“Anak Serigala” Spanyol Meninggal Dunia pada Usia 80 Tahun, Pernah Hidup Bersama Serigala Selama 12 Tahun

Baru-baru ini, seorang pria asal Spanyol meninggal dunia dan kisah hidupnya kembali menarik perhatian. Pengalamannya sangat tidak biasa: ia pernah dikenal sebagai “anak serigala” karena menghabiskan masa kecilnya hidup bersama kawanan serigala. Kisah hidupnya kemudian beredar luas di internet, ditulis menjadi buku, dan diadaptasi menjadi film.

EtIndonesia.com Pada 15 Agustus, Marcos Rodríguez Pantoja meninggal dunia di Rante, Spanyol, dalam usia 80 tahun. Pantoja memiliki kisah hidup yang luar biasa. Saat masih kecil, ia pernah hidup bersama kawanan serigala selama 12 tahun.

Pada tahun 1946, Pantoja lahir di sebuah desa miskin bernama Añora, di Spanyol bagian selatan. Setelah ibunya meninggal, saudara-saudaranya dikirim untuk tinggal bersama kerabat, sementara Pantoja tetap bersama ayahnya. Setelah ayahnya menikah lagi, keluarganya pindah ke kawasan pegunungan Morena, tempat mereka mencari nafkah dengan membuat arang.

Menurut laporan media Spanyol, ketika berusia 7 tahun, Pantoja dijual oleh ayahnya kepada seorang penggembala tua. Penggembala tersebut kemudian tiba-tiba pergi. Sejak saat itu, Pantoja mulai menjalani kehidupan sebagai “anak serigala” selama sekitar 12 tahun, hingga ditemukan ketika berusia 19 tahun.

Menurut CNN, Gabriel Janer Manila, profesor filsafat di University of Palma, pernah menghabiskan lima bulan untuk mewawancarai Pantoja sebagai bagian dari penelitiannya.

Ketika menceritakan kepada Manila bagaimana dirinya dijual kepada penggembala tersebut, Pantoja berkata: “Mereka membawa saya ke pegunungan, ke sebuah gua. Seorang lelaki tua berjanggut yang memakai sepatu dari gabus keluar. Di sana ada serigala, rubah, kambing, rusa, kalajengking, dan ular. Pada malam hari, saya mendengar suara-suara binatang dan merasa takut.”

Penggembala tersebut mengajari Pantoja cara menggunakan kulit binatang untuk menghangatkan tubuh, memerah susu kambing, dan berburu. Pantoja juga mempelajari berbagai suara binatang.

Suatu hari, penggembala itu tiba-tiba pergi. Pantoja kemudian mengandalkan keterampilan bertahan hidup yang telah dipelajarinya. Ia mendapatkan kepercayaan kawanan serigala dengan membawakan makanan untuk anak-anak serigala dan melolong ketika menyadari adanya bahaya.

Pantoja kemudian semakin menjauh dari dunia peradaban. Setiap kali mendengar suara manusia, ia akan bersembunyi. Hingga pada 1965, ketika berusia 19 tahun, ia “tersesat” dan ditemukan oleh Guardia Civil Spanyol di sebuah ngarai.

Dalam wawancara dengan lembaga penyiaran nasional Spanyol RTVE pada 2010, Pantoja mengatakan:

“Saat itu saya hidup dengan baik. Saya tidak tahu apa itu uang, tetapi saya tidak pernah kekurangan makanan.”

Dalam penelitiannya, Manila menulis bahwa pada tahap awal setelah kembali ke masyarakat, Pantoja masih memiliki kepekaan yang sangat tajam terhadap alam dan menunjukkan sifat “liar”. Ia sama sekali tidak memahami kehidupan bermasyarakat, kemampuan bahasanya sangat buruk, dan cara berjalannya juga aneh.

Seiring waktu, Pantoja perlahan mulai terbiasa dengan kehidupan manusia. Awalnya ia tinggal di rumah seorang pastor di kota Jaén, Spanyol selatan. Kemudian ia tinggal di rumah seorang biarawati di ibu kota Madrid.

Setelah menyelesaikan wajib militernya, ia pindah ke Mallorca dan bekerja di hotel serta restoran. Ketika tinggal di Kepulauan Balearic, ia bertemu dengan antropolog Gabriel Janer Manila.

Pada masa tuanya, Pantoja mendedikasikan dirinya untuk membagikan kisah hidupnya. Profesor Manila kemudian menerbitkan buku tentang dirinya berjudul “I Played with Wolves” (Saya Bermain dengan Serigala).

Kisah hidup Pantoja selanjutnya juga diadaptasi menjadi film berjudul “Among Wolves” (Di Tengah Kawanan Serigala).

Pantoja menghabiskan masa-masa terakhir hidupnya di Rante. Warga setempat banyak membantunya, terutama selama dua tahun terakhir ketika ia mengalami sakit.

Pemerintah setempat menulis dalam unggahan belasungkawa di media sosial:

“Marcos datang ke Rante dengan membawa sebuah kisah yang telah dikenal dunia. Ketika ia pergi, ia meninggalkan sebuah kisah yang menjadi bagian dari kami.”

Laporan dan terjemahan: Jin Hong / Editor: Li Qian

Negosiasi AS-Kanada Gagal, Tarif 50% Berlaku; Carney Akan Terapkan Tarif Timbal Balik

EtIndonesia.com Pada malam 21 Agustus, putaran terbaru negosiasi perdagangan antara Amerika Serikat dan Kanada gagal pada saat-saat terakhir. Mulai 22 Agustus, AS akan mengenakan tarif sebesar 50% terhadap sejumlah produk Kanada. Perdana Menteri Kanada Mark Carney mengatakan bahwa Kanada akan memberlakukan tarif terhadap barang-barang AS dengan nilai yang setara, atau “dolar demi dolar”.

Kantor Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) dalam pernyataannya pada dini hari 22 Agustus mengatakan bahwa pada malam 21 Agustus, Kanada menolak menyelesaikan kesepakatan perdagangan berdasarkan ketentuan yang telah dicapai pada awal pekan tersebut.

Sebelumnya, tak lama sebelum batas waktu berakhir, Perdana Menteri Kanada Mark Carney juga mengumumkan penghentian negosiasi dan mengatakan Kanada akan mengenakan tarif terhadap barang-barang AS secara “dolar demi dolar”.

Pada 20 Juli, Presiden AS Donald Trump menandatangani keputusan untuk mengenakan tarif 50% terhadap sejumlah produk ekspor Kanada senilai hampir US$20 miliar, yang dijadwalkan berlaku setelah 30 hari.

Pada 18 Agustus, Trump sempat menangguhkan tarif tersebut dan mengatakan kedua negara hampir mencapai kesepakatan perdagangan yang akan sangat menguntungkan kedua pihak.

Menurut pernyataan USTR pada 22 Agustus, AS berkomitmen memberikan Kanada perlakuan yang paling menguntungkan dibandingkan negara-negara eksportir utama lainnya. Namun, Kanada kemudian mengajukan tuntutan baru dan menarik kembali sejumlah komitmen yang sebelumnya telah disepakati.

Dalam sebuah pernyataan, Carney mengatakan: “Perubahan ketentuan yang diajukan AS pada saat-saat terakhir tidak adil dan tidak masuk akal secara ekonomi, serta menimbulkan keraguan terhadap keandalan kesepakatan apa pun.”

Carney mengatakan bahwa meskipun negosiasi telah mencapai “kemajuan penting”, hasilnya masih belum cukup untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan pemerintah Kanada bagi rakyatnya.

Sementara itu, USTR menekankan bahwa selama beberapa dekade Kanada telah menikmati perlakuan paling menguntungkan dalam akses ke pasar AS. Pekan ini, AS bahkan menyetujui perlakuan yang lebih menguntungkan bagi Kanada dengan memangkas tarif secara signifikan terhadap baja, aluminium, kendaraan bermotor, dan kayu.

Menurut laporan, salah satu rancangan kesepakatan yang dibahas para negosiator mencakup penurunan tarif AS terhadap baja dan aluminium Kanada dari 50% menjadi 25%, serta penurunan tarif kendaraan Kanada dari 25% menjadi 15%.

USTR menutup pernyataannya dengan mengatakan bahwa: “Kanada telah kehilangan kesempatan untuk membangun kemitraan dengan Amerika Serikat, negara dengan pertumbuhan ekonomi tercepat di antara anggota G7.”

