar di Beijing guna memilih generasi elite partai yang akan memerintah negara digelar, aparat keamanan tidak ditarik mundur dari Xinjiang. Mereka justru ditugaskan untuk mengisolasi provinsi otonom itu.

Warga di Kabupaten Makit, Prefektur Kashgar dan Prefektur Aksu baru-baru ini mengatakan kepada Radio Free Asia bahwa pihak berwenang polisi setempat mewajibkan orang-orang mendaftarkan identitas mereka jika memiliki senjata tajam. Warga yang mendaftar kemudian mendapat identitas yang dicetak melalui kode QR. Senjata yang wajib didaftarkan termasuk pisau dapur, kapak, pisau saku, dan sekop. Mereka yang tidak mematuhi aturan untuk melapor, maka perkakas tajam tersebut akan disita.

Warga di Hotunsumul County, Bayin’gholin Mongol Otonomi Daerah juga diminta untuk mendaftarkan nama mereka dan nomor kartu identitas nasional saat membeli pisau dapur. Pemerintah Daerah pada wilayah otonom minoritas lainnya, daerah yang sebagian besar dihuni oleh etnis minoritas, juga telah melarang penjualan pisau di toko-toko sejak minggu lalu.

Bahkan, pada situs belanja populer Taobao, pisau yang ditujukan untuk dikirim ke Xinjiang, Tibet, dan Mongolia Dalam juga ditolak. Kebijakan itu dinilai tidak masuk akal karena turut melarang pembelian dan penggunaan alat rumah tangga.

Seperti dikutip TheEPochTimes dari Radio Free Asia versi mandarin, seorang pria etnis Kazakh ditangkap dan dijatuhi hukuman satu tahun penjara hanya karena membeli dua kartu telepon dengan kartu identitas yang sama, pada 10 Oktober 2017 lalu. Di Xinjiang, setiap orang hanya berhak membeli satu nomor saja.

Aturan keras di Xinjiang membuat penduduk setempat sering mengadakan aksi protes dan menimbulkan kerusuhan. Ratusan orang dilaporkan tewas dalam konflik tersebut dalam setahun terakhir.

Kehilangan Rambut Indah Yang Dibuat Menyenangkan Oleh Si Cantik Laura

0

EpochTimesId – Rambut adalah mahkota bagi wanita, demikian juga bagi Laura. Dia menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk merawat rambutnya agar panjang dan berkilau indah mempesona.

Sayangnya, alasan kesehatan membuatnya harus kehilangan mahkota kesayangan. Seperti dikutip EraBaru.Net dari jeromelordet, Dia menderita kanker dan perlu menjalani kemoterapi.

Artinya, rambutnya kemungkinan besar akan rontok. Jadi, dia memutuskan agar kehilangan mahkota ini, terasa sedikit menyenangkan. Maka dia memutuskan membuat potongan rambut pendek, yang akan membantunya beralih ke tahap hidupnya yang baru.

Laura lalu pergi ke New York untuk menemui penata rambut bernama Jerome Lordet di Salon Pierre Michel.

“Laura datang menemui saya untuk memotong rambutnya sebelum ia menjalani kemoterapi. Dua minggu kemudian dia kehilangan semua rambutnya,” jelas Lordet dalam video YouTube tentang keinginan Laura untuk mengubah penampilannya.

Lordet memberi Laura gaya rambut baru yang menyenangkan dan menyegarkan.

Pertama-tama rambutnya dipotong secara horizontal, hingga rambutnya pendek, bahkan bisa dibilang rambut potongan cepak. Lordet tampak bekerja dengan guntingnya dengan penuh konsentrasi, saat dia memotong rambut pendek si Cantik agar menghasilkan hasil yang rapi.

Video ini tidak hanya menawarkan kami dengan makeover hebat, ini juga menunjukkan kepada kita tentang sebuah keberanian nyata dalam menghadapi kesulitan hidup.

Yuk, tonton video di bawah ini untuk melihat hasil transformasi penampilan Laura!

 

Dia juga memotong poni yang sangat serasi membingkai wajah pelanggannya.

Potongan rambut yang dihasilkan benar-benar cantik seperti Linda Evangelista di tahun 90an.

Transformasinya benar-benar mengalami perubahan sangat drastis. Tidak heran jika video tersebut merupakan salah satu makeover rambut paling populer di YouTube.

Video potongan rambut Laura, dilatari dengan iringan musik Christine dan Queens. Salon Katherine melengkapinya dengan riasan makeup. Video itu ditonton lebih dari 15 juta kali di saluran YouTube.

Beberapa pengguna YouTube mengatakan bahwa makeover Laura membuatnya terlihat seperti Anne Hathaway atau Ruby Rose.

“Sampai hari ini saya tidak mengerti mengapa banyak wanita benci rambut pendek. Wajah yang terpapar dari wanita berambut pendek itu sungguh seksi, lebih terbuka, terang, cantik dan menyegarkan!” komentar seorang pengguna Youtube.

“Wah … tampilan ini membuatnya lebih bercahaya dan menonjolkan fitur di wajahnya,” komentar user Youtube lainnya.