Karena negosiasi gagal, Kanada akan menghadapi tarif baru sebesar 50% yang diberlakukan Trump dengan mengacu pada Undang-Undang Tarif 1930.

Tarif tersebut akan berlaku terhadap berbagai produk, termasuk anggur, produk susu, semen, pakaian, dan perlengkapan hoki es. Sebelumnya, AS juga telah mengenakan tarif terhadap baja, aluminium, kendaraan bermotor, dan kayu Kanada.

Selama lebih dari satu tahun, Kanada dan AS telah melakukan negosiasi perdagangan secara bertahap dalam upaya mencapai kesepakatan yang dapat membuat AS membatalkan atau menurunkan tarif terhadap sektor-sektor penting tersebut.

Pada saat yang sama, AS terus menuntut sejumlah konsesi dari Kanada, termasuk mencabut sisa tarif pembalasan terhadap kendaraan AS serta menyesuaikan kuota produk susu agar lebih banyak keju dari AS dapat masuk ke pasar Kanada.

Tahun lalu, sebagian besar provinsi di Kanada memberlakukan larangan penjualan minuman beralkohol AS sebagai tindakan pembalasan terhadap kebijakan tarif Trump. AS juga menuntut agar larangan itu dicabut.

Tak Perlu Kaya Raya Dulu, Ini Langkah Awal Menuju Merdeka Finansial Lewat Investasi

Jakarta – Perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus baru saja usai. Tapi semangat kemerdekaan ternyata tak hanya relevan untuk politik dan bangsa—bisa juga diaplikasikan dalam urusan keuangan pribadi. Konsep “merdeka finansial” menjadi topik yang makin ramai diperbincangkan, terutama di kalangan anak muda.

Namun, apa sebenarnya merdeka finansial itu? Banyak yang mengartikannya sebagai memiliki harta berlimpah atau bisa pensiun dini. Padahal, maknanya jauh lebih sederhana dan bisa dijangkau siapa saja.

Merdeka Finansial Itu Proses, Bukan Hasil Instan

Kemandirian finansial tidak selalu tentang kekayaan besar. Lebih dari itu, ini tentang kemampuan mengelola keuangan, memenuhi kebutuhan, serta mempersiapkan berbagai tujuan di masa depan—seperti dana pendidikan, membeli rumah, atau merencanakan pensiun.

Salah satu langkah nyata untuk membangun kemandirian finansial adalah melalui investasi. Tapi perlu diingat: investasi bukan ajang cepat kaya. Ini adalah proses yang membutuhkan konsistensi dan disiplin. Memulai secara bertahap sesuai kemampuan, dan membangun kebiasaan berinvestasi secara teratur, jauh lebih penting daripada mengejar keuntungan instan.

Pilihan Investasi di Pasar Modal Indonesia

Pasar modal Indonesia menawarkan beragam produk investasi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing. Di antaranya:

  • Saham – Memberikan kesempatan memiliki bagian kepemilikan perusahaan, dengan potensi keuntungan dari kenaikan harga saham maupun dividen.
  • Obligasi dan Sukuk – Surat berharga yang memberikan imbal hasil melalui pembayaran kupon atau bagi hasil.
  • Reksa Dana – Cocok bagi pemula karena dikelola oleh Manajer Investasi profesional, dengan dana dikumpulkan dari banyak investor dan ditempatkan dalam portofolio aset sesuai jenis reksa dananya.
  • ETF (Exchange Traded Fund) – Reksa dana yang diperdagangkan di Bursa Efek, sehingga bisa dibeli dan dijual selama jam perdagangan.

Mulai dari Kecil, Pahami Dulu Baru Investasi

Salah satu mispersepsi terbesar adalah investasi hanya untuk orang kaya. Faktanya, memulai investasi tidak harus menunggu memiliki dana besar. Yang terpenting adalah memastikan investasi dilakukan sesuai dengan kemampuan finansial, tujuan, jangka waktu, dan profil risiko.

Keputusan investasi sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tren atau ajakan orang lain, tetapi pada pemahaman yang cukup mengenai instrumen yang dipilih. Setiap produk memiliki karakteristik, potensi keuntungan, dan tingkat risiko yang berbeda-beda.

Minat Investasi Masyarakat Makin Tinggi

Data terbaru menunjukkan antusiasme masyarakat Indonesia terhadap investasi terus meningkat. Hingga 7 Agustus 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 30,3 juta Single Investor Identification (SID) , dengan penambahan sekitar 9,9 juta investor sepanjang 2026.

Pertumbuhan ini menunjukkan partisipasi masyarakat yang semakin luas. Namun, peningkatan jumlah investor perlu diiringi dengan pemahaman yang memadai. Edukasi menjadi kunci agar masyarakat dapat mengenali karakteristik dan risiko setiap instrumen investasi, serta mengambil keputusan berdasarkan informasi yang tepat

Merdeka Finansial Itu Perjalanan, Bukan Destinasi

Seperti halnya kemerdekaan bangsa yang dibangun melalui perjalanan panjang, kemandirian finansial juga merupakan sebuah proses. Memulai dari langkah sederhana, membangun kebiasaan yang konsisten, dan terus meningkatkan pemahaman adalah bagian dari perjalanan menuju kondisi finansial yang lebih mandiri.

Sebelum mengambil keputusan investasi, pastikan untuk membekali diri dengan informasi yang cukup, mengenali risiko, dan memilih instrumen yang sesuai dengan tujuan serta kemampuan finansial.

Serangan Udara Militer Myanmar ke Kuil Menewaskan 14 Orang, Saksi Menuduh Penindasan Saat “Vassa”

EtIndonesia.com  Anggota kelompok perlawanan pro-demokrasi Myanmar mengatakan bahwa sekitar pukul 09.00 waktu setempat pada  21 Agustus, aula utama sebuah kuil di Myaung Township, Wilayah Sagaing, Myanmar bagian tengah, diserang dari udara oleh junta militer. Sebanyak 14 orang tewas. Saat itu, warga sipil sedang berkumpul di kuil untuk mengikuti kegiatan meditasi dalam rangka Vassa.

Menurut laporan AFP, seorang anggota kelompok perlawanan pro-demokrasi yang menyaksikan kondisi setelah serangan, Nway Oo Myaung, mengatakan bahwa para warga lanjut usia datang ke pusat meditasi untuk menjalani masa praktik keagamaan selama sekitar tiga bulan dalam rangka Vassa atau masa Prapaskah Buddhis. Periode tersebut pada umumnya bertepatan dengan musim hujan di Myanmar.

“Para korban berusia antara 50 hingga 70 tahun. Ini bukan salah sasaran. Mereka sengaja menyerang kuil,” ujarnya.

Seorang pejuang perlawanan setempat yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan pada 22 Agustus: “Lima korban berasal dari desa kami, sementara sembilan lainnya berasal dari desa-desa lain. Ketika kami berusaha melakukan penyelamatan, pesawat kembali menjatuhkan bom.”

Sejak militer Myanmar melakukan kudeta pada 2021, menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin Aung San Suu Kyi dan menahan penerima Nobel Perdamaian tersebut, Myanmar telah terjerumus ke dalam konflik bersenjata yang berkepanjangan.

Selama sekitar lima tahun, militer Myanmar bertempur dengan berbagai kelompok perlawanan yang mendukung demokrasi serta kelompok etnis minoritas. Diperkirakan lebih dari 100.000 orang telah tewas dalam konflik tersebut.

Para analis juga mengatakan bahwa militer Myanmar kerap mengandalkan jet tempur yang dipasok oleh Tiongkok dan Rusia untuk menghadapi kelompok-kelompok perlawanan.

1.850 UMKM Tampil di Karya Kreatif Indonesia 2026, BI Dorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

JAKARTA, 24 Agustus 2026 — Sebanyak 1.850 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dari seluruh Indonesia unjuk gigi dalam gelaran Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 yang berlangsung pada 20–23 Agustus di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Mengusung semangat “Beudaya Meusare Sare” dari Aceh—yang berarti Berdaya, Bersama-Sama—acara tahunan ke-11 ini menjadi wadah bagi UMKM untuk memperluas akses pasar, mendapatkan pembiayaan, dan naik kelas.

Dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming, KKI 2026 turut dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, termasuk Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, serta para duta besar negara sahabat.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing” , acara ini menjadi hasil kolaborasi 27 kementerian dan lembaga serta 34 mitra strategis. Destry Damayanti menegaskan bahwa ketiga kata kunci tersebut menjadi fondasi pengembangan UMKM ke depan.

“Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor,” ujar Destry.

Pameran Lebih Besar, Lebih Banyak UMKM Terlibat

KKI 2026 mencatat peningkatan signifikan dibandingkan tahun lalu. Sebanyak 550 UMKM tampil secara luring dan 1.300 UMKM secara daring melalui platform www.karyakreatifindonesia.co.id, naik dari 362 UMKM luring dan 1.100 UMKM daring pada KKI 2025.

Lima Kebaruan dan Generasi Muda Jadi Sorotan

Tahun ini, KKI 2026 menghadirkan lima aspek kebaruan, termasuk CANGKIR BARISTA, CITRA NUSA, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emission dan zero waste to landfill) serta pengembangan zona hijau.

Salah satu inovasi yang menarik perhatian adalah Youth Island, sebuah area khusus yang mempertemukan generasi muda dengan ekosistem UMKM. Direktur Group Ekonomi-Keuangan Inklusif BI, Rosita Dewi, mengatakan bahwa Youth Island dirancang untuk mengubah persepsi anak muda terhadap produk tradisional seperti wastra.

“Kita ingin mengajak anak muda untuk bangga menggunakan wastra. Kita ingin menunjukkan bahwa dengan menggunakan wastra Indonesia, kita bisa tetap keren, tetap bagus,” ujarnya.

BI juga mendorong pengembangan talenta muda di sektor kopi melalui program Cangkir Barista, sebuah ajang pencarian barista berkualitas internasional yang diharapkan dapat memperkenalkan keragaman kopi Indonesia ke pasar global.

UMKM Jawa Timur: Pilar Ekonomi yang Terus Bertumbuh

Dalam gelaran KKI 2026, 17 UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Jawa Timur ambil bagian dalam pameran luring, sementara 55 UMKM lainnya tampil secara daring. Produk yang dipamerkan mencakup berbagai sektor unggulan, mulai dari wastra, kriya, fesyen, hingga kopi dan makanan-minuman olahan.

Kepala KPwBI Jawa Timur, Ibrahim, menegaskan bahwa UMKM adalah pilar utama perekonomian daerah. “Jawa Timur memiliki 2,57 juta unit usaha UMKM yang menyerap 96,3 persen tenaga kerja dan berkontribusi lebih dari 57 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Timur,” ungkapnya.

Melalui pembinaan yang konsisten, KPwBI Jatim telah membina 67 UMKM yang terbukti mampu naik kelas, memperluas serapan tenaga kerja, dan meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian daerah. Keikutsertaan dalam KKI 2026 menjadi momentum strategis bagi UMKM Jatim untuk meningkatkan visibilitas dan daya saing, baik di tingkat nasional maupun global, sekaligus mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia.

Kebakaran Hutan di Eropa Meluas ke Arah Tenggara, Sisa-sisa Amunisi Perang Dunia II yang Belum Meledak Menimbulkan Ancaman

Kebakaran hutan yang melanda Eropa tahun ini tidak hanya menyapu wilayah Eropa Selatan dan Barat, tetapi kini telah meluas hingga ke kawasan Eropa Tenggara. Dalam upaya pemadaman, petugas pemadam kebakaran di sejumlah daerah juga menemukan amunisi yang belum meledak peninggalan Perang Dunia II yang sebelumnya terkubur di dalam tanah.

EtIndonesia.com  Pada Sabtu (22 Agustus), kebakaran besar juga terjadi di wilayah perbatasan Bosnia dan Kroasia di Eropa Tenggara. Kebakaran tersebut menyebabkan jalan raya utama kedua negara ditutup dan memaksa ribuan wisatawan membatalkan rencana perjalanan mereka.

Sementara itu, petugas pemadam kebakaran Spanyol masih berupaya memadamkan kebakaran hutan di wilayah Valencia, Spanyol bagian timur. Kobaran api yang ganas telah memaksa ribuan warga meninggalkan rumah mereka.

Pihak berwenang telah menaikkan tingkat bahaya kebakaran menjadi level 2. Unit Tanggap Darurat Militer Spanyol bersama petugas pemadam kebakaran setempat turut dikerahkan dalam operasi penanggulangan.

Menghadapi kebakaran hutan yang semakin ganas, Uni Eropa mengaktifkan Mekanisme Perlindungan Sipil (Civil Protection Mechanism) dan mengirimkan helikopter serta petugas pemadam kebakaran untuk membantu negara-negara yang bukan anggota Uni Eropa.

Baru-baru ini, Uni Eropa mengirim personel penyelamat ke wilayah timur laut Serbia untuk membantu memadamkan kebakaran hutan di sebuah kawasan konservasi alam.

Kepala Badan Urusan Darurat Serbia, Luka Causic, mengkonfirmasi bahwa Serbia telah menerima bantuan dari Uni Eropa. Bantuan tersebut mencakup empat helikopter pemadam kebakaran Black Hawk dari Rumania, Slovakia, dan Republik Ceko; 55 petugas pemadam kebakaran dan 24 kendaraan pemadam dari Jerman; serta 69 petugas pemadam kebakaran dan 15 kendaraan pemadam dari Rumania.

Berdasarkan citra satelit, dua wilayah di Portugal bagian utara juga dilanda kebakaran hutan, dengan area yang luas terlihat menguning dan hangus akibat terbakar.

Belakangan ini, selain menghadapi kebakaran hutan, petugas pemadam kebakaran di garis depan juga harus menghadapi ancaman amunisi peninggalan Perang Dunia II yang belum meledak. Insiden terkait ledakan telah terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Prancis, Jerman, Belgia, dan Belanda.

Di Provinsi Liège, Belgia bagian timur, petugas pemadam kebakaran baru-baru ini mendengar beberapa suara ledakan sporadis. Ledakan tersebut diduga berasal dari amunisi yang terkubur di area yang terbakar. Wilayah ini dahulu menjadi lokasi salah satu pertempuran paling sengit dalam Perang Dunia II, yaitu Pertempuran Bulge (Battle of the Bulge).

Para ahli menilai bahwa cuaca yang sangat panas tahun ini menyebabkan peluru artileri dan amunisi yang sebelumnya stabil di dalam tanah menjadi terekspos akibat kebakaran hutan dan kembali menimbulkan bahaya.

Tahun ini, Eropa kembali menghadapi gelombang panas ekstrem dan kekeringan berkepanjangan. Area yang terdampak kebakaran kini telah meluas ke Eropa Tenggara. Selain faktor cuaca, faktor lain seperti perpindahan penduduk dari pedesaan dan minimnya pengelolaan lahan menyebabkan vegetasi kering dan mudah terbakar terus menumpuk, sehingga turut mempercepat penyebaran api.

Laporan gabungan Qiu Yue, NTD Television.

Perang Rusia-Ukraina Terus Berkecamuk, Peritel Rusia Ozon Menjadi Target Baru

EtIndonesia.com  Pada akhir pekan, sebuah stasiun kereta api dan pusat perbelanjaan di Ukraina diserang oleh drone Rusia. Setidaknya 16 orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka.

Ukraina kemudian membalas dengan menyerang sebuah kilang minyak dan sebuah gudang di Rusia. Berikut laporannya.

Seorang pejabat senior perkeretaapian Ukraina mengatakan, pada Sabtu dini hari, sebuah drone Rusia menyerang sebuah stasiun kereta api di dekat Odesa. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut.

Sehari sebelumnya, sebuah pusat perbelanjaan di Kryvyi Rih, kota kelahiran Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky, dua kali diserang drone Rusia. Serangan tersebut menewaskan 16 orang, melukai sedikitnya 130 orang, dan menyebabkan 4 orang hilang.

Katerina, perempuan berusia 28 tahun yang terluka: “Saya berlari ke tempat parkir. Terdengar jeritan yang sangat keras, dan di mana-mana ada api besar serta asap tebal. Tidak lama kemudian terjadi ledakan kedua. Ada banyak korban di tempat parkir, darah berceceran di lantai, dan lempengan beton di area parkir hancur berkeping-keping akibat ledakan.”

Ukraina kemudian melancarkan serangan balasan terhadap Rusia.

Pada Sabtu, pihak Rusia mengatakan bahwa Ukraina menyerang pada malam hari sebuah gudang milik Ozon, peritel daring terbesar kedua di Rusia, serta sebuah kilang minyak di Oblast Samara, Rusia bagian barat daya. Sedikitnya 8 orang tewas, meskipun kondisi sebenarnya masih belum jelas.