Komentar yang lain juga memberikan dukungan untuk Laura agar menerima kenyataan dengan tegar, “Saya sangat sedih karena, sementara dia harus berjuang melawan kanker dan kehilangan rambutnya. Tapi sekarang berkat rambut barunya, dia menyadari bahwa penampilannya tak begitu buruk, justru membuatnya cantik.” (intan/rp)

Jalur Imigrasi Harus Dibayar Mahal oleh Imigran Gelap Tiongkok Menuju AS

0

Oleh: Eva Fu, Epoch Times

Setelah meninggalkan negara asalnya Tiongkok dan memasuki Amerika Serikat melalui sebuah komplotan penyelundupan pada tahun 2014, Zheng Lili mengingat puncak perjalanan berbulan-bulannya, yang membawanya ke seluruh dunia dan menghabiskan puluhan ribu dolar.

“Saya takut mati, terengah-engah, saya pikir saya akan mati di sana.” Pada saat itulah, setelah dia menyeberangi Rio Grande, dia mendengar petugas polisi berkata, “Selamat datang di Amerika!”

Perhentian pertamanya adalah Moskow. Dari sana dia pergi ke Kuba, di mana visa tidak diperlukan untuk warga negara Tiongkok yang tinggal kurang dari sebulan, sebelum akhirnya tiba di Mexico City dan memulai perjalanan mereka ke utara.

Pada kebiasaan Meksiko, pemimpin kelompok Zheng telah memberitahu semua orang untuk memasukkan $ 200 ke paspornya. Mereka kemudian menuju pintu masuk khusus dan melewati tanpa masalah. Bergabung dengan selusin orang lain dari berbagai negara, mereka berangkat pada tengah malam dalam sebuah perjalanan ke Rio Grande Valley. Selama dua hari berturut-turut, mereka berjalan di atas tanah yang dipenuhi nyamuk, terus-menerus bersiap untuk menjatuhkan diri ke tanah untuk menghindari helikopter atau kendaraan patroli.

Zheng menjadi sangat lelah sehingga harus diangkut oleh anaknya dan seorang imigran lainnya. “Kami semua menunggu untuk ditangkap setelah menyeberang, karena mempercepat prosesnya,” katanya kepada The Epoch Times.

Putranya dibebaskan dengan jaminan sebulan kemudian, dan segera diberikan suaka politik karena iman Kristen yang dia pelajari dari neneknya yang taat. Zheng ditahan selama dua tahun.

Pengalaman Zheng Lili tidak unik. 26 Agustus tahun ini, dua puluh tiga orang Tiongkok ditangkap menyeberangi perbatasan Otay Mesa San Diego, sebuah patung terbesar masuk secara ilegal oleh warga Tiongkok melalui Meksiko.

Bersama dengan tujuh orang Meksiko, kelompok tersebut ditemukan saat mereka melewati terowongan lintas negara dari Meksiko. Semua berasal dari Tiongkok tenggara, 22 dari provinsi pesisir Fujian dan satu dari provinsi tetangga Guangdong.

Zheng, juga dari Fujian, tiba di Amerika Serikat pada tahun 2014 dan menghabiskan dua tahun dalam tahanan sebelum dia bertemu kembali dengan suaminya pada tahun 2016. Suaminya, Chen Zhiqiang, adalah seorang imigran gelap: dia telah mendapatkan masuk lebih dari dua dekade sebelumnya dengan sebuah paspor palsu yang didapat di Belanda. Chen dan Zheng adalah keluarga terakhir dari 39 keluarga bermarga Chen di kota mereka yang meninggalkan rumah menuju Amerika Serikat.

Fujian secara historis merupakan salah satu sumber terbesar imigran Tiongkok. Distrik Changle, yang pada akhir 1970-an menjadi salah satu pelabuhan Tiongkok pertama yang dibuka untuk perdagangan internasional, mendapat julukan “Village of Smugglers.” Dari tahun 1980 sampai 2005, lebih dari 200.000 orang telah diperdagangkan ke tujuan luar negeri, menurut Sina, sebuah kelompok media online Tiongkok.

Di Fuzhou, ibu kota Fujian, puluhan ribu “anak tertinggal” tinggal bersama kakek dan nenek mereka, menurut Beijing News. Orang tua, imigran yang tidak sah bekerja di Amerika Serikat, mengirim balita mereka kembali karena mereka tidak memiliki tenaga ekstra atau waktu untuk merawat mereka setelah bekerja keras selama 13 jam sehari atau lebih. Distrik Changle, yang terletak di dekat Fuzhou dan memiliki sekitar 712.500 penduduk, berjumlah 5.000 anak-anak terlahir pada tahun 2012. Hampir setiap rumah tangga lokal memiliki seseorang yang tinggal di luar negeri.

Fujian memiliki tradisi emigrasi yang panjang, dimulai sejak zaman kuno saat pedagang Tiongkok meninggalkan daratan dan menetap di luar negeri, seringkali di Asia Tenggara. Pada awal 1960-an, pelaut Fujian yang bekerja di Hong Kong menemukan bahwa mereka bisa menghasilkan 15 kali lipat di Amerika Serikat, yang memicu gelombang emigrasi pertama ke Barat.