Ini merupakan serangan pertama Ukraina terhadap Ozon. Sebelumnya, pasukan Ukraina telah beberapa kali menyerang pusat-pusat logistik Wildberries, peritel daring terbesar Rusia, di berbagai wilayah. Ukraina menuduh perusahaan tersebut membantu militer Rusia menangani pasokan militer.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha sebelumnya menegaskan bahwa untuk mewujudkan perdamaian antara Rusia dan Ukraina, keterlibatan Amerika Serikat diperlukan.

“Kami membutuhkan keterlibatan Amerika Serikat yang lebih aktif. Kami menyambut partisipasi dan kepemimpinan yang ditunjukkan Amerika Serikat. Bagaimanapun, dalam situasi seperti ini, tidak realistis untuk mencapai kemajuan dan mewujudkan perdamaian yang adil tanpa keterlibatan Amerika dan rakyat Amerika,” katanya. 

Pada Sabtu, Zelensky melalui platform X mengunggah sejumlah pernyataan. Ia mengatakan telah bertemu dengan Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul, sekaligus menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan Jerman.

Zelensky juga mengatakan bahwa setelah melakukan pembicaraan selama sekitar dua jam, Presiden Prancis Emmanuel Macron berjanji akan mempercepat pengiriman peralatan militer terbaru Prancis. Macron juga bersedia mewakili Ukraina untuk melakukan pendekatan kepada negara-negara sekutu yang memiliki persediaan rudal Patriot, guna membantu Ukraina memperoleh sistem pertahanan tersebut.

Laporan gabungan Tang Li, NTD Television.

Kecepatan Tembus 650 Km/Jam, Mobil Balap Hidrogen JCB Pecahkan Rekor Dunia 

EtIndonesia.com  Perusahaan besar Inggris yang bergerak di bidang mesin konstruksi, JCB, berhasil mencetak rekor dunia dengan mobil balap bertenaga hidrogen. Kendaraan tersebut mencatat kecepatan rata-rata lebih dari 653 km/jam di negara bagian Utah, Amerika Serikat, dan menjadi kendaraan hidrogen tercepat di dunia.

Mobil balap berwarna kuning dengan desain aerodinamis itu melaju kencang di hamparan garam putih, memperlihatkan performa teknologi tenaga hidrogen.

Pada Mei lalu, JCB memperkenalkan mobil eksperimen berkecepatan tinggi bertenaga hidrogen bernama JCB Hydromax. Pada 11 Agustus, kendaraan tersebut menjalani pengujian di Bonneville Salt Flats, Utah, dan mencatat kecepatan rata-rata sekitar 653,9 km/jam, sekaligus menciptakan rekor kecepatan darat dunia yang baru.

Pengemudinya, Letnan Kolonel Andy Green dari Angkatan Udara Inggris, juga menjadi pemegang rekor kecepatan tersebut.

“Sebenarnya mobil ini masih bisa melaju lebih cepat. Dalam dua kali percobaan pemecahan rekor hari ini, saya bahkan harus melepaskan pedal gas dan memperlambat kendaraan selama lintasan pengukuran, karena kami sudah mencapai batas kecepatan,” katanya. 

Hydromax memiliki panjang sekitar 9,75 meter dan dilengkapi dua mesin pembakaran internal berbahan bakar hidrogen dengan total tenaga mencapai 1.600 tenaga kuda. Kecepatannya dapat mencapai sekitar lima hingga enam kali batas kecepatan di jalan tol pada umumnya.

Green juga menjelaskan pengalaman visual yang tidak biasa ketika mengemudikan kendaraan dalam kecepatan ekstrem.

 “Lebar lintasan di antara tanda-tanda di sepanjang trek adalah 105 kaki. Ketika kecepatannya semakin tinggi, anehnya tanda-tanda itu tampak semakin berdekatan, padahal sebenarnya tidak. Karena tanda-tanda tersebut datang dengan sangat cepat, titik penanda yang sebelumnya membutuhkan satu detik untuk dicapai kini melesat ke belakang dan titik berikutnya tetap membutuhkan satu detik untuk dicapai. Hal ini menciptakan ilusi seolah-olah lintasan semakin menyempit. Efek visualnya sangat aneh,” katanya. 

Green mengatakan bahwa arti penting Hydromax jauh melampaui sekadar pencapaian kecepatan. Menurutnya, kendaraan tersebut membuktikan kelayakan teknologi tenaga hidrogen.

“Dalam upaya kita menuju masa depan tanpa karbon, mobil di belakang saya ini merupakan contoh mobil balap tanpa karbon. Anda memasukkan hidrogen, dan yang keluar dari knalpot adalah air. Dalam proses tersebut, tidak ada karbon sama sekali,” ujarnya. 

Laporan gabungan Lin Qingyu, NTDTV Asia-Pasifik.

Satelit NASA Mencatat 1.842 Titik Panas Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan di 5 Provinsi di Kalimantan 

EtIndonesia.com Seiring dengan penguatan operasi penanganan, pemantauan perkembangan titik panas terus dilakukan sebagai bagian dari sistem pemantauan kebakaran hutan dan lahan. Berdasarkan data SiPongi, pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada 21 Agustus 2026 pukul 14.14 WIB mencatat 1.842 titik panas di lima provinsi di Kalimantan.

Hal demikian diungkapkan Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulisnya. 

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.832 titik terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang (medium confidence) dan 10 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi (high confidence). 

Data titik panas menjadi salah satu rujukan dalam pemantauan perkembangan potensi karhutla dan menentukan kebutuhan penanganan di lapangan. SiPongi sendiri merupakan sistem yang menyajikan informasi hotspot terkini serta informasi terkait kebakaran hutan dan lahan. 

Kalimantan Tengah mencatat jumlah titik panas terbanyak, yakni 976 titik, terdiri atas 968 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan delapan titik dengan tingkat kepercayaan tinggi. Selanjutnya Kalimantan Barat dengan 489 titik, terdiri atas 487 titik dengan tingkat kepercayaan sedang dan dua titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Sementara itu, Kalimantan Timur tercatat 237 titik panas, Kalimantan Selatan 125 titik, dan Kalimantan Utara 15 titik. Seluruh titik panas di tiga provinsi tersebut terpantau dengan tingkat kepercayaan sedang.

Upaya pemadaman karhula dengan helikopter water bombing di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, Jumat (21/8). Sumber : BNPB

Penguatan Operasi Darat

Penanganan dari udara berjalan beriringan dengan penguatan operasi darat. BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan menetapkan status siaga atau tanggap darurat sesuai perkembangan ancaman karhutla di wilayah masing-masing.

Penguatan operasi darat dilakukan melalui pengaktifan posko dan satuan tugas penanganan karhutla. Posko menjadi pusat koordinasi dalam pemantauan perkembangan situasi, pengerahan personel, pengelolaan sumber daya, serta penentuan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan.

BNPB juga memberikan dukungan sumber daya dan peralatan kepada daerah sesuai kebutuhan. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat kemampuan daerah dalam melakukan pemadaman, penanganan titik api, pemantauan wilayah rawan, serta mencegah meluasnya kebakaran.

Operasi darat menjadi bagian penting dalam memastikan api benar-benar tertangani, terutama pada wilayah dengan karakteristik lahan yang membutuhkan penanganan berulang. Dukungan water bombing dari udara dilakukan untuk membantu proses pemadaman, kemudian penanganan di darat dilakukan untuk memastikan bara dan titik api dapat dikendalikan. 

Visual pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan dengan helikopter water bombing, Jumat (21/8) Sumber : BNPB

Selain pemadaman, BNPB bersama pemerintah daerah dan unsur terkait memperkuat langkah pencegahan. Masyarakat didorong untuk terlibat dalam menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla di wilayah masing-masing.

Salah satu langkah utama pencegahan adalah mendorong masyarakat tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Edukasi dan pemberdayaan masyarakat terus dilakukan agar potensi munculnya titik api dapat ditekan sejak awal.

BNPB bersama pemerintah daerah, BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait terus mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia dalam penanganan karhutla. Operasi udara dan darat dilakukan secara terpadu, mulai dari pemantauan, pencegahan, kesiapsiagaan, pemadaman, hingga penanganan pasca kebakaran.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode rawan karhutla dan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kejadian kebakaran kepada petugas maupun pemerintah daerah. Respons cepat dari seluruh unsur menjadi kunci untuk mencegah api meluas dan mengurangi dampak karhutla terhadap masyarakat, lingkungan, serta aktivitas ekonomi. (***)

BNPB Perkuat Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan Melalui Operasi Udara dan Darat

EtIndonesia.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi udara dan darat di enam provinsi prioritas, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. 

“Penanganan dilakukan secara terpadu melalui pengerahan satuan tugas darat dan udara di bawah pos komando (posko) dan penguatan kolaborasi para pemangku kepentingan lain,” demikian, Berton SP Panjaitan, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8/2026). 

Operasi udara didukung dengan operasi modifikasi cuaca (OMC), pemadaman melalui water bombing, patroli. Dalam pengendalian karhutla,, BNPB menekankan langkah pencegahan dan pemberdayaan masyarakat.

Petugas gabungan berupaya memadamkan api di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi (20/8) sumber dokumentasi BPBD Kabupaten Batang Hari

Sebagai bagian dari operasi udara, BNPB menggelar satuan tugas udara di enam provinsi tersebut. Unsur yang dikerahkan meliputi helikopter patroli, pesawat untuk OMC, dan helikopter water bombing. Secara keseluruhan terdapat *39 unit unsur udara* yang tergelar untuk mendukung pemantauan dan penanganan karhutla.

Di Riau, satgas udara terdiri atas satu unit helikopter patroli, satu unit armada untuk OMC, dan lima unit water bombing. Di Jambi, dikerahkan satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan dua unit water bombing. Sementara di Sumatera Selatan, BNPB mengerahkan satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan tujuh unit water bombing.

Untuk wilayah Kalimantan Selatan, dikerahkan satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan tiga unit water bombing. Di Kalimantan Tengah, terdapat satu unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan empat unit water bombing. Sedangkan di Kalimantan Barat, satgas udara diperkuat dengan dua unit helikopter patroli, satu unit OMC, dan lima unit water bombing.

Petugas gabungan berupaya memadamkan api di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi (20/8) sumber dokumentasi BPBD Kabupaten Batang Hari

Pengerahan tersebut dilakukan untuk memperkuat pemantauan dari udara, mendukung deteksi titik api, membantu pemadaman, serta mendukung operasi penanganan karhutla di wilayah yang membutuhkan intervensi udara.

Patroli udara dilakukan untuk memantau perkembangan kondisi lapangan, sementara water bombing digunakan untuk membantu pemadaman pada lokasi yang sulit dijangkau atau membutuhkan dukungan dari udara. OMC dilaksanakan dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhan awan dan kebutuhan penanganan di wilayah prioritas.

Di Kalimantan Selatan, salah satu unsur yang digunakan untuk mendukung patroli udara adalah pesawat Cessna Caravan 208 dengan registrasi PK-SNK. Sementara itu, operasi water bombing didukung  helikopter Sikorsky Black Hawk dengan registrasi N711BF.

Trump Ajak Kim Jong-un Bertemu, Dibalas 10 Rudal! Tapi Pyongyang Justru Diguncang dari Dalam

EtIndonesia.com — Ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat setelah Korea Utara meluncurkan sekitar 10 hingga lebih dari 10 rudal balistik jarak pendek pada Kamis, 20 Agustus 2026, hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menyatakan keinginannya bertemu dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, pada tahun ini.

Rentetan peluncuran tersebut menjadi sinyal bahwa Pyongyang belum bersedia menyambut pendekatan diplomatik Washington tanpa perubahan kebijakan yang dianggap lebih substansial.

Menurut Kepala Staf Gabungan Korea Selatan atau JCS, rudal-rudal tersebut diluncurkan dari kawasan Pyongyang sekitar pukul 17.00 waktu setempat menuju perairan di sebelah timur Semenanjung Korea. Sejumlah laporan menyebut rudal menempuh jarak sekitar 300 kilometer. Korea Selatan kemudian meningkatkan pengawasan serta berkoordinasi dengan Amerika Serikat dan Jepang untuk menganalisis peluncuran tersebut.

Peluncuran itu terjadi ketika Amerika Serikat dan Korea Selatan sedang menjalankan latihan militer gabungan Ulchi Freedom Shield. Trump sebelumnya memerintahkan pengurangan substansial partisipasi Amerika dalam latihan tersebut. Ia mengaitkan keputusan itu dengan hubungan pribadinya yang dinilai baik dengan Kim Jong-un dan keinginannya membuka kembali pintu diplomasi dengan Pyongyang.

Namun, Korea Utara tetap memandang latihan militer Washington dan Seoul sebagai tindakan bermusuhan. Kim Yo-jong, adik sekaligus salah satu pejabat paling berpengaruh di lingkaran kepemimpinan Kim Jong-un, mengkritik latihan tersebut meskipun skalanya telah dikurangi. Pyongyang selama bertahun-tahun menganggap latihan AS-Korea Selatan sebagai simulasi persiapan perang terhadap Korea Utara.

Karena itu, peluncuran rudal pada 20 Agustus dapat dibaca sebagai pesan bahwa Korea Utara tetap ingin mempertahankan tekanan militernya di tengah peluang pembukaan kembali perundingan.

Trump sendiri sebelumnya mengatakan ingin kembali bertemu Kim Jong-un pada 2026. Kedua pemimpin pernah menggelar pertemuan bersejarah di Singapura pada 2018, Hanoi pada 2019, serta bertemu di kawasan perbatasan antar-Korea pada tahun yang sama. Namun proses diplomasi akhirnya terhenti karena perbedaan besar mengenai denuklirisasi dan pencabutan sanksi.

Kini, hubungan Korea Utara dengan Rusia yang semakin erat turut mengubah perhitungan strategis kawasan. Pyongyang memiliki ruang politik dan militer yang berbeda dibandingkan ketika perundingan Trump-Kim berlangsung beberapa tahun lalu. Karena itu, meskipun hubungan pribadi kedua pemimpin masih disebut relatif baik, kepentingan strategis kedua negara tetap sulit dipertemukan.

Washington Setujui Penjualan AIM-9X Sidewinder

Perkembangan berikutnya muncul pada Jumat, 21 Agustus 2026, ketika pemerintah Amerika Serikat menyetujui kemungkinan penjualan rudal udara-ke-udara AIM-9X Sidewinder Block II beserta perlengkapan terkait kepada Korea Selatan.

Nilai paket penjualan tersebut diperkirakan mencapai 125 juta dolar AS. Paket itu mencakup lebih dari 100 rudal AIM-9X dan peralatan pendukung. Menurut Washington, penjualan tersebut bertujuan meningkatkan kemampuan pertahanan udara Korea Selatan, memperkuat kemampuan menghadapi ancaman saat ini maupun masa depan, serta meningkatkan interoperabilitas dengan pasukan Amerika Serikat.

AIM-9X merupakan generasi modern dari keluarga rudal Sidewinder yang dirancang untuk pertempuran udara jarak dekat. Rudal ini dapat digunakan oleh pesawat tempur untuk menghadapi sasaran udara dan merupakan salah satu komponen penting dalam sistem persenjataan udara Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutunya.

Meski pengumuman tersebut muncul hanya sehari setelah rentetan rudal Korea Utara, perlu dicatat bahwa tidak ada pernyataan resmi Washington yang menyebut penjualan Sidewinder sebagai ancaman langsung Trump kepada Kim Jong-un atau persiapan menyerang Korea Utara. Interpretasi seperti itu merupakan analisis politik, bukan alasan resmi yang diumumkan pemerintah AS.

Pemerintah Amerika menyatakan tujuan paket tersebut adalah memperkuat kemampuan Korea Selatan menghadapi ancaman regional dan mempertahankan kesiapan pertahanan bersama. Penjualan itu juga masih merupakan Foreign Military Sale yang diusulkan, sehingga membutuhkan proses pemberitahuan dan peninjauan oleh Kongres AS. Kontraktor utamanya adalah RTX Corporation.

Tujuh Mahasiswa Elite Ditangkap

Di tengah ketegangan militer tersebut, laporan terpisah dari dalam Korea Utara memperlihatkan persoalan yang sama sekali berbeda: perjuangan pemerintah Kim Jong-un mengendalikan arus informasi.

Media yang berfokus pada Korea Utara, Daily NK, melaporkan pada 12 Agustus 2026 bahwa tujuh mahasiswa Universitas Teknologi Kim Chaek di Pyongyang ditangkap pada akhir Juli setelah diduga mengembangkan dan menggunakan teknologi untuk menerobos sistem pemblokiran internet pemerintah.

Menurut sumber Daily NK di Pyongyang, ketujuh mahasiswa tersebut bukan mahasiswa biasa. Mereka disebut sebagai talenta unggulan yang bahkan terlibat dalam lembaga penelitian universitas.