Secara bertahap jaringan yang luas dan industri penyelundupan dikembangkan. “Ketika orang lain keluar dan kami tidak melakukannya, itu membuat kami terlihat buruk,” kata imigran yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Sohu, sebuah situs media Tiongkok lainnya. Penduduk desa di Changle akan memulai kembang api untuk merayakan kapan seseorang berhasil mencapai Amerika Serikat.

“Ada banyak kasus historis orang-orang Tiongkok dibawa ke Amerika Serikat secara ilegal di kapal-kapal, di kereta api, tersembunyi di dalam mobil, melalui terowongan, di pesawat terbang, setiap cara yang bisa dibayangkan manusia untuk menyeberang perbatasan,” Elliot Young, seorang profesor sejarah di Portland, Oregon’s Lewis and Clark College dan penulis buku “Alien Nation,” yang mendokumentasikan sejarah imigrasi Tiongkok ke Amerika Serikat, mengatakan kepada Voice of America.

“Orang Tiongkok termasuk orang pertama yang menemukan cara untuk menghindari kontrol perbatasan,” kata Elliott Young.

Zheng Qi (tidak terkait dengan Zheng Lili), ketua Asosiasi Fukio Benevolent of America, berhasil masuk ke Amerika dengan paspor turis Thailand, menurut U.S.- China Press. Dalam usaha pertamanya yang tidak berhasil, agen perjalanan yang berbasis di Hong Kong memberinya visa perjalanan ke Kanada, yang membawanya ke perbatasan Kanada sebelum dia ditemukan dan dipulangkan.

Lembaga Kebijakan Migrasi memperkirakan sekitar 268.000 imigran ilegal atau tidak berdokumen dari Tiongkok, menjadikan mereka kelompok terbesar kelima di antara lebih dari 11 juta imigran gelap yang berada di Amerika Serikat, dan negara-negara non-Amerika Latin terbesar. Dalam laporan 2016, MPI mengidentifikasi Tiongkok sebagai salah satu sumber imigran terkemuka di dunia.

Selama periode tujuh bulan dari bulan Oktober 2016 sampai Mei ini, patroli perbatasan California menangkap 663 orang Tiongkok yang secara ilegal memasuki Amerika Serikat, sebuah lompatan besar dari hanya 48 selama periode yang sama tahun 2016, dan hanya 5 tahun sebelumnya, NBC 7 melaporkan.

Penyelundup melihat klien Tiongkok lebih menguntungkan daripada orang-orang dari Amerika Latin atau Meksiko, karena komplotan tersebut dapat menuntut biaya lebih tinggi karena rute perjalanan yang lebih panjang. Dalam beberapa dekade terakhir, biaya penyelundupan seorang imigran telah meningkat lebih dari dua kali lipat, meningkat dari $ 30.000 menjadi $ 50.000 sampai $ 70.000, menurut Council on Foreign Relations.

Jarang sekali biaya ini dibayarkan dimuka kepada penyelundup, yang disebut shetou atau “kepala ular” dalam bahasa Mandarin, menurut profesor Elliott Young.

Young mengamati bahwa para imigran biasanya akan mengatur dengan penyelundup dengan sejumlah uang muka, sekitar beberapa ribu dolar, dan “melunasi hutang mereka di Amerika Serikat dengan bekerja dalam bisnis.” “Mereka bekerja di restoran, pabrik garmen dan bisnis lain yang sering menjadi milik orang Tiongkok,”katanya.

Sebuah ungkapan sarkastik Tiongkok menggambarkan kehidupan sehari-hari imigran ilegal saat tiba di Amerika Serikat: “Siang hari di kompor, malam hari di atas bantal, dan akhir pekan di tempat pengacara.” (ran)

Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan HB X Dilantik Kembali

0

EpochTimesId – Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X dilantik kembali menjadi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta periode 2017-2022. Sri Sultan dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, selasa (10/10/2017).

Sri Sultan dilantik bersama Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam X sebagai Wakil gubernur DIY. Pelantikan dan Penetapan berdasar Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta.

Pelantikan ditandai dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden RI yang sekaligus diserahkan oleh Presiden Jokowi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur. Acara ini juga diwarnai kirab dari Istana Negara menuju tempat pelantikan diiringi oleh pasukan kehormatan Paspampres.

Usai dilantik, keduanya diambil sumpah oleh Presiden berdasarkan Surat Keputusan Presiden Nomor 107/P Tahun 2017 tentang Pengangkatan Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Paku Alam X sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DIY Masa Jabatan Tahun 2017-2022.

“Demi Allah, saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya sebagai gubernur/ wakil gubernur dengan sebaik baiknya, memegang teguh Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada masyarakat, nusa, dan bangsa,” Demikian bunyi sumpah keduanya.

Acara pelantikan diakhiri dengan pemberian ucapan selamat oleh Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo. Selanjutnya Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo juga memberikan ucapan selamat diikuti oleh tamu undangan yang lain.