Mereka diduga mengembangkan metode untuk melewati sistem pembatasan komunikasi Korea Utara, menangkap sinyal nirkabel dari kawasan diplomatik dan kedutaan asing di Pyongyang, kemudian mengakses internet global.

Dari jaringan tersebut, mereka dilaporkan mengunduh konten video Korea Selatan, kemudian menyimpannya dalam perangkat seperti USB dan kartu SD untuk ditonton serta diedarkan kepada orang lain. Aktivitas tersebut akhirnya terdeteksi aparat keamanan negara dan ketujuh mahasiswa ditangkap.

Kasus ini menjadi sensitif karena Korea Utara menerapkan pengawasan sangat ketat terhadap masuknya budaya asing, khususnya film, drama, musik dan berbagai produk budaya populer Korea Selatan.

Namun, laporan mengenai tujuh mahasiswa Kim Chaek juga menunjukkan tantangan yang dihadapi pemerintah dalam mengendalikan generasi muda berpendidikan tinggi.

Orang-orang yang memiliki kemampuan teknologi justru secara teknis mempunyai peluang lebih besar untuk memahami cara kerja sistem pembatasan informasi—dan pada saat bersamaan menemukan kelemahannya.

Karena informasi mengenai penangkapan tersebut berasal dari sumber anonim di dalam Korea Utara dan sulit diverifikasi secara independen, rincian mengenai proses penyelidikan maupun nasib akhir para mahasiswa tersebut perlu diperlakukan dengan hati-hati.

Meski demikian, jika laporan itu akurat, kasus tersebut memperlihatkan dua tantangan berbeda yang kini dihadapi Pyongyang.

Di luar negeri, Korea Utara berusaha mempertahankan daya tawarnya melalui rudal, senjata nuklir, dan hubungan strategis dengan Rusia. Sementara di dalam negeri, pemerintah terus berusaha mempertahankan kontrol terhadap informasi yang memasuki masyarakatnya.

Rentetan rudal 20 Agustus 2026, persetujuan penjualan Sidewinder Amerika Serikat kepada Korea Selatan pada 21 Agustus, serta laporan penangkapan tujuh mahasiswa elite Kim Chaek memperlihatkan kompleksitas situasi Korea Utara saat ini.

Di permukaan, pemerintahan Kim Jong-un masih menunjukkan kekuatan melalui demonstrasi militer. Namun jauh di balik tembok informasi negara itu, muncul indikasi bahwa sebagian generasi mudanya tetap memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap dunia luar.

Karena itu, tantangan bagi pemerintahan Kim bukan hanya bagaimana menghadapi tekanan militer dan diplomatik dari Washington, Seoul, serta Tokyo. Tantangan yang tidak kalah penting adalah bagaimana mempertahankan sistem kontrol informasi ketika perkembangan teknologi membuat sebagian masyarakat Korea Utara semakin mampu mencari jalan untuk melihat apa yang selama ini berada di balik tembok pembatas negara itu.(***)

Iran Belum Selesai, Musuh Baru Muncul! Israel dan Turkiye Kini di Ambang Konfrontasi Besar

EtIndonesia.com  Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali meningkat pada Jumat, 21 Agustus 2026, ketika sejumlah perkembangan penting berlangsung hampir bersamaan. Amerika Serikat menegaskan bahwa opsi militer terhadap Iran masih terbuka, sementara hubungan Israel dan Turkiye memburuk setelah Ankara mengambil langkah hukum terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Pada saat yang sama, Prancis dan Arab Saudi bersiap memperkuat kemitraan strategis mereka.

Di tengah situasi tersebut, Presiden Prancis Emmanuel Macron dijadwalkan menerima Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman dalam kunjungan resmi di Paris pada 23–24 Agustus 2026.

Istana Élysée mengumumkan pada 21 Agustus bahwa kedua pemimpin akan memimpin untuk pertama kalinya pertemuan Dewan Kemitraan Strategis Prancis–Saudi. Dengan demikian, informasi bahwa dewan tersebut telah dibentuk dan dipimpin pada 21 Agustus perlu diluruskan: pertemuan perdananya dijadwalkan berlangsung selama kunjungan Mohammed bin Salman ke Prancis.

Pertemuan tersebut akan membahas berbagai persoalan ekonomi dan strategis serta perkembangan regional. Paris menilai koordinasi dengan negara-negara Teluk semakin penting untuk menjaga stabilitas Timur Tengah. Hubungan Prancis–Saudi juga semakin luas, mencakup investasi, energi, pertahanan, kedirgantaraan, kebudayaan, dan berbagai kepentingan strategis lainnya.

Perkembangan itu berlangsung ketika tekanan terhadap Iran terus meningkat.

Pada 21 Agustus 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa perubahan fokus Washington menuju tekanan ekonomi tidak berarti pilihan militer telah dikesampingkan.

Ketika ditanya apakah strategi ekonomi membuat opsi militer Amerika menjadi terbatas, Trump menjawab bahwa hal itu sama sekali tidak terjadi. Menurutnya, Washington saat ini memilih mengamati perkembangan selanjutnya.

Trump kemudian menggambarkan Iran sebagai negara yang sedang menghadapi tekanan ekonomi dan militer sangat berat. Ia mengklaim Iran tidak memiliki uang, kemampuan angkatan laut dan udara yang efektif, kesulitan membayar tentara maupun kepolisian, serta menghadapi inflasi hingga 350 persen. Angka tersebut merupakan klaim Trump mengenai kondisi ekonomi Iran, sehingga tidak seharusnya diperlakukan sebagai angka statistik independen tanpa verifikasi tambahan.

Trump juga kembali menyatakan Amerika Serikat memiliki apa yang ia sebut sebagai “kendali penuh” atas kawasan yang berkaitan dengan Selat Hormuz. Bahkan, ia mengatakan jangkauan kendali tersebut menurut pandangannya telah meluas hingga wilayah daratan di sekitar kawasan strategis itu.

Pernyataan itu melanjutkan retorika Trump sebelumnya. Pada 11 Agustus, ia juga mengklaim Amerika Serikat mengendalikan Selat Hormuz sepenuhnya melalui kekuatan angkatan laut dan blokade yang diberlakukan Washington.

Dalam pandangan Trump, tekanan tersebut membuat Iran memiliki alasan kuat untuk mencari kesepakatan. Namun ia mengatakan Teheran belum siap menerima kesepakatan yang dianggap Washington sebagai kesepakatan yang tepat.

Sementara tekanan terhadap Iran berlanjut, krisis lain berkembang dalam hubungan Turki dan Israel.

Pada 21 Agustus 2026, Menteri Kehakiman Turkiye Akın Gürlek mengumumkan bahwa pemerintahnya telah meminta proses penerbitan Red Notice Interpol terhadap Netanyahu dalam perkara yang berkaitan dengan pencegatan armada bantuan kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.

Proses hukum di Pengadilan Pidana Tinggi Istanbul ke-11 mencakup 35 terdakwa, termasuk Netanyahu. Namun informasi bahwa Turkiye meminta Red Notice terhadap seluruh 35 pejabat perlu diperjelas. Laporan Reuters menyebut langkah Red Notice secara khusus berkaitan dengan Netanyahu dan seorang warga Israel bernama Afek Moskovitch, sementara perkara pengadilan melibatkan total 35 terdakwa.

Pengadilan Turkiye sebelumnya mengeluarkan surat perintah penangkapan pada 14 Juli 2026. Dakwaan yang disebut pihak Turkiye antara lain genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan, penyiksaan, perampasan kebebasan, perusakan properti, perampokan, dan pembajakan sarana transportasi. Tuduhan tersebut merupakan dakwaan pihak Turkiye dan belum merupakan putusan bersalah dari pengadilan internasional.

Perlu pula dicatat bahwa Red Notice bukan surat perintah penangkapan internasional. Menurut Interpol, Red Notice merupakan permintaan kepada aparat penegak hukum di berbagai negara untuk menemukan dan melakukan penahanan sementara terhadap seseorang, sesuai hukum masing-masing negara, sambil menunggu proses ekstradisi atau tindakan hukum lainnya.

Perselisihan Ankara–Yerusalem tidak berhenti pada jalur hukum. Ketegangan kedua negara juga meningkat tajam akibat perkembangan di Suriah.

Israel pada 18 Agustus 2026 menyerang Pangkalan Udara Abu al-Duhur di Suriah. Israel mengatakan serangan dilakukan setelah memperoleh informasi bahwa pasukan Turkiye akan ditempatkan di fasilitas tersebut. Ankara dan pemerintah Suriah membantah adanya rencana pembangunan pangkalan permanen Turkiye di lokasi itu.

Israel memandang meningkatnya pengaruh Turkiye di Suriah sebagai persoalan keamanan, terutama setelah perubahan pemerintahan di Damaskus. Sebaliknya, Ankara mengecam serangan Israel sebagai tindakan berbahaya yang dapat memperburuk ketidakstabilan kawasan.

Amerika Serikat kini berusaha mencegah persaingan tersebut berkembang menjadi konfrontasi langsung. Utusan khusus AS untuk Suriah Tom Barrack mengatakan Washington sedang membangun mekanisme dekonfliksi antara Israel, Turkiye, dan Suriah. Sementara Duta Besar AS untuk Israel Mike Huckabee pada 20 Agustus mengatakan proses deeskalasi telah dibangun, tetapi masih perlu disempurnakan.

Adapun klaim bahwa Israel pada 21 Agustus sedang mempertimbangkan serangan terhadap pasukan Turkiye di Siprus dengan tujuan menghindari berlakunya Pasal 5 NATO, belum didukung laporan kredibel yang memadai dan karena itu tidak tepat disajikan sebagai fakta.

Yang telah terkonfirmasi adalah meningkatnya kekhawatiran mengenai kemungkinan benturan kepentingan Israel dan Turkiye di Suriah.

Rangkaian perkembangan pada 18–21 Agustus 2026 memperlihatkan perubahan besar dalam peta keamanan kawasan: Amerika Serikat terus meningkatkan tekanan terhadap Iran, Prancis dan Arab Saudi memperdalam kemitraan strategis, sementara persaingan Israel–Turkiye memasuki fase yang semakin sensitif.

Dengan Iran masih berada di pusat konflik dan Suriah kembali menjadi arena persaingan kekuatan regional, tantangan terbesar Washington dan sekutunya kini bukan hanya bagaimana menekan Teheran, tetapi juga bagaimana mencegah dua mitra penting Amerika—Israel dan Turkiye—terseret ke dalam konfrontasi yang dapat membuka babak baru ketidakstabilan di Timur Tengah.

Iran Mulai Goyah! Trump Siapkan Sanksi Terberat dalam Sejarah, Teheran Bicara Akhiri Perang

EtIndonesia.com Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki babak baru setelah pemerintahan Presiden Donald Trump mengalihkan sebagian besar tekanannya ke medan ekonomi. Washington kini mempersiapkan paket sanksi yang disebut sebagai “sanksi terberat sepanjang sejarah”, sementara sejumlah pejabat senior Iran mulai secara terbuka mengakui besarnya tekanan ekonomi yang sedang dihadapi Teheran.

Pada Rabu, 19 Agustus 2026, Presiden Trump mengumumkan rencana untuk melancarkan apa yang disebutnya sebagai perang ekonomi dan isolasi terhadap Iran dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Trump memperingatkan bahwa negara mana pun yang melalui lembaga keuangan, perusahaan, bandara, ataupun institusi pemerintahnya memberikan “jalur kehidupan” kepada Iran dapat menghadapi konsekuensi ekonomi serius dari Washington.

Sehari kemudian, Kamis, 20 Agustus 2026, Menteri Keuangan AS Scott Bessent memperjelas arah kebijakan tersebut. Dalam wawancara dengan CNBC, Bessent mengatakan Amerika Serikat sedang mempersiapkan “sanksi terberat dalam sejarah” terhadap Iran. Rincian paket tersebut dijadwalkan diumumkan pada Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Bessent, Washington akan menggabungkan tekanan ekonomi dengan blokade terhadap Iran sebagai strategi “satu-dua pukulan”. Ia bahkan mengatakan tujuan Washington adalah memberikan tekanan ekonomi sedemikian besar sehingga kemampuan pemerintah Iran untuk mempertahankan perekonomian dan membiayai kekuatan militernya semakin tergerus.

Bessent juga menyerukan kepada sekutu maupun negara-negara lain untuk menentukan posisi. Perhatian khusus diarahkan kepada Tiongkok, yang selama ini menjadi pembeli terbesar minyak Iran. Berdasarkan data Kpler untuk 2025 yang dikutip Reuters, Tiongkok membeli lebih dari 80 persen minyak Iran yang dikirim melalui laut.

Beijing, bagaimanapun, tidak menunjukkan tanda-tanda akan mengikuti tuntutan Washington. Pada 21 Agustus 2026, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lin Jian kembali menegaskan bahwa Beijing menentang sanksi unilateral yang tidak memiliki dasar hukum internasional ataupun mandat Dewan Keamanan PBB. Tiongkok menyerukan penyelesaian melalui jalur politik dan diplomatik.

Pejabat Iran Mulai Mengakui Tekanan Ekonomi

Di tengah meningkatnya tekanan tersebut, muncul pernyataan penting dari lingkaran kekuasaan Iran.

Pada 20–21 Agustus 2026, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf secara terbuka memperingatkan bahwa kekuatan militer saja tidak cukup untuk menjamin kelangsungan sebuah negara.

Berbicara kepada kalangan pengusaha Iran dan Irak di Baghdad, Qalibaf mengatakan bahwa sebesar apa pun kekuatan militer yang dimiliki Iran, negara itu tidak akan mampu bertahan apabila rakyat menghadapi kelaparan, perputaran keuangan terhenti, pertumbuhan ekonomi melemah, dan produksi nasional tidak berjalan.

Qalibaf menekankan bahwa keamanan dan kekuatan ekonomi tidak dapat dipisahkan. Keamanan yang berhasil dibangun, menurutnya, tidak akan dapat dipertahankan dalam jangka panjang tanpa fondasi ekonomi yang kuat.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena Qalibaf bukan figur politik pinggiran. Ia merupakan Ketua Parlemen Iran dan salah satu tokoh penting dalam pembicaraan yang dimediasi antara Teheran dan Washington.

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian pada Jumat, 21 Agustus 2026, juga menyerukan penyelesaian diplomatik.

Pezeshkian mengatakan akan lebih baik apabila perang diakhiri sekarang, ketika—menurut pandangan pemerintah Iran—Teheran masih berada dalam posisi kuat dan bermartabat. Ia bahkan mengklaim dunia mengakui kemenangan Iran serta mengecam serangan Amerika terhadap berbagai infrastruktur negara tersebut.

Pernyataan Pezeshkian dan Qalibaf menunjukkan adanya kelompok di dalam pemerintahan Iran yang semakin menaruh perhatian terhadap konsekuensi ekonomi perang berkepanjangan.

Namun, hal tersebut belum berarti seluruh elite Iran sepakat untuk berkompromi.

Analisis Critical Threats Project dan Institute for the Study of War menunjukkan masih terdapat perbedaan pandangan di dalam struktur kekuasaan Iran. Kelompok yang lebih pragmatis, termasuk Pezeshkian dan Qalibaf, tampaknya lebih mempertimbangkan biaya ekonomi perang. Sebaliknya, kelompok garis keras yang terkait dengan kepemimpinan Garda Revolusi dinilai masih menolak konsesi besar kepada Washington.

Iran Tetap Mengancam Balasan Keras

Di tengah munculnya seruan untuk mengakhiri perang, militer Iran justru mengeluarkan peringatan keras.

Pada 21 Agustus 2026, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran Mayor Jenderal Ali Abdollahi menegaskan bahwa Iran akan memberikan respons yang luas dan menentukan terhadap ancaman baru Amerika.

Menurut Abdollahi, angkatan bersenjata Iran telah mempersiapkan kemampuan di darat, laut, udara, pertahanan udara hingga ruang siber dan siap memberikan respons yang disebutnya “menghancurkan, menghukum, dan dahsyat.”

Situasi tersebut memperlihatkan kontradiksi yang semakin jelas di Teheran. Di satu sisi, pejabat sipil memperingatkan bahwa tekanan ekonomi dapat mengancam ketahanan negara dan mulai berbicara mengenai pentingnya mengakhiri perang. Di sisi lain, kelompok militer dan garis keras tetap menunjukkan sikap konfrontatif.

Selat Hormuz Belum Kembali Normal

Salah satu bagian penting yang perlu diluruskan dari sejumlah narasi yang beredar adalah kondisi Selat Hormuz.

Klaim bahwa pengangkutan minyak melalui selat tersebut telah sepenuhnya kembali ke tingkat sebelum perang—bahkan mencapai 15 hingga 20 juta barel per hari—tidak didukung oleh data pelayaran terbaru yang tersedia.

Sebaliknya, Reuters pada 22 Agustus 2026 melaporkan bahwa pengiriman minyak utama melalui Hormuz masih mengalami gangguan besar. Data Kpler yang dikutip RFE/RL juga menunjukkan hanya tujuh kapal komoditas yang melintasi selat tersebut pada 20 Agustus, terdiri atas empat kapal yang masuk dan tiga yang keluar.

Dengan demikian, perebutan pengaruh atas Hormuz masih menjadi salah satu elemen terpenting dalam konflik.

Amerika Serikat berusaha menggabungkan kekuatan militernya dengan tekanan ekonomi untuk mempersempit ruang gerak Teheran. Iran, sementara itu, masih memiliki kemampuan untuk mengganggu lalu lintas energi di kawasan dan menggunakan posisi geografisnya sebagai instrumen tekanan.

Kini pertarungan memasuki fase yang mungkin menentukan.

Washington berharap sanksi baru dapat memutus jaringan perdagangan, keuangan, dan ekspor yang memungkinkan Iran bertahan selama puluhan tahun di bawah tekanan Barat. Namun keberhasilan strategi tersebut sangat bergantung pada apakah negara-negara lain—terutama Tiongkok dan mitra perdagangan Iran—bersedia mengikuti Washington.

Sementara itu, pernyataan Pezeshkian dan Qalibaf menunjukkan bahwa persoalan terbesar bagi Teheran mungkin bukan semata-mata kemampuan bertahan di medan militer, tetapi berapa lama perekonomian Iran mampu menanggung biaya perang, blokade, dan isolasi yang semakin berat.

Karena itulah, menjelang pengumuman rincian sanksi Amerika pada 24 Agustus 2026, perhatian dunia kini tertuju pada satu pertanyaan besar: apakah tekanan ekonomi akan mendorong Teheran kembali ke meja diplomasi, atau justru memperkeras kelompok garis keras Iran dan membuka jalan menuju eskalasi baru?

25.000 Kilometer per Detik : Ilmuwan Menemukan Bintang yang Bergerak Paling Cepat di Galaksi Bima Sakti 

EtIndonesia.com Para ilmuwan baru-baru ini menemukan bintang yang bergerak paling cepat di Galaksi Bima Sakti. Bintang tersebut saat ini bergerak mengelilingi sebuah lubang hitam supermasif dengan kecepatan mencapai 25.000 kilometer per detik!

Di ruang angkasa yang sangat luas, setiap bintang memiliki kecepatan pergerakan yang berbeda. Baru-baru ini, para ilmuwan menemukan “juara lari” di Galaksi Bima Sakti. 

Bintang tersebut berada di dekat lubang hitam supermasif di pusat galaksi, bahkan jaraknya dari lubang hitam tersebut 10 kali lebih dekat dibandingkan bintang terdekat yang sebelumnya pernah diamati.

“Periode orbitnya adalah 8,7 tahun. Menurut saya, ini merupakan periode orbit terpendek yang telah diketahui,” ujar Stefan Gillessen, peneliti di Institut Max Planck untuk Fisika Luar Angkasa. 

Tim Gillessen memastikan bahwa bintang tersebut bergerak dengan kecepatan mencapai 25.000 kilometer per detik, atau sekitar 8% dari kecepatan cahaya. Kecepatan ini sekitar 100.000 kali lebih cepat daripada pesawat komersial. Bintang tersebut diberi nama S301.

Para ilmuwan memperkirakan bahwa gerakan bintang yang luar biasa cepat tersebut berkaitan dengan jaraknya yang sangat dekat dengan lubang hitam.

Karena itu, para ilmuwan menilai bahwa dengan terus mengamati bintang tersebut selama 10 hingga 15 tahun, mereka dapat memperoleh lebih banyak informasi mengenai karakteristik dan kondisi lubang hitam supermasif di pusat Bima Sakti.

Laporan terjemahan: Ren Hao, New Tang Dynasty Television.

Trump Bahas Ancaman Iran, Sanksi Terbaru Segera Diumumkan

EtIndonesia.com  Pada Kamis (20 Agustus), Amerika Serikat mengumumkan sanksi ekonomi paling keras terhadap Iran. Data pelacakan kapal terbaru menunjukkan bahwa kemampuan Iran untuk secara sepihak menentukan “siapa yang boleh lewat” di Selat Hormuz telah menurun secara signifikan.

Berikut laporan langsung dari wartawan NTD di Washington, Zhang Liang.

Di tengah klaim Amerika Serikat dan Iran bahwa masing-masing masih menguasai Selat Hormuz, data terbaru justru menunjukkan bahwa Iran secara bertahap kehilangan kendali atas selat tersebut.

Meskipun Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal di sekitar lepas pantai utara Oman, sebagian besar kapal tanker tetap memilih melewati selat dengan pengawalan militer AS. Pada tanggal 20, sebanyak 9 kapal melewati selat tersebut, sedangkan pada tanggal 21 ada 7 kapal yang melintas.

Pada Kamis, Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi ekonomi maksimum terhadap Iran. Amerika Serikat meminta seluruh negara sekutunya menyatakan sikap secara jelas untuk mendukung AS, khususnya mendesak Beijing agar bekerja sama dengan tindakan Amerika. Rincian konkretnya akan diumumkan pada Senin (24 Agustus).

Presiden Donald Trump juga mengkonfirmasi dalam sebuah program radio pada Kamis bahwa tingkat inflasi Iran mencapai 300%. Dibandingkan lima bulan lalu, kemampuan Iran untuk memproduksi drone dan rudal juga telah menurun secara signifikan. Trump kembali menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Presiden AS Donald Trump (20 Agustus 2026) : “Alasan saya melakukan ini (tindakan terhadap Iran), dan kita memang tidak punya pilihan lain, bahkan jika harus melakukannya 100 kali lagi, saya akan tetap melakukannya, adalah karena mereka tidak boleh memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan pernah memilikinya.”

“Negara seperti ini, negara yang begitu gila, tanpa diragukan lagi pasti akan menggunakan senjata nuklir. Jadi saya menghentikan semua itu. Saya mengerahkan pesawat pembom B-2 untuk menghentikan mereka. Saya juga menarik diri dari Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA), yaitu kesepakatan bencana yang dicapai pada masa pemerintahan Obama beberapa tahun lalu.”

“Jika saya tidak mengakhiri kesepakatan itu, Iran sekarang sudah memiliki senjata nuklir. Dan mereka akan segera menggunakannya. Mereka akan menghancurkan Israel. Mereka akan menghancurkan seluruh Timur Tengah.”

Menteri Keuangan AS Scott Bessent: “Tekanan ekonomi berarti kami akan menekan semua sekutu kami. Ini akan menjadi tindakan isolasi ekonomi terkoordinasi terbesar dalam sejarah dunia. Kami akan menyampaikan posisi kami kepada mereka: pilih berdiri bersama kami atau melawan kami.”

Sementara itu, Departemen Luar Negeri AS mengumumkan bahwa Qatar akan membeli persenjataan senilai total US$4,5 miliar dari Amerika Serikat. Paket tersebut mencakup hingga 4 pesawat tanker udara KC-46A, 8 mesin turbofan, 10 sistem radar warning receiver, serta 15 perangkat laser untuk sistem penanggulangan inframerah pada pesawat berukuran besar.

Kesepakatan penjualan senjata tersebut muncul di tengah situasi Timur Tengah yang terus memanas dan telah diserahkan kepada Kongres AS untuk mendapat persetujuan.

Departemen Luar Negeri mengatakan penjualan senjata tersebut akan meningkatkan kemampuan pertahanan Qatar dalam menghadapi ancaman saat ini maupun di masa mendatang, sekaligus memperkuat kemampuan operasi bersama dengan Amerika Serikat dan pasukan sekutunya.

Selain itu, pada Kamis Washington juga menjatuhkan sanksi baru terhadap Hizbullah Lebanon. Amerika Serikat secara tegas menyatakan bahwa Hizbullah merupakan proksi Iran dan berada di bawah kendali Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).

Sepuluh orang yang menjadi sasaran sanksi kali ini diduga terlibat dalam transfer uang tunai, memperoleh mata uang asing di luar sistem keuangan resmi, serta menghindari sanksi Amerika Serikat. (***